Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Introverted Boss Episode 2 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis Introverted Boss Episode 2 Bagian Kedua Drama Korea

Sumber Dok Gambar: tvN Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis Introverted Boss Episode 2 Bagian Pertama Drama Korea ]

Hwan Gi naik di atap gedung BRAIN tempat Ji Hye menjatuhkan dirinya dan berkata minta maaf dengan suara yang keras, dan tepat di bawahnya kebetulan ada Ro Woon. Ro Woon menyusulnya ke atas dan bertanya, “Kamu minta maaf untuk apa?”

Hwan Gi terkejut mendengar suaranya, dan tiba-tiba saja tubuhnya hampir terjatuh ke bawah untung saja ada Ro Woon yang menarik bajunya. Mereka berdua terjatuh, dan saat mata mereka bertatapan, seketika itu Hwan Gi segera memalingkan pandangannya darinya.

Dia begitu panik, sementara Ro Woon mengira tadi dia berpikir untuk menjatuhkan dirinya. Hwan Gi mengeluh kesakitan atas lengannya yang ditindisi oleh Ro Woon sehingga ia bangun, dan kemudian Hwan Gi bergegas pergi dari hadapannya.

Sejenak Hwan Ki berpikir dalam hatinya saat menuruni anak tangga, “Mari kita lakukan seperti apa yang ia inginkan. Maka semuanya akan kembali sebagaimana mestinya.”

Sebelum bersiap menemui para wartawan, Hwan Gi berlatih di depan kaca untuk mengucapkan, “Terlepas dari perhatianku. Pada akhirnya saya melukai seseorang. Saya mengakui itu sesuatu yang tak dapat kuhindari. Saya merenungkan itu. Saya minta maaf.”

Ro Woon,  Yoo Hee dan Sun Bong melihat persiapan yang dilakukan oleh Nona Park dan kedua asistennya. Sun Bong berkata, “Saya berharap  dia akan datang. Ro Woon bertanya, “Siapa?” dan Yoo Hee menjawab, “Hantu penthouse. Monster tersembunyi yang bersembunyi dibelakang sebuah tabir.”

“Tentu saja dia harus ada disini,” ucap Ro Woon. “Orang yang bertanggung jawab seharusnya ada disini.” Sebaliknya, Yoo Hee dan Sun Bong skeptis atasan mereka akan datang untuk minta maaf, tapi Ro Woon berkata bahwa belakangan ini menjadi sebuah tren bagi seorang CEO untuk minta maaf bahkan ketika masalah kecil muncul.

Ro Woon berkata dia akan muncul jika memang dia manusia, tapi Sun Bong menggodai Ro Woon, “Dia bukan manusia. Dia zombie.”

Hwan Gi turun ke bawah dengan pakaian rapi, sambil berlatih kata-kata yang akan diucapkannya di depan wartawan — meskipun tubuhnya gemetar ketakutan sesaat setelah melihat orang-orang itu telah berkumpul. Dia mengumpulkan seluruh kekuatannya, dan berjalan menghampiri mereka, namun Woo Il tiba-tiba muncul untuk menghalanginya.

Hwan Gi menjelaskan bahwa dia sendiri yang akan meminta maaf pada semua orang, namun Woo Il malah menariknya  kembali ke ruangan kantornya.

“Saya yang akan mengurusnya. Kau bisa bersembunyi dibelakangku,” ucap Woo Il. Hwan Gi berkata dia tahu Woo Il telah banyak menutupinya, tapi kali ini dia akan  melakukannya sendiri. Woo Il bertanya dengan kondisi seperti itu.

Hwan Gi berkata dia akan dengan jujur mengakui kesalahannya, dan Woo Il memperingatkan bahwa hal itu mungkin kembali akan mengungkit apa yang terjadi tiga tahun yang lalu. “Apa kau juga akan jujur tentang hal itu?,” tanya Woo Il.

“Apa itu yang kau takutkan?,” tanya Hwan Gi, dan Woo Il tak merespon.

Woo Il bertanya apa Hwan Gi sebelumnya pernah datang ke kantornya sebelumnya. Dia berkata  bahwa dibandingkan dengan penthouse milik Hwan Gi, miliknya mirip seperti rumah anjing, tapi dia tak perduli.

Dia memberitahu Hwan Gi bahwa orang-orang memberitahunya bahwa dia berusaha keras untuk memberikan keuntungan pada temannya yang kaya raya sehingga dia tidak seharusnya bekerja jeras karna uang itu tidak akan pernah menjadi miliknya: “Uang itu akan pergi ke hantu CEO.”

Woo Il berkata tak perduli apa yang mereka katakan, dia selalu berusaha membuat segala hal menjadi lebih mudah untuknya dan menutupi kelemahannya: “Sama seperti kau menutupi rahasiaku.” Hwan Gi menghela nafasnya dan berkata, “Jangan khawatir. Apa yang terjadi tiga tahun yang lalu akan tetap tersembunyi.”

Dia meminta Woo Il untuk setidaknya membiarkan dirinya berbicara pada orang-orang, dan Woo Il berkata, “Ini bukan seperti dirimu. Apa kau benar-benar Hwan Gi?”

Hwan Gi: “Saya harus melakukannya sampai akhir?”

Woo Il berkata dengan nada yang meluap-luap: “Tidak ada yang akan berakhir. Saya akan memastikan tidak akan ada yang berakhir. Percaya saja padaku. ”

“Apa kau benar-benar bisa berdiri di depan orang-orang itu? Apa kau benar-benar bisa mengungkapkan pendapatmu dengan benar di depan semua orang?” tanya Woo Il.  Dia menantang Hwan Gi bahwa jika dia sepercaya diri itu untuk tidak membuat dirinya tampak bodoh, dia bisa melakukannya. Dan Hwan  Gi hanya diam.

Dia setuju untuk mundur dari posisinya sebagai CEO untuk sementara waktu, meskipun Woo Il meyakinkannya bahwa itu hanya sebuah formalitas. Dia kemudian memberitahu Hwan Gi bahwa sebagai gantinya dia harus bertanggung jawab atas sebuah projek baru, dan bahwa ayahnya akan memberitahu rinciannya.

Hwan Gi protes karna mereka berdua telah memutuskan apa yang harus ia lakukan tanpa sepengetahuannya, dan Woo Il meyakinkan Hwan Gi bahwa dia telah berusaha keras menenangkan ayahnya.

Bukan CEO Hwan Gi yang datang seperti harapan Ro Woon, tapi malah Gyo Ri sekertaris Hwan Gi, yang harus mengklarifikasi semuanya di depan wartawan bahwa artikel yang beredar sama sekali salah. Dia mengklarifikasi bahwa dia masuk rumah sakit karna penyakit kronisnya, dan bahkan menjelaskan kebaikan Hwan Gi yang datang menjenguknya di rumah sakit.

Gyo Ri bergegas meninggalkan konferensi pers dengan dibantu oleh dua rekannya saat para wartawan ingin menanyakan lebih lanjut  apa ada perlakukan kasar yang telah ia terima. Setelah Gyo Ri pergi, Woo Il datang dan memperkenalkan dirinya sebagai CEO BRAIN di depan para reporter, dan bersedia untuk menjawab semua pertanyaan perihal kondisi pegawainya.

Woo Il menjelaskan bahwa saat ini Hwan Gi sedang berada di luar negeri, dan sebaliknya Ro Woon yang juga berada disana berpikir dalam hatinya, “itu bohong.”

Sementara Hwan Gi tengah bermain tenis berama ayahnya, dimana ayahnya  memborbardirnya dengan  lemparan bola tenis yang bertubi-tubi dan Hwan Gi kesulitan memukulnya, malah bola itu sesekali mengenai tubuhnya. Ayah berkata dengan ketus: “Kau terjebak di ruanganmu setiap hari. Apa kau menyebut dirimu seorang pria?”

“Apa kau  tidak bisa melakukan lebih baik?,” tanya Ayah Hwan Gi. “Kau bilang kau cukup hebat ketika bermain melawan dinding. Golf dan tenis. Olahraga yang sesungguhnya membiarkanmu bergaul dengan orang lain. Mengapa kau membuat dirimu tampak bodoh kapanpun orang lain melihatmu? Mengapa kau selalu takut di depan orang?”

Kembali ke konferensi pers. Seorang wartawan bertanya mengapa Hwan Gi tidak pernah muncul di depan orang, dan Woo Il hanya menjelaskan bahwa dia dan Hwan Gi telah membagi pekerjaan mereka dimana Hwan Gi mengurus masalah internal perusahaan, sementara dia mengurus bisnis eksternal.

Seorang reposter kemudian mengungkit kejadian tiga tahun lalu ketika seorang sekertaris Hwan Gi melompat dari kantor atap gedung, dan Woo Il segera berkomentar bahwa hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan ini. Dia membantah rumor yang berkembang bahwa Hwan Gi sulit berkomunikasi, dan mengumumkan pengunduran diri Hwan Gi dari posisinya sebagai CEO.

Hwan Gi duduk bersama ayahnya di tempat sauna, dan diberitahu bahwa dia akan  bertanggung jawab atas sebuah tim untuk sebuah venture yang akan dimulai oleh perusahaan. “Keluar dari telur. Terlahir kembali,” ucap Ayah. Hwan Gi berkata dia tak bisa melakukannya, dan Ayah memperingatkan bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya, karna jika tidak dia akan memberikan perusahaan pada Woo Il.

Hwan Gi berkata dia tidak tertarik untuk mengambil alih perusahaan, yang hanya menyulut amarah ayahnya. Hwan Gi berkata dia lebih suka melakukan sesuatu sendirian, dan Ayah berkata dengan ketus, “Mulai dari sekarang, kau tidak bisa melakukan apapun sendirian,” dan kemudian memanggil dua orang pria bertubuh kekar duduk di dekatnya.

Woo Il menjelaskan di depan wartawan bahwa di perusahaan mereka tidak ada hubungan yang hirarki, dan Hwan Gi akan menciptakan lingkungan yang horizontal  sebagai pemimpin tim yang komunikatif yang akan mengembangkan  hubungan dengan pekerja mereka.

Meskipun Sun Bong berkomentar cara itu cukup cerdas dimana Hwan Gi menghindari konferensi pers, dan menurutnya itu hanya ucapan belaka bahwa dia akan mundur dari posisinya.

Woo Il memberitahu wartawan bahwa keputusan ini telah disetujui oleh ayah Hwan Gi sebagai pendiri perusahaan, dan kemudian meminta maaf sambil membungkukkan badannya. Sikapnya berhasil merebut hati karyawan lainnya, meskipun Ro Woon masih tak puas karna Hwan Gi tidak pernah muncul disini.

Ro Woon datang ke ruangan Gyo Ri dan bertanya mengapa dia melalukan ini.  Ro Woon menebak bahwa Woo Il yang menyuruhnya berbohong, dan mengungkit bahwa Hwan Gi bahkan tidak keluar dari ruangannya ketika dia hampir meninggal di depan kantornya.

Gyo Ri berkata bahwa artikel itu keluar tanpa maksud apapun, dan meminta Ro Woon untuk menutup rapat mulutnya kecuali dia menginginkan mereka berdua dihukum. Ro Woon menduga bahwa Gyo Ri telah diberi uang tutup mulut. Dia bertanya, “Berapa banyak yang diberikan padamu?.”

Gyo Ri diam dan Ro Woon menebak uangnya cukup banyak sehingga dia menyerahkan hati nuraninya. “Ya, saya menjual hati nuraniku,” ucap Gyo Ri. “Apa yang harus kulakukan. Karna beberapa misionaris keadilan, saya  kehilangan pekerjaanku. Hati nuraniku adalah satu-satunya yang bisa kujual.”

Ro Woon meyakinkannya bahwa dia bisa mendapatkan pekerjaan lain, dan Gyo Ri bertanya siapa yang akan merekrut seseorang yang membongkar aib perusahaan ke depan publik. Ro Woon berkata bahwa dia hanya ingin membantunya karna  Gyo Ri bahkan tak berani menatap atasannnya ketika berbicara padanya, namun sebaliknya sambil menangis Gyo Ri berkata bahwa dengan melakukan hal itu, setidaknya dia bisa membelikan makanan untuk keluarganya dan membayar tagihan listrik.

Melihat nasib Gyo Ri, mengingatkan Ro Woon pada kakaknya Ji Hye. Dia berpikir dalam hatinya bahwa dulu kakaknya pasti sama tertekan sampai tidak bisa menahannya, dan memilih bunuh diri.

Sementara itu, saat tubuh Hwan Gi digosok oleh seorang pria di tempat sauna, dia berusaha berpikir positif ditengah tubuhnya yang kesakitan karna pria itu menggosoknya dengan sangat keras – bahwa pria ini pasti sangat ahli sehingga tahu intensitas yang tepat untuk menghilangkan kulit mati.

Dia menduga-duga apa pria ini berusaha melepaskan stresnya sehingga menggosoknya sekeras yang ia bisa – entah itu karna salah satu anggota keluarganya sedang sakit sehingga putus asa dengan biaya rumah sakit. Dia berusaha sekuat tenaganya, sampai dia akhirnya tak tahan lagi dan berteriak kesakitan di depannya. Sayang pria ini malah memberitahu Hwan Gi, “Ya Tuhan. Seharusnya kau memberitahuku jika sesakit itu.”

Ro Woon minum bersama Reporter Woo dan mengungkit kejadian yang terjadi hari ini di kantornya. Ro Woon berkata bahwa Woo Il adalah kuda hitam  yang telah bersiap untuk setiap skenario yang memungkinkan, dan Reporter Woo menilai bahwa semua orang di perusahaan mengharapkan sebuah skandal seperti itu.

Ro Woon berasumsi bahwa mereka mungkin mulai bekerja dalam rencana itu tiga tahun yang lalu, dimana orang-orang menyebutnya strategi manajemen krisis paling tepat dan memuji kompetensi BRAIN, dan pada akhirnya Ro Woon berpendapat mereka malah memberikan keuntungan bagi mereka.

Reporter Woo memberitahu Ro Woon bahwa tidak mudah untuk meruntuhkan mereka, terlebih lagi dengan ayah Hwan Gi yang maju dalam pemilihan sebagi walikota di Seoul. Ro Woon optimis, berkata bahwa dia akan meruntuhkan mereka termasuk ayah Hwan Gi yang meletakkan sendok perak di  mulutnya, terlepas dari statusnya sebagai calon walikota.

Reporter Woo menyarankan agar Ro Woon meninggalkan perusahaan karna khawatir dia bisa berada dalam bahaya, tapi Ro Woon berkata, “Mereka telah menghancurkan keluargaku.” Dia kembali meneguk soju dan berkata bahwa hal yang paling membuatnya marah adalah psikopat itu ‘merujuk pada Hwan Gi’ tidak muncul dan malah menugaskan Woo Il minta maaf.: “Dia bersembunyi di belakang Kang Woo Il, bahkan seujung jarinya pun tidak tampak.”

Perusahaan telah membuka perekrutan yang akan bergabung dalam tim baru “Hwan Gi.” Jeong dan Lee tidak tertarik, sebaliknya Yeo Hoo berniat untuk masuk ke dalam timnya karna beranggapan tim itu kelihatannya mudah, dimana dia tak perlu membuatnya kesal dan hanya perlu menyanjungnya setiap saat – sampai Sun Bong memperingatkan apa Yeo Hee ingin  menjadi pengangguran selamanya. Sung Bong berkata bahwa ia yakin bahwa proyeknya akan segera dibatalkan, dan menambahkan bahwa Woo Il mencoba menjatuhkannya dengan cara yang lebih sopan.

Hwan Gi diam-diam menguping pembicaraan mereka, sementara Yeo Hee setuju bahwa bergabung dengan tim itu sama artinya dengan kematian, sehingga ia yakin tidak ada yang akan bersedia untuk melamar. Ro Woon tiba-tiba mengangkat tangannya, dan berkata, “Aku.”

Yoo Hee mengabaikan ucapannya dan kemudian memerintahkan Roo Won untuk mengirim semua barang-barang aksesoris berupa tas, sepatu dan perhiasan ke lokasi pemotretan memakai kurir ekspres dan memastikannya tidak rusak.

Dia berpesan agar Ro Woon menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu karna orang-orang dalam  industri fashion sudah terkenal akan ketidak sabarannya. Yoo Hee  berbisik pada Ro Woon bahwa dia akan memberinya kesempatan menjadi bos, dimana dia hanya bisa bersikap bossy (sok) pada kurir, dan seketika itu dia teringat dengan pria aneh yang ia temui di atas atap. Yoo Hee mengingatkan agar Ro Woon memerintah mereka dengan tegas.

Ro Woon membawa barang-barang itu di tangannya, dan kebetulan bertemu dengan Hwan Gi di depan saat keluar dari ruangan tim PR. Hwan Gi jadi canggung di depannya dan berusaha menghindar, dan Ro Woon bertanya, “Mengapa kau tak sanggup menatapku?” Dia menduga pria yang berdiri di depannya adalah kurir baru, dan menilai dalam pikirannya bahwa dia  adalah pria yang cukup aneh karna tidak berani  berkontak mata dan hanya terus menunduk.

Ro Woon lantas berpura-pura matanya kemasukan sesuatu, sehingga Hwan Gi menatapnya untuk melihat keadaannya dan tiba-tiba saja Ro Woon berkata sambil tersenyum: “Saya lebih suka kau menatapku seperti ini.”

“Takut apa sih?” tanya Roo Won. “Memang mataku memancarkan sinar laser, huh?” Ro Woon kemudian memberikan aksesoris tersebut pada Hwan Gi dan memerintahkannya untuk sampai dalam satu jam untuk pemotretan di Danau Taman Ilsan Dong, sementara Hwan Gi tak mampu menolak di depannya.

Hwan Gi  meletakkan barang-barang itu di kursi belakang mobilnya, dan memakan waktu yang cukup  lama untuk merenung apa dia harus mengantarkan barang-barang itu  ke tempat pemotretan. Awalnya dia  bermaksud tidak akan membawa barang-barang aksesoris itu ke tempat pemotretan meskipun menyadari bahwa Ro Woon bisa saja dipecat karna membuat masalah, namun pada akhirnya dia mengemudikan mobilnya dengan kencang menuju tempat pemotretan.

Ro Woon tiba di lokasi pemotretan dan mendapati bahwa kurir yang ia perintahkan untuk mengirimkan barang-barang aksesoris belum juga sampai. Ro Woon berkata dia tak punya nomor telpon kurir itu untuk bisa dihubungi sehingga Nona Park bertanya siapa dia dan dari perusahaan mana, dan Ro Woon menjawab bahwa orang itu baru dan kelihatan bukan orang jahat.

“Apa itu sebabnya kau tidak menanyakan soal perusahaannya sama sekali,” tanya Nona Park dengan ketus.  Mereka dibuat kalang kabut, sementara Hwan Gi malah terjebak macet di jalan. Dia memutuskan keluar dari mobilnya, dan segera berlari dengan kencang untuk bisa sampai tepat waktu di tempat pemotretan.

Ro Woon ditegur setelah Jung dan Lee mengkonfirmasi bahwa tidak ada perusahaan manapun yang membawa barang-barang mereka. Nona Park khawatir barang-barang mahal itu telah dicuri oleh si kuriri sehingga memerintahkan kedua asistennya untuk menghubungi polisi.

Ro Woon melarang Nona Park menelpon polisi dan memintanya untuk menunggu sebentar kurir itu, tapi sebaliknya Nona Park malah menuduhnya telah bekerja sama untuk mencuri barang-barang mahal itu.

Ro Woon membantahnya, dan Yoo Hee berusaha membela Ro Woon namun pada akhirnya dia malah diomeli: “Tidak bisa ya kau bicara sopan padaku padahal banyak orang disini? Kita memang teman satu sekolah, tapi aku tidak akan melepaskanmu kali ini. Kau mengerti Nona Dang?”

Ro Woon teringat saat mendengar kurir itu mengucapkan maaf saat di atas atap, sehingga mendorongnya untuk memohon pada Nona Park mempercayai kurir itu. Nona Park tak percaya dia bisa keras kepala seperti ini, dan Ro Woon memohon agar dia memberinya waktu untuk menemukannya dan tidak menelpon polisi.

Ro Woon segera pergi untuk mencari keberadaan kurir itu alias Hwan Gi di sekitar taman  tempat pemotretan mereka, sementara Hwan Gi telah tiba di sekitar taman, dan bahkan dengan sigap menghindar saat sebuah sepeda motor hampir menyerempet barang-barangnya.

Ro Woon bingung dia ada dimana, sampai akhirnya Hwan Gi muncul di depannya. Ro Woon sangat bahagia, dan dia segera berlari menghampirinya sambil berteriak: “Aku sudah menunggumu.”

“Terima kasih sudah datang. Aku percaya padamu Aku tahu kau pasti datang.”

Sementara Hwan Gi  berkata dalam pikirannya sambil berlari menghampiri Ro Woon, “Aku seharusnya tidak datang kemari. Aku semestinya tidak boleh berada di dekatnya. Aku semestinya tidak pernah mengusiknya. Bagimana kalau dia tahu siapa sebenarnya aku? Seandainya aku mengatakan padanya . Tidak sebelum itu. Seandainya saja aku mengatakan padanya …”

Kita sejenak terpotong saat flashback dimana Hwan Gi diam-diam mengikuti Ro Woon saat ia berkabung  atas kematian kakaknya.

“Seandainya aku mengatakan padanya …  Seandainya aku mengatakannya sekarang apakah keaadaannya akan kembali sebagaimana seharusnya? Atau sangat terlambat sekarang? ”

Hwan Gi terus berlari menghampirinya, dan sesaat akan mendekat dia melihat sebuah sepeda motor yang ia duga akan menyerempet Ro Woon. Hwan Gi mendorongnya dan barang-barang mahal itu pun terjatuh bersama Ro Woon sementara Hwan Gi tetap berdiri di depan sambil menyilangkan tangannya, dan si pengendara berusaha mengerem motornya.

Sumber Dok Gambar: tvN Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*