Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 14 Bagian Pertama Drama Korea

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 14 Bagian Pertama Drama Korea

Sumber Dok Gambar: KBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-1 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-2

[Baca juga: Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 14 Bagian Pertama Drama Korea]

Setelah istana menetapkan untuk mencari seorang gadis mata-mata berusia 18 tahun bernama Hong Ra On, masuk dan keluar dari istana sangat diperketat, sementara para gadis muda dikumpulkan untuk diperiksa. Ra On yang mengenakan pakaian laki-laki dengan ragu mendekati penjaga untuk bisa meninggalkan istana.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-3

Sampai, Yoon Sung muncul dan mengatakan bahwa Ra On ada bersamanya. Dan statusnya berhasil melindungi Ra On, sehingga mereka diijinkan pergi.

Sementara itu di istana, Young datang ke tempat Ra On, dan mendapatinya dia sudah tak ada disana. Yang tertinggal hanya baju kasim di atas kasur dan sebuah gelang pemberiannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-4 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-5

Young mengumpulkan para menterinya dan  meminta pendapat kepada Menteri Keuangan, Kim Geun Gyo, mengenai perpajakan yang tidak tepat. Kim Geun Gyo pura-pura tak mengerti dengan pertanyaannya, tapi Young mengkritik tentang pajak yang harus dikumpulkan rakyat bahkan ketika mereka maih bayi padahal mereka seharusnya menerima pajak dari rakyat yang telah berusia di atas 16 tahun, ditambah lagi orang yang telah meninggal ternyata masih harus membayar pajak.

Menteri Geun Gyo menjelaskan bahwa ada beberapa  pegawai yang membuat kesalahan sehingga mereka mengumpulkan pajak dengan tidak tepat.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-8

Young menegurnya karna telah menyalahkan kesalahan manajemen, dan Young segera memerintahkan Geun Gyo untuk mengembalikan pajak yang telah tidak adil dibayar oleh rakyat.

Menteri Jo tidak setuju, mengatakan bahwa keadaan negara ini mengalami krisis keuangan sehingga menurutnya dibanding memberikan kompensasi, lebih baik menghukum mereka yang bertanggung jawab.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-6 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-7

Namun Menteri Ui Gyo tak setuju karna menurutnya jika Young menghukum para pejabat tersebut dan mengurangi pajak yang mereka terima, keadaan negara ini akan berada dalam kondisi kritis. Young berterima kasih karna Menteri Ui Gyo masih memikirkan kondisi bangsa, meskipun ia tahu ini hanya bualan semata. Young mengumumkan bahwa dia akan mengurangi upah semua para pejabat.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-9 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-10

Para pejabat menentang dengan rencana Young, tapi dia kemudian mengungkit tentang orang-orang yang telah meninggal yang masih harus membayar pajak karna para pejabat yang korupsi sehingga menurutnya mereka tak pantas mengeluh untuk hal sekecil ini.

Ia bertanya dengan nada yang meluap-luap, “Apa kalian pantas mendapatkan upah dari negara?”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-11 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-12

Kasim Han tampak lesu dan kelelahan, dan Sung Yeol  pun berkomentar bahwa putra mahkota seperti es di tengah musim dingin. Do Gi bingung dengan ucapannya, dan Sung Yeol menjelaskan pangeran dingin dan tajam. Kasim Jang menghela nafasnya karna mengkhawatirkan kondisi kesehatan putra mahkota yang bekerja sepanjang malam.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-18

Do Gi penasaran Kasim Hong (Ra On) ada dimana, dan Kasim Jang  juga tak tahu dimana keberadaannya. Ra On menghilang tanpa jejak dalam semalam, dan mereka tampak lesu, karna merindukan kehadiran Ra On.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-13 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-14

Tuan Muda Jung melaporkan pada Young bahwa dia tak menemukan petunjuk apapun setelah mencaritahu tentang Baekwon perihal para penyerang yang tewas. Tapi dia menemukan sesuatu yang aneh bahwa baru-baru ini menteri Kim Ui Gyo menjual beberapa posisi pejabat untuk sebatang emas. Young memberitahunya bahwa dia telah memindahkan Menteri Ui Gyo, tapi tuan muda Jung penasaran kemana batangan emas itu.

Dia kemudian menginformasikan Jung bahwa saudara dari salah satu penyerang yang tewas itu menggunakan emas batangan di  perjudian. Sehingga Young menarik kesimpulan bahwa mereka menerima batangan emas sebagai imbalan untuk sesuatu.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-15 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-16 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-17

Young kemudian datang ke penjara setelah diberitahu bahwa mereka telah menemukan gadis di bawah 20 tahun yang mencurigakan. Mereka  menduga gadis ini memiliki hubungan dengan Baekwon.

Di dalam penjara, Young berjalan perlahan mencari gadis yang dimaksud, sampai akhirnya dia melihat dari belakang seorang gadis yang mirip dengan Ra On. Jantungnya seolah berdetak kencang dan matanya  berkaca-kaca. Young berjalan perlahan mendekatinya, dan ia bisa bernafas lega karna gadis itu bukan Ra On.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-19 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-20

Sementara itu, Ra On melihat ibunya sedang menyulam sebuah bunga anggrek putih. Dia mengenali sulaman bunga itu sama persis dengan sapu tangan yang disimpan dengan baik oleh Kasim Han milik teman lamanya, dan tentu saja orang itu adalah ayah Ra On.

Ra On mengetahui arti dari bunga sulaman itu: “Bahkan dalam mimpi saya merindukanmu,” sehingga dia bertanya apa ayahnya tahu arti dari sulaman bunga ini. Ibunya menjawab mungkin.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-21 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-22

Ibunya kemudian memegang tangan Ra On dan bertanya apa terasa sulit. Ra On menjawab tidak. Ra On kemudian bertanya bagaimana mereka bertemu. Ibunya menjawab bahwa dia dan ayahnya  berteman dari kota yang sama, dan merupakan salah satu dari banyak pria yang menyukainya.

Ibunya bercerita bahwa para pria yang menyukainya memberinya perhiasan dan bunga, tapi ayahnya berbeda  karna memberinya nasi barley, atau jagung. Dia mengingat dengan jelas bagaimana ketika suaminya tidak memiliki apa-apa, dia akan memberinya tanaman hutan atau kulit pohon. Ibu Ra On berkata bahwa dia meminta ayahnya menikahinya karna merasa setidaknya dia tidak akan kelaparan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-23

Ra On tersenyum kepada ibunya dan berkata, “Dia tidak memiliki ambisi.” Ibunya lanjut bercerita bahwa apa yang diinginkan ayahnya adalah mereka memiliki sebuah ladang untuk digarap, makanan untuk dimakan ketika lapar, sebuah rumah kecil untuk tidur ketika malam tiba.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-24 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-25

Byung Yeon datang menemui kasim Han untuk memberitahu bahwa dia telah kehilangan Ra On. Kasim Han tak habis pikir hal ini terjadi disaat mereka akan membawa Ra On ke markas mereka. Byung Yeon beralasan bahwa Ra On pasti segera melarikan diri disaat para penjaga mulai memeriksa  para kasim.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-26

Tapi mendengar alasannya, Kasim Han  mempertanyakan ucapan Byung Yeon beberapa waktu lalu bahwa Ra On belum mengetahui identitasnya yang sesungguhnya atau tentang mereka. Sepertinya Kasim Han mengetahui ada sesuatu yang disembunyikan oleh Byung Yeon. Sebelum Byung Yeon pergi, Kasim Han mengatakan bahwa tempat paling aman bagi Ra On adalah bersama mereka ‘Awan Putih.’

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-27 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-28

Yoon Sung datang menemui Young setelah putra mahkota memanggilnya. Young berkata wanita yang ia cintai  menghilang, dan mengapa Yoon Sung tak bertanya apapun padanya entah itu — apa Ra On meninggalkannya sebuah surat, apakah Ra On mengatakan kemana dia pergi.

Yoon Sung memberitahunya bahwa mereka berdua tidak bisa membagikan informasi satu sama lain, bahkan jika mereka mengetahui sesuatu, itulah mengapa dia tidak bertanya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-29 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-30

Young berkata tidak untuknya, meskipun itu percuma dia ingin bertanya. Dia berharap Yoon Sung memberitahunya jika mengetahui sesuatu, tapi Yoon Sung minta maaf karna tidak bisa membantunya. Young tahu meskipun Yoon Sung mengetahui sesuatu, dia tetap akan mengatakan tidak tahu. Yoon Sung menjawab dia akan melakukan seperti itu, dan Young pun pergi dari hadapannya dengan wajah yang lesu.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-31 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-32 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-33

Ha Yeon kebetulan berpapasan dengan Young dan ia menunduk, tapi saat Young hanya terus berjalan dan tak memperhatikannya Ha Yeon lantas memanggilnya.

Ha Yeon bertanya bahkan ketika mereka bertemu secara kebetulan, apa Young tidak mengenalinya. Young dengan nada datar berkata bahwa dia tidak melihatnya. Ha Yeon berkata dia iri pada Young.  Menurutnya akan menyenangkan jika dia bisa berjalan melewati Young tanpa melihatnya, dan akan jauh lebih baik seandainya dia bisa saja berjalan melewatinya dengan acuh tak acuh, dan berpura-pura tak melihatnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-34 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-35

Ha Yeon bertanya mengapa dia memasang wajah seperti itu, karna itu hanya menyakitinya. Young balik bertanya hal yang sama, “Mengapa kau memasang ekspresi seperti itu terhadapku. Kau mengatakan bahwa ini hanya sebuah perjanjian. Setelah sedikit berbasa-basi di depannya, Ha Yeon berkata, “Jadi maksudku adalah jangan berjalan dengan lemah seperti itu. Juga jangan membuat ekspresi seakan kau baru saja kehilangan seluruh duniamu. Orang yang kau cintai mungkin akan mengatakan hal yang sama, seandainya dia melihat keadaanmu sekarang.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-39 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-40 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-41

Malamnya, Young melihat bulan purnama, sementara Ra On yang tengah berada di tempat persembunyiannya, juga menatap hal yang sama. Dia memikirkan saat ketika dia duduk bersama Young di istana, memandangi indahnya bulan bersama-sama di malam hari.

Ra On berkomentar, “Bulan dilihat dari istana kelihatan seperti itu.” Tapi Young berpendapat berbeda, menurutnya bulan tetap sama dari mana saja, tidak ada bedanya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-36

Ra On menjelaskan ketika dia masih kecil dan berkeliling bersama sirkus kelilingnya, dia berpikri bahwa setiap desa memiliki bulan yang berbeda; bulan di satu desa bulat sementara bulan di desa lain berbentuk bulan sabit. Young bertanya apa dia sering berpindah, dan Ra On menjawab ya sambil tertawa.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-37 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-38

Ra On kemudian  bertanya apa Young tidak pernah memiliki pikiran konyol seperti itu, Young menjawab tidak dan berkata, “Bagaimana kau bisa begitu bodoh?” Ra On memasang wajah cemberut padanya, tapi Young kemudian menariknya mendekat padanya dan meyakinkan Ra On bahwa dia hanya bercanda.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-42 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-43

Young menjelaskan bahwa ini pertama kalinya ia mengatakan: “Saya dulu lebih bodoh daripada kamu. Dulu sebagai seorang anak kecil, saya berpikir kalau istana ini adalah seluruh dunia. Kolam yang tertinggi, terdalam dan paling berharga di Joseon adalah di istana ini aku di besarkan.”

Ra On menggodainya bahwa dia lebih baik dari Young, karna bahkan jika itu adalah tempat terendah dan terkumuh di Josen, dia bermain di kolam besar.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-48

Young memegang tangan Ra On dan bertanya, “Ra On. Entah kau melihatnya dari istana atau dari banchon, bulan masih tetap sama, bukan? Bahkan kalau aku Putra Mahkota, dan kau adalah kau, kita akan baik-baik saja, dimanapun kita berada selama hati kita merasakan hal yang sama. Sama seperti bulan itu.”

Ra On kemudian beristirahat di pundak Young. Kembali ke masa sekarang, ingatan itu membuat Ra On menangis.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-44 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-45

Ratu akan melahirkan, sementara Raja dibuat cemas setelah mengetahui ratu satu bulan lebih awal melahirkan. Dokter istana dan perawat baru saja tiba untuk membantunya melahirkan tapi mereka diberitahu oleh dayang istana bahwa ratu telah melahirkan dan mulai pulih dan tidak lagi membutuhkan perawatan mereka.

Segera setelah bayi itu lahir, seperti yang mereka takutkan, ternyata bayi itu seorang perempuan. Ratu menolak untuk melihat wajah bayi perempuannya dan memerintahkan bayi itu untuk dibawa pergi, sementara bayi pria dayang istana yang dirahasiakan berbaring disisinya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-50 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-51

Keluarga Kim bersorak kegirangan dengan kelahiran seorang pangeran baru, mereka begitu bahagia karna yang lahir ternyata  laki-laki sehingga mereka akan memiliki pangeran baru untuk menggantikan Young. Perdana menteri Kim memperingatkan untuk menjaga mulut mereka. Tapi Menteri Ui Gyo cukup bahagai karna dia mengkhawatirkan putri menteri Jo akan menikahi Young, tapi sekarang yang mereka hanya harus lakukan adalah menggantikan pangeran.

Perdana Menteri Kim memberitahu mereka untuk tidak terlalu terburu-buru perihal siapa yang akan duduk di tahta, tapi menteri Ui Gyo dan Geun Gyo tertawa sebagai tanda kemenangan untuk pihak mereka.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-46 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-47

Bayi perempuan itu diberikan kepada Kasim Sung, dan diam-diam mengeluarkannya di istana menggunakan sebuh gerobak dan menyerahkannya kepada orang lain. Ketika bayinya mulai menangis, mereka mencoba untuk meredam suara itu, dan seorang pria lain bergegas pergi membawanya.

Tapi di sudut, Yoon Sung melihat semua kejadian tersebut.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-49

Giliran Putri Myungeun yang diam-diam mencari tuan muda Jung di istana, dan kemudian berpura-pura  tanpa sengaja lewat di depannya. Putri Myungeun bersikap dingin di depannya, tapi  dia segera tersenyum sumringah saat tuan muda Jung memanggilnya. Putri Myungeun kemudian memintanya untuk menemaninya  berjalan-jalan, dan tuan muda Jung dengan bahagia mengikutinya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-53

Duduk di sebuah paviliun bersama-sama, Myungeun mengatakan bahwa dia menyukai sifat tuan muda Jung yang cuek, itu membuatnya merasa bebas dalam dirinya.  Putri Myungeun kemudian menyarankan agar mereka mencoba sedikit tidak formal saat mereka sedang sendirian. “Deok Oh,” panggil Myungeun.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-52

Tapi tuan muda Jung berkata dia tidak bisa, yang membuat senyumannya lenyap. Kemudian tuan muda Jung merentangkan tangannya di sekitar pundak Myungeun dan berkata, “Saya bahkan tak tahu namamu.” Putri Myungeun kemudian memberitahu namanya, dan tuan muda Jung menariknya lebih dekat padanya.

Myungeun menutup matanya, dan tuan muda Jung mendekatkan bibirnya untuk mencium Myungeun, tapi di detik-detik terakhir dia ditampar. Dengan gugup, Myunguen berkata bahwa itu terlalu cepat, dan dengan gagap tuan muda Jung segera minta maaf

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-54 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-55

Raja memberitahu Young tentang kelahiran seorang pangeran baru, meskipun ia memahami posisi Young, bahwa berita ini tidak bisa membuatnya begitu  bahagia atas kelahiran anak laki-laki. Young menjawab pangeran itu adalah adiknya  dan meyakinkan ayahnya untuk tidak khawatir.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-56 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-57

Ketika Menteri Ui Gyo singgah di tempat ratu, dia berkomentar di depan kasim Sung tentang banyaknya hal yang sedang dipikirkan oleh Young saat ini. Kasim Sung menambahkan bahwa Young pasti merasa sedih karna seorang kasim kesayangannya menghilang.

Itu merupakan sebuah berita untuknya, dan Kasim Sung menjelaskan bagaimana kasim Hong menghilang pada hari saat istana berada dalam kekacauan untuk mencari anak dari Hong Gyeong Nae. Kasim Sung menggelengkan kepalanya terhadap masalah yang telah dibuat oleh Ra On dan bagaimana pakaian wanita ditemukan di asramanya, sehingga ia hampir diseret pergi oleh ratu, tapi ada Young yang menyelamatkannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-58 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-14-bagian-pertama-59

Menteri Ui Gyo merasa petunjuk ini cukup menarik. Sehingga kemudian ketika dia bertemu dengan Young, dia mengungkapkan rasa simpatinya atas menghilangnya seorang kasim di tempatnya dan bagaimana hal itu pasti sangat membuat kekhawatirannya mendalam setelah kehilangan seorang kasim berharganya.

Sumber Dok Gambar: KBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*