Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 9 Bagian Kedua Drama Korea

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 9 Bagian Kedua Drama Korea

Sumber Dok Gambar: KBS 2TV

Untuk melihat semua tautan link www,aktriskorea.web.id, silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-1 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-2

[Baca juga: Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 9 Bagian Pertama]

Tuan Yak Yong bertanya apa Young masih akan berencana untuk terus melanjutkan ujian sementara yang diberikan oleh raja. Young berkata dia telah memulai pertarungan ini, tapi tuan Yak Yong menyadari bahwa Young sebagai Putra Mahkota pasti tidak ingin kalah.

Yak Yong kemudian memberitahu Young tentang sebuah pesan dari kakeknya bahwa sebuah perkelahian antara pasangan yang sudah menikah dengan niat untuk menang akan menghancurkan keluarga. Dia menyadari bahwa alasan Young dari awalnya adalah untuk memperbaiki proses ujian dan untuk menemukan seseorang yang diperlukan dan berbakat.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-3 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-4

Yak Young bertanya bagaimana sekarang, apakah tujuan pertarungan ini untuk menang atau untuk mengubah. Mendengar pertanyaannya, Young pun sepertinya menangkap maksud dari ilustrasi yang ia berikan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-5 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-6

Ra On datang ke kamar Putri Youngeun, dan mendapatinya hanya duduk di pojok ruangan. Ra On menghampirinya, dan mencoba menghiburnya dengan menawarkan akan menceritakan sebuah cerita. Putri Youngeun hanya diam, dan Ra On menawarkan agar mereka berkomunikasi menggunakan tangan dan tanda.

Putri Youngeun tak menanggapinya dan hanya diam sambil menundukkan kepalanya. Ra On berjanji tidak akan memaksanya untuk menjawab ketika ia bertanya, tapi Ra On memberitahunya bahwa ia juga memiliki rahasia. Dan kali ini ucapannya berhasil menarik perhatian Putri Youngeun sehingga mulai menatapnya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-7 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-8

Ra On berkata ia tak tahu apa rahasianya, tapi ia bisa memahami perasaannya karna ‘saya juga terjebak.’ Ra On mengakui ia sudah berusaha yang terbaik untuk bersembunyi, tapi ia merasa ketakutan saat seseorang membuka pintu dan dia ketahuan. “Kapan kita akan bisa membuka pintu dengan tangan kita sendiri dan melarikan diri,” ucap Ra On.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-9

Perdana Menteri Kim datang menemui putra mahkota di istana, dan Young bertanya bagaimana rasanya berada di partai politik. Dia menganggap semua orang sangat sibuk dengan tugas mereka, dan bertanya: “Bukankah tempat ini sangat tenang?”

Young kemudian memberitahu Perdana Menteri Kim bahwa ia akan meneruskan ujiannya dan memerintahkannya untuk kembali ke istana. Perdana Menteri Kim kaget dengan keputusannya, dan Young menjelaskan alasannya mengapa ia ingin menjalankan ujian di bawah perintah raja karna dia menginginkan ujian adil yang sama dengan yang lalu-lalu, bukan karna ingin melawan negarawan senior.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-10 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-11

Perdana Menteri Kim setuju untuk kembali ke istana bersama para pejabat laiannya dan membantunya selama putra mahkota membuat penilaian yang bijak dan meneruskan ujian dengan prinsip-prinsip awal. Young meyakinkannya bahwa ia akan meneruskan ujian berdasarkan peraturan yang benar dan prinsip yang mereka inginkan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-15

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-12 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-13

Di sebuah lapangan terbuka, para sarjana berkumpul untuk mengikui ujian yang berada dibawah pengawasan Yoon Sung. Beberapa peserta ujian tampaknya telah mengetahui pertanyaan yang diajukan sehingga tak menemui kendala, dan ternyata salah satu dari peserta yang mengikuti ujian tersebut ada Tuan Muda Jung.

Tak lama Putra Mahkota datang, membuat para pejabat yang mengawasi ujian terkejut dengan kedatangannya yang begitu tiba-tiba. Dia datang membawa sebuah pertanyaan yang ia buat sendiri dan Kasim Jang menyerahkannya kepada petugas ujian.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-14

Isi pertanyaan Jung — Melawan oposisi, bagaimana mereka akan meyakinkan mereka. Young menginformasikan bahwa dalam pertanyaan ini tidak ada jawaban yang benar, tapi cukup hanya meyakinkannya dengan pandangan mereka. Young berkata ia akan menunggu  untuk jawaban yang baru dan beragam yang dapat mencerahkan masa depan Joseon. Para sarjana pun mulai menuliskan pandangan mereka.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-16 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-17

Ra on datang ke ruang perpustakaan pribadi Young dan dengan berat hati melepaskan dari tangannya gelang pemberiannya. Tapi tak lama, Young muncul dan berkata: “Kau sangat jago pergi ke ke tempat yang  tepat di waktu yang tepat untuk menghindariku. Karna kau tahu saya lebih dari siapapun, tidak ada cara buatku untuk menang jika kau memutuskan untuk bersembunyi.”

Ra On memberitahunya bahwa ada banyak mata dan telinga yang fokus pada Young, dan memperingatkan jika Young bersamanya tidak ada waktu semenitpun baginya untuk tenang. Young bertanya: “Apa kau pikir saya akan bahagia tanpa kau disisiku?”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-18 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-19

Ra  On berusaha menahan air matanya dan berkata bahwa ketika dia berada disampingnya sebagai seorang kasim, dia merasa seperti orang yang berguna setidaknya 1/10 saat itu, tapi bukan itu yang ia rasakan sekarang.

Ia takut jika Young akan berada dalam masalah atau terluka karna dirinya. Ra On berkata ia takut melangkah maju karna khawatir.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-20 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-21

Ra On meletakkan gelang pemberian Young di meja, dan berkata jika Young membiarkannya keluar dari istana, dia akan hidup dengan baik dan tidak akan melupakan kebaikannya.

Young bertanya: “Apa itu benar-benar yang kau inginkan?,” Ra On menjawab ya, tapi Young berkata bahwa dia memiliki ratusan dan ribuan hal yang ingin ia lakukan dan yang bisa ia lakukan untuknya: “Dan itu yang kau inginkan? Lari untuk menjalani hidup dalam pengasingan agar tidak melihatku. Itu permintaan pertama dan terakhir yang kau minta padaku?!”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-22 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-23

Ra on menjawab itu benar, dan terpaksa Young berkata: ” Sekarang saya tahu. Kau bisa pergi sekarang.” Ra On pun meninggalkan ruangannya dengan mata berkaca-kaca.

Tangan Putri Youngeun bergetar saat ia berdiri di sebuah rumah tua karna mengingatkannya akan kenangan buruknya. Ia mengumpulkan keberaniaannya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan itu menuju sebuah lemari yang kembali mengingatkannya akan sebuah kejadian.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-24 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-25 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-26

Putri Youngeun  sedang bersembunyi dari para dayangnya di dalam sebuah lemari. Tapi ia terpaksa memutuskan kembali masuk ke lemari tersebut setelah melihat ada orang yang datang. Seorang dayang istana datang ke ruangan itu dan Perdana Menteri Kim ditemani anak buahnya menyusulnya dan bertanya apa yang ingin ia berikan kepada Putra mahkota.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-27 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-28 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-29

Perdana menteri Kim memerintahkan anak buahnya menusuk dayang istana ini dengan pedangnya karna berusaha memberitahu sebuah kebenaran pada putra mahkota tentang ketidakadilan kematian Ratu. Putri Younguen dari balik pintu itu melihat jelas wajah Perdana Menteri Kim dan dia menangis karna ketakutan sambil menutup rapat mulutnya agar tidak kedengaran.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-30 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-31

Tapi pandangan Perdana Menteri Kim tertuju pada sebuah pintu lemari yang sedikit terbuka, untung saja Perdana Menteri Kim mendengar suara para dayang memanggil Putri Youngeun sehingga mereka bergegas pergi.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-32 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-33

Meskipun Ra On bertanya mengapa dia pergi ke rumah tua tersebut, tapi Putri Younguen masih tampak ketakutan dan menolak untuk menjawab pertanyaannya. Ia malah mengambil kertas dan pensil dari tasnya dan menulis ‘bukankah kau yang mengatakan kapan kita akan bisa membuka pintu dengan tangan kita sendiri.’

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-34

Setelah diberitahu oleh kasim Jang, Young pun bergegas pergi ke kamar Putri Youngeun untuk melihat keadaannya, tapi ia hanya berdiri di depan pintu dan memandangi saat Ra On menghibur adiknya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-35 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-36

Setelah Ra On menemani adiknya, Young membawanya pergi ke tempat sunyi dan berkata bahwa ia menyesalinya. Ia seharusnya berpura-pura tidak tahu, seandainya ia tahu bahwa Ra On memikirkan untuk melarikan diri setiap kali ada kesempatan, seandainya ia tak perlu menderita sekali apakah Ra On itu seorang kasim atau seorang wanita.

Young berkata dia hanya perlu mengkawatirkan berapa lama untuk membuatnya tetap di sisinya.  Dia minta maaf karna tidak memahami Ra On dengan mendalam, tapi Ra On malah permisi pergi dari hadapannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-37 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-38 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-39

Young menarik tangannya, saat Ra On akan berjalan pergi dan bertanya:“Terlepas dari semuanya, apa kau tidak bisa menahannya? Tidak di tempat yang berbeda tapi disini. Disisiku.”

Tuan Muda Jung datang ke istana setelah lulus dalam ujian sehingga mengharuskannya tinggal berpisah dengan pelayan setianya. Ia yakin akan baik-baik saja di istana, tapi pelayannya mengingatkan untuk berhati-hati pada sang putri  dan jangan sampai ia ketahuan. Dengan agak gagap, Tuan Muda Jung meyakinkan pelayannya bahwa sang putri tidak mengenalinya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-40

Dan sang putri yang ia maksud alias Putri Myungeun tiba di depan istana dengan penampilan barunya, langsing dan cantik, berbeda jauh dengan sebelumnya sehingga Tuan Muda Jung tak mengenalinya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-41 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-42 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-43 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-44

Tapi dibalik pesonanya, ia malah terjatuh saat berjalan karna menginjak gaunnya. Tuan Muda Jung yang kebetulan melihatnya, mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri. Awalnya, Putri Myungeun menyambut baik bantuannya – dia bersiap akan menggenggam tangannya, tapi dia menyadarkan dirinya dan menolak bantuannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-45 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-46

Pelayan Tuan Muda Jung merasa pernah melihat wanita itu, tapi Tuan Muda Jung malah menilainya seorang waanita yang dingin. Dia malah berkata seharusnya seorang wanita tampak gemuk, seperti Putri pujaan hatinya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-47

Perdana Menteri Kim bertemu dengan Young, dan dia kemudian mengungkit tentang sikap Young yang mengubah soal ujian menggunakan pertanyaannya. Young berkata meskipun mereka menjalankan prosedur sepenuhnya, tapi ia tak menyangka7 dari 33 peserta ujian yang lolos berasal dari keluarganya. Dia kagum melihat  keluarga Perdana Menteri Kim masih bisa menghasilkan orang berbakat seperti itu dibawah lingkungan yang adil.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-48 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-49

Perdana Menteri Kim merasa tersanjung, dan Young berjanji bahwa mulai sekarang dibawah prinsip dan peraturan yang jujur, hanya mereka yang berbakat yang akan terpilih sebagai kandidat yang sukses.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-50

Kasim Han memberitahu Raja bahwa semua negarawan senior telah kembali ke istana, dan rapat di istana berjalan lancar. Raja lega, dan memberitahu Kasim Han mengapa ia bisa menjadi seorang raja yang tidak kompeten karna ia tak memiliki siapapun, bukan orang-orangnya.

Kasim Han memberitahunya bahwa kebijksanaannya tak terhitung, tapi Raja menjawab tidak. Raja berkata tidak ada seorang pun yang setia padanya di istana ini, entah itu menteri ataupun para pejabat; tapi mereka semua adalah orang-orang Perdana Menteri.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-51 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-52

Dia tak bisa membiarkan Putra Mahkota menjadi seperti dirinya, sehingga ia berencana untuk menyusun pengikut Putra Mahkota. Raja kemudian memerintahkan Kasim Han untuk mempersiapkan pernikahan Putra Mahkota.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-53 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-54 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-55

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-57

Sementara itu, Putri Youngeun membawa Ra On ke tempat dimana Young berada. Ra On menatap Young dari bawah dan segera berbalik untuk pergi. Tapi ia terhenti saat melihat gerakan tangan Young.

Young mengingat saat ia menemani putri Youngeun dan diberitahu bahwa tanda menggunakan tangan yang diajarkan oleh Ra on jauh lebih baik. Karna yang diinginkan oleh putri Younguen untuk berkomunikasi yang hanya akan di mengerti tanpa kata-kata, Young meminta untuk juga diajari.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-58 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-59

Di depan Ra On, Young perlahaan menggerakkan tangannya sebagai tanda untuk menyampaikan isi hatinya: “Saya menyukaimu. Tidak, saya mencintaimu. Jadi tolong…”

Young melipat kedua tangannya, dan Ra On teringat saat Putri Youngeun bertanya apa yang harus ia lakukan untuk mengatakan ‘jangan pergi’ – nah sepertinya pertanyaan yang satu ini adalah permintaan Young. Dan Ra On kemudian mengajarinya gerakan tangannya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-60 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-61 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-62

Young melakukan hal yang sama – Ia mengulurkan tangan kanannya, melipat kedua tangannya dan menutup matanya – yang artinya: ‘Jangan pergi. Tetaplah disisiku.’

Mata Ra On dipenuhi air mata, tapi Kasim Jang kemudian bertanya apa maksud putra mahkota sambil menunjukkan tangannya yang terlipat. Young terpaksa berbohong saat menjelaskan menjauh darinya.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-63 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-64

Sebuah hanbok dan make up tersiap di dalam kamarnya, dan ucapan Ra On pada putri Youngeun kembali terngiang di kepalanya: “ Kapan kita akan bisa membuka pintu dengan tangan kita sendiri dan melarikan diri?”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-65

Sambil menyentuh hanboknya, Ra On kembali teringat saat mendesak ibunya untuk menjelaskan alasan mengapa ia harus menyamar sebagai laki-laki. Ibunya menjawab sampai Ra On bisa melindungi dirinya sendiri, dan ketika ia bisa tumbuh besar tanpa dirinya maka Ra On bisa menjalani hidupnya sebagai seorang perempuan.

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-66

Ia juga merenungkan ucapan Young yang memintanya untuk tidak pergi, tapi berada disisinya. Ra On bertanya dalam hatinya: “Ibu, saya baik-baik saja sekarang, kan? Dalam sepuluh tahun tanpamu, saya bisa hidup dengan berani. Karna saya sudah tumbuh ke level dimana saya bisa melindungi diriku meskipun ketika sendiri.”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-67 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-68 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-69

Young duduk sendirian di taman sambil membaca buku, dan seseorang melangkahkan kakinya dan mendekatinya. Dia Ra On yang mengenakan hanbok dan merias wajahnya. Young menyadari kehadiran seseorang, dan ia terpesona saat memandanginya, dengan penampilan barunya.

Young berdiri dari tempat duduknya, dan bertanya: “Kau sebagai seorang perempuan…Bagaimana seharusnya saya memanggilmu?”

gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-70 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-71 gambar-sinopsis-moonlight-drawn-by-clouds-episode-9-bagian-kedua-72

“Hong Ra On, Yang Mulia,” ucap Ra On. Young tersenyum manis  sambil menatapnya, dan memanggilnya: “Ra On.”

Sumber Dok Gambar: KBS 2TV

Untuk melihat semua tautan link www,aktriskorea.web.id, silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

4 comments

  1. Lee Young terlalu sempurna. Dia tampan, penuh perhatian, romantis, humoris

  2. Aku suka deh cara Young mengungkapkan perasanya dengan tanda, So Sweet!!! Tatapan dan senyuman Park Bo Gum emang TOP BGT!!!

  3. Lucu juga liat Tuan Muda Jang. Dia sampai nggak ngenalin wanita langsing yang di depannya adalah sang pujaan hatinya. Tapi aku salut juga Aku suka bagaimana dia mencintai Putri Myungeun yang dulu apa adanya bukan karna penampilannya. Dia gemuk, suka makan tapi di matanya Putri Myuengeun tetaplah cantik.

  4. Hubungan Ra On dan Young semakin kuat, cuman yang aku takutkan klo nantinya karakter Chae So Bin akhirnya menikah dengan Young. Tapi mungkin Young butuh Ha Yeon dan kroninya. Dia nggak punya dukungan politik di istana, kecual ayahnya yang lemah dan guru bijaksana Yak Yong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*