Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Oh My Ghost” Episode 5 Bagian Kedua

Sinopsis “Oh My Ghost” Episode 5 Bagian Kedua

Gambar1

[Baca juga: sinopsis oh my ghost episode 5 bagian pertama]

Naik mobil bersama Sun Woo, Bong Sun kembali meminta maaf pada bosnya, berkata, “Uh..Saya benar-benar minta maaf, chef. Selain membayarku, kau bisa menutupi kerugianmu yang…”

Mendengar perkataan Bong Sun, Sun Woo lalu memotong pembicaraannya dan berkata, “Lupakan saja. Saya tidak gila uang. Kau salah menilaiku.”

Tak tahu akan kemana bersama bosnya, Bong Sun yang bingung bertanya pada Sun Woo, “Ngomong-ngomong kita akan pergi kemana sekarang?”

Sun Woo lalu menjawab, “Untuk pemulihan dan kesejahteraan karyawanku. Dari yang kubisa beritahu, kamu sekarang tidak normal. Saya bisa berpura-pura tidak melihat. Tapi, itu bisa mengakibatkan masalah serius ketika kita bekerja. Pikirkan saja itu sebagai pemeriksaan kesehatan. Sejujurnya, ini sesuatu yang hanya dilakukan perusahaan-perusahaan asing besar. Sekedar ketahui saja kau mempunyai bos yang baik. Siapa yang akan melakukan ini bagi seorang karyawan yang telah menyebabkan kebakaran di tempat kerjanya.”

Mendengarnya, seperti biasa Bong Sun akan kembali meminta maaf, “Saya minta maaf, Chef. Sungguh.’

Melihat gelagat aneh Bong Sun, Sun Woo kemudian berkata, “Saya mengerti, kau meminta maaf. Bersandar ke belakang. Saya tak bisa melihat kaca samping.”

Mendapat perawatan oleh dokter kenalan Sun Woo, Bong Sun kemudian diperiksa dengan menaruh stetoskop di kepalanya. Menurut pemeriksaan dokter, Bong Sun dianggap mengidap bipolar. Suasana hati pasien dimana kebahagiaan dan kesedihan yang sangat berlebihan secara tiba-tiba.

Dokter berkata pada Sun Woo, “Untuk kasus temanmu, dia menunjukkan kepercayaan diri yang tiba-tiba. Atau dia tiba-tiba mulai banyak berbicara tidak seperti dirinya yang biasanya. Keingintahuan seksual yang tiba-tiba yang tak bisa dijelaskan. Dan ketika dia depresi, dia akan sangat sedih. Saya pikir sekarang ini, dia mungkin dalam keadaan depresi.”

Dokter ini juga bertanya pada Sun Woo apa mungkin Bong Sun belakangan ini mengalami stress atau mendapat trauma.

Gambar2

Usai mengantar Bong Sun, di restorannya Sun Woo merenungkan perkataan dokter tentang Bong Sun yang mungkin belakangn ini ia mengalami stress atau mendapat trauma.

Sun Woo menyayangkan sikapnya yang terlalu keras dan sempat memarahi Bong Sun. Sun Woo yang menyesali perbuatannya, berkata, “Saya bahkan tidak tahu dia sakit. Saya pikir itu sangat membuat stres.” Sun Woo juga mengingat perkataan dokter untuk slalu mengawasi Bong Sun dan jangan pernah membiarkannya sendiri. Jika manik depresinya bertambah buruk, sesuatu yang ekstrim bisa saja terjadi.

Di ruang loker para pegawai, Min Soo hanya bisa mengomel dan mengeluh, berkata, “Ya, Tuhan kita menghabiskan sepanjang hari membersihkan karna satu orang bodoh.”

Min Soo kemudian bertanya pada Bong Sun kemana dia pergi bersama Sun Woo. Min Soo yang ngawur berkata, “Apa kamu kena masalah? Apa dia membawamu ke suatu tempat dan memukulmu?”

Mendengarnya, Cordon membela bosnya, berkata, “Apa Chef seorang penjahat kejam? Mengapa dia akan memukul wanita?

Min Soo yang sudah menuduh Sun Woo yang tidak-tidak berkata, “Kau tak tahu apa yang sedang kau katakan. Dia rugi besar.”

Min Soo yang terus saja mengoceh, tiba-tiba Sun Woo datang ke ruangan loker para pegawai dan menyapa mereka semuanya, “Kerja yang bagus semuanya.”

Sebelum pulang, Cordon memberikan perhatian kecil pada Bong Sun, bertanya, “Apa kamu baik-baik saja?”

Bong Sun si pemalu dan kaku, berkata, “Maaf? Ya. Saya minta maaf”

Mendengar Bong Sun kembali ke yang dulu lagi, Cordon lantas berkata, “Beberapa waktu ini saya sudah tidak mendengarnya. Kupikir kamu telah kembali, Na Bong Sun. Apa kamu kamu benar-benar….Sudahlah. Istirahat.”

Bong Sun yang bingung akan tinggal dimana, tiba-tiba mendapat sms dari Sun Woo yang menyuruhnya membawa barang-barangnya dan datang ke loteng.

Gambar3

Sun Woo yang memberikan tumpangan kepada Bong Sun, berkata, “Saya memindahkan beberapa barang kesamping, tapi kamu juga bisa membersihkannya. Ini bukan karna kamu spesial bagiku, jadi jangan disalah artikan. Jika kamu pingsan seperti itu di ruangan, bisa jadi masalah. Tapi ini hanya sampai kau mendapat tempat. Oke?”

Bong Sun yang menerima kebaikan hati Sun Woo, berkata, “Chef…”

Sun Woo yang tak ingin Bong Sun menyalah artikan kebaikannya, “Oh, tidak..jangan lakukan itu. Tersentuh oleh ini atau apapun. Saya takut kamu akan terkena lagi manik depresif. Kamu dengarkan apa yang dokter katakan. Manik depresif adalah sebuah penyakit yang banyak diderita orang sekarang ini. jadi, jangan merasa buruk dengan hal itu. Kau akan baik-baik saja jika meminum obat.”

Sun Woo yang merasa menyesal terlalu kasar kepada Bong Sun, lanjut berkata, “Tentang insiden itu sebelumnya, saya ingin katakan lagi bahwa itu salahku. Saya minta maaf. Jangan terlalu memikirkannya. Uh..Saya berharap kau tidak akan menyimpannya dalam hatimu atau apapun itu.”

Di tempat lain, ayah Soon Ae yang melihat undangan pernikahan teman Soon Ae merasa sedih karna bertolak belakang dengan keadaan putrinya yang telah meninggal. Untuk melepaskan rasa sedihnya, Myung Ho lalu minum-minum.

Melihat ayahnya yang slalu minum-minum, Soon Ae sangat mengkhawatirkan kesehatan ayahnya. Myung Ho yang sangat sedih dengan kepergian putrinya, kemudian masuk ke kamar Soon Ae dan melihat foto Soon Ae lalu berbaring di kamarnya dengan memeluk foto tersebut.

Meskipun Myung Ho tak dapat melihat bahkan merasakan kehadiran putrinya, Soon Ae hanya bisa berbaring di samping ayahnya dan memeluknya.

Mempunyai tempat tinggal baru, Bong Sun merasa nyaman dan takut kembali di ganggu oleh hantu Soon Ae, tak lupa ia kembali menyalakan dupa.

Sun Woo yang masih saja mengkhawatirkan Bong Sun, berkata, “Tunggu dulu, dia juga mungkin lapar. Dia tidak dalam kondisi yang baik jadi mungkin ramen bukan ide yang baik.”

Sun Woo kemudian melihat resep di internet “Bagaimana Membuat Bubur Kubis,” dan membuatkannya buat Bong Sun.

Sun Woo yang penuh perhatian pada Bong Sun kemudian membawakan bubur buatannya ke kamar Bong Sun. Tak ingin kebaikannya di salah artikan, Sun Woo lantas berkata pada Bong Sun, “oh ada beberapa kubis yang ingin kubuang. Ada banyak yang tersisa, jadi saya membuat ini.”

Gambar4

Menerima kebaikan hati dari Sun Woo, Bong Sun kemudian berterima kasih. Senyuman kecil menghiasi wajah Bong Sun saat memakan bubur buatan Sun Woo. Bong Sun pun mengecek blognya dan melihat sebuah komentar dari salah satu penggemar blognya yang menulis “Resep-resepmu slalu mengandung kebahagiaan yang bisa dirasakan seseorang dengan mencicipinya. Saya seorang penggemar. Semangat.” Membaca komentar tersebut, Bong Sun bahagia dan membalas komentarnya yang tanpa ia ketahui komentar tersebut ternyata dari Sun Woo sendiri.

Di kamarnya, Sun Woo yang terus saja khawatir kepada Bong Sun, berkata, “Apa dia sudah makan? Dia pasti memakannya. Itu sangat enak, dia akan tergila-gila. Dia tidak akan jatuh cinta padaku karna dia tersentuh oleh ini, kan?….Saya melakukan hal yang salah.”

Sun Woo yang menyesalkan tindakannya karna telah membuatkan bubur untuk Bong Sun, kemudian melihat balasan komentar dari pemilik blog ‘Sunshine’ yang menulis, “Komentarmu slalu menjadi sumber kekuatan bagiku. Begitu kebetulan saya sekarang sedang makan bubur kubis.”

Membaca balasan dari pemilik blog Sunshine alias Bong Sun, Sun Woo lantas berkata, “Ini menakjubkan. Saya baru saja membuat bubur kubis. Saya pikir orang ini dan saya terhubung satu sama lain secara emosional. Saya menyukaimu, Sunshine.”

Keesokan paginya, Kyung Mo merengek ingin dibelikan sneaker edisi terbatas. Terus-terusan merengek di depan ayahnya, Myung Ho yang tak tahan mendengar rengekan Kyung Mo, akhirnya mengabulkan permintaan putranya, “Sepanjang pagi ini kau membuatku sakit kepala.” Melihat ayahnya yang terus-terusan memanjakan Myung Ho seperti itu, Soon Ae protes dengan sikap ayahnya.

Bong Sun yang bangun dipagi hari, Sun Woo mengingatkannya bahwa hari ini ada syuting. Tak tahu apa-apa dengan syuting yang akan mereka lakukan, Bong Sun lantas mengeceknya di internet dan melihat video bagaimana Bong Sun tampil mengesankan di acara memasak bersama Sun Woo. Betapa terkejutnya Bong Sun melihat hal tersebut, berkata, “Oh, Oh…ini tidak mungkin.”

Bersiap-siap akan syuting, Bong Sun yang sangat gugup, berkata pada Sun Woo, “Saya pikir saya tidak bisa melakukan ini. Saya minta maaf, Chef.”

Sun Woo yang bingung, berkata, “Kita harus masuk ke dalam sekarang. Apa maksudmu kau tak bisa melakukannya sekarang? Apa kau meminum obatmu? Tidak apa-apa. Saya akan mengtasi semuanya.”

Gambar4

Sambil membuat masakan untuk warungnya, Myung Ho merasa tidak enak badan.  Mencoba mengambil sesuatu, ayah Soon Ae lantas jatuh pingsan.

Suhbingo yang datang ke rumah ibu Sun Woo untuk melakukan upacara pada leluhur agar Eun Hee bisa cepat mempunyai anak, ketika melihat foto suaminya, Suhbingo melihat seperti ada sesuatu yang aneh, “Tapi ini sangat aneh. Zodiaknya juga sangat aneh. Sepertinya dia orang yang sama, tapi ada sesuatu yang berbeda.”

Petugas Choi yang datang untuk makan ke warung ayah Soon Ae, dia dengan jelas melihat Myung Ho pingsan tak sadarkan diri. Namun apa yang terjadi, dia hanya diam saja dan tak menolongnya. Sikapnya sangat bertolak belakang seperti yang biasa ia tunjukkan di depan banyak orang.

Di tempat syuting, Bong Sun merasa sangat gugup, sangat berbeda ketika dirinya kemasukan setan Soon Ae yang membuatnya penuh percaya diri. Yang membuatnya panik, dalam kontes memasak kali ini, ia akan bergantian memasak bersama Sun Woo, dan memperlihatkan keahliannya sebagai asisten chef.

Gambar5

Soon Ae yang menemukan ayahnya pingsan, lantas berlari sekuat tenaga mencari Bong Sun untuk mendapatkan bantuan. Tiba giliran Bong Sun untuk melanjutkan masakan Sun Woo, Bong Sun semakin kehilangan konsentrasi apalagi ketika Soon Ae datang dan berteriak memanggil namanya.

Bong Sun semakin kehilangan konsentrasi sampai mengacaukan jalannya syuting dan sangat gugup dengan kehadiran Soon Ae di lokasi syuting. Takut dengan kehadiran Soon Ae, Bong Sun lantas meminta maaf pada Sun Woo, dan lari meninggalkan tempat syuting.

Bong Sun yang sangat gugup dan ketakutan, hanya bisa berkata, “Apa yang kulakukan?”. Soon Ae terus saja merengek pada Bong Sun untuk menelponkan ambulans klo tidak ayahnya akan meninggal.

Bong Sun yang tak ingin lagi kemasukan setan, berkata, “Ah…Aku tak tahu. Aku tak mendengar apapun.” Soon Ae terus saja memohon pada Bong Sun karna hanya dia yang bisa menolongnya. Bong Sun yang tak tahan terus-terusan diganggu oleh Soon Ae, berkata, “Berhenti melakukan ini padaku. Pergi.”

Soon Ae hanya bisa berteriak memohon pada Bong Sun sambil menangis, “Dia ayahku. Dia bukan orang lain. Dia ayahku. Bagaimana saya berpura-pura tidak melihatnya. Bahkan jika saya seorang hantu, bagaimana bisa saya hanya berdiri dan melihatnya. Tolong, telpon sekali saja. Saya memohon padamu seperti ini, hah?”

Bong Sun yang mendengar namanya dipanggil, “Bong Sun Na Bong Sun, kau ada dimana?” kemudian berbalik dan tanpa ia sadari Soon Ae berlari dari belakang menuju ke arahnya untuk kembali memasuki tubuhnya.

***Ceritanya semakin menarik. Ada apa sebenarnya dengan Petugas Choi? Mengapa ia sangat berbeda? Bagaimana kelanjutan kisah Bong Sun dan hantu Soon Ae? Terus nantikan sinopsis selanjutnya “Oh My Ghost” untuk episode berikutnya***

One comment

  1. tahu judul lagu yang diputar chef setelah bikin bubur kubis gak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*