Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Moorim School” Drama Korea Episode 10 Bagian Kedua

Sinopsis “Moorim School” Drama Korea Episode 10 Bagian Kedua

Gambar Drama 1

Untuk melihat semua tautan kumpulan sinopsis www.aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis “Moorim School” Drama Korea Episod 10 Bagian Pertama]

Setelah apa yang dilihatnya, Chi Ang pergi dengan hati yang hancur usai melihat mereka berdua berpelukan, dan kemudian berjalan menuju kamarnya.

Gambar Drama 2

Gambar Drama 3

Gambar Drama 4

Di dalam kamarnya, suasana hati Chi Ang yang lagi galau, dia mondar-mandir memikirkan semua perkataan Yub Jung dan Kang Soo Man tentang Dekan Hwang yang hanya memberitahu Shi Woo tentang Chintamani itu tadi malam, dan membayangkan bagaimana dirinya kalah oleh Shi Woo di dalam sebuah pertarungan, dan bagaimana Soon Duk menolak pemberian kalungnya hanya karna Shi Woo.

Setelah semua kekalahannya dari Shi Woo, Chi Ang memberitahu dirinya, “Saya tidak bisa kalah seperti ini. Tidak akan pernah.”

Gambar Drama 5

Sementara itu, Soon Duk datang ke rumahnya untuk menghadap ayahnya. Ayahnya bertanya untuk mengkonfirmasi kepada Soon Duk, “Apa benar kau bersekolah di Sekolah Moorim?”

Soon Duk tak menjawab apapun, tapi ayahnya marah besar, dan tak menyangka dia sampai berani membohonginya.

Gambar Drama 6

Soon Duk mengungkapkan pembelaan dirinya dengan mengatakan bahwa Institut Moorim bukan sekolah yang aneh seperti yang ia kira. Tapi ayahnya berpendapat lain, dia menganggap sekolah bela diri itu aneh karna terletak di gunung, dan menyuruhnya untuk segera berhenti.

Gambar Drama 7

 “Saya tahu apa yang kau khawatirkan, bisakah kau mempercayaiku kali ini?,” ucap Soon Duk.

“Tidak mudah bersekolah dan bekerja di malam hari.Tapi saya melakukannya karna saya suka sekolah,” ucap Soon Duk.

Ayah: “Siapa yang menyuruhmu melakukan itu siang dan malam? Apa saya menyuruhmu menghasilkan uang atau kuliah? Kita bisa saja menjalani hidup kita tanpa keserakahan bahkan jika kita tak punya banyak uang.”

Soon Duk membela diri bahwa apa yang ia lakukan bukan sebuah keserakahan, dan melakukannya agar mereka bisa bertahan hidup.

Gambar Drama 8

“Di dunia ini, ketika seseorang yang tidak mampu seperti saya, apa ada sekolah dimana saya tidak perlu khawatir tentang uang sekolah?”

Ayahnya kemudian menyarankan agar Soon Duk bersekolah di tempat yang memungut uang sekolah, dan berjanji akan mencarikannya pinjaman.

Gambar Drama 9

Tapi sambil menangis, Soon Duk berteriak: “Apa kau berpikir itu masuk akal? Bagaimana saya mampu kuliah?” Ayahnya dibuat geram dengan sikap Soon Duk yang berani berteriak di depannya, sehingga Soon Duk memohon dengan lembut pada ayahnya agar diijinkan tetap bersekolah.

Sayang, ayahnya tetap ngotot melarang Soon Duk. “Ini tidak adil. Saya berprestasi ketika masih dibangku sekolah. Kau bahkan tidak tahu itu. Saya membuang surat penerimaanku ke kuliah sehingag kau tak perlu khawatir tentang uang kuliahku,” ucap Soon Duk sambil menangis.

Gambar Drama 10

Soon Duk memberitahu ayahnya bagaimana sulitnya kehidupan yang ia jalani selama ini, tapi sekarang dia merasa lebih baik setelah bersekolah ditempat itu.

Sehingga untuk kali ini, dia meminta ayahnya untuk  mengijinkannya tetap pergi ke Institut Moorim.

“Tentu saja tidak. Saya tidak bisa mendukung sekolah itu, tak perduli apapun itu,” ucap ayahnya.

Gambar Drama 11

Soon Duk lantas bertanya mengapa ayahnya sangat membenci sekolah itu, dan menuntut sebuah penjelasan.

Ayahnya tidak memberikan penjelasan apapun. Dia bangkit berdiri dan menyuruh Soon Duk untuk berhenti dari pekerjaan paruh waktunya, dan dia tidak diijinkan keluar sampai mereka menemukan sebuah tempat baru untuk pindah.

Sementara itu, di Sekolah Moorim Dekan Hwang memberitahu para guru tentang rencananya untuk menggelar Kompetisis Moorim bulan ini.

Gambar Drama 12

Para guru berpendapat Kompetisis Moorim dilaksanakan sebagai ujian akhir tiap tahunnya, sehingga dia memberitahu mereka bahwa kali ini dia ingin mengganti tradisi itu.

Dia memberitahu mereka bahwa kompetisi kali ini tidak hanya  akan diikuti oleh para siswa mereka, tapi juga alumni dan anggota lain dari Moorim untuk ikut berkompetisi.

Gambar Drama 13

Tapi Guru Kim merasa keputusan dekan Hwang terlalu berbahaya apalagi membiarkan segel terbuka dan menginjinkan orang luar masuk.

Dekan Hwang kemudian menjelaskan kepada mereka bahwa Asosiasi Moorim tidak lagi seperti yang dulu, dan sekaranglah saatnya untuk memanggil orang-orang yang cakap.

Guru Kim tetap merasa keputusan Dekan Hwang terlalu berisiko karna mengkhawatirkan Juk Poong yang bisa saja masuk ke dalam sekolah.

Gambar Drama 14

Dekan Hwang kembali mengingatkan hal yang ingin dicapai oleh Sekolah Moorim melalui bela diri adalah mereka menginginkan murid mereka menghentikan perkelahian.

“Hanya yang benar-benar kuat yang bisa menghentikan perkelahian,” ucap Dekan Hwang.

Sementara Bubgong, setuju dengan keputusan Dekan Hwang, dan menganggapnya akan menjadi sebuah kompetisi penting yang akan menentukan sekolah mereka dan Moorim.

Gambar Drama 15

Selebaran Kompetisi Moorim ditempel di papan pengumuman, dan para murid merasa heran dengan kompetisinya yang lebih awal dilaksanakan, padahal setahu mereka kompetisi ini selalu menjadi ujian akhir bagi mereka, ditambah lagi kompetisi ini mengijinkan orang luar untuk ikut berkompetisi.

Sun Ah melihat Shi Woo sedang menelpon seseorang, sehingga dia bertanya: “Apa Soon Duk tidak menjawab telponnya?”

Gambar Drama 16

Gambar Drama 17

“Dia pasti akan segera kembali. Dimana lagi dia akan pergi selain ke sekolah?,” ucap Shi Woo.

Sun Ah kemudian menyebutkan tentang Kompetisi Moorim kepada Shi Woo, dan memberitahu Shi Woo bahwa dekan Hwang mungkin berusaha untuk memilih orang nomor satu di Moorim.

“Mengapa harus khawatir?,” “Lakukan saja apa yang telah kau lakukan,” ucap Shi Woo.

gambar 18

Usai rapat dengan para pengajar, Dekan Hwan memberitahu guru Kim untuk membuat sebuah kelas khusus menyiapkan Kompetisi Moorim, dan menyampaikan idenya untuk kembali menyewa seorang tim pengajar baru.

Sementara di Sekolah Moorim, Sang Man dengan pedenya mengatakan, “Kompetisi Moorim. Akhirnya ada sesuatu yang bisa kulakukan untuk sekolah ini.”

gambar 19

Melihatnya kepedean seperti itu, Dong Go lantas bertutur,”Kau bisa menjadi pesaing paling buruk di kompetisi ini.”

“Sebenarnya, ibuku bermimpi naga terbang di atas langit dengan sebuah mutiara ketika dia mengandungku. Sekarang saya berpikir, itu mungkin Chintamani, bukan mutiara,” ucap Sang Man.

gambar 20

gambar 21

Tapi, Yub Jung langsung menyuruh Sang Man untuk menghentikan omong kosongnya dan mulai berlatih bila tidak ingin mempermalukan sekolah dengan bakatnya yang jelek.

Teman-temannya yang lain tak habis pikir dengan ucapan kasar Yung Jub kepada Sang Man, sementara menghadapi Kompetisi Moorim Chi Ang mulai serius berlatih.

gambar 22

Para guru berumpul di sebuah kedai minuman, dan membahas tentang ujian tengah semester untuk para murid mereka, dan memutuskan untuk menyuruh para murid memilih keahlian mereka untuk saling berkompetisi sehingga mereka dapat menunjukkan keahlian mereja masing-masing.

Sementara itu, Bang Duk kembali bertanya kepada suaminya apa dia benar-benar akan pindah.

gambar 23

Karna suaminya serius dengan keputusannya, Bang Duk memberitahunya bahwa anak Chairman Wang juga bersekolah di tempat yang sama dengan Soon Duk, dan berusaha membujuk suaminya untuk membatalkan keputusannya.

Tapi suaminya tetap menolak, sehingga dia menebak alasan mengapa dia menolak dengan keras Soon Duk bersekolah di Moorim karna ada kaitannya dengan kebutaannya.

Tangan ayah Soon Duk seketika itu gemetar, dan memperingatkan istrinya untuk tidak mengatakannya di depan Soon Duk.

gambar 24

gambar 25

Soon Duk hanya bisa menangis di kamarnya, sedangkan Shi Woo datang ke ruangan penjara rahasia dan berkata dalam hati, “Apa kau baik-baik saja? Saya merindukanmu,” karna seharian tidak melihat Soon Duk.

gambar 26

Di kamarnya,Chi Ang kembali mengingat semua ucapan Sekertaris Chany padanya tentang keinginan ayahnya yang menginginkan dirinya menjadi seorang putra yang kuat. Seseorang yang mempunyai kemampuan menduduki tempat teratas, yang mampu mengalahkan muush tak perduli appun itu, dan seseorang yang bisa memimpin Sang Hae Group.

Dia mengingat saran dari Sekertaris Chang untuk terlenbih dahulu mendapat pengakuan di Sekolah moorim.

Gambar Korea 27

Menjelang malam, Shi Woo datang keruangan latihan mencari Sun Ah untuk bertanya tentang Soon Duk, dan secara kebetulan Chi Ang juga sedang latihan.

Chi Ang menolak untuk menemani Shi Woo pergi ke rumah Soon Duk, dan mengatakan, “Sebenarnya lebih baik seperti ini.”

Dia melemparkan tongkat ke arah Shi Woo, dan mengajaknya untuk bertarung satu lawan satu.

Gambar Korea 28

Gambar Korea 29

Gambar Korea 30

Mereka mulai bertarung, dimana Chi Ang yang lebih dulu menyerang memberikan perlawanan yang cukup sengit kepada Shi Woo.

Sambil mengayunkan tongkatnya ke arah Shi Woo, Chi Ang bertanya pada Shi Woo apa dia akan ikut di Kompetisi Moorim, dan mendengar dia akan ikut Chi Ang lantas berkata: “Jangan.”

Gambar Korea 31

Gambar Korea 32

Gambar Korea 33

Chi Ang: “Saya mempunyai sebuah alasan. Saya harus memenangkan kompetisi. Siapapun yang menghalangi, saya akan menghancurkannya. Bahkan jika dia teman.”

Dalam pertarungan itu, Shi Woo sampai kaget mendengar ucapannya yang terdengar ambisius. Sementara Chi Ang kembali berkata: “Namun, jika kau harus  bertanding, saya berencana mengalahkanmu,” sementara dari balik jendela dekan Hwang menyaksikan pertarungan mereka.

Gambar Korea 34

Gambar Korea 35

Gambar Korea 36

Guru Kim datang ke sebuah tempat latihan Taekwondo dimana seorang pelatih sedang melatih sejumlah anak kecil.

Guru Kim menyebutnya seorang master Moorim tersembunyi, tapi dia malah tidak nyaman dengan panggilannya.

Dia sudah mendengar tentang Kompetisi Moorim yang akan berlangsung, dan Guru Kim kemudian memberitahunya bahwa Dekan Hwang ingin memanggilnya kembali ke Moorim.

Gambar Korea 37

Chi Ang berbincang dengan Dekan Hwang di ruangannya dan memberitahunya bahwa dia ingin memenangkan Kompetisis Moorim.

“Apa ada sesuatu yang ingin kau dapatkan dengan memenangkan kompetisi?,” tanya Dekan Hwang.

Chi Ang menjawab “ya.”

Gambar Korea 38

Dekan Hwang: “Kau berada di usia dimana kau harus mendapatkan apa yang kau inginkan. Saya juga seperti itu. Ada sesuatu yang kuinginkan sama sepertimu. Saya berlatih siang dan malam.”

“Jadi, apa kau akhirnya mendapatkan apa yang kau inginkan?,” tanya Chi Ang.

Dekan Hwan: “Sayangnya, semua yang kuinginkan menjadi milik temanku. Dia lahir dengan watak dan kepribadian yang sempurna. Dan dia bahkan melakukan yang terbaik. Termasuk wanita yang kucintai, posisi sebagai penerus Moorim semuanya menjadi milknya.”

Gambar Korea 39

Dia menceritakan bahwa sahabatnya adalah rintangan yang tidak dapat ia atasi.

“Bagiku itu sebuah ketidak beruntungan yang tidak dapat kuatasi,” ujar Dekan Hwang.

Dia mengatakan bahwa ada saat-saat dimana dia menginginkan temannya menghilang sama seperti yang dirasakan Chi Ang sekarang.

“Jadi apa yang terjadi antara kau dan temanmu?,” tanya Chi Ang.

Gambar Korea 39

Dekan Hwang: “Saya menyadari sesuatu setelah kehilangan dirinya. Kecemburuanku yang kekanak-kanakan menghancurkan sesuatu yang special. Juga, kenyataan bahwa semua hal yang menyenangkan hanya karna saya bersamanya. Sudah terlambat ketika saya menyadari saya lebih banyak kehilangan dibanding apa yang kudapatkan.”

Tapi Chi Ang menganggap bahwa Dekan Hwang tetap menang dan mendapatkan segalanya.

“Yang harus kau kalahkan bukan orang lain tapi dirimu sendiri,” ucap Dekan Hwan. Dia menasihati Chi Ang bahwa apa yang terjadi padanya sekarang sama dengan apa yang terjadi dengannya dulu.

Gambar Korea 40

Chi Ang: “Jika kau bisa kembali ke masa itu, apa yang akan kau lakukan? Maukah kau menyerahkan segalanya?”

Chi Ang: “Jika kau menyerahkan segalanya dan membiarkan temanmu memiliki semuanyam kau hanya akan menyesali sesuatu yang berbeda sekarang. Itulah mengapa saya tidak bisa menyerah.”

Gambar Korea 41

Chi Ang mengatakan bahwa dia ingin menjadi kuat, dan menjadi yang terbaik sehingga tidak seorang pun bisa mengalahkannya.

Sementara, Shi Woo duduk merenung sendirian sambil mengingat peringatan yang diberikan oleh Chi Ang.

Gambar Korea 42

Shi Woo mendatangi sebuah ruangan dimana Sun Ah sedang memainkan piano. Dia memberitahu Sun Ah bahwa perasaannya menjadi lebih baik ketika mendengarnya memainkan alunan ninabobok, dan tidak menyadari dia akhirnya datang ke ruangan ini.

Meskipun dia tidak bisa mengingatnya dengan baik, tapi dia merasa memiliki melodi yang sama dalam ingatannya. Dia bertanya-tanya apa dia mendengarnya dari ibunya, sehingga ketika dia mendengar nina bobok ini dia merasa seperti sedang memiliki mimpi yang indah.

Gambar Korea 43

Shi Woo kembali mengingat ucapan Sun Ah tentang dirinya yang menghentikan lampu panggung sehingga tidak jatuh ke bawah dan membuka segel.

Shi Woo mengatakan bahwa sekarang dia mengetahui mengapa datang ketempat ini dan apa yang kelak akan harus dia lakukan.

Sun Ah bertanya apa yang akan ia lakukan, Shi Woo menjawab, “Saya akan menghadapinya. Saya tidak akan lari meskipun saya akan ragu-ragu. Saya akan mencari tahu.”

Gambar Korea 44

“Apa yang akan kau cari tahu?,” tanya Sun Ah.

“Chintamani dan juga masa laluku,” jawab Shi Woo.

Sun Ah lantas bertanya, “Apa maksudmu masa lalumu dan Chintamani berhubungan?”

“Ya, mungkin,” jawab Shi Woo, tapi dia lantas berkata dalam hatinya, “tidak mereka pasti berhubungan.”

Gambar Korea 45

Gambar Korea 46

Keesokan harinya, para guru kembali rapat dan membicarakan tentang persiapan dan metode pertandingan dalam Kompetisi Moorim.

Yoo Di memberitahu Dekan Hwang bahwa ada banyak pelamar dari Asosiasi Moorim Internasional, dan Bubgong kemudian menyarankan untuk mengundang anggota Moorim dan keluarga siswa. Dekan Hwang mengatakan akan mempertimbangkan idenya sementara Guru Kim merasa ide Bubgong terlalu berisiko karna akan terlalu banyak melibatkan orang luar.

Gambar Korea 47

Di ruang latihan, Sun Ah datang menghampiri Shi Woo untuk bertanya tentang Soon Duk yang belum juga datang ke Sekolah Moorim.

Shi Woo kemudian menyuruh Sun Ah untuk mendaftarkan keahlian Soon Duk di bidang Tae Kwon Do. Dan mendengar perbincangan mereka berdua, Chi Ang balik bertanya: “Apa keahlianmu?”

Gambar Korea 48

Gambar Korea 49

Shi Woo menjawab, “Saya belum tahu,” sehingga Chi Ang bisa melihat bahwa Shi Woo lebih mengkhawatirkan Soon Duk ketimbang Kompetisi Moorim.

Shi Woo mengiyakan hal itu, dan balik bertanya pada Chi Ang, ”Bagaimana denganmu. Apa kau tidak akan pergi ke rumahnya?”

Dengan dinginnya, Chi Ang menjawab, “Saya tak punya waktu untuk hal itu,” dan kemudian membuang tongkatnya dan keluar dari ruangan latihan.

Gambar Korea 50

Gambar Korea 51

Sun Ah melihat Chi Ang sedang berusaha keras, tapi pandangan Shi Woo mengarah ke semua teman-temannya yang ada di rungan latihan dan mengatakan, “Bukan hanya Chi Ang. Yang lainnya juga berusaha keras.

Chi Ang ikut membantu Sun Ah di dapur, dan melihat sebuah senyuman di wajahnya, Sun Ah berharap dia bisa tersenyum seperti ketika bersama Shi Woo.

Gambar Korea 52

Gambar Korea 53

Dia memberitahu Sun Ah bahwa melihatnya saja sudah sulit untuknya, apalagi harus tersenyum.

Chi Ang kemudian menawarkan diri akan membuang sampah, dan sebagai gantinya ingin meminjam pemberat Sun Ah. Sun Ah menunjukkan pemberat yang ia maksudm yang sedang ia kenakan di lengannya, dan memberitahu Chi Ang bahwa dia bahkan memakainya ketika tidur, sampai membuat Chi Ang kagum.

Gambar Korea 54

Sementara, Shi Woo pergi ke rumah Soon Duk bersama dekan Hwang dan dalam perjalanan melewati hutan, Shi Woo memberitahunya bahwa di tempat ini dia bertemu dengan Soon Duk dan Chi Ang, dan menceritakan bagaimana Chi Ang langsung menyerangnya ketika akan datang menghampiri Soon Duk.

Gambar Korea 56

Dekan Hwang bertanya, “Saat itu, kau berpikir seluruh dunia berpaling darimu?, kan”

“Ya. Saya tak tahu sayalah yang berpaling dari dunia,” ungkap Shi Woo.

Gambar Korea 55

Dekan Hwang bertanya apa Shi Woo ingin kembali, Shi Woo mengatakan bahwa dulu dia penasaran tentang bagaimana jika kehilangan popularitas.

“Tidak buruk berada dimana saya ada sekarang dan melihat-lihat sekeliling.” Shi Woo mengakui dulu dia berpikir Moorim adalah sekolah aneh yang hanya mengajarkan seni bela diri.

Gambar Korea 57

Shi Woo lantas mengucapkan “maaf” karna telah lancang, tapi Dekan Hwang menganggap dia takperlu minta maaf, karna dia dulu juga menganggap Shi Woo adalah anak yang aneh.

“Saya bertanya-tanya mengapa kau sangat khawatir. Saya bertanya-tanya apa yang kau takutkan dan tidak bisa kau atasi. Saya bertanya-tanya mengapa kau menghancurkan tubuhmu karna hal itu,” ungkap Dekan Hwang.

Gambar Korea 58

Shi Woo mengatakan bahwa dia berpikir hal itu karna masa lalunya yang tersembunyi dan dia tidak berani untuk melihatnya.

“Sekarang apa kau siap untuk menerimanya?,” tanya Dekan Hwang.

Gambar Korea 59

Shi Woo lantas memberitahu Dekan Hwang bahwa Chintamani mungkin berhubungan dengan masa lalunya.

Mendengar pengakuannya, Dekan Hwang mengetahui saat ini Shi Woo pasti merasa takut.

“Apapun hasilnya,saya akan melakukan yang terbaik untuk bisa menemukan siapa sebenarnya diriku,” ucap Shi Woo.

Gambar Korea 60

Sementara itu, di sekolah Moorim berbincang berdua dihalaman sekolah; Chi Ang mengakui bahwa awalnya dia tidak datang ke Moorim Institut, “Tapi sekarang saya ditakdirkan datang kesini. Tak perduli seberapa keras saya mencoba untuk melawan, saya terikat untuk datang kesini,” ucap Chi Ang.

Dia memberitahu Sun Ah bahwa dia merasa telah berubah menjadi seseorang yang berbeda ditempat ini.

Gambar Korea 61

Chi Ang: “Sekarang seberapa keraspun saya mencoba, saya mungkin tidak akan kembali ke diriku yang dulu. Saya merasa telah melewati titik untuk tidak kembali.

Shi Woo dan Dekan Hwang tiba dirumah Soon Duk, dan Dekan Hwang kemudian memperkenalkan dirinya didepan Bang Duk.

Gambar Korea 62

Bang Duk kemudian memanggil keluar Soon Duk dan ayahnya. Soon Duk kaget melihat mereka berdua datang mencarinya.

“Dekan Hwang, Yoon Shi Woo,”ucap Soon Duk.

Gambar Korea 64

Gambar Korea 65Gambar Korea 66

Tapi ayahnya tiba-tiba terjatuh ke lantai, seperti terkejut akan sesuatu.  Dan kembali mengingat kejadian 18 tahun lalu saat dia menolong seorang anak kecil dari sebuah rumah yang terbakar dan berlari ke sebuah hutan.

***Semua Dok Gambar: KBS2***

4 comments

  1. makasih ya kak sinopnya…
    dilanjut terus kan nulis moorim school…
    hwaiting n gumawo 🙂

  2. gomawo eonni sinopsisnya
    menurut aku hyun woo kok mrip sama g dragon yaa..hehe

  3. Makasih kaka sinopsinya…Tetap semangat lanjutin sinOpsinya yah..Kami selaluh menungguh 🙂 GoMapta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*