Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “High Society” Episode 11 Bagian Pertama

Sinopsis “High Society” Episode 11 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca Juga: Sinopsis High Society Episode 11 Bagian Kedua]

Seperti dalam episode sebelumnya, semua kebohongan yang ditutupi oleh Joon Gi selama ini akhirnya terbongkar. Yoon Ha yang sudah mengetahui semuanya, menunggu Joon Gi diluar kamar apartemennya.

Joon Gi yang melihatnya, bertanya, “Mengapa diluar?”. Yoon Ha menatap dengan tajam dan penuh amarah atas kebohongan yang dilakukan oleh orang yang paling ia percayai.

Yoon Ha hanya berkata, “Nanti kita bicara. Saya perlu menenangkan pikiranku,” dan berlalu pergi. Joon Gi menahannya, namun Yoon Ha yang terlanjur sakit hati melepaskan tangan Joon Gi.

Joon Gi yang bingung melihat sikap dingin Yoon Ha masuk ke dalam apartemennya dan bertanya pada ibunya, “Apa telah terjadi sesuatu,?” dan melihat kunci lacinya berada di atas meja.

Joon Gi langsung memeriksa lacinya dan melihat foto Yoon Ha sudah tidak ada lagi.

Ibu Joon Gi yang tak tahu apa –apa berkata, “Saat saya membereskannya, saya melihat foto Yoon Ha. Menyadari sesuatu telah terjadi, Joon Gi lalu pergi mengejar Yoon Ha.

Di dalam mobilnya, sambil memegang foto kecilnya dan jepitan rambut yang pernah ia kenakan ketika bertemu kencan buta dengan Chang Soo, Yoon Ha mengingat perkataan mantan Joon Gi dan Chang Soo yang telah memperingatkannya.

Mantan Joon Gi berkata pada Yoon Ha, “Jika kamu memikirkan tentang pernikahan, kamu harus memikirkannya dengan hati-hati. Dia seorang pria yang menggunakan wanita untuk menyelamatkan keluarganya sendiri.”

Chang Soo sebelumnya juga telah memperingatkannya, “Apa kamu pikir Joon Gi benar-benar menyukaimu? Bagaimana jika Joon Gi mendekatimu dengan sebuah maksud. Apa yang akan kamu lakukan?”

Di tempat lain, Chang Soo dan Ji Yi masuk ke sebuah kamar hotel.

Joon Gi yang menyadari kesalahannya, mengejar Yoon Ha sampai ke tempat parkiran.

Gambar2

Melihat Joon Gi, Yoon Ha keluar dari mobilnya dan memastikan semua kebohongan yang dilakukan oleh pria yang paling ia cintai, berkata, “Saya tak mengerti. Satu hal yang saya yakini bahwa meskipun kamu tahu dari awal saya dari keluarga siapa, kamu berpura-pura tak tahu. Apa saya benar?”

Joon Gi tak mengelak semuanya dan berkata, “Itu benar.”

Sambil memegang jepitan rambutnya, Yoon Ha bertanya, “Bagaimana dengan ini? Inisialku tertulis diatasnya. Ini milikku. Dari yang kuingat, saya menghilangkannya ketika saya datang untuk kencan yang telah diatur dengan Chang Soo. ”

Joon Gi hanya bisa menjawab, “Saya memungutnya dengan tidak sengaja.”

Yoon Ha lanjut lagi bertanya, “Lalu ketika kita pertama kali bertemu. Ketika kamu lewat saat melihatku, apa kamu tahu siapa saya?”

Menjawab pertanyaan Yoon  Ha, Joon Gi hanya bisa menjawab, “Saya mengenal wajahmu.”

Ingin lebih tahu lagi Yoon Ha bertanya, “Bagaimana?”

Joon Gi menjawab, “Saya melihatmu di lift hotel. Ketika kamu naik dan turun. Saya melihatmu tiga kali hari itu. Yang terakhir ketika kita pertama kali bertemu.”

Melihat foto-fotonya di laci Joon Gi, Yoon Ha bertanya bagaimana dia bisa mendapatkannya?

Joon Gi menjawab semua pertanyaan Yoon Ha, “Chang Soo memintaku sebelum pergi kencan bersamamu. Informasimu.”

Yoon Ha terus saja menggali pertanyaan kepada Joon Gi, “Lalu setelah melihat ini, apa kamu mengenaliku di lift?”

Joon GI menjawab, “Sebelumnya saya sudah memberitahumu. Saya hanya mengenal wajahmu.”

Yoon Ha terus saja bertanya pada Joon Gi, “Lalu kapan kamu mengenal bahwa saya putri Grup Taejin?”

Joon Gi hanya bisa menjawab sederet pertanyaan dari Yoon Ha, “Ketika Chang Soo mengenalimu di supermarket.”

Yoon Ha terus saja melontakan pertanyaan pada Joon Gi, “Jadi kamu pasti sudah tahu ketika saya berbicara padamu untuk mencomblangkanmu dengan Ji Yi.”

Joon GI hanya bisa menjawab, “Saya sudah tahu.”

Yoon Ha terus saja bertanya, “Lantas kebaikan hati yang kamu tunjukkan, percakapan tentang ayahmu, apa semua itu sudah diperhitungkan?”

Joon Gi menjawab, “Saya sedikit memperhitungkannya.”

Yoon Ha yang terlanjur kecewa dan sakit hati bertanya, “Mengapa kamu melakukannya. Mengapa kamu pura-pura tak mengenalku padahal kamu sudah tahu?”

Joon Gi hanya bisa menjawab, “Untuk dekat padamu, saya tahu kamu perlu berpikir bahwa saya mendekatimu dengan tidak mengenal bahwa kamu berasal dari keluarga siapa.”

Yoon Ha terus saja melontarkan pertanyaan untuk mendapatkan kejelasan, “Mengapa kamu ingin dekat padaku?”

Mau tak mau Joon Gi harus menjawab dengan terus terang semua pertanyaan Yoon Ha, “Untuk membuatmu menyukaiku. Sehingga saya bisa menikahimu dan menggunakannya sebagai keuntunganku.”

Meluapkan kemarahanyya , Yoon Ha berkata, “Berpura-pura menyukaiku padahal tidak. Bersikap untuk memenangkan hati wanita.”

Joon Gi membantahnya, berkata, “Ada sesuatu yang harus kuluruskan. Saya tidak banyak melakukan apapun untuk memenangkan hatimu. Kamulah yang pertama ingin pacaran. Kamu menyalah artikan kebaikan kecil menjadi perhatian yang spesial. Pada saat itu, kamu akan jatuh cinta pada seseorang bahkan jika itu bukan saya.”

Mendengar penjelasan Joon Gi, sambil berlinang air mata Yoon Ha berkata, “Apa kamu benar-benar berpikir sepert itu? Karna itu kamu, Choi Joon Gi Saya mencintaimu. Jadi jangan tertawakan cintaku.”

Gambar3

Joon Gi yang mendengarnya, langsung menghampiri mobil Yoon Ha dan menanyakan keadaannya, Yoon Ha lalu keluar dari mobilnya.

Yoon Ha kembali mengungkapkan isi hatinya yang sangat terluka, “Apa kamu sangat menginginkan latar belakang keluargaku? Saya ingin mati. Setelah kakakku menjadi seperti itu, saya ingin mati bersamanya. Meskipun begitu, saya merindukanmu. Ah, cinta seperti ini. Meskipun  itu tidak bisa mengatasi masalah, cinta memberikan kekuatan untuk mengatasi masalah. Cinta adalah sesuatu yang sangat hebat. Tapi…”

Setelah mengungkapkan isi hatinya yang telah sangat terluka, Yoon Ha pun berlalu pergi dan meninggalkan Joon Gi dengan segala penyesalannya.

Chang Soo dan Ji Yi masuk ke dalam kamar hotel bersama. Awalnya mereka berdua kikuk. Di dalam kamar hotel tersebut, Ji Yi meminta Chang Soo untuk menceritakannya sebuah cerita yang menarik tentang sebuah katak dan kalajengking.

Usai menceritakan kisah katak dan kalajengking, Chang Soo berkata pada Ji Yi, “Ji Yi aku tak tahu apakah aku akan menjadi kalajengking untukmu. Bahkan jika aku tak ingin, aku mungkin akan melukaimu.”

Ji Yi hanya bisa berkata, “Bukan kamu yang akan terluka hanya aku. Pada akhirnya, kalajengking dan katak tenggelam di dalam air. Jika kita mati bersama, saya tidak apa-apa dengan itu.”

Usai mendengar ungkapan isi hati Ji Yi, Chang oo lantas menarik Ji Yi ke tempat tidur dan mengatakan, “Kamu bisa mengatakan kamu takut sekarang.”

Ji Yi lantas berkata, “Ini pilihanku. Aku tak takut.”

Satu hal yang diminta Ji Yi pada Chang Soo adalah, “Sebagai gantinya, janji padaku bahwa kamu tidak akan mengatakan minta maaf.” Dan mereka pun berciuman.

Di tempat lain Min Hye Soo sudah menunjuk pengacara untuk bercerai dari suaminya sayang suaminya sendiri tidak tertarik untuk bercerai.

Ye Won menghadap ayahnya, dan membicarakan tentang perusahaan. Jang Won Sik mempercayakan projek di bandara Incheon untuk Yoon Ha yang sebelumnya sedang diurus oleh Ye Won karna belum ada hasil.

Mendengar hal tersebut, Ye Won mencoba menyudutkan Yoon Ha di depan ayahnya, berkata, “Bagaimana bisa memberikan sesuatu yang begitu besar kepada seseorang yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman apapun di perusahaan? Itu akan menunjukkan bahwa dia tidak kompeten.”

Jang Won Sik yang mulai meragukan kemampuan putri sulungnya berkata, “Bukankan itu akan menunjukkan bahwa kau yang tidak kompeten? Jika seseorang yang tidak mempunyai pengalaman di perusahaan mampu menyelesaikan pekerjaan itu, lantas bagaimana denganmu?”

Keluar dari ruangan ayahnya, Ye Won hanya bisa menggerutu dengan sikap ayahnya yang lebih mempercayai Yoon Ha.

Min Hye Soo mendatangi ruangan Jang Won Sik dan ngebet pengen cerai namun Jang Won Sik malah memperingatkannya untuk tidak bercerai jika tidak dia sendiri yang akan rugi.

Gambar4

So Hyun yang sudah bersiap untuk pesta perayaan kepindahan Ye Won, heran melihat kakaknya yang masih bekerja. Ye Won kemudian berkata pada So Hyun bahwa Yoon Ha tidak bisa ikut bersama dengan mereka jadi sebaiknya diundur besok saja.

Menanggapi kakaknya, So Hyun ragu jika mereka akan jadi merayakan kepindahan Ye Won bersama Yoon Ha. Ye Won yang bingung dengan perkataan So Hyun adiknya, bertanya, “Apa maksudnya itu?”

So Hyun yang sudah tahu belang Joon Gi kemudian menjelaskan kepada kakaknya, “Pria yang ia pacari sekarang, dia memiliki rekor. Dia mendekati wanita berdasarkan kualifikasi mereka atau dia membuang mereka.”

So Hyun lantas memprediksi Yoon Ha pasti sedang menangis mengetahui belang kekasihnya.

Joon Gi yang telah menyesali perbuatannya, di dalam apartemennya mengingat ungkapan isi hati Yoon Ha di tempat parkiran yang berkata, “Itu tidak benar. Karna itu kamu. Karna itu kamu Choi Joon Gi. Aku mencintaimu.” Joon Gi pun hanya bisa menyesali apa yang telah terjadi sambil membuka hadiah cincin yang semestinya akan ia berikan pada Yoon Ha. Sayang, semuanya terlambat.

Yoon Ha yang prustasi mengetahui segalanya, mandi dan mengingat semua kenangan manis yang ia miliki bersama Joon Gi dan pembicaraan mereka berdua tentang mimpi Joon Gi dan Joon Gi yang menyayangkan sikap Yoon Ha yang ingin melepaskan labelnya sebagai putri chaebol.

Joon Gi berkata, “Latar belakangmu adalah dirimu. Kamu tak bisa memisahkan dirimu dari latar belakang keluargamu. Saya tak mengerti mengapa kamu tak bisa memanfaatkan apa yang kamu punya…..” dan Yoon Ha bertanya, “Sudahkah kamu mewujudkannya? Mimpimu menjadi kenyataan?” Joon Gi yang menjawab, “Belum. Masih dalam proses.”

Di kamar mandinya, Yoon Ha yang depresi hanya bisa berkata, “Mimpi yang kau punya adalah kenyataanku. Tunggu saja. Aku akan menginjakmu.”

Ji Yi juga sudah masuk ke tempat kerja barunya dan sangat bahagia.

Di rumahnya, Chang Soo memberitahu ibunya bahwa dia dan Ji Yi telah putus jadi tidak usah lagi repot-repot mengganggunya.

Ibunya yang hanya berharap putranya Chang Soo menjauh dari Ji Yi, berkata, “Jika kau tidak akan menemuinya, mengapa saya harus menyusahkannya? Apa kamu pikir saya suka melakukan itu?…”

Sambil berbincang tentang Ji Yi, Chang Soo mendapat telpon dari Yoon Ha untuk ketemuan. Melihat putranya mendapat telpon dari Yoon Ha, ibu Chang Soo berkata mengapa Yoon Ha masih menelpon putranya padahal dia sudah pacaran dengan Joon Gi.

 

***Bersambung ke bagian kedua***

One comment

  1. Aku sangat menyukai cerita ini! Semangat untuk sinopsis baru nya eonnie-ku :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*