Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 13 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 13 Bagian Kedua Drama Korea

Sumber Dok Gambar: KBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-1 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-2

[Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds  Episode 13 Bagian Pertama Drama Korea]

Menteri UI Gyo meyakinkan si pemberontak bahwa hanya itu satu-satunya cara agar dia dan keluarganya tetap hidup.

Duduk di sebuah kursi pesakitan, Menteri Kim Geun Gyo bertanya pada pemberontak itu untuk mengkonfirmasi apa malam itu ketika dia masuk melalui pintu istana, ada orang yang membantunya. Pemberontak ini mengangguk dan menjawab ada, dan menambahkan bahwa di istana ada seorang pemberontak. Mendengar berita mengejutkan ini berhasil membuat para pejabat lainnya panik.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-3 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-4

Dia kemudian melanjutkan bahwa Hong Gyeong Nae telah meninggal, tapi putrinya yang mewarisi darahnya dan tujuan yang sama berada di istana, sedang mempersiapkan pemberontakan yang lain.

Kim Geun Gyo memelototi pemberontak ini dan bertanya, “Siapa anak itu?.” Belum sempat mengatakan sesuatu, tiba-tiba saja perdana menteri Kim mengambil sebuah pedang dan menusuknya hingga tewas.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-5 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-6

Young pun geram, bahwa meskipun orang ini telah mengaku sebagai pengkhianat tetapi perdana menteri Kim tidak memiliki hak untuk membunuh rakyata tanpa sebuah perintah dari raja. Perdana menteri Kim mengklaim bahwa dia melakukan ini setelah melihat Young tampak ragu, tapi Young tiba-tiba saja mengambil sebuah pedang seorang pengawal istana dan mengarahkannya di leher perdana menteri Kim.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-7 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-8

Young berkata bukankah perdana menteri Kim juga telah melakukan pengkhianatan dengan membunuh salah satu rakyatnya, terlebih lagi di depan  Putra Mahkota. Perdana menteri Kim menantang Young untuk membunuhnya dengan pedang itu, jika Young merasa dia telah membawa bahaya di istana dengan sikapnya.

Pedang ada di lehernya, sementara Perdana Menteri Kim memberitahu Young bahwa jika ada sesuatu yang membuat negara ini dalam bahaya atau yang membuat rakyat tidak nyaman, Young seharusnya membuat keputusan dengan penuh keyakinan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-9 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-10 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-11

Para menteri memohon agar Young mengurungkan niatnya untuk melukai perdana menteri Kim, namun ia tak mengindahkan ucapan mereka. Sampai akhirnya Byung Yeon memegang tangan Young untuk menghentikannya melakukan sebuah tindakan yang sangat gegabah. Dia menatap Young dan mengangguk di depannya; dan Young pun akhirnya menurunkan pedangnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-12 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-13

Keesokan harinya, Ra On sedang makan siang bersama kasim lainnya  dan kali ini dia bersikap tidak biasanya. Ra On meletakkan sebuah lauk di atas sendok nasi Kasim Jang, dan Ra On pun tampak menatapnya dengan mata yang berkaca-akaca.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-14

Tak jauh dari tempat duduk mereka, Do Gi memberitahu Sung Yeol tentang pengakuan seorang pembunuh yang menyerang kediaman putra mahkota bahwa anggota pemberontak Hong Gyeong Nae adalah dalang dibalik penyerangan tersebut.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-15 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-16

Meskipun kasim Jang menyuruh mereka berhenti mengatakan hal yang tidak-tidak, Sung Yeol kembali mengatakan sebuah rumor bahwa putri Hong Gyeong Nae ada di istana sebagai mata-mata, dan membuka pintu istana untuk para pemberontak. Mendengarnya  Ra On tampak sedih, dan kembali lagi Kasim Jung menegur mereka karna telah mengatakan hal yang tidak masuk akal.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-17 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-18 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-19

Setelah meneguk tehnya di paviliun, Putri Myungeun malah menemukan sebuah surat yang ditinggalkan diam-diam oleh Tuan Muda Jung di tangga.

Dia membuka isi surat itu, dan mendapati gambar dirinya saat masih chubby dulu, dan  tertulis sebuah nama ‘Jeong Deok Ho.’ Putri Myungeun seperti mengenali nama itu, sampai akhirnya Tuan Muda Jung  memberanikan dirinya datang  di depannya dan berkata, “Saya Jeong Deok Ho. Saya adalah dia.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-20 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-21

Putri Myungeun mengerti maksud dari perkataannya, dan bertanya, “Bukankah Wol Hee adalah orang yang kau cintai?” Putri Myungeun kesal, membuang lukisannya dan pergi.

Tuan Muda Jung segera memegang tangannya dan mencoba mengklarifikasi perasaannya setelah putri Myungeun salah paham, tapi dia menjadi gagap di depannya sampai akhirnya putri Myungeun menampar wajahnya karna kesal dia memegang tangannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-22 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-23 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-24

Saat putri Myunguen yang kesal beranjak pergi dari hadapannya, tiba-tiba saja Tuan Muda Jung berteriak, “Hei!”

“Itu kamu. Kamu satu-satunya yang kucintai,” ucap Tuan Muda Jung.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-25 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-26

Menteri Ui Gyo memberitahu perdana menteri Kim bahwa dia telah mengetahui siapa yang berkomunikasi dengan Chil Sung (orang suruhan mereka) sebelum ia meninggal. Mereka yakin jika bertemu dengan orang itu, mereka akan dapat mengetahui informasi apa yang telah Chil Sung temukan hari itu.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-27

Mendengarnya, pikiran Yoon Sung kembali teringat ke malam disaat Chil Sung memberitahu dimana putri Hong Gyeong Nae berada, dan Yoon  Sung kemudian membunuhnya. Sampai-sampai ia tidak mendengar perintah kakeknya untuk mengucapkan selamat pada Ratu sebelum dia melahirkan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-28 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-29

Kasim Sung memberitahu Ratu bahwa anak dayang istana itu seorang pria,  dan Ratu kemudian memerintahkan kasim Sung untuk  tidak membiarkan tangisan bayi itu terdengar. Sementara itu perut ratu tiba-tiba terasa sakit, dan ia bergumam, “Tendang saja sebanyak yang kau inginkan. Benci saya sebanyak yang kau inginkan.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-30

Saat Yoon Sung dalam perjalanan ke tempat ratu, tiba-tiba saja dia mendengar suara tangisan seorang bayi di sebuah ruangan dan melihat seorang dayang istana diam-diam  keluar; yang membuatnya curiga.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-31 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-32

Jantung Kasim Sung seakan mau copot saat Yoon Sung tiba-tiba saja datang ke ruangan ratu. Yoon Sung bertanya apa ratu baik-baik saja. Ratu berusaha menyembunyikan kegugupannya, dan kemudian bertanya mengapa Yoon Sung datang ke istananya. Yoon Sung menjawab kakek yang menyuruhnya, tapi dia bisa melihat gelagat aneh dari ratu.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-33 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-34

Perdana menteri Kim datang menghadap raja, dan ditegur setelah membunuh seorang kriminal di depan putra mahkota. Perdana Menteri Kim minta maaf, dan memberitahu raja bahwa ia tak bisa menahan dirinya setelah mendengar ucapan si pengkhianat selama investigasi. Raja kemudian bertanya apa dia telah menemukan informasi tentang mata-mata yang ada di dalam istana.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-35 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-36

Perdana Menteri Kim menjawab ya, dan diam-diam ucapannya membuat Kepala Kasim Han tampak was-was. Perdana menteri Kim memberikan sebuah surat gulungan kepada raja, dimana  dalam surat itu tertulis nama anak pemberontak Hong Gyeung  Nae bernama ‘Hong Ra On.’

Kaism Han begitu sangat terkejuit setelah mengetahui mereka berhasil mendapatkan identitas siapa putri Hong Gyeong Nae, sementara perdana menteri Kim menyarankan agar raja segera memburu anak itu.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-37 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-38

Kasim Han kemudian diam-diam bertemu dengan Byung Yeon, dan memberitahunya bahwa mereka akan melindungi Ra On dengan nama mereka. Kasim  Han berkata bahwa waktu untuk menunggu keputusan Ra On telah lewat.

Byung Yeon bertanya  apa Kasim Han akan menculiknya, tapi Kasim Han berkata mereka tidak bisa membiarkan Ra On sendiri lebih lama lagi dalam bahaya. Kasim Han memberitahu Byung Yeon bahwa besok dia akan diam-diam mengajak Ra On keluar ke tempat markas militer.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-39 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-40 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-41

Setelah matahati terbit, percarian  akan dilakukan secara resmi oleh istana untuk mencari anak Hong Gyung Nae. Tapi perdana menteri Kim  menginginkan agar mereka yang terlebih dahulu menemukan Hong Ra On dan memegangnya di tangan mereka. Jika anak itu ada di tangan mereka, dia yakin kelak anak itu menjadi sebuah kartu yang dapat mereka manfaatkan. Dan diam-dian Yoon Sung menguping pembicaraan mereka.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-42

Yoon Sung pun tampak khawatir dengan bahaya besar yang sedang mengintai Ra On, sehingga dia memutuskan akan  segera pergi ke istana. Tapi langkahnya terhenti saat Byung Yeon tiba-tiba saja muncul di depannya.

Byung Yeon memberitahunya bahwa dia memiliki sebuah permintaan, terkait Ra On. Dia mengetahui bahwa Yoon Sung telah menentang keinginan kakeknya sendiri dan telah menyelamatkan Ra On. “Tolong bawa dia keluar dari istana ke sebuah tempat yang tidak akan diketahui siapapun, diam-diam,” pinta Byung Yeon.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-43 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-44 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-45

Ra On duduk sambil menatap Young yang sedang tertidur, tapi Young membuka matanya dan berkata bahwa dia tak bisa tidur dengan pulas ketika Ra on duduk seperti itu depannya. Dia tidak membutuhkan seorang kasim yang akan mengawasinya sepanjang malam. Ra On memberitahunya bahwa dia seperti ini karna ingin melihat wajahnya sepanjang malam.

Young tertawa mendengarnya, dan kembali berkata, “Kau bisa melihatku sebanyak yang kau inginkan besok.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-46 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-47

Ra On memandanginya dan berkata, “Ada saat-saat ketika sesuatu yang selalu kita lihat dan sesuatu yang selalu kita kerjakan menjadi sangat berharga. Young menambahkan, “Hal itu terjadi ketika kita berpikir itu akan menjadi yang terakhir kali.” Mata Ra On pun berkaca-kaca mendengarnya, dan memberitahu Young, “Ketika kemarin tampak seperti hari ini dan hari ini tampak seperti kemarin, bahkan hal terkecil pun menjdi sangat spesial jika kau berpikir itu adalah terakhir kali.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-48 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-49

Young memberi kode pada Ra On untuk datang mendekat di sampingnya agar bisa melihat wajahnya dengan puas. Ra on datang menghampirinya dan menatapnya dengan tajam, tapi Young tiba-tiba saja menariknya sehingga  pada akhirnya dia berbaring disampingnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-55 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-56

Ra On memandanginya dan bertanya seandainya dia datang kepadanya sebagai seorang wanita muda yang berasal dari keluarga terpandang, apa Young akan menyukainya. Young menjawab, “Bukankah itu sebuah anugerah.”

Ra On kembali mengungkit seandainya hari itu jika dia tidak pergi ke gunung Mokmyuk dan berpura-pura menjadi seorang pria bangsawan, “apakah takdir akan mengikuti mereka untuk bertemu,” ucap Ra On. Young menjawab bahwa itu juga sebuah anugerah.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-50

Young menyentuh wajah Ra on dan berkata, “Bukankah saya sudah bilang. Kita akan pergi berkeliling, dan pada akhirnya bertemu. Itu adalah takdir kita.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-51 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-52

Ra On memandangi Young dan bertanya dalam hatinya, “Kemudian, Yang Mulia, ketika kau mengetahui bahwa saya adalah seorang putri pengkhianat, apa kau tidak akan menyesali saat bertemu denganku?”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-53 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-54

Ra On menangis sambil memandangi Young yang tengah tertidur dan dengan lembut mengecup bibirnya. Ra On menyentiuh dengan lembut wajah Young, menangis sambil memeluknya dengan erat, seakan itu adalah sebuah ucapan perpisahan untuknya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-57

Young terbangun di pagi hari dan dia mendapati tak ada Ra On disampingnya. Dia memanggil Kasim Jung dan bertanya Kasim Hong ada dimana. Kasim Jung tampak bingung karna belum melihatnya sejak tadi pagi.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-58 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-59

Kemudian ketika ia berjalan-jalan di istana, Young melihat pemandangan yang tidak biasanya dimana semua para dayang istana dibawa menuju ruangan pemeriksaan yang dikawal oleh prajurit kerajaan.

Kebetulan Young bertemu dengan menteri Ui Gyo dan bertanya mengapa keadaan sangat aneh di istana. Menteri Ui Gyo bertanya apa putra mahkota belum mendengar tentang dekrit raja. Young penasaran, sehingga menteri Ui Gyo menjelaskan bahwa mereka sedang berusaha menangkap pengkhianat yang berada di tengah-tengah mereka.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-60 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-61

Dia bertanya apa Young belum mendengar bahwa putri Hong Gyung Nae berada di istana sebagai mata-mata ‘awan hitam.’ Menteri Ui Gyo juga memberitahu Young bahwa mereka telah berhasil mendapatkan lebih banyak informasi tentang anak itu. Sehingga Young melihat itulah alasan mengapa mereka menyelidiki terlebih dahulu para dayang istana.

Sebelum pergi, Young bertanya, “Tapi apa informasi baru itu? Apa kalian memiliki gambar putri Hong Gyung Nae,” Menteri Ui Gyo menjawab bahwa  mereka tak punya, tapi mereka tahu putri Hong Gyung Nae berusia 18 tahun, dan tinggal bersama ibunya di provinsi Pyungan sebelum pemberontakan itu terjadi.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-62 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-63

Menteri Ui Gyo menambahkan bahwa Hong Gyung Nae menamai putrinya Hong Ra On ketika  dia masih kecil. Sontak seketika itu Young pun terkejut setelah mendengar kabar yang sangat mengejutkan ini, sementara Menteri Ui Gyo kembali menjelaskan bahwa itulah mengapa mereka memeriksa semua orang yang berusia 18 tahun.

Young bertanya untuk mengkonfirmasi dengan apa yang baru saja ia dengar. “Tidak nama itu,” tanya Young. Menteri Ui Gyo kemudian  menyebutkan dengan sangat jelas nama ‘Hong Ra On’ di depannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-65

Dunia Young seakan runtuh saat Menteri Ui Gyo mengkonfirmasi namanya. Menteri Ui Gyo melanjutkan bahwa mata-mata itu dipanggil “Hong Ra On” ketika dia masih kecil, dan ia yakin sekarang anak itu telah menggunakan nama lain.

Setelah mendengar kabar mengejutkan ini wajah Young tampak pucat, dan tak mengindahkan saat hujan rintik-rintik mulai membasahinya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-66 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-67 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-68

Dia bergegas pergi ke tempat tinggal Ra On, dan kembali berusaha mengkofirmasi firasatnya saat mengingat ketika ia bertanya  dengan nama apa harus memanggilnya,  dan saat itu Ra On menjawab, “Hong Ra On, Yang Mulia.”

Young menengok ke sekeliling ruangan itu, dan dia hanya mendapati baju kasim Ra On ada di atas sebuah kasur beserta sebuah gelang pemberiannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-64

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-kedua-69

Sumber Dok Gambar: KBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

9 comments

  1. Ha yeon, lu masih mengharapkan cinta dari putra mahkota, meskipun dia menegaskan tidak akan memberikan hatinya. Parah kali kau ha yeon, cinta tak harus memaksakan, dan jangan kau paksa untuk memilikinya dengan cara yang terlihat seperti bantuan, edisi kesal…

  2. Gw penggemar drama korea dari dulu, moga2 aja endingnya tidak menyedihkan…. Soalnya putra mahkota wajib menikah dengan wanita yang berasal dari kalangan bangsawan, apalagi ra on anak pemberontak.

    • @Kdramafans. Iya chingu, saya juga enggak suka dengan drama yang berakhir dengan kesedihan. Suka dengan drama yang berakhir dengan bahagia, namun jengkel dengan drama yang berakhir sedih, soalnya bikin kite nangis…

  3. Moga cinta Young nggak akan berubah setelah mengetahui fakta bahwa Ra On adalah anak dari seorang pemberontak, seperti pertanyaan Ra On pada Young dalam hatinya: “Ketika kau mengetahui bahwa saya adalah seorang putri pengkhianat, apa kau tidak akan menyesali saat bertemu denganku?”

  4. Lucu aja lihat kisah cintanya tuan muda Jung sama Putri Myuengun.

  5. Moga2 akhirnya dramanya tidak bikin mata bengkak, penasaran sama epsode besok.

  6. Selamat aja buat Kim Yoo Jung yang baru saja berhasil menyabet penghargaan dalam APAN Awards 2016 sebagai artis pendatang baru terbaik untuk perannya dalam MDBC. Dan selamat juga buat Park Bo Gum, berhasil meraih perhargaan yang sama sebagai artis pendatang baru terbaik, cuman untuk perannya dalam Reply 1988.

  7. BoJung(Bo gum x Yoo jung)

    Oke..
    Part akhir sukses bikin aku nangis.
    Iiihh,, sakit banget rasanya hati.
    Enggak tega Ra on dan Lee young pisah. Sakit banget.
    Jangan sampai pangeran nikah sama Ha yeon, enggak rela.
    Ayo pangeran, cepat cari tahu kebenarannya.
    Aku rasa Ayahnya Ra on bukan seorang penghianat, tapi ia hanya di kamping hitamkan oleh seseorang mungkin.
    Iiihh.. Makin penasarn aja. Sukses bikin baper tiap episodetnya.

  8. Perasaan lihat episode ini campur aduk. Diabetes karena kemanisan otp kita LY dan RO, sebel sama naifnya HY, terus jatuh cinta sama ekspresi khawatirnya YS yang ulala dan BY jg apa cuma saya atau emg BY jadi makin ganteng wkwk. Tapi overall bagian terakhir sukses bikin saya sedih sekaligus khawatir sama kelanjutan cerita MDBC. Semoga berakhir dengan baik seperti yang kita semua harapkan >W<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*