Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Oh My Ghost” Episode 16 Bagian Pertama

Sinopsis “Oh My Ghost” Episode 16 Bagian Pertama

Gambar1

[ Baca Juga: Sinopsis Oh My Ghost Episode 16 Bagian Kedua]

Hantu Soon Ae melihat Suhbingo yang mengalihkan dirinya dengan bersih-bersih rumah, mencoba mengabaikan jika hari ini adalah hari terakhir Soon Ae berkeliaran sebagai hantu. Soon Ae berkata saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal, sehingga Suhbingo tak perlu lagi khawatir hidup seperti gelandangan karna dirinya dan akan memiliki bisnis yang baik lagi. Dia juga mengaku lega karna telah berhasil menyelesaikan dendamnya,

Hantu Soon Ae kemudian memeluknya sebagai ucapan selamat tinggal, dan Suhbingo mencoba menahan air matanya mengaku jika dia tidak sesedih itu. Tapi akhirnya Suhbingo tak dapat menahan tangisnya saat ia megucapkan kata-kata perpisahan pada Soon Ae.

Gambar2

Ayah Soon Ae mendapat telpon dari pihak kepolisian, dan detektif memberitahunya jika putrinya dibunuh oleh Petugas Choi setelah melihat tabrak lari dan berusaha untuk melaporkannya.

Ayahnya sangat terkejut dan hampir tak percaya dengan apa yang ia dengar bahwa putrinya mati bukan karna bunuh diri, dan saat keluar dari kantor polisi betapa menyesalnya dia karna telah menyiapkan nasi dan makanan pada orang yang telah membunuh putrinya, Myung Ho kemudian jatuh pingsan di depan kantor polisi.

Gambar3

Bong Sun memegang erat Sun Woo dengan cerianya sambil curhat jika neneknya masih mengira dia dirasuki hantu karna suaranya naik satu oktaf dan tidak tampak seperti cucunya bahkan sampai harus membuktikan dirinya adalah cucunya dengan melafalkan alamat rumahnya. Karna terus saja mengoceh, Bong Sun memandang Sun Woo dan bertanya apa dia juga tidak terbiasa dengan dirinya.

Sun Woo menyarankan Bong Sun agar ia tak perlu berusaha sekeras itu, dan berkata bahwa dia harus menguasai dirinya dan memikirkan Eun Hee dan ibunya. Bong Sun kemudian memegang tangannya dan berkata jika dia akan melindunginya, membuat Sun Woo  tersenyum dan hampr tak percaya jika Bong Sun kini  tahu bagaimana bersikap berlebihan. Bong Sun menjawab jika itu semua karna ia berguru dengan orang yang tepat.

Bong Sun penasaran ketika mendapat telpon dari Kyung Mo, dan di saat yang sama hantu Soon Ae datang di restoran ayahnya tapi menemukan jika restorannya kosong. Dua orang wanita lewat di depannya mengatakan bahwa pemilik restoran ini pingsan lagi, membuat Soon Ae syok.

Gambar4

Di luar ruang gawat darurat, Kyung Mo menyalahkan dirinya mengapa ia tak pergi bersama ayahnya ke kantor polisi. Sun Woo datang bersama Bong Sun dan menenangkannya. Dokter keluar dari ruang gawat darurat, dan memberitahu karna syok yang ia terima ditambah dengan penyakit yang diderita maka terjadi pendarahan di otak ketika ia pingsan, dan mereka harus mempersiapkan diri untuk keadaan yang terburuk.

Kyung Mo  jatuh tersungkur dan menangis, saat Soon Ae datang. Soon Ae masuk ke ruangan ayahnya sambil menangis melihat yang sedang terbaring tak sadarkan diri dengan bantuan O2, menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi.

Dokter masuk dan memberi bantuan alat kejut jantung ketika ayahnya tiba-tiba terkena serangan jantung menyebabkan kondisinya sekarat, meskipun mereka tak bisa mendengarnya Soon Ae yang duduk disampingnya terus saja berteriak dan menangis : “Tolong selamatkan Ayah!

Gambar5

Ketika para dokter sibuk untuk menyelamatkan ayahnya, Soon Ae melihat roh ayahnya keluar dari tubuhnya. Soon Ae kemudian berlari mengejar roh ayahnya ketika berjalan melewati lorong rumah sakit. Dia berdiri tepat di depan roh ayahnya untuk menghentikannya terus berjalan sambil merentangkan tangannya dan berkata: “Tidak ayah.”

Ayah mengenali itu Soon Ae, dan sambil menangis dia memohon agar ayahnya tidak pergi dan tetap tinggal di dunia: “Kau harus tinggal disini lebih lama lagi. Apa yang nanti Kyung MO lakukan disini sendirian? Tinggal disini sedikit lebih lama dan kembali. Kau harus melihat Kyung Mo menikah dan melihat cucu-cucumu. Mari kita bertemu lagi setelah itu. Ketika kita bertemu lagi kemudian, kita bisa hidup 1.000 tahun atau 10.000 tahun bersama-sama. Aku akan terlahir kembali sebagai putrimu.”

Ayah memanggil nama Soon Ae, dan dia datang mendekat dan memeluk erat ayahnya sambil menangis. Roh Ayahnya kemudian kembali berjalan menuju ruangan kamarnya dengan disaksikan Soon Ae dari belakang. Kyung Mo berteriak memanggil dokter ketika melihat ayahnya membuka matanya.

Gambar6

Kyung Mo menolak untuk meninggalkan ayahnya sendirian ketika dia sudah sadar dan kondisinya membaik meskipun dia dipaksa oleh ayahnya untuk pergi makan. Soon Ae yang duduk tepat disamping Kyung MO menatap dengan bahagia keluarganya.

Kyung Mo mengaku jika ia berpikir bahwa kali ini ayahnya akan meninggal dan membenci kakaknya karna berpikir bahwa Soon Ae akan membiarkannya pergi bersamanya karna dia bosan sendirian. Ayahnya malah mengatakan sebaliknya, Soon Ae telah menyelamatkan nyawanya, dan menyuruhnya untuk tetap tinggal hingga Kyung Mo menikah dan memberinya cucunya.

Ayah Soon Ae mengatakan jika dia tak tahu apa yang ia lihat itu mimpi atau tidak, tapi itu terasa begitu nyata, namun Kyung Mo percaya jika apa yang dilihat oleh ayahnya hanya mimpi. Ayahnya juga berkata bahwa karna telah melihat Soon Ae, dia merasa tubuh dan suasana hatinya jauh lebih baik. Kyung Mo berkata jika sekarang dia akan baik dan bekerja keras, ayahnya dan Soon Ae bahagia mendengarnya.

Gambar7

Bong Sun datang menjenguk Myung Ho dan Soon Ae memberitahunya jika hari ini tepat tiga tahun dia menjadi hantu dan harus pergi sekarang. Soon Ae berterima kasih padanya dan minta maaf. Bong Sun mengatakan bahwa dia berpikir kedatangan Soon Ae adalah sebuah nasib; Soon Ae mengetahui misteri kematiannya, Bong Sun satu langkah lebih dekat dengan Sun Woo, dan Sun Woo menemukan kebenaran dibalik kecelakaaan mobil Eun Hee.

Soon Ae menatap Bong Sun dengan tersenyum dan mengatakan jika dia tidak lemah lagi seperti dulu, dan menjadi lebih kuat, dan akan hidup dengan baik. Bong Sun memintanya untuk mengawasinya dari atas, dan akan hidup dengan rajin.

Soon Ae memberinya saran untuk banyak mencintai selagi ia masih mempunyai kesempatan, dan membual jika ia akan bertemu dengan seseorang yang lebih tampan dari Chef di surga. Bong Sun tahu jika itu hanya basa-basi tapi tetap saja berkata kedengarannya bagus dan dia iri; dan mereka berdua berusaha menahan air mata mereka.

Ketika Soon Ae bangkit berdiri untuk pergi, Bong Sun lantas bertanya padanya bagaimana dengan chef—apa dia tidak akan mengatakan perpisahan terakhir? Soon Ae menjawab bahwa Chef bahkan tidak bisa melihatnya, tapi Bong Sun mengijinkannya untuk merasuki tubuhnya yang terakhir kali. Soon Ae menolak dengan berkata jika dia tak ingin melakukannya, tapi Bong Sun bersikeras dengan mengatakan bahwa ini akan menjadi yang terakhir kalinya dia meminjamkan tubuhnya, dan menarik Soon Ae masuk dalam tubuhnya.

Gambar8

Sun Woo menelpon So Hyung untuk memberitahu bahwa dia sedang mempersiapkan untuk membuka restoran kembali, dan sedang berpikir untuk mengirim Eun Hee dan ibunya ke luar negeri untuk kembali mendapat perawatan secara medis dan juga dapat beristirahat untuk sementara waktu.

Bong Sun sebagai Soon Ae datang ke restoran dan menatap Sun Woo dengan sangat tajam, dan dia bertanya-tanya dengan tatapannya. Sun Woo kemudian memegang tangannya, dan terkejut karna tangannya yang sangat dingin, dan ketika ia seakan menyadari bahwa yang berdiri di depannya adalah adalah Soon Ae. Soon Ae sebagai Bong Sun kemudian membenarkannya: “Kau benar. Ini aku, Chef.”

Dia menarik tangannya dari genggaman Sun Woo dan berkata jika Bong Sun menyuruhnya datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Sun Woo merasa canggung sampai berkata jika dia tak tahu apa yang harus dia katakan, dan Soon Ae (sebagai Bong Sun) memberitahunya jika dia tak perlu mengatakan apapun. Soon Ae berkata padanya: “Terima kasih, saya menerima begitu banyak hadiah darimu, Chef. Pengalaman berharga yang tidak pernah aku dapatkan ketika masih hidup. Perasaan ini…Juga saya benar-benar senang ketika aku masih disini. Aku tidak punya rasa penyesalan apapun.”

Gambar9

Sun Woo kemudian berterima kasih padanya karna telah membiarkannya mengetahui kebenaran tentang kecelakaan Eun Hee dan meminta maaf karna dia harus mati karna kejadian itu. Bong Sun membantahnya dengan mengatakan jika itu adalah nasibnya, dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan  sambil berkata: “Jaga dirimu, chef.”

Sun Woo lantas memegangnya dengan kedua tangannya, dan berkata: “Jaga dirimu dengan baik Shin Soon Ae,” membuat Soon Ae terkejut ketika dia memanggil namanya. Sun Woo kemudian berjalan mendekatinya dan memeluknya. Soon Ae keluar dari tubuh Bong Sun ketika Sun Woo sedang memeluknya, dan melihat mereka berdua dengan senyuman dibarengi dengan air mata.

Soon Ae akhirnya pergi, namun berbalik untuk yang terakhir kali lalu berjalan menuju sebuah cahaya terang. Bong Sun menangis melihatnya pergi. Ketika Soon Ae masuk ke dalam cahaya itu, dia kemudian menghilang.

Gambar10

Suhbingo mengetahui jika Soon Ae telah pergi, dan menangis di tepi sungai mengenangnya. Sambil menangis, Suhbingo berkata: “seandainya orang tahu kapan kematian datang dan dapat mengucapkan selamat tinggal betapa menyenangkannya hal itu, itulah mengapa kau harus hidup tiap harinya dengan keras  seperti itu sangat berharga,” dan menyebutkan jika Soon Ae telah menjalani hidup lebih keras dibandinng orang lain seperti yang ia ketahui. Dia berteriak sambil melihat ke langit: “Selamat jalan Shin Soon Ae. kau menjalani hidup dengan baik, Soon Ae.” Tanpa dia sadari dibelakangnya kalung lonceng yang ia kenakan di leher Soon Ae kembali muncul.

Suhbingo menghapus air matanya dan bertanya-tanya kesenangan seperti apa yang akan  ia miliki dalam hidup setelah Soon Ae menghilang, dan ibu Sun Woo menelpon untuk ditemani minum, dan dia segera pergi.

Gambar11

Restoran Sun akhirnya kembali dibuka setelah seminggu. Mereka semua termasuk Min Soo, Dong Chul, Jo Woong dan Cordon sangat kegirangan karna telah kembali bekerja terutama  melihat Bong Sun yang telah kembali, dan di depan semuanya Sun Woo menunjukkan perhatiannya pada sang pujaan hati.

Semunya girang melihat perhatian Sun Woo pada Bong sun, kecuali Min Soo malah menutup matanya karna merasa jijik melihatnya. Dia lantas berkata bahwa ada saat dimana Sun Woo melihatnya dengan mata penuh gairah, tapi ketika Sun Woo membatahnya, Min Soo lantas membuka baju dan celananya dan lari mengejarnya.

Dalam jam-jam sibuk menyiapkan hidangan, Sun Woo menyuruh Bong Sun menyiapkan satu menu buatannya dan semua meneriakinya oooh. Bong Sun membawa makanan buatannya kepada pelanggan dan bahagia ketika si pelanggan memuji masakannya yang terasa enak. Dan yang paling keren, ketika dia melihat kearah dapur Sun Woo dan yang lainnya berdiri berbaris sambil memberi acungan jempol buatnya.

Gambar12

Sun Woo mendapat telpon yang memintanya untuk menjadi juri di sebuah acara kompetisi masak, namun rendah hatinya dia menolak tawaran tersebut dengan memberi saran untuk memberikannya pada koki yang lebih berpengalaman dan berpengaruh, tapi sebelum menutup telponnya dia bertanya apa pendaftaran untuk kompetisi masak masih terbuka.

Dia kembali lagi memberi pelajaran memasak pada Bong Sun malam itu, dan berkata padanya bahwa kompetisi akan segera datang dan tidak ada waktu untuk jadi bosan, dan memberitahunya tentang kompetisi yang akan ia hadapi. Bong Sun kaget dan gugup mendengarnya, dan Sun Woo menasihatinya jika sekali-sekali lebih baik bertindak impulsif dibanding hati-hati, dan memberinya sebuah hadiah. Hadiah tersebut adapah pisau pribadi Sun Woo, lengkap dengan inisial nama Bong Sun dan lambang hati.

Hari kompetisi Bong Sun akhirnya tiba, dan ketika melihat Bong Sun keluar, yang lainnya memberikan nasehat dan berharap yang terbaik untuknya. Joon memberinya dua gula-gula yang dapat membantu menghilangkan rasa gugup, satu untuknya dan sisanya untuk Sun Woo, yang jauh lebih gugup darinya. Sebelum Bong Sun pergi, Min Soo, Dong Chul, Jo Woong dan Cordon menyanyikan lagu pemberi semangat yang isinya: “Okelah semuanya akan baik-baiak saja. Kami percaya padamu. Tidak ada keraguan.”

Gambar13

Sun Woo memegang tangan Bong Sun ketika masuk ke tempat kompetisi dan kaget melihat kontestannya cukup banyak. Sebelum acaranya dimulai, Sun Woo menasihati Bong Sun untuk tidak gugup, namun ternyata dia yang lebih gugup. Bong Sun tetap tenang dan menyebutkan jika apapun hasilnya baik atau buruk, yang terpenting adalah dia bisa mendapatkan pengalaman.

Sun Woo lalu berkata pada Bong Sun jika ia akan ada di kursi penonton sambil menunjuk tempat duduknya dan menyuruh Bong Sun jika dia berdebar-debar cukup tatap saja dirinya. Melihat Sun Woo kegugupan, Bong Sun lantas menarik nafasnya sambil berkata: “Inner peace. Fighting.”

Semua kontestan sibuk mempersiapkan masakan andalan mereka, dan Sun Woo yang duduk di kursi penonton melihat jalannya kompetisi dengan deg-degan. Seorang juri datang ke tempat Bong Sun dan bertanya tentang salah satu bahan yang ia gunakan dalam masakannya kacang mie dingin. Bong Sun mengatakan bahan yang ia gunakan adalah mentimun masak dan menjelaskan jika masakannya bisa dicicipi untuk orang yang tidak cocok dengan tepung terigu, dan memuji ide masakannya yang unik.

Gambar14

Saat pengumuman untuk pemenang di tempat ketiga, kedua dan pertama akan diumumkan, Bong Sun yang menanti dengan harap-harap cemas sangat terkejut ketika namanya dipanggil sebagai pemenang di tempat ketika untuk hidangan yang ia buat. Mendengar nama Bong Sun sebagai pemenang, Sun Woo hampir tak percaya dengan apa yang ia dengar, dia sampai berdiri dan tertawa lebar memberi tepuk tangan meriahnya untuk Bong Sun di kursi penonton.

Usai acara, Sun Woo datang menghampiri Bong Sun dan memberi ucapan selamat atas kemenangannya. Bong Sun hampir tak percaya, tapi Sun Woo menyuruhnya untuk mempercayai itu dan menjelaskan karna kreativitas, dan rasa yang mengesankan dan lebih dari itu cerita yang ditangkap dalam hidangannya sangat menakjubkan adalah alasan mengapa ia bisa menang.  Sun Woo kemudian memeluk erat Bong Sun karna sangat bangga akan dirinya.

***Bersambung ke bagian kedua***

2 comments

  1. Terimakasih untuk sinopsisnya. Ditunggu part 2 nya.

  2. mau tanya dong,itu judul lagu yg pas bong sun mau pergi kompetisi (lagu pemberi semangat) itu judulnya apa ya ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*