Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 17 Bagian Pertama

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 17 Bagian Pertama

Sumber Dok Gambar: KBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-1 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-2

[Baca juga: Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 17 Bagian Kedua]

Situasi di ruang interogasi menjadi kacau disaat Byung Yeon tiba-tiba mengarahkan pedangnya ke leher Young. Kasim Han memanfaatkan kesempatan ini, memperingatkan para prajutit istana bahwa keselamatan putra makhkota harus diprioritaskan, sehinggga para prajurit menahan serangan mereka dan memberikan kesempatan kepada para pemberontak untuk melepaskan ikatan Ra On dan ayahnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-3 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-4

Dan disaat Ra On dibawa oleh para pemberontak menuju pintu gerbang depan untuk keluar, Young dan Ra On selama beberapa saat saling menatap satu sama lain, sebelum ia akhirnya pergi bersama para pemberontak lainnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-5 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-6

Byung Yeon telah dikelilingi oleh para prajurit kerajaan, dan ia kembali teringat perbincangannya dengan Young. Young memberitahu Byung Yeon bahwa meskipun akan menjadi sebuah pertempuran yang sulit, dia ingin mengetahui masyarakat seperti apa Awan putih itu dan dinding apa yang memisahkannya dan rakyat.

Byung Yeon menjawab, “Mungkin  dibalik dinding itu. Negara yang ingin kau ciptakan mungkin dibalik dinding itu.” Mendengarnya, Young tertawa kecil dan Byung Yeon menambahkan bahwa dia berharap bisa ingin melihatnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-7 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-8

Kembali ke masa sekarang, air mata menetes di pipinya dan Byung Yeon minta maaf atas kelancangannya.  Byung Yeon berkata, “Saya percaya dunia Masyarakat Awan Putih yang ditunggu  tidak berbeda dengan negara yang anda mimpikan, Yang Mulia. Dibalik dinding yang memisahkan anda dan rakyat, Negara yang akan kau ciptakan, saya benar-benar ingin melihatnya.”

Namun Young melihat para pajurit istana datang membawa panah mereka, sehingga Young memerintahkannya untuk tidak menarik senjatanya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-9 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-10

“Saat kau meletakkan pedangmu, saya akan kehilanganmu,” ucap Young dengan mata berkaca-kaca. Byung Yeon seolah pasrah, tapi Young bersikeras memerintahkan Byung Yeon untuk tidak menarik pedangnya dari dirinya.

Byung Yeon minta maaf dan menjatuhkan pedangnya ke tanah, dan sebuah panah pun melesat menembus dada Byung dan panah kedua  kembali mengenai kakinya. Young berteriak untuk menghentikan mereka, namun  Menteri Geun Gyo tiba-tiba saja menebas Byung Yeon.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-11 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-12

Young mendorong prajurit istana yang menghalanginya untuk menghampiri tubuh Byung Yeon yang terbaring di tanah.  Young mendekap Byung Yeon sambil menangis, dan berkata: “Byung Yeon, jangan lupa jika saya hanya bisa mempercayai satu orang di dunia ini, tanpa berubah, orang itu pasti kau.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-13

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-15

Darah telah keluar dari mulutnya, tapi Byung Yeon mengumpulkan kekuatannya dan berkata, “Terima kasih karna telah mempercayaiku.” Dia menyentuh wajah Young, sebelum akhirnya Byung Yeon menutup matanya dan tubuhnya terbujur kaku, membuat Young menangis dengan tersedu-sedu sambil  memanggil-manggil namanya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-17 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-18

Flashback: Di festival lampion, ketika semua orang mulai menerbangkan lampion mereka termasuk Young dan Ra On, ternyata dari kejauhan Byung Yeon juga ada disana. Byung Yeon menerbangkan lampionnya, dan kita mendengar suara Byung Yeon berkata; “Saya berharap di saat-saat terakhirku, saya bisa menjadi temanmu.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-20 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-21

Para gerombolan yang sedang menyamar  bersama Ra On dan tengah membawa Ayahnya dihentikan oleh prajurit istana saat akan mendekati gerbang pintu keluar;  namun Kasim Han menyusul mereka, menujukkan identitasnya dan memerintahkan mereka untuk membuka pintu gerbangnya.

Kasim Han memberitahu mereka bahwa ini adalah perintah kerajaan untuk membawa kiriminal ke Kantor Investigasi Kerajaan segera. Namun beberapa prajurit istana datang dan berteriak ‘mereka adalah pengkhianat’ dan memerintahkan untuk kembali menutup pintunya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-22

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-19

Beberapa pemberontak maju menghadapi pengawal kerajan sementara yang lainnya segera membawa Ra On beserta ayahnya keluar dari istana. Kepala Kasim Han memilih tinggal, menjaga di depan pintu untuk menghalangi prajurit istana mengejar Ra On beserta ayahnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-23 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-24 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-25

Seorang prajurit istana menebas belakang Kasim Han dengan sebuah pedang, tapi dengan sebilah pedangnya dia menusuk seorang prajurit istana. Dia mengerahkan kekuatannya untuk menutup pintu istana, dan menghadapi para prajurit , meskipun dengan hanya sebilah pedang di tangannya. Namun Kepala Kasim Han akhirnya tewas sementara Ra On dan ayahnya berhasil lolos.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-26 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-27

Saat mayat Byung Yeon dibawa, Yoon Sung bersama Kasim Jang menghentikannya dan kemudian memberikan sejumlah uang untuk bisa membawa mayat Byung Yeon. Yoon Sung menangis di depan mayat Byung Yeon  dan memegang tangannya, namun dia melihat jari Byung Yeon bergerak.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-28 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-29

Sebulan kemudian. Kasim Jang masuk ke kamar Young, dan mendapati putra mahkota tak ada di dalam kamarnya. Dia hanya mendapati baju pangerannya di atas kursi, dan menduga Young juga tak ada di perpustakaan, sehingga Kasim Jung menarik kesimpulan Young tak ada diistana.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-30 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-31

Ternyata Young sedang berada di sebuah rumah pelacuran, dan seorang gisaeng duduk di sampingnya dan menuangkanya minum. Wanita itu mengetahui ini adalah pertama kalinya Young datang ke tempat mereka, namun Young ragu, karna dia sendiri mengakui terlalu banyak minum sehingga tak lagi mengingatnya.

Gisaeng itu malah menyarankan agar mulai dari sekarang, Young bisa sering-sering mampir ke tempat mereka.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-32 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-33

Disaat Raja sedang mengadakan pertemuan bersama para menterinya, dia bertanya untuk mengkonfirmasi apa putra mahkota kembali tidak hadir dalam  Pertemuan Istana. Perdana  Menteri Kim kemudian menyebutkan satu persatu tuntutan dari para sarjana mulai dari Young yang menentang perintah untuk mengeksekusi kriminal saat di tempat penyiksaan, dan sekarang dia telah menyepelehkan kewajibannya sebagai  Putra Mahkota, sehingga para sarjana menuntut Young untuk turun tahta.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-34 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-35

Raja menegaskan bahwa dia tak akan membicarakan masalah itu lagi, namun Menteri Iu Gyo  berkata bahwa raja harus tahu. Dia meminta raja untuk tidak membiarkan kesejahteraan Negara ini dalam keadaan membahayakan.

Namun, Menteri Jo  mengingatkan bahwa putra mahkota bukan satu-satunya orang yang membuat Negara ini dalam keadaan membahayakan. Menteri Jo menyinggung  perdana menteri Kim yang telah menuduh Young mempunyai hubungan dengan Masyarakat Awan Putuih yang belum pasti, menuduhnya tidak taat atas semua yang dilakukan oleh putra mahkota, dan bahkan memprovokasi para sarjana untuk menulis surat petisi pada Young agar ditendang keluar dari istana.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-36 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-37

Perdana Menteri Kim mengklaim bahwa itulah mengapa dia mengatakan ini. Putra Mahkota telah kehilangan semua rasa hormat dan kesadaran mengabdi, dan bahkan menyinggung sikap Young yang lebih sering mengunjungi rumah pelacur ketimbang mengunjungi pertemuan istana. Sehingga ia meminta raja untuk tidak membuat rumit masalah politik negara ini lebih lama lagi.

Perdana Menteri Kim meyarankan agar mereka memecat Young sebagai putra mahkota dan mengangkat seorang pangeran baru. Dan semua pejabat yang hadir, yang merupakan kroni Kim memohon pada Yang Mulia untuk mempertimbangkan hal ini, kecuali Menteri Jo.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-38 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-39

Setelah Young baru saja keluar dari tempat pelacuran, tanpa sengaja dia melihat Kasim Sung datang, yang membuatnya penasaran. Perdana Menteri  Kim datang mengunjungi ratu dan bertanya tentang keadaan Pangeran baru mereka. Mengetahui keadaannya baik-baik saja, perdana menteri Kim lantas memberitahu ratu bahwa anak itu akan segera menjadi seorang Putra Mahkota.

Sontak mendengarnya ratu begitu terkejut, dan perdana menteri Kim kembali menginformasikan bahwa kediaman putra mahkota akan segera membutuhkan pemilik yang baru, sehingga ia meminta ratu untuk bersiap-siap. Ratu sekali lagi bertanya untuk mengkonfirmasi atas apa yang baru saja ia dengar, dan perdana menteri Kim meyakinkannya bahwa hal itu akan segera dilaksanakan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-40

Namun setelah perdana menteri Kim pergi, ratu kembali teringat dengan perbincangannya dengan Yoon Sung beberapa waktu lalu perihal bayinya yang baru lahir yang diselinapkan melalui pintu belakang istana. Yoon Sung memperingatkan, “Kalau anak itu tidak mati tapi hidup, akankah ceritanya berubah?”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-41 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-42

Young  datang menjenguk Byung Yeon yang masih tak sadarkan diri di rumah Guru Jung. Dia menyapa Byung Yeon  dan bertanya, “Kapan kau akan menjawab salamku?” Young sejenak merapikan selimutnya, dan kemudian keluar dari kamarnya.

Young bertanya pada Guru Jung apa Byung Yeon baik-baik saja. Guru Jung menjawab bahwa luka fisiknya telah sembuh, sehingga Young berpikir mungkin Byung Yeon ingin beristirahat lebih lama lagi, karna menurutnya Byung Yeon telah menjalani hidup yang melelahkan. Guru Jung berkata, “Mungkin karna dia sedang mempersiapkan untuk menghadapimu.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-43

Young  kembali bertanya apa masih belum juga ada kabar dari Ra On, Guru Jung mengangguk sambil menjawab ya. Guru Jung  bertanya, “Apa kau  kecewa.” Young menjawab tidak, dan menjelaskan bahwa dia sedang menikmati bermain-main, sebuah ‘permainan mengejar ekor.’ Saat ini Young sedang mengamati semua kegiatan keluarga Kim, termasuk pendaftaran tanah, transaksi uang dan orang-orangnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-44 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-45

Meskipun demikian, Guru Jung mengingatkannya bahwa perburuan itu  belum selesai, ketika kau menangkap ekornya. Dia memperingatkan Young untuk berhati-hati, karna mereka bisa saja memotong ekor mereka dan meloloskan diri.

Sebelum pergi, Young berkata bahwa dia telah mempersiapkan dirinya, dan sekaligus memberitahu Guru Jung untuk mempersiapkan dirinya mengisi lobang besar yang akan terjadi di istana.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-46 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-47

Setelah baru saja bertandang ke sebuah rumah pelacuran, Kasim Sung datang menghadap ratu, dan dengan  nada suara yang bergetar karna ketakutan dia akhirnya mengkonfirmasi bahwa apa yang dikatakan oleh Yoon Sung benar, bahwa anak itu masih hidup. Kasim Sung  telah melihat bayinya dijaga oleh geisha.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-48 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-49

Young tanpa sengaja bertemu dengan perdana menteri Kim di istana dan perdana menteri Kim kemudian menyinggung tentang rencana untuk menurunkannya dari tahta. Perdana Menteri Kim berkata  padanya bahwa mungkin akan menjadi sebuah kehidupan yang lebih baik dibanding duduk di tahta.

Mendengarnya, Young merasa itu menarik, tapi dia mengakui ada satu hal yang menahannya.

Young melangkahkan kakinya mendekat pada perdana menteri Kim, dan berkata, “Itu anda Perdana Menteri. Saya pikir saya tidak bisa meninggalkan istana selama anda ada diisni.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-50 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-51

Ra On diam-diam datang ke rumah Guru Jung untuk menjenguk Byung Yeon,  dan meyakinkannya bahwa tak ada seorang pun yang membuntutinya. Ra On telah mendengar semuanya dari ibunya bahwa Byung Yeon ada disini, sehingga ia bertanya apa Byung Yeon masih hidup.

Guru Jung menjelaskan bahwa kondisi Byung Yeon sudah  mulai pulih, namun ia masih belum sadar.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-52 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-53

Duduk di sampingnya, Ra On memaggilnya, “Hyung Kim. Ini aku Sam Nom. Apa kau masih tidak akan bangun meskipun saya ada disini?” Ra On  bisa memahami betapa sulitnya selama ini yang telah dialami oleh Byung Yeon untuk menyembunyikan siapa dirinya: “Itukah mengapa kau beristirahat sangat lama?”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-54 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-55

Ra On meminta Byung Yeon untuk bangun sebelum musim gugur berlalu, namun Byung Yeon masih belum bangun juga. Ra On menghela nafasnya, dan bertanya, “Hyung Kim, ketika salju pertama kali di istana, istana tampak seperti apa? Saat salju jatuh di halaman utama di balai Pertobatan dan di atap bagian bawahnya  pasti sangat indah.”

Sebuah suara berkata, “Memang indah. Sangat, sangat indah,” dan ternyata dia adalah Byung Yeon. Sontak Ra On sangat gembira melihat Byung Yeon akhirnya sadar.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-56 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-57 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-58

Sementara itu di istana, Young datang ke sebuah rumah lama tempat  Ra On dan Byung Yeon tinggal. Dia duduk di sebuah bangku yang membuatnya kembali terkenang saat ngumpul bareng bersama Ra On dan Byung Yeon yang dihiasi dengan kebahagiaan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-56 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-57 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-58

Ra On bertanya apa mereka tahu apa julukan Putra Mahkota, dan Byung Yeon menjawab ‘paviliun kotoran,’ membuat Young memelototinya. Young tersinggung sampai memukul meja, namun Byung Yeon malah tersenyum tipis. Dan itu kali pertamanya Ra On melihatnya tersenyum.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-59 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-60 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-61

Kenangan itu membuat Young bahagia, namun ia tiba-tiba merasakan kehadiran seseorang di belakangnya. Dia segera berbalik, mungkin mengharapkan Ra On, namun raut wajahnya tanmpak datar setelah melihat yang datang ternyata Ha Yoen.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-62

Ha Yeon duduk disampingnya, dan bertanya, “Apa kau kecewa bahwa itu aku?” Young  berkata tidak, dan mengakui bahwa dia hanya sedikit terkejut. Ha Yeon memberitahu Young bahwa ia juga merasakan sakit hati baru-baru ini. Young bertanya apa itu karna rencana pernikahan, namun Ha Yeon berkata, “Aku sudah tahu siapa yang ada di dalam hatimu.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-63 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-bagian-pertama-64

Ha Yeon menyadari bahwa ia telah menjadi Putri Mahkota karna sebuah kesepakatan, sehingga menurutnya akan menggelikan baginya untuk mengharapkan sesuatu yang lain, namun ia telah memutuskan untuk berkonsentrasi pada peran utamanya.

“Meskipun saya tidak bisa menghiburmu seperti wanita itu, aku akan tetap menjadi pendampingmu agar kau bisa menjadi Putra Mahkota, karena aku yang akan tetap ada disisimu sampai akhir, Yang Mulia,” ucap Ha Yeon.

Sumber Dok Gambar: KBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*