Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 17 Bagian Pertama Drama Korea

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 17 Bagian Pertama Drama Korea

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Catatan Chingu: Sinopsis Scarlet Heart Ryeo Drama Korea Episode 17 Bagian Pertama yang mimin buat berdasarkan drama yang  tayang untuk official versi internasional (Dramafever), dan bukan mengacu pada versi Korea Selatan yang tayang di SBS. 

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-1

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-2

[Baca juga: Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 17 Bagian Kedua Drama Korea]

Chae Ryung bangun di pagi hari, dan begitu terkejutnya ia mendapati Hae Soo telah tiba di Damiwon. Chae Ryung bertanya kapan Hae Soo kembali, dan Hae Soo berterima kasih karna semuanya berjalan lancar berkat dirinya.

Chae Ryung mengakui ia sangat gugup, dan menyampaikan pesan dari Jung  bahwa dia memiliki sebuah cara agar Hae Soo bisa meninggalkan istana, dan dia ingin mengetahui apa Hae Soo tertarik.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-3 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-4

Woo Hee datang menemui Yo di istana, dan memberitahukan bahwa Wang So telah bergabung dengan beberapa keluarga berkuasa Songak, dan menunda pembangunan istana baru. Dia menceritakan bahwa mereka mencampur terlalu banyak kerikil dan membuat dinding hancur, dan telah mengurangi tenaga kerja.

Mendengar semua keterangan Woo Hee, Yo pun geram sampai memukul mejanya berkali-kali, dan membuatnya berasumi bahwa Wang So juga mengejar tahta.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-5 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-6

Woo Hee lantas bertanya mengapa Yo melanggar janjinya. Woo Hee mengungkit bagaimana rakyat Hubaekje yang tak bisa membayar pajak dipaksa menjadi tenaga kerja budak untuk melakukan pembangunan istana baru dan meninggal. Jika Yo melakukan ini, apa gunanya ia menjadi mata dan telinga untuknya.

Yo tertawa kecil dan bertanya, “Jadi bagaimana, kau mau berhenti.” Woo Hee menjawab ya, kalau dia tak mendapat apapun dari perjanjian ini.

Yo memanggilnya ‘Putri Woo Hee’, karna dia tahu nama itu sudah sangat lama sejak terakhir kali orang memanggilnya. Dia kemudian menyinggung tentang kepribadian Bek Ah yang selalu membenci hal-hal kotor, karna menurutnya seseorang yang menyukai hal-hal yang indah cenderung seperti itu.  “Kalau dia tahu bahwa kau adalah anjingku, wajah Baek Ah akan seperti apa?,” ancam Yo.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-7 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-8

Malamnya, saat Yo sedang tertidur, pintu kamarnya diam-diam terbuka, lilin redup dan air sedikit-demi sedikit menetes di wajahnya. Dia pun terbangun dari tidurnya, dan melihat bayangan seseorang dari balik gorden kamarnya yang berkata, “Tolong saya Yo. Tolong, tolong. Keluarkan saya, Yo.”

Panah yang ia tembakkan pada Eun tergelatak di lantai, dan dia kembali melihat bayangan tubuh Eun yang terpanah sambil berteriak, “Yo! Tolong biarkan kami pergi.” Sontak melihat bayangan itu, membuatnya sangat ketakutan

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-9 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-10 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-11

Ucapan Eun terngiang di kepalanya, “Pikirkan hubungan kita Yo.” dan hal itu makin diperparah saat dia melihat sebuah bayangan yang ia kira Eun ada di luar pintu kamarnya. Meskipun Yo berusaha meyakinkan dirinya bahwa yang dilihatnya itu hanya sebuah mimpi, namun bayangan itu ada dimana-mana hingga membuatnya sangat histeris.

Keadaan semakin menakutkan bagi Yo, saat ia tiba-tiba melihat sebuah bayangan yang datang mendekat padanya, yang ia kira ‘Raja Taejo’; sampai membuatnya jatuh pingsan.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-12 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-13 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-14

Ternyata Wang So, ditemani Ji Mong dan Baek Ah diam-diam menyelinap di istana bersama beberapa pengikutnya dan menumbangkan beberapa prajurit istana.

Keesokan harinya, Wook menemukan Yo telah terbaring di lantai kamarnya tak sadarkan diri. Dia berpikir ini adalah sebuah kesempatan untuk menjadi raja selanjutnya, sehingga ia segera memutuskan untuk pergi menemui Wang Shik Ryeom di Seokyeong.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-15

Hae Soo duduk di kamarnya, dan merenungkan ucapan Wang So padanya beberapa waktu lalu saat ia memutuskan ingin menjadi raja.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-16

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-17

Flashback: Wang So bertanya apa Hae Soo tidak ingin dia menjadi raja. Hae Soo menjawab bahwa dia tidak menyukainya, namun dia juga tidak suka berpisah lagi dengan Wang So. Wang So berterima kasih atas dukungannya, dan Hae Soo berkata, “Kau akan menjadi raja. Saya tahu itu. Tetap saja, kau tidak boleh membunuh saudara-saudaramu,” dan Wang So mengangguk.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-18 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-19 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-20

Hae Soo menghela dalam nafasnya dan memerintahkan Chae Ryung untuk menutup Damiwon hari ini. Dia melarang Chae Ryung keluar, dan memberitahunya bahwa situasi diluar mungkin akan riuh.

Hae Soo dipanggil membawakan teh obat untuk Yo, dan saat diruangannya tangannya bergetar saat menuangkan teh itu. Yo membuang tehnya, dan bertanya, “Kau, apa yang sedang kau sembunyikan dariku? Apa kau sudah meracuni tehnya atau sesuatu”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-21 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-22

Hae Soo berkata tidak, dan meyakinkannya bahwa teh tersebut telah dites oleh dayang istana. Yo memberitahu Hae Soo bahwa dia telah berada dalam situasi seperti ini, dan memiliki banyak pikiran: “Semuanya dimulai karnamu.”

Hae Soo bingung dengan ucapannya, dan Yo kemudian berkata, “Moo, Eun dan istri Eun bahkan raja Taejo. Semua orang-orang mati itu menggangguku. Semua itu salahmu. Saya telah membuat keputusan membunuh saudara-saudaraku dan menjadi raja. Semuanya karna dirimu membantu So menutupi bekas lukanya dan mengambil kursiku. Karna dia mengambil apa yang menjadi milikku.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-23

Ucapannya tiba-tiba terhenti, saat mendengar suara huru hara diluar istana. Ratu Yo datang dan memberitahu Yo bahwa Wang So datang ke istana untuk melakukan pemberontakan.

Ratu Yo segera mengambil secarik kertas, dan memintanya untuk menulis surat titahnya bahwa dia akan menyerahkan tahtanya pada Jung. Yo bertanya apa, dan Ratu Yoo memberitahunya bahwa mereka tidak boleh kehilangan tahta. Dia mendesak Yo untuk secepatnya menulis bahwa Jung akan menjadi raja yang baru kemudian mereka akan merencanakan masa depan.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-24 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-25

Tapi Yo  bertanya, “Lalu, bagaimana dengan saya?.” Dengan mata berkaca-kaca, Yo berkata, “Apa saya putramu? Apa artinya diriku bagimu, Ibu. Hanya sesuatu yang ada untuk duduk di tahta? Apa kau tidak lagi membutuhkan seorang putra yang tidak akan lagi menjadi raja?”

Ratu Yo menyuruh Yo tenang, dan memohon agar ia menyerahkan tahtanya pada Jung, namun Yo berkata, “Sekarang saya pikir saya memahami So. Saya bisa tahu bagaimana perasaannya.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-26 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-27

Dia kemudian berteriak memanggil kasim untuk membawa ibunya keluar dari ruangannya. Hae Soo ketakutan, dan ia berniat untuk segera keluar tapi Yo tiba-tiba melemparkan sebuah cangkir gelas untuk menghentikannya.

Para prajurit segera menutup gerbang pintu istana saat melihat sekumpulan bala prajurit yang dipimpin oleh Wang So datang. Saat situasi istana sedang genting, Yeon Hwa tak bisa menemukan keberadaan Wook, sementara Park Soo Kyung ada bersama Wang So sehingga ia yakin istana tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-28 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-29

Ratu Hwang Bo sejenak berpikir, dan memutuskan bahwa dia akan setuju setiap keputusan yang dibuat oleh Yeon Hwa. Ratu berkata bahwa dia tahu setelah melihat Wook, ada sesuatu yang lupa ia ajarkan pada Yeon Hwa: Jika kau akan memiliki istana, kau harus mengorbankan sesuatu. Ratu Hwang Bo mendesak Yeon Hwa untuk memutuskan sekarang; kau bisa memiliki seluruh dunia dan kehilangan cinta, atau kau bisa memiliki cinta dan tinggal di sebuah dunia yang sangat kecil.

Yeon Hwa tersenyum, dan bertanya pada ibunya bagaimana jika dia menginginkan semua dunia. Ratu Hwang Bo menjawab bahwa dia akan membuang Wook, sontak mendengarnya Yeon Hwa sangat terkejut.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-30 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-31 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-32

Bala tentara telah berkumpul diluar istana Yo, bersama Jenderal Park, Baek Ah dan Wang So. Wang So mengangkat pedangnya, sebagi tanda bagi para prajuritnya untuk mulai menyerang. Tapi tiba-tiba pintu istana terbuka, dan Yeon Hwa keluar dengan didampingi beberapa prajurit.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-33

Sementara itu, Yo tertawa kecil dan berkata bahwa dia telah mengetahui pada akhirnya Wang So akan memiliki semuanya.  Yo mengakui bahwa apa yang telah ia lakukan sangat salah, tapi ia juga takut akan dibuang oleh ibunya, sama seperti Wang So.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-34

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-35

Yo memegang dadanya yang sakit, dan berkata, “Ibu berkata padaku. Dia berkata saya sempurna dan tidak kekurangan dalam segala hal. Tapi.. ” Dia menatap Hae Soo dengan rasa amarah yang besar, dan melanjutkan, “Semuanya karna dirimu. Karna kau terlibat!”

Yo mendorong Hae Soo hingga ia terjatuh ke lantai. Ia secepatnya mengambil pena untuk menuliskan nama di surat titahnya, segera setelah mendengar suara para prajurit dari luar yang sedang mencarinya dan menduga Wang So akan segera datang keruangannya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-36 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-37 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-38

Yo memegang dengan erat surat titah itu dan berkata, “Saya hanya berusaha untuk bertahan hidup.” Tiba-tiba saja dia terkena serangan jantung mendadak, dan akhirnya tewas.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-67 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-68 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-69

Wang So masuk ke ruangannya, dan mendapati Hae Soo ada disana dan Yo telah meninggal dengan memegang surat titah di tangannya.  Wang So bertanya apa Hae Soo membacanya, dan Hae Soo menggelengkan kepalanya. Setelah membaca surat titah itu, Wang So segera menyobeknya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-39 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-40 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-41

Ratu Yo memaksa masuk, tapi semuanya telah terlambat karna yang ia dapati hanyalah mayat Yo. Dan Hae Soo tiba-tiba saja berinisiatif berlutut di depan Wang So, memberikan hormat pada raja yang baru.

Ratu Yo bertanya apa maksudnya raja, tapi Wang So mengklaim bahwa Yo telah memberikan tahtanya padanya sebelum meninggal. “Dia memberikan tahtanya padaku,” ucap Wang So pada Ratu Yoo. Sontak dia begitu terkejut, dan Ji Mong yang juga berada di ruangan Yo kemudian memberikan hormatnya pada Wang So sebagai raja yang baru.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-42

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-45

Wang So akhirnya dinobatkan sebagai raja yang baru, yang disaksikan oleh para menteri termasuk semua saudara-saudaranya, kecuali Wook. Yeon Hwa tersenyum tipis memandangi Wang So dan kita kembali flashback saat Yeon Hwa tiba-tiba muncul di pintu gerbang istana.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-43 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-44

Yeon Hwa memberitahu Wang So bahwa dia akan membantunya masuk ke istana tanpa ada pertumpahan darah. Mendapat bantuan darinya, Wang So  berkata bahwa dia tidak akan melupakan kesetiaannya.

Wang So duduk di tahta, dan semua  menteri memberi hormatnya pada Wang So, sebagai raja yang baru

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-46

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-47

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-48

Hae Soo berdiri diluar istana menunggu penobatan Wang So. Saat melihatnya keluar dengan jubah kebesarannya, Hae Soo berpikir dalam hatinya, “Dia adalah raja keempat Goryeo. Dia adalah Gwangjong. Sekarang, kau tidak akan lagi diingat dalam sejarah sebagai raja yang banyak menumpahkan darah.”

Wang So tersenyum ke arahnya, dan Hae Soo berkata dalam hatinya, “Saya akan membantumu.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-49 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-50

Sementara itu, Wook duduk di ruangannya yang gelap dan merenung atas kejadian hari ini. Kita kembali flashback: Wook segera datang menemui Yeon Hwa dan ibunya setelah baru saja kembali dari Seokyeong untuk menemui Wang Shik Ryeom. Wook bertanya untuk mengkonfirmasi apa benar Yeon Hwa telah membukakan pintu istana untuk Wang So.

Ratu Hwang Bo memberitahu Wook bahwa dia yang telah memerintahkan Yeon Hwa untuk melakukannya. Ratu Hwangbo berkata tidak ada pilihan lain, dan memberitahunya bahwa sekarang suku Hwangbo akan memanfaatkan kekuasaan mereka untuk menjadikan seorang ratu, dan bukan seorang raja.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-51 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-52

Sontak Wook kecewa setelah ibunya akhirnya memutuskan untuk melepaskan pengharapannya darinya. “Permainan telah berubah. Wook, saya juga adalah ibumu, tapi saya juga adalah ibu Yeon Hwa,” ucap ratu Hwangbo.

Ratu Hwangbo berkata bahwa dia sangat sedih melihat begitu banyak perubahan yang dialami Wook: “Semakin jauh kau tersesat, semakin kau akan menderita. Akan lebih baik kau menjauhkan dirimu dari keluarga kerajaan.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-53

Yeon Hwa datang ke ruangannya dan bertanya mengapa Wook tidak datang ke acara penobatan Wang So. Ia khawatir orang lain akan salah paham. Wook menceritakan bahwa ketika ia tiba di Seokyeong, dia mendapati Wang Shik Ryeom telah meninggal sehingga ia segera memerintahkan anak buahnya untuk menemukan orang-orang Wang So, namun ia tak menyangka pemilik tahtanya telah berubah.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-54 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-55

Wook berkata, “Seorang pemberontak yang menumbangkan seseorang yang telah melakukan pengkhianatan menjadi seorang pahlawan. Itu adalah tahta yang kuinginkan, dan Wang So yang mendudukinya. Kau ingin saya pergi melihatnya. Bukankah itu terlalu kejam,” ucap Wook.

Menyadari betapa besar kesedihannya, Yeon Hwa meminta Wook untuk membantunya. Dia berjanji akan menjadi ratu dan membayar kembali setiap sakit yang dialaminya. Yeon Hwa berkata bahwa dia akan  berbagi beban yang selama ini dipikul Wook sendirian, dan memohon agar Wook memberinya kekuatan.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-56 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-57

Jenderal Park datang menemui Wang So dan memberitahunya bahwa sekarang dia ingin beristirahat dan kembali ke kampung halamannya.  Wang So masih membutuhkannya, namun Jenderal Park berkata bahwa jika dia ingin jujur sebenarnya dia telah muak dan lelah terhadap keluarga kerajaan ini.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-59 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-60

Istana ini selalu mengingatkannya akan mendiang putrinya dan gambaran senjata yang dipegang oleh Wang So membuatnya sangat sulit. Meskipun Wang So memohon agar Jenderal Park tidak pergi, namun keputusannya tidak akan berubah. Dia kemudian menyampaikan permohonan terakhirnya yang berharap agar Wang So menjadi raja yang bijaksana dan baik hati demi rakyat dan bangsa ini, agar kelak ketika dia kembali bertemu dengan almarhum Raja taejo, akan ada banyak hal yang akan ia banggakan padanya.

Park Soo Kyung kemudian berlutut di depannya, sebagai ucapan perpisahan terakhirnya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-61

Malamnya, Hae Soo datang menemui Wang So di istana, yang suasana hatinya lagi buruk setelah kepergian Jenderal Park. Dia memberitahu Hae Soo bahwa Park Kyung Soo muak dan lelah terhadap istana ini. “Sekarang dia takut padaku,” ucap Wang So.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-62 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-63

Wang So menduga bahwa Hae Soo pasti penasaran siapa sebenarnya nama yang ditulis oleh Yo sebelum meninggal, dan apakah dia benar-benar mencuri tahtanya. Namun Hae Soo berkata tidak, dan menambahkan bahwa ia tak penasaran dengan hal tersebut.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-64

Wang So memberitahu Hae Soo bahwa suratnya kosong, dan tidak ada satupun nama yang tertulis disana. Sehingga ia menyobeknya, karna menurutnya meninggalkan titah semacam itu hanya akan menimbulkan kebingungan yang lebih lagi.

Hae Soo duduk disampingnya dan memegang tangan Wang So untuk menenangkannya. Hae Soo bersandar di pundaknya dan berkata, “Aku ada disini. Aku tak akan meninggalkanmu.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-65 gambar-sinopsis-scarlet-heart-ryeo-episode-17-bagian-pertama-66

Ratu Yoo bertanya pada Jung apa Wang So benar-benar telah merencanakan untuk mendapatkan tahta, dan Jung menjawab ya. Ratu Yo tak percaya jika Yo benar-benar telah menyerahkan tahtanya pada Wang So, apalagi sebelumnya Yo juga telah menolak untuk menyerahkan tahta itu pada Jung.

Ratu Yoo yakin ada sesuatu yang dilewatkan oleh Jung ketika Yo meninggal, dan mencurigai Hae Soo karna hanya dia satu-satunya yang bersama Yo saat itu. Dia menduga Hae Soo dan Wang So telah merencanakan sesuatu, sehingga ia memohon pada Jung untuk sekali lagi menyelidikinya.

Catatan Chingu: Sinopsis Scarlet Heart Ryeo Drama Korea Episode 17 Bagian Pertama yang mimin buat berdasarkan drama yang tayang untuk official versi internasional (Dramafever), dan bukan mengacu pada versi Korea Selatan yang tayang di SBS. 

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*