Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “High Society” Episode 7 Bagian Pertama

Sinopsis “High Society” Episode 7 Bagian Pertama

Gambar1

Baca Juga: Sinopsis High Society Episode 7 Bagian Kedua

Chang Soo dan Joon Gi lagi berada di bar bersama-sama, tiba-tiba Yoon Ha datang dan membuat Joon Gi terkejut. Chang Soo kemudian meminta Joon Gi untuk memberinya tempat duduk.

Yoon Ha duduk di samping Joon Gi. Melihat mereka berdua, Chang Soo kemudian bertanya “Apa kalian pacaran?”. Mendengar pertanyaan Chang Soo, Joon Gi kemudian mengiyakannya.

Chang Soo hanya bisa menjawab, “Mengapa baru bilang sekarang. Seandainya kamu lebih cepat memberitahuku, saya akan lebih berhati-hati karna saya telah kencan buta bersama Yoon Ha.”

Joon Gi kemudian menjawab, “Bersikaplah seperti apa adanya dirimu. Lebih aneh jika kamu berhati-hati”

Chang Soo bertanya pada Yoon Ha, “Kamu memberitahunya, kan? Tentang kencan buta kita. Pada Joon Gi?”

Yoon Ha menjawab pertanyaan Chang Soo, “Ini sesuatu yang perlu saya beritahu padanya karna kalian berteman. Kalian mungkin merasa tidak enakan. Apa kamu sudah memberitahu Lee Ji Yi bahwa kita pernah kencan buta?”

Chang Soo menjawab, “Ya saya sudah memberitahunya”

Yoon Ha menyesalkan tindakan Chang Soo yang telah memberitahu Lee Ji Yi jika dia dan Chang Soo pernah kencan buta. Yoon Ha berharap dia orang pertama yang memberitahunya.

Chang Soo membenarkan tindakannya dengan berkata, “Jika dia mendengarnya darimu pertama kali, betapa dia akan marah padaku nantinya? Itu terlihat seperti kita membohonginya.”

Yoon Ha membalasnya dengan berkata, “Itu bukan pembohongan. Saya tidak tahu kalian pacaran. Saya baru tahu hari ini.”

Chang Soo membalas jawaban Yoon Ha, “Jadi kenapa kamu kerja part-time sambil menyembunyikannya? Kamu tidak bercanda, kamu menjadi topik pencarian utama.”

Yoon Ha bingung dengan perkataan Chang Soo dan berkata, “Saya? Kenapa?”

Chang Soo bertanya pada Joon Gi, “apa kau tahu?”

Joon Gi menjawab, “Ya.” Chang Soo lalu berkata, “Kamu yang memberitahunya.”

Yoon Ha kemudian berkata, “Membuatku prustasi. Bagaimana dengan Ji Yi? Kamu bilang dia akan datang?”

Chang Soo menjawab pertanyaan Yoon Ha, “Dia bilang dia tidak akan datang. Rencananya saya akan minum dengan kita berempat. Dengan itu saya akan berdamai dengannya tapi dia tidak mendengar.”

Dan Chang Soo kemudian berdiri hendak meninggalkan tempatnya, dan Yoon Ha bertanya, “Mengapa berdiri”

Chang Soo menjawab, “Saya akan pergi.”

Yoon Ha kemudian berkata, “Jika kamu akan pergi ke Lee Ji Yi, klo begitu biarkan saya pergi bersamamu”

Chang Soo menjawab, “Lupakan. Apa kamu pikir dia akan ingin bertemu dengamu? Seandainya itu aku, dan seseorang yang menipuku sangat lama tidak akan pernah lagi ingin menemui orang itu. Apa kamu merendahkannya karna dia baik?”

Yoon Ha marah dengan jawaban Chang Soo dan berkata, “Ada apa denganmu, sungguh.”

Chang Soo kemudian menjawab, “Berteman denganmu, Ji Yi kita pasti lelah.”

Yoon Ha meladeni perkataan Chang Soo yang seakan menyindirnya dengan berkata, “Jangan bicara seperti itu.”

Chang Soo akhirnya meninggalkan mereka berdua dan berkata pada Joon Gi, “Bersenang-senanglah. Saya yang bayar.”

Usai Chang Soo pergi Yoon Ha yang penasaran dengan dirinya yang menjadi topik pencarian utama bertanya pada Joon Gi.
Joon Gi hanya menjawab, “Mari kita minum dulu.”

Di dalam mobil, Chang Soo memikirkan pembicaraannya bersama Lee Ji Yi sewaktu dia melihat artikel tentang Yoon Ha yang ternyata seorang putri chaebol dengan berkata, “Dia benar-benar putri dari Grup Taejin? Jadi dia telah berbohong padaku?”

Chang Soo kemudian berkata, “Bukan seperti itu.” Lee Ji Yi yang ngambek menjawabnya, “Mengapa orang-orang seperti ini? Bukankan kalian mempunyai perasaan satu sama lain? Kalian sudah kencan buta.”

Chang Soo membela dirinya dengan berkata, “Sebelum menemuimu, Saya sempat melakukan pertemuan. Segera setelah saya duduk, saya datang padamu. Apa kamu ingin menjadi seorang gadis yang pergi kencan buta denganku, atau seorang gadis yang ada di depanku sekarang?”

Lee Ji Yi yang lagi termenung, tiba-tiba mendapat telpon dari Chang Soo. Lee Ji Yi hanya bisa berkata, “Ada apa?” Chang Soo yang mengerti perasaan sedih kekasihnya bertanya dengan lembut, “Kamu ada dimana?”

Lee Ji Yi yang masih ngambek berkata, “Kamu tidak perlu tahu.”

Chang Soo menjawab, “Ah, amarahmu yang terakhir hanya sementara. Kamu normalnya cepat merasa baikan. Yoon Ha datang dan mencarimu.”

Lee Ji Yi yang masih ngambek berkata, “’Yoon Ha datang?’ Kamu pasti sangat dekat dengan Yoon Ha. Kalian sudah pernah kencan buta dan kelas kalian sama. Mengapa kamu tidak saja mengencaninya?”

Chang Soo yang bingung dengan jawaban Lee Ji Yi di telpon berkata, “Kelas? Kelas apa? Jika kamu berpikir seperti itu, kamu salah paham.”

Lee Ji Yi menbalas perkataan Chang Soo, “Siapa yang pernah bilang meskipun kita mungkin memiliki status yang sama, kita masih berbeda? Jika saya berdebat tentang kelas, saya salah paham tapi jika kamu membicarakan tentang status sosial kemudian kamu yang benar, kan?”

Chang Soo yang malas berdebat di telpon dengan Lee Ji Yi menyuruh kekasihnya untuk pergi tidur.

Lee Ji Yi kemudian menggerutu dengan berkata, “Bagaimana saya bisa tidur dalam keadaan seperti ini?” dengan perutnya yang keroncongan.

Lee Ji Yi hanya berkata, “Sekarang memikirkan itu saya bahkan tidak makan. Mengapa saya harus kelaparan?” Dan kemudian menelpon untuk memesan makanan dan mengisi perutnya yang kosong.

Chang Soo lagi dalam perjalanan untuk pulang ke rumah tiba-tiba mendapat telpon.

Gambar2

Yoon Ha merasa sangat bingung dan menyesalkan klo artikel tentang dirinya yang seorang pekerja paruh waktu telah beredar luas.

Berbeda dengan Yoon Ha yang merasa tak nyaman ketika statusnya terbongkar, Joon Gi malah menanggapinya dengan positif dengan berkata, “Lagi pula itu adalah loncatan yang telah terjadi. Jika artikel seperti ini keluar, kamu akan menerima perhatian, dan jika kamu menerima perhatian, posisimu dalam keluarga akan lebih baik.”

Yoon Ha membantahnya dengan berkata, “Saya tidak perduli dengan posisiku dalam rumah.”

Yoon Ha kemudian memberitahu Joon Gi bahwa dia telah mendatangi perusahaan dan menemui ayahnya, dan memberitahunya bahwa dia ingin mandiri.

Joon Gi terkejut dengan tindakan yang diambil oleh kekasihnya dan bertanya, “Apakah mandiri dari keluargamu mungkin? Bukan hanya mandiri secara fisik, tapi secara emosi.”

Menjawab keraguan Joon Gi, Yoon Ha berkata bahwa dia telah mandiri dari keluarganya secara emosi, dan telah tinggal jauh dari keluarganya sejak duduk di bangku SMP.

Yoon Ha kemudian berkata pada Joon Gi, “Kamu tahu. Mungkin ada bagian dalam diriku yang bingung. Saya punya banyak keraguan dan kehati-hatian.”

Joon Gi kemudian berkata padaa Yoon Ha, “Saya tidak tahu tentang keraguan. Apa kamu juga meragukanku?”

Menjawab pertanyaan Joon Gi, Yoon Ha menjawab bahwa dia tidak meragukannya. Yoon Ha pun menjelaskan alasan mengapa dia tidak meragukan Joon Gi, “Itu karna pertamanya, kamu bukan pasanganku, tapi pasangan Ji Yi. Pria yang disukai Ji Yi. Satu lagi, karna kamu temannya Chang Soo. Karna semua orang disekitarku semuanya terhubung padamu. Dan ibumu juga seorang figur yang kuat. Saya sangat menyukai ibumu. Menyenangkan melihat kalian bergaul dengan baik. Ini menakjubkan. Ini pertama kalinya saya terbuka dengan mudahnya kepada seseorang seperti ini. Tapi jangan memikirkannya sebagai hal yang buruk. Mereka yang masuk ke dalam daerah batasanku, saya mempercayai mereka sampai akhir.”

Joon Gi kemudian bertanya pada Yoon Ha siapa yang berhasil masuk ke daerah batasannya.

Yoon Ha menjawab pertanyaan Joon Gi bahwa hanya ada beberapa. Seseorang yang ia kenal adalah Ji Yi.

Yoon Ha juga bertanya-tanya apa Ji Yi sangat marah dengan apa yang telah terjadi dan ingin datang mengungjungi sahabatnya.

Baru saja ingin mendatangi sahabatnya, tiba-tiba telponnya berdering dan ternyata saudari tertua keduanya.

Yoon Ha yang malas melihat kakaknya nelpon, Joon Gi bertanya apa Yoon Ha dia tidak akan mengangkat telponnya.

Yoon Ha menjawab, “Ini saudari tertua keduaku. Dia menelponku karna ingin bertengkar. Dia sangat sensitif dengan sosial media.”

Kemudian Joon Gi berkata, “Bukankah kamu terlebih dahulu harus pulang ke rumah?”

Yoon Ha menjawab, “Ji Yi yang pertama.” Tak ingin merepotkan Joon Gi, Yoon Ha menolak tawarannya yang ingin mengantarnya pulang.

Namun Joon Gi bersikeras untuk mengantar Yoon Ha dan memberinya alasan untuk meyakinkannya, “Satu kalipun saya belum pernah mengantarmu pulang. Seorang pria yang mengantar pulang seorang gadis ke rumahnya adalah sebuah kegembiraan dari sebuah pacaran. Maukah kamu memberiku kegembiraan itu?”

Yoon Ha kemudian setuju Joon Gi mengantarnya pulang.

Di kantornya, Ye Won kebakaran jenggot mengetahui artikel tentang adiknya Yoon Ha yang telah beredar luas. Dia menganggap Yoon Ha sebagai ancaman.

Ibu Yoon Ha yang terus saja minum-minum sepeninggal putra kesayangannya, tiba-tiba So Hyeon masuk ke kamarnya yang tentu saja merasa tersaingi dengan artikel tentang Yoon Ha yang bekerja sebagai pekerja paruh waktu di Department Store Yoomin telah beredar luas. Satu hal yang membuat kesal So Hyeon adalah komentar yang mengatakan bahwa Yoon Ha cantik. Komentar mengatakan bahwa untuk pertama kalinya melihat seorang chaebol yang cantik.

So Hyeon yang lagi kesal tentang artikel Yoon Ha, tiba-tiba mendapat telpon dari Ye Won. Ye won kemudian bertanya padanya apa Yoon Ha sudah datang ke rumah.

So Hyeon menjawab dengan kesalnya, “Dia bahkan tidak menjawab telponku.” Ye Won kemudian bertanya apa ibunya tidak mencoba menghubungi Yoon Ha.

So Hyeon kemudian bertanya pada ibunya apa sudah menelpon Yoon Ha. Ibunya kemudian menjawab bahwa Yoon Ha akan datang. So Hyeon yang masih sangat kesal menjawab telpon Ye Won, “Dia [ibunya] bilang Yoon Ha akan datang. Sepertinya dia sama sekali tidak akan pergi.”

Ibu Yoon Ha kemudian bertanya pada So Hyeon, “Mengapa dia siap akan pergi.” So Hyeon menjawab ibunya bahwa Yoon Ha telah siap akan meninggalkan rumahnya. So Hyeon bahkan melapor pada ibunya bahwa Gyeong Joon telah membelikannya saham atas namanya.

Ibu Yoon Ha kaget dan berkata, “Apa? Mengapa Gyeong Joon melakukan itu?”

So Hyeon kemudian melapor ke Ye Won lewat telpon, “Sejak saya menyebutkan oppa Gyeong Joon, ibu langsung bereaksi.”
Ibu Yoon Ha langsung melihat tabletnya dan membaca artikel tentang putrinya.

Gambar3

Chang Soo kemudian datang ke klub malam yang diundang oleh temannya. Sedang duduk bersama temannya, Chang Soo bertemu Min Jung (mantan kekasih Joon Gi). Min Jung kemudian bertanya kabar Joon Gi. Chang Soo hanya menjawab, “Dia baik-baik saja. Dia bahkan sudah punya pacar baru sekarang.”

Min Jung yang kaget dengan Joon Gi yang telah melabuhkan hatinya kepada wanita lain berkata, “Sudah punya pacar? Apa dia menggaet putri chaebol atau sesuatunya?” Mendengar perkataan Min Jung, Chang Soo kaget dan bertanya pada Min Jung, “Apa maksudnya itu?” Min Jung kemudian berkata, “Si brengsek itu.”

Ibu Yoon Ha yang gelisah menunggunya untuk datang, kemudian pelayan Hong masuk ke kamarnya dan ibu Yoon Ha bertanya, “Yoon Ha belum datang?”. Pelayan Hong hanya kemudian menjawab, “Dia tidak mengangkat telponnya. Dia akan datang. Dia seseorang yang memegang kata-katanya.”

Ibu Yoon Ha kemudian berprasangka bahwa Yoon Ha mengetahui sesuatu tentang Gyeon Joon yang tidak ia ketahui.

Pelayan Hong kemudian mengingatkan ibu Yoon Ha dengan berkata bahwa besok Pengacara Hong akan datang untuk membacakan surat wasiat Gyeong Joon. Ibu Yoon Ha yang penasaran kemudian menyuruh kepala pelayan Hong untuk menelpon Yoon Ha.

Yoon Ha tidak mengangkat telpon kepala pelayan Hong, Joon Gi yang lagi menyetir mobil agak bingung dengan sikapnya. Yoon Ha berkata pada Joon Gi, “Jangan mengkwatirkannya. Saya bisa melakukan hal-hal sendiri.”

Di rumah So Hyeon yang tak mau kalah dengan Yoon Ha, kemudian meminta tolong kepada Ye Won untuk memotretnya yang lagi berpakaian minim untuk memamerkan kemolekan tubuhnya di sosial media.

Ye Won yang malas meladeni tingkah kekanak-kanakan adiknya yang menyuruhnya untuk memotretnya dalam pose yang menggoda, So Hyeon kemudian mengancam kakaknya dengan berkata bahwa dia tidak akan lagi mau menjadi informannya.

Mendapat ancaman seperti itu, mau tak mau Ye Won mengikuti kemauan adiknya. So Hyeon yang narsis di sosial media berkata, “Saya akan mengupload ini di sosial media. Setelah melihat tubuhku, semua orang akan tahu siapa putri chaebol yang paling cantik.”

Ye Won kemudian bertanya pada So Hyeon tentang kondisi ibunya. So Hyeon dengan entengnya menjawab, “Dia sedang menunggu Yoon Ha. Sejak saya menyulut api menggunakan nama oppa Gyeong Joon.”

Ye Won bertanya-tanya mengapa Yoon Ha tidak menjawab telponnya, So Hyeon hanya menjwab, “Mana Kutahu?” dan mengatakan pada Ye Won bahwa besok Pengacara Hong akan datang untuk membacakan surat wasiat oppa Gyeong Joon.

Ye Won kemudian berprasangka bahwa semua milik Gyeong Joon akan jatuh ke tangan Hye In putrinya.

Ye Won berkata, “Jika dia menulis sebuah surat wasiat, dia mungkin akan memilih seorang wali.”

Ye Won dan So Hyeon kemudian bertanya-tanya siapa yang akan ditunjuk sebagai wali dari surat wasiat Gyeong Joon. Mereka berdua menebak bisa saja ayahnya, ibunya atau Yoon Ha sendiri mengingat kedekatan mereka berdua.

Di rumah atapnya, Lee Ji Yi makan dan ditemani soju untuk melepas kepenatannya.

Lee Ji Yi yang lagi sumpek kemudian berkata, “Ya Tuhan. Mengapa kamu memberiku cobaan berat untuk dijalani. Maksudku, seorang chaebol sulit ditemui sekali seumur hidup, tapi dua dari mereka? Apakah yang kulakukan sangat salah?”

Yoon Ha kemudian mendatangi rumah Lee Ji Yi untuk meminta maaf.

Gambar4

Lee Ji Yi berkata pada Yoon Ha bahwa dia tidak perlu meminta maaf dan menganggap bahwa selama ini Yoon Ha tidak menipunya. Hal yang membuat Lee Ji Yi marah adalah bahwa dia sangat bodoh. Lee Ji Yi berkata pada Yoon Ha, “Kamu dan direktur (Chang Soo) kenal satu sama lain di market. Saya sempat curiga sedikit. Namun saya bahkan tidak habis pikir kamu seorang putri chaebol. Kecurigaanku kepadamu mungkin kamu ada punya sokongan, atau orang tuamu bekerja di rumah Direktur.”

Seperti biasa Lee Ji Yi yang mabuk berat akan menangis dan menyesali mengapa dia harus bertemu dua orang chaebol. Yoon Ha kaget dengan Lee Ji Yi yang sendiri menghabiskan dua botol soju.

Lee Ji Yi juga bertanya pada Yoon Ha bahwa Chang Soo dan dia sempat kencan buta. Namun Yoon Ha meyakinkan sahabatnya ini bahwa diantara dia dan Chang Soo tidak terjadi apa-apa, dan hatinya hanya untuk Joon Gi seorang.

Lee Ji Yi iri dengan Yoon Ha yang berlatar belakang keluarga chaebol  berkata, “Aku sedih. Mengapa aku tidak terlahir sepertimu? Saya ingin menjadi seorang wanita yang bisa pergi dalam kencan yang telah diatur bersama Direktur yang sangat menjengkelkan itu. Memiliki kencan yang telah diatur, dan kemudian saya ingin menjadi seorang wanita yang dapat berkencan dengannya. Tapi mengapa saya menjadi seorang wanita yang bisa berkencan, tapi tidak dengan menikah?”

Yoon Ha berkata pada sahabatnya, “Siapa yang mengatakan itu? Bahwa kamu hanya bisa berpacaran dan tidak menikah?”

Lee Ji Yi langsung menjawab, “Direktur menjengkelkan itu yang mengatakannya.”

Mendengar sahabatnya di perlakukan seperti itu, Yoon Ha langsung berkata, “Si brengsek itu.”

Lee Ji Yi tetap saja membela kekasihnya di depan Yoon Ha dengan berkata, “Hei. Ini bukan poin dimana kamu harus mengutuk.”
Yoon Ha hanya bisa meminta maaf.

Lee Ji Yi hanya bisa berkata, “Saya tidak iri dengan putra chaebol tapi saya iri dengan putri chaebol. Namun ada yang tinggal tepat disebelahku. Itu pasti sangat sulit buatmu. Jika kamu menjalani kehidupan yang membuat orang lain iri, sulit untuk hidup dengan jujur. Mendapatkan orang-orang yang mengerti rasa sakitmu sulit.”

Mendengar perkataan Lee Ji Yi, Yoon Ha seakan ingin menangis dan segera meminta gelas untuk minum soju.

Namun Lee Ji Yi mengatakan bahwa dia tidak mempunyai gelas untuknya dan berkata pada Yoon Ha bahwa dia tidak menyukai soju.

Tetap saja Yoon Ha ingin meminum soju dan meminumnya dari botol.

Yoon Ha kemudian berkata jujur mengenai keluarganya sambil meneteskan air matanya dan berkata bahwa ibunya berkata padanya ketika berumur 7 tahun “Tidak ada yang berjalan dengan baik karna kamu.” Yoon Ha berkata, “Dia [ibunya] tidak memukul satupun dari saudaraku. Dia hanya memukulku. Aku selalu sendiri. Aku mulai bisa bernafas di SMP. Dibanding merasa kesepian dalam keluargaku, merasa kesepian sendiri lebih baik.”

Lee Ji Yi pun curhat tentang keluarganya dengan berkata, “Bahkan ketika orang tuaku bercerai, itu tidak mengerikan.”

Yoon Ha pun membuka terang-terangan luka batin yang ia rasakan kepada Lee Ji Yi, “Ibuku, dia memperlakukanku dengan kasar dengan emosi. Tapi aku mengerti ibuku.”

Melihat sahabatnya menangis, Lee Ji Yi kemudian mengusap air mata Yoon Ha yang jatuh mengalir di pipinya.

Yoon Ha berkata pada Lee Ji Yi bahwa dia cemburu padanya. Dia cemburu dengan kepribadian Lee Ji Yi.

Yoon Ha berkata pada Lee Ji Yi, “Saya adalah seseorang dengan hati yang susah, tapi bertemu denganmu membuatnya lebih ringan. Aku menyayangimu.”

Kedua sahabat ini curhat mengeluarkan segala kegundahan hati mereka yang selama ini menjadi beban, jadi terasa lega.

Mendengar semua curhat Yoon Ha, Lee Ji Yi kemudian berkata bahwa dia merindukan Direktur yang menjengkelkan.
Yoon Ha sempat protes dengan Lee Ji Yi yang mengingat Chang Soo disaat mereka lagi curhat satu sama lain.

Yoon Ha kemudian berkata pada Lee Ji Yi, “Oh ya, Joon Gi ada disini. Haruskah saya menyuruhnya datang?”

Lee Ji Yi malah membalas Yoon Ha dengan berkata, “Tidak. Jika saya tidak bisa memanggilnya, kamu juga tidak bisa.”
Lalu Yoon Ha berkata pada Lee Ji Yi bahwa dia akan memanggil Chang Soo.

Di dalam mobil, Chang Soo teringat pembicaraannya dengan Min Jung (mantan kekasih Joon Gi) ketika bertemu di klub malam. Min Jung berkata pada Chang Soo, “Apa dia benar-benar pacaran? Joon Gi?”

Mendengar Min Jung yang masih saja tertarik dengan kehidupan pribadi Joon Gi, Chang Soo kemudian bertanya, “Ya. Apa kamu sangat menyukai Joon Gi? Kamu tak dapat melupakannya?”

Min Jung bertanya, “Gadis seperti apa dia?” Chang Soo membalasnya dengan berkata, “Mengapa kamu penasaran tentang hal itu?”

Min Jung kemudian berkata, “Aku ingin tahu apakah dia lebih memenuhi syarat dibanding saya. Aku ingin tahu apakah dia berasal dari putri keluarga yang lebih kaya dariku. Jika dia lebih baik dariku, aku akan memberinya ucapan selamat. Dia [Joon Gi] egois, hitung-hitungan dan licik. Jika itu manis, dia akan menelannya dan jika itu pahit, dia akan meludahkannya.”

Mendengar temannya di rendahkan, Chang Soo membela Joon Gi dengan berkata, “Joon Gi adalah temanku. Hentikan. Jika kamu mengatakannya lagi, kamu hanya akan terlihat tidak senonoh.”

Membalas jawaban Chang Soo, Min Jung berkata, “Kalian berdua mengatakan hal yang sama. Tidak senonoh. Kamu juga harus hati-hati. Apa kamu pikir Joon Gi adalah orang yang polos yang berteman denganmu karna dia menyukaimu? Apa kamu tahu mengapa saya ditolak? Karna saya tidak cukup memenuhi syarat baginya. Dia menyelidiki seluruh latar belakang keluargaku. Jika tidak ada yang berguna baginya untuk memanfaatkanku, dia membuangku.”

Chang Soo kemudian menerima sms dari Yoon Ha yang mengajaknya untuk datang ke rumah atap Ji Yi.

Chang Soo yang datang ke rumah Lee Ji Yi bertemu Joon Gi yang sedang menunggu Yoon Ha.

Chang Soo berkata pada Joon Gi, “Aku tak dapat memahamimu, Joon Gi. Apakah Joon Gi yang kukenal adalah kamu, saya tidak begitu yakin.”

Joon Gi membalas keraguan Chang Soo dengan berkata, “Saya tahu kamu siapa. Mengapa kamu tidak mengenalku?”

Chang Soo, “Saya mengenal, kan.” Joon Gi membalasnya dengan berkata, “Itu karna kamu hanya perduli dengan dirimu..karna semua orang selalu mencocokkan diri mereka padamu.”

Chang Soo berkata, “itu cukup tidak adil. Bahkan jika semua orang di dunia ini mengatakan itu, haruskan kamu satu-satunya yang tidak melakukannya? Kamu juga tidak mengenalku.”

Gambar4

Di rumah atap, Lee Ji Yi bertanya pada Yoon Ha, “Bagaimana kehidupan tanpa harus khawatir tentang uang?”

Yoon Ha menjawabnya dengan berkata, “Khawatir adalah rasa takut. Karna ada rasa takut yang lain selain uang, tidak ada jaminan bahwa kamu akan bahagia dengan uang.”

Lee Ji Yi yang mengerti maksud dari perkataan Yoon Ha bahwa uang bukan segalanya, berkata, “Saya mengerti. Kemudian semua orang menjalani seluruh kehidupan mereka dengan khawatir? Apakah mereka kaya atau tidak. Lalu apa gunanya jadi kaya?”

Yoon Ha menjawabnya dengan berkata, “Kamu hanya tidak perlu khawatir.”

Lee Ji Yi membalasnya dengan berkata, “Saya pikir seperti itu. Jika kamu tidak khawatir, orang kaya sama halnya dengan orang yang miskin.”

Yoon Ha bertanya pada Lee Ji Yi seandainya jika dia punya banyak uang, apa yang paling ia inginkan.

Lee Ji Yi mengungkapkan hal yang paling ia inginkan adalah pergi ke sebuah pesta dengan mengenakan gaun yang memamerkan bahu. Jika saya membuat kenangan seperti itu, saya pikir saya akan bisa menjalani hidup. Kamu sudah mencoba, bukan?”

Yoon Ha menjawab pertanyaan Lee Ji Yi, “Tentu saja. Tapi sepertinya itu tidak cocok untukku. Itu tidak sehebat itu.”

Lee Ji Yi dan Yoon Ha yang lagi asyik curhat, tiba-tiba Chang Soo datang dan berkata, “Apa kalian berkencan? Bukankan kalian seharusnya bertengkar.”

Chang Soo yang datang ke rumah atap Lee Ji Yi bingung melihat kekasihnya dan Yoon Ha begitu akrab satu sama lain.

Chang Soo berkata pada Lee Ji Yi bahwa dia seharusnya membenci Yoon Ha karna telah menipunya.

Yoon Ha kemudian menyinggung Chang Soo dengan berkata, “Ada apa dengan hanya bisa berpacaran dengannya namun tidak menikahinya. Bukankah itu sangat kekanak-kanakan?”

Lee Ji Yi juga menambahkan menyindir Chang Soo dengan berkata, “Saya tahu. Kami sudah menginjak usia 20an. Saya pikir pikirannya ketinggalan jaman.”

Joon Gi naik ke rumah atap Lee Ji Yi dan mengajak Yoon Ha untuk segera pulang. Joon Gi mengantar Yoon Ha pulang ke rumahnya. Dan tinggallah Lee Ji Yi dan Chang Soo berdua di rumah atap.

*Bersambung ke bagian kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*