Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Oh My Ghost” Episode 5 Bagian Pertama

Sinopsis “Oh My Ghost” Episode 5 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca juga: Sinopsis Oh My Ghost Episode 5 Bagian Kedua]

Bong Sun yang pingsan karna demam akhirnya di bawa ke rumah sakit oleh Sun Woo. Setan Soon Ae hanya bisa bingung dan khawatir.

Di rumah sakit, dokter mendiagnosa Bong Sun terkena syok sementara karna tekanan darah tinggi. Dokter kemudian mengingatkan Sun Woo agar Bong Sun mendapat suntikan nutrisi sebelum meninggalkan rumah sakit. Melihat kondisi Bong Sun yang pingsan, Sun Woo hanya bisa berkata, “Dia tentunya pandai membuat orang terkejut.”

Bong Sun yang  sudah sadar, Sun Woo lantas bertanya, “Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu sudah sepenuhnya sadar sekarang?”

Bingung melihat Sun Woo menemaninya di rumah sakit, Bong Sun lalu bertanya, “Mengapa kau ada disini, chef?”

Bong Sun yang tak tahu apa-apa dan bingung, bertanya pada bosnya jika dia lagi berada di mana, Sun Woo lalu mengatakan padanya jika sekarang dia ada di rumah sakit dan menjelaskan bahwa dia jatuh pingsan karna demam.

Bong Sun yang sangat kebingungan, berkata, “Demam?”

Sun Woo yang khawatir, bertanya, “Mengapa kau tidak melakukan apa-apa ketika kau panas tinggi seperti itu? Kau seharusnya pergi ke rumah sakit atau memberitahuku tentang hal itu.”

Sun Woo yang terus saja mengoceh, Bong Sun yang telah kembali menjadi dirinya sendiri hanya bisa kebingungan. Betapa terkejutnya Bong Sun ketika melihat tanggal di rumah sakit tertulis 17 Juli. Dia pun mengingat terakhir kali sebelum dirinya dimasuki hantu genit Soon Ae ketika lagi tertidur di tempat pemberhentian bus.

Gmabar2

Saking kebingungannya, Bong Sun lalu keluar dari rumah sakit tanpa sepengetahuan Sun Woo yang lagi pergi mencarikannya sebuah kamar di rumah sakit untuk beristirahat. Melihat Bong Sun yang menghilang, Sun Woo yang khawatir, berkata, “Kemana lagi dia? Ah dia bahkan belum baikan. Kemana dia pergi?”

Bong Sun yang sangat kebingungan, kemudian mendatangi tempat kosannya, namun apa yang ia temukan? Kamarnya sudah diisi oleh penghuni yang baru.

Mengetahui telah terjadi sesuatu yang tidak beres dalam dirinya, Bong Sun lalu menelpon neneknya dan mengatakan padanya bahwa hal terakhir yang ia ingat adalah ketika tertidur di tempat pemberhentian bus. Tapi ketika dia terbangun, ternyata sudah lebih dari dua minggu. Bong Sun juga melapor ke neneknya bahwa penampilannya tidak sama seperti dirinya dan kamarnya juga bukan miliknya lagi. Dia sama sekali tidak mengingat apapun juga namun orang-orang mengatakan bahwa dia melakukan hal-hal.

Nenek Bong Sun yang sebelumnya merasakan gelagat aneh dari cucunya, berkata, “Sesuatu yang aneh ketika terakhir kali kita bicara di telpon.”

Bong Sun yang bingung bertanya, “Nenek, kita bicara di telpon, kapan?”

Nenek Bong Sun lantas menjawab, “Kau telah dirasuki oleh seorang hantu.”

Mendengarnya, Bong Sun pun kebingungan.

Sun Woo lalu pulang ke restorannya sendirian. Hantu Soon Ae bingung tak melihat Bong Sun. Sun Woo yang mengira Bong Sun telah pulang ke restoran, berkata, “Dia belum sampai disini. Dia tak ada dimana-mana. Dia ada dimana?”

Sun Woo yang kebingungan, malah mengoceh sendirian berkata, “Saya membawanya ke rumah sakit dan membayar tagihannya. Apa lagi yang harus kulakukan? Ini hanya cedera di tempat kerja. Saya bukan orang tuanya.”

Sun Woo yang tak mau ambil pusing, berkata, “Aku tak tahu. Lupakan saja.”

Di restoran Sun, hantu Soon Ae hanya bisa mengagumi Sun Woo dengan vitalitasnya sebagai seorang pria namun sayang ia sama sekali tak bisa menyentuhnya sedikitpun. Merasa prustasi karna tak bisa menyentuh Sun Woo, hantu Soon Ae berkata, “Saya harus memasuki tubuh wanita lain dan membuat sesuatu terjadi.”

Hantu Soon Ae lalu mendatangi So Hyung untuk memasuki tubuhnya, sayang usahanya gagal. Dia tak bisa merasuki tubuh So Hyung seperti yang telah ia lakukan sebelumnya pada Bong Sun.

Sambil duduk sendirian, Bong Sun pun mendapat nasihat dari neneknya untuk terhindar dari hantu genit Soon Ae, “Mulai dari sekarang, kau harus tetap waspada dan lindungi tubuhmu. Seorang hantu yang merasukimu sekali akan ingin kembali lagi. Jangan lihat matanya dan berpura-pura tidak melihatnya. Dan jika dia datang kembali, lalu kau harus tetap kuat. Lihat tepat dimata hantu itu dan berteriak dengan keras…’Saya bukan manusia untuk dikacaukan.’”

Duduk sendirian saat masih subuh, ternyata Petugas Choi melihatnya dan mengajaknya ke stasiun.

Gambar3

Petugas Choi yang datang membawakan secangkir kopi, Bong Sun lalu mengucapkan trima kasih. Mendengarnya Petugas Choi berkata, “Tidak perlu berterima kasih. Kamu teman makan ramenku, ingat?”

Mendengarnya, Bong Sun yang bingung lalu berkata, “Maaf? Teman makan ramen?”

Petugas Choi lalu menjelaskan, “Beberapa hari yang lalu, di toko serba ada. Kamu tidak ingat?”

Mau tak mau Bong Sun berlagak tahu, berkata, “Oh, tentu saya ingat… Saya pikir saya ingat. Waktu itu, ramen…”

Melihat ada yang aneh, Petugas Choi lalu bertanya, “Apa kamu baik-baik saja? Mukamu terlihat pucat. Apa terjadi sesuatu? Jika saya bisa membantumu, akan kulakukan.”

Bong Sun yang minta pamit pergi, petugas Choi menawarkan bantuan untuk membawanya ke restoran Sun Woo.

Sun Woo yang aka pergi berolahaga, bingung melihat adik iparnya dan Bong Sun datang ke restorannya, bertanya, “Bagiamana bisa kalia datang bersama di jam seperti ini?”

Petugas Choi menjelaskan pada Sun Woo bahwa dia berpatroli subuh ini dan melihat Bong Sun duduk sendiri di sebuah bangku. Dan sudah tanggung jawabnya untuk melindungi warganya, maka Petugas Choi menemaninya di stasiun dan membawanya ke restoran Sun.

Sun Woo kaget mendengar tentang Bong Sun dan menyuruhnya masuk. Masuk ke dalam restoran, Bong Su  tetap saja waspada terhadap kehadiran hantu Soon Ae atas nasihat dari neneknya.

Sun Woo yang mengkhawatirkan Bong Sun, berkata, “Wow, kamu tidak punya rasa takut. Bagiamana jika terjadi sesuatu padamu? Kamu bahkan tidak terlihat sehat. Mengapa kau melakukan itu?…..”

Merasa tak enak hati karna telah membuat bosnya khawatir, Bong Sun yang telah kembali menjadi dirinya sendiri lalu meminta maaf kepada bosnya.

Datang ke tempat kerja, teman-temannya merasakan sesuatu yang aneh pada diri Bong Sun. Bong Sun yang tadinya genit dan tak kaku, tiba-tiba kembali lagi ke sifat asalnya yang sangat kaku dan pemalu.

Gambar4

Lagi briefing untuk persiapan menu restoran Sun, Bong Sun kembali tertidur. Ketika Sun Woo bertanya padanya tentang taplak meja yang sebelumnya telah dilaundri. Bong Sun yang tertidur kemudian terbangun mendengar teriakan Sun Woo dan  kembali berkata, “Saya minta maaf, Chef. Ya, Ya?”

Min Soo yang sebel melihat Bong Sun lama telah kembali, berkata, “Dia berhenti sebentar dan sekarang ‘saya minta maaf’ muncul kembali.”

Ji Woong yang juga merasakan sesuatu yang aneh, berkata, “Aneh dia juga slalu tertidur. Saya mempunyai perasaan jika dia akan kembali menjadi Bong yang lama.”

Dong Chul lantas membalas, “Saya baru saja akan menyukai dirinya yang baru.”

Eun Hee yang mengkhawatirkan Bong Sun berkata pada Sun Woo, “Apa kamu berpikir Bong Sun baik-baik saja? Dia terlihat tidak sehat.”

Soon Ae yang sibuk mengurus taplak meja restoran, tiba-tiba hantu Soon Ae muncul, “Na Bong Sun. Apa kamu baik-baik saja sekarang? Saya tahu kau bisa mendengarku. Mengapa kau berpura-pura tidak bisa? Saya tahu kamu bisa melihatku, kan?”

Terus-terusan diganggu oleh Soon Ae, Bong Sun lantas berdoa untuk mengusir hantu genit Soon Ae. Soon Ae yang mendengarnya, berkata, “Hei, itu tidak mampan.”

Bong Sun yang diganggu oleh hantu genit Soon Ae, terus saja menghindar dan teman-temannya yang melihat hal itu bingung dengan tingkah aneh Bong Sun yang ternyata dikejar-kejar oleh hantu Soon Ae.

Restoran Sun yang ramai dikunjungi oleh pelanggannya, namun sayang Bong Sun ternyata membuat kekacauan.

Ketika Sun Woo akan menggunakan alat torch untuk menyiapkan hidangannya ternyata tidak menyala, dia lantas menyuruh Bong Sun untuk pergi ke basement dan mengambil alat torch lengkap dengan gas butana.

Ketika Bong Sun pergi ke basement, ternyata hantu Soon Ae mengikutinya.

Hantu Soo Ae yang tidak nyaman dengan sikap Bong Sun padanya, berkata, “Hei, Na Bong Sun jangan seperti itu dan dengarkan aku. Saya terus saja mengikutimu supaya kau tahu kalo aku bukan hantu jahat. Dua setengah tahun yang lalu, saya juga manusia sama spertimu. Saya hantu yang baik.”

Hantu Soon Ae terus saja meminta pada Bong Sun untuk meminjam tubuhnya hanya sekali lagi karna situasinya sangat mendesak.

Soon Ae yang terus saja mendesaknya untuk memasuki tubuhnya sekali lagi, tak ingin dimanfaatkan, Bong Sun lalu melawan dan menyalakan alat torch untuk menakut-nakuti Soon Ae. Namun apa yang terjadi? Bukannya Soon Ae takut dan pergi malah basement Sun Woo terbakar karna kelalaian Bong Sun.

Gambar5

Setelah apinya padam, Min Soo yang marah besar kepada Bong Sun, berkata, “Kau…apa sebenarnya yng sedang kau lakukan? Sebenarnya bagaimana awalnya kebakaran ini terjadi? Bagaimana jika terjadi kebakaran besar? … melihat ruang penyimpanan ini apa kau menyadari biayanya.”

Min Soo yang terus saja mengoceh, Sun Woo yang lebih mengkhawatirkan bong Sun, berkata, “Tidak apa-apa. Mari kita mendengarnya. Apa yang terjadi?”

Min Soo marah melihat Bong Sun yang tetap diam dan tak menjelaskan apa-apa, Sun Woo lalu membela Bong Sun dan berteriak pada Min Soo, “Diam.”

Bong Sun hanya bisa  meminta maaf, berkata, “Saya minta maaf, Chef. Saya benar-benar minta maaf.” Mata Bong Sun berkaca-kaca sambil menatap hantu Soon Ae, melihat mata Bong Sun yang menatap ke atas tangga, Sun Woo bingung karna tidak ada seorang pun di situ.

Melihat gelagat aneh Bong Sun, Sun Woo yang perhatian kemudian membuat janji dengan seorang dokter untuk memeriksa kondisi Bong Sun.

Di ruang ganti para pekerja, Bong Sun yang duduk termenung menyesali semua yang telah terjadi, tiba-tiba hantu Soon Ae datang menghampirinya.

Hantu Soon Ae yang tak ingin disalahkan atas apa yang telah terjadi, berkata, “Kamu terlalu berlebihan. Mengapa tadi kamu berani menyalakan apinya. Sebenarnya apa yang kulakukan padamu?”

Sambil berlinang air mata, “Oleh karna itu, aku katakan padamu kau harus menjauh dariku. Aku takut padamu. Aku takut kemasukan setan. Saya takut klo yang lain akan melihatku sebagai orang lain. aku benci itu. Jadi, jangan muncul di depanku. Tolong tinggalkan aku sendiri.”

Mendengar Bong Sun yang sangat terpukul dengan apa yang telah terjadi, Soon Ae pun merasa bersalah, berkata, “Apa yang kulakukan? Saya melakukannya bukan karna saya ingin. Gadis jahat itu.”

Ibu Sun Woo yang lagi makan bersama Suhbingo di sebuah restoran menelpon Eun Hee, bukannya kabar baik yang ia dengar malah kebakaran kecil yang menimpa restoran putranya. Ibu Sun Woo akhirnya merasa lega mengetahui yang terjadi hanya kebakaan kecil.

Suhbingo yang penasaran menanyakan apa yang telah terjadi, ibu Sun Woo yang seorang berpendidikan tinggi namun masih percaya pada hal-hal gaib, berkata, “Karna saya melakukan ritual leluhur denganmu, yang ada apinya hanya kecil. Iyakan, teman?”

Suhbingo lantas berkata, “Ya, tentu saja benar.”

Ibu Sun Woo yang polos, berkata, “Trima kasih! Apa yang akan kulakukan tanpamu?”

Sambil berbincang bersama Suhbingo, ibu Sun Woo mendapat sms gaji dosennya. Mengetahui gaji ibu Sun Woo sebagai dosen sebesar 500.000 won atau setara Rp. 50 juta, Suhbingo yang mata duitan kembali mencoba memanfaatkannya.

Suhbingo yang mencoba memoroti ibu Sun Woo, berkata, “Ngomong-ngomong tentang putrimu akan lebih baik jika dia segera hamil. Bukannya tidak ada cara. Contohnya, kau bisa melakukan sebuah upacara kepada nenek moyang kuil Samshin.”

Tak tanggung-tanggung biaya untuk pergi ke tempat tersebut yang diminta Suhbingo seharga dengan gajinya sebagai dosen, tanpa merasa curiga ibu Sun Woo bersedia memberikan uangnya asalkan putrinya bisa cepat hamil dan ia bisa menggendong cucu.

Ingin mengobati Bong Sun yang belakangan ini bertingkah aneh, Sun Woo lalu mengajak Bong Sun menemui dokter kenalannya. Bong Sun yang bingung akan diajak kemana dengan naik mobil bersama Sun Woo hanya bisa berkata, “Aneh.”

 

***Bersambung ke bagian kedua***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*