Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Mrs Cop” Episode 3 Bagian Pertama

Sinopsis “Mrs Cop” Episode 3 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca Juga: Sinopsis Mrs. Cop Episode 3 Bagian Kedua]

Pertanyaan  penting yang diajukan pada Young Jin: “Apakah dia sengaja menembaknya?”, dia mengangkat kepalanya mengumpulkan semua keberanian, dan menjawab: “Ya saya sengaja melakukannya.”

Di luar, Jung Ho menunggu dengan cemas mendengar hasil dari keputusan tentang nasib Young Jin, betapa kecewanya dia mengetahui Young Jin harus mengakui kesalahannya.

Jung Ho menumpahkan kekesalannya mengatakan: “Apa kamu harus bertindak kau sok penting dan sombong. Selama kau tinggi dan perkasa kau tak perduli dengan orang lain,” dan dia menyuruh Young Jin untuk pergi dan tak ingin lagi melihat wajahnya.

Gambar2

Young Jin datang menjemput putri kecilnya di TK, dan mereka berdua ngobrol bersama di sebuah  taman. Dia curhat kepada Ha Eun jika hari ini dia telah melakukan sesuatu yang layak dipuji karna putri kecilnya, dan meminta 10 ciuman darinya.

Sebelum mencium ibunya, Ha Eun bertanya hal penting apa yang telah dia lakukan. Young Jin lantas bertanya pada Ha Eun hal yang paling dibenci oleh ibunya. Ha Eun lantas menjawab berbohong. Dia menjelaskan pada putrinya jika hari ini dia telah mengatakan yang sebenarnya, dan menangis di depan Ha Eun.

Melihat tangisan di wajah ibunya, Ha Eun lantas bertanya mengapa dia menangis. Sambil memeluk Ha Eun, Young Jin berkata dia sangat bahagia karna berada disini bersamanya. Mungkin meskipun sebenarnya, tangisan itu ia tujukan untuk keputusan berat yang baru saja dia ambil sampai harus meninggalkan pekerjaannya sebagai detektif.

Gambar3

Dua tahun kemudian

Ayahnya menyuruh Jae Won memenangkan penawaran untuk mendapatkan tanah yang berharga yang akan memberinya keuntungan fantastis karna sekertaris Yoon telah gagal dengan alasan jika orang yang bertanggung jawab untuk penawaran tersebut telah berubah pikiran, dan tidak lagi memberi informasi dalam terhadap mereka.

Tak perlu menunggu lama, Jae Won mendatangi Manajer Jung, orang yang bertanggung jawab untuk penawaran tanah yang diincar oleh ayahnya, dia memberikan berkas-berkas yang menunjukkan kebobrokannya. Kumpulan berkas yang diberikan padanya berisi kumpulan informasi tentang hal-hal yang disukainya mulai dari alkohol, sepak bola, dan gadis-gadis muda, sebagai ancaman untuknya. Jae Won menyuruhnya untuk datang setelah mempertimbangkan dengan matang berapa penawaran yang pantas untuknya.

Gambar4

Keluar dari pekerjaanya sebagai detektif, Young Jin kini bertugas sebagai polisi biasa. Takut terlambat menghadiri pertunjukan bakat yang diselenggarakan sekolah Ha Eun, Young Jin sampai harus melanggar lalu lintas dengan menerobos lampu merah, yang dilihat oleh seorang polisi patroli jalan raya.

Sadar dikejar oleh polisi karna pelanggaran yang ia lakukan, sambil mengemudi mobilnya, Young Jin berkata pada si polisi ini yang menyuruhnya menepi, “Tapi itu karna saya sudah terlambat untuk acara putriku.”

Dan melobi si polisi ini memintanya untuk membiarkannya pergi hanya sekali ini saja, dan berjanji jika dia tak akan mengulanginya lagi.

Sayang si polisi ini malah menghadang mobilnya agar ia menepi, namun Young Jin yang tak ingin mengecewakan putrinya hanya memberinya kartu tanda pengenalnya dan langsung menancap gas mobilnya dan pergi.

Si polisi jalan raya ini tak habis akal, dia mengikuti Young Jin sampai di tempat acara sekolah Ha Eun. Dan Young Jin datang tepat waktu di menit-menit terakhir sebelum Ha Eun maju ke panggung untuk memperlihatkan penampilan baletnya, Nam Jin bahkan sempat takut jangan-jangan Young Jin tidak datang: “Saya pikir keadaan akan mungkin akan lebih baik setelah pangkatmu diturunkan dari detekif. Saya sungguh-sungguh hampir gila.”

 Sebelum naik ke panggung Ha Eun gugup setengah mati, namun Young Jin memberi nasehat pada putrinya untuk menutup rapat mulutnya dan membuka lebar matanya, dan jika dia masih gugup makan Ha Eun harus melihat mata Young Jin.

Lagi berdiri menyaksikan penampilan putrinya, tanpa dia sadari si polisi muda ini datang mendekat dan tiba-tiba memegang tanggannya. Young Jin melakukan gerakan refleks, sampai meninju dan menjatuhkan si polisi muda ini, membuat para orang tua dan murid yang hadir terkejut.

Gambar5

Sikap brutal Young Jin ini membuatnya datang ke kantor poliis.

Si polisi ini menuntut Young Jin atas tuduhan pelanggaran lalu lintas, melarikan diri dari penilangan, menghalangi penegakan hukum dan penyerangan. Mendengar semua tuntutan yang diarahkan padanya, Young Jin meminta maaf dan mengatakan padanya jika dia tidak sampai harus mempermalukannya dengan membawanya ke kantor polisi mengiangat mereka berdua juga berprofesi sebagai polisi.

Young Jin mengakui jika dia memang melakukan pelanggaran lalu lintas namun mengenai tuduhan lainnya, dia mengaku jika dia melukannya karna ada alasan dibaliknya. Young Jin protes karna hanya masalah melarikan diri dari penilangan, dan penyerangan sampai harus mengirimnya ke urusan internal.

Namun si polisi muda ini malah tak mau ambil pusing, menurutnya jika seseorang berbuat salah maka dia harus dihukum. Karna tak bisa melobi si polisi muda ini, Young Jin mencari komandannya dan bertanya tentang tahun tamatnya di kepolisian. Si polisi muda ini malah menantangnya dengan berkata jika bosnya lagi cuti dan balik bertanya mengapa Young Jin ingin mengetahui tahun tamatnya.

Young Jin menjelaskan jika orang juga harus fleksibel dan bingung karna si polisi muda ini ingin menyeret ibu dari seorang anak seperti ini di depan semua orang di kantor polisi.

Keduanya perang mulut sampai berteriak satu sama lain, dan polisi Jae Deok datang dan memperingatkan Young Jin untuk tidak berurusan dengan polisi muda ini, dan melakukan apa saja yang dikatakannya. Jae Deok menjelaskan jika polisi muda ini dari Divisi Kejahatan Kekerasan, namun akhirnya ia dimutasi karna menyebabkan masalah dengan kekerasan yang berlebihan. Dan mendapat julukan S.O.C, ketika dia telah menentukan pandangannya terhadap seseorang, dia terobsesi sampai dia bisa menangkap orang itu.

Si polisi muda ini datang mendekati Young Jin, dan segera menariknya ke divisi urusan internal.

Seorang wanita muda bernama Mi Kyung dipaksa meminum minuman alkohol yang sudah bercampur dengan obat oleh Jae Won dan meminta si wanita tersebut untuk melayaninya hanya satu malam, dan jika dia melakukannya, maka Jae Won akan meluluskannya pada audisi yang gagal ia ikuti sehingga dia bisa menjadi selebriti.

Gambar6

Namun Mi Kyung menolak untuk melayani Jae Woon meskipun diberi iming-iming hal tersebut. Menerima penolakan, Jae Won lantas marah dan berkata: “Jika saya katakan lakukan, kamu harus lakukan. Apa maksudmu kau tak ingin?”

Jae Won memaksa Mi Kyung meminum alkohol yang sudah bercampur dengan obat, namun Mi Kyung mendorongnya. Dia mencoba lari, namun Jae Won menarik rambutnya dan membantingnya ke bawah, yang tanpa ia sadari kepalanya terbentur meja, yang menyebabkan kematiannya.

Jae Won takut setengah mati dengan keadaan Mi Kyung yang telah tak bernyawa dan memanggil Presdir Kang. Jae Won meminta bantuannya untuk menghilangkan semua bukti yang ada, dan sebagai gantinya dia akan mengatasi semua masalah investasinya mulai besok.

Gambar7

Jae Won dan Presdir Han menyingkirkan semua bukti jangan sampai ketahuan ayahnya sampai menghapus sebagian rekaman CCTVnya, namun akan keluar dari ruangan tersebut, mereka malah kepergok oleh sekertaris ayahnya.

Atas kasus pembunuhan yang dilakukan Jae Won, ayahnya tidak mempermasalahkan hal tersebut asalkan dia berhasil memenangkan penawaran proyek bangunan yang akan memberinya untung besar. Ayahnya kemudian menyuruh Sekertaris Yoon untuk mengatur janji dengan polisi Yeom karna menurutnya akan sulit untuk membuatnya seperti sebuah bunuh diri tanpa sebuah laporan.

Gambar8

Lagi asyik makan ayam ditemani bir bersama Young Jin, Nam Jin tak habis pikir bagaimana bisa seorang polisi muda dan sehat seperti itu bisa jatuh hanya dengan satu pukulan padahal sudah bertahun-tahun sejak Young Jin sudah tak lagi aktif bertinju.

Nam Jin juga merasa lega karna Young Jin punya kenalan di urusan internal klo tidak dia akan mendekam di penjara selama beberapa hari, dia juga mengakui ketampana si polisi pria angkuh itu. Meskipun pujian dari Nam Jin, Young Jin yang terlanjut kesal dengannya berpendapat jika polisi muda itu idiot gila.

Gambar9

Young Jin mendatangi lokasi tewasnya seorang mayat wanita yang dicurigai mati bunuh diri karna melompat dari lantai atas. Young Jin kaget melihat mayat wanitanya dan mengingat sempat pernah bertemu dengannya. Kala itu si pemilik karaokean, menelpon polisi dan kebetulan Young Jin dan temannya seorang polisi diminta datang karna Mi Kyung membuat onar dengan melempar botol minumannya sampai membuat tangannya terluka.

Keesokan paginya ibu Mi Kyung datang melihat putrinya di ruang mayat, melihat kesedihan ibunya, dari luar Young Jin yang melihatnya juga ikut  sedih. Menghilangkan kegundahannya, dia datang ke restoran Jae Deok sekaligus membawa minuman alkohol untuk minum bersama.

Young Jin dan Jae Deok minum sampai mabuk, dan Young Jin curhat jika  dia tak sampai hati melihat gadis muda tersebut yang telah meninggal, namun Jae Deok mengingatkan Young Jin untuk tidak ikut campur, dan lagian menurutnya polisi bukanlah peramal yang akan tahu kapan orang hidup dan mati.

 

***Bersambung ke bagian kedua***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*