Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 16 Bagian Kedua

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 16 Bagian Kedua

Sumber Dok Gambar: KBS TV

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-1 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-2

[Baca juga: Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 16 Bagian Pertama]

Ayah minta maaf atas kesulitan yang dialami oleh Ra On. Sambil menitihkan air matanya, Ra On bertanya kapan ayahnya berencana datang padanya. Ayah menjawab tidak tahu, dan mungkin ketika Ra On tak perlu lagi harus berpura-pura menjadi seorang pria.

Ra On berkata, “Bahkan jika kau tak mampu mengubah dunia, kau bisa menjadi bantuan terhebat sebagai seorang ayah.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-5 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-6

Ayah berkata dia tidak ingin membuang anaknya ke dunia yang penuh dengan masalah dan memarahinya karna tidak melakukan dengan baik, itulah mengapa dia ingin mengubahkan pada sebuah dunia yang lebih baik untuk ditinggali Ra On. Meskipun demikian Ra On berkata, “Seandainya saya tahu kau masih hidup, pasti akan sangat menyenangkan. Saya akan merindukanmu dan akan memanggilmu Ayah.”

Hong Gyung Nae terharu mendengar Ra On memanggilnya ayah sampai ia meneteskan air mata.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-7 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-8

Namun saat Ra On keluar bersama Young dari sel penjara, Kasim Sung tanpa sengaja melihat seorang penjaga yang berjalan dibelakang Young yang tak asing baginya.

Dia bergegas pergi menuju kediaman Ratu, dan karna saking terburu-burunya dia sampai bertabrakan dengan Yoon Sung. Namun Yoon Sung curiga setelah melihat gelagatnya yang tampak aneh.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-9 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-10

Kasim Sung masuk ke kamar ratu dan berkata bahwa dia telah menemukannya, Ratu memintanya berbicara dengan jelas, sampai akhirnya Kasim Sung mengatakan bahwa dia telah menemukan Hong Ra On.

Ratu bertanya untuk mengkonfirmasi apa Ra On benar-benar ada di dalam istana, dan Kasim Sung menjawab ya. Ratu tertawa melihat Ra On yang tak memiliki rasa takut sampai berani datang ke istana.  Kasim Sung memberitahu ratu bahwa dia melihat Ra On keluar dari sel tahanan, dan sekarang pergi bersama Putra Mahkota.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-11 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-12

Ratu kemudian memerintahkan Kasim Sung untuk  pergi memanggil Kepala Administrasi Internal sekarang, dan ia juga keluar dari kamarnya untuk menyaksikan penangkapan Ra On.

Namun saat keluar, Ratu telah mendapati Yoon Sung berdiri di depan kamarnya. Yoon Sung berkata dia datang membawakan teh yang dikirim oleh perdana menteri Kim, dan melarang ratu  untuk pergi. Yoon Sung mendesak ratu untuk mendengarkan apa yang ingin ia katakan terlebih dahulu.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-13 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-14

Yoon Sung kemudian berbisik di telinga ratu, “Ini adalah sesuatu mengenai bayi yang baru lahir yang diselinapkan keluar dari pintu belakang istana baru-baru ini.”

Ratu mengajak Yoon Sung masuk ke kamarnya untuk berbicara, dan mencoba menyembunyikan kegugupannya di depannya. Dia menggertak Yoon Sung, bertanya apa Yoon Sung mencoba untuk menghinanya, ibu dari bangsa ini, dengan cerita yang tidak masuk akal seperti itu.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-15 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-16

Namun Yoon Sung balik menuduh ratu bahwa dialah yang telah menghina bangsa ini. Yoon Sung mengancam ratu untuk tidak memberitahukan pada raja atau pun perdana menteri Kim atas apa yang telah ia dengar dari Kasim Sung, dan sebagai imbalannya Yoon Sung akan menutup mulutnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-17 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-18

Ratu memperingatkan Yoon Sung bahwa tidak ada yang akan percaya dengannya, kalaupun dia berani memberitahukan bahwa  dia telah menukar bayinya.

Yoon Sung sadar ini tidak bisa dilakukan tanpa bukti,  dan kemudian memberitahu ratu: kalau kebetulan bayi itu masih hidup, apa ceritanya akan berubah. Sontak ratu sangat terkejut mendengarnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-3

Ra On dan Young duduk di sebuah tempat sunyi, dan Ra on berkata dengan penyesalan bahwa dia  telah mencoba untuk tidak membuat kekacauan pada ayahnya.  Young memberitahunya untuk tidak mengatakan hal-hal seperti itu: “Disaat kau dan aku tidak mengetahuinya, takdir kita sudah terikat. Jadi sekarang, jangan menyesal kepadaku, jangan merasa sakit.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-19 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-20

Ra On  melihat hari telah malam dan bertanya apa Young tidak kembali ke istananya. Menolak unutk pergi, Young berkata bahwa malam ini berawan dan bulan belum muncul: “Bagaimana mungkin  aku berjalan sendiri dalam gelap? Jadi aku akan tinggal disini sedikit lebih lama, baru kemudian pergi.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-4

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-21

Mereka sejenak saling bertatapan, sampai Ra On menunduk dan Young berkata, “Berulang kali setiap hari, aku membayangkan  akan seperti apa kalau kita bertemu dalam keadaan yang berbeda. Bahkan kalau hanya kali ini, disini, di tempat yang tidak diketahui siapapun, tanpa memikirkan apapun, kita saling berhadapan, Ra On.”

Saat Young memanggil namanya, Ra On menatap Young dengan tajam. Young pun berkata, “Kurasa aku akan bisa tidur dengan nyenyak malam ini.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-22 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-23

Raja duduk sendirian di mejanya dalam kamarnya yang gelap, dan sebuah bayangan muncul di depan pintu. Ini ternyata hanya sebuah mimpi: dimana Hong Gyung Nae muncul dengan sebuah pedang di tangannya, mengangkat dan mengayunkan pedangnya dengan sebuah auman. Pedang itu menebasnya, dan raja terbangun dengan ketakutan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-24

Raja menggigil ketakutan hingga ia berteriak memanggil perdana menteri, dan kepanikannya membuat raja mengeluarkan perintah kerajaan agar penyelidikan Hong Gyung Nae dimulai hari ini.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-25 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-26

Hal ini menjadi perhatian para pemberontak, yang sebenarnya mengharapkan waktu yang lebih sebelum mereka menerobos masuk penjara. Melarikan diri dari tempat penyiksaan akan sepuluh kali lebih sulit daripada membawa Hong Gyung Nae keluar dari sel penjara.

Kasim Han kemudian memberitahu Byung Yeon bahwa dia yang telah membunuh pengkhianat mereka di dalam penjara, meskipun dia seorang kawan yang dikenalnya selama 10 tahun, namun di hadapan alasan yang lebih besar, hal-hal itu adalah masalah sepele dan pribadi. Kasim Han  memerintahkan Byung Yeon untuk memfokuskan semua kekuatannya untuk melepaskan pemimpin mereka dari tempat penyiksaan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-27 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-28

Kasim Han memberitahu Byung Yeon untuk menyamarkan Ra On dan bersembunyi ke dekat pintu istana, sehingga keduanya bisa dibawa keluar dari istana.

Young mengunjungi Hong Gyung Nae sebelum interogasinya, dan memintanya untuk mengklarifikasi apa yang ia katakan terakhir kali, penguasa didirikan  oleh masyarakat – apa dia menyiratkan raja orang-orangan yang akan mendengarkan masyarakat, dan Hong berkata tidak.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-29 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-30

Young berkata bahwa dia juga menginginkan politik untuk rakyat, tapi tidak mengerti bagaimana rakyat bisa memilih seorang raja yang memerintah untuk mereka. Hong Gyung Nae menjelaskan bahwa apa yang ia dan pengikutnya inginkan bukan hanya politik bagi rakyat, tapi menginginkan politik yang menguntungkan rakyat.

Orang seperti Young, Raja yang dipilih oleh Langit akan berpikir bahwa dia adalah matahari, keberadaan yang bersinar. Tapi apa yang ia inginkan berbeda: Seorang raja yang datang dari masyarakat akan berbeda, yang akan menganggap dirinya sendiri dan masyarakat adalah sama sebagai manusia.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-29

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-30

Ucapan Hong mengena di hati Young, dan Hong kemudian berkata, “Manusia bermimpi untuk menjadi manusia, bukankah itu lucu?”

Young bertanya, “Lalu kenapa kau berpikir  bahwa menyingkirkan Raja adalah satu-satunya cara untuk mencapai itu?” Hong Gyung Rae menjawab, “Karna tidak ada raja yang rela untuk merelakan tahtanya. Kau dan aku, seorang bangsawan dan budak, wanita dan pria, anak pengkhianat dan keturunan penguasa. Mereka  menjadi setara, apa kau akan mengizinkannya kalau kau menjadi raja?”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-31 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-32

Ucapannya membekas dalam benak Young. Saat seorang penjaga membawa Hong Gyung Nae untuk diinterogasi, Young berkata, “Seseorang yang dikirim oleh masyarakat bukan satu-satunya orang yang akan menghargai rakyat. Bagaimana bisa seseorang yang menghargai setiap orang merujuk kepada mereka sebagai anjing dan babi?”

Young mendeklarasikan, “Dunia yang aku dan kau impikan tidak berbeda. Satu-satunya perbedaan adalah seberapa jauh itu dari sistem kita saat ini. Aku akan datang kembali untuk menemuimu setelah penyelidikanmu. Apa mungkin untuk menemukan jalan yang sama untuk dilalui menuju dunia yang kita impikan tanpa pertumpahan darah?”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-33 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-34

Saatnya bagi raja untuk melakukan interogasi, dan suasana tampak tegang saat mereka berjalan menuju tempat interogasi – Kasim Han berjalan dibelakangnya, pengikut  perdana menteri Kim, sisanya para pejabat dan terakhir Young.

Ra On yang masih menyamar, kemudian menunggu di sebuah tempat di istana dan tiba-tiba saja seseorang membekapnya dari belakang.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-35 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-36

Raja tiba di tempat interogasi, dan ketakutan setelah melihat Hong Gyung Nae, meskipun Hong Gyung Nae terikat dan terluka. Perdana Menteri Kim kemudian mulai bertanya apa Hong Gyeong Nae mengakui bahwa ia telah melakukan pengkhianatan. Tapi Hong Gyung Nae berkata tidak.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-37

Perdana Menteri Kim berkata ada bukti bahwa dia telah mengkhianati dan memberontak terhadap bangsa dan rakyat, dan si raja yang panikan memerintahkan mereka untuk segera memulai penyiksaan. Raja memerintahkan untuk menyiksa Hong Gyung Nae sampai dia mengakui kejahatannya dan menumpahkan air mata darah. Young, Byung Yeon dan Kasim Han tampak cemas dengan siksaan tersebut, dan saat Hong Gyung Nae disiksa dengan seterika panas, Ra On dibawa oleh pengawal istana yang menangkapnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-38

Perdana Menteri mengancam akan memberikan eksekusi mati di tempat ini sekarang juga, jika Hong Gyung Nae berbohong sekali lagi dan kemudian bertanya apa Hong mengakui sudah memulai pembelotan 10 tahun yang lalu, menjadikan bangsa jatuh ke dalam kekacauan dan membunuh ribuan warga. Hong berkata, “Ah, jadi itu arti dari ‘pembelotan,’ ‘pemberontakan,’ dan ‘pengkhianatan’ yang kau bicarakan,” dan kemudian mengakui bahwa dia melakukannya. Hong Gyung Nae kembali berkata bahwa sekutu lainnya yang bersalah juga ada disini sekarang.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-39 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-40

Pengakuan ini membuat semuanya terkejut. Hong Gyung Nae mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang memberlakukan pajak yang berlebihan pada warga dan mengambil 9/10, dan mengklaim bahwa munafik pajak itu hanya mengisi perut mereka sendiri. Hong Gyeong Nae berkata dia yang telah menghasut orang-orang yang mati kelaparan dan memojokkan mereka ke dalam situasi yang mematikan sampai akhirnya mereka menahan rasa sakit mereka dengan kehendak yang kuat untuk mengubah dunia, namun raja yang telah melepaskan semua harapan itu.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-41 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-42

Raja geram  mendengar ucapannya, tapi Hong Gyung Nae kembali berkata, “Saya mengaku sekarang.” Hong Gyung Nae meminta agar para pengkhianat itu juga diberikan hukuman yang sama dengannya, “Penggal semuanya bersamaku. Itu adalah bagaimana aku akan membayar semua darah yang ditumpahkan oleh ribuan orang.”

Merasa terpojok,  raja berteriak memerintahkan untuk memenggal kepala Hong sekarang juga, dan para prajurit istana mengeluarkan senjata mereka. Young segera berdiri dari tempat duduknya dan memohon pada raja untuk menarik kembali perintahnya. Semua mata tertuju padanya saat Young meminta ayahnya untuk tenang, dan kemudian memberitahu raja bahwa tidak akan terlambat untuk memvonisnya setelah semua proses interogasi dilakukan. Dan raja melihat ke sekelilingnya dengan penuh keraguan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-43 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-44

Perdana menteri Kim ikut campur, mengatakan bahwa Young memiliki alasan berbeda. Dia kemudian mengkritiknya karna telah menunjukkan perasaan pribadinya disaat mereka sedang menghukum penjahat bangsa ini. Kemudian perdana menteri Kim mengumumkan rumor bahwa putra mahkota menjalin hubungan rahasia dengan putri si pengkhianat yang  telah menyebar luas di istana.

Ucapan perdana menteri Kim mengagetkan semuanya, termasuk raja dan ayah Ra On. Perdana menteri  meminta Young untuk mengkonfirmasi atau menolak rumor itu.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-45

Kemudian perdana menteri memerintahkan Ra On untuk dibawa masuk ke dalam. Ra On dibawa di tengah-tengah penyiksaan itu dan berlutut di dekat ayahnya, dan perdana  menteri memberitahu raja bahwa dia adalah gadis itu. Perdana Menteri Kim menuntut sebuah jawaban dari Young: Apa benar bahwa ini adalah gadis yang tersembunyi di sisi Putra Mahkota sebagai mata-mata? Dan apa benar bahwa dia menyembunyikan putri pengkhianat karna dia mencintainya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-46 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-47

Hong Gyung Rae mendesak agar mereka menanyakan saja dosa-dosanya kepadanya, bukan putrinya. Hong Gyung Nae berkata bahwa dia belum pernah melihat wajah putrinya, dan tidak ada hubungannya dengannya.

Perdana Menteri Kim menyuruh Young untuk membuktikan bahwa dia tidak merencanakan pembelotan dengan pemberontak – dengan memenggal kepala Ra On.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-48 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-49

Young tetap diam, merasa dilema harus berbuat apa, sementara raja berteriak padanya untuk segera bertindak. Ketika Young tetap diam, raja memerintahkan anak buahnya untuk segera memenggal kepala Ra On.

Ra On memandangi Young dan berpikir dalam hatinya, “Putra mahkota, mulai saat ini dan seterusnya, jangan mencintaiku. Hanya ingat aku sebagai putri pengkhianat. Seorang wanita yang kau cintai tapi tidak bisa melindungi, rasa sakit yang menghancurkan itu, aku tidak ingin memberikan itu kepadamu, Putra Mahkota.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-50

Young mengepalkan kepalan tangannya, dan Ra On menutup matanya. Prajurit mengangkat pedangnya.

Young mengambil pedang Byung Yeon untuk menghalanginya, tapi dia hanya mengangkat pedangnya setengah saja karna tiba-tiba saja sebagian dari prajurit istana menebas mereka dari belakang, dan mereka pasti adalah para pemberontak yang telah menyamar.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-51 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-52 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-53

Prajurit istana dan pemberontak saling menyerang, dengan melayangkan pedang mereka masing-masing. Sementara Byung Yeon berdiri membela putra mahkota.

Tapi Byung Yeon yang awalnya tampak ragu, akhirnya berbalik dan melayangkan pedangnya ke leher Young.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-16-bagian-kedua-54

Byung Yeon memerintahkan semua orang untuk menyingkirkan pedang mereka, jika mereka ingin menyelamatkan nyawa pangeran.

Young menatap temannya, tak menyangka dengan pengkhianatannya. Young berkata, “Byung Yeon.”

Sumber Dok Gambar: KBS TV

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

 

4 comments

  1. Nggak nyangka tersisa dua episode terakhir. Aku akan merindukan senyuman seksinya Park Bo Gum.

  2. Aku harap happy ending buat Ra On sama Young.

  3. Putri Yeong eun dan putri yang baru lahir, dua kunci utama ini cukup untuk menumbangkan rezim Kim.

  4. Apa nanti Young harus memilih, untuk membuat Ra On tetap berada di sisinya, dia pasti nggak akan bisa mewujudkannya jika menjadi raja. Young tidak bisa memiliki keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*