Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Moorim School” Drama Korea Episode 11 Bagian Pertama

Sinopsis “Moorim School” Drama Korea Episode 11 Bagian Pertama

Gambar Korea 1

Gambar Korea 2

[Baca juga: Sinopsis “Moorim School” Episode 11 Bagian Kedua]

Soon Duk dibantu Bang Duk untuk menuntun ayahnya masuk kedalam rumah, dan Dekan Hwang dan Shi Woo ikut masuk.

Ayah Soon Duk menyuruh semua orang keluar agar dia bisa berbicara empat mata dengan Dekan Hwang. Dekan Hwang minta maaf pada ayah Soon Duk karna baru datang menemuinya hari ini. Tapi, Ayah Soon Duk menegaskan bahwa putrinya tidak akan lagi menghadiri Sekolah Moorim.

Sementara itu, Shi Woo duduk bersama Soon Duk di kamarnya, dan bertanya bagaimana bisa Shi Woo datang bersama Dekan Hwang ke rumahnya.

Gambar Korea 3

Gambar Korea 4

“Saya datang untuk menangkap penipuan,” ucap Shi Woo.

“Sebuah penipuan?,” tanya Soon Duk.

”Kau mengatakan kau akan tinggal bersamaku. Bagaimana mau bisa menghilang seperti itu?” ucap Shi Woo.

Dia meminta Soon Duk untuk tidak khawatir karna Dekan Hwang sudah datang, dia yakin  semuanya akan terselesaikan.

Gambar Korea 5

Gambar Korea 6

Kembali ke kamar ayahnya, Dekan Hwang bertanya apa ayah Soon Duk mengetahui mimpi yang dimiliki oleh putrinya. Dekan Hwang mengatakan dia pertama kali melihat Soon Duk dua tahun yang lalu.

Flashback: Soon Duk datang untuk yang pertama kali ke Moorim School ditemani oleh Sun Ah.

Sun Ah memberitahu ayahnya dia keluar karna merasa bosan, dan kemudian melirik kearah Soon Duk, dan mengatakan, ”Dia tersesat di hutan sama sepertiku.”

Gambar Korea 7

Gambar Korea 8

Soon Duk melihat ke sekelilingnya, dan menyapa Dekan Hwang sekaligus mengatakan bahwa dia tak tahu ada sebuah  sekolah seperti ini di hutan.

“Mengapa kau lari dari tempat mengagumkan seperti ini?,” tanya Soon Duk pada Sun Ah.

Dan Sun A segera menyuruh Soon Duk untuk menutup mulutnya. Soon Duk memberitahu Dekan Hwang bahwa dia sudah mendengar banyak hal dari Sun Ah dalam perjalanan ke tempat ini.

Dia berkata dengan sangat antusias kepada Dekan Hwang, ”Saya berjanji akan benar-benar melakukan yang terbaik. Tolong terima saya.”

Gambar Korea 9

Kembali ke masa sekarang, Dekan Hwang mengatakan bahwa Soon Duk adalah anak yang cerdas dan ceria, dan dia yakin masa depannya sangat cerah.

Dia mengetahui hal yang dikhawatirkan oleh ayah Soon Duk, karna dia juga seorang ayah yang membesarkan seorang putri sama seperti dirinya.

Tapi, ayah Soon Duk lantas memberitahu Dekan Hwang bahwa tidak ada orang tua yang menyukai sebuah sekolah yang mengajari anak mereka bagaimana berkelahi.

Gambar Korea 10

“Soon Dukku hanya seorang anak yang normal. Dia bukan tipe anak yang bisa di hubungkan dengan Chntamani atau apapun itu,” ucap ayah Soon Duk, dan segera menyuruh Dekan Hwang untuk pergi.

Tapi mendengar ucapannya, seketika itu Dekan Hwang terkejut dan bertanya dalam hatinya, “Chintamani? Bagaimana dia bisa tahu tentang Chintamani?”

Shi Woo memberitahu Soon Duk bahwa Kompetisi Moorim akan segera dibuka, dan dia berpikir dekan Hwang berencana untuk memilih penerus.

Gambar Korea 11

Dia kemudian menjelaskan pada Soon Duk bahwa para alumni juga termasuk dalam calon yang potensial.

“Apa maksudmu Sekolah Moorim akan terbuka secara umum,” tanya Soon Duk.

Shi Woo mengangguk, “Ini bukan situasi yang normal,” ucap Shi Woo.

Gambar Korea 12

Sementara itu, Bubgong melaporkan kepada Sekertaris Hwang tentang Kompetisis Moorim. Dia menebak dekan Hwang sedang berusaha untuk menemukan penerus yang bisa melindungi kunci, dan merasa yakin peringataan yang mereka berikan berhasil meresahkan hati dekan Hwang.

Sekertaris Chang merasa yakin Ayah Chiang akan bahagia mendengar berita ini, dan Bubgong kemudian bertanya tentang kemajuan dalam menemukan potongan kunci ketiga.

Gambar Korea 12

Dia menjawab kemajuannya jauh lebih cepat dari yang ia kira, sehingga Bubgong bertanya apa dia sudah menemukan anak yang menghilang itu.

Sekertaris Chang mengatakan bahwa dia telah menemukan keberadaan orang yang membawa anak itu sehingga dia yakin aka nada kabar yang membahagiakan.

Gambar Korea 13

Gambar Korea 14

Gambar Korea 15

Sebelum pergi dari rumahnya, Dekan Hwang bertanya kapan ayah Soon Duk mulai buta.

“Dia mengatakan itu terjadi karna sebuah insiden tak lama setelah saya lahir,” jawab Soon Duk.

Dekan Hwang kembali bertanya apa Soon Duk pernah membicarakan tentang Chintamani kepada ayahnya. Soon Duk mengatakan tidak, dan ayahnya bahkan tidak tahu dia bersekolah di Sekolah Moorim.

Sementara itu, tanpa mereka sadari Runa diam-diam mengawasi rumah Soon Duk, dan segera melaporkan kepada Sekertaris Chang bahwa gadis yang mereka culik dan mengira putri Hwang Mong Soo adalah putri Shim Bong San.

Gambar Korea 16

Sekertaris Chang kemudian memerintahkan Runa untuk tidak melakukan sesuatu yang gegabah dan tetap mengawasi mereka.

Sekertaris Chang kemudian bertanya-tanya mengapa Dekan Hwang datang ke rumah Bong San, dan merasa bingung karna Ayah Chi Ang jelas-jelas mengatakan anak yang menghilang saat itu adalah seorang putra.

Sementara itu, melihat Choi Ho yang telah tiba di tiba di stasiun, Sekertaris Chang segera datang menghampirinya.

Gambar Korea 17

Gambar Korea 18

Gambar Korea 19

Gambar Korea 20

Soon Duk kaget melihat Shi Woo kembali, dan Shi Woo mengatakan bahwa dia tidak bisa pergi sendiri.

Shi Woo datang bersama Shi Woo ke kamar ayahnya, dan saat membuka pintu ayahnya tiba-tiba saja berbalik kearah Shi Woo.

“Itu kau,” ucap ayah Soon Duk.

Shi Woo kemudian menyebutkan namanya dan memperkenalkan dirinya sebagai teman Soon Duk di depan ayahnya.

“Auramu sangat kuat,” ucap ayah Soon Duk sehingga Shi Woo bertanya apa ayah Soon Duk merasakan energinya.

Gambar Korea 21

Gambar Korea 22

Ayah Soon Duk mengatakan bukan apa-apa, dan menyuruhnya untuk segera pergi.

Tapi Shi Woo berlutut di depannya, memanggilnya ‘Ayah’ dan mengatakan bahwa dia tidak akan kembali sampai dia mengijinkan Soon Duk kembali bersekolah.

“Saya bukan ayahmu,” teriak ayah Soon Duk, dan menyuruhnya untuk keluar.

Gambar Korea 23

Sekertaris Chang berbicara empat mata dengan Choi Ho di dalam sebuah mobil, dan memberitahunya bahwa tujuan dari kompetisi ini bukan untuk membiarkannya menang.

Choi Ho kemudian diberitahu oleh Sekertaris Chang bahwa tujuan mereka adalah untuk menghancurkan sekolah Moorim yang telah meninggalkannya. Sekertaris Chang memprovokasi  Choi Ho untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa sekolah itu tidak punya kelas atau yayasan sehingga mereka bisa mengubahnya menjadi sebuah sekolah dimana tidak seorang pun bisa menerima atau memahaminya.

“Jika hal itu terjadi kau akan menjadi pemenang yang sesungguhnya,” ucap Sekertaris Chang.

Gambar Korea 24

Gambar Korea 25

Sementara itu, Shi Woo masih berlutut di depan ayah Soon Duk sampai malam, dan mengatakan bahwa dia tidak akan kembali sampai ayah Soon Duk memberikan izinnya.

Dan Bang Duk yang melihat keteguhan hati Shi Woo menebak hubungannya bersama Soon Duk lebih dari sekedar teman. Bang Duk memuji wajah Shi Woo yang tampan, dan kemudian bertanya apa pekerjaan orangtuanya.

Gambar Korea 26

Shi Woo menjawab dengan ragu-ragu, dan mengatakan orang tuanya telah meninggal ketika dia masih kecil sehingga dia sama sekali tidak mengingat dengan baik wajah mereka.

Shi Woo kemudian menjelaskan bahwa kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kebakaran, dan mendengar ucapannya sontak membuat ayah Soon Duk kaget, yang sepertinya dia menyadari akan sesuatu.

Gambar Korea 26

“Saya masih sangat kecil ketika itu terjadi dan dia tidak terlalu mengingatnya, tapi saya berpikir seperti itu. Setelah itu, saya dibesarkan di rumah yatim,” ucap Shi Woo.

Shi Woo kemudian tidur bersama ayah Soon Duk, dan malam itu dia sulit tidur. Ayah Soon Duk kembali mengingat kejadian silam.

Gambar Korea 28

Gambar Korea 27

Gambar Korea 29

Gambar Korea 30

Flashback: Ayah Soon Duk menyelamatkan anak Chae Yoon dalam kobaran api, tapi beberapa orang bersenjata melihatnya. Dia berlari dari kejaran mereka sampai menuju hutan.

Dia bersembunyi di hutan itu, dan berharap anak itu berhenti menangis. Dia bersembunyi disebuah lobang kecil, merasa lega karna merasa aman. Tapi dia mendapati tubub anak itu terbujur kaku. Dia berusaha membangunkan anak itu, tapi dia tak sadarkan diri. Ayah Soon Duk kemudian membaringkannya di lubang itu, dan pergi .

Gambar Korea 31

Gambar Korea 32

Gambar Korea 33

Sambil berlari dari hutan, dia meyakinkan dirinya, “Saya tak tahu. Saya tak tahu apa-apa tentang hal ini.”

Tapi dia tiba-tiba dihadang oleh sejumlah pria bersenjata, dan salah satu dari mereka melukai kedua matanya dengan pisau.

Kembali kemasa sekarang, dia merasa apa yang ia dengar dari Shi Woo hanya sebuah kebetulan, dan merasa yakin bahwa anak yang ia tolong itu telah meninggal.

Gambar Korea 34

Shi Woo dan Soon Duk bangun di tengah malam, dan mereka berdua  berbincang di luar rumah.

Shi Woo bertanya apa yang akan dilakukan oleh Soon Duk jika ayahnya tetap mengatakan tidak.

Soon Duk menjawab tidak tahu, dan dia sendiri bingung mengapa ayahnya sangat membenci Sekolah Moorim. Dia memberitahu Shi Woo ayahnya berencana pindah ke tempat yang jauh sehingga dia bisa berhenti sekolah.

Gambar Korea 35

Gambar Korea 36

Shi Woo kemudian memeluk Soon Duk untuk menenangkannya, dan Soon Duk berterima kasih karna Shi Woo telah datang. Sementara itu, di sekolah Moorim, Chi Ang duduk merenung sendirian sambil memegang kalung yang pernah ingin ia berikan kepada Soon Duk.

Keesokan harinya, Shi Woo bangun pagi-pagi buta dan tak menyangka mendapati Soon Duk telah menungguinya di luar rumah.

Gambar Korea 37

Gambar Korea 38

Soon Duk memberitahu Shi Woo bahwa dia tidak ingin membiarkannya kembali sendirian, sedangkan Chi Ang melihat tempat tidur Shi Woo yang masih kosong, dan menebak dia masih ada di tempat Soon Duk untuk membawanya kembali.

BangDuk kaget mendapati suaminya ada di kamar Soon Duk, dan dia diberitahu oleh Bong San bahwa Soon Duk telah pergi. Bang Duk tidak habis pikir mengapa Soon Duk begitu keras kepala untuk tetap mengikuti Sekolah Moorim. Tapi ayahnya menebak Soon Duk melakukan hal itu karna Shi Woo.

Gambar Korea 41

Chi Ang berdiri di depan pintu gerbang sekolah, seperti menantikan kedatangan seseorang, dan kemudian Dekan Hwang datang menghampirinya.

“Apa kau menunggu Yoon Shi Woo? Atau Soon Duk,?” tanya Dekan Hwang.

Chi Ang menjawab keduanya, dan beberapa saat kemudian Shi Woo datang bersama Soon Duk.

Tapi mereka juga dikejutkan oleh kedatangan seseorang. Seorang pria berlari menerobos segel, dan dia adalah Senior Tae Ho.

Gambar Korea 39

Gambar Korea 42

Gambar Korea 43

Sepertinya Soon Duk dan Sun Ah sudah mengenalnya dengan baik, sampai mereka berdua  langsung memeluknya. Dan melihat keakraban Soon Duk bersama senior Tae Ho, baik Shi Woo dan Chi Ang dibuat cemburu.

Sementara itu, dengan kamera pengintai Nadet murid-murid yang berada di gedung sekolah Moorim bisa melihat di layar komputernya bahwa Shi Woo dan Soon Duk datang bersama, dan Sang Man langsung mengenali seorang pria baru yang datang ke Moorim adalak Senior Kang Teo Ho.

Gambar Korea 44

Karna Shi Woo dan Chi Ang tidak mengenal Senior Kang Tae Ho,  Soon Duk dan Sun Ah kemudian menjelaskan kepada mereka berdua prestasi gemilang yang diraih olehnya selama mengikuti Sekolah Moorim, ditambah lagi dia adalah pesaing nomor satu di Kompetisi Bela Diri Moorim, dan juga memenangkan semua kompetisi.

Soon Duk dan Sun Ah lanjut menceritakan dulu semua orang berpikir Senior Tae Ho akan menjadi penerus, tapi mereka tak tahu mengapa tapi Senior Tae Ho segera pergi setelah Kompetisi Moorim dua tahun yang lalu.

Gambar Korea 46

Gambar Korea 45

Di ruang kantor dekan Hwang, Senior Tae Ho mendesaknya agar dia segera menceritakan semuanya kepada Sun Ah karna dia bukan gadis kecil lagi.

Dekan Hwang menyadari hal tersebut. Dia tak bisa lagi menyembunyikan sebuah rahasia darinya,  dan bertekad segera setelah kompetisinya berakhir, dia berencana akan menceritakan segalanya. Tae Ho lantas bertanya apa yang bisa ia lakukan untuk membantunya.

Gambar Korea 47

Gambar Korea 48

Chi Ang kembali ke kamar bersama Shi Woo, dan dia menyindirnya karna berhasil membawa Soon Duk.

“Apa kau tidak senang melihat Soon Duk kembali,?” tanya Shi Woo.

“Itu karna saya tidak ingin dia melihatku bagaimana saya sekarang. Jika kau memahami bagaimana perasaanku, kau tidak akan ingin melihatku,” jawab Chi Ang.

Gambar Korea 50

Gambar Korea 49

Gambar Korea 52

Gambar Korea 51

Para guru menyaksikan murid-murid sedang berlatih menggunakan teknik mereka masing-masing, dan guru Tae Ho mendatangi mereka satu-persatu dan menyebutkan kelemahan mereka masing-masing. Tapi khusus Shi Woo, dia sama sekali tidak menyebutkan kelemahannya.

“Kau ini apa,” tanya Tae Ho.

 Chi Ang lantas bertanya bagaimana untuk mengatasi kelemahan mereka.

“Bukankah kau datang ketempat ini untuk menunjukkan itu pada kami,?”

Tae Ho lantas menjelaskan bahwa mereka telah salah paham, dia bukan datang ke tempat ini sehingga mereka bisa menang.

Tae Ho kemudian bertanya apa hal paling penting dalam kompetisi Moorim, dan Yub Jung langsung menjawab ‘kemenangan.’

Gambar Korea 53

Tae Ho mengatakan jawabannya salah, dan kemudian memberitahu mereka pertanyaan itu adalah pekerjaan rumah bagi mereka sampai Kompetisi Moorim dimulai.

Dia memperingatkan jika mereka tidak bisa menemukan apa aspek paling penting dari kompetisi Moorim, maka dia akan mempertimbangkan untuk mengikuti kompetisi itu karna dia menolak untuk memberikan posisi penerus bagi siswa yang tidak mengetahui jawabannya.

“Datang dan temui saya jika kalian mengetahui jawabannya,” ucap Tae Ho.

Gambar Korea 54

Para murid mulai mendiskusikan pertanyaan Tae Ho, dan Soon Duk merasa aneh dengan sikap Tae Ho yang menyebutkan kelemahan mereka masing-masing, tapi tidak pada Shi Woo.

Dalam rapat para guru, Dekan Hwang menyetujui ide Bubgong untuk mengijikan orang tua dan anggota dewan menghadiri Kompetisi Moorim. Tapi Guru Kim khawatir jika terlalu banyak penonton, dia khawatir bisa saja terjadi sesuatu yang buruk.

Gambar Korea 55

Dekan Hwang bisa memahami kekhawatirannya, tapi dia ingin meluruskan kesalahpahaman yang timbul diantara para orang tua karna menjalankan sekolah ini dibawah pengasingan. Dia ingin memperkenalkan SeKolah Moorim kepada para orang tua dan Asosiasi Moorim  melalui kompetisi ini, dan percaya ini untuk kepentingan terbaik para murid-murid.

Dia kemudian memerintahkan Bubgong untuk mencari tahu siapa saja yang mencurigakan diantara para kontestan luar yang mengikuti Kompetisi Moorim yang merupakan bagian dari Juk Poong, dan melihat apakah mereka memiliki sesuatu di lengan mereka.

Gambar Korea 56

Gambar Korea 57

Gambar Korea 58

Shi Woo dan Soon Duk mulai berlatih dengan saling menyerang. tapi Soon Duk terjatuh ke lantai saat Shi Woo mengayunkan pukulannya.

Soon Duk sedikit mengerang kesakitan, dan bisa merasakan kemampuan Shi Woo telah meningkat, dan dia juga semakin kuat. Tapi Shi Woo memberitahunya bahwa dia tidak menggunakan  kekuatannya sebanyak itu.

Tapi Soon Duk tak ingin dianggap semudah itu untuk dikalahkan sehingga dia mengajak Shi Woo untuk latihan sekali lagi.

Sementara, Tae Ho mengintip dari luar menyaksikan Shi Woo dan Soon Duk berlatih dan kembali mengingat perbincangannya bersama dekan Hwang.

Gambar Korea 59

Kembali flashback: Dekan Hwang memberitahu Tae Ho tentang perkembangan Shi Woo yang drastis mulai dari secara mental dan fisik, padahal dia baru dua bulan memasuki sekolah mereka. Tae Ho lantas bertanya bagaimana dia bisa datang ke tempat ini.

Dan dekan Hwang mengatakan, “Saat kau menjalani hidupmu, ada beberapa hal yang tidak dapat dihindari. Seperti sebuah nasib besar.”

Gambar Korea 60

Gambar Korea 61

Sementara itu, Chi Ang dan Sun Ah berlatih di halaman sekolah dengan saling menyerang satu sama lain, dan tiba-tiba guru Tae Ho datang ikut campur.  Guru Tae Ho mengkritik Chi Ang yang mempunyai masalah untuk mengendalikan kekuatannya.

Dan kita kembali melihat perbincangan Dekan Hwang dengan Tae Ho yang membicarakan tentang  Wang Chi Ang yang adalah putra dari sponsor dan Chairman dari Sang Hae Group, Wang Hao. Dekan Hwang merasa Chi Ang akan menjadi teman atau musuh dari Institut Moorim.

Gambar Korea 62

Gambar Korea 63

Guru Tae Ho kemudian menyinggung Sun Ah yang terlihat mengalah di depan Chi Ang, sehingga dengan mudahnya dia dikalahkan. Dia kemudian bertanya apa Sun Ah menyukai Chi Ang, dan Sun Ah dengan malu-malu membantahnya.

Dia kemudian menyuruh keduanya untuk melanjutkan latihan mereka, dan saat guru Taeo Ho berjalan pergi, kita kembali melihat perbincangan Dekan Hwang dan guru Tae Ho.

Dekan Hwang mengatakan dia merasa cukup bagus melihat mereka mempunyai sebuah tujuan, tapi dia mengungkapkan ketakutannya jika nantinya bisa saja mereka terluka.

Gambar Korea 64

Tae Ho berjanji pada Dekan Hwang bawa dia akan membantunya untuk memastikan bahwa para murid berlatih tanpa terluka secara fisik dan emosional.

Sementara itu, di ruang latihan Soon Duk memberitahu Shi Woo bahwa seni bela diri defensif lebih menguntungkan dibanding seni bela diri ofensif.

Soon Duk mengatakan teknik untuk seni bela diri ofensif bermacam-macam, tapi baginya teknik itu mudah untuk memprediksi serangan berikutnya karna kau bisa melihatnya datang, dan mengeluarkan terlalu banyak energi.

Gambar Korea 65

Gambar Korea 66

Tetapi baginya, jika kau menggunakan seni bela defensif, cara itu menggunakan permainan pikiran.

“Selama kau bisa membaca permainan dengan baik, kau bisa dengan mudah menang tanpa kehilangan banyak energi,” ucap Soon Duk.

Dan Soon Duk dengan penuh kekaguman mengakui di depan Shi Woo bahwa dia mempelajarinya dari Senior Tae Ho.

Shi Woo bisa melihat bagaimana Soon Duk sangat kagum kepada Tae Ho sehingga dia bertanya apa Soon Duk menyukainya.

Gambar Korea 67

Gambar Korea 68

Soon Duk mengakui bahwa tidak ada wanita di sekolah ini yang tidak menyukainya, tapi dia ingin menegaskan perasaannya kepada Shi Woo tapi sayangnya Soon Duk malu untuk mengungkapkannya.

“Tetap saja kamu….,” ucap Soon Duk

“ ’Tetap saja kamu’apa? Apa itu?” tanya Shi Woo untuk meminta kejelasan.

Tapi Soon Duk malah gerogi untuk menjawabnya sehingga dia memutuskan untuk segera pergi dari ruang latihan, meskipun sebenarnya Shi Woo mengerti maksud ucapannya.

Gambar Korea 69

Gambar Korea 70

Sementara itu, Chi Ang masih kepikiran dengan ucapan Tae Ho bahwa dia kesulitan mengendalikan kekuatannya. Chi Ang berpikir dia tidak bisa bergerak dengan ringan dan bebas.

“Hatimu mungkin yang menjadi masalah, bukan tubuhmu,” ucap Sun Ah.

Dan dia tetap memuji Chi Ang karna telah melakukan yang terbaik.

***BERSAMBUNG***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*