Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 Bagian Kedua Drama Korea

Sumber Dok Gambar: SBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-1 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-2

[Baca juga: Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 Bagian Pertama Drama Korea]

Yeon Hwa datang menemui Ibu Ratu setelah diberitahu bahwa kondisi kesehatannya memburuk. Ratu Yoo memohon pada Yeon Hwa untuk dibawakan Jung, dan Yeon Hwa berkata dia akan membawa Wang So, tapi dia malah menggelengkan kepalanya. Dengan nafas yang terengah-engah, ratu Yoo berkata ia sangat ingin bertemu dengan Jung.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-3 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-4

Wang So datang ke kamar Ratu Yoo, dan memberitahu Yeon Hwa bahwa mulai sekarang dia yang akan mengurus ibunya. Dia melarang siapapun yang ingin masuk ke ruangan ini tanpa seijinnya. Wang So duduk disampingnya sambil menyeka wajahnya, tapi tampaknya ratu Yoo tak nyaman dengan kehadirannya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-5 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-6

Jung segera datang ke istana setelah mengetahui kondisi kesehatan ibunya, tapi dia dihalangi oleh prajurit istana. Hae Soo menemani Wang So makan, dan dia memanfaatkan kesempatan itu untuk memohon pada Wang So agar membiarkan Jung masuk ke istana. Dia memperingatkan jika sesuatu terjadi pada Ibu Ratu, itu akan menghantuinya selamanya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-7 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-8

Tapi nafsu makan Wang So hilang setelah Hae Soo mengungkitnya. Wang So bertanya untuk mengkonfirmasi apa Hae Soo yang memanggil Jung, karna sepengetahuannya dia telah melarang siapapun untuk mengirimkan berita tentang ibunya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-9 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-10

Hae Soo menjawab ya. Dia merasa Jung telah terpisah dari ibunya dan tidak bisa melihatnya, sehingga setidaknya Jung harus berada disamping ibunya di detik-detik terakhirnya. Meskipun Hae Soo memohon padanya, Wang So tetap bersikeras tidak akan membiarkan Jung masuk menemui ibunya.

Sebelum pergi, Wang So memperingatkan Hae Soo jika Jung dibiarkan masuk ke istana, dia tidak akan membiarkannya begitu saja: “Meskipun itu kau”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-11 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-12

Meskipun dia dilarang masuk, Jung berdiri di luar istana bahkan mungkin telah berhari-hari; melihat wajahnya yang pucat dan tampak sangat kelelahan bahkan mengerahkan seluruh tenaganya untuk tetap tegak berdiri.

Baek Ah datang membawakannya botol berisi air, dan untuk menghilangkan kelelahannya dia menumpahkan air tersebut di atas kepalanya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-13 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-14

Wang So masuk ke kamar ibunya untuk menyuapinya sesendok air, tapi ibunya menutup rapat mulutnya. Dia menyayangkan sikap  ibunya yang menolak untuk meneguk air yang diberikannya selama lima hari. “Apa kau berencana mati seperti ini?,” tanya Wang So.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-15 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-16

Dengan nafas yang terengah-engah ratu Yoo berkali-kali memanggil Jung, tapi Wang So menyuruh ibunya membuka matanya dan melihat siapa yang ada di sisinya sekarang — Si lengkap dan si sempurna Yo, sekarang berada di akhirat; dan Jung, seorang putra yang membuatnya nyaman dan terhibur bahkan tidak bisa berada disampingnya.

“Semua yang kau punya hanya aku. Saya telah menjadi raja dan saya melindungimu,” ucap Wang So.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-17 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-18

Ratu Yoo sudah tak mampu lagi berbicara, dan ia pun teringat ucapan Wang So beberapa waktu lalu saat menolak untuk mengakuinya sebagai putranya.

Flashback: Wang So berkata pada ibunya, “Kau akan mengingat hari ini. Hari ini kau membuangku, Ibu. Tapi saya tidak akan pergi. Mulai dari sekarang saya akan memastikan  hanya saya yang akan kau lihat.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-19 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-20

Dengan penuh emosional, Wang So memberitahu ratu Yoo, “Saya akan membangun sebuah kuil yang terbesar dan termegah di semua Goryeo untuk menghormatimu. Saya akan membuat cerita tentang hubungan kita dan menyebarkannya dimana-mana. Saya akan memberitahu mereka betapa kau sangat memperdulikanku. Dan bagaimana saya disayangi olehmu, Ibu”

Air mata menetes di pipi Wang So, saat kembali mengatakan, “Kita akan menjadi ibu dan anak yang begitu sangat saling menyayangi satu sama lain. Semua orang akan mengetahuinya. Saya akan menjadi satu-satunya putramu yang berharga.Ini adalah balas dendamku karna telah dibuang olehmu.”

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-21 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-22 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-23

Tarikan nafas ratu too terasa berat, dan tangannya menyentuh wajah Wang So dan ia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Melihat ibunya telah meninggal, Wang So memegang dengan erat tangan ibunya sambil menangis dengan tersedu-sedu. Sementara itu Hae Soo keluar menemui Jung, tapi setelah melihat ekspresinya Jung menebak ibunya telah tiada.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-24 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-25

Jung duduk disamping ibunya, memandangi ibunya untuk yang terakhir kalinya; tapi Wang So datang dan menyuruhnya keluar. Wang So memberitahunya bahwa dia yang akan mengurus dengan baik ibu mereka.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-26 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-27

Wang So menegur Hae Soo mengapa dia juga berada di pihak Jung: “Kau, semua orang, seharusnya dipihakku!”  Hae Soo menjelaskan kini bukan masalah siapa memihak siapa. Hae Soo menyalahkan Wang So bahwa karna egonya, Jung tidak bisa berada disisi ibunya di detik-detik terakhirnya.

Wang So berkata bukan Jung yang harus dikasihani. “Saya yang selalu disingkirkan!,” ucap Wang So. Dia memberitahu Hae Soo bahwa sebelum meninggal, ibunya akhirnya menyentuh wajahnya dimana hampir selama 25 tahun hidupnya, ibunya tidak pernah melakukan itu padanya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-28 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-29

Wang So bertanya apa salah untuk mendampingi ibunya di saat-saat terakhirnya. Hae Soo menahan tangan Hae Soo saat akan menyentuh wajahnya untuk menenangkannya. Dia berkata, “Kau seharusnya berkata bahwa kau memahamiku,” dan kemudian pergi dari kamarnya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-30 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-31

Wang So memanggil Won, dan bertanya siapa yang menaruh merkuri di tempat mandi Damiwon. Dia bertanya untuk mengkonfirmasi apa Wook yang melakukannya, tapi Won berkata bahwa dia tak tahu. Wang So mengetahui bahwa seorang gadis pelayan di rumah Wook bernama Chae Ryung, sebelummya dia adalah pelayan di rumah Won. Dia bertanya sekali lagi apa dia dan Wook yang  memerintahkannya di Damiwon, begitu pula serangan terhadap Moo dan pemberontakan Wang Gyu, apa semua itu adalah ide Wook.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-32 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-33

Won hanya diam,  sehingga Wang So bertanya jika bukan Wook, apa dia. Won segera membantahnya, dan mengklaim bahwa dirinya tak memiliki kemampuan seperti itu. Ji Mong mengancam apabila Won tidak mengaku, mereka akan menghukumnya karna telah menjual perak kepada pedagang dengan membodohi mereka beratnya. Dan yang paling membuat Won ketakutan adalah konsekuensi dari kesalahannya adalah dia akan dimasukkan ke dalam kuali mendidih.

Won tak punya pilihan lain selain memberitahu Wang So  bahwa dia hanya melakukan apa yang diperintahkan. Won berkata bahwa semua itu adalah ide Wook,  yang telah ia rencanakan dengan Yo. Mendengarnya, Wang So begitu emosi sampai dia memukul mejanya; dan dia kemudian menanyakan satu lagi pertanyaan.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-34 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-35

Kemudian, Hae Soo merasa ada yang janggal saat melihat para dayang istana di Damiwon yang tampak hening. Dia keluar bersama Woo Hee dan heran setelah melihat mereka menyaksikan prajurit istana memukuli seseorang yang tubuhnya ditutupi oleh tikar dengan bertubi-tubi.

Para dayang istana kemudian memberitahu Hae Soo bahwa raja yang memerintahkan mereka untuk menyaksikannya, sebagai peringatan bahwa ini adalah ganjaran yang akan mereka terima kalau berbicara dengan ceroboh di istana.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-36 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-37

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-38

Hae Soo bertanya pada Ji Mong apa yang sedang terjadi, dan mengapa Wang So melakukan hal kejam seperti ini. Ji Mong menjelaskan bahwa seorang dayang istana di Damiwon melakukan sebuah kejahatan serius, oleh karna itu dia diberi hukuman pukulan.

Hae Soo bertanya siapa dia, sampai akhirnya Ji Miong mengatakan dia adalah Chae Ryung. Hae Soo seketika itu pingsan setelah prajurit istana membuka tikarnya, dan melihat Chae Ryung telah tewas dengan luka disekujur tubuhnya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-39 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-40 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-41

Hae Soo terbaring di ranjangnya, dan memimpikan kebersamaannya saat Chae Ryung masih hidup, bagaimana dengan setianya dia mendampingnya; sampai air matanya pun menetes. Wang So datang ke kamar Hae Soo, dan memarahi tabib istana karna tidak memberitahunya bahwa Hae Soo sakit.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-44

Hae Soo bangun dan mendorong tubuh Wang So. Dia bertanya dengan nada yang meluap-luap bagaimana bisa dia melakukan hal kejam seperti itu kepada seorang manusia. Dia tak bisa percaya bagaimana Wang So tega memerintahkan untuk memukul Chae Ryung sampai mati seperti seekor anjing.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-42

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-43

Tapi Wang So memberitahunya bahwa Chae Ryung selama ini telah menjdi mata-mata.  Wang So menceritakan satu persatu kesalahan Chae Ryung; bagaimana Chae Ryung memberitahu Won tentang mereka berdua, mengambil barang-barang Hae Soo dari Damiwon hingga jatuh ke tangan ibu ratu sehingga mereka menciptakan kecurigaan bahwa Hae Soo adalah mata-mata asing.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-45 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-46

Wang So memberitahu Hae Soo bahwa Chae Ryung juga bertanggung jawab mencegah mereka untuk menikah dan memasukkan merkuri ke dalam tempat mandi Moo. Sontak mendengarnya Hae Soo terkejut setelah sebelumnya Chae Ryung membantah di depannya bahwa bukan dia yang melakukannya.

Wang So kemudian mengungkit saat pertama kali Hae Soo memasuki istana melalui sebuah gua yang terhubung dengan tempat mandi Damiwon, dan Chae Ryung lah orang pertama yang memberitahunya tempat itu.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-47 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-48 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-49

Wang So berkata bahwa Chae Ryung memberitahu jalan itu pada Won, dan itulah mengapa Eun tidak bisa melarikan diri saat Won dan Wook memerintahkan pengawal istana menunggu disana. Hae Soo pun teringat saat Wook menungguinya di gua setelah diberitahu oleh Chae Ryung saat dia masih jadi dayang istana Damiwon.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-50

Wang So  merasa Chae Ryung ingin tetap berada di sisi Hae Soo untuk memisahkan mereka berdua, dan menunggu saat untuk menyakitinya sehingga Wang So berpikir ia tak punya alasan untuk memaafkannya.

Tapi Hae Soo berkata, “Gadis itu. Satu-satunya kejahatannya adalah terlahir sebagai budak. Dia adalah adik kecilku.” Wang So dengan lembut menyuruh Hae Soo beristirahat dan melupakan semuanya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-51 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-52

Saat Wang So telah pergi dari kamarnya, Hae Soo tanpa sengaja melihat sebuah surat dengan tinta merah di atas meja riasnya. Sementara itu, Wang So melemparkan botol minuman alkohol  karna suasana hatinya sedang buruk setelah melihat Hae Soo begitu marah padanya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-53

Yang dia miliki hanya Baek Ah dan Hae Soo, tapi semua itu karna Wook semuanya dimulai darinya yang telah berani memanfaatkan tahta sebagai umpan, dan mempermainkannya. “Semua karna Wook. Sekarang saya telah menjadi monster bagi Soo. Saya tidak akan melepaskannya,” ucap Wang So.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-54

Hae Soo terkejut mendapati Chae Ryung ternyata bisa menulis, setelah sebelumnya Chae Ryung berbohong bahwa ia tak bisa membaca dan mengaku hanya tahu bagaimana menulis namanya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-55

Itu adalah surat Chae Ryung sebelum dia menerima hukuman. Dalam pesan terakhirnya, Chae Ryung meminta Hae Soo untuk menjaga keluarganya karna ia tahu akhirnya akan segera tiba. Dia ingin mengakui semuanya padanya, tapi sekarang ia tak punya lagi kesempatan untuk melakukannya. Chae Ryung mengakui dia adalah seseorang yang tidak akan bisa berhenti mencintai ketika ia memulainya, dan dia adalah orang bodoh seperti itu.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-56 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-57 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-58

Kita melihat Chae Ryung kecil mengemis meminta uang pada orang-orang, namun dia diacuhkan. Sampai akhirnya Won melihatnya dan memberinya sebuah uang perak. Kemudian kita melihat Chae Ryung agak kikuk saat Won memegang tangannya untuk mengajarinya menulis, dan dia diam-diam memandangi Won yang tengah tertidur.

Dalam suratnya, Chae Ryung menulis bahwa ia yakin Hae Soo tahu perasaannya. Dia tak menyesalinya, atapun membenci siapapun. Dia merasa entah itu ada harga saat melakukan sesuatu atau tidak, itu adalah sesuatu yang hanya kau yang bisa menjawab untuk dirimu sendiri.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-59 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-60

Wang So kembali ke kamarnya dalam keadaan mabuk, dan telah ada Yeon Hwa yang menungguinya disana mengenakan sebuah topeng di wajahnya. Dia mengira wanita itu Hae Soo dan bertanya, “Apa kau tidak lagi marah?”

Dia segera menghampirinya dan menariknya dalam pelukannya. Wang So mendekatkan bibirnya untuk menciumnya, tapi sepertinya instingnya membuatnya tersadar bahwa wanita yang berdiri di depannya bukan Hae Soo. Dia segera  melepaskan topeng itu dari wajah Yeon Hwa dan mengingatkannya untuk tidak rakus.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-61 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-62

Wang So menyuruhnya keluar dari kamarnya, tapi Yeon Hwa kemudian mengungkit ucapan Wang So untuk puas dengan hanya menjadi seorang ratu, tapi dia menginginkan agar Wang So membuat perjanjian ini dengan tepat.

Yeon Hwa memberitahu Wang So bahwa mereka mengejar hal yang sama di kerajaan Goryeo; dimana Wang So ingin melindungi tahtanya dan dia menginginkan seorang pewaris. Yeon Hwa berkata bahwa dia ingin membuat putra mereka menjadi seorang raja.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-65 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-66

Yeon Hwa memeluk Wang So dengan erat, tapi Wang So lantas bertanya, “Bagaimana jika saya menyuruhmu untuk memalingkan belakangmu dari Wook dan keluargamu? Bisakah kau melakukannya” Dia sekali lagi bertanya apa Yeon Hwa benar bisa menyerang Wook dan keluarganya.

Wang So menawarkan apabila Yeon Hwa menjadi satu-satunya ratu untuknya, maka dia akan membuat anak mereka menjadi putra mahkota. “Kau akan menjadi Ratu dan Ibu Ratu,” ucap Wang So.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-67

Baek Ah datang menemui Hae Soo di Damiwon untuk melihat keadaannya, dan Hae Soo bertanya apa yang harus ia lakukan sekarang. “Orang yang kucintai membunuh adikku,” ucap Hae Soo. Baek Ah menjelaskan bahwa Wang So sudah lama mengetahui kalau Chae Ryung terlibat, itulah mengapa dia berusaha membuat Chae Ryung meninggalkan istana dan dari sisinya.

Baek Ah membela Wang So bahwa seandainya Chae Ryung tidak berusaha tinggal lebih lama lagi di istana, Wang So tidak akan melakukan itu. Meskipun demikian Hae Soo berpikir tak perduli seberapa besar kesalahan Chae Ryung, dia tak bisa terima bagaimana Wang So menghukumnya dengan begitu kejam.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-63 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-64

Hae Soo berkata ia tak tahu bagaimana untuk melepaskan diri dari kesengsaraan ini. “Chae Ryung hanya seseorang yang jatuh cinta,” ucap Hae Soo. Tapi Baek Ah meminta Hae Soo untuk tidak memasang wajah sendu seperti itu, dan memberitahunya bahwa Wang So akan sangat mengkhawatirkannya.

gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-68 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-69 gambar-sinopsis-scarlet-heart-episode-18-bagian-kedua-70

Tapi Hae Soo kemudian memberitau Baek Ah bahwa dia memiliki sebuah permintaan. Dia menyuruh Baek Ah untuk memberikan sebuah perhiasan rambut pada Jung sekaligus menyampaikan pesannya. Baek Ah bertanya pesan apa itu, dan Hae Soo berkata, “Saya bersedia.”

Baek Ah bertanya jika Jung melakukannya, apa Hae Soo tidak akan sedih lagi. Hae Soo mengangguk, dan menambahkan pesannya pada Jung bahwa, “Hae Soo begitu sangat menginginkannya.”

Sumber Dok Gambar: SBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

14 comments

  1. Hahaha, dan akhirnya ketahuanlah So bukanlah lelaki yang baik seperti diharapkan hae soo. So seorang raja yang mengerikan, enggak beda sama wook.

  2. Chae Ryung, dan Hae Soo keduanya adalah wanita yang sangat mudah diperbodohi oleh pangeran. Apa pesan drama ini buatkaum hawa yakni jangan mudah percaya kata lelaki.

  3. Wah ending drama ini sangat mengerikan, dan ceritanya itu loh wow, jadi penasaran nunggu 2 ep terakhir.

  4. kenapa yah, wanita itu terlalu menggunakan perasaan dibanding logika.
    Chae Ryung: tergila-gila sama Won, udah tahu dia itu pria bejat masih aja diidolakan. Karna Chae Ryung nya pakai perasaan akhirnya dia mati mengenaskan.
    Hae Soo: Kenapa juga Hae Soo harus marah waktu Wang So bunuh Chae Ryung, dia itu kan raja harus tegas, nggak pake hati. Apalagi Chae Ryung memang sudah melakukan kejahatan besar dan telah mengkhianati Hae Soo, dan kalau Wang So modelnya seperti Hae Soo yang main perasaan, bagaimana bisa jadi pemimpin. Kalau Hae Soo maunya pria yang baik hati dan berhati lembut, jangan pacaran sama raja, pacaran aja sama rakyat biasa.

  5. yaaah, kalo di skenarionya emang gitu mau gimana lagi 😁😁😁

  6. Hae soo jdi nikah ama jung…… Ndk terimaaa

  7. Dr awal w dahh ngerasa sii haesoo lebih baik nikah sm jung. Karna dy bs ngelindungi haesoo dan yg lebih utama dy ga tertarik dgn kekuasaan…intrik di istana itu sgt mengerikan,mending jd istri jendral drpd jd istri raja yg psti setiap hr nyawanya terancam di bunuh selir2 raja

  8. butuh tisu yg byk…

  9. Terima kasih buat admin yg update terus..
    Saya selalu setia nunggu sinopsis selanjutnya..

  10. biasa aja..ceritanya kurang greget,nonton drama ini karena ada wook,eh perannya jg gak jelas,gampang dibawa angin kesana kemari.

  11. ga sbar nunggu sipnosis 19 n 20.. kbarnya ada sequel k 2 ya?

  12. Kenapa ya si hee soo hrs kwin dg jung hanya krana wook mengaku ke so dia pernah py hub.dg soo.itu kn hub.masa lalu.yg sdh berakhir.trus soo kn udh menjd wanitany so,lalu knp so jdny tdk trima,ap seorg raja tdk bs memiliki wanita yg pernah py hub.dg laki lain.binguung aku nyaa..jd raja byk amat aturanny.pray for hee soo.

  13. udah lm gak ngikutin moon lovers eh pas baca langsung sedih, ijin baca ya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*