Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “High Society” Episode 7 Bagian Kedua

Sinopsis “High Society” Episode 7 Bagian Kedua

Gambar1

Chang Soo kemudian meminta maaf kepada Lee Ji Yi atas apa yang telah terjadi. Lee Ji Yi kemudian berkata bahwa Chang Soo telah dua kali meminta maaf.

Chang Soo kemudian mengaku pada Lee Ji Yi bahwa diantara semua gadis yang ia pacari hanya kepadanya Chang Soo berani mengucapkan kata maaf.

Mendengar hal tersebut, Lee Ji Yi mengatakan, “Kalau semuanya pertama kali, itu pertanda bagus.”

Chang Soo menjawab Lee Ji Yi, “Aku senang karna kau orang yang postif.”

Lee Ji Yi kemudian mengeluarkan kata-kata yang membuat hati Chang Soo luluh, “Karna kau senang, aku anggap itu bagus. Karna kamu senyum, aku anggap itu bagus.” Mendengar kata-kata manis Lee Ji Yi, Chang Soo kemudian memeluk dengan mesra kekasihnya.

Yoon Ha kemudian diantar oleh Joon Gi kerumahnya. Sebelum Yoon Ha masuk ke rumahnya, Yoon Ha meminta sesuatu pada kekasihnya. Joon Gi kemudian memberikan kecupan manis di dahi Yoon Ha. Joon Gi kemudian pulang sendiri, dan meninggalkan Yoon Ha dan mobilnya di depan rumahnya.

Segera setelah datang, Yoon Ha kemudian masuk ke kamar ibunya. Ibu Yoon Ha penasaran tentang mendiang putranya dan bertanya pada Yoon Ha apa yang dikatakan terakhir kali Kyung Joon ketika menurunkan Yoon Ha di bandara Gimpo. Yoon Ha menjawab pada ibunya bahwa kakaknya mengatakan ini kado. Liburan dua minggu bersama pacarnya.

Mendengar kata pacar, ibu Yoon Ha sempat terkejut dan mengetahui bahwa Yoon Ha yang tidak pulang semalaman karna bersama kekasihnya, dan berkata pada anaknya, “kau melakukan macam-macam sekarang.”

Yoon Ha bahkan berani berkata di depan ibunya bahwa dia berpikir untuk menikahi Joon Gi. Yoon Ha juga mengaku pada ibunya bahwa dia sudah mengatakan pada ayahnya klo dia akan mandiri dan siap meninggalkan rumahnya karna kakaknya Kyung joon sudah tidak ada lagi.

Yoon Ha berkata pada ibunya, “Aku tak mau tinggal disini tanpa Oppa. Aku tak bisa memilih keluargaku, tapi aku akan memilih keluarga yang kuciptakan sendiri. Aku ingin mempunya keluarga yang hangat. Jika dengan lelaki ini, maka kurasa itu bisa.”

Mendengar perkataan putrinya, ibu Yoon Ha marah dan berkata sesuatu yang pastinya menyakitkan bagi Yoon Ha.

Ibunya berkata pada Yoon Ha, “Menakutkan. Diam-diam berpacaran, membujuk Kyung Joon untuk dibelikan saham. Kau mau pergi setelah mendapatkannya?”

Yoon Ha kaget dan tak tahu apa-apa mengenai Kyung Joon yang membelikannya saham.

Yoon Ha mengaku pada ibunya bahwa dia tidak tahu apa-apa mengenai saham yang telah dibelikan oleh kakaknya.

Namun ibu Yoon Ha tak mempercayainya dan bahkan meledek putrinya dengan berkata, “Tentu saja kau bilang tidak tahu. Setelah puas dengan liburanmu, kau mendapatkan laki-laki itu? Kalau bagus buatmu, maka kau tidak perduli dengan yang lain? Bilang rumah temanmu padahal rumah laki-laki?”

Mendengar kata-kata yang sangat menyayat hatinya, Yoon Ha berkata pada ibunya, “Ibu, aku tahu ibu sedang susah hati. Tapi tolong jangan berlebihan.”

Ibu Yoon Ha marah besar dengan keputusan Yoon Ha yang akan meninggalkan rumah apalagi setelah menerima saham dari putra kesayangannya Kyung Joon. Ibu Yoon Ha memperingatkan Yoon Ha bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan rumahnya karna perusahaan membutuhkannya dan ayahnya sendiri tidak akan membiarkan Yoon Ha pergi.

Malas bertengkar dengan ibunya, Yoon Ha kemudian menyudahi pembicaraannya bersama ibunya.

Ibu Yoon Ha yang sangat jengkel melihat putrinya, berkata, “Aku tidak bisa menahan diri tiap kali melihatnya.”

Kepala pelayan Hong yang berada di sampingnya berkata, “Ini karna dia sangat mirip dengan Ketua [ayah Yoon Ha].” Ibu Yoon Ha kemudian meminta pelayan Hong untuk membawakannya obat tidur.

Yoon Ha yang masih berdiri di depan kamar ibunya, pelayan Hong datang di dekatnya.

Yoon Ha yang masih penasaran dengan keputusan Kyung Joon yang membelikannya saham, bertanya pada pelayan Hong, “Aku tidak mengerti. Kenapa Oppa membelikan aku saham?”

Pelayan Hong yang juga penasaran bertanya pada Yoon Ha, “Kau tidak dengar apapun darinya?”

Hoon Ha hanya berkata, “Tidak.”

Pelayan Hong kemudian berkata pada Yoon Ha, “Kyung Joon tidak melakukan sesuatu tanpa pikir panjang. Pasti ada alasannya.”

Sejenak Yoon Ha berpikir, dan teringat mengenai kunci yang sempat diberikan Kyung Joon padanya.

Waktu itu Kyung Joon berkata bahwa jika terjadi sesuatu padanya Yoon harus mencari kuncinya dan membukanya.

Gambar2

Yoon Ha kemudian bergegas mendatangi gedung utama tempat Kyung Joon, hendak mencari kuncinya di laci meja tiba-tiba Ye Won datang.

Yoon Ha yang kaget bertanya pada Ye Won, “Mengapa disini?”

Ye Won kemudian berkata pada Yoon Ha, “Mulai sekarang aku akan tinggal disini.”

Ye Won bertanya pada Yoon Ha mengapa dia datang ke ruangan Kyung Joon dan bertanya apa ada yang tertinggal.

Yoon Ha berbohong pada kakaknya dan berkata “Tidak ada.”

Yoon Ha lalu bertanya pada Ye Won apa dia akan bermalam di tempat Kyung Joon.

Ye Won langsung menjawab pada Yoon Ha bahwa dia akan pulang dan akan kembali kalau sudah dirombak.

Ye Won yang akan keluar meninggalkan tempat Kyung joon bingung melihat Yoon Ha yang hanya berdiri diam dan tak beranjak.

Ye Won berkata pada Yoon Ha, “Kau mau disini terus.”

Yoon Ha yang tak mau ketahuan dari Ye Won kemudian berkata, “Tidak. Aku akan pergi.”

Yoon Ha kemudian bersama Ye Won keluar dari ruangan Kyung Joon.

Merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh adiknya, Ye Won kemudian memerintahkan sekertarisnya untuk mengawasi Yoon Ha.

Melihat kakaknya telah pulang, Yoon Ha kemudian bergegas ke ruangan Kyung Joon dan mencari kunci di laci mejanya. Namun sayang Yoon Ha tak menemukan kunci tersebut.

Setelah tak dapat menemukan kuncinya, Yoon Ha kemudian keluar dari ruangan Kyung Joon.

Yoon Ha kemudian mengenang saat-saat ketika masih bersama almarhum kakaknya dan menangis terseduh mengenang semua kenangan yang ia miliki.

Sekertaris presdir kemudian melaporkan kepada ayah Yoon Ha tentang semua latar belakang Joon Gi kekasih putrinya yang berasal dari keluarga tidak terpandang. Ayah Yoon Ha tidak setuju dengan pilihan putrinya yang melabuhkan hatinya kepada pria dari golongan biasa, dan menyuruh sekertarisnya untuk memanggil Yoon Ha.

Yoon Ha yang duduk termenung di depan meja riasnya memikirkan perkataan ibunya dan pelayan Hong tadi malam, dan kata-kata terakhir kakaknya di pesawat.

Ibu Yoon Ha berkata, “Aku dengar Kyung Joon membelikanmu saham. Kau tidak penasaran? Kenapa dia melakukannya?”

Pelayan Hong juga berkata pada Yoon Ha, “Kyung Joon tidak akan melakukannya tanpa pemikiran panjang. Pasti ada alasannya.”

Di pesawat, Kyung Joon berkata pada Yoon Ha, “Kalau aku ayah, aku akan menjadikanmu penerus.”

Yoon Ha kemudian datang menghadap ayahnya. Datang kepada ayahnya, ternyata yang mengejutkan Yoon Ha merubah pikirannya dan membatalkan untuk keluar dari rumah dan setuju dengan permintaan ayahnya untuk masuk ke perusahaan.

Ayah Yoon Ha bingung dengan sikap Yoon Ha yang sekarang berubah, berkata, “Kenapa mendadak mengubah pikiran?”

Yoon Ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Biasanya seorang perempuan merubah pemikirannya 12 kali sehari.”

Gambar 3

Pengacara Hong datang dan membacakan surat wasiat Kyung Joon dimana seluruh kekayaannya akan diserahkan kepada putrinya Jang Hye In dan sampai usianya cukup, maka walinya adalah Min Hye Soo (ibu Yoon Ha).

Yoon Ha masuk ke kamar ibunya kemudian memberitahunya bahwa dia akan bekerja di perusahaan dan akan tetap tinggal untuk mengungkapkan kematian Kyung Joon karna Yoon Ha sudah curiga dengan kematian kakaknya.

Yoon Ha kemudian mengajak ibunya untuk akur sampai ia berhasil mengungkapkan semuanya.

Jawaban ibunya tetap saja masih dingin dan berkata, “Keluar.”

Yoon Ha kemudian menelpon Joon Gi hanya untuk sekedar menyapa kekasihnya. Di telpon, Joon Gi bingung dengan kekasihnya yang masih ada di rumahnya. Yoon Ha kemudian mengaku pada Joon Gi bahwa dia akan tetap tinggal.

Yoon Ha kemudian bertanya pada Joon Gi, “Hari ini kau libur”

Joon Gi menjawab pertanyaan Yoon Ha, “Sedang apa? Tadinya Cuma mau main-main. Mau main bersama?”

Tentu saja Yoon Ha hanya menjawab, “Boleh juga!”

Usai menelpon Joon Gi, Yoon Ha teringat keinginan Ji Yi jika dia memiliki banyak uang, ia ingin pergi ke pesta mengenakan gaun dengan bahu terbuka.”

Ingin mewujudkan impian sahabatnya, Yoon Ha kemudian bergegas mendatangi kepala pelayan Hong dan berkata, “Aku ada permintaan. Kau harus mendengarnya.”

Di rumahnya, Lee Ji Yi yang habis mandi, tiba-tiba mendapat telpon dari Yoon Ha dan memberitahu Lee Ji Yi bahwa akan ada mobil yang datang untuk menjemputnya dan menyuruhnya untuk bersiap-siap.

Chang Soo yang lagi di rumah bingung dengan ibunya yang terus saja pergi ke dokter kulit.

Ibu Chang soo kemudian menyinggung putranya yang sering pulang larut malam dan tentang wanita teman kencan butanya Shi Hyun.

Ibu Chang Soo bahkan menyuruhnya untuk menemui ayah Shi Hyun dan mengatur tanggal pernikahan.

Chang Soo hanya menjawab permintaan ibunya, “Lupakan, dia bukan apa-apa.”

Chang Soo yang tiba-tiba mendapat telpon dari Yoon Ha, ibunya malah kaget setengah mati, berkata, “Siapa itu? Yoon Ha? Astaga, itu Yoon Ha! Berusahalah! Sebelum menikah, selingkuh sesekali tidak masalah.”

Yoon Ha yang menelpon Chang Soo mengajak untuk jalan bareng berempat; Yoon Ha, Lee Ji Yi, Chang Soo dan Joon Gi. Yoon Ha menyuruh Chang Soo untuk memilih tempatnya.

Lee Ji Yi yang telah siap-siap, kaget dengan mobil limosin yang datang untuk menjemputnya. Tawa bahagia pun tampak di wajahnya.

Han Nam Dong yang kembali mencoba untuk merebut hati presdir, kali ini mengubah penampilannya dari yang seksi ke gaya yang lebih elegan dan berwibawa.

Meminta pendapat tentang penampilan barunya kepada ibu Joon Gi, ibu joon Gi malah menyukai gaya Han Nam Dong yang sebelumnya.

Han Nam Dong juga mengungkapkan kepada ibu Joon Gi bahwa dia ingin memiliki anak dari presdir. Mendengar keinginan yang tidak masuk diakal dari Han Nam Dong, ibu Joon Gi hanya bisa berkata, “Tapi, apa dia masih bisa?”

Gambar 4

Lee Ji Yi tiba di rumah Yoon Ha dan hanya bisa terkaget-kaget dan terkagum-kagum melihat kemewahan rumahnya.

Hendak ke kamar Yoon Ha, Lee Ji Yi tanpa sengaja bertemu So Hyeon dan mengatakan padanya bahwa dia adalah penggemarnya.

Lee Ji Yi masuk ke kamar Yoon Ha dan kagum melihat isi kamarnya. Mereka pun bersiap-siap untuk mendatangi sebuah pesta bersama pasangan mereka masing-masing; mencoba beberapa gaun yang menurut mereka cocok.

Lee Ji Yi dan Yoon Ha berdandan cantik mengenakan gaun yang indah sesuai selera mereka.

Tanpa Yoon Ha sadari, ternyata kunci yang selama ini ia cari ada di tempat perhiasannya. (Mungkin nggak sih Kyung Joon yang menaruhnya di sana).

Gambar5

Yoon Ha dan Ji Yi kemudian berpotret bersama mengabadikan momen manis mereka berdua.

Di dalam mobil limosin, Yoon Ha dan Lee Ji Yi begitu menikmati waktu mereka bersama dengan minum sampanya dan bersenang-senang.

Di dalam mobil, Chang Soo berkata pada Joon Gi bahwa dia bertemu dengan Min Jung dan berbicara banyak tentangnya.

Joon Gi  hanya menjawab, “Oh kalian bisa akrab. Kalian banyak membicarakan soal aku.”

Chang Soo hanya berkata, “Aku menenangkannya. Kau kira aku akan membicarakanmu dibelakang dengan dia?”

Joon Gi sedikit agak mengalihkan pembicaraan dengan menyinggung soal Ji Yi.

Joon Gi bertanya pada Chang soo, “Sepertinya Ji Yi suka sekali padamu? Bagaimana berhubungan jika sudah tahu akhirnya?”

Chang Soo kemudian menjawab, “Kau juga sama.’

Joon Gi dengan entengnya menjawab, “Tidak. Kau sudah mengambil keputusan.”

Joon Gi dan Chang Soo menunggu di depan untuk menyambut pasangan mereka masing-masing yang lama datang.

Mobil limosin yang ditumpangi Yoon Ha dan Lee Ji Yi tiba. Mereka pun turun dari mobil.

Menyambut kekasihnya yang cantik jelita, Chang Soo bertanya pada Lee Ji Yi, “Kalian sedang apa?”Aku tidak akan bilang yang ingin kau dengar.”

Lee Ji Yi kemudian berkata pada Chang Soo, “Memangnya aku ingin dengar apa?”

Chang Soo  kemudian berkata, “Kau kira aku akan luluh ya?”

Lee Ji Yi yang mengharapkan pujian dari sang kekasih, hanya bisa berkata, “Apa tidak bisa bilang? Kalau aku cantik? Ini semua butuh usaha.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*