Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Moorim School” Episode 9 Bagian Kedua

Sinopsis “Moorim School” Episode 9 Bagian Kedua

Gambar Korea 1

Gambar Korea 2

[Baca juga: Sinopsis Moorim School Episode 9 Bagian Pertama]

***Untuk melihat semua kumpulan sinopsis www.aktriskorea.web.id, silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

Flashback: Ayah Soon Deok mendengar perbincangan sekelompok pria yang dibayar oleh Juk Poong untuk mencuri kunci Chintamani, dan kekuatan yang akan didapatkan oleh seseorang yang memegang Chintamani itu sehingga mereka menjadi tak terkalahkan. Dan apa yang baru saja dia dengar, membuatnya tertarik.

Gambar Korea 3

Dia lantas membuntuti mereka dengan diam-diam yang datang bergerombolan ke puncak gunung Moorim, mendatangi tempat persembunyian Chae Yoon. Berada di tempat itu, dia bertanya pada dirinya apa yang sedang dilakukannya di tempat ini. Dia memutuskan akan pergi, tapi tiba-tiba dia berubah pikiran. Ayah Soon Duk berpikir jika dia berhasil mendapatkan Chintamani itu, dia akan bisa memberikan kehidupan yang nyaman bagi Soon Dik.

Gambar Korea 4

Gambar Korea 5

Gambar Korea 8

Gambar Korea 7

Saat sedang tertidur bersama kedua anaknya yang masih balita, dia mendengar sebuah bunyi di luar rumahnya yang langsung membuatnya curiga. Istri Chae Yoon lantas keluar dari kamarnya untuk memeriksa, dan mendapati beberapa kumpulan orang bersenjata berada di depannya.

Mereka kemudian berpencar mencari Chintamani itu di rumahnya, sementara istri Chae Yoon berjuang keras melawan mereka. Sayang, dadanya terluka parah karna terkena senjata tajam dari penyerang sampai membuatnya meninggal, dan diam-diam Ayah Soon Duk mengintip dari luar jendela dan menyaksikan semuanya.

Gambar Korea 9

Gambar Korea 10

Gambar Korea 11

Gambar Korea 12

Mereka menggeledah rumah itu, dan salah satu dari mereka membuka sebuah lemari dan menemukan sebuah kotak kecil yang didalamnya hanya berisi satu bagian dari kunci yang mereka cari.

Usai menggeledah tempatnya, mereka kemudian membakar rumah tempat persembunyian Chae Yoon. Dan disaat api itu mulai menjalar bersiap akar membakar rumah tersebut, sebuah pintu lemari terbuka, dan dua orang anak Chae Yoon ternyata berhasil  disembunyikan dengan baik oleh ibu mereka.

Gambar Korea 14

Gambar Korea 13

Anak balita laki-laki Chae Yoon keluar dari lemari itu sambil menangis meraung-raung memanggil-manggil ibunya, sementara adikanya hanya duduk diam di lemari itu. Ayah Soon Duk masuk ke dalam, dan mendapati putra Chae Yoon menangis. Dia keluar dari rumah itu membawanya, dan meninggalkan adik perempuannya yang masih terjebak di dalam lemari kayu itu.

Kembali ke masa sekarang, ayah Soon Duk meyakinkan dirinya bahwa semua itu hanya di masa lalu, dan kembali tidur.

Gambar Korea 15

Gambar Korea 16

Soon Duk datang ke Sekolah Moorim, tapi dibuat kaget karna tak menyangka tiba-tiba melihat Shi Woo berdiri di depannya.

Di depannya, Shi Woo sampai mengomel, “Shim Soon Deok. Kau kembali dari Seol beberapa waktu lalu. Mengapa baru muncul sekarang?”

Gambar Korea 18

Gambar Korea 17

Soon Deok memberitahu Shi Woo bahwa dia harus singgah dulu di rumahnya dan bekerja di tempat pekerjaan paruh waktunya. Tapi dia tiba-tiba berpikir sesuatu jangan-jangan Shi Woo telah menungguinya.

Awalnya dia membantah, tapi Shi Woo kemudian mengakui bahwa dia memang mengungguinya, dan kemudian mengajaknya untuk makan malam.

Gambar Korea 19

Gambar Korea 20

Gambar Korea 21

Soon Duk mengatakan bahwa dia sudah makan malam, tapi melihat makanan yang sudah diberikan oleh Shi Woo, Soon Duk mengaku dia kembali lapar.

Soon Deok mulai melahap makanannya, sementara Shi Woo duduk sambil memandanginya. Usai Soon Duk menyantap habis makanannya, Shi Woo duduk disampingnya sambil memandanginya.

Gambar Korea 22

Gambar Korea 23

Gambar Korea 24

Soon Duk lantas bertanya: “Mengapa kau melihatku seperti itu?.” Shi Wooo: “Saya takut. Saya takut mungkin saya tidak bisa melihatmu lagi,” membayangkan kejadian saat Soon Duk diculik.

“Jangan pernah lagi menghilang. Jangan lagi. Jangan menghilang dari hadapanku,” ucap Shi Woo.

Gambar Korea 25

Sementara itu, Guru Kim Dae Ho yang lagi minum soju sendirian di sebuah kedai minuman, tak menyangka mendapati Guru Yoo Di juga ada di tempat itu.

Guru Yoo Di lantas bertanya apa yang sedang ia pikirkan, dan kemudian bercanda jangan-jangan Guru Kim sedang memikirkannya.

Gambar Korea 26

Guru Kim membantahnya, lalu menawarkan akan menceritakan sebuah cerita yang lucu. Dia memulai ceritanya tentang sebuah kisah yang terjadi di akhir abad kedelapan belas, ada seorang anak laki-laki bernama bernama Schumann. Ketika dia masih kecil, ayahnya memberinya sebuah buku cerita tentang harta emas yang terbakar. Anak itu masih percaya bahwa harta emas itu masih ada, dan memutuskan untuk mencarinya suatu hari nanti.

Gambar 26

Gambar 27

Di ruangannya, Dekan Hwang kembali memikirkan tentang ucapan Shi Woo tentang pertemuannya yang singkat dengan Chae Yoon: “Meskipun hanya sesaat, tapi mata pria itu tampak begitu sedih.”

Chi Ang menelpon Sekertaris Chang, dan dia diberitahu bahwa perusahaan mereka tidak mempunyai cabang bernama Perusahaan ONP, meskipun dia mengingat betul melihat nama itu saat memasuki gedung tempat Soon Duk disandera.

Gambar 28

Kembali ke kedai minuman dimana Kim Dae Ho lanjut bercerita bahwa anak laki-laki itu besar dan menjadi seorang pengusaha yang kaya. Dia ingin menemukan dunia dalam buku cerita itu dengan uangnya, dan memutuskan mencari harta emas itu.

Mendengar ceritanya, Guru Yoo Di heran mengapa pria itu masih percaya apa yang tertulis di buku cerita padahal dia sudah dewasa, dan lanjut bertanya apa dia berhasil menemukan harta itu.

Gambar 29

Tapi Guru Kim lanjut bertanya balik untuk meminta pendapatnya, dan Guru Yoo Di bertanya-tanya apa harta emas itu enar-benar ada.  Guru Kim menceritakan tidak ada seorangpun yang pernah melihatnya, sehingga mereka berpikir harta emas itu hanya sebuah legenda, tapi orang itu akhirnya menemukannya. Dia melanjutkan bahwa apa yang ditemukan oleh Schumann adalah tempat Arkeoologi Troy yang sekarang dikenal oleh orang-orang.

Mendengar seluruh ceritanya, seingat Guru Yoo Di kisah itu bukan Schumann, tapi orang lain.

Guru Kim kemudian menjelaskan bahwa apa yang sedang ia bicarakan adalah tentang Chintamani.

Gambar 30

Guru Yoo Di mengetahui Chintamani yang ia maksud adalah yang akan memberikan kekuatan untuk memerintah dunia. Dia lantas bertanya apa Guru Kim masih belum menyerah untuk menemukanChintamani, karna seingatnya ketika masih sekolah dulu dia bahkan mendaki Puncak Moorim untuk mencarinya. Guru Kim tak menjawab apa-apa, dan hanya memberinya sebuah senyuman sebagai jawaban.

Gambar 33

Sementara itu, Chi Ang masih penasaran dengan Perusahaan ONP dan mengingat dengan jelas pernah melihat nama itu ada di daftar cabang perusahaan ayahnya, dan merasa yakin jika ayahnya sedang menyembunyikan hal tersebut darinya. Chi Ang lantas bertanya-tanya apakah ayahnya ada sangkut pautnya dengan penculikan Soon Duk.

Untuk mencari tahu, Chi Ang kemudian bertanya pada ibunya saat dia membawakannya obat. Dia bertanya kapan ayahnya mendaftarkannya di Sekolah Moorim, dan apakah ada hal lain yang ayahnya bicarakan. Tapi karna melihat sepertinya ibunya tidak tahu apa-apa, Chi Ang memilih untuk tidak membahasnya lebih lanjut.

Gambar 31

Gambar 32

Chi Ang kembali bertanya tentang ayahnya yang kebetulan datang beberapa hari yang lalu, dan ibunya mengatakan bahwa ayahnya sibuk mengurus beberapa hal di Kantor Pusat, dan menambahkan ada rumor yang beredar tentang perusahaan yang sedang menghadapi masalah, dan mengira hal itu benar.

Ibunya penasaran mengapa Chi Ang sampai bertanya, sehingga Chi Ang sambil mengumbar senyuman mengatakan “bukan apa-apa.”

Gambar 34

Di Sekolah Moorim, Guru Bubgong kembali mengingat perbincangannya bersama ayah Chi Ang dimana mereka menebak jika Sun Ah memegang kunci yang ditinggalkan oleh Chae Yoon. Dan juga perbincangannya bersama Dekan Hwang, “musuh kita mungkin lebih dekat dari yang kita kira.”

Gambar 35

Sedangkan di kamarnya, Dekan Hwang mondar mandir karna gelisah dan tiba-tiba dia merasa seperti ada yang menyelinap di Sekolah Moorim.

Dia bergegas keluar dari kamarnya dan menyalakan lampu di ruang aula, dan segera para Guru memeriksa kamar para murid untuk memastikan keadaan merekabaik-baik saja sementara Guru Sam segera mendatangi ruang kantin untuk mencari penyelinap itu, dan mendapati Soon Duk dan Shi Woo.

Gambar 37

Gambar 38

Gambar 39

Dekan Hwang datang ke ruang kerjanya, dan mendapati keadaan ruangannya berantakan, bahkan semua buku-buku berhamburan dimana-mana, jendela di ruangannya terbuka dan melihat sebuah laci mejanya pun terbuka yang berisi sebuah foto dirinya bersama Chae Yoon dan istrinya.

Tak berselang lama Bubgong datang, diikuti para murid dan para guru yang dibuat penasaran dengan penyelinap yang masuk ditambah lagi melihat keadaan kantor Dekan Hwang yang berantakan.

Gambar 40

Gambar 41

Bubgong lantas bertanya apakah segel tidak sengaja terbuka, dan kemudian bertanya apa Dekan Hwang akan terus diam tentang kunci itu sementara semua kekacauan yang telah terjadi mulai dari salah satu siswa mereka yang diculik sampai ruangannya yang didobrak.

Karna Dekan Hwang hanya diam, dengan suara lantang, Bubgong menjelaskan di depan para guru dan murid bahwa kunci yang ia maksud adalah kunci Chintamani.

Gambar 42

Gambar 43

Gambar 44

Mereka kemudian berkumpul, dan membicarakan tentang kunci Chintamani yang baru saja mereka dengar yang dipegang oleh Dekan Hwan, menurut guru Bubgong. Para murid tak menyangka ternyata Chintamani yang hanya mereka dengar dari orang-orang ternyata benar-benar ada. Meskipun teman-temannya mendesak untuk mengetahui apa Sun A mengetahui tentang Chintamani itu, tapi dia memberitahu mereka bahwa dia baru mendengarnya hari ini.

Mendengar pengakuannya, Yeob Jong lantas menyebutnya bodoh

Gambar 45

Dan Soon Dok kemudian bertanya apakah Yeob Jong tahu tentang Chintamani, dan Yeob Jong dengan sombongnya mengatakan: “Dengar baik-baik. Inilah perbedaan antara saya dan kalian.”

Shi Woo lantas memberitahu Yeob Jong untuk tidak kasar, dan memintanya untuk memberitahu mereka, jika dia memang mengetahui sesuatu.

Gambar 46

Sementara itu, Dekan Hwang menegur Bubgong karna membicarakan tentang Chintamani di depan para murid, dan Bubgong menjelaskan bahwa kunci Chintamani itu adalah sesuatu yang akan diketahui semua orang cepat atau lambat.

Dekan Hwang yakin segel yang terpasang tidak rusak, dan merasa hal itu dilakukan oleh orang dalam. Sehingga Bubgong berpendapat ada seseorang yang mengejar kunci Chintamani itu, tapi Dekan Hwang mengatakan mereka belum tahu apakah itu untuk menemukan kunci, dan memintanya  untuk tidak berasumsi.

Gambar 46

Bubgong mengatakan kepada Dekan Hwang bahwa baru baru ini Perkumpulan Moorim mencurigai dia yang telah mengambil kunci dirumahChae Yoon delapan belasn tahun yang lalu.

“Tentu saja, saya ingin mempercayai bahwa orang itu bukan kau,” ucap Bubgong.

Dekan Hwang berteriak, “Cukup!”, sambil meredam amarahnya, “Saya pikir kau bisa melihat kebenaran.”

Gambar 47

Bubgong kemudian menawarkan bantuan untuk membantunya menemukan dua potongan dari kunci itu, apabila memang Dekan Hwang memiliki satu bagian dari kunci itu.

“Apa kau yakin bahwa kau tidak memilikinya?,” Bubgong kembali bertanya untuk mengkonfirmasi.

gambar 48

Di ruangan guru, para guru juga ikut membicarakan tentang Chintamani yang memiliki kekuatan untuk memerintah dunia ternyata benar-benar ada. Mereka belum yakin apakah kunci itu benar-benar dipegang oleh Dekan Hwang, dan Guru Sam lantas bertanya-tanya mengapa kunci itu sangat penting sampai seseorang membongkar kantor Dekan Hwang.

Guru Kim kemudian menceritakan tentang kejadian yang terjadi delapan belas tahun yang lalu yaitu sebuah keluarga dari Perkumpulan Moorim diserang dengan tiba-tiba oleh Juk Poong, dan orang itu adalah orang yang ditugaskan untuk menyimpan dengan aman kuncinya, dan kunci itu terbagi menjadi tiga bagian dan menghilang.

gambar 49

Dia memberitahu mereka bahwa Juk Pong adalah kelompok kultus dalam Perkumpulan Moorim yang ingin menggunakan Chintamani untuk urusan pribadi dibanding menyimpannya dengan aman.  Guru Kim kemudian menambahkan bahwa pria yang terbunuh itu adalah teman terbaik Dekan Hwang, dan juga memiliki anak.

gambar 50

gambar 51

Guru Sam kemudian membuat kesimpulan jika Dekan Hwang memiliki kunci yang hilang itu maka dia adalah Juk Poong, dan Guru Kim membenarkan bahwa rumor itulah yang beredar.

Mereka lantas menduga-duga bila kunci  itu ada di dalam sekolah, maka rumor itu benar.

gambar 52

gambar 53

Sementara itu, di ruangan kantornya Dekan Hwang memegang sebuah kotak dan membukanya yang ternyata berisi sebuah kunci untuk mendapatkan Chintamani, dan lantas teringat perbincangannya dengan Bubgong yang menyarankannya untuk menyusun sebuah rencana menghadapi Juk Poong yang mulai membuat mereka resah . Dia menutup kotak kecil itu, dan sepertinya memikirkan sebuah rencana.

gambar 54

gambar 55

Di kamar, setelah apa yang baru saja terjadi hari ini, Soon Duk sulit tidur karna ada banyak hal yang membuatnya penasaran sehingga dia ingin bertanya pada Sun Ah, tapi Sun Ah tidak ingin membahas apapun dan menyuruhnya untuk tidur.

Shi Woo bertemu dengan dekan Hwang dan memberitahunya bahwa semua orang bingung dan dia juga merasakan hal yang sama. Dekan Hwang mengakui dia juga merasakan hal yang sama ketika seusianya mendengar tentang Chintamani.

gambar 56

Shi Woo lantas bertanya apakah Dekan Hwang menyimpan kunci itu, dan Dekan Hwang menjawab, “Dibanding mengatakan saya yang memilikinya … lebih tepat mengatakan bahwa sekolah ini yang memilikinya.”

Dia kemudian menceritakan bahwa temannyalah yang ingin memulai Sekolah Moorim, dan Shi Woo mengetahui pria itu adalah orang yang pernah ia sebutkan.

gambar 57

“Sebenarnya saya berada disini atas nama dirinya,” ucap Dekan Hwang, dan kemudian mengatakan bahwa dia masih mencari seorang siswa yang akan melindungi dan menyimpan kunci itu dengan aman. Mereka berdua mendengar  sebuah suara gaduh, dan Dekan Hwang lantas mengatakan,”Kita bukan satu-satunya yang tidak bisa tidur malam ini.”

Sementara itu di kediamannya, bertemu dengan sekertaris Chang, Chi Ang masih penasaran dengan perusahaan ONP tempat dimana dia terluka dan Soon Duk diculik, dan tahu pasti bahwa perusahaan ayahnya mempunyai banyak cabang di Seoul.

gambar 59

gambar 58

Sekertaris Chang memberitahunya bahwa perusahaan itu telah ditangani beberapa waktu yang lalu, dan  meyakinkannya bahwa dia tidak melaporkan apapun kepada ayahnya.

Sekertaris Chang mengatakan bahwa dia tidak ingin ayahnya kecewa lagi pada Chi Ang. Dia menjelaskan bahwa ayahnya telah berusaha agar dia bisa mengambil alih perusahaan sebagai penerus secara resmi, hanya saja masalahnya adalah Chi Ang belum cukup memenuhi syarat.

gambar 60

gambar 61

gambar 62

Di tempat lain, di sekolah Moorim Shi Woo sampai mengeluarkan  keringat karna mimpi buruk yang ia alami. Dalam mimpinya, dia kembali bermimpi saat Bubgong mendesak Dekan Hwang untuk menjelaskan tentang kunci Chintamani.

Dan kemudian melihat seorang balita kecil digendong oleh seorang wanita dan sebuah suara yang mengatakan, “Jika seseorang yang tak layak memegang Chintamani, dunia akan menjadi kacau. Jika sesuatu terjadi padaku…..”

gambar 63

gambar 66

gambar 64

gambar 65

Dalam mimpinya dia kemudian melihat anak kecil berada dalam kobaran api, dan Shi Woo duduk di samping mayat seorang wanita di antara kobaran api sambil menangis sampai akhirnya dia terbangun dari tidurnya.

gambar 67

Sekertaris Chang kemudian meminta Chi Ang untuk menjadi putra yang kuat. Putra yang memenuhi syarat untuk menduduki tempat teratas dan yang bisa memenangkan pertarungan dengan siapapun.

“Putra yang memiliki kekuatan untuk menjalankan Group Sang Hae yang besar,” ucap Sekertaris Chang.

gambar 68

Dia menambahkan bahwa Sekolah Moorim bukan sekolah yang biasa itulah mengapa ayahnya mengirimnya kesana. Pertama-tama, dia menyuruh Chi Ang untuk mendapat pengakuan di sekolahnya karna ayahnya menginginkan seseorang yang kuat untuk menggantikannya.

gambar 69

Sementara itu, setelah mimpi aneh yang baru saja dialaminya, Shi Woo kembali memikirkan ucapan dekan Hwang, “Sebenarnya saya disini atas nama dirinya. Ditambah lagi saya masih mencari seorang siswa yang akan melindungi dan menjaga dengan aman kunci itu.”

***Semua Dok Gambar: KBS2 TV***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*