Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 12 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 12 Bagian Kedua Drama Korea

Sumber Dok Gambar: SBS Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-1 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-2 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-3

[Baca juga: Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 12 Bagian Kedua Drama Korea]

Malam itu, Ra On melihat Hae Soo makan sendirian di tepi danau. Dia mengenyampingkan makanannya ketika melihatnya  dan kemudian berdiri meskipun dengan sedikit tertatih, sehingga Wook pun bertanya apa kakinya masih belum sembuh, apalagi Wook tahu Jung telah mengirimkannya obat. Hae Soo  menjawab dengan nada yang datar hanya ketika dia bekerja terlalu lama atau ketika berada di air.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-4 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-5

Wook bertanya, “Apa kau kecewa padaku? Apa kau membenciku?,” dan mata Hae Soo hanya dipenuhi dengan air mata saat dia bertanya hal itu. Wook menjelaskan bahwa dia tak bisa menjanjikannya apa-apa, dan itulah mengapa dia tidak datang karna dia merasa begitu sangat tidak berguna. “Karna saya tidak bisa melakukan apapun untukmu,” ucap Wook.

Wook berkata bahwa dia tidak bisa membawanya karna kesedihan raja yang teramat besar terhadap Selir Oh, sehingga menyebabkan ia tak berani memberitahu tentang pernikahan. Tapi Hae Soo kemudian berkata: “Apa kau merindukanku?  Bahkan hanya sekali? Apa kau pernah merindukanku?

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-6 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-7

Wook pun menjawab, “Setiap hari. Saya merindukanmu setiap saat.” Mata Hae Soo berkaca-kaca mendengarnya, dan kemudian berkata, “Kalau demikian, hanya itu yang kubutuhkan. Sudah cukup.”  Wook berkata segalanya akan jauh lebih baik ketika dia memiliki kekuasaan yang lebih besar, tapi Hae Soo memberitahunya untuk tidak memaksakan dirinya  hanya untuknya atau pun menempatkan dirinya dalam bahaya.  Hae Soo berkata dia sudah cukup melihatnya.

Dengan air mata di matanya, Wook memberitahu Hae Soo agar ia jangan terluka. Sebelum pergi Wook menambahkan, “Jangan membuatku merasa lebih bersalah dari yang kulakukan.” Air mata pun menetes di pipi Hae Soo saat melihatnya pergi.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-8 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-9

Wang So kembali dari Later Jin (Lima Dinasti) dan menginformasikan situasi terbaru yang terjadi disana, dan kemungkinan terjadinya perang antara Jin dengan Khitan perihal sengketa wilayah. Wang So juga menduga akan ada konflik perebutan tahta. Raja Taejo berasumsi bahwa Khitan akan mulai mendominasi, sehingga ia memerintahkan Wang So mengunjungi Khitan kali ini. Tapi Wang So menolak karna raja telah melanggar janji yang telah ia buat untuk membuat Hae Soo tetap berada di istana ketika ia pergi.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-10 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-11

Raja bertanya apa dia memiliki perasaan untuk Hae Soo, yang kemudian raja menegaskan di depannya bahwa sebagai seorang raja seharusnya bisa mengenyampingkan seseorang demi keluarganya atau bangsa ini. Wang So memberitahu raja bahwa dia bukan seorang raja, dan tidak akan menjadi seorang raja. Dia memberitahu ayahnya jika raja ingin membuat satu sekutu lainnya untuk Putra Mahkota, dia tidak seharusnya membuat sesuatu semakin sulit untuknya. Wang So berkata, “Saya juga akan hidup sebagai seorang manusia sekarang.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-12 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-13

Setelah Wang So pergi, Jenderal Park berusaha menenangkan raja, tapi bukan sikap Wang So yang membuatnya kesal. Raja malah puas setelah melihat sikap baru Wang So. Raja berkata, “Sekarang dia tidak akan kalah tak perduli dengan siapa ia harus bertarung.” Raja bahkan menambahkan bahwa Wang So harus meraih tingkat itu agar dia bisa menutup matanya dengan damai. Ji Mong tak habis pikir raja berkata seperti itu di saat bintangnya masih bersinar, tapi raja taejo mengingatkan bahwa ada saat ketika kau tahu lebih baik dirimu dibanding langit mengenalmu

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-14 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-15

Hae Soo menjemur pakaian, dan kemudian berpikir dia melihat Wang So. Dia berbalik untuk memastikan apa yang ia lihat, namun ia menemukan tak ada orang disana. Tapi tiba-tiba saja dia berheti menjemur pakaian karna merasakan seseorang berada di belakangnya. Suara Wang So berkata, “Kau benar-benar tidak pernah mendengar. Saya menyuruhmu untuk tetap tinggal di Damiwon. Lagipula melakukan pekerjaan fisik lebih cocok untukmu ketimbang seorang dayang istana”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-16

Wang So memeluk Hae Soo dari belakang dan dengan lembut kembali berkata, “Saya merindukanmu.” Tapi Hae Soo memberitahunya bahwa dia tidak seharusnya ada disini dan seharusnya berpura-pura tidak melihatnya  dan Hae Soo kemudian melepaskan pelukannya. Wang Soo menariknya dan melihat tangannya yang terluka karna pekerjaan kasarnya dan kemudian tersenyum saat berkata, “Seperti biasa kau cantik.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-17 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-18

Kemudian Hae Soo melihat Wook masih mengenakan topengnya, dan bertanya-tanya apa Wang So lupa cara pakai riasan wajahnya atau bekas lukanya makin parah tapi Wang So kemudian membuka topengnya dan menunjukkan bekas lukanya yang telah tertutupi dengan sangat sempurna. Wang So berkata, “Saya memakai topeng ini agar saya takkan melupakanmu. Saya ingin kembali dan melihatmu lagi.”

Hae Soo mengingatkannya bahwa dia bukan dayang istana lagi, tapi sekarang hanya seorang pencuci baju sehingga ia tak pantas untuk menemuinya. Hae Soo bahagia Wang So kembali dengan selamat, dan Wang Soo juga telah melihatnya baik-baik saja. Sehingga menurutnya sudah cukup.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-19

Hae Soo pergi dari hadapannya, tapi Wang So mengikutinya dan memegang tangannya, dan memberitahunya bahwa dia akan menyelesaikan masalahnya. Tapi Hae Soo melepaskan tangannya dari gengaman Wang So. Dia menangis dan dengan nada yang meluap-luap mengatakan bahwa dia berusaha melupakan semua yang telah terjadi di istana kalau ia sibuk bekerja keras disini. Namun ada kata-kata yang tidak ia ucapkan di hadapan Wang Soo dengan nada meluap-luap, Hae Soo berkata dalam hatinya, “Kau harusnya berhenti perduli  seperti ini lagi padaku.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-20 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-21

Wang So berkata bahwa dia akan menjaganya sama seperti Hae Soo pernah menolongnya, dan akan membantunya melupakan semuanya tanpa harus bekerja keras. Hae Soo kembali berkata dalam hatinya: “Kumohon jangan mengesampingkan kewajibanmu sebagai pangeran karna aku.” Tapi kemudian Hae Soo memberitahu Wang So bahwa dia adalah orang yang ingin ia hindari. Hae Soo berkata bahwa tiap kali mereka bertemu, ingatan buruk itu akan muncul lagi.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-22 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-23

Hae Soo memberitahunya untuk pergi, dan menegaskan bahwa dirinya baik-baik disini. Dia berpesan agar Wang So  hidup dengan tenang, jangan membenci atau menyimpan dendam dan melupakan segalanya, dan dengan begitu takkan ada yang terluka. Hae Soo kemudian kembali ke kamarnya dan tak lama ahli bintang Ji Mong datang.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-24

Kesehatan raja menurun, dan ahli bintang Ji Mong menyajikannya sebuah teh untuk meningkatkan nafsu makan dan minumnya. Awalnya raja menolak untuk mencicipinya tapi dia mengetahui bahwa Hae Soo yang membuatnya setelah sedikit meneguk teh itu dan kemudian memerintahkan Ji Mong untuk membawa Hae Soo ke hadapannya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-25 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-26

Kemudian tiba-tiba saja Putri Yeonhwa meminta Wang So untuk menikahinya, sampai membuat Wang So terkejut dengan permintaannya. Putri Yeonhwa memberitahu Wang So bahwa selama ini dia sudah memikirkan orang macam apa dia ini, dan walaupun dia terlahir sebagai putri dan menerima kasih sayang dari raja dan pangeran, dia merasa masih belum puas. Dia membutuhkan kekuasaan, dan satu hal yang bisa memuaskan keinginannya adalah tahta.

Wang So tersenyum ke arahnya  dan  menjawab bahwa dia bukan orang macam itu dan berbeda dari orang yang ia inginkan, dimana Yeonhwa sudah mengetahuinya karna itulah dia menjauhinya. Tapi ada sesuatu yang tidak ia sadari bahwa dia juga seorang wanita yang memiliki perasaan, dan kemudian mengakui, “Aku sudah lama mencintaimu. Aku ditakdirkan bersama denganmu.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-27 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-28

Wang So sejenak terdiam, dan kemudian mengatakan bahwa ketika ia masih kecil, ada seseorang yang memberitahunya bahwa ia ditakdirkan menjadi raja tapi disaat itulah wajahnya terluka. Saat itu dia tidak diperlakukan seperti pangeran, apalagi diperlakukan seperti raja. Wang So berkata, “Kita ditakdirkan bersama? Aku tak percaya takdir. Lagipula ada seseorang yang kusuka.” Yeon Hwa mengetahui jika wanita yang ia maksudkan adalah Hae Soo, tapi ia kemudian memperingatkan bahwa Wang So hanya akan menghancurkan masa depannya jika dia bersama dengan perempuan pembawa sial itu.

Tapi Wang So segera mengklarifikasi, “Aku bahkan tak punya masa depan kalau bukan karna Soo. Karna aku sudah mengucapkannya, aku sudah tahu pasti sekarang. Tanpa dia, aku bukan apa-apa.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-29 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-30

Hae  Soo datang ke ruangan raja dengan berjalan pincang, dimana dia melihat raja telah bersiap meminum tehnya. Saat melihat raja, Hae Soo melihat pembawaan yang sama yang mengingatkannya pada kakeknya sebelum meninggal, dan menebak bahwa umurnya takkan panjang lagi.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-31 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-32

Raja Taejo sepertinya bisa membaca pikirannya, dan kemudian bertanya, “Darimana asalmu?.” Raja mengakui bahwa setelah Selir Oh meninggal, dia mencari tahu semua tentang Hae Soo, dan setelah menanyai semua orang, raja taejo menyimpulkan bahwa Hae Soo telah menjadi orang yang sangat berbeda. Tapi kemudian raja Taejo memberitahunya bahwa dia berpikir Hae Soo sama seperti Ji Mong. “Kau tahu masa depan yang tak kami ketahui,” ucap raja.

Raja bertanya apa Hae Soo tahu Wang So ditakdirkan menjadi raja, dan kemudian menghela nafasnya bahwa Putra Mahkota Moo dan Wang So keduanya memang ditakdirkan menjadi raja, tak ada orang yang tahu apa yang akan terjadi di istana. Dia tahu Hae Soo telah melihat segalanya, tapi memperingatkannya untuk tidak terlibat.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-33 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-34

Hae Soo meminta raja mengusirnya  jauh dari istana, karna ia tak sanggup hidup di istana lebih lama lagi. Raja Taejo menasihatinya untuk menutup matanya atas hal yang tak bisa ia kendalikan, jika ia tak bisa mengabaikan apa yang akan terjadi nantinya, sebaliknya ia tetap saja akan mengalami hal yang sama, dimana pun ia berada.

Raja Taejo berpesan, “Jangan berfokus pada masa depan dengan mengorbankan apa yang kau miliki sekarang. Selir Oh menganggapmu sebagai putrinya, aku pun akan menganggapmu sebagai putriku, karna itulah aku memberikan saran itu padamu.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-35

Saat Hae Soo meninggalkan istana, dia tiba-tiba mendapati dirinya dikelilingi oleh suara pertempuran di halaman istana.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-36 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-37 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-38

Sementara itu, Woo Hee mengiris dirinya sendiri saat berlatih latihan pedangnya, dan Baek Ah yang  khawatir tanpa sengaja melihat luka goresan lama di pergelangan tangannya. Baek Ah tahu dia tak boleh bertanya apa yang telah terjadi. Woo Hee mengangguk, tapi baek Ah tiba-tiba saja menariknya ke dalam pelukannya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-39 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-40

Baek Ah minta maaf karna ia tidak bisa menemaninya disaat Woo Hee mengalami kesulitan. Woo Hee memberitahunya bahwa luka itu ada sebelum mereka bertemu, dan Baek Ah mengakui hal itu tambah membuatnya menyesal. “Saya hanya ingin  yang terbaik untukmu. Berbahagialah. Percayalah padaku.” Woo Hee menarik dirinya dalam pelukan Baek Ah, dan bertanya dengan marah siapa dirinya yang bisa menjamin semua itu. Ketika Woo Hee pergi, Baek Ah bergumam: “Aku padahal masih ingin menyatakan perasaanku padamu.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-41 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-42

Hae Soo kebetulan melihat Woo Hee menangis, dan kemudian mereka duduk mengobrol. Hae Soo tahu pasti hal itu menyangkut tentang Baek Ah, yang membuat Woo Hee  bertanya bagaimana Hae Soo bisa tahu.

Untuk menutup status Baek Ah yang sebenarnya bahwa dia adalah seorang pangeran, Hae Soo berkata sebelum dia datang ke istana mereka  berpapasan di pasar dan Baek Ah kenal baik dengan sepupunya. Hae Soo meyakinkan Woo Hee bahwa Baek AH adalah orang yang baik dan datang kesini hanya untuknya dan tidak seharusnya dia menjauhinya, tapi Woo Hee berkata tidak karna mulai sekarang mereka tidak akan dekat lagi dan sebentar lagi dia akan pergi.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-43

Woo Hee kemudian mengungkit hari pertama ketika mereka bertemu dan kemudian mengatakan bahwa mereka menjadi dekat karna apa yang mereka alami. Dia merasa mereka tak saling bertanya mengapa mereka mengalami hal itu, dan  Woo Hee merasa nyaman seperti itu dan menambahkan, “Dengan begitu, kau takkan kesulitan jika ada sesuatu yang terjadi.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-44 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-45

Dia menginginkan agar Hae Soo mendandaninya untuk acara besar esok hari. Hae Soo berjanji akan menjadikannya gadis tercantik dari Gyobang, karna dia menginginkan agar Baek Ah hanya melihatnya dan tidak bisa melupakannya. “Aku ingin diiingat seperti itu,” ucap Woo Hee.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-46 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-47

Setelah Yo mengatur rencana dengan Menteri Park dengan memanfaatkan Woo Hee untuk membunuh raja di acara besar itu, dia berpura-pura menyarankan agar raja tidak datang. Tapi Yo kemudian melirik ke arah Wook, dan kemudian Wook meyakinkan raja untuk datang. Raja pun setuju denga saran Wook yang  masuk akal untuk menunjukan kepada semua orang bahwa dia sehat-sehat saja.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-48 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-49

Yo menatap Wook dari belakang sambil tersenyum saat Wook mengenakan pakaian lain dibalik jubah pangerannya. Sementara raja yang kondisi kesehatannya menurun menghadiri acara tersebut, tapi Wang So menunggu Hae Soo untuk memberinya sebuah penjepit rambut. Wang Soo berkata padanya dengan tiba-tiba, “Kita menikah saja.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-50 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-51

Wang So berkata kalau mereka menikah, Hae Soo bisa meninggalkan istana dan gyobang. Hae Soo menolak, dan Wang So menambahkan bahwa mereka bisa bercerai setelah mereka pergi dari istana, jika Hae Soo memang tidak menyukainya.

Tapi sayang Hae Soo menolak, karna dia tidak ingin membuat Wang So meninggalkan istana begitu pula raja. Wang So menganggap raja selalu mencobai dan menguji anak-anaknya, dan lebih mengutamakan menjadi raja dibanding menjadi seorang ayah, sehingga Wang So memutuskan tidak ingin berada di sisinya, namun Hae Soo kemudian bertanya, “Bagaimana kalau kau juga akan menjadi raja, Yang Mulia?. Apa kau akan tetap pergi dari Songak?”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-52 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-53

Wang So balik bertanya, “Jika aku menjadi raja, maukah kau pergi denganku?” Wang So berkata bahwa sangat sulit baginya menjadi utusan, tapi ia diberi banyak kebebasan dan selalu memikirkannya. Dia juga menginginkan agar Hae Soo  merasa bebas seperti itu, dan ingin bersamanya dalam kedamaian dan tak ada yang mengganggu mereka. Jika itu tak bisa terjadi, menjadi raja atau apapun itu, tak ada artinya baginya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-54 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-55

Wang So kemudian memberikan jepitan rambut itu, dan tersenyum saat dia meminta Hae Soo untuk ikut dengannya. “Bukannya kau itu orangku, kan?,” ucap Wang So. Sayangnya Hae Soo mengembalikan penjepit rambut itu dan memberitahunya bahwa ia tak bisa menikah dengannya. Hae Soo berbalik dan melihat Wook ada disana, dan sepertinya dia mendengar semua perbincangan mereka berdua.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-56 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-57

Wook memegang Wang So saat dia mencoba untuk mengejar Hae Soo, dan memberitahunya untuk tidak membodohi Hae Soo dengan posisinya sebagai seorang pangeran yang ingin menikahi seorang pencuci baju. “Kalau aku mau menikah, ya aku menikah,” balas Wang So. Tapi Wook kemudian mengingatkannya bahwa Wang So adalah alasan mengapa Hae Soo berada dalam bahaya, dimana Hae Soo diusir dari istana karna difitnah terlibat dengan masalahnya dan ibunya, sehingga Wook tak bisa memaafkannya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-58 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-59

Tapi Wang So tak ingin dipersalahkan, dan berkata bahwa dia telah memberitahu semuanya untuk membuktikan bahwa Hae Soo tidak bersalah. “Ketidakmampuanmu membuatku muak,” ucap Wang So, yang hanya membuat amarah Wook meledak dan menarik kera baju Wang So.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-60 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-61

Sementara itu di acara, Woo Hee mengambil bagian dalam tarian pedang. Saat musik itu mulai dimainkan, Woo Hee melihat Baek Ah berada dalan kerumunan, dan saat melihat pakaiannya dia akhirnya menyadari bahwa Baek Ah adalah seorang pangeran. Baek Ah melihat tatapannya dan menyadari ada sesuatu yang janggal. Dia kembali teringat saat Woo Hee melatih gerakan yang salah.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-62 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-63 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-64

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-67

Saat Woo Hee bergerak menuju raja dengan pedang yang mengarah padanya, tiba-tiba saja Baek Ah muncul di depannya dan menerima tusukan pedang yang seharusnya dialamatkan pada ayahnya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-68

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-65

Kembali ke pertengkaran Wang So dan Wook, Wang So menyuruh Wook berhenti berpura-pura perduli pada Hae Soo, dan lebih baik berpaling darinya seperti yang biasa ia lakukan. Wang So berkata bahwa dia bukan lagi kakak iparnya, dan Hae Soo bukan lagi urusannya.

Tapi kemudian Wang So melihat apa yang dikenakan Wook dibalik  jubah pangerannya saat memegangnya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-12-bagian-kedua-66

Kemudian kita beralih kepada Baek Ah, yang menarik dirinya dari Woo Hee.

Sumber Dok Gambar: SBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

13 comments

  1. Aku heran saja yah, apakah si Wook itu masih punya hati enggak sih, lihat hae soo tersiksa begitu masih mau berani aja berpaling. Lebih menjengkelkan lagi, saat Hae Soo pergi, Wook nangis2 gitu, padahal pas lihat hae soo cuek aja…. Hakkkk,dimana sih hati kamu Wook

  2. Mungkin aq saja yah yang rasakan.. Kenapa yah malah suka sama karakter Wook yang tiba2 berubah dari baik hati menjadi sangar seperti itu… Apakah Wook emang orangnya munafik, jadi penasaran gimana yah Wook merebut tahta kerajaan.

  3. Yah semua penggemar drama ini pasti kebanyakan enggak suka sama Wook. Mungkin beberapa orang jengkel dengan sikap Woook karena :
    Janji2 palsu Wook
    Melihat Soo saat hujan dan hanya memalingkan wajahnya
    Tidak menghubungi soo padahal dia bisa tahu soo bekerja sebagai budak
    Membiarkan soo dikerjai dengan para budak lain
    Tak ada bantuan, kenyamanan, obat atau apapun yang dia berikan ditengah masa sulit soo padahal dia memilliki sejuta janji yang nikmat didengar
    Pendapat aku sih salah satu penarik drama ini adalah karena sosok Wook ini, dan salah pelajaran yang berarti dari drama ini adalah jangan mudah percaya janji manis ngibul

  4. Suka juga sama perjalanan cintanya si oppa Eun.

  5. apa yg dipake wook dbalik jubah pangerannya?
    ksh tau dong….
    please….

  6. Yeon Hwa tuh keren juga, jarang aja ada wanita yang duluan ngelamar cowok. Pastinya dia lebih memilih menikah dengan Wang So ketimbang nikah dengan Yo, pria yang memang ia cintai. Sayang sudah ada Hae Soo di hati Wang So.

  7. Wook aneh jadi cowok, klo sudah memutuskan lebih memilih tahta ketimbang Hae Soo, mending iklasin aja dia sama Wang So.

  8. Bahagianya hati ini, klo cowok kayak Wang So ngelamar aku, sayang Hae Soo masih nolak lamarannya. Hati-hati Hae Soo soalnya cowok kayak Wang So, banyak wanita yang antri.

  9. Romantis aja liat scenenya Wang So meluk Hae Soo dari belakang, ditambak lagu ostnya Lee Hi My Love bikin meleleh. So-Soo couple moga happy ending.

  10. Aku rasa rasa cinta itu nggak bisa lenyap hanya dalam semalam. Mungkin awalnya, Hae Soo berharap hubungannya dengan Wook masih bisa bertahan. Tapi setelah setahun berlalu dan mungkin Wook sama sekali nggak pernah sedikitpun mengiriminya surat, untuk sekedar bertanya tentang keadaannya, cinta Hae Soo akhirnya pupus, itulah mungkin Hae Soo bertanya, “Apa kau bahkan merindukanku?”

  11. Wang so sma hae soo aj sih,,,,,,wook muka_ynyebelin bgt,,wang so so sweet bgt,muuuuuuuuh

  12. Tenni nurmalasari

    Sebenernya wang wook itu nunggu momen yg pas buat milikin hae soo, knp dia berambisi buat jdi raja karena dia pngen nyelametin semuanya hae soo, ibunya termasuk adik’a yeon hwa

  13. Haesoo dan woohee kapan pertama kali bertemu nya? *amnesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*