Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Introverted Boss Drama Korea Episode 1 Bagian Kedua

Sinopsis Introverted Boss Drama Korea Episode 1 Bagian Kedua

Baca Juga: Sinopsis Introverted Boss Drama Korea Episode 1 Bagian Pertama

Semua Dok Gambar tvN, Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Hwan Ki datang ke rumahnya dan melihat cermin sembari menghela nafasnya. Gyo Ri merasakan sakit di perutnya, lalu dia bergegas masuk ke  kamar mandi. Tak lama, Ro Woon pun datang sambil menyentuh sebuah patung dan mengetuk pintu ruangan Hwan Ki. Yoo Hee lalu melakukan absensi kepada semua karyawannya, dan mencari nama Ro Woon, namun Ro Woon malah tak hadir. Yoo Hee,”Apakah dia terlambat? Di hari pertamanya”. Yoo Hee lalu mengajar para pegawai baru dan menyuruh mereka semua untuk jangan pernah menyentuh tombol elevator di lantai atas.

Yoo Hee,”Ketika anda masuk ke ruangan atas secara tidak sengaja”, dan Yoo Hee berlagak seperti orang gila di depan para pegawai baru. Ro Woon masuk ke ruangan CEO Hwan Ki, dan dia kagum melihat ruangan tersebut. Ro Won,”Tidak perduli dia membuang uang di jalan”. Ro Woon menyentuh semua barang2 di ruangan CEO Hwan Ki, dan mengambil minuman di kulkas, sedangkan Hwan Ki sedang mandi di ruangannya. Ro Woon mengotak atik meja kerja CEO Hwan Ki, dan Hwan Ki asyik mandi dikamar mandi. Ro Woon hendak membuka sebuah laci, namun dia tak bisa membukanya. Mendengar suara yang aneh, Ro Woon lalu hendak pergi, namun tanpa sengaja dia malah berpapasan dengan Hwan Ki.

Ro Woon lalu kaget melihat tubuh Hwan Ki yang hanya berselimutkan handuk putih. Ro Woon lalu menghindari Hwan Ki. Ro Woon,”Apa kamu lagi telanjang di kantormu?”. Hwan Ki,”bagaimana kamu kesini?.  Ro Woon menyahut,”Pakai baju sana. Kamu memberikan terlalu banyak uang buat mobil rongsokanku. Kamu harus menghitungnya dengan benar”, dan Hwan Ki pun bergegas mengganti pakaiannya. Ro Woon meminta maaf sudah masuk ke ruangan Hwan Ki tanpa permisi. Hwan Ki berusaha mengganti pakaiannya dan dia pun terjatuh.

Ketika Ro Woon berbalik, ternyata Hwan Ki sudah pergi menghilang. Namun Ro Woon malah membuntuti Hwan Ki hingga ke ruangan lain, Ro Woon,”kamu terlalu banyak menutupi dirimu. Saya ingin melihat wajahmu”. Ro Woon ingin tahu seberapa kayanya Hwan Ki hingga melemparkan uang di jalan. Hwan Ki berusaha menutupi wajahnya, namun Ro Won malah melihat wajah Hwan Ki dengan jarak yang sangat dekat. Hwan Ki menjadi sangat malu memperlihatkan wajahnya dan berusaha menghindari Ro Woon, namun Ro Woon malah berusaha keras ingin melihat wajah Hwan Ki. Ro Woon,”kamu tuan Eun Hwan Ki kan?. Kenapa kamu menyembunyikan wajahmu?. Lepaskan itu. Biarkan kulihat wajahmu”.

Tak lama, Gyo Ri melihat tingkah Ro Woon yang memaksa ingin melihat wajah Hwan Ki. Gyo Ri,”Siapa sih kamu?. Keluar dari sini”. Gyo Ri pun membawa Ro Woon keluar dari ruangan Hwan Ki. Ro Woon,”Lepaskan aku”, Ro Woon malah tetap berusaha masuk ke ruangan Hwan Ki dan ingin melihat wajahnya. Ro Woon pun menjadi sangat kesal tidak bisa melihat wajah Hwan Ki. Gyo Ri memaksa Ro Woon keluar dari ruangan CEO Hwan Ki, dan mengira Ro Woon seorang reporter. Namun Ro Woon menolak dirinya seorang reporter.

Ro Woon mengaku dia mengalami sedikit kecelakaan kecil dan ingin menemui Hwan Ki, namun Gyo Ri melarang Ro Woon menemuinya. Ro Woon pun curiga Gyo Ri sedang menyembunyikan sesuatu.  Gyo Ri lalu berbisik ke Ro Woon, Gyo Ri,”Apa kamu tidak perhatikan ada yang aneh disana?”, Ro Woon membalas,”Apa ada yang aneh disana?”, Gyo Ri sendiri bingung dengan ruangan Hwa Ki. Tak lama, pintu elevator terbuka, dan Gyo Ri mendorong tubuh Ro Won ke elevator  dan menyuruhnya jangan pernah kembali lagi. Namun Ro Woon curiga ada sesuatu yang disembunyikan terkait diri Hwan Ki. Ro Woon,”Ada apa disana?”.

Di ruangannya, Hwan Ki ingin tahu mengapa Ro Woon dapat sampai ke ruangannya. Ro Woon menyanyi di tempat karaoke sambil memperkenalkan dirinya yang adalah karyawan baru dari Brain. Ro Woon pun menyanyi dengan penuh semangat dan membuat Woo Il sedikit terpesona dengannya. Sekretaris Woo Il lalu mendekatinya dan memberitahukan bahwa Ro Woon sudah datang terlambat di hari pertamanya bekerja. Sekretaris Woo Il agak ragu Ro Woon dapat bekerja sama dengan tim mereka.

Namun Woo Il merasa Ro Woon dapat menyusaikan dirinya dengan semua orang di kantor. Woo Il memandangi Ro Woon dan mendekatinya. Woo Il memuji penampilan  Ro Woon dan dia ingin tahu kerjaan apa yang biasa dijalani oleh Ro Woon. Ro Woon,”Saya hanya memainkan peranan kecil. Saya tidak punya kerjaan yang terkenal”. Woo Il ingin tahu mengapa Ro Woon ingin bergabung dengan BRAIN.

Ro Woon mengaku masuk ke BRAIN karena Woo Il sudah mendukungnya,  Wo Il,”Saya?”. Ro Woon,”Saya dengar orang kaya di ruangan atas itu memiliki peranan penting. Anda hanya Alfreed yang membersikan setelah Batman kan?”. Woo Il menanggapi,”Apa kamu mencoba menembak sebuah komedi romantis dengan bossmu?”. Ro Woon membalas,”Saya kira kita dalam tim yang sama. Itulah mengapa saya mengatakan hal ini. Saya seseorang yang berdiri di luar pintu seperti Anda. Disamping pintu itu adalah orang kaya yang memiliki banyak kekalahan. Orang seperti saya harus mengetuk pintu itu dan membukanya”.

Ro Woon menjelaskan seseorang tidak akan pernah tahu mana monster atau pangeran yang sedang menunggu. Namun Ro Woon hanya mencoba agar dirinya bisa bertahan hidup. Ro Woon melihat Woo Il adalah orang membuka pintu itu sehingga dia menjadi lebih bersinar daripada karakter utama. Ro Woon pun ingin Woo Il membukakan pintu itu buatnya. Woo Il teringat dia pernah bertemu dengan Ro Woon sekitar 10 tahun yang lalu. Woo Il menyahut,”Pintu sekarang terbuka”, dan dia bersulang dengan Ro Woon.

Hwan Ki sedang minum wine di ruangannya, dan dia ingin tahu apakah Ro Woon mengikutinya karena dia tahu siapa dirinya, Hwan Ki,”Apa dia juga merencakan kecelakaannya?. Betapa malunya. Saya adalah orang yang menabrak mobilnya. Ini hanya sebuah kecelakaan”. Di dalam dirinya, Hwan Ki tak ingin Ro Woon muncul lagi di hadapannya.

Ro Woon pun kembali bekerja dan menyapa seorang direktur BRAIN sambil menyuguhkannya minuman. Ro Woon ingin tahu apakah CEO Hwan Ki sudah datang, namun direktur itu menjelaskan Hwan Ki selalu menyendiri di kantornya. Ro Woon terus berusaha agar direktur itu ingin memberitahukan jati diri Hwan Ki. Direktur,”Saya belum memberitahukannya kepada siapapun. Saya percaya kamu dan memberitahukannya. Itu adalah saat hujan yang begitu keras”.

Muncullah masa silam ketika Direktur itu mendapat kiriman pisau, dan Hwan Ki muncul disampingnya dan dia menjadi begitu terkaget, Ro Woon,”Sebuah pisau?”. Ro Woon lalu mendekati seorang ahjumma pembersih kantor, dan ingin tahu mengapa ruangan atas tidak pernah dibersihkan. Ro Woon ingin tahu apakah Hwan Ki tidak perduli dengan kebersihan ruangannya. Ahjumma,”Justru sebaliknya. Dia begitu bersih dan rapi. Tak perduli kita membersihkan kantornya, dia akan mengulang membersihkan semuanya”. Ro Woon pun menyimpulkan Hwan Ki mengalami gangguan mental terobsesi dengan segala yang rapi.

Ro Woon mendatangi kantor Gyo Ri, dan Gyo Ri kaget melihat Ro Woon lagi. Gyo Ri gelisah mengapa Ro Woon mendatangi ruangannya lagi. Ro Woon,”Saya hanya ingin memberikan kamu ini. Saya seorang pegawai baru”.  Ro Woon lalu memberikan teh herbal hangat kepada Gyo Ri untuk mengatasi rasa stressnya. Gyo Ri lalu mengakui betapa dia merasakan seperti berada di ujung jurang ketika berada di kantornya, lalu meminum teh penghilang stress yang diberikan oleh Ro Woon. Ro Woon ingin tahu apa yang ditakutkan oleh Gyo Ri.

Gyo Ri lalu menjelaskan dia sungguh tidak tahu apa yang terjadi di ruangan Hwan Ki dan malam membuat Gyo Ri merasa sungguh takut. Ketika Gyo Ri berbicara seperti itu, Ro Woon merekam perkataan Gyo Ri dengan hpnya. Gyo Ri,”bahkan di pagi ini, saya melihat dia menarik sesuatu ke ruangan itu. Saya tidak tahu apa di dalamnya”. Muncullah masa silam, ketika Gyo Ri melihat Hwan Ki menarik sebuah karung.  Gyo Ri menjelaskan,”Dia juga membawa kopor yang sangat besar untuk ukuran satu orang. Apapun yang masuk ke ruangannya tidak akan pernah pergi”. Ro Woon pun menyimpulkan Hwan Ki adalah orang yang tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain. Ro Woon pun curiga Hwan Ki adalah seorang psikopat.

Lalu Hwan Ki berada di ruangannnya dan mengambil kumpulan pisaunya sambil memotong semacam lobak yang dibawanya di dalam sebuah karung. Hwan Ki lalu memutar lagu klasik sambil mengingat perkataan Gyo Ri yang merasa tidak bisa bernafas bila berada di depan ruangan Hwan Ki. Hwan Ki lalu memotong lobak tersebut. Hwan Ki lalu menemui Gyo Ri dan menyuruhnya untuk jangan makan siang dulu, dan Gyo Ri terlihat begitu takut kepada Hwan Ki.

Di dalam ruangannya, Hwan Ki lalu menyiapkan makanan dengan sajian yang begitu rapi. Hwan Ki ingin bertemu dengan Gyo Ri, Hwan Ki,”Apa dia menyukai lobak?. Wanita seusianya pasti suka pasta daripada beras. Saya hendak ke Dangjin sehingga mendapatkan lobak pada musimnya. Dia  pasti menyukai manis, rasa menyegarkan dan tekstur yang garing. Jangan kuatir”. Hwan Ki mengintip Gyo Ri yang sedang berdandan, Hwan Ki lalu masih berpikir apakah dia harus makan bersama Gyo Ri, namun Hwan Ki takut dia nanti malah membuat Gyo Ri merasa tidak nyaman.

Hwan Ki takut Gyo Ri nanti malah tidak bisa mencerna dengan baik masakan buatannya. Hwan Ki takut Gyo Ri malah menyesal sudah makan bersamanya karena mengalami gangguan pencernaan, dan Hwan Ki membatalkan rencananya makan siang bersama Gyo Ri. Gyo Ri pun merasakan sangat lapar, dan dia hanya bisa menyantap permen. Tak lama, Hwan Ki muncul dan menanyakan apakah Gyo Ri sudah makan siang, namun Gyo Ri mengaku belum makan siang dan berbohong bahwa dia tak memiliki selera makan padahal Gyo Ri merasa sungguh kelaparan. Hwan Ki pun menyantap sendiri masakan sayur lobak yg dibuatnya, Hwan Ki,”Saya ke Dangjin, hanya untuk membeli lobak ini”.

Gyo Ri lalu berbicara dengan Ro Woon dan memberitahukan Hwan Ki sudah membuatnya merasa begitu kelaparan. Gyo Ri,”Dia bahkan tidak membiarkanku melihatnya. Dia tidak suka bila orang melihatnya”. Gyo Ri menjelaskan ketika seseorang memandangi Hwan Ki, maka mereka harus memandangi lantai. Ro Woon pun merasa Hwan Ki adalah atasan yang mengerikan. Gyo Ri lalu menambahkan bahwa Hwan Ki memiliki mata yang begitu menakutkan. Gyo Ri hendak menjelaskan masa tiga tahun lalu, namun dia menahan dirinya. Ro Woon bertanya,”tiga tahun yang lalu? Apa ada sesuatu yang terjadi?”. Gyo Ri menjawab,”Mantan sekretarisnya”.

Saat ingin memberitahukan kejadian 3 tahun lalu itu, Gyo Ri malah merasakan sakit di perutnya. Gyo Ri merasakan sakit  hingga dia pingsan ke lantai. Ro Woon yang takut hendak menelpon ambulans, namun hpnya malah mati. Ro Woon akhirnya berada di depan pintu Hwan Ki dan memanggilnya untuk meminta bantuan. Gyo Ri melarang Ro Woon untuk mengetuk pintu ruangan Hwan Ki karena Hwan Ki sangat tidak suka dengan suara ketukan pintu sambil menarik rambut Ro Woon. Namun Ro Woon tak mengindahkan hal itu dan terus saja memanggil Hwan Ki. Ro Woon,”Apa kamu tidak mendengarkanku? Tolong keluar dan tolong kami!”, Gyo Ri sendiri terus berteriak dan memegang kaki Ro Woon agar dia tidak mengetuk pintu ruangan Hwan Ki. Ro Woon memohon agar Hwan Ki menelpon 911.

Hwan Ki sendiri berada di rumah kedua orang tuanya, dan dia terlihat begitu malu. Ayah Hwan Ki menyindir anaknya yang sudah berusia 30 tahun, namun begitu malu dengan orang tuanya sendiri. Ayah Hwan Ki bingung bagaimana anaknya bisa menghadapi karyawannya sambil menyingung insiden 3 tahun yang lalu. Ayah Hwan Ki,”tetap berada di belakang kejadian itu sehingga orang tidak bergosip. Tetaplah diam, Hidup tanpa masalah. Pemilihan walikota Seoul lagi dekat. Jangan biarkan dirimu dalam masalah. Mengerti”.

Ayah Hwan Ki masih tak menyangka dia memiliki anak seperti Hwan Ki yang justru membuatnya merasa malu, ibu Hwa Ki menyindir dirinya selingkuh di belakang suaminya sehingga dia bisa melahirkan anak seperti Hwan Ki. Ayah Hwan Ki menegaaskan dia adalah orang yang mendirikan agensi Public Relation di Korea. Ibu Hwan Ki menanggapi,”Kesuksesanmu tidak akan bisa diraih tanpa koneksi. Kami tahu kamu menerima hal yang besar menggunakan koneksi yang menakjubkan yang kamu miliki”. Ibu Hwan Ki yakin orang2 akan berpendapat bahwa anak dari ayah Hwan Ki adalah Kang Woo Il.

Tak lama Eun Si Yoo (diperankan oleh Kong Seung-Yeon) muncul dan menghampiri Hwan Ki. Si Yoo sudah lama menunggu Hwan Ki. Si Yoo lalu menggunting rambut Hwan Ki dan ingin tahu mengapa Hwan Ki malah benci pergi ke salon penata rambut, padahal Hwan Ki dapat menemukan banyak gadis disana. Hwan Ki pun meminta maaf karena sudah mengganggu Si Yoo, dan Hwan Ki hendak pergi. Namun Si Yoo menyuruh Hwan Ki untuk duduk lalu menggunting rambut Hwan Ki kembali.

Si Yoo ingin tahu apakah ada orang yang menarik perhatian Hwan Ki akhir2 ini. Si Yoo,”kamu sudah mengunjungi terapis itu dengan teratur. Kamu tidak lari saat akan konseling kan karena ayah menyuruhmu?. Apa yang memotifasimu untuk mengubah pikiranmu?. Seorang gadis kan. Siapa dia. Apa dia cantik?”. Tak lama, Woo Il menelpon Hwan Ki dan memberitahukan bahwa Gyo Ri sudah berada di rumah sakit. Woo Il meminta Hwan Ki untuk jangan kuatir karena dia sudah mengurus keadaan Gyo Ri.

Ro Woon lalu menangis memandangi Gyo Ri yang sedang diopname. Ro Woon teringat ketika dia menangisi Ji Hye yang meninggal pada masa 3 tahun yang lalu. Ro Woon berada di pemakaman Ji Hye dan dia menangis dan dibaluti rasa marah; karena tak ada berita artikel tentang Ji Hye yang melompat dari gedung dan Ji Hye malah diberitakan menderita depresi. Ji Hye adalah saudara dari Ro Woon. Ro Woon,”Ayah saya akan kesana dan melakukan sesuatu bahkan bila itu hanya untuk mendapatkan sepatunya”. Kembali  ke masa sekarang, Ro Woon mengepalkan tangannya mengingat kejadian tragis itu.

Ro Woon minum soju bersama reporter Woo. Ro Woon,”Radang usus yang parah disertai asam lambung dan perut menjadi kejang. Hidup sungguh mudah ketika orang lain malah menggangu kesehatan mereka. Saya rasa hal yang sama terjadi 3 tahun yang lalu. Apa yang harus kita tunggu. Maju dan singkapkanlah”. Ro Woon menegaskan apa yang terjadi dengan sekretaris Hwan Ki bukan rumor, namun sebuah fakta. Ro Woon lalu memperdengarkan rekamaan Gyo Ri yang takut kepada Hwan Ki serta perilaku anehnya.

Reporter Woo menyuruh Ro Woon untuk tidak terlibat dengan cara yang ceroboh, dan menyuruh Ro Woon menunggu. Namun Ro Woon yakin akan ada banyak korban yang berjatuhan jika mereka tidak melakukan apapun.  Ro Woon yakin Hwan Ki adalah pria yang sangat berbahaya. Ro Woon merasa marah karena sekretaris Gyo Ri jatuh di depan pintu kantornya, namun Hwan Ki malah tidak melihatnya. Ro Woon lalu mengingat masa 3 tahun lalu ketika Ji Hye saudaranya bunuh diri dengan cara membuang dirinya dari gedung tinggi. Ro Woon pun sangat yakin psikopat Hwan Ki adalah orang yang sudah membunuh kakaknya Ji Hye.

Hwan Ki berada di ruangannya dan membuka lacinya sambil melihat sepasang sepatu. Muncullah masa lalu, ketika Hwan Ki melihat sepasang sepatu itu berada di jendelanya. Hwan Ki,”Saya tersisa sebagai orang yang tidak dikenal. Itu diluar keegoisan karena saya sudah menjaga jarakku”. Ro Woon bersama dengan reporter Woo dan dia mabuk berat. Hwan Ki mendatangi  tempat kerja Ro Won sebelumnya sambil membawa bunga.

Hwan Ki,”Saya adalah orang yang mengakhiri segalanya dengan menerima kenyamanan”. Ro Woon yang mabuk menelpon temannya dan yakin tuan Smith akan kuatir padanya, Ro Woon,”itu tidak akan terjadi. Ini waktu terakhir”. Lalu Ro Woon bergegas menaiki sebuah taksi dan memberitahukan kepada reporter Woo bahwa dia ingin pergi ke sebuah tempat.

Hwan Ki lalu hendak memberikan bunga kepada seorang wanita bertopeng di ruang ganti. Namun wanita itu membuka topengnya, dan Hwan Ki terkaget, Hwan Ki,”Dimana Chae Ro Woon?”. Pria menyahut,”Dia berhenti. Dia mendapatkan sebuah pekerjaan”. Pria itu lalu menyuruh Hwan Ki pergi, dan Hwan Ki bergegas pergi dengan rasa takut dan menabrak sesuatu. Hwa Ki pun pergi, Hwan Ki,”Saya pastinya digerahkan oleh keberanianku. Saya ragu terlalu lama dan kehilangan kesempatanku. Dimana dia sekarang?. Kenapa dia berhenti tiba2”, sambil memandangi bunganya.  Tanpa sengaja, Ro Woon berpapasan dengan Hwan Ki. Ro Woon kembali ke tempat kerjanya sebelumnya.

Ra Woon bertanya,”bagaimana dengan tuan Smith?”. Teman Ro Woon menjawab,”Kenapa kamu disini. Bukannya kamu sudah dipecat?. Dia baru saja pergi. Apa kamu tidak melihatnya?”. Hwan Ki lalu hendak membuang bunga yang ingin diberikannya kepada Ro Woon, namun Ro Woon tiba2 muncul dan memegang tangan Hwan Ki yang ingin membuang bunganya itu, Ro Woon,”Apa kamu tuan Smith?”. Hwan Ki pun menjadi takut lalu menutup wajahnya. Ro Woon,”Saya adalah Chae Ro Woon..”, dan Hwan Ki menjadi begitu gelisah.

Semua Dok Gambar tvN, Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*