Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 18 (Akhir) Bagian Kedua

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 18 (Akhir) Bagian Kedua

Sumber Dok Gambar: KBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi sinop.web.id

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-1 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-2 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-3

[Baca juga: Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 18 (Akhir) Bagian Pertama]

Tangan Young bergetar saat menyerahkan sebuah amplop kepada ayahnya. Ketika raja membukanya, di dalamnya dia mendapati sebuah sapu tangan yang bernoda darah. Young memberitahu ayahnya bahwa Ra On yang menemukannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-4

Raja membaca suratnya dan mengkonfirmasi bahwa tulisan tangan di surat itu adalah milik ibunya. Dia memperlihatkan surat itu pada Young,  dan ratu menulis pesan bahwa ia berharap tulisan ini bisa sampai ke tangan Young, setelah dia berhasil mengatasi semua kesedihan dan kebencian. Dalam tulisannya Ratu berpesan: “Tolong jangan lupakan tahtamu, dimana saya telah memberikan hidupku untuk melindunginya, bukan kekuasaan dan otoritas putraku, tapi harapan Joseon.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-5 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-6 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-7

Yoon Sung datang menemui Ra On dengan tatapan dinginnya, dan memintanya untuk ikut dengannya. Disaat Ra On bertanya kemana, sekumpulan pria bertopeng dan bersenjata muncul di belakang Yoon Sung.

Ra On ketakutan saat pria bersenjata itu segera membawanya, tapi tiba-tiba saja Yoon Sung berbalik dan mengeluarkan pedangnya dan menebas tubuh salah satu dari mereka dan menarik Ra On ke arahnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-8 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-9

Para penyerang itu memperingatkan bagaimana jika perdana menteri Kim tahu, namun Yoon Sung berkata, “Apa kalian terkejut?”

Yoon Sung maju menyerang mereka, mengiris tubuh salah satu penyerang dan menusuk mereka, namun salah satu dari penyerang berhasil mengiris bagian perut Yoon Sung dengan pedang.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-10 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-11 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-12

Ra On melihat salah satu penyerang akan menusuknya sehingga ia berlari menuju Yoon Sung dan berdiri sebagai perisainya, namun Yoon Sung berbalik, mendorong Ra On ke tanah dan pedang itu berhasil menusuknya.

Seorang penyerang kembali maju untuk melukai Ra On, dan Yoon Sung segera mencabut pedang yang tertancap di tubuhnya dan menusuk penyerang itu. Dia segera berlari ke arah Ra On, berdiri di depannya sebagai perisai dan sebuah pedang kembali mengenai tubuhnya. Yoon Sung mengerahkan seluruh kekuatan terakhirnya untuk melawan penyerang itu,  dan ia berhasil menumbangkannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-13 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-14

Yoon Sung pun jatuh tersungkur ke tanah, setelah mengalami luka yang begitu parah karna luka tusukan di tubuhnya. Dia pun memegang tangan Ra On yang hendak pergi mencari bantuan karna mengkhawatirkan kondisinya.

Ra On mengangkat tubuh Yoon Sung untuk membaringkannya di pangkuannya, dan air matanya menetes setelah melihat darah yang terus keluar di bagian perut Yoon Sung . Tapi Yoon Sung memintanya untuk tidak menangis. “Saya tidak ingin menjadi seorang pria lemah yang membuat seorang wanita menangis,” ucap Yoon Sung.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-15 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-16

Meskipun begitu, Ra On tetap saja menangis karna melihat lukanya yang begitu parah. “Bagaimana bisa kau masih bercanda,” ucap Ra On. Yoon Sung menghapus air mata yang ada di wajah Ra On dan memintanya untuk tak bersedih.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-17

Ra On memberitahu Yoon Sung, “Tuan kau selalu membuatku tertawa. Saya sedih karna saya selalu menyakitimu.” Yoon Sung menggelengkan kepalanya, dan berkata, “Kau adalah lukisan yang selalu aku inginkan untuk dilukis. Tidak apa-apa selama saya bahagia saat melukismu. Jadi tolong bahagialah,” dan Yoon Sung pun meninggal dalam pangkuan Ra On.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-18 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-19

Ratu memberitahu perdana menteri Kim bahwa yang ia inginkan adalah melahirkan seorang pangeran. Perdana Menteri Kim menganggap itu sebuah ambisi dan tuntutan yang alami sebagai seorang ratu, namun ratu mengklarifikasi bahwa alasan terbesarnya adalah karna ingin mendapat pengakuan dari perdana menteri Kim.

Ratu berkata bahwa dia ingin membantu keluarganya, sehingga ia berani mencuri benih raja. Meskipun dia tidak memadai, tapi dia adalah anaknya, dan dengan mata berkaca-kaca, ratu bertanya apa tidak ada waktu semenitpun, perdana menteri Kim memiliki rasa sayang untuknya sebagai anaknya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-20 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-21

Perdana Menteri Kim berkata bahwa sebagai seorang ibu yang membuang anaknya untuk menjaga posisinya sebagai ratu, dia merasa ratu tak pantas mengatakan itu.  Ratu tertawa, dan berkata: “Apa yang kau katakan membuatku tersadar bahwa saya benar-benar putrimu. Siapapun yang ada di jalanku, saya bisa membuangnya atau membunuh mereka dengan mudahnya. Saya sangat mirip denganmu.”

Perdana Menteri Kim kemudian mengungkit ucapan ratu bahwa dia menginginkan pengakuannya, namun menurutnya hal itu tak mungkin untuk wanita rendah seperti dirinya. Dia menasihati agar ratu bersyukur untuk posisinya sebagai seorang ratu dan menjaganya dengan baik.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-22 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-23

Tak lama Young dan raja datang ke tempat ratu dan raja bertanya dengan nada yang meluap-luap, “Apa semuanya benar?” Young menunjukkan sebuah surat yang ditulis oleh ratu sebelumnya, ibu Young; dan setelah melihat surat itu Perdana Menteri Kim begitu terkejut.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-24

Kembali flashback 10 tahun yang lalu: Perdana menteri Kim menemui ratu dan memperingatkan betapa berbahayanya pengajaran barat itu, dan menegurnya karna bahkan menyeret Putra Mahkota. Dia menunjukkan sebuah buku berjudul ‘Pengajaran Katolik yang sesungguhnya’ dan menganggapnya sebagai buku berbahaya tentang agama Barat, karna mengetahui ratu telah membaca buku ini bahkan sebelum ia menjadi ratu.

Ratu tampak gugup, tapi kemudian menjelaskan bahwa dia hanya penasaran dan tidak percaya dengan agama Barat. Namun perdana menteri Kim tak serta merta mempercayainya, dan berkata bahwa dia telah mengetahui ratu mengajari putra mahkota tentang negara yang berdiri sejajar dalam sosial, dimana kelas dan status tidak ada.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-25 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-26

Pemberontakan yang ditinggallan oleh Hong Gyeong Nae memberikan luka bagi Raja dan rakyat, sehingga ratu mengakui  dia hanya menginginkan putra mahkota menghargai setiap rakyatnya, satu per satu.

Namun perdana menteri Kim memberinya pilihan; apa ratu ingin diturunkan tahtanya dan mengubah putra mahkota menjadi seorang anak kriminal atau menyimpannya untuk dirinya sendiri sebagai seorang ratu yang sempurna.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-27

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-28

Kembali ke masa sekarang, di saat perdana menteri Kim membaca surat ratu, seorang kasim datang dengan tergopoh-gopoh dan memberitahukan bahwa Yoon Sung telah meninggal.

Young, raja dan para menteri berkumpul di istana dimana Young berdiri dan membacakan titah raja atas kesalahan yang telah dibuat perdana menteri Kim  dan kroninya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-29

Kriminal Kim telah menipu  istana dengan menyembunyikan status Ratu, berusaha membunuh putra mahkota dengan meracuninya, membunuh ratu Yoon dan menyembunyikannya; sehingga posisinya sebagai perdana menteri Kim dicabut, dan akan dieksekusi bersama dengan dua mantan menteri, Kim Eui Gyo dan Kim Geun Gyo yang telah mengirim pembunuh ke instana putra mahkota.

Selain itu, Ratu Kim dicabut dari posisinya sebagi ratu karna telah memalsukan identitasnya dan mengganti anaknya dengan bayi lain.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-30

Saat dibawa oleh prajurit istana menuju penjara istana, Perdana Menteri Kim meminta izin untuk diperbolehkan melihat ruangan Yoon Sung untuk yang terakhir kalinya.

Dia duduk di sebuah meja, dan kembali mengenang Yoon Sung untuk terakhir kalinya. Flashback: Perdana Menteri Kim melihat dari kejauhan saat Yoon Sung saling bergantian jubah di kepala dengan yang dikenakan oleh Young.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-31 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-32

Yoon Sung kecil bertanya apa jika dia memakai jubah kerajaan, akan membuatnya menjadi putra mahkota. Young menjawab tidak, dan menjelaskan bahwa pakaian ini tidak akan membuatnya menjadi putra mahkota, tapi itu akan membuatnya memahami perasaan. Yoon Sung balik bertanya apa yang dirasakan Young saat mengenakan pakaiannya.

Young sejenak berpikir, dan berkata bahwa pakaiannya terasa berat sama seperti jubah kerajaannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-33

Setelah kembali mengenang cucu tersayangnya, perdana menteri Kim membuka sebuah kotak yang ada di meja yang berisi sebuah senjata milik Yoon Sung. Para prajurit yang  menunggu di luar tiba-tiba saja mendengar sebuah suara senjata dari dalam ruangan, sehingga mereka bergegas masuk ke dalam.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-34 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-35

Beberapa saat kemudian, Young keluar istana dan memegang sebuah sapu tangan ibunya yang bernodakan darah. Dia kembali mengingat pesan ibunya  ketika ia masih kecil yang berharap Young akan menjadi seorang raja dengan sebuah visi yang jelas.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-36

Ratu memberitahu Young kecil: “Ketika kau berada di posisi yang tinggi, kau tidak tepat untuk mengabaikan mereka yang berada di posisi yang lebih rendah. Saya berharap kau akan menjadi pendengar yang baik terhadap orang lain. Kau tidak seharusnya hanya mendengar mereka yang berbicara di dekatmu. Tolong jaga orang-orangmu seolah-olah salah satu dari mereka satu-satunya yang kau miliki. Bisakah kau berjanji padaku bahwa kau akan menjadi seorang raja yang seperti itu?”

Young menjawab dalam hatinya bahwa dia akan mengingat semua apa yang telah diajarkan oleh ibunya, dan meminta ibunya untuk mengawasinya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-37 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-38

Ra On berlutut di luar istana saat mendengarkan Young membacakan titah raja di dalam ruangan istana. Meskipun dia telah melakukan pengkhianatan besar sebagai putri seorang pemberontak, namun karna Ra On telah memperkuat dan mendapatkan kembali kehormatan keluarga kerajaan, sehingga dia diberikan pengampunan atas semua kejahatannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-39 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-40

Ha Yeon ditemani ayahnya datang menemui raja untuk memintanya mencabut gelarnya sebagai Putri Mahkota. Raja menasihati Ha Yeon untuk mempertimbangkan kembali keputusannya, karna konsekuensi dari keputusannya apabila mundur adalah Ha Yeon harus hidup sendiri selama sisa hidupnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-41 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-42

Ha Yeon berkata dia menyadarinya, namun raja bertanya apa dia ingin hidup seperti itu. Ha Yeon memberitahu raja bahwa dia telah mengetahui putra mahkota sama sekali tak memiliki perasaan padanya: “Saya berpikir bahwa dia akan membuka hatinya untukku suatu hari nanti, asalkan saya tinggal di sisinya. Saya percaya itu. Tapi, saat saya terus menyalahkan diriku karna tidak bisa menghibur Yang Mulia di masa-masa sulitnya, saya menyadari betapa bodohnya aku.”

Ha Yeon meminta raja mengabulkan permintaannya sehingga ia bisa menjalani hidupnya dengan penuh percaya diri meskipun ia harus sendiri, dan tak ingin menjadi beban putra mahkota.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-43

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-44

Seorang wanita yang menutupi kepalanya dengan jubah bertanya pada seorang warga  dimana dermaganya, namun ketika dia membuka jubahnya ternyata wanita itu adalah Ha Yeon.

Raja mengabulkan pemintaannya namun dia menghapus satusnya sebagai Putri Mahkota, dan berharap Ha Yeon akan menemukan seorang pria yang mencintainya apa adanya dan hidup bahagia.  Ha Yeon pun bergegas menuju sebuah dermaga ditemani seorang pelayannya yang membawakan barang-barangnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-45

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-46

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-47

Satu tahun kemudian. Young berjalan memasuki ruang pertemuan istana dengan mengenakan baju kebesaran seorang raja, dan ternyata ada Guru Jung diantara para menteri yang hadir.

Namun betapa terkejutnya mereka saat Young memilih untuk tidak duduk di kursi raja, dan malah memilih duduk di bawah. Young berkata, “Perbedaan kelas antara dirinya dan rakyatnya. Jarak dari kalian. Saya harap kalian mengerti. Keinginanku untuk memperpendek jarak itu.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-48 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-49 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-50

Kasim Jung  telah menjadi Kepala Kasim, dan menatar para kasim baru, memberikan mereka arahan bahwa kasim memiliki tanggung jawab untuk menjaga Keluarga Kerajan aman dan  baik-baik saja. Sementara Do Gi dan Sung Yeol telah menjadi kasim senior, namun perhatian mereka tertuju pada seorang kasim baru. Melihat wajahnya, mereka berdua seolah bisa merasakan perasaan yang sama seperti yang mereka rasakan beberapa waktu lalu.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-51 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-52

Saat Putri Myunguen  berjalan di istana beberapa kasim telah berdiri menungguinya, dan satu persatu dari mereka memberinya satu bunga. Tuan Muda Jung berlutut di depannya dan berkata, “Itu  adalah 99 bunga, Yang Mulia.”

Tuan Muda Jung menolak untuk  berbasa basi, sehingga ia berdiri dan bertanya, “Bersediakah kau menikah denganku?”

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-53

Putri Myungeun terkejut, namun dia memperingatkan apabila dia akan menikahinya dia tidak akan dipromosikan.  Tuan Muda Jung tak mengindahkan hal tersebut, karna baginya dia akan bahagia selama bersama Putri Myungeun, sehingga ia tak keberatan. “Yang kubutuhkan adalah kau, Myung Eun,” ucap tuan Muda Jung sambil menatapnya dengan tajam dan kemudian mengecup bibirnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-54

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-55

Sementara itu, dari atas sebuah rumah Byung Yeon dan ayah Ra On melihat dari kejauhan saat Young bergabung bersama rakyat biasa untuk bermain bersama dalam sebuah permainan tradisional mereka. Byung Yeon bertanya apa ayah Ra On pernah mendengar ‘Sinar bulan yang terpancar karna awan.’

Sambil memandangi Young yang tengah bermain bersama rakyatnya, Byung Yeon berkata: “Dia tidak seperti matahari yang menyinari kita. Dia adalah raja yang bersinar dengan terangnya ketika dia berada di tengah-tengah rakyatnya.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-56

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-59

Ra On memajang sepuluh novel  paling terkenal yang ia tulis, dan salah novel miliknya yang menempati tempat pertama ternyata sebuah novel yang berjudul ‘Cinta dalam Sinar Bulan’ yang memasang wajah Young di sampulnya. Young singgah ke toko bukunya, dan protes setelah melihat novel tersebut, namun Ra On menjelaskan bahwa penjualan novelnya bergantung dengan sampul  bukunya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-57 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-58

Young tiba-tiba saja mendekatnya wajahnya ke arah Ra On, dan berkata bahwa dia harus mendapatkan bayaran akan setiap buku novelnya. Ra On memegang bibirnya, dan bertanya, “Disini.” Young tertawa karna Ra On berpikir yang tidak-tidak, dan mengklarifikasi bahwa Ra On harus membayarnya untuk setiap buku yang terjual karna memasang wajah cantiknya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-60

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-61

Mereka kemudian berjalan-jalan di sebuah padang yang dipenuhi dengan hamparan bunga sambil berpegangan tangan. Young kemudian bertanya apa maksud dari ‘Sinar bulan yang tergambar karna awan.’ Ra On lantas menjelaskan bahwa itu bercerita tentang seorang putra mahkota yang cantik seperti bunga di sebuah Negara yang sangat sangat jauh, dan meskipun dia orangnya suku marah karna tak tahu dunia.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-62

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-63

Mendengarnya, Young protes karna Ra On telah menggunakan wajahnya tanpa izinnya dan sekarang kehidupan pribadinya. Ra On  memintanya untuk mendengar ceritanya sampai akhir, dan melanjutkan bahwa putra mahkota itu melalui banyak hal dan dibesarkan sebagai seorang raja yang bijak yang tidak pernah ada lagi.

Young bertanya apa itu yang diinginkan Ra On, sambil tersenyum Ra On menggelengkan kepalanya dan berkata tidak: “Saya hanya mengintip ke dalam dunia yang kau ciptakan, Yang Mulia.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-64 gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-65

Young memegang tangan Ra On dan bertanya, “Siapa kau?”  Ra On menjawab orang pertama dari Negara ini yang akan ia ciptakan. Young mengangkat bahunya dan menggelengkan kepalanya.

“Kekasih pertama yang entah bagaimana datang padamu dalam bentuk sebagai seorang kasim?,” ucap Ra On. Young menggelengkan kepalanya, sehingga Ra On bertanya, ‘Siapa saya?” “Kau adalah Ra On yang mengisi hidupku,” ucap Young dan kemudian mengecup bibirnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawm-by-couds-episode-18-bagian-kedua-66

Sumber Dok Gambar: KBS TV Korea Selatan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi sinop.web.id

5 comments

  1. Aigooo~ #horee kata “nuguseyo” di akhir eps bkin gue baper nge-flashback kata itu di TMTETS pas ending

  2. Keerreeen,
    yoon sung 😓😓😓😓 .. emang g boleh ya nikah sm ha yeon trus tinggal dimana gitu….
    Thanks untuk yg bikin sinopsis… SEMANGATTTT terus 👌👌👌👍👍👍

  3. ini udh episode terakhir ? cuma 18 episode?

  4. happy ending juga ternyata . tapi ga ada terusannya Ra On jadi putri mahkota atau ngga ?? film korea di endingnya selalu cepat ,,, Thanks untuk yg bikin sinopsis… SEMANGATTTT terus 👍👍👍

  5. Padahal q pernah searching kalau love in the moonlight ada 20 eps dan d youtube gitu juga , tp pas lihat ini ada 18 eps . Jadi bingung mana yg bnr , tp gk papa lh, mksh y sinopsis nya. 😄🙌

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*