Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “High Society” Episode 13 Bagian Pertama

Sinopsis “High Society” Episode 13 Bagian Pertama

Gambar1

Sinopsis High Society Episode 13 Bagian Kedua

Chang Soo yang datang ke rumah Ji Yi untuk mengajaknya bicara, Ji Yi malah menolaknya mentah-mentah. Joon Gi membela Ji Yi ketika Chang Soo memaksanya untuk bicara,” Hentikan. Dia bilang tidak mau.”

Melihat tangannya, dengan amarah Chang Soo menatap Joon Gi dan berkata, “Lepaskan tanganmu.” Chang Soo kemudian mengajak Ji Yi untuk bicara, namun tetap saja dia menolaknya sambil berkata, “Kita sudah putus. Mengapa sekarang kita harus bicara.”

Mendengar Ji Yi yang menolak permintaan Chang Soo, Yoon Ha yang mendengarnya kemudian bertanya pada Ji Yi, “Lalu, bisakah kamu bicara denganku?” Ji Yi malah menyetujuinya.

Akan bicara berempat, Joon Gi dan Chang Soo ditugaskan untuk ke supermarket membeli minuman. Pulang dari supermarket, dalam perjalanan Joon Gi berkata pada Chang Soo untuk melepaskan Ji Yi. Tak terima nasihat Joon Gi, Chang Soo malah balik bertanya pada Joon Gi, “Jika saya melepaskannya, apa kau akan memacarinya atau sesuatu?”

Joon Gi yang sangat kasihan pada Ji Yi atas perlakuan keluarga Chang Soo, berkata, “Ketika saya melihat bagaimana caramu memperlakukannya, saya merasa berkewajiban untuk memacarinya.”

Mendengarnya Chang Soo menjadi marah. Joon Gi pun kembali menasihati sahabatnya ini dengan berkata, “Ini pertama kalinya saya melihat seorang gadis yang sangat kau sukai. Awalnya saya pikir itu hanya karna rasa ingin tahu. Tapi ibumu ikut campur. Apa yang kau katakan padaku? Kau mengatakan bahwa kau bisa mengubah keadaan ketika kau memutuskannya.”

Joon Gi yang terus saja menasihatinya, Chang Soo yang tak terima malah membuka aibnya, berkata, “Kau memanfaatkan ketulusan hati wanita untuk menaikkan statusmu dengan pernikahan.”

Joon Gi yang merasa sangat menyesal atas perbuatannya, berkata, “Saya tak tahu dia bisa setulus itu. Seandainya saya mengetahuinya, saya tidak akan melakukannya.”

Ji YI dan Yoon Ha yang datang menghampiri Joon Gi dan Chang Soo, melihat perang mulut antara mereka berdua, Yoon Ha  lalu berkata, “Apa yang sedang kalian lakukan?” Yi Ji lalu ikut berkomentar, “Saya menyuruh kalian beli minuman. Tapi kalian bertengkar lagi? Apa kalian slalu saja bertengkar kapanpun kalian bertemu?”

Chang Soo kemudian membela diri dengan berkata bahwa Joon Gi yang mulai duluan dengan mengeluarkan komentar-komentar sindiran. Ji Yi tetap saja membela Joon Gi dengan mengatakan bahwa Deputi Choi tidak akan melakukannya, yang ada mungkin Chang Soo yang duluan mengganggunya.

Yoon Ha pun tak mau kalah dengan membela Chang Soo dan menyindir Joon Gi dengan berkata, “Mungkin kau tidak mengenalnya dengan baik, tapi Deputi Choi banyak mengatakan ucapan seperti itu. Ketika dia salah, dia tak akan mengakuinya. Dia juga bertingkah seolah-olah dia terlalu baik untuk segalanya.”

Mendengar sindiran Yoon Ha pada Joon Gi, Chang Soo lalu berkata padanya, “Saya sangat menyukaimu.”

Lain halnya dengan Ji Yi yang malah secara tak langsung menyinggung Chang Soo dengan berkata pada Yoon Ha, “Bersikap tinggi dan hebat jauh lebih baik daripada egois. Dia sangat egois sehingga ia tak tahan mengalami masa sulit…..” Perang mulut pun dimulai antara Chang Soo dan Ji Yi, Yoon Ha dan Joon Gi hanya bisa diam melihat mereka berdua yang berperang argumen.

Mendapat sindiran dari Ji Yi, Chang Soo lalu berkata, “Jadi apa kamu melakukan sesuatu yang hebat dengan minum-minum bersama Joon GI sepanjang malam?”

Ji Yi yang tak mau kalah berkata, “Kita putus! Apa urusannya denganmu saya minum dengan siapa?”

Chang Soo juga tak mau kalah berkata, “Dulu kau suka Joon Gi.” Ji Yi lantas membalas Chang Soo, “Tentu kau mengingatnya dengan baik.”

Mengeluarkan unek-uneknya pada mantannya, Ji Yi lalu pergi dan Chang Soo pun mengejarnya.

Gambar2

Chang Soo yang pergi mengejar Ji Yi, Yoon Ha kemudian mendapat telpon untuk datang ke rumah sakit. Masih ingin menunjukkan rasa sayang dan perhatiannya pada Yoon Ha, Joon Gi kemudian mengikuti Yoon Ha sampai ikut naik ke dalam taksi.

Melihat perhatian yang diberikan Joon Gi, Yoon Ha kemudian mempertanyakan ketulusannya. Joon Gi yang tak ingin Yoon Ha berpikiran macam-macam berkata, “Saya hanya ingin bersikap baik. Ini bukan sebuah tipuan.”

Joon Gi yang berani ikut naik taksi bersama Yoon Ha, Yoon Ha yang bingung melihatnya, bertanya, “Mengapa kau juga ikut naik?” Joon Gi lalu berkata, “Saya akan pergi denganmu.”

Di dalam taksi, Yoon Ha terus saja melontarkan pertanyaan tentang perhatian Joon Gi selama ini yang ia berikan padanya. Di dalam mobil, Joon Gi yang dengan terus terang menjawab semua pertanyaannya, Yoon Ha hanya bisa berkata, “Mengapa kau tak bisa berbohong.” Joon Gi yang ingin memperbaiki kesalahannya pada Yoon Ha, berkata, “Kau tak suka kebohongan.”

Yoon Ha lanjut bertanya pada Joon Gi, “Kapan dan apa yang diperhitungkan dan kapan dan apa yang tulus?” Joon Gi yang menjawab dengan sejujur-jujurnya, berkata, “Saya juga tak tahu. Semuanya bercampur bersama-sama jadi sulit bagi saya untuk membedakannya.”

Mendengar jawaban jujur dari Joon Gi, Yoon Ha lantas menyuruh supir taksi untuk menghentikan mobilnya, berkata, “Saya tak bisa lagi pergi dengan pria ini.” Si supir taksi ini malah berkata pada Yoon Ha, “Justru saya yang tidak bisa jalan karna terlalu berisik. Mengapa kalian bertengkar di tempat kerja orang lain? Pria itu mendekatimu karna dia sangat menyukaimu.”

Si supir taksi ini kemudian menghentikan mobilnya, Joon Gi yang akan turun dari mobil sambil memegang tangan Yoon Ha, Yoon Ha malah marah, berkata, “Jangan menyentuhku,” dan segera menutup pintu taksinya dan  meninggalkan Joon Gi.

Joon Gi pun tak hilang akal dan mengejar Yoon Ha sampai di rumah sakit. Yoon Ha yang tiba duluan di rumah sakit, Joon Gi kemudian datang menyusulnya. Melihat Joon Gi, Yoon Ha lalu bertanya, “Apa yang sedang kau lakukan disini?” menjawab pertanyaan Yoon Ha, Joon Gi  berkata, “Saya datang untuk melihat apa kau sampai dengan selamat.” Lebih lanjut Joon Gi menjelasan pada Yoon Ha bahwa dia dengan tulusnya telah mengkhawatirkan Yoon Ha. Mendengar jawaban Joon Gi, Yoon Ha yang terlanjut kesal, berkata, “Jangan pernah ucapkan kata “tulus”. Apa kau tahu apa artinya itu?” Joon Gi yang tak ingin terus-terusan disudutkan oleh Yoon Ha, berkata, “Saya tahu apa artinya itu. Jangan membuatku terlihat begitu hina.”

Yoon Ha yang masih tak terima bagaimana perlakuan Joon Gi padanya, berkata, “Justru perlakuan yang sudah kau tunjukkan padaku itu hina. Kau belum tahu apa kesalahanmu.”

Joon Gi yang sepenuhnya sadar apa kesalahannya, hanya bisa berkata, “Saya tahu..banyak.” Joon Gi yang mengakui sepenuhnya kesalahanya, Yoon Ha tiba-tiba mendekat dan berkata, “Saya menyukaimu,” dan kemudian ingin mencium Joon Gi. Bibir Yoon Ha yang semakin mendekat pada Joon Gi, dia  lantas mengurungkan niatnya mencium Joon Gi dan berkata, “Hatimu tiba-tiba berdebar kan? Ini hanya lelucon. Bagaimana rasanya? Kau terus saja bersikap seperti ini padaku.”

Meninggalkan Joon Gi, Yoon Ha ternyata bertemu dengan Ye Won yang telah lebih dulu datang menjenguk ayahnya. Melihat Yoon Ha, Ye Won lantas teringat ancaman yang diberikan adiknya mengenai dokumen dan USB yang ada di tangannya.

Usai menemui Yoon Ha, Joon Gi yang akan pulang ternyata kehadirannya di rumah sakit dilihat oleh Ye Won. Melihat Joon Gi yang juga berada di rumah sakit, Ye Won lantas berpraduga tentang jalinan asmaranya bersama Yoon Ha sudah membaik dan memerintahkan sekertarisnya untuk memanggil Joon Gi datang ke kantornya besok pagi.

Gambar3

Sebelum masuk ke kamar ayahnya untuk menjenguk, sejenak Yoon Ha memikirkan perkataan Joon Gi padanya, “Kau seharusnya bisa menerimaku dalam hatimu. Itulah cinta.” Usai kata-kata pedas yang dilontarkan Yoon Ha padanya di rumah sakit, di dalam kamarnya Joon Gi terus saja menatap hadiah jam yang diberikan oleh Yoon Ha.

Chang Soo yang tiba di rumahnya usai bertemu dengan Ji Yi, ibunya kembali mengatur pertemuan dengan seorang gadis bernama Si On untuk dinikahinya. Di depan ibunya, Chang Soo bertanya tentang ibunya yang masih terus saja mempermasalahkan latar belakang keluarga seseorang. Ibu Chang Soo masih menolak pilihan putranya dan mengancamnya dengan berkata, “Saat kau memilih Ji Yi, kejadian serupa akan terjadi.”

Tak ingin kekasih yang dicintainya terluka, Chang Soo tak punya pilihan lain dan mau tak mau menyetujui keputusan ibunya, berkata, “Lakukan apa yang kau inginkan.”

Masuk ke dalam kamarnya, Chang Soo yang suasana hatinya lagi buruk terbaring dengan sedihnya di sofa sambil meneteskan air mata ketika mengingat pembicaraannya dengan Ji Yi ketika ia datang menemuinya bersama Yoon Ha.

Ji Yi berkata pada Chang Soo, “Aku akan hidup dengan baik. aku akan hidup dengan baik seperti yang telah kulakukan. Dan jika saya melakukannya, saya akan melupakannya. Dan jika saya lupa, saya akan menikah. Bertemu dengan pria yang memiliki latar belakang yang sama denganku. Dicintai oleh mertuaku. Ketika saya memiliki anak, saya akan menceritakan padanya; dulu seorang chaebol yang tampan sangat menyukaiku. Tolong jangan mencariku lagi. Saya merindukanmu, tapi apa yang harus kulakukan jika kau terus saja mencariku? Aku sangat merindukanmu…! Tapi apa yang bisa kulakukan jika kau terus saja muncul di depanku?” Mendengar ungkapan kesedihan  hati Ji Yi, air mata Chang Soo menetes.

Hal serupa pun terjadi pada Ji Yi, di dalam kamarnya usai bertemu dengan Chang Soo dan mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya menyayat hatinya, Ji Yi hanya bisa menangis dengan terseduh-seduhnya, apalagi mengingat kenangan manisnya bersama Chang Soo kala itu. Hati yang tersayat karna cinta yang harus terhenti di tengah jalan, Ji Yi hanya bisa berkata, “Bagaimana bisa saya melupakanmu?”

Ji Yi yang lagi gundah gulana lalu menelpon Joon Gi. Ji Yi yang lagi patah hati berkata pada Joon Gi bahwa dia butuh teman bicara, tapi Yoon Ha ada di rumah sakit. Mendapat telpon dari Ji Yi, Joon Gi pun tak ingin menghiburnya dengan kata-kata yang berisi harapan palsu. Hati Ji Yi yang terkoyak karna cintanya yang tak berujung dengan Chang Soo, sambil berurai air mata berkata pada Joon Gi, “Saya sangat kesepian dan tak ada yang bisa diajak bicara. Saya berharap bisa terlahir kembali.”

Gambar4

Datang menjenguk ayahnya, Min Hye Soo kemudian berkata pada Yoon Ha bahwa dia akan mencarikannya pria yang pantas untuknya. Yoon Ha kemudian bertanya pada ibunya mengapa sekarang ia mengkhawatirkannya. Mendapat pertanyaan dari putrinya, Min Hye Soo lalu berkata, “Kamu mungkin menganggap saya tidak adil dengan melampiaskan kemarahanku padamu. Tapi itu semua untuk kebaikanmu. Tolong jangan ragukan ketulusanku untuk itu. Caranya mungkin tidak slalu benar.”

Usai menjenguk ayahnya, Ye Won kemudian pulang ke rumah. Di rumah, dia bertemu dengan So Hyung yang akan pergi keluar untuk melepaskan kepenatannya. Berbincang dengan So Hyung, Ye Won bertanya padanya tentang tempat Yoon Ha biasa menyimpan barang-barang berharganya.

Mendapat info dari So Hyung, Ye Won diam-diam masuk ke kamar Yoon Ha dan mengambil USB dalam peti besinya, dan membiarkan semua dokumen tetap pada tempatnya.

Keesokan paginya, ketika Yoon Ha datang ke ruangannya, dia melihat sebuah jam tangan yang pernah ia berikan pada Joon Gi sebagai hadiah.

Yoon Ha yang sedang menuju ke ruangan Ye Won, tanpa sengaja ia bertemu dengan Joon Gi. Melihat Joon GI ada di depan matanya, Yoon Ha kemudian berkata, “Kita sering bertemu. Saya memikirkannya, dan saya menelanjangi diriku. Saya jatuh pada emosiku sendiri dan tidak berpikir dengan konsekuensinya. Dan membungkusnya dengan baik sebagai takdir. Saya ingin jatuh cinta dan kau ada didepanku.”

Mendengar perkataan Yoon Ha, Joon Gi yang tak ingin terus-terusan disudutkan berkata, “Saya pikir hidup adalah pilihan. Tapi sepertinya cinta bukanlah pilihan. Hari pertama saya melihatmu, dengan tidak sengaja saya melihatmu tiga kali. Dua kali di hotel, sekali di depan tempat kerja. Lantas ini yang terbersit dalam pikiranku: mereka mengatakan jika kau bertemu tiga kali tanpa disengaja, itu adalah takdir. Tapi saya tak percaya dengan takdir.”

Yoon Ha kemudian mempertanyakan niat Joon Gi yang mau bekerja  sebagai bawahan Ye Won. Mendapat pertanyaan dari Yoon Ha, Joon Gi hanya berkata bahwa untuk sekarang ia belum bisa memberitahunya.

Datang ke kantor kakaknya, Ye Won terus saja melontarkan beberapa pertanyaan tentang Joon Gi pada Yoon Ha untuk memastikan apakah mereka masih menjalin hubungan atau tidak. Yoon Ha dengan tegas mengatakan pada Ye Won jika hubungannya dengan Joon Gi telah berakhir. Duduk berbincang dengan Ye Won, Yoon Ha berkata bahwa dia tidak pernah melihatnya banyak tersenyum.

Menjawab pertanyaan adiknya, Ye Won yang sangat ambisius berkata, “Hidup terlalu rumit untuk tersenyum. Saya slalu harus membuktikan diriku sendiri untuk menang dan Kyung joon slalu menang hanya karna dia adalah Kyung Joon.”

Yoon Ha yang bingung dengan jawaban ambisius dari Ye Won bertanya, “Mengapa kau harus slalu menang? Kau hanya perlu melindungi dirimu sendiri.”

Ye Won lebih lanjut lagi menjelaskan mengapa ia harus berubah menjadi ambisius dan menyingkirkan segala sesuatu yang menghalanginya, “Itulah mengapa kau masih anak kecil. Bisnis slalu bisa berubah. Jika kau tak punya kekuatan, itu akan diambil darimu.”

Melihat adiknya yang polos, Ye Won kemudian bertanya pada Yoon Ha apa dia menyimpan dengan baik USB yang menjadi senjata untuk menghancurkannya. Yoon Ha yang tak tahu apa-apa klo Ye Won telah mengambilnya secara diam-diam, berkata bahwa dia telah menyimpannya dengan baik.

***Bersambung ke Bagian Kedua***

One comment

  1. Uploadnya cepet bgt. Sip sip

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*