Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Episode 3 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis Goblin Episode 3 Bagian Kedua Drama Korea

Sumber Dok Gambar: tvN Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis Goblin Episode 3 Bagian Pertama Drama Korea] 

Shin melihat seorang pria dan wanita di sebuah kafe dan dengan kekuatan supranaturalnya dia membuat kedunya sengaja saling mengalami kontak tubuh — rambut si wanita tersangkut di kemeja si pria, bahkan membuat wanita itu ditangkap oleh pria tadi saya akan terjatuh. Pada akhirnya mereka berhasil jadian.

Eun Tak bertanya apa pekerjaan lain Shin adalah Cupid (dewa cinta) atau penjaga mereka. Shin berkata bahwa mereka adalah reinkarnasi dari kehidupan sebelumnya dan mengenal pria itu.

Shin menceritakan bahwa di kehidupan sebelumnya pria itu adalah pemilik ladang yang dulunya memanfaatkan petani miskin. Eun Tak bertanya mengapa dia membantunya dan apa dia juga adalah penjaga orang-orang jahat.

Shin berkata dia bukan penjaga mereka, tapi dia adalah penjaga wanita dan pria yang baru saja kehilangan mereka. Shin memberitahu bahwa si pria itu adalah pembohong dan pengecut sementara si wanita itu angkuh dan tak tahu bersyukur, dan mereka berdua akan menjadi mimpi buruk satu sama lain. “Kau sangat keren,” ucap Eun Tak sambil tersenyum. Shin berkata dari waktu ke waktu dia ikut campur dengan memikat mereka.

Eun Tak lantas bertanya apa dia berdosa besar di kehidupan sebelumnya dan dia sedang dihukum karna dosa itu sekarang, dan apa itu hukumannya karna terlahir sebagai pengantin goblin. Shin menjawab bahwa dia tak tahu dengan kehidupan Eun Tak sebelumnya, dan bahwa Eun Tak masih terlalu muda untuk mengevaluasi kehidupannya. Shin juga menegaskan bahwa Eun Tak bukan pengantin goblin.

Eun Tak mengakui dia hanya bercanda dan berkata dia menyukai kehidupan yang dia jalani. Eun Tak berkata dia sangat dicintai oleh ibunya dan dia juga bahagia bisa bertemu dengan Shin. Shin mengungkit bahwa Eun Tak belum menjawab pertanyaannya – apa dia bisa melihatnya.

Eun Tak tak menjawab dan sepertinya mencoba mengalihkan topik perbincangan mereka tentang ucapan ibunya. Eun Tak berkata mereka akan berpisah sekarang, dan sebelum pergi dia berbalik dan selama beberapa saat mereka saling memandangi satu sama lain.

Sesampainya di rumah, Shin membayangkan pertemuannya tadi bersama Eun Tak dan bahkan ucapan Eun Tak terngiang-ngiang dalam pikirannya ‘Kau sangat keren,” sampai membuatnya tersenyum sendiri sampai Duk Hwa tiba-tiba datang dan mengagetkannya.

Duk Hwa bertanya dimana Paman yang satunya, dan bertanya bagaimana kalau dia menjadi Malaikat Pencabut Nyawa ketika dia mati nanti. Shin berkata, “Dalam mimpimu.” Dia berkomentar bahwa Duk Hwa masih memiliki sedikit dosa, dan menjelaskan bahwa hanya bagi mereka yang memiliki banyak dosa bisa menjadi …. Dia tiba-tiba berhenti dan Duk Hwa bertanya dosa seperti apa dan apa dia telah membunuh seseorang.

Shin balik bertanya bagaimana dia bisa tahu, dan mengklarifikasi bahwa maksud pertanyaannya tadi adalah bagaimana Duk Hwa tahu kalau dia adalah Malaikat Pencabut Nyawa.

Duk Hwa merasa pertanyaan Shin sudah terlalu terlambat, dan menjelaskan ketika Shin membuat ruangan berawan dan kilat, dia curiga saat Paman Kamar Terakhir tidak menjauhkan diri, dan dia juga mendengar dari Shin sendiri pernah memanggilnya Malaikat Pencabut Nyawa. Bukan hanya itu, dia juga merasa aneh dengan kulitnya yang pucat dan warna bibirnya yang merah berdarah dan mengenakan serba hitam. Namun saat Malaikat Pencabut Nyawa tiba-tiba saja muncul di depannya, Duk Hwa  meralat ucapannya bahwa dia tampak ganteng.

Malaikat Pencabut Nyawa menghentikan saat Duk Hwa akan segera pergi, dan bertanya bagaimana dia bisa tahu dia adalah Malaikat Pencabut Nyawa. “Bagaimana saya tidak tahu? Kau baru saja melakukan teleport disini,” ucap Duk Hwa dengan gemetar.

Malakat Pencabut Nyawa menuduh Goblin telah membocorkan samarannya, dan membicarakannya dibelakangnya. Goblin menyuruhnya untuk berkaca dengan sikapnya, dan berkomentar bahwa dia pasti seorang pembunuh dalam kehidupan sebelumnya.

Mendengarnya Malaikat Pencabut Nyawa menjadi lesu dan matanya berkaca-kaca karna tersinggung. Dia berkomentar bahwa Goblin bersikap seolah-olah tidak dihukum karna tidak melakukan banyak dosa, dan bergegas masuk ke kamarnya.

Malaikat Pencabut Nyawa menulis satu persatu yang mungkin menjadi dosa besarnya di atas secarik kerts, dan tak lama Goblin datang untuk meminta maaf. Malaikat Pencabut Nyawa bertanya  dosa mana yang mungkin dia lakukan, dan Goblin berkata tak perduli  apa yang dia lakukan atau siapa dia di kehidupan sebelumnya dia akan sama membencinya. Mendengar ucapannya, Malaikat Pencabut Nyawa tak menyadari dia tertawa kecil.

Kakek sudah mengetahui yang sesungguhnya, dan Duk Hwa mengaku bahwa awalnya dia berpikir Shin akan menendangnya keluar, tapi anehnya mereka malah akur. Kakek berkomentar bahwa yang satunya menderita karna kehilangan ingatan dari kehidupan sebelumnya, sementara yang satunya menderita karna dia tak bisa melupakan dan kedunya saling bergantung satu sama lain. Kakek juga menambahkan bahwa dia dan Duk Hwa adalah peristirahatan terakhir yang mereka diami dalam kehidupan panjang mereka.

Meskipun demikian, Kakek menghukum Duk Hwa dengan berdiri sambil membungkuk dan dua tangan lurus ke depan karna telah menyewakan kamarnya tanpa sepengetahuannya.

Duk Hwa datang ke toko ayam Sunny dan mengklaim bahwa bangunan ini adalah hadiah untuk ulang tahun kedelapannya, dan dia berencana untuk menghasilkan uang dengan bangunan ini. Dia memerintahkan asistennya untuk mengeluarkan pemiliknya tanpa keributan. Namun asistennya berkata dia ada disini bukan untuk membantunya melakukan penawaran tapi untuk membuntutinya sesuai perintah kakeknya.

Duk Hwa memberikan opsi lain, memintanya untuk berkata ya saat seorang wanita menelpon dan bertanya apa dia bekerja disini. Sekertaris Kim menolak meskipun Duk Hwa memohon karna sebenarnya dia sangat membutuhkan kartu kredit baru.

Shin menemani Malaikat Pencabut Nyawa berbelanja di supermarket membeli bahan makanan keperluan mereka. Malaikat Pencabut Nyawa bertanya apa Shin tak percaya dengannya, dan meyakinkannya bahwa dia tidak akan mengambil Eun Tak dan hanya mengekorinya.

Shin bertanya mengapa dia mengekorinya. Malaikat Pencabut Nyawa menjawab bahwa dia mendukungnya karna Goblin akan meninggal ketika pengantin wanitanya mengeluarkan pedangnya.

Meskipun saat ini Eun Tak belum melihat pedangnya, namun Malaikat Pencabut Nyawa berharap sebuah keajaiban akan terjadi dan Eun Tak bisa melihat pedangnya. Ucapannya membuat Shin kesal, sampai membuat kekuatannya mengalir keluar tapi Malaikat Pencabut Nyawa memperingatkan banyak orang yang melihat.

Shin meminta malaikat Pencabut Nyawa untuk berjanji bahwa dia tidak akan mengambil Eun Tak jika dia pergi, dan jika dia berusaha mengambilnya, dia akan langsung datang. Wajah Malaikat Pencabut Nyawa tampak sedih setelah diberitahu bahwa dia akan pergi dalam dua hari lagi, meskipun Shin tidak melihatnya.

Shin keluar lebih dulu dari supermarket, dan dia malah melakukan teleport dan mendarat di depan rumah Eun Tak. Shin pun tak menyadarinya sampai Eun Tak keluar dari rumahnya dan terkejut melihatnya. Eun Tak segera menariknya pergi dan bertanya apa dia datang kesini untuk melihatnya.

Shin menjawab, “Saya pasti sempat memikirkanmu. Saya menebak itulah mengapa saya berakhir disini.” Eun Tak bertanya mengapa — dia bukan pengantin wanitanya dan dia tidak cantik, dan dia hanya dipenuhi masalah dan Goblin harus datang menyelamatkannya.

Eun Tak bertanya, “Mengapa kau datang melihatku?” Shin berkata dia mungkin merindukannya. Shin memberitahu bahwa tantenya menghilang, dan Eun Tak sam sekali tak tahu itu. Dia hanya datang ke rumah bibinya untuk mengambil barangnya. Shin bertanya apa itu, namun Eun Tak berkata dia tak perlu tahu. Dan kita melihat barang yang ia maksudkan adalah – bunga soba pemberiannya.

Saat berjalan di jembatan seorang wanita cantik penjual aksesoris memanggil Malaikat Pencabut Nyawa dan dan menawarkan sebuah jepitan rambut. Wanita cantik itu (sebenarnya adalah Peri Nenek Tua), dan ngotot menawarkan penjepit rambut. Dia kemudian mengarahkan kacanya kepada wajah Malaikat Pencabut Nyawa dan seketika itu dia tertarik melihat sebuah cincin (cincin itu sepertinya milik ‘Ratu’ di jaman Goryeo).

Sunny tiba-tiba muncul dan lebih dulu mengambilnya. Sunny menegaskan dia yang lebih dulu mengambilnya dan bertanya, “Apa kau sedang menangis?” Malaikat Pencabut Nyawa segera menyeka air matanya, dan mengangguk saat Sunny bertanya apa dia menginginkannya.

Sunny melihat penampilannya dari atas sampai bawah dan kemudian meminta nomor telponya sebagai gantinya. Malaikat Pencabut Nyawa tak punya telpon, dan ia terpaksa meminta Sunny menuliskan nomornya di secarik kertas. Sunny menyarankan agar mereka saling bertukar nama. Dia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, tapi Malaikat Pencabut Nyawa  malah memasukkan tangannya ke jaketnya dan memanggilnya ‘Sun Hee.’ Sunny setuju dipanggil seperti itu, dan berkomentar  bahwa dia bisa memanggilnya sesukanya dan lagi pula namanya juga palsu.

Si penjual bertanya siapa yang akan membayarnya – kartu kredit atau uang dengan uang. Keduanya hanya saling memandangi satu sama lain, tanpa memperhatikan saat si wanita cantik yang sebenarnya ‘Nenek Tua’ berkata, “Tak masalah siapa yang akan membayarnya. Kalian akan membayar harga yang mahal untuk itu.”

Kemudian di rumah, Shin mulai mengemasi barangnya dan membuka kotak yang berisi sebuah lukisan ratu. Memandangi lukisan itu, Shin kembali terkenang saat mendatangi jasad ratu yang telah dikafani. Kita melihat di depan jasad ratu, Shin berkata, “Saya pasti terlalu terlambat.” Dia mengambil sebuah lukisan ratu dan membakar ruangannya.

Saat berjalan pergi, Shin mengingat ucapan Ratu sebelum meninggal, “Saya baik-baik saja. Jika ini adalah akhirnya, maka ini akan menjadi takdirku. Kau harus pergi. Jangan berhenti. Langkahkan kakimu menuju Yang Mulia.”

Eun Tak sedang membersihkan kaca jendela di tempat kerja barunya, dan mengabaikan saat sesosok hantu datang menggangunya. Karna kesal diabaikan, dia mengancam akan menyerang orang-orang disekitarnya. Hantu itu berniat mengerjai Sunny, namun dia berhenti saat Sunny tiba-tiba memukul meja dengan botol minumannya karna kesal dengan pria yang tadi di temuinya tak kunjung menelponnya.

Sunny berkata dia tak tenang karna dia adalah pria paling tampan yang pernah ia temui. Eun Tak memberitahunya bahwa pria tampan selalu sulit, dan menyarankan agar Sunny melupakannya. Sunny berkata, “Bagaimana bisa,” dan bahwa pria itu adalah satu-satunya pria yang ia temui yang tidak penuh perhatian.

Malaikat Pencabut Nyawa duduk di kamarnya dan memegang kertas yang berisi nomor telpon Sunny lengkap dengan dibubuhi stempel ciumannya. Dia sepertinya ragu apa harus menelponnya atau tidak.

Eun Tak datang di rumah bibinya dan mendapati semua barang-barang mereka dikeluarkan. Si pemilik rumah mengklaim bahwa rumah ini telah disewakan ke orang lain dan bibinya telah mengambil deposit rumah mereka. Eun Tak bertanya apa yang harus ia lakukan, dan Si pemilik rumah itu hanya berkata, “Tanya pada bibimu.”

Eun Tak terpaksa mengemasi barang-barangnya dan tak punya tempat untuk ditinggali. Dia sejenak duduk di pinggir jalan sambil memandangi ‘bunga soba’ pemberian Shin yang memiliki arti ‘kekasih.’ Dia menyimpan sebagian bunga yang telah mengering di sebuah bukunya, dan menyimpan tasnya di sebuah loker.

Keesokan harinya, Eun tak dipanggil oleh wali kelasnya dan disuruh mengeluarkan isi tasnya. Wali kelasnya mendapati korek di dalam tasnya, dan hal itu mendukung laporan seorang teman sekelasnya yang melaporkan bahwa dia telah melihat Eun tak merokok. Meskipun Eun Tak berusaha membantahnya, namun si wali kelasnya tak percaya.

Wali kelas menyindir Eun Tak yang bersikap seolah-olah anak baik di sekolah untuk membuat mereka kasihan padanya, dan berkomentar bahwa orang seperti dirinyalah yang menodai masyarakat. Sementara Eun Tak hanya berusaha menahan air matanya.

Di rumah saat akan meneguk kaleng minuman alkohol yang telah ia buka, tiba-tian saja minuman kaleng itu terbang menuju Goblin. Malaikat Pencabut Nyawa bertanya mengapa dia tiba-tiba saja ingin minum, dan Shin berkata bahwa akan lebih baik jika ada lebih banyak alkohol, wanita dan daging. Keduanya duduk berbincang, dan Goblin berkata bahwa dia cukup dihargai ketika dulu menjadi seorang jenderal.

Malaikat Pencabut Nyawa baru tahu itu, dan Shin bertanya dia siapa di kehidupan sebelumnya. Wang Yeo cukup terganggu dengan pertanyaannya, dan Shin kembali bertanya, “Apa? Apa kau seorang raja?” Malaikat Pencabut Nyawa tak meresponnya, dan balik bertanya apa Shin telah selesai berkemas.

Goblin berkata tak banyak yang harus ia kepak, dan Wang Yeo mengucapkan selamat jalan dengan tulus. Kemudian Shin pergi ke depan pintu, dan membuka pintu berulang-ulang kali, tapi dia tak beranjak kemana-mana.

Wang Yeo bertanya apa sekaleng bir cukup membuatnya seperti ini. Shin berkata, “Saya tak tahu dia ada dimana. Dia tak akan memanggilku, sehinga aku tak bisa menemukannya.” Dia merasa semua kekuatannya tak ada gunanya karna tak bisa menemukan Eun Tak. Malaikat Pencabut Nyawa bertanya bagaimana dia menemukannya sebelumnya. Shin berkata sama seperti ini. Shin tampak lemas, kemudian mengambil payung, membuka pintunya dan tiba-tiba saja menghilang.

Eun Tak duduk di pinggir pantai, sambil menatap langit dan bertanya apa ibunya baik-baik saja, dan bagaimana di atas sana. Dia menangis saat berkata tak ada seorang pun yang menanyakan keadaannya. Tak lama hujan pun turun, sampai membuat suasana hati Eun Tak bertambah buruk, namun seseorang muncul dan memayunginya.

Shin datang, dan berkata, “Itu karna saya merasa sedih dan putus asa.” Eun Tak bertanya apa akan turun hujan karna dia merasa sedih, dan Shin mengangguk. Shin kemudian bertanya bagaimana keadaannya, dan saat hujan tiba-tiba berhenti, Shin berkata sekarang dia merasa jauh lebih baik.

Eun Tak berkata dia tidak memanggilnya kali ini, dan Shin mengkonfirmasinya. Eun Tak merasa ini tak akan bagus, karna mulai dari sekarang setiap kali turun hujan dia akan berpikir Shin sedang merasa putus asa dan sedih. Shin bertanya apa dia tidak sedih dan apa yang sedang dia lakukan disini, dan  Eun Tak menjawab karna dia tidak bahagia. Eun Tak merasa sekarang jauh lebih dingin karna serangkaian ketidakberuntungannya yang kembali ketika dia berpikir telah melupakannya.

Eun Tak menegaskan dia tidak mengatakan ini untuk membuatnya merasa buruk dan Shin bertanya apa maksud ucapan Eun Tak merujuk pada sesuatu yang spesifik. Eun Tak tertawa kecil, dan Shin menyuruhnya untuk kembali berbicara.

Eun Tak berkata jika Shin mendengarnya akan membuatnya menangis, dan Shin meyakinkannya bahwa dia akan menahannya. Eun Tak bercerita bahwa – manusia mempunyai empat tahap kehidupan, dan Shin bertanya bagaimana Eun Tak bisa tahu ucapan yang biasa dikatakan malaikat Pencabut Nyawa pada orang mati.

Eun Tak berkata dia telah menjadi pengantin goblin selama 19 tahun, dan selalu mendengar cerita yang diceritakan oleh hantu-hantu. Dia merasa itu tidak adil, mengapa dia tidak bisa mencapai tahap menikmati hasil panen dalam hidupnya.

Shin berkata dia juga turut sedih, dan bertanya apa yang harus dia lakukan untuk menghiburnya. Eun Tak memberinya tiga pilihan – mengelus bahunya, membelai rambutnya atau memberinya 5 juta won. Eun Tak memberikan bunga maple yang ia keringkan pada Shin dan bertanya apa cantik. Shin membelai rambutnya, dan berkata, “Ini adalah bentuk perpisahan dan besok saya akan berangkat.”

Malamnya, Malaikat Pencabut Nyawa duduk di sofa bersama Goblin dan bertanya dengan  nada yang lesu apa dia sudah mengemasi barang-barangnya. Shin merasa dia telah menanyakannya, dan Malaikat Pencabut Nyawa berkomentar bahwa dia ingin terus mendengarnya karna itu membuatnya senang.

Bel rumah berbunyi, dan Shin  berkomentar bahwa untuk pertama kalinya selama 60 tahun bel itu berbunyi. Mereka merinding ketakutan karna bertanya-tanya siapa yang membunyikan bel itu.

Malaikat Pencabut Nyawa keluar untuk melihat siapa tamu mereka dan mendapati Eun Tak yang datang. Shin dan Malaikat Pencabut Nyawa heran dia bisa mengetahui tempat tinggal mereka. Eun Tak menjelaskan bahwa dia diberitahu oleh para hantu dimana tempat tinggal goblin, hanya saja dia tak menyangka Shin tinggal serumah dengan Malaikat Pencabut Nyawa.  Shin berkata hanya sampai hari ini dan bertanya mengapa dia ada disini. Eun Tak menjawab bahwa dia ingin mengatakan sesuatu yang belum sempat ia katakan.

Eun Tak mengungkit bahwa Shin terus bertanya apa dia melihat sesuatu, dan kemudian bertanya, “Bagaimana kalau aku melihatnya?” Dia memberikan tiga pilihan – yang pertama jika melihattnya apa Shin akan menikahinya, yang keduanya apa Shin mau meminjamkannya 5 juta won atau yang ketiga apa Shin akan tetap tinggal disini.

Eun Tak memintanya untuk tingal di Korea, dan Shin tak percaya jika Eun Tak benar-benar bisa melihatnya. Eun Tak meyakinkan Shin bahwa dia benar-benar bisa melihatnya dan kemudian menunjuk tepat di dada Shin dan berkata, “Pedang itu.”

Sumber Dok Gambar: tvN Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*