Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Introverted Boss Episode 1 Bagian Pertama Drama Korea

Sinopsis Introverted Boss Episode 1 Bagian Pertama Drama Korea

Sumber Dok Gambar: tvN

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis Introverted Boss Episode 1 Bagian Kedua Drama Korea]

Disaat semua orang bahagia karna perayaan Hari Natal, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh seorang wanita yang menjatuhkan dirinya dari atap sebuah gedung tinggi.

D perusahaan BRAIN Kim Gyo Ri (Jun Hyo Seong) bergegas naik ke lantai atas menuju ruangan Hwan Gi (Yeon Woo Jin) untuk melaporkan sesuatu tapi saat mendekati ruangannya dia mengeluarkan high heelsnya dan berjalan mengendap-ngendap untuk tidak membuat keributan dan bahkan dengan suara pelan dia memanggil atasannya saat berdiri di depan pintunya.

Sementara itu, seluruh karyawan BRAIN sangat disibukkan untuk mempersiapkan materi dalam kompetisi PR Presentasi untuk Opera Skala Besar yang memasuki Hari-H.

Kim Gyo Ri diam-diam membuka sedikit pintu bosnya untuk mengintip, dan hanya mendapati sosok atasannya yang mengenanakan jaket tudung. Dia kembali menutup pintunya dan kemudian memberitahu atasannya  untuk datang ke latihan terakhir presentasi untuk projek besar mereka.

Tak ada respon sama sekali, dan Kim Gyo Ri (Jun Hyo Seong) yang kesal lantas bergumam, “Apa dia pikir dirinya adalah Elsa atau sesuatu?”

Namun beberapa detik kemudian, saat Hwan Ki keluar dari ruangannya, Kim Gyo Ri segera  berbalik memebelakanginya sambil menunduk karna tak berani memandanginya.

Woo Il (Yoon Park) tiba di kantor BRAIN dimana tim PR-nya telah mempersiapkan sebuah bahan persentasi yang sangat tebal sebagai materi yang telah mereka siapkan untuk memperebutkan sebuah projek ‘Opera,’ dan Woo Il optimis kali ini mereka bisa menglahkan para pesaing mereka dari perusahaan lain.

Woo Il berlatih melakukan presentasi di depan karyawannya, menjelaskan bahwa dalam pertunjukan operas dalam skala besar, yang berlangsung hanya dalam tiga hari yang membutukan penonton sebanyak 160,000, mereka akan mengerahkan beberapa metode periklanan melalui televisi, banner utama di situs portal, email dan sms, menggunakan semua outlet  untuk tujuan promosi, dan bahkan menggunakan selebriti terkenal dengan jumlah 10 juta follower sehingga mereka bisa menjangkau penonton yang lebih muda yang masih asing dengan opera, yang memakan biaya sekitar 10 juta dollar.

Selain itu, Woo Il menambahkan bahwa mereka akan bekerja sama dengan kafe top franchise untuk meningkatkan edisi terbatas menu tema opera, dan mereka akan menggelar mini konser untuk mematahkan pandangan orang-orang bahwa opera membosankan yang akan dilakukan di lokasi yang sibuk seperti Gwanghwamun Square, jalanan Hongdae, dan Sungai Han.

Woo Il berkata memiliki satu tujuan untuk membuat sebuah acara sukses, tidaklah cukup, mereka harus menggambar gambar yang lebih besar yang sesuai dengan pertujnukan ini. Woo Il menyudahi persentasinya, dan menutupnya dengan ucapan: “Saya CEO Brain, Kang Woo Il. Terima kasih,” yang disambut dengan sorak sorai dari para bawahannya  karna melihat persentasinya cukup meyakinkan. Meskipun dari belakang, Hwan Gi malah menggeleng-gelengkan kepalanya, dan memanggil Woo Il.

Mereka di tempat persentasi, dan asisten tim PR Woo Il mendapati bahwa pesaing mereka dari  perusahaan periklanan lain ternyata memiliki konsep yang sama persis dengan milik mereka sehingga membuat mereka kalang  kabut. PR  dari perusahaan YM Marketing merasa telah berada di atas awan, dan bahkan meremehkan Woo Il dan timnya.

Berada di atas panggung untuk memperlihatkan strategi  periklanan mereka, sesaat Woo Il hanya diam di atas panggung dan tiba-tiba saja menyobek beberapa halaman persentasinya.

Di awal persentasinya, Woo Il mengambil contoh seorang temannya yang sangat keras kepala, yang suka menonton acara musikal tapi tidak pernah menonton opera dan melihat berbagai iklan untuk opera mereka di TV, banner di stus portal, email dan bahkan sms.

Woo Il bertanya, “Apa teman saya akan datang ke opera itu?” Ia mencoba menganalogikan berapa banyak biaya yang akan mereka habiskan untuk beriklan dalam berbagai media, dan bahwa orang awam tidak bisa tiba-tiba langsung jatuh cinta setelah opera selama beratus-ratus tahun telah stagnan. Sehingga Woo Il memberikan sebuah solusi bahwa mereka tidak seharusnya menghabiskan dana mereka untuk seseorang yang tidak suka dengan opera, sebaliknya menghabiskan sebagian dana mereka pada orang-orang yang suka dengan opera.

Woo Il berkata, “Dunia tidak bisa berubah meskipun kita berusaha mencobanya. Tidak ada alasan untuk melakukan itu.” Dia berkata mereka hanya perlu mengumpulkan 160,000 orang untuk mengisi kursi penonton, dan sebaiknya melupakan strategi yang mewah itu, dan ia sepenuhnya yakin mereka telah menyadari kepada siapa dan bagaimana mereka seharusnya mengeluarkan biaya marketing mereka.

Pihak penyelenggara opera tampak begitu tertarik dengan presentasi yang ia jabarkan, dan Woo Il menambahkan bahwa yang mereka butuhkan hanya 20 persen dari biaya pemasaran mereka. Usai melakukan persentasinya, beberapa karyawan BRAIN yang datang bersamanya sangat optimis, sementara Hwan Gi diam-diam juga ikut menyaksikan persentasinya dari kursi belakang.

Asistem Tim PR yang ikut bersamanya, memuji Woo Il bahwa dia sangat pintar, tegas dan berkarisma.

Meskipun sukses, seorang wakil dari para investor bertanya dengan penuh penasaran, bahwa dia telah mendengar beberapa rumor di lantai atas tentang pemimpinnya. “Orang seperti apa dia?,” tanya pria ini.

Woo Il hanya membalas dengan sebuah senyuman, sementara Hwan Gi keluar dari ruangan itu dengan kesan misteriusnya dengan mengenakan sebuah jaket tudung untuk menutupi wajahnya.

Dan kita mendengar sebuah suara bernarasi, “Dia hantu. Dia bukan manusia. Jangan pernah melihat matanya. Jika mata kalian bertemu, jantung kalian akan membeku, dan dia akan melihat tepat ke arahmu. Sebenarnya tidak banyak orang yang telah melihatnya, bahkan termasuk para pegawainya. Dia seorang co-CEO, tapi dia menyembunyikan dirinya seperti hantu. Ada beberapa rumor yang beredar  mengapa dia menyembunyikan wajahnya. Beberapa percaya bahwa dia memiliki bekas luka di wajahnya sama seperti Opera Phantom. Tapi sesungguhnya adalah tidak setragis atau seindah drama musikal. Berkat ayahnya, dia mengambil alih agensi PR terbaik di negara ini. Dan untungnya dia memiliki seorang teman yang cerdas. Sementara pria tak beruntung itu bekerja keras, pria beruntung itu menghitung uangnya di kamarnya yang menyenangkan.”

Kembali flashback sebelum presentasi Woo Il dimulai. Woo Il datang menghadap Hwan Gi di ruangannya, dan bertanya apa sebenarnya yang ia inginkan – setelah menolak ide periklanan yang mereka ajukan.

Woo Il bertanya apa Hwan Ki tidak ingin mempromosikan opera ini, dan mengingatkan bahwa agensi mereka telah menanjak sekarang. Tapi Hwan Ki berkata bahwa dia tahu Woo Il hanya mau pamer. Woo Il bertanya apa dia  akan kembali berkotbah mengatakan bahwa mereka seharusnya memastikan stabilitas internal.

Sambil menyerut pensilnya, Hwan Gi berkata bahwa karyawan mereka telah terlalu memiliki banyak projek,  dan Woo Il bertanya, “Apa yang telah kau lakukan jika kau sangat perduli dengan mereka. Kau hanya meliburkan karyawanmu yang bekerja keras.”

Woo Il memukul mejanya dan berkata bahwa tersisa satu jam lagi untuk persentasi. Tapi Hwan Gi tiba-tiba berkata, “Kita tidak bisa mengubah dunia. Dan kita tidak harus melakukannya,” dan menambahkan bahwa mereka seharusnya menghabiskan uang  pada mereka yang sebelumnya telah menonton opera.

Dia memberitahu Woo Il untuk melupakan strategi mewah itu, dan menunjukkan strategi marketingnya yang telah ia susun. Hwan Ki membagi mereka ke dalam tiga golongan yakni pecinta opera, orang-orang yang telah menonton opera setidaknya satu kali, dan mereka seharusnya fokus kepada para pencinta budaya dan mengeluarkan biaya mereka kepada orang-orang tersebut.

“Apa sekarang kau melihat kepada siapa dan bagaimana sebaiknya kau menghabiskan uangmu pada biaya pemasaran?,” tanya Hwan Gi.

Kembali ke masa sekarang. Hwan Ki duduk di kursi penonton menyaksikan sebuah acara opera, dan setelah acara itu selesai, dia datang ke belakang panggung sambil membawa bunga di tangannya untuk diberikan pada seorang wanita cantik, yang merupakan pengisi opera tadi, yang tidak lain adalah Ro Woon (Park Hye Soo).

Hwan Gi melepaskan tudung jaket yang ada di kepalanya, dan menghampiri Ro Woon, tapi tiba-tiba saja dia terkejut saat seorang pria bertanya, “Siapa yang anda cari?” Hwan Gi gugup, sehingga ia memberikan bunga itu padanya dan bergegas pergi.

Ia berjalan keluar dari ruangan itu dengan murung, dan sesaat setelah melihat orang banyak di depannya, dia menjadi canggung dan bergegas memakai topi dan tudung jaketnya untuk menutupi wajahnya.

Sementara itu, Ro Woon menantikan kiriman bunga dari seorang pengagum rahasianya yang ia beri julukan “Tuan Smith.” Sesaat setelah kiriman bunga itu datang, seorang rekannya curiga melihat orang itu selalu mengirimkan bunga disetiap acaranya tanpa meninggalkan nama atau nomor telponnya, padahal Ro Woon hanya memainkan peran kecil.

Ro Woon merespon, “Seberapa mencurigakannya ia, ini akan menjadi hadiah terakhir darinya.” Dia telah memutuskan akan berhenti sebagai pemain opera karna telah mendapatkan sebuah pekerjaan baru.

Dia kemudian meletakkan kiriman bunganya di atas meja riasnya, dan berterima kaih karna berkat kiriman bunganya dia bisa bertahan. Rekan Ro Won bertanya mengapa dia tiba-tiba memutuskan untuk  berhenti, tapi dia tak berkata apa-apa dan hanya memandangi bunganya.

Hwan Gi datang ke sebuah taman dan berbicang dengan seorang penasihatnya’ dari balik tembok yang terpisah. Dia memberitahu ‘Ahjumma’ bahwa dia tidak bisa melakukan sesuai sarannya untuk memberikan kiriman bunganya secara langsung dan berkata, “Saya adalah penggemarmu” pada Ro Woon.

Hwan Gi berkata dia tak mengerti mengapa harus melakukannya, tapi Ahjumma berkata hal yang alami untuk mengungkapkan emosi itu ketika kau menyukai seseorang. “Saya tidak ingin dia tahu wajahku atau namaku. Seorang penggemar tanpa nama. Saya ingin tetap menjaga jarak itu darinya,” ucap Hwan Gi.

Ahjumma  menebak bahwa Hwan Gi menyukainya lebih dari seorang penggemar karna dia merasa ada begitu banyak artis terkenal, tapi mengapa dia harus menjadi penggemar dari seorang aktris yang tak memiliki nama, dan dia yakin pasti ada cerita di balik itu.

Hwan Gi hanya diam, sampai membuat Ahjumma bingung harus berbuat apa. Tapi satu hal yang ia tahu pasti bahwa wanita itu memegang kunci dari masalahnya bahwa semakin dalam perasaan Hwan Gi padanya, semakin sulit untuk menghadapinya.

Dia memberitahu Hwan Gi untuk memberitahu wanita itu bahwa dia adalah penggemarnya, dan bahwa jika dia menyelesaikan misi itu, maka Hwan Gi akan mendapatkan dorongan kepercayaan diri dalam interaksi sosialnya.

Ahjumma berusaha memberikan contoh bahwa jika Hwan Gi menginjak pedal sepedanya setiap hari, maka sepeda itu akan terus bergoyang tanpa terputus – tapi Hwan Ki berkata dengan nada yang datar, “Saya tidak naik sepeda.”

Dia kembali mengambil contoh diare – bahwa setelah sesendok makanan itu berhasil keluar, dia bisa mengosongkan semudah mungkin mangkuknya – dan Hwan Ki kembali berkata dengan nada yang datar, “Saya seorang pria yang sehat.” Ahjumma dibuat prustasi dan bertanya, “Kita telah melakukan ini selama tiga tahun. Mari kita mendapatkan hasil disini. Juga sampai kapan kita berbincang seperti ini?”

Sesuai saran ‘Ahjumma’, dia terus berlatih mengucapkan ‘Saya adalah penggemarmu’ sambil  berenang dan tak menyangka tiga wanita cantik mengenakan bikini malah datang menghampirinya.

Usai berenang, Hwan Gi kembali ke kantor. Saat masuk ke dalam lift untuk naik ke lantai, Woo Il kebetulan masuk ke lift yang sama dan memberitahunya bahwa dia kembali telah melewatkan makan malam bersama para pegawai mereka kemarin malam.

Flashback: Hwan Gi datang di restoran tempat para karyawan merayakan kesuksesan presentasi mereka, sayang dia tak berani menghampiri mereka dan hanya bersembunyi dibalik tiang. Dia mendengar karyawannya yang berpendapat bahwa dia tak melakukan apa-apa, dan bahwa kesuksesan persentasi kali ini adalah berkat kerja keras Woo Il.

Woo Il berdiri dari tempat duduknya dan  berkata bahwa Eun (Hwan Gi) adalah sahabatnya dan meminta mereka untuk tidak menjelek-jelekkannya. Hwan Gi mengurungkan niatnya menemui mereka, dan hanya mendengar karyawannya mengelu-elukan nama ‘Woo Il.’

Kembali ke masa sekarang. Hwan Gi berkata dia lelah, dan Woo Il melaporkan bahwa dia telah memberitahu semua orang bahwa  presentasi itu adalah idenya, beralasan bahwa hal itu ia lakukan karna berpikir mereka semua akan  marah jika tahu Hwan Gi telah mengubah semuanya, dan Hwan Gi hanya berkata bahwa dia telah melakukan hal yang tepat.

Sesampainya mereka di lantai atas, telah ada Kim Gyo Ri yang menungguinya untuk memberikan surat pengunduran dirinya. Kim Gyo Ri minta maaf dan berkata dia tidak bisa melakukan ini lagi, dan Hwan Gi bertanya dengan bingung, “Mengapa kau mau pergi?”

Gyo Ri mundur beberapa langkah karna ketakutan saat menatap matanya sehingga Woo Il menyuruh Hwan Gi masuk  lebih dulu ke kantornya untuk berbicara pada sekertarisnya.

Setelah Hwan Gi pergi, Gyo Ri berkata, “Saya bahkan bukan sekertarisnya. Saya hanya penjaga gerbangnya. Tidak, saya kunci pintu hidup. Saya bahkan tak bisa bernafas ketika berada disini. Saya ingin hidup.”

Woo Il memegang pundaknya dan meyakinkannya bahwa dia telah melakukan pekerjaannya dengan  sangat baik sejauh ini, dan meminta Gyo Ri bertahan  sedikit lagi untuknya.

Hwan Gi diam-diam menguping pembicaran mereka dari balik pintunya, dan kemudian teringat saran ‘Ahjumma’ bahwa dia harus memberitahu wanita itu bahwa dia adalah penggemarnya, dan bahwa apabila dia  berhasil menyelesaikan misi itu, dia akan mendapatkan dorongan kepercayaan diri dalam interaksi sosialnya.

Dia berdiri di depan cermin dan berlatih mengucapkan, “Aku adalah penggemarmu.” Hwan Gi kemudian datang ke sebuah salon untuk mengubah potongan gaya rambutnya.

Penampilan Hwan Gi telah berubah, dan dia juga telah mempersiapkan seikat bunga yang ia letakkan di kursi mobilnya yang akan ia berikan pada Ro Woon  dan memberitahunya bahwa dia adalah penggemarnya.

Sambil mengemudikan mobilnya, dia berulang kali berlatih mengucapkan ‘Saya adalah penggemarmu.’ Hwan Gi tersenyum tipis saat membayangkan dirinya memberikan seikat bunga pada  Ro Woon, sampai dia tak menyadari lampu jalan berwarna merah dan pada akhirnya tanpa sengaja menabrak sebuah mobil yang ada di depannya.

Hwan Gi begitu terkejut saat pemilik mobil itu adalah wanita pemain opera yang ia idolakan selama ini. Ro Woon keluar dari mobilnya dan mendapati bumper bagian belakang mobilnya lecet, sementara Hwan Gi bingung apa yang harus ia lakukan.

Ro Won mengetuk-ngetuk  kaca pintu mobilnya untuk berbicara kepada si pengendara mobil, sementara di dalam mobil Hwan Gi akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan bahwa dia adalah penggemarnya. Dia mengumpulkan keberaniannya, sementara Ro Won kesal karna si pengenadara  tak kunjung keluar dari mobilnya.

Dia berteriak dengan suara keras, “Jangan mencoba untuk mengabaikanku. Ini 100 persen salahmu,” sampai mengagetkan Hwan Gi  dan membuatnya terpaksa mengurungkan niatnya untuk memberikan bunga yang telah ia siapkan.

Dia mengeluarkan uang dari dompetnya dan membuka sedikit kaca mobil jendelanya untuk diberikan pada Ro Woon sebagai ganti rugi, tapi hal itu malah membuat Ro Woon tersinggung. “Kau bahkan tidak minta maaf.  Kau siapa? Apa kau pikir uang adalah segalanya? Apa kau sedang meremehkanku karna mobilku murah?”

Hwan Gi  menolak untuk membuka pintu mobilnya, sementara Ro Woon melemparkan uang yang diberikan padanya, dan uang itu terhambur di jalan.

Dalam keadaan terdesak, Hwan Gi membunyikan mesin mobilnya dan pergi untuk menghindar darinya, tapi Ro Woon  mengikutinya dan menancap kencang gas mobilnya.

“Apa ini  yang tercepat yang bisa kau laju dengan mobil mahal itu,” gumam Roo Won.

Untungnya mobil Hwan Gi berhasil lolos saat lampu jalan berwarna merah sementara mobil Roo Won harus tertahan. Namun dia terkejut mendapati mobil si penabrak terparkir di depan gedung ‘BRAIN,” tempat kerja barunya. Dia menebak dari mobil mahalnya bahwa si pengemudi memiliki jabatan yang tinggi di perusahaan ini sehingga dia bergumam dengan nada yang menyesal, “Saya akan menjadi pegawai yang baik dihari pertamaku.”

Seorang karyawan BRAIN menegur Ro Woon saat menyentuh mobil Hwan Gi dan memberitahunya bahwa itu adalah mobil CEO. Ro Woon sekali lagi bertanya, “Mobil siapa ini?” dan  pria itu mengkonfirmasi bahwa CEO  tidak suka jika seseorang mengawasinya.

Sumber Dok Gambar: tvN

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*