Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “High Society” Episode 8 Bagian Kedua

Sinopsis “High Society” Episode 8 Bagian Kedua

Gambar1

Baca Juga: Sinopsis High Society Episode 8 Bagian Pertama

Chang Soo yang duduk di mobil bersama Ji Yi membayangkan dirinya semasa SMA dimana pertama kalinya ia bertemu Joon Gi.

Sewaktu di SMA, Chang Soo yang lagi asyik berbincang dengan temannya seorang perempuan tiba-tiba dihadang oleh teman sekelasnya. Mereka berniat mengerjai Chang Soo, namun tiba-tiba Joon Gi datang dan memanggil nama Yoon Hae Joon dan memberi isyarat agar tidak berbuat macam-macam.

Di mobil bersama Yoon Ha, Joon Gi juga membayangkan bagaimana masa SMAnya dulu kala ketika bersama Chang Soo.

Teman SMAnya Yoon Hae Joon meratapi nasibnya dan iri melihat Chang Soo dari kalangan atas dibanding dirinya yang bukan siapa-siapa

“Lihat mereka. Mereka hanya bermain dengan kalangan mereka sendiri. Chang Soo, bajingan itu, Saya dengar dia masuk sekolah setelah menyumbang untuk auditorium sekolah. Gadis di sampingnya adalah putri Grup Hong Jin, dan disampingnya lagi adalah putra Perusahaan Ulsang. Tidak perduli seberapa keraspun kita belajar, kita tidak akan lebih dari barang mainan kecil mereka di masa depan. Bukankah hidup sangat tidak adil? Mulai dari sekarang saya tidak akan serakah. Hanya mereka yang hidup dengan baik akan terus hidup dengan baik.”

Yoon Ha yang bingung dan sesekali menatap Joon Gi yang hanya terus terdiam berkata, “Joon Gi…Aku khawatir.” Ingin menenangkan kekasihnya, Joon Gi lalu berkata, “Jangan khawatir. Diantara pria kami biasa melayangkan pukulan dan menunjukkan sayang seperti itu.”

Joon Gi kemudian mengalihkan pembicaraan dengan bertanya pada Yoon Ha, “Kita sudah mengendarai sepeda pasangan. Apa lagi yang kamu inginkan? Tidak …apa yang kamu suka?” Yoon Ha kemudian menjawab bahwa dia suka pergi ke pameran lukisan dan Joon Gi bersedia mengajaknya kesana.

Mobil Chang Soo sampai dirumah Ji Yi, Ji Yi kemudian pamit turun dari mobil. Melihat gelagat aneh kekasihnya,Chang Soo lalu turun dari mobilnya dan mengejar Lee Ji Yi untuk bicara.

Chang Soo berkata pada Ji Yi, “Jika kamu pergi seperti ini, saya merasa tidak enak.” Chang Soo kaget melhat Ji Yi menangis dan bertanya, “Mengapa kamu seperti ini?”

Ji Yi yang sangat menyayangi kekasihnya ini berkata, “Jangan berkelahi. Jangan sampai kena pukul. Tadi saya sangat takut.”

Chang Soo mencoba menenangkan kekasihnya dan berkata, “Jangan khawatir. Pria memang seperti itu. Joon Gi dan saya seperti itu juga.”

Namun Ji Yi mengingatkan Chang Soo untuk tidak lagi mengulang hal yang telah ia lakukan bersama Joon Gi yaitu berkelahi. Chang Soo mengiyakan permintaan Ji Yi dan memeluknya.

Gambar2

Tak disengaja Han Nam Dong bertemu dengan Min Hye Soo dan Ye Won di tempat dokter kecantikan langganannya. Dengan berat hati, Han Nam Dong menyapa keduanya, namun reaksi Min Hye Soo dan Ye Won sangat dingin.

Han Nam Dong mencoba menyapa Ye Won dengan berkata, “Datanglah ke rumahku untuk ngumpul sesekali.”

Sayang, Ye Won berani membentaknya dengan berkata, “Ahjumma. Diantara orang, ada sesuatu yang disebut jarak. Saya harap anda melindungi itu,” dan berlalu pergi bersama ibunya.

Han Nam Dong pulang dengan lesunya sesampai di rumah, dia hanya bisa mengeluhkan nasibnya sebagai seorang istri simpanan.

Han Nam Dong berkata, “Mereka mengatakan jika itu manis kamu menelannya, jika itu pahit kamu meludahkannya. Saya merasa kotor.”

Ji Yi menelpon Yoon Ha membicarakan  kekasih mereka yang adu jotos. Mereka berdua sempat adu mulut membela masing-masing kekasih mereka . Di telpon, Yoon Ha dan Ji Yi mengatur janji untuk ketemuan membahas kekasih mereka.

Ji Yi datang ke rumah Yoon Ha untuk berolahraga. Ji Yi kagum dengan Yoon Ha yang kaya raya sampai memiliki tempat untuk berolahraga di rumahnya.

Yoon Ha masih bingung mengapa Chang soo dan joon Gi berkelahi, dengan bertanya, “Tapi apa yang mereka pertengkarkan?”

Ji Yi hanya berkata, “Saya tahu dengan benar. Mereka mengatakan pria slalu seperti itu.” Yoon Ha lantas berkata, “Oh, Joon Gi bicara seperti itu. Mereka mengatakan pria menunjukkan rasa sayang dengan cara seperti itu.”

Mereka berdua pun bingung dengan cara Joon Gi dan Chang Soo yang menyelesaikan masalah mereka dengan cara kekerasan.

Ji Yi berkata pada yoon Ha, “Kita memperbaiki kesalah pahaman kita melalui pembicaraan.”

Tak lupa Yoon Ha juga meminta bantuan Ji Yi untuk ikut bekerja bersamanya di perusahaan ayahnya. Yoon Ha telah memutuskan untuk bekerja di perusahaaan ayahnya dan ingin mengajak Ji Yi bersamanya. Karna untuk pertama kalinya dia akan bekerja di perusahaan, Yoon Ha merasa asing dan baru, dan berharap memiliki setidaknya satu orang yang ia kenal dan dia adalah Ji Yi.

Ji Yi merasa minder untuk bekerja di perusahaan Yoon Ha dengan statusnya yang hanya berijasah SMA. Yoon Ha membuat Ji Yi bangga dengan kebaikan hati yang ia miliki meskipun tak bergelar tinggi, berkata, “Dibanding memiliki otak yang jelek, hati busuklah yang lebih menjadi masalah. Memiliki hati yang baik jauh lebih baik dibanding memiliki otak yang baik. itu adalah pekerjaan dimana kamu membuat make-up. Itu adalah pekerjaan yang membeli hati wanita. Ketika berhubungan dengan membeli hati orang-orang, kamu ahlinya.”

Mendapat tawaran dari Yoon Ha, Ji Yi mengatakan pada Yoon Ha bahwa dia masih harus memikirkannya.

Gambar3

Di rumah, Chang Soo yang bertemu dengan kakaknya, tiba-tiba saja menyinggung dirinya yang lagi sedang sibuk pacaran dengan seorang gadis. Chang Soo malah marah dengan kakaknya yang sudah mulai berani mencampuri urusan pribadinya.

Kakak Chang Soo melapor ke ibunya bahwa Chang Soo sekarang telah menjalin hubungan spesial dengan seorang gadis pekerja paruh waktu. Mendengar hal tersebut, tentu saja ibu Chang Soo tak setuju dengan putra kesayangannya yang berani pacaran dengan gadis berlatar belakang keluarga biasa.

Ibu Chang Soo yang penasaran dengan identitas Ji Yi, kemudian menelpon Joon Gi bertanya apa dia punya nomor kekasih Chang Soo yang bisa dihubungi, Joon Gi berbohong mengatakan bahwa dia tidak tahu. Ibu Chang Soo yang penasaran kemudian memintanya untuk mencari tahu nomor Ji Yi dan mengirimkannya pada ibu Chang Soo.

Di rumahnya, Chang Soo merasa sangat prustasi dengan apa yang telah terjadi antara dirinya dan Joon Gi dimana kini akhirnya ia tahu bahwa pertemanan yang ia jalin bersama Joon Gi ternyata hanyalah sebuah kebohongan semata. Chang Soo merasa selama ini dia telah dimanfaatkan oleh Joon Gi.

Joon Gi yang lagi berada di apartemen, tiba-tiba kedatangan ibunya.

Ibu Joon Gi bertanya pada Joon Gi, “Mengapa kamu tidak pergi keluar untuk kencan? Kamu seharusnya pergi kencan di hari-hari seperti ini.”

Joon Gi menjawab ibunya, “Kami baru saja kembali.”

Ibu Joon Gi yang senang melihat putranya berpacaran dengan Yoon Ha berkata, “Kerja yang bagus. Cintai dia dan buat dia bahagia. Melihatmu bersama Yoon Ha, sepertinya kamu menyukainya.”

Joon Gi kemudian bertanya pada ibunya bahwa Yoon Ha hanyalah seorang pekerja paruh waktu.

Ibu Joon Gi malah tidak melihat status sebagai masalah dengan berkata, “Apa yang salah dengan pekerja paruh waktu? Jika orangnya baik itu yang lebih penting.”

Joon Gi berkata pada ibunya, “Putramu lahir dengan baik. Memiliki beberapa ketamakan.”

Ibu Joon Gi berkata, “Memiliki ketamakan untuk apa? Dokter? Pengacara? Lupakan itu. Yang terbaik adalah bekerja keras dengan tubuhmu sendiri dan menghasilkan uang untuk menjaga orang lain. Cinta itu tidak hitung-hitungan.”

Joon Gi protes dengan perkataan ibunya, berkata, “Mengapa kamu hanya mengatakan apa yang ada di buku?  Tidakkah kamu belajar sesuatu ketika hidup dalam kemiskinan?”

Ibu Joon Gi membalasnya dengan berkata, “Mengapa saya tidak belajar apapun? Bahkan jika tidak, saya belajar untuk hidup dengan bahagia. ”

Ibu Joon Gi juga memberitahu Joon Gi bahwa ada seorang pria yang datang mencarinya dan meninggalkan kartu namanya.

Ibu Joon Gi memberitahunya bahwa dia tidak suka pria  yang datang mencarinya karna pertama bertemu dia telah berbohong tentang dirinya yang mengaku sebagai teman SMA Joon Gi. Menurutnya seseorang yang telah berbohong di awal akan terus berbohong.

Mengetahui orang dari Grup Taejin telah datang mencarinya, Joon Gi lantas teringat perkataan musuhnya di perusahaan, “Kamu tahu, kan? Bahwa putri Grup Taejin sedang bekerja disini sebagai pekerja paruh waktu. Saya pikir itu aneh. Kamu bukanlah tipe pria yang akan mengencani pekerja paruh waktu. Berhati-hatilah. Saya mengatakan ini sebagai kawanmu. Tadi, seseorang datang dan menanyakan tentang kalian berdua. Saya memberitahu mereka segalanya. Kamu sekarang sedang dalam bahaya.”

Yoon Ha yang siap-siap untuk bertemu Joon Gi belum menyadari bahwa ternyata selama ini kunci yang ia cari ada di depan matanya.

Gambar4

Yoon Ha dan Joon Gi yang lagi kencan dengan menghadiri pameran lukisan, tanpa mereka sadari ternyata mereka dipotret dari jauh.

Lagi duduk bersama di café, Yoon Ha memberitahu Joon Gi bahwa dia akan mulai bekerja di perusahaan ayahnya. Yoon Ha juga bertanya pada Joon Gi apa dia sudah baikan dengan Chang Soo. Joon Gi hanya menjawab bahwa tidak ada yang bisa secepat itu baikan.

Lagi asyik ngobrol, tiba-tiba Chang Soo menelpon Yoon Ha. Chang Soo lalu bertanya pada Yoon Ha, “Ada dimana?” Yoon Ha menjawab, “Lagi keluar kencan bersama Joon Gi.” Yoon Ha yang penasaran mengapa Chang soo menelpon bertanya, “Kenapa.?” Chang Soo menjawab, “Ada sesuatu yang ingin kuberitahu. Saya akan menelponmu lagi.”

Yoon Ha kemudian memberitahu Joon Gi bahwa ada sesuatu yang ingin diberitahu oleh Chang Soo. Mendengarnya, Joon Gi agak sedikit khawatir.

Di rumahnya, Min Hye Soo terus saja minum-minum dan mengingat perkataan dari sang suami yang sangat menyayat hatinya, menyebut suaminya berhati dingin.

Ayah Yoon Ha berkata pada ibunya, “Apa kamu pikir dia masih hidup hanya karna tubuhnya masih belum ditemukan. Anak itu menyebabkan banyak kekacauan bahkan ketika ia mati. Properti  Gyeong Joon jika melaporkannya telah meninggal, pajak warisan Hye In akan membumbung tinggi. Kita akan mendaftar untuk manajemen properti absentee, jadi kamu yang harus bergerak.”

Melihat tingkah suaminya yang tak punya hati dan hanya mementingkan diri sendiri, Min Hye Soo sudah muak dengan kehidupannya.

Dalam keadaam mabuk, dia masuk ke dalam kamar suaminya. Min Hye Soo mengeluarkan segala kepahitan batin yang ia rasakan selama ini kepada suaminya.

Min Hye Soo berkata, “Kamu berkata dia tidak dapat melakukan apapun dengan benar dan meninggal. Seseorang yang lebih memilih mengumumkan putranya sebagai orang yang hilang karna pajak, apa itu manusiawi? Satu-satunya hal yang terpenting buatmu sekarang adalah mempertahankan tempatmu.”

Suaminya malah berkata, “Pernahkah kamu berpikir bahwa kamu bisa hidup enak karna saya mempertahankan tempat ini?”

Ibu Yoon Ha yang sudah tak tahan lagi, memberanikan diri untuk meminta cerai dari suaminya.

Di kantor, Joon Gi dimintai tolong oleh teman sekantornya untuk membawa dokumen yang harus ditanda tangani oleh Direktur [Chang Soo] karna dia tidak ada dikantornya dan sangat mendesak.

Joon Gi kemudian menelpon Chang Soo, namun nomor yang ia telpon sudah tidak aktif lagi.

Tanpa merasa takut atau sungkan atas apa yang telah terjadi, Joon Gi berani mendatangi kantor Chang Soo menyerahkan dokumen yang harus ia tanda tangani.

Datang untuk menyerahkan dokumen yang harus ditanda tanganinya, Chang Soo malah menyinggung status Joon Gi di perusahaan.

Chang Soo berkata, “Saya sudah memikirkan tentang hal ini. Kamu adalah Deputi Manajer. Bukankah akan ada masalah dengan peraturan jika Deputi Manajer secara pribadi membawakan ini untukku? Mari kita menjalankan aturan yang ada mulai dari sekarang,” dan bertanya pada Joon Gi mengapa dia tak mengatakan sepatah katapun.

Joon Gi hanya menjawab, “Dari perspektif siapa harus saya memberitahumu. Teman atau pekerja?”

Chang Soo lalu membalas, “Teman.”

Joon Gi kemudian berkata, “Apa saya benar-benar teman buatmu. Saya tahu kamu marah. Itu karna pasanganmu juga bisa menjadi pasanganku. Itulah mengapa saya tidak memberitahumu. Karna saya mengenalmu. Saya tahu banyak tentangmu Chang Soo. Mengatakan bahwa kamu menyukaiku dan mengatakan bahwa kamu mempercayaiku. Kamu tidak memiliki jaminan dalam hidupmu. Memujiku akan membuat hatimu tenang. Saya sudah memprediksi kejadian ini. Yoo Chang Soo tidak dewasa seperti yang telah kupikirkan. Dan sekarang saya akan memberitahumu sebagai pegawai. Mulai dari sekarang saya akan memberitahu bos untuk membawakan dokumen-dokumenmu.”

Usai mengeluarkan isi hatinya, Joon Gi kemudian meninggalkan kantor Chang Soo. Chang Soo lalu berkata di belakang Joon Gi, “Kekanak-kanakan. Sangat kekanak-kanakan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*