Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Oh My Ghost” Episode 1 Bagian Kedua

Sinopsis “Oh My Ghost” Episode 1 Bagian Kedua

Gambar1

[Baca Juga: Sinopsis Oh My Ghost Episode 1 Bagian Pertama]

Bong Sun yang sehabis pulang kerja berlatih memasak di aula belajar Joongang, sayang ia harus mendapat teguran dari seseorang yang merasa terganggu karna berisik mendengar Bong Sun mengiris sayurannya.

Seperti biasa Bong Sun langsung meminta maaf dan ia memberikan alasan bahwa ia adalah seorang asisten juru masak dan harus berlatih.

Usai memasak makanannya, Bong Sun kemudian memotretnya dan mengupload resep masakannya di blognya.

Gambar2

Keesokan harinya di restoran Sun Woo, Bong Sun yang sibuk membersihkan meja dimintai oleh seorang pelanggan wanita untuk menghangatkan soup yang akan ia potret. Anaknya yang terus saja berkeliaran, tiba-tiba bertabrakan dengan Bong Sun yang membawa soup yang telah ia hangatkan.

Melihat anaknya yang bertabrakan dengan Bong Sun, sang ibu terus saja memarahinya. Seperti biasa, Bong Sun terus saja meminta maaf. Melihat karyawannya yang menjadi bulan-bulanan seorang pelanggan wanita, Sun Woo datang membelanya.

Sun Woo berani menjewer telinga anak pelanggan wanita tersebut tapi tidak keras hanya mencoba mengajarnya bahwa apa yang telah ia perbuat salah karna terus berkeliaran di tempat umum.

Melihat anaknya diperlakukan seperti itu, ibu ini malah marah kepada Sun Woo. Namun Sun Soo malah balik menyalahkan ibu ini karna berani menyalahkan orang yang tak bersalah ketika dia sendiri tak dapat menjaga anaknya. Eun Hee yang melihat kejadian tersebut, mencoba menenangkan wanita ini.

Namun niat baik malah disalah artikan, pelanggan wanita ini malah berani menghina Eun Hee dengan berkata, “Huh, Saya pikir tidak ada satupun yang normal disini.”

Dihina, Eun Hee merasa canggung dan tentu saja kakaknya Sun Woo langsung mengusir keluar wanita ini dari restorannya. Bong Sun kemudian lari memberikan kartu yang terjatuh, dan wanita itu pun pergi. Namun Bong Sun mengatakan kepada pelanggan usil ini, “Saya minta maaf. Selamat tinggal.”

Mendengarnya, Sun Woo sangat marah. Bong Sun yang ketakutan setengah mati, menghadap Sun Woo.

Bong Sun yang ketakutan, berkata, “Saya sangat minta maaf Chef. Saya pasti akan lebih berhati-hati.”

Sun Woo lantas mengeluarkan unek-uneknya, berkata, “Apa kamu tahu mengapa saya tidak menyukaimu? Sikapmu menggangguku. Entah itu apa kamu melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang salah. Kamu selalu minta maaf, selalu merasa bersalah. Sikap itu bahkan tidak baik. Kamu bahkan tidak tahu cara kamu berprilaku membuat orang di sekitarmu terlihat buruk. Dapur bukanlah tempat yang mudah untuk ditempati. Itu sebuah medan perang. Hanya yang kuat dan sangat kuat yang dapat bertahan. Kamu tidak dapat berhasil jika kamu membuat dirimu yang paling lemah. Kamu harus berpikir panjang dan keras apakah kamu memang cocok berada di dapur atau tidak. Janganlah bodoh dan keras kepala, terluka dan membuat susah orang lain.”

Gambar3

Eun Hee yang kasihan melihat Bong Sun, menasihati Sun Woo untuk tidak terlalu keras kepada Bong Sun. Namun Sun Woo malah menganggap jika terlalu keras pada Bong Sun bukanlah sebuah kejahatan.

Sambil berbincang dengan Eun Hee, Sun Woo menerima sms untuk reunian dengan teman SMPnya. Melihat smsnya yang ia terima, Sun Woo kemudian mengingat masa suramnya yang di bully oleh temannya.

Usai dimarahi oleh bosnya, Bong Sun mencuci wajahnya yang habis menangis.

Eun Hee kemudian di jemput oleh suaminya yang seorang polisi dan Sun Woo mendapat undangan oleh adik kelasnya untuk pembukaan restorannya.

Bong Sun yang masuk ke kamarnya yang sangat kecil harus mendapat teguran karna telah membakar dupa karna akan mudah menyebabkan kebakaran. Dan pemilik tempat tinggalnya menyuruh Bong Sun untuk pindah.

Bong Sun yang lagi galau kemudian melihat buku potongan-potongan berita yang ia miliki mulai dari kumpulan resep sampai berita tentang Sun Woo sang majikannya di restoran sambil memikirkan perkataan bosnya yang telah menyayat hatinya dan menulis sebuah surat.

Usai mendatangi pembukaan restoran temannya, Sun Woo kemudian mendatangi pasar tradisonal dan sibuk mencari ikan-ikan yang segar.

Bong Sun lalu mendatangi restoran dan menaruh sebuah surat. Tak disangka ia bertemu dengan Sun Woo yang habis pulang berbelanja dari pasar.

Bong Sun yang terkejut melihat bosnya kemudian membawa barang belanjaan Sun Woo.

Gambar4

Sun Woo yang lagi santai di kamarnya, membuka sebuah blog dan kagum dengan isi blog seorang blogger yang berisi tentang kumpulan resep (namun tanpa ia ketahui si penulis dari blog ini adalah Na Bong Sun). Sun Woo tak lupa memberikan komentar kepada blog kesukaannya “Sunshine”, menulis, “resep-resepmu slalu mengandung kebahagiaan yang bisa dirasakan seseorang ketika mencobanya. Saya seorang penggemar. Fighting!”

Isi surat Bong Sun yang ia tulis, “Chef, saya ingin berterima kasih untuk segalanya. Anda benar tentang apa yang anda katakan. Ingin melakukan sesuatu dan mampu melakukannya berbeda. Saya terlalu ambisius. Maaf kepada semuanya di restoran. Selamat tinggal kepada kalian semua. Ini adalah sesuatu yang tak dapat kutulis di surat. Saya belajar satu hal trima kasih Chef. Perasaan seseorang seperti sebuah pilek. Ketika itu dimulai, tak peduli seberapa banyakpun kamu mencoba untuk melawan rasa sakitnya. Pada akhirnya kamu akan mengalami kesakitan yang penting. Saya ingin menjadi chef sepertimu. Saya sangat bahagia karna anda. Saya terluka karna anda lagi dan lagi. Saya telah mengalami rasa sakit yang penting jadi sekarang saya akan pergi.”

Di pagi hari, Sun Woo yang lagi tertidur ditelpon oleh pegawainya bahwa Bong Sun telah keluar dari pekerjaannya. Mendengar kabar tersebut, Sun Woo mendatangi restorannya dan membacar surat Bong Sun. Namun tetap saja, ada masalah yang ditimbulkan olehnya. Para pegawai Sun Woo melaporkan bahwa kunci ruangan penyimpanan belakang hilang dan Min Soo mengira Bong Sun yang membawanya.

Bong Sun yang baru saja didepak dari tempat kosnya, kemudian mencari tempat tinggal baru. Namun sayang harganya kemahalan.

Bong Sun menerima telpon dari Ji Woong temannya di restoran Sun, namun tak ingin mengangkatnya.

Kepala Bong Sun tiba-tiba saja sakit dan ia sampai bingung mengapa bisa seperti itu, berkata, “Ada apa? Mengapa kepalaku sakit?”

Di tempat Suhbingo, Soon Ae terus saja mengerek seperti anak kecil.

Soon Ae mendapat kesempatan emas untuk melarikan diri ketika pesanan makanan Suhbingo datang. Sibuk meladeni pesananya, Soon Ae berhasil melarikan diri dari rumahnya.

Sadar Soon Ae telah lari dari rumahnya, Suhbingo berusaha sekuat tenaga untuk menangkapnya

.
Bon Sung yang sangat mengantuk kemudian duduk dan tertidur. Menyadari keadaannya makin terpojok, Soon Ae mencari orang yang bisa ia masuki tubuhnya dan pilihannya jatuh kepada Bong Sun.

Teman kerjanya di restoran akhirnya menemukan Bong Sun yang lagi duduk di sudut jalanan dan langsung membawanya naik motor. Suhbingo yang sadar bahwa Soon Ae telah masuk ke dalam tubuh Bong Sun harus gigit jari kehilangan setan incarannya.

Bong Sun yang baru dimasuki oleh hantu, tidak tahu apa-apa ketika Sun Woo meminta kunci yang ia simpan. Ketika Sun Woo mengulurkan tangannya, Bong Sun alias Soon Ae bingung dengan tingkahnya dan langsung menjabat tangannya dan berkata, “senang bertemu denganmu.”

Sun Woo kemudian menggeledah Bong Sun mencari kunci yang ia bawa, Sun Woo sama sekali tak menyadari bahwa Bong Sun yang ia lihat bukanlah Bong Sun yang sesungguhnya.

Bong Sun kemudian berani membanting Sun Woo, dan sontak membuat semuanya kaget termasuk Sun Woo sendiri.

*** Bagaimana kisah selanjutnya? Tetap nantikan untuk sinopsis episode 2***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*