Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “High Society” Episode 9 Bagian Pertama

Sinopsis “High Society” Episode 9 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca juga: Sinopsis High Society Episode 9 Bagian Kedua]

Di awal episode, Chang Soo mengingatkan Joon Gi untuk sadar akan statusnya di perusahaan yang hanya sebagai seorang Deputi Manajer.

Joon Gi yang keluar dari kantor Chang Soo setelah memberi berkas untuk ditandatangi, dia merasa ada yang aneh karna menjadi bahan pergunjingan teman-teman kantornya.

Joon Gi kemudian menelpon temannya yang seorang reporter Yoon Hae Joon. Yoon Hae Joon menyuruh Joon Gi untuk melihat artikel yaitu kisah cinta romantis dirinya dan putri chaebol telah menyebabkan kehebohan.

Mendapat saran dari temannya, Joon Gi kemudian mencari berita tentang dirinya di internet, dan apa yang ia temukan??? Sebuah artikel tentang dirinya dan Yoon Ha yang berjudul “Film Menjadi Kenyataan? Kisah Romansa antara putri chaebol dan pria biasa”

Membaca artikel tentang jalinan asmaranya yang menjadi konsumsi publik, teringatlah Joon Gi tentang pembicaraannya bersama sekertaris Presdir yang mengatakan pada Joon Gi bahwa ayah Yoon Ha menentang hubungan mereka.

Sekertaris Presdir mengatakan pada Joon Gi bahwa bosnya bersedia memberikan apapun yang ia inginkan asalkan Joon Gi ingin melepaskan Yoon Ha.

Mendengar tawaran yang diberikan, Joon Gi menolaknya dan mengatakan bahwa dia memacari anak Presdir tanpa ada motif sedikitpun, berkata, “Saya pikir anda salah paham. Jika ada sesuatu yang kuinginkan, itu berarti saya mempunyai sebuah motif. Saya pikir anda berpikir terlalu jauh tentang hubungan antara pria dan wanita.”

Sekertaris Presdir tak mau kalah, membuka aib Joon Gi dengan mengatakan padanya bahwa teman SMAnya yang merupakan seorang reporter berita harian Yoon Hae Joon adalah yang pertama merilis artikel tentang Jang Yoon Ha yang bekerja sebagai part time, dan secara tidak langsung menuduh Joon Gi adalah orang dibalik kejadian tersebut.

Menerima tuduhan yang dialamatkan padanya, Joon Gi mengelaknya, berkata, “Karna dia temanku, saya bisa membicarakan tentang gadis yang sedang kupacari, dan temanku adalah seorang reporter. Jika artikelnya bernilai jual, dia mempunyai hak untuk merilis artikelnya. Jika anda menyebutnya sebuah motif, itu sangat tidak meyakinkan dan membuatku tidak nyaman. Yoon Ha ingin mandiri dari keluarganya dan saya mendukungnya.”

Sederet perkataan yang dilontarkan Joon Gi, sekertaris presdir tetap tak mempercayai sanggahan yang ia berikan.

Sambil membaca artikel tentang dirinya, Joon Gi mendapat telpon dari kakak Chang Soo untuk menemuinya.

Kakak Chang Soo yang mengetahui tentang kabar Joon Gi yang berpacaran dengan putri dari Taejin Group, berlagak munafik mendukung sepenuhnya hubungan cinta mereka berdua dan memberikan selamat kepada Joon Gi.

Gambar2

Di rumahnya, Yoon Ha yang sedang asyik berolahraga, tiba-tiba So Hyeon datang dan membawakan surat kabar yang berisi artikel tentang jalinan asmaranya bersama Joon GI. Membaca surat kabarnya, Yoon Ha kaget, dan ingin langsung bertemu dengan Joon Gi. Namun, So Hyeon menyinggung Yoon Ha bahwa tidak ada cinta yang tulus, semua pasti ada maksud dibelakangnya.

Yoon Ha yang polos dan tak tahu apa-apa tetap saja membela Joon Gi dan berkata, “Saya bertemu dengannya ketika bekerja. Dia tidak tahu saya putri siapa. Ketika saya pertama kali bertemu dengannya, status dan kondisi, pria ini jauh lebih baik.”

Mendengar pembelaan Yoon Ha, So Hyeon kemudian bertanya apa dia akan menikahi kekasihnya, jangan-jangan Yoon Ha hanya akan menggunakannya untuk menaikkan imagenya.

Dengan lantangnya, Yoon Ha menjawab bahwa dia bersedia menikahi Joon Gi apapun situasinya, dan berlalu pergi.

Pelayan Hong ditegur oleh Presdir karna tidak bisa mengawasi istrinya yang terus-terusan minum alkohol. Pelayan Hong yang mengetahui luka batin tuannya hanya mengatakan kepada Predir bahwa tidak ada salahnya jika nyonyanya minum alkohol sedikit. Pelayan Hong berpikir bahwa akan lebih baik jika membiarkannya.

Mendengar perkataan pelayan Hong, presdir marah dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja di rumahnya mulai dari sekarang, dan menyuruh untuk memanggil istrinya datang ke ruang kerjanya.

Di kamarnya, Min Hye Soo terus saja memikirkan apa yang telah ia katakan kepada suaminya tentang dirinya yang meminta cerai dan menyesali semua yang telah berani ia katakan kepada suaminya.

Min Hye Soo berkata pada pelayan Hong, “Saya pikir ketika menjalani kehidupanku, menahan emosiku menjadi sebuah kebiasaan. Ketika saya minum, saya mulai meneriakkan pikiranku dan tidur dengan damai, tapi ketika kamu bangun tu menakutkan.”

Melihat keadaan tuannya yang sangat menyedihkan, pelayan Hong berkata, “Ketika anda berusia 20 tahun, betapa bijaksana dan cantiknya anda, apa anda mengingatnya?”

Merasa hidupnya sangat menyedihkan, Min Hye Soo berkata, “Itu sudah sangat lama saya tidak mengingatnya lagi. Saya sudah lama mati. Saya tidak tahu jika saya memiliki hari-hari seperti itu.”

Pelayan Hong juga datang untuk melaporkan segala hal tentang kecelakaan Gyung Joon kepada Min Hye Soo.

Di ruang kerjanya, presdir marah kepada sekertarisnya mengapa artikel tentang putrinya bisa keluar seperti ini. Presdir juga bertanya bagaimana tentang  ancaman yang diberikan kepada Joon Gi. Sekertarisnya menjawab bahwa dia sudah memberikan tawaran apapun yang ia inginkan agar putus dari Yoon Han namun menolaknya. Sekertaris presdir melaporkan bahwa Joon Gi memiliki ambisi yang besar dan pandai.

Di kamarnya, Yoon Ha menelpon sahabatnya Ji Yi mengeluhkan artikel tentang dirinya dan Joon Gi yang terus saja beredar.

Ji Yi sedikit meledek Yoon Ha, berkata, “Itu lucu. Kamu pasti tak tahu berapa kali saya mengkliknya. Saya juga menguploadnya di SNSku.”

Melihat kekacauan yang ditimbulkan oleh artikel tersebut, Ji Yi mengkhawatirkan kondisi Joon Gi yang pastinya menjadi bahan pergunjingan dimana-mana.

Ji Yi berkata pada Yoon Ha di telpon, “Tapi Deputi Manajer pasti sedikit bingung. Bahkan padaku, apa kamu tahu berapa banyak orang yang membicarakannya? Apa dia Cinderella? Dia tidak tahu pria dengan baik.”

Gambar3

Yoon Ha mengkhawatirkan Joon Gi karna belum pernah sekalipun menelponya sejak artikel mereka beredar di depan publik. Karna khawatir, Yoon Ha mengsms Joon Gi menanyakan kabarnya dan mengajak ketemuan.

Ji Yi yang datang menghadap ke  manajernya untuk meminta izin karna ingin berhenti bekerja. Si manajer ini kaget mendengar keputusan Ji Yi yang begitu tiba-tiba, berkata, “Hanya karna teman dan kekasihmu seorang chaebol, apa kamu seorang chaebol? Mengapa kamu berhenti?”

Ji Yi hanya menjawab bahwa dia telah menemukan sebuah pekerjaan di perusahaan Yoon Ha.

Si manajernya ini  bertanya tentang alasan dibalik keputusan Ji Yi yang akan keluar dari pekerjaannya. Ji Yi berkata karna masalah gaji. Di perusahaan Yoon Ha dia akan diangkat sebagai pekerja tetap.

Akan meninggalkan pekerjaannya, si manajer ini bertanya rahasia Ji Yi yang berhasil menarik hati dua chaebol yang sangat sulit ditemui bahkan sekali dalam kehidupan nyata.

Ji Yi dengan polos mengatakan, “Kebaikan hati. Karna saya baik hati, saya pikir saya telah diberkati!”

Kakak Chang Soo kemudian datang ke kantornya dan memanas-manasi Chang Soo. Kakaknya berkata, “Joon Go memang sesuatu. Apa kamu juga tahu? Bahwa dia berkencan dengan putri dari Grup Taejin? Apa kamu dikhianati?”

Tak lupa kakak Chang Soo juga memperlihatkan surat kabar yang berisi artikel yang menyudutkannya dan menuduh Chang Soo orang dibalik semua itu.

Sambil melihat surat kabar yang diberikan kakaknya, Chang So berkata, “ Penggunaan kartu perusahaan yang mencurigakan. Kamu menggunakan kartu perusahaan untuk memperoleh keuntungan? Kamu pergi ke ahli kulit. Wow, kamu juga membeli tas mewah. Apa kamu membeli sebuah tas wanita? Hyung, kakak ipar pasti sangat memarahimu. Bukankan ayah membenci hal ini?”

Ji Yi dijemput oleh Chang Soo, dan mereka makan siang bersama.

Saat makan siang bersama, Ji Yi memuji kehidupan mewah yang dijalani kekasihnya; tidak usah khawatir dengan waktu dan bisa melakukan apapun yang ia inginkan.

Melihat Chang Soo yang agak lesu, Ji Yi kemudian berkata, “Sesuatu telah terjadi, kan. Saya mengetahuinya hanya dengan melihat ekspresimu. Saya bisa melihat isi pikiranmu di wajahmu.”

Gambar4

Chang Soo menawarkan kekasihnya kemana lagi mereka akan pergi. Ji Yi menjawab, “Karna saya akan pergi ke tempat kerja baru. Saya akan membeli beberapa pakaian.”

Chang Soo kaget mendengar keputusan Ji Yi yang akan pergi ke tempat kerja baru dan bertanya dimana.

Ji Yi lalu menjawab bahwa dia akan kerja di perusahaan Yoon Ha.

Chang Soo tidak setuju dengan keputusan kekasihnya yang akan bekerja di perusahaan Yoon Ha, berkata, “Apa kamu bilang kamu akan bekerja sebagai bawahannya?”

Ji Yi hanya menjawab, “Jika kamu melihatnya sebagai rekan kerja, maka saya pikir saya bawahannya.”

Chang Soo yang tak setuju lalu berkata, “Jangan lakukan itu. Bermain saja. Saya akan memberimu uang.”

Ji Yi yang tersinggung dengan perkataan Chang Soo yang seakan merendahkan statusnya, berkata, “Untuk hal-hal yang melibatkan makanan dan kehidupan, saya akan menyukainya jika kita satu sama lain saling menghargai.”

Chang Soo malah membalas Ji Yi, “Apa kamu bahkan tak punya harga diri? Mengapa kamu bekerja sebagai bawahan temanmu? Bukankan itu membuatmu merasa buruk?”

Ji Yi membantah keras pendapat Chang Soo, berkata, “Temanku mengatakan dia ingin bekerja denganku karna kemampuan dan kekuatanku. Mengapa saya harus merasa buruk? Gajiku juga tinggi. Sebenranya apa yang akan membuatku merasa buruk? Sungguh, jangan seperti ini. Lalu seperti apa Deputi Choi (Joon Gi) yang menjadi bawahan temannya? Apakah itu yang ada di pikiranmu tentang Deputi Choi? “Meskipun kamu temanku, kamu lebih rendah dariku.” Itu yang membuat seseorang merasa buruk. Itu bahkan bukan dari orang asing, tapi jika seorang teman yang melakukannya, lalu kamu merasa buruk.”

Ji Yi kemudian meninggalkan restorannya, namun dikejar oleh Chang Soo.

Chang Soo kemudian menarik tangannya dan berkata, “Bagaimana kamu bisa pergi seperti ini.”

Di depan Chang Soo, Ji Yi mengungkapkan isi hatinya, berkata, “Saya sudah menahan banyak hal karna kamu. Ketika kita bertemu, bagaimana kamu dengan acuh tak acuhnya mengatakan kamu pergi kencan buta? Jika memang seperti itu situasinya, tidak aneh jika saya bertanya padamu apa kamu  sedang merendahkanku. Jangan lupa. Saya tidak mengatakan kata-kata itu karna saya tahu kamu tidak merendahkanku. Ketik saya memikirkan perbedaan antara kamu dan saya, saya tahu saya harus menghargai cara berpikir kita yang berbeda. Atau kita harus putus.”

Mendengar semua unek-unek Ji Yi, Chang Soo berkata, “Bekerja dengan Yoon Ha, kamu menyuruhku untuk menghargainya?”

Ji Yi mengatakan, “Ya.” Chang Soo berani mengatakan bahwa dia tak mau menghargai keputusan kekasihnya.

Mendengar penolakan Chang Soo, Ji Yi tetap pada pendiriannya untuk bekerja dengan Yoon Ha dan berlalu pergi.

Chang Soo kemudian mendapat telpon.

Di rumah, Yoon Ha menghadap ayahnya di ruang kerjanya. Yoon Ha menolak permintaan ayahnya yang menasihatinya untuk putus dengan Joon Gi.

Yoon Ha yang sangat mencintai Joon Gi meminta pada ayahnya untuk menghargai keputusannya, “Ayah, tolong hargai saya. Saya bahagia. Dengan polosnya, tanpa mengetahui saya putri siapa. Dia mengenal dan menyukaiku apa adanya diriku. Tolong hargai aku.”

Yoon Ha yang meninggalkan ruangan ayahnya, bertemu dengan ibunya. Min Hye Soo berkata pada Yoon Ha, “Nanti saya akan berbicara denganmu. Banyak yang harus kulakukan hari ini.”

Gambar5

Sebelum masuk ke ruangan suaminya, Min Hye Soo masih memikirkan perkataannya kepada Gyung Joon ketika ia masih hidup. Min Hye Soo berkata pada Gyung Joon, “Fokus saja dalam membuat Grup Taejin menjadi milikmu. Ini adalah impian dan tujuanku.”

Gyung Joon yang tak ingin terbebani dengan impian ibunya berkata, “Jangan letakkan tujuanmu padaku. Tak bisakah kamu meninggalkannya dalam kehidupanmu?”

Gyung Joon juga sempat berkata pada ibunya ketika mereka bermain golf bersama, “Kadang-kadang, saya bertanya-tanya rasanya akan seperti apa jika saya lahir di keluarga yang biasa dan belajar?”

Min Hye Soo menjawab, “Saya juga sebelumnya sudah memikirkan itu. Sebuah hubungan pasangan yang baik, hidup dengan bahagia. Tapi ini adalah hidup yang diberikan pada kita.”

Gyung Joon menjawab, “Tepat sekali. Kamu harus menjalani hidup yang telah diberikan. Namun saya pikir, kehidupan yang sebaliknya itu baik.”

Min Hye Soo lalu menghadap suaminya. Presdir yang dipikirannya hanya uang, marah pada istrinya yang belum menangani manajemen property absentee.

Min Hye Soo protes di depan suaminya yang berani memecat Kepala Pelayan Hong, dan berani melawan suaminya, berkata, “Saya sudah tidak bisa bekerja sama denganmu lagi. Kamu sangat jahat. Hanya memikirkan angka ketika berhubungan tentang anakmu, saya membencinya!”

Presdir lantas bertanya, “Lalu, apa kau mengatakan kamu akan benar-benar bercerai atau apa?”

Min Hye Soo sudah bulat untuk bercerai dan tidak akan menyesali keputusannya. Min Hye Soo berani mengancam suaminya, berkata, “Ada sesuatu yang telah berbeda antara kamu dan saya. Saya mempunyai sesuatu yang kupertaruhkan dalam hidupku yang kulindungi. Tapi kini tidak lagi. Kamu pasti tak menyangka betapa menakutkannya seseorang yang tak memiliki apapun untuk dilindungi. Jangan menyentuh orang-orangku! Saya tidak akan tinggal diam. Saya telah hidup bersamamu selama empat puluh tahun lebih. Sampai sekarang, perilaku kotor, mengerikan darimu, saya mengetahui semuanya.”

Mendengar ancaman istrinya, presdir bertanya lalu apa yang ingin kamu lakukan.

Min Hye Soo dengan lantang menjawab, “Bahkan jika membuat orang makmur itu sulit, menghancurkan mereka mudah.”

Ibu Chang Soo datang ke kantornya dan makin memanas-manasi suasana hatinya, berkata, “Kamu dikihianati, kan? Apa kubilang? Saya sudah memberitahumu untuk berhati-hati darinya. Saya memberitahumu ketika kamu berteman, kamu harus berteman yang selevel denganmu. Joon Gi, apa kamu tahu betapa liciknya dia? Saya memintanya untuk memberikan nomor pekerja paruh waktu yang kamu temui, dan dia menutup mulutnya. Saya tidak percaya kamu menemui pekerja paruh waktu seperti itu.”

Mendengar kekasihnya direndahkan seperti itu, Chang Soo tentu saja membela Ji Yi, berkata, “Jangan menyentuh pekerja paruh waktu itu. Saya akan marah padamu.”

Ibunya  datang ke tempat kakak Chang Soo dan mencari nomor Ji Yi. Mengetahui Ji Yi telah berhenti kerja, kakaknya curiga apa Ji Yi telah disokong oleh Chang Soo.

Ibu Chang Soo tak mempercayai jika anaknya akan menghambur-hamburkan uang seperti itu.

***Bersambung ke Bagian Kedua***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*