Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “High Society” Episode 9 Bagian Kedua

Sinopsis “High Society” Episode 9 Bagian Kedua

Gambar1

[Baca juga: Sinopsis High Society Episode 9 Bagian Pertama]

Yoon Ha yang sibuk dandan untuk bertemu dengan Joon Gi, sibuk mencari aksesoris yang kelihatan pas untuknya, tanpa sengaja melihat kunci yang sebelumnya diwasiatkan oleh Kyung Joon, “Jika terjadi sesuatu padanya, Yoon Ha diminta untuk mengambil kunci dan membukanya.”

Yoon Ha sejenak berpikir, dimana tempat untuk membukanya, dia pun mengingat ketika Kyung Joon memperlihatkan brankas rahasianya.

Waktu itu Yoon Ha ingin meminjam buku dari kakaknya, Kyung Joon yang mempercayai Yoon Ha memperlihatkan brankasnya yang tersimpan secara rahasia dibalik rak bukunya. Kyung joon berkata pada Yoon Ha, “Karna itu kamu, saya menunjukkannya secara khusus.”

Yoon Ha kemudian datang ke tempat Kyung Joon dan mencoba membuka brankasnya. Untuk membuka brankasnya, Yoon Ha mengingat pesan Kyung Joon ketika mereka berdua main golf bersama.

Kyung Joon berkata pada Yoon Ha, “Apa kamu tahu mengapa saya menyukaimu? Kamu mempunyai banyak kesempatan untuk menghancurkan dirimu sendiri. Ditambah lagi, kamu punya banyak uang. Tapi daripada menghancurkan dirimu sendiri, kamu memutuskan untuk menjadi lebih baik. Itu hal yang hebat. Apa kamu tahu betapa sulitnya untuk mempertahankan hatimu? Ketika ayah masih muda, dia sangat hidup dan bersemangat. Juga penuh kasih. Tapi bagaimana dia sekarang? Ibu? Dia orang yang sangat hebat, tapi dia kehilangan kebijaksanaan dalam dirinya. Hati adalah sebuah keahlian; tidak bisa hanya dengan pikiran. Jadi kamu punya keahlian yang sangat hebat. Oh ya, ada sesuatu yang harus kamu ketahui tentangku. Saya selalu menggunakan passwordku 0070.”

Menggunakan angka yang diberikan Kyung Joon, Yoon Ha membuka kotak besi menggunakan kunci yang diberikan kakaknya. Berhasil membukanya, Yoon Ha menemukan sebuah USB drive dan beberapa dokumen.

Gambar2

Yoon Ha kemudian mengamankan semua berkas di branskasnya, tiba-tiba Ji Yi menelpon. Ji Yi berkata pada Yoon Ha bahwa dia baru saja berhenti dari pekerjaannya , dan akan pergi membeli beberapa pakaian.

Mendengar suara Ji Yi yang agak aneh, Yoon Ha bertanya, “Mengapa suaramu seperti itu?”

Ji Yi mengaku bahwa suasana hatinya lagi tidak baik karna baru saja berkelahi dengan Chang Soo. Ji Yi kemudian bertanya pada Yoon Ha, ‘Apa tidak apa-apa bagiku pergi ke perusahaanmu?”

Mengetahui sahabatnya lagi sedih, Yoon Ha bertanya di telpon, “Kamu ada dimana?”

Joon Gi bertemu dengan sekertaris ye Won dimana dia menawarkan posisi untuk bekerja sama dengan Ye Won di perusahaan.

Joon Gi yang meragukan niat baik Ye Won bertanya pada sekertarisnya, “Saya ingin tahu apakah Direktur Eksekutif Jang Ye Won ingin bekerja sama denganku karna kemampuanku, atau dia membutuhkan wilayah baru untuk diambil alih. Dia berkelahi dengan Yoon Ha, dan bahkan jika perang telah menjadi dingin, tak ada alasan untuk berakhir. Saya ingin anda memberitahu saya apa motif sebenarnya. Saya tidak bergerak kecuali saya telah cukup siap.”

Sekertaris Ye Won kemudian datang melaporkan hasil pembicaraannya dengan Joon Gi mengatakan bahwa Joon Gi mungkin akan menerima tawaran pekerjaan yang diberikan jika kondisinya tepat.

Ye Won bertanya, “Kondisi? Kondisi apa?,” sekertarisnya kemudian menjawab, “Mungkin uang, kan?’

Ye Won lalu menjawab, ‘Apa seperti itu? Ini lebih mudah dari yang kubayangkan. Jika Yoon Ha benar-benar menikahinya, dia akan berguna bagiku, tapi jika tidak dia tidak akan berguna.”

Sekertaris Ye Won kemudian menjawab bahwa Yoon Ha sepertinya berencana untuk menikahinya.

Yoon Ha menemani Ji Yi untuk berbelanja bersama membantu menghilangkan kesedihan yang sedang dirasakan sahabatnya.

Ji Yi yang masih ragu dengan kemampuannya untuk bekerja di perusahaan, berkata, “Jika saya masuk di perusahaanmu dan orang-orang bersenang-senang atasku karna saya masuk karna dukunganmu”

Yoon Ha membesarkan hati sahabatnya ini agar jangan pernah merasa minder dengan kekurangannya berkata, “Hati adalah keahlian. Sampai sekarang, kamu memilki banyak momen dimana kamu merasa seperti hidupmu berantakan, saat-saat dimana orang tuamu bercerai, saat dimana kamu tak dapat kuliah ketika semua orang masuk kuliah. Kadang-kadang kamu tak dapat istirahat, dan bahkan jika kamu tinggal di  kamar atap yang lembab dan pengap. Kamu melindungi dirimu. Hatimu, dengan kata lain, bisa disebut cukup untuk mendapat gelar doktor di Harvard.”

Jalan bersama Ji Yi di mal, Yoon Ha sangat tertarik melihat sebuah jam dan Ji Yi bertanya apa Yoon Ha tertarik membelikannya untuk Joon Ki. Yoon Ha hanya menjawab, “Tidak.”

Ji Yi lantas berkata, “Belikan itu untuknya. Itu adalah cinta, ketika kamu ingin terus memberimya sesuatu”

Lagi di toko jam bersama Yoon Ha, Ji Yi mendapat telpon dari ibu Chang Soo, dan mengajak ketemuan.

Gambar3

Chang Soo yang lagi berada di tempat olahrag mengingat perkataan Joon Gi padanya terakhir kali, “Saya tahu mengapa kamu marah. Itu karna pasanganmu juga bisa menjadi pasanganku. Kamu terus mengatakan kamu menyukaiku. Itu karna kamu tak punya jaminan dalam dirimu sendiri. Kamu mendapatkan jaminan dengan mengungkapkannya. Teknik pernikahan yang kamu gunakan benar, tapi teknik pernikahan yang kugunakan tidak bermoral”

Chang Soo juga merenungkan kata-katanya terhadap Ji Yi ketika makan siang bersama di restoran, “Apa kamu tak punya harga diri? Mengapa kamu bekerja sebagai bawahan temanmu? Tidakkah kamu merasa buruk?” Ji Yi yang menjawab, “Apa kamu memperlakukan Deputi Choi seperti itu sampai sekarang? “meskipun kamu temanku, kamu lebih rendah dariku” itu yang membuat orang merasa sangat buruk. Itu bahkan bukan dari orang asing. Ketika itu dari seorang teman, itu yang membuatmu merasa mengerikan.”

Chang Soo menelpon Yoon Ha untuk bertemu karna ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.

Ibu Joon Gi yang lagi bekerja di rumah Han Nam Dong, tiba-tiba mendapat sms tentang Joon Gi yang berpacaran dengan seorang putri chaebol. Melihat wajah Yoon Ha, sontak ibu Joon Gi terkejut.

Han Nam Dong menelpon mata-matanya yang bekerja di rumah Yoon Ha, pembantu Yoon Ha yang telah ia suap untuk membocorkan segala sesutau yang terjadi di rumahnya dengan memberikan barang mewah.

Chang Soo dan Yoon Ha bertemu. Chang Soo bertanya apa masuk akal Yoon Ha memutuskan untuk merekrut Ji Yi di perusahaannya dengan latar belakang pendidikannya yang hanya tamatan SMA.

Yoon Ha yang melihat kemampuan Ji Yi, berkata, “Apa kamu bekerja berdasarkan jurusanmu di kuliah? Tidak seperti itu. Saya tidak memberinya pekerjaan karna dia temanku. Dia mempunyai kemampuan. Kemampuan yang dapat menggabungkan antara bisnis dan emosi.”

Chang Soo lalu ke pokok pembicaraan, membicarakan tentang Joon Gi, bertanya, “Apa kamu pikir Joon Gi benar-benar menyukaimu?”

Mendengar pertanyaan Chang Soo, Yoon Ha berkata, “Haruskah saya memberitahumu dengan jujur? Kadang-kadang dia melihatku dengan tatapan yang tak dapat kumengerti. ‘Apa yang sedang kulakukan sekarang?’ ‘Saya sedang berputar-putar ke dalam dirinya’”

Chang Soo lalu lanjut bertanya pada Yoon Ha, “Bagaimana jika Joon Gi mendekatimu dengan sebuah maksud.”

Yoon Ha yang tak tahu apa-apa menjawab, “Itu tidak akan pernah terjadi. Sayalah yang pertama mendekatinya.” Yoon kemudian melihat jamnya, dan mengatakan bahwa dia sudah terlambat untuk bertemu Joon Gi.

Mendengar jawaban Yoon Ha, Chang Soo tak mampu berkata apa-apa.

Ibu Joon Gi datang untuk bersih-bersih, dan tanpa sengaja melihat artikel tentang Yoon Ha dan keluarganya di dalam laci Joon Gi. Ibunya hanya bisa terkejut mengetahui kebenaran tentang identitas Yoon Ha.

Gambar4

Joon Gi yang lagi menunggunya di pameran lukisan, Yoon Ha datang dan memberi sebuah hadiah jam tangan untuk Joon Gi. Agak terkejut menerima hadiah dari sang kekasih, Yoon Ha lalu bertanya pada Joon Gi, “Bagaimana menurutmu?” Joon Gi yang kaget hanya berkata, “Ini bagus.” Yoon Ha lantas bertanya, “Hanya bagus?” Joon Gi kemudian berkata, “Saya menyukainya.”

Mendengar Joon Gi yang menyukai hadiah pemberiannya, Yoon Ha sangat bahagia dan memakaikan Joon Gi hadiah jamnya.

Joon Gi kemudian bertanya pada Yoon Ha apa yang ingin ia bicarakan, Yoon Ha lalu mengajaknya unutk jalan-jalan.

Mengunjungi sebuah taman, Yoon Ha langsung meminta maaf pada Joon Gi, berkata, “Kamu mendapat begitu banyak perhatian dan kamu mendengar hal yang buruk karna saya.”

Joon Gi lalu menjawab, “Saya gugup. Jalan dengan benar atau kamu akan jatuh.”

Yoon Ha lalu berkata, “Hal yang ingin kubicarakan adalah saya menemukan saham dan drive USB yang telah ditinggalkan oleh kakakku untukku.”

Joon Gi penasaran dengan isi flashdisknya, Yoon Ha berkata bahwa dia akan melihat isinya ketika pulang nanti.

Yoon Ha menjelaskan bahwa setelah kakaknya menghilang, dia mengetahui bahwa Kyung Joon membeli saham 2% atas namanya.

Joon Gi lalu bertanya bahwa tidak masuk akal, karna Kyung Joon yang menjabat pemimpin tertinggi di perusahaan, jika dia membeli saham sedikitpun, pasti akan dilaporkan. Tidak mungkin baginya membeli saham tanpa ada yang mengetahuinya.

Joon Gi kemudian berkata, “Hal itu bisa saja terjadi melalui pihak ketiga. Pihak ketiga, setelah dia meninggal-setelah dia menghilang, sangat mungkin bahwa dia memberikannya padamu.”

Yoon Ha yang masih bingung dengan tindakan kakaknya membelikannya saham, berkata, “Karna saya memiliki hubungan yang khusus, itu seharusnya dilaporkan.”

Joon Gi berkata pada Yoon Ha, “Setelah kakakmu menghilang, jika pihak ketiga memberikannya padamu, itu bisa saja. Karna semua orang telah berduka dan tidak memperhatikannya.” Dan Joon Gi menasehati Yoon Ha untuk mencari siapa pihak ketiga untuk menyelesaikannya.

Yoon Ha yang berjalan dengan berbalik, tiba-tiba saja hampir terjatuh. Joon Gi yang khawatir lalu berkata, “Saya sudah memberitahumu untuk tidak melakukannya atau kamu akan jatuh.”

Melihat Joon Gi yang sangat mengkhawatirkannya, Yoon Ha lantas berkata, “Apa kamu mengkhawtirkanku sekarang? Mengapa”

Joon Gi lalu menjawab, “Apa kamu tahu kamu adalah geum-sa-bba (mudah jatuh cinta dengan cepat)?”

Yoon Ha kemudian mengajak Joon Gi untuk melihat-lihat perusahaan setelah makan.

Gambar5

Mendapat telpon dari ibu Chang soo, Ji Yi sangat gugup. Melihat langsung wanita yang sedang dipacari oleh putranya, ibu Chang Soo merendahkan status sosial bahkan pendidikan Ji Yi. Ibu Chang Soo dengan blak-blakan mengatakan bahwa keluarganya tidak akan menerima menantu seperti dirinya. Dan yang lebih menyakitkan lagi dia mengatakan bahwa Chang Soo bahkan mungkin tidak akan menikahinya.

Ji Yi mengerti maksud dari ibu Chang Soo dan berkata, “Saya juga tidak akan menikah jika orang tua si pria tidak menyetujui saya. Tapi Chang Soo belum memutuskan untuk menikah. Itu berarti saya masih bisa menemuinya.”

Mendengar Ji Yi yang berani membantah peringatan yang ia berikan, ibu Chang soo malah mengatakan pada Ji Yi jika dia tidak punya harga diri.

Ji Yi berani membantah ibu Chang Soo, berkata, “Tidak ada harga diri dalam cinta. Merindukannya adalah yang pertama.”

Sekali lagi ibu Chang soo memperingatkan Ji Yi untuk menjauhi putranya, berkata, “JIka kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu akan mundur untuknya. Berapa banyak pelajaran kamu ingin diajari sebelum ini berakhir?”

Yoon Ha mengajak Joon Gi datang ke perusahaannya. Di dalam lift, Yoon Ha dengan bahagianya menggandeng tangan Joon Gi.

Ji Yi yang termenung atas apa yang telah terjadi, ternyata Chang Soo telah menungguinya di depan rumahnya. Melihat Chang Soo berdiri di depannya, Ji Yi hanya bisa menangis dan memeluknya.

Yoon Ha  dan Joon Gi berada dalam tempat kerjanya, namun belum diisi dengan perabotan. Joon Gi lalu berkata pada Yoon Ha, “Kamu harus mulai disini dan melanjutkan untuk naik.”

Yoon Ha yang bingung bertanya pada Joon Gi, “Naik ke mana?”

Joon Gi yang ambisius berkata, “Tidakkah kamu menginginkan posisi yang lebih tinggi? Presiden?”

Yoon Ha yang tak gila harta dan kekuasaan, berkata, “Tidak. Setelah saya menyelesaikan masalah kakakku, saya akan langsung pergi. Tujuanku bukan posisi.”

Mendengar perkataan Yoon Ha, Joon Gi terkejut

Yoon Ha kemudian memberanikan diri mencium Joon Gi. Ketika Yoon Ha mencium Joon Gi, seperti ada sesuatu yang ia rasakan.

Kata hati Joon Gi ketika dicium Yoon Ha, “Aku tahu apa itu cinta. Bisa tersenyum pada saat yang menyedihkan. Realitas yang gelap itu terlihat dalam cahaya terang. Lalu kamu datang menyukai situasi yang kamu hadapi. Karna saya telah datang untuk menyukaimu, kamu membuat realitas yang gelap memudar. Itulah mengapa satu hal yang kukhawatirkan…saya tidak tahu saat itu bahwa saya telah melangkahi batasan itu.”

Joon Gi tak segan membalas ciuman Yoon Ha, berkata, “Saya pikir kamu sangat berbeda.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*