Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Moorim School” Drama Korea Episode 13 Bagian Pertama

Sinopsis “Moorim School” Drama Korea Episode 13 Bagian Pertama

Gambar Korea 1

Gambar Korea 2

[Baca juga: Sinopsis “Moorim School” Episode 13 Bagian Kedua]

Chi Ang, Soon Duk, dan Shi Woo berkumpul bersama mendengar cerita dari ayah Chi Ang tentang Dekan Hwang Moo Song bahwa dia telah menyembunyikan kunci dan putri dari sebuah keluarga yang telah melindungi kunci Chintamani dan membawanya bersembunyi dengan membuat segel di hutan.

Ayah Chi Ang lantas bertanya pada dekan Hwang yang berjalan menghampiri mereka, “Apa saya salah, dekan Hwang?”

Gambar Korea 3

Atas apa yang baru saja mereka dengar, ketiganya sontak sangat terkejut. Sementara ayah Chi Ang memasang muka malaikat di depan Dekan Hwang dengan meminta maaf karna telah membicarakan hal sensitif ini karna tak ingin membuat putranya, Soon Duk dan Shi Woo salah paham tentang dirinya.

Gambar Korea 4

Ayah Chi Ang kemudian mendesak Dekan Hwang untuk menjelaskan yang sesungguhnya kepada mereka bertiga, tapi Dekan Hwang memberitahunya, “Saya pikir kau tidak menginginkan kebenaran.”

Gambar Korea 6

Dia kemudian menuduh keserakahan Dekan Hwang telah membutakannya sehingga membunuh sahabat terbaiknya dan keluarganya, dan telah menculik putri sahabatnya hanya untuk mencuri kunci Chintamani. Dia lantas bertanya apa Dekan Hwang benar-benar adalah Juk Poong.

Gambar Korea 5

Gambar Korea 7

Gambar Korea 8

Ketiganya menunggu kejelasan dari Dekan Hwang, dan dengan mata berkaca-kaca Dekan Hwang mengakui bahwa Sun Ah adalah putri Chae Yoon.

Shi Woo kemudian meminta penjelasan apakah demi kunci Chintamani, Dekan Hwang sampai tega membunuh sahabatnya sendiri.

Gambar Korea 9

Dekan Hwang berbalik memandangi Shi Woo, dan berkata dalam hati: “Benar, Saya membunuhnya. Saya dikuasai oleh kecemburuan. Dan hal itulah yang membuatku membunuh Yoon. Entah bagaimana, Juk Poong bisa benar-benar ada dalam diriku.”

Gambar Korea 10

Ayah Chi Ang lantas mendesak dekan Hwang untuk memberitahu mereka keberadaan kunci Chintamani yang ada bersama putri Chae Yoon. Tapi Dekan Hwang bisa melihat tujuan sebenarnya dari Ayah Chi Ang adalah kunci Chintamani, sehingga dia mengatakan tidak mempunyai kunci itu.

Gambar Korea 11

Dia menebak Dekan Hwang sedang berupaya untuk menyembunyikan kunci itu hingga akhir, sehingga Ayah Chi Ang mengancam akan bertanya pada Sun Ah tentang kunci Chintamani, putri yang sangat mempercayai ayahnya.

Gambar Korea 13

Gambar Korea 12

Gambar Korea 14

Gambar Korea 15

Sementara itu, usai pertarungan berdarah antara Yub Jung dan lawannya sehingga membuat semua kompetisi Moorim hari ini ditunda berhasil membuat resah para orang tua murid. Dan di tempat lain, Ayah Chi Ang bertemu empat mata dengan Bubgong, dan berterima kasih karna telah bekerja sama dengan baik membuat kompetisi hari ini berantakan.

Gambar Korea 16

Gambar Korea 17

Tapi Bubgong merasa dia tidak melakukan apa-apa, dan menebak kontestan Choi Ho, Yub Jung, Yub Pong, dan bahkan Chi Ang adalah ulahnya.

Bubgong penasaran bagaimana Dekan Hwang akan menanggapi masalah ini, dan Ayah Chi Ang merasa yakin bahwa mereka hanya tinggal menunggu waktu hingga sekolah ini ditutup.

Gambar Korea 18

Gambar Korea 19

Para orang tua murid sepakat membawa pergi anak mereka dari Sekolah Moorim atas kekacauan yang baru saja terjadi, dan orang tua Soon Duk dan ibu Chi Ang masing-masing gelisah mencari putri dan putra mereka untuk segera membawa mereka pergi.

Gambar Korea 20

Gambar Korea 21

Gambar Korea 22

Sementara itu berkumpul bersama di sebuah ruangan penjara rahasia, Chi Ang kembali mengungkit tentang pengakuan dekan Hwang padanya beberapa waktu lalu.

Flashback: Dekan Hwang mengatakan, ”Sahabat terbaikku adalah rintangan yang tidak dapat kuatasi. Bagiku, itu adalah sebuah ketidak beruntungan yang tidak dapat kuatasi. Ada saat dimana ketika saya berharap temanku menghilang.”

Gambar Korea 23

Kembali ke masa sekarang, Chi Ang memberitahu mereka bahwa dekan Hwang mengatakan karna kecemburuannya akhirnya dia membunuh temannya yang berharga. Tapi, Shi Woo berpendapat lain. Menurutnya, Dekan Hwang mengatakan itu karna dia menyalahkan dirinya tidak bisa melindungi temannya sehingga baginya hal itu tidak ada bedanya dengan membunuhnya.

Gambar Korea 24

Gambar Korea 25

Dengan tegas, Shi Woo mengatakan bahwa Dekan Hwang yang ia kenal tidak akan pernah melakukan hal seperti itu, dan Chi Ang juga berharap ayahnya telah salah paham. Tapi mereka kemudian khawatir apa yang akan terjadi pada Sun Ah jika mereka memberitahunya yang sebenarnya.

Gambar Korea 26

Gambar Korea 27

Tanpa mereka sadari perbincangan mereka kedengaran oleh Sun Ah yang mendatangi ruangan tersebut tanpa sepengetahuan mereka.

“Apa yang sedang kalian bicarakan sekarang?,” teriak Sun Ah dengan mata berkaca-kaca.

Gambar Korea 28

Sementara itu, pertemuan dadakan di lakukan di ruangan Dekan Hwang, dimana para anggota Asosiasi Moorim menegur keras atas insiden kekerasan yang terjadi di Kompetisi Moorim. Tapi, dengan tenang Dekan Hwang menjelaskan bahwa selama 18 tahun, mereka telah menyelenggarakan kompetisi ini, dan melepaskan banyak siswa melalui kompetisi tersebut, dan saat ini mereka telah bekerja di seluruh negeri untuk Asosiasi Moorim.

Gambar Korea 29

Gambar Korea 30

Dekan Hwang memberitahu mereka bahwa Kompetisi Moorim yang diselenggarakan tiap tahunnya berjalan sukses, tapi dia menaruh kecurigaan mengapa ada banyak insiden hanya untuk kompetisi tahun ini. Dia menambahkan alasan mengapa memperluas undangan kepada kontestan luar dan kepada publik adalah karna baru-baru ini salah satu dari siswa mereka diculik dalam retreat sekolah.

Gambar Korea 31

Dia sepenuhnya mengetahui rumor yang beredar bahwa kunci Chintamani ada di sekolah, sehingga Ayah Chi Ang balik bertanya apa menurutnya ini hanya sebuah rumor belaka.

Dekan Hwang lantas mengatakan, “Benih keraguan akan secepatnya tumbuh menjadi ketidakpercayaan, dan kejahatan yang berakar dari ketidakpercayaan tidak mudah dikeluarkan. Sama seperti saya yang dicurigai bertahun-tahun bagian dari Juk Poong.”

Gambar Korea 32

Dia mengatakan alasan membuka kompetisi ini kepada publik adalah untuk membuka siapa sesungguhnya Juk Poong.

Sambil menatap ke arah ayah Chi Ang, dekan Hwang mengatakan, “jika ada seseorang yang percaya bahwa Chintamani ada di sekolah ini. Saya telah membuka segelnya untuk pertama kalinya dalam 18 tahun, tidak ada cara lain selain orang itu harus masuk dan menanganinya.”

Gambar Korea 33

Dekan Hwang mengetahui dengan jelas dari situasi ini bahwa orang-orang yang datang untuk menyaksikan anak-anak mereka berkompetisi bergegas meninggalkan tempat ini bersama anak-anak mereka untuk melindungi mereka. Tapi bagi Dekan Hwang, orang-orang yang bertujuan untuk mendapatkan kunci Chintamani belum meninggalkan tempat ini dan malah menggunakan kekuasaan mereka untuk membuatnya pergi.

Gambar Korea 34

Mendengar ucapannya, Ayah Chi Ang angkat bicara dan menebak dekan Hwang sedang menuduhnya tersangka utama sebagai Juk Poong. Dia mengakui apa yang terjadi di retreat sekolah beberapa waktu yang lalu hanya untuk mengkonfirmasi bahwa Sun Ah adalah putri Chae Yoon, bernama Chae Young.

Gambar Korea 35

Dia kemudian menuduh Dekan Hwang adalah Juk Poong, tapi dekan Hwang lantas membela diri dengan mengatakan bahwa yang ia lakukan hanya untuk melindungi Sun Ah.

Melihat Ayah Chi Ang yang terlalu ngotot ingin mengetahui tentang keberadaan kunci itu, Dekan Hwang lantas bertanya-tanya dalam hati, “Alasan dia mendukung sekolah ini, apa itu karna kunci Chintamani?”

Gambar Korea 36

Ketua Asosiai Moorim kemudian angkat bicara, dan mengakui kekecewaannya atas kekacauan yang telah terjadi dimana seorang kontestan hampir saja terbunuh, sehingga memutuskan terhitung hari ini Sekolah Moorim akan ditutup. Dia mengungkapkan ketidaksetujuannya karna melihat seorang kontestan yang bernat untuk membunuh dan darah yang tertumpah di pertandingan.

Gambar Korea 35

Dekan Hwang berusaha meyakinkan Ketua Asosiasi Moorim untuk tidak menutup sekolah ini, dan menjelaskan bahwa Juk Poong yang telah merencanakan insiden ini. Tapi sayang Ketua Asosiasi Moorim tak mau lagi mendengar penjelasannya, dan menegaskan bahwa entah itu Dekan Hwang atau orang lain yang adalah Juk Poong, dia memutuskan tidak dapat mempercayai siapapun lagi mulai dari sekarang. Karna keputusan bulat dari Ketua Asosiasi Moorim, Dekan Hwang tak punya lain selain memutuskan untuk mengundurkan diri.

Gambar Korea 37

Gambar Korea 38

Kembali ke ruangan penjara rahasia, Sun Ah kembali bertanya pada mereka bertiga untuk mengkonfirmasi apa yang baru saja ia dengar bahwa Dekan Hwang menculiknya hanya untuk mendapatkan kunci Chintamani, dan membunuh semua anggota keluarganya.

Gambar Korea 39

Shi Woo mengira ini semua hanya sebuah kesalah pahaman, dan menyarankan untuk menanyainya langsung kepada dekan Hwang. Tapi Sun Ah sangat terpukul mengetahui kebenaran bahwa dia bukan putri dekan Hwang ditambah lagi namanya yang sesungguhnya ternyata adalah Young.

Gambar Korea 40

Gambar Korea 41

Gambar Korea 42

Sementara itu, Guru Kim datang ke ruangan guru untuk memberitahu bahwa murid yang hampir dibunuh oleh Yub Jung telah dibawa ke rumah sakit, dan merasa lega karna lukanya tidak parah.

Tapi, Guru Daniel dan Yoo Di memberitahunya bahwa situasi bertambah buruk karna hampir semua siswa dibawa pergi oleh orang tua mereka, dan sebuah rumor yang beredar bahwa Dekan Hwang telah membunuh seseorang.

Gambar Korea 43

Gambar Korea 44

Gambar Korea 45

Sementara itu, Soon Duk menemami Sun Ah di kamarnya yang sedang bersedih atas kabar buruk yang baru saja ia dengar, dan tiba-tiba saja Sun Ah kembali teringat kenangan masa kecilnya saat dia duduk sendiri di sebuah lemari diantara api kobaran api di sekitarnya.

Gambar Korea 46'

Gambar Korea 47

Soon Duk menemui Shi Woo dan menyarankan agar untuk sekarang mereka lebih baik membiarkan Sun Ah sendiri.

Shi Woo kemudian menyuruh Soon Duk untuk pergi menemui ayahnya yang pasti sangat mengkhawatirkannya. Soon Duk menebak ayahnya pasti akan menyeretnya pulang sama seperti anak lain, sehingga dia memutuskan untuk tetap tinggal menemani Sun Ah.

Gambar Korea 48

Gambar Korea 49

Tapi, Shi Woo menasihati Soon Duk untuk segera pulang menenangkan ayahnya, dan berkata: “Sun Ah memilki diriku.”

Dengan wajah yang sendu, Soon Duk mengungkapkan ketakutannya jika dia pergi sekarang, dia mungkin tidak akan bisa lagi kembali ke sekolah ini.

Memegang pundak Soon Duk untuk menenangkannya, Shi Woo berkata “Jangan khawatir, kau akan kembali. Saya akan memastikannya.”

Gambar Korea 50

Gambar Korea 51

Gambar Korea 52

Gambar Korea 53

Ayah Soon Duk berdiri di luar gedung sekolah Moorim ditemani oleh Bang Duk yang menuntun jalannya untuk mencari keberadaan Soon Duk. Tapi Soon Duk datang menghampiri mereka dengan membawa tas di tangannya, dan Shi Woo menyaksikan kepergian mereka.

Gambar Korea 55

Gambar Korea 54

Dia datang ke arena pertarungan yang tampak sepi dan berharap insiden seperti ini tidak pernah terjadi lagi. Dan tanpa sengaja, dia mendengar keputusan Ketua Asosiasi Moorim yang memerintahkan Bubgong untuk sementara menggantikan posisi dekan Hwang.

Sedangkan ayah Chi Ang menugaskan Sekertaris Chang dan Runa untuk tetap mengawasi dekan Hwang, dan bersiap-siap untuk melibatkan Chae Yoon dalam rencananya mereka selanjutnya.

Gambar Korea 57

Gambar Korea 56

Gambar Korea 58

Gambar Korea 59

Usai mendengar kabar mengejutkan ini, Shi Woo bergegas datang ke ruangan dekan Hwang untuk mengetahui apa yang telah terjadi.

Dekan Hwang memberitahu Shi Woo bahwa untuk sementara dia harus pergi meninggalkan sekolah ini, sedangkan ibu Chi Ang ditelpon oleh suaminya yang menyuruhnya untuk tetap membiarkan Chi Ang tinggal di sekolah, meskipun dia bersikeras menolak dan tetap memaksa Chi Ang untuk pergi.

Gambar Korea 60

Gambar Korea 61

Meskipun demikian, Chi Ang memutuskan pergi mencari ayahnya, dan bertanya apa yang telah terjadi.

“Kau melakukan sesuatu dengan sangat baik. Itu sebuah prestasi besar,” ucap ayah Chi Ang. Tapi Chi Ang merasa ada yang aneh, karna untuk pertama kalinya dia mendengar pujian dari ayahnya.

Gambar Korea 62

Dia bisa melihat ayahnya menatapnya dengan dingin saat di kompetisi, dan sekolah yang ia dukung sekarang dalam kekacauan, tapi malah melihat ayahnya tampak bahagia.

Gambar Korea 63

Gambar Korea 64

Ayah Chi Ang tak membahas apapun, dan hanya memberitahunya bahwa dia akan meyakinkan ibunya dan menyuruhnya untuk tetap tinggal di sekolah. Tapi, amarah Chi Ang memuncak, dan dengan nada meluap-luap, dia bertanya, “Apa yang kau inginkan dariku?

Gambar Korea 65

“Lihat dengan baik apa yan terjadi di depanmu dan dengan objektif lihat fakta yang terjadi!”ucap ayahnya. Dia mengingatkan Chi Ang untuk tidak melupakan bahwa dia adalah pewaris Sang Hae Group.

“Semua ini untukmu,”ucap ayahnya, dan berjalan pergi meninggalkan Sekolah Moorim.

Gambar Korea 66

Chi Ang (bernarasi): “Ini untukku? Tidak. Tidak, ayah. Semua ayah yang kukenali di dunia ini, mereka selalu lemah di depan anak mereka. Selalu khawatir. Mereka takut anak mereka bisa saja terluka. Mereka akan melakukan apapun yang mereka bisa untuk melindungi anak mereka.”

Gambar Korea 67

Gambar Korea 68

Gambar Korea 69

Dan sambil Chi Ang bernarasi, kita bisa melihat bagaimana Dekan Hwang datang ke kamar Sun Ah karna mengkhawatirkannya. Dan Soon Duk yang berjalan pulang bersama ayahnya dan Bang Duk.

Gambar Korea 70

Gambar Korea 71

Berdiri di lorong sekolah, Chi Ang lanjut bernarasi, “Tapi untukku, Ayah ‘Apa kau terluka? Apa kau baik-baik saja?’ Kau tidak pernah menanyai pertanyaan-pertanyaan itu.”

Gambar Korea 72

Gambar Korea 73

Di kamarnya, dengan mata yang  berkaca-kaca Sun Ah memohon pada Dekan Hwang bahwa semua yang ia dengar hanya sebuah kebohongan belaka.

“Ayah kau sendiri yang mengatakan saya lahir dan dibesarkan di sekolah ini! Sekolah ini adalah duniaku dan kau segalanya bagiku! Tapi mereka mengatakan itu semua sebuah kebohongan! Bagaimana saya bisa mempercayainya?,” ucap Sun Ah dengan nada yang meluap-luap.

Gambar Korea 74

“Ketika kau tidak menyebutkan apapun tentang Ibu, saya hanya berpikir sesuatu yang buruk pasti telah terjadi. Semua yang kuingat hanya saat dia menyanyikanku ninabobok. Saya pikir hal itu akan melukaimu sehingga saya tidak membicarakannya.”

Dekan Hwang: “Saya minta maaf.”

Gambar Korea 76

Gambar Korea 75

“Apa yang dikatakan anak-anak, apa itu semua benar? Kau membunuh ayah kandungku?”

Dekan Hang menghela nafasnya, dan mengatakan, “Saya minya maaf.” Air mata Sun Ah jatuh dengan deras membasahi pipinya, dan segera pergi dari kamarnya dengan hati yang terluka usai mendengar pengakuannya.

Gambar Korea 77

Gambar Korea 78

Gambar Korea 79

Sedangkan Chi Ang duduk sendiri di kamarnya sambil menangis.Guru Kim datang menemui dekan Hwang atas kabar mengejutkan yang baru saja ia dengar, dan memohon pada Dekan Hewang untuk tidak meninggalkan sekolah ini.

Gambar Korea 80

Dia mengakui merasa sesuatu yang aneh telah terjadi di sekolah mereka dengan kejadian retreat sekolah  dan juga Kompetisi Moorim. Terlepas dari semua kecurigaannya, dia yakin dekan Hwang menyusun sebuah rencana dengan keputusannya untuk membuka segel dan membuka sekolah untuk semua orang.

Tapi, dekan Hwang hanya mengucapkan rasa terima kasihnya karna selama ini telah mempercayainya.

Gambar Korea 81

Guru Kim bertanya apa dekan Hwang benar-benar akan pergi seperti ini, dan Dekan Hwang mengatakan bahwa ada beberapa hal yang tak bisa ia urus saat memimpin sekolah ini.

Dia kembali bertanya, “Apa hal itu lebih penting dibanding sekolah? Apa hal itu lebih penting dibanding para murid yang menghadapi kesulitan karna mereka percaya pada anda? Apa maksud anda melindungi Chintamani lebih penting dibanding mereka?.” Dan dekan Hwang meyakinkan Guru Kim untuk tidak mengkhawatirkan tentang kunci Chintamani, karna dia yakin mereka tidak akan bisa menemukannya.

Gambar Korea 82

Gambar Korea 83

Gambar Korea 84

Shi Woo datang menemui Sun Ah yang mengurung dirinya di kamar, dan bertanya apa Sun Ah akan membiarkan dekan Hwang pergi begitu saja seperti ini, tapi Sun Ah lebih memilih untuk tetap berbaring di kamarnya.

Gambar Korea 85

Sementara itu, Bubgong datang menemui Dekan Hwang di ruangannya, dan memberitahunya bahwa ada banyak yang meragukannya dan mengungkapkan simpati atas masa-masa sulit yang sedang dihadapinya.

Gambar Korea 86

Tapi dekan Hwang kembali mengulangi ucapan Bubgong yang sempat ia katakan beberapa waktu silam– ‘Sa Bul Bum Jung’ yang artinya si jahat tidak akan pernah bisa mengalahkan orang-orang benar, dan orang benar pada akhirnya akan menang, dan meminta Bubgong untuk tidak melupakan kata-kata itu.

Gambar Korea 87

Bubgong menanggapinya dengan mengatakan, “Saat kau menjalani hidupmu, ada saat dimana kau akan bertanya-tanya seperti apa si jajat dan orang benar itu. Juga tidak ada jawaban yang tepat untuk menjadi orang benar.”

Gambar Korea 88

Gambar Korea 89

Gambar Korea 90

Berjalan meninggalkan Sekolah Moorim, Dekan Hwang melihat setiap sudut sekolah yang akan ia tinggalkan.

Semua Dok Gambar: KBS 2TV

4 comments

  1. Makasih admin uda lanjutin sinopsinya…semaakin seru dan menegangkan dramaxx…Gomapta ^_^

  2. Admin link Sinopsis Moorim ep 13 bagian kedua nya kenapa tidak bisa diakses ya?

    • @Nurjannah P, mungkin masalah jaringan, coba chingu buka sekali lagi, mungkin sudah bisa diakses. Trima kasih kunjungannya.

  3. Jadi makin penasaran soalnya baru baca. Hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*