Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Introverted Boss Drama Korea Episode 2 Bagian Pertama

Sinopsis Introverted Boss Drama Korea Episode 2 Bagian Pertama

Baca Juga: Sinopsis Introverted Boss Drama Korea Episode 2 Bagian Kedua

Semua Dok Gambar tvN, Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Hwan Ki melihat sebuah kartu nama  layanan pengantar bunga sambil meminta maaf. Hwan Ki,”Saya meminta maaf”. Ketika Hwan Ki meminta maaf diatas gedung BRAIN, tiba2 saja Ro Woon muncul dan heran mengapa Hwan Ki meminta maaf.

Hwan Ki menyusuri jalan di tempat kerja Ro Woon, Hwan Ki,”Saya kecewa dalam waktu yang lama dan kehilangan kesempatanku. Dimana dia sekarang?”. Hwan Ki mencari Ro Woon dan hendak memberikan bunga padanya. Ro Woon pun mencari  tuan Smith, namun tak menemukannya.  Hwan Ki hendak membuang bunganya, namun tiba2 saja Ro Woon muncul. Ro Woon,”Saya adalah Chae Ro Woon. Bunga ini buatku, kan?”. Ro Woon terus mencari tuan Smith yang ingin memberikannya bunga. Ro Woon begitu antusias ingin tahu siapa sosok tuan Smith tersebut sambil menarik Hwan Ki.

Ro Woon mencegat Hwan Ki untuk menghindarinya, namun Hwan Ki akhirnya bisa menghindar. Hwan Ki berada di kamar mandi, dan Ro Woon tiba2 muncul dan menemukannya. Hwan Ki begitu terkaget melihat Ro Woon muncul di hadapannya dan mencoba untuk kabur lalu mengunci dirinya di kamar mandi. Ro Woon,”Ini karena hari ini adalah hari terakhir. Saya ingin bertemu dengannya karena ini adalah pertunjukkan terakhir. Tolong bawa aku ke tuan Smith”.

Karena Hwan Ki tak ingin membukakan pintu kamar mandinya, Ro Woon meminta disampaikan pesan bahwa dia ingin berterima kasih kepada tuan Smith. Ro Woon,”Makasih buat tuan Smith, saya bisa melalui waktu yang sulit. Tolong sampaikan pesanku”.  Ro Woon mencoba berpura2 pergi untuk memancing Hwan Ki keluar, namun Hwan Ki tahu Ro Woon masih berada di depan pintu kamar mandi. Hwa Ki pun bertanya mengapa Ro Woon tiba2 saja meninggalkan panggungnya. Ro Woon menjawab,”Itu rahasia bahkan buat tuan Smith”. Hwan Ki,”Kenapa kamu terus memanggilnya tuan Smith?”.

Ro Woon yang mabuk lalu masuk ke ruangan kamar mandi untuk berbicara langsung dengan Hwan Ki. Ro Woon menjelaskan itu adalah sebuah nama alias. Ro Woon lalu memberitahukan mendiang kakaknya tiga tahun yang silam pernah melakukan bunuh diri. Ro Woon menjelaskan kakaknya selalu memberikannya bunga setiap kali dia ingin tampil. Ro Woon senang dia mendapatkan karangan bunga meskipun kakaknya sudah tiada. Bunga itu seakan membuat Ro Woon merasa kakaknya masih hidup. Ro Woon yakin tuan Smith adalah teman mendiang kakaknya itu atau mantan kekasihnya. Hwan Ki sekilas mengenang ketika kakak Ro Woon meninggalkan sepatunya di ruangannya.

Hwan Ki bertanya apakah Ro Woon sungguh ingin tahu siapa tuan Smith. Ro Woon mengakui kadangkala dia ingin tahu siapa tuan Smith dan malah kadangkala sebaliknya tak ingin tahu siapa dia. Ro Woon ingin menyimpan rasa ingin tahunya kepada sosok tuan Smith sehingga hatinya akan berdebar. Meskipun kakaknya sudah tiada, Ro Woon ingin bertingkah seperti kakaknya itu. Ro Woon tak menyangka mengungkapkan sanubari hatinya itu di toilet kepada seseorang yang selalu bersikap diam nan tenang. Ro Woon menyindir Hwan Ki yang tak tahu bagaimana berkonsultasi dengan seseorang. Ro Woon menjelaskan kakaknya seperti diri Hwan Ki yang selalu menutup mulutnya.

Hwan Ki teringat ketika kakak Ro Woon berbicara dengannya. Ro Woon merasa kakaknya harus mengatakan sesuatu jika dia merasa menderita. Ro Woon yakin kakaknya mengalami banyak kesulitan pada masa 3 tahun yang lalu. Ro Woon tak menyangka kakaknya malah meninggal dunia. Ro Woon menangis mengenang bagaimana dia selalu bersama kakaknya serta berbagi kamar dengannya.

Ro Woon menangis mengapa kakaknya tak memberitahukan kesedihannya itu. Ro Woon sedih mengapa kakaknya tak memberitahukan apapun padanya.  Ro Woon menangis di dinding toilet, dan Hwan Ki hanya bisa memegang dinding toilet guna merasakan kesedihan Ro Woon. Hwan Ki berkata,”Saya harus mengatakan padanya sehingga tragedi itu tidak terjadi lagi”.

Hwan Ki pun mencari Gyo Ri di rumah sakit untuk memberikan bunga padanya. Tanpa sengaja, Gyo Ri mendengar suara Hwan Ki dan makin membuatnya merasa begitu takut. Hwan Ki,”dengarkan saja”. Meskipun sulit bicara kepada Gyo Ri, Hwan Ki pun mengakui dia memiliki masalah bila berinteraksi dengan orang lain. Hwan Ki menjelaskan bila orang menemuinya maka dia akan mendapat masalah. Hwa Ki pun mengucapkan kata minta maaf kepada Gyo Ri meskipun terbatah2.

Gyo Ri menangis mendengarnya, dan Hwan Ki menyuruh Gyo Ri beristirahat dan Hwan Ki berjanji akan membayar perawatan medis Gyo Ri. Hwan Ki juga berjanji akan membawa Gyo Ri ke ahli jiwa, namun Hwan Ki tak menjamin kemampuan ahli jiwa itu pasalnya dia tak bisa menyembuhkan Hwan Ki. Hwan Ki lalu kembali meminta maaf karena sudah membuat Gyo Ri melalui masa sulit. Gyo Ri menangis mendengar permintaan maaf Hwan Ki itu. Ketika dia membuka tirai, Gyo Ri hanya menemukan bunga yang ditinggalkan Hwan Ki.

Hwan Ki lalu menelpon ahli jiwa dan merasa begitu gelisah setelah berbicara dengan Gyo Ri. Ahli jiwa itu meminta Hwan Ki untuk tenang dan menarik nafas. Hwan Ki,”Saya akhirnya memberitahukan padanya”.

Yi Soo lalu melihat di internet bagaimana nama CEO Brain menjadi nama yang paling dicari di dunia maya sekarang. Yi Soo lalu melihat artikel yang memberitahukan bahwa Hwan Ki adalah bos yang kejam. Di lapangan golf, teman ayah Hwan Ki memperlihatkannya artikel yang memojokkan anaknya. Artikel tersebut bertajuk,”Anak dari CEO BRAIN Mengancam Sekretarisnya dengan kejam”.

Karena artikel ini malah membuat kantor BRAIN menjadi sangat sibuk. Para wartawan pun mencari Hwan Ki, dan Hwan Ki melihat kawanan wartawan tersebut. Melihat sosok Hwan Ki yang mengenakan baju hitam nan misterius,  para wartawan lalu menghadapkan muka mereka kepada Hwan Ki dan bertanya kebenaran berita tentang CEO Hwan Ki yang sudah mengancam sekretarisnya. Wartawan,”Apa anda tak memberinya makan? Apa itu benar?”.

Hwan Ki lalu mengira para wartawan ingin memburunya, namun mereka malah memburu Woo Il. Woo Il pun tak ingin memberikan konfirmasi kepada para wartawan hari itu, dan berjanji akan menyiapkan pernyataan resmi secepat mungkin. Para karyawan  BRAIN memuji kemampuan bicara Woo Il, dan Ro Woon menatapinya. Para wartawan lalu mencari keberadaan Hwan Ki dan  Woo Il berpapasan dengan Hwan Ki.

Woo Il lalu menjelaskan perusahaan BRAIN tidak pernah menghindar atau menyembunyikan apapun, Woo Il,”Kami tidak akan membuat permintaan maaf. Itulah mengapa kami memerlukan waktu. Jika kami melakukan hal yang salah, kami akan mengakuinya. Saya memohon pada kalian berikan kami waktu”.

Hwan Ki pun bergegas pergi ketika Woo Il menangani para wartawan dan Hwan Ki menuju ke lift. Saat akan menutup pintu lift, Ro Woon tiba2 muncul, Ro Woon,”Tuan Eun. Kita sudah bertemu sebelumnya”. Hwan Ki lalu teringat ketika Ro Woon masuk ke ruangannya, dan mendapatinya sedang habis mandi.

Ro Woon,”Saya melihat banyak pisahan dari wajahmu”, Hwan Ki tersadar selama ini Ro Woon sudah mengikutinya. Hwan Ki pun mengingat masa lalu ketika Ro Woon ingin melihat wajahnya dan menanyakan identitasnya apakah dia adalah Eun Hwan Ki, dan Gyo Ri berusaha mencegat Ro Woon menggangu Hwan Ki. Hwan Ki pun curiga Ro Woon adalah orang yang memberitahukan informasi tidak benar ke pihak wartawan terkait dirinya. Ro Woon hendak mendekati Hwan Ki, namun tiba2 saja muncul Woo Il serta mencegatnya lalu menutup pintu lift.

Woo Il berjanji akan menangani semua masalah Hwan Ki, Hwan Ki,”Apa kamu kenal dia?”, Woo Il,”Maksudmu nona Chae?. Dia kerja disini. Dia karyawan baru kita”, dan Hwan Ki kaget mendengar informasi tersebut. Hwan Ki pun curiga Ro Woon tiba2 berhenti dari kerjaannya karena hanya ingin mendapatkan pekerjaan di kantornya. Woo Il,”Bagaimana dengan artikelnya? Apa kamu membacanya?”.

Hwan Ki lalu membaca kolom berita tersebut, dan Woo Il memberitahukan dia belum dapat menemukan Gyo Ri karena Gyo Ri tiba2 saja menghilang setelah dia dipecat. Woo Il,”Pihak rumah sakit memberitahuku bahwa pria datang melihatnya sebelum dia menghilang. Ini pasti karena uang. Dia harus mendukung semua keluarganya”. Hwan Ki menolak Gyo Ri adalah wanita yang mengincar uang, namun Woo Il menjelaskan dia lebih mengerti Gyo Ri daripada Hwan Ki.

Muncullah masa silam ketika Woo Il memberikan sejumlah uang kepada Gyo Ri, Woo Il,”Saya sudah menyortir semuanya jadi tidak ada masalah, jadi jangan kuatir”. Woo Il pun merasa dia tidak harus memberikan Gyo Ri uang karena dia sangat membutuhkannya, Woo Il yakin Gyo Ri adalah orang yang mengincar uang. Tak lama, Woo Il mendapat panggilan telepon dari Gyo Ri, dan Woo Il hendak bertemu dengannya. Hwan Ki juga ingin bertemu dengan Gyo Ri, namun Woo Il melarangnya dan menyuruh Hwan Ki untuk tidak terlibat apapun dan bersikap tenang. Namun, Hwan Ki tetap curiga Ro Woon terlibat dengan masalah ini. Hwan Ki,”Hanya masalah waktu sebelum nona Kim berbicara dengan Chae Ro Woon”.

Ro Woon naik ke atas gedung BRAIN tempat dimana kakaknya melakukan bunuh diri. Ro Woon seakan melihat kakaknya Ji Hye. Ro Woon berjanji akan membuat Hwan Ki jatuh dari bawah gedung itu seperti yang dialami kakaknya.

Woo Il lalu bertemu dengan ayah Hwan Ki di lift, ketika turun dari ruangan Hwan Ki. Ayah Hwan Ki masih mengenakan baju golf dan mencari anaknya. Ayah Hwan Ki menyuruh Woo Il menuntunnya ke ruangan Hwan Ki. Woo Il meminta maaf karena tak bisa menagani masalah Hwan Ki. Woo Il memberitahukan,”Namun kata2nya tidak bocor keluar karena..”. Ayah Hwan Ki menyela,”Dimana sekretaris itu?. Bawa dia kesini sekarang!. Si mulut besar. Saya akan menangkasnya dan mencincang mulutnya dan menaruhnya di toples air asin”. Gyo Ri lalu memandangi ayah Hwan Ki dari kejauhan dan kaget mendengar hal itu. Gyo Ri begitu takut melihat wajah ayah Hwan Ki. Gyo Ri,”Saya bertaruh dia akan memecatku tanpa mengedipkan mata. Saya akan mati”, dan seseorang tiba2 saja muncul di hadapan Gyo Ri.

Ayah Hwan Ki mencari anaknya di ruangannya. Sementara Gyo Ri bertemu dengan Hwan Ki. Woo Il meminta ayah Hwan Ki untuk tenang, Woo Il yakin para wartawan mengejar Hwan Ki karena dia adalah anak anggota dewan. Woo Il mengaku memiliki rencana untuk mengubah masalah ini menjadi sebuah kesempatan. Woo Il berkata,”tantangannya hanyalah membujuk Hwan Ki”, Ayah Hwan Ki menanggapi,”Biarkan saya menangani dia”, lalu ayah Hwan Ki pergi.

Gyo Ri kaget melihat wajah Hwan Ki dan mengelak sudah melaporkan Hwan Ki ke pihak wartawan. Gyo Ri memalingkan wajahnya karena tidak berani memandangi Hwan Ki. Gyo Ri mengaku tidak memberitahukan sosok Hwan Ki kepada siapapun kecuali pada satu orang, Hwan Ki semakin curiga Ro Woon adalah orang yang melaporkannya ke pihak wartawan.

Gyo Ri menjadi sangat gelisah dan berjanji akan memberitahukan ke Hwan Ki nama orang yang pernah diajaknya ngobrol tentang pribadi Hwan Ki. Hwan Ki meminta Gyo Ri tenang, dan Hwan Ki tahu Gyo Ri tidak melakukan kesalahan apapun. Hwan Ki,”tak perduli apapun orang membujukmu, tetap bersikap tidak bersalah. Hanya dengan cara itu, kamu bisa bebas dari masalah ini”. Gyo Ri tak menyangka Hwan Ki kuatir padanya, dan Hwan Ki pun menghilang.

Woo Il bertemu dengan Gyo Ri. Woo Il mengaku kuatir dengan Gyo Ri yang melalui masa sukar ini, Woo Il menjelaskan,”Saya harap kamu bertemu denganku segera. Adalah bagus jika kamu belum tanda tangan perjanjian kerahasiaan ketika kamu bergabung dengan perusahaan. Jika kamu seperti ini, kamu akan dikenal sebagai pelapor pelanggaran dan tidak akan bisa mendapat pekerjaan lain”. Gyo Ri menanggapi,”Saya tidak pernah mengatakan apapun kepada orang lain”.

Woo Il pun ingin Gyo Ri terbuka dan Woo Il ingin tahu siapa lelaki mendatangi Gyo Ri di rumah sakit, Gyo Ri menjawab,”Dia adalah tuan Eun. Tuan Eun mengunjungiku di rumah sakit. Dia bahkan membawakanku bunga”. Gyo Ri terus meminta Woo Il percaya padanya bahwa dia tidak melaporkan Hwan Ki ke pihak wartawan. Dan Woo Il melihat jaket Hwan Ki di kaki Gyo Ri.

Hwan Ki berada di atas gedung BRAIN lalu melihat kartu pengenal jasa pengantar bunga. Muncullah masa silam 3 tahun lalu ketika Ji Hye berada di depan pintu ruangan Hwan Ki. Ji Hye mengetuk pintu ruangan Hwan Ki, Ji Hye,”Jika tidak ada hal lain yang anda suruh saya tangani, saya akan..”, Hwan Ki menyuruh Ji Hye masuk ke ruangannya. Hwan Ki lalu bertemu dengan Ji Hye, dan Hwan Ki sedang meraut sebuah pensil.

Ji Hye berujar,”ada sesuatu yang ingin Anda katakan padaku?. Anda sepertinya lagi dalam suasana hati tidak bagus hari ini”. Hwan Ki mengaku dia kehilangan manset (kancing) dan kini hanya memiliki satu manset (kancing). Hwan Ki menyuruh,”Bisakah kamu menemukan satunya?. Ji Hye menanggapi,”Anda kesulitan mengenakan kemeja. Jika Anda memberitahukanku Anda ingin mengenakannya…., namun Hwan Ki menyela,”Saya kira. Saya menyuruhmu sekarang”.

Ji Hye pun menelpon Ro Woon dan memberitahukan bahwa dia tak bisa melihat penampilan Ro Woon. Ro Woon tahu kakaknya bekerja di perusahaan PR terbaik di korea dan melayani CEO terbaik di Korea. Ro Woon,”Ibu dan ayah hanya perduli padamu, dan mereka tidak perduli dengan pertunjukanku. Saya tidak butuh bunga. Saya ingin kamu datang”.

Ro Woon menabrak seseorang tanpa sengaja dan hpnya rusak sehingga dia berhenti berbicara dengan Ji Hye.  Ji Hye lalu menelpon seorang  pengantar bunga, dan Hwan Ki melihat hal itu. Hwan Ki masuk ke dalam ruangannya sambil melihat mansetnya (kancing) yang lain.

Semua Dok Gambar tvN, Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*