Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Reply 1988” Episode 1 Bagian Kedua

Sinopsis “Reply 1988” Episode 1 Bagian Kedua

Sinopsis Reply 1988Sinopsis Reply 1988 2

[Baca juga: Sinopsis Reply 1988 Episode 1 Bagian Pertama]

Duk Seon mendapati ayah dan adik kecilnya dk di sebuah toko kecil dan diam-diam makan es krim. Dia akhirnya mengerti mengapa diknya selalu pergi untuk menyambut ayahnya di jalan, dan dia juga menuntut untuk dibelikan satu. Ayah membelikannya satu buah es krim yang akan ia bagi untuk kakak dan ibunya, tapi karna dia mendengar kumpulan ibu-ibu itu ada di lorong, Ayah berkata padanya untuk duduk disini dan makan es krimnya untuk makan malam.

Sun Woo melihat bahwa ibunya sedang sakit gigi dan menyarankan agar dia pergi ke dokter karna tidak akan menghabiskan banyak uangnya. Ibunya mengerti, tapi dia lebih tertarik dengan bekas luka di wajahnya, dan sekali lagi dia pergi tanpa memberinya penjelasan.

Jung Hwan kaget ketika dia melihat Duk Seon mengenakan hanbok putih di halaman mereka seperti hantu. Duk Seon mengira dirinya cantik mengenakan pakaian itu, yang disangkal oleh Jung Hwan, dan tidak lama Sun Woo juga melakukan hal yang sama dan setelahnya Dong Ryong.

Sinopsis Reply 1988 3

Di lorong seperti biasa tiga ibu-ibu ngumpul bersama tapi kali ini mereka kompak membungkus rambut mereka. dan Sun Woo pulang dari sekolah memijit kaki ibunya, berbading terbalik dengan Jung Hwan yang hanya menunduk dan berjalan melewati mereka tanpa mengatakan sepatah katapun.

Para ibu-ibu membuat banyak kue bola untuk semua keluarga besar ini, dan ibu Sun Woo mengatakan bahwa suaminya akan makan sekenyang-kenyangnya karna ini makanan kesukaannya, yang kedua adalah anggur beras. Ibu Sun Woo dan ibu Duk Seon kebingungan apa yang akan mereka berikan pada anak mereka, karna kebetulan ulang tahun mereka jatuh di hari yang sama.

Ibu Jung Hwan juga berpikir hal yang sama apa yang akan diberikan untuk anak yang sudah dewasa, tapi ibu Sun Woo menyebutkan bahwa dia bisa membelikan putranya sepasang sepatu sneaker. Hal itu menjadi sebuah kabar yang mengejutkan baginya mengetahui sepatu sneaker anaknya dicuri. Ibunya duduk merenung sendirian di meja makan karna dia sama sekali tak tahu tentang kejadian yang menimpa Jung Hwan.

Sinopsis Reply 1988 4

Ibunya akhirnya bertanya apa belakangan ini baik-baik saja, dan Jung Hwan mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Sepertinya ayahnya datang pada waktu yang salah — menyapa mereka dengan lelucon anehnya, dan istrinya memandangnya dengan muka cemberut dan mengatakan, “Mau cerai?”

Duk Seon satu-satunya orang yang menghargai guyonan ayah Jung Hwan, mereka melakukan gerakan lucu bersama saat dia turun ke bawah membawa bungkusan ayam yang sebenarnya ingin ia berikan  untuk keluarganya. Ayah Jung Hwan memberitahu Duk Seon bahwa ayam ini hanya untuknya, dan jangan membaginya pada yang lain. Tapi yang terjadi, Duk Seon hanya kebagian sayapnya, dan  adik dan kakaknya yang kebagian paha ayamnya. Mereka melihat beberapa gadis lain pembawa papan tanda perwakilan negara yang diwawancarai di televisi, dan Duk Seon mengatakan bahwa dia akan diwawancarai besok. Kakaknya menyebutnya sedang berbohong, dan perkelahian kakak beradik ini terjadi lagi.

Keesokan harinya, Duk Seon dipanggil ke lapangan untuk wawancaranya, sama seperti apa yang ia katakan. Dalam wawancara itu, Duk Seon menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh reporter dengan semangatnya sampai akhirnya membuyarkan semuanya ketika dia diberitahu bahwa Madagascar tdak akan ikut lagi Olimpiade.

Sinopsis Reply 1988 5Sinopsis Reply 1988 6

Duk Seon menangis di depan kamera, dan mengatakan bahwa meskipun dia tidak dapat berpartisipasi dalam Olimpiade tahun ini, dia akan berdoa dan menghibur lebih keras lagi dari orang lain bahwa Olimpiade Seoul 1988 akan sukses.

Ibu Sun Woo memanggilnya untuk dibelikan minyak saat sedang memasak, tapi dia mendapati putranya tidak sedang dirumah. Karna rasa khawatirnya yang berlebihan bahwa dia telah berkelahi dengan seseorang atau ada sesuatu hal yang sedang ia sembunyikan darinya, dia kemudian menggeledah barang-barangnya. Tidak ada yang mencurigakan, sampai akhirnya dia menemukan bungkusan rokok di bawah mejanya.

Duk Seon akhirnya pulang ke rumah dalam perasaan yang sangat sedih, dan dengan terpaksa ikut duduk dan merayakan ulang tahun kakaknya. Tapi ketika Ayah dan Ibu menyalakan kembali lilin ulang tahunnya untuk Duk Seon padahal sebelumnya dia sudah melarang hal itu, dia akhirnya menangis, dan bertanya pada kedua orang tuanya mengapa mereka tidak pernah mendengar apa yang ia katakan, ibunya tidak pernah membuatkannya telur goreng, dan ayamnya – mengapa kakak dan adiknya diberi paha sedangkan dia hanya sayap.

Sinopsis Reply 1988 7Sinopsis Reply 1988 8

Dia keluar dari rumahnya sambil menangis, dan berita mengabarkan bahwa Madagascar telah menarik diri dari Olimpiade. Duk Seon yang sekarang bercerita bhawa tidak ada yang begitu spesial dengan hari itu – penderitaan menjadi putrid kedua slalu seperti ini. Sebagai anak tengah, seluruh dunia tahu untuk yang tertua karna mereka yang paling tua, dan untuk yang paling kecil, karna mereka yang paling kecil sehingga dia slalu harus mengalah diantara mereka. Dia berpikir bahwa ayah dan ibunya sadar akan pengorbanannya, tapi ternyata tidak seperti itu.

Sun Woo pulang dan diinterogasi oleh ibunya, saat ibunya memperlihatkan bungkus rokok dan bertanya kapan dia mulai merokok. Dia bersikeras bahwa dia tidak merokok, tapi sayang ibunya tidak mempercayai pembelaannya. Ibunya bertanya apa yang sudah ia lakukan akhir-akhir ini, menuduhnya sudah membuat masalah dengan bergaul dengan anak-anak nakal sampai berkelahi dengan melihat luka di wajahnya.

Ibunya menangis karna dia tidak membesarkannya seperti itu, dan bertanya apa dia bersikap seperti ini karna ayahnya tidak ada disini dan tidak perduli dengan ibunya. Tapi Sun Woo akhirnya memberitahu ibunya, “Ibu ini terjadi saat saya mencoba untuk bercukur. Saya terluka saat saya sedang mencoba untuk bercukur.”

Sinopsis Reply 1988 9

Mendengar jawaban putranya, dia akhirnya menangis dengan terisak-isak karna sudah menuduhnya yang tidak-tidak. Sun Woo mencoba menenangkan ibunya dengan memeluknya saat dia mulai menangis dan berkata padanya bahwa teman-temannya juga teriris untuk pertama kali: “itu bukan karna ayah.”

Dia mencoba menenangkan ibunya dan mengatakan bahwa melihatnya menangis membuat hatinya terluka, dan Ibunya minta maaf dan terus menangis dalam pelukannya.

Sepertinya hari ini adalah hari Peringatan kematian ayahnya, yang menjelaskan mengapa banyaknya makanan yang dibuat oleh ibu Sun Woo dan pembicaraan tentang makanan favorit suaminya kue bola. Sun Woo keluar karna dia pergi membelikan kesukaan ayahnya anggur beras. Dia dan adiknya menuangkan secangkir anggur beras dan memberikan penghormatan kepada almarhum ayahnya dan ibunya menangis.

Sinopsis Reply 1988 10Sinopsis Reply 1988 11

Hari pembukaan Olimpiade akhirnya tiba, dan jalanan begitu lengang saar siarannya dimulai. Keluarga Duk Seon berkumpul di depan TV, dan ternyata dia tetap diikutkan menjadi gadis pembawa papan tanda perwakilan negara.

Orang tua dan adiknya berteriak karna kegirangan ketika dia muncul di TV, dan meskipun kakaknya menolak untuk ikut nonton, dia masih mendengarnya dari balik kamarnya. Sun Woo dan keluarganya juga berteriak dan di rumah keluarga Jung Hwan juga bersorak kegirangan kecuali Jung Hwan. Dia tetap saja dingin, tapi saat tidak ada yang melihat dia tersenyum kecil.

Sinopsis Reply 1988 12

Ibunya kembali gagal untuk mengajaknya berbincang, dan dia mengikutinya sampai ke kamarnya untuk bertanya apa yang sedang ia lakukan. Jung Hwan menjawab dengan dinginnya dan cuek bahwa dia sedang belajar. Ibunya merasa bingung harus bagaimana untuk mengajaknya berkomunikasi – tapi dia tetap berusaha mendorongnya.

Akhirnya Jung Hwan mau buka mulut, dia akhirnya memberitahu ibunya bahwa dia menempati tempat pertama dalam ujian baru-baru ini. Dia mengakui betapa irinya dia kepada ibu Sun Woo karna dia menceritakan semuanya pada ibunya, dan juga mengatakan bahwa betapa malunya dia setiap kali dia ngumpul dengan ibu-ibu lainnya karna mereka lebih mengetahui tentang Jung Hwan dibanding dirinya.

Jung Hwan setuju untuk bercerita lebih banyak lagi kepada ibunya, dan ketika ibunya akan keluar dari kamarnya, dia berbalik dan memintanya untuk dibelikan sepasang sepatu sneaker yang baru karna dia menghilangkannya. Dan ibunya menatapnya dengan sangat terharu.

Sinopsis Reply 1988 13Sinopsis Reply 1988 14

Keesokan harinya: Ibunya bertanya apa dia ingin pergi membeli sneaker dengannya hari ini, tapi sebaliknya Jung Hwan hanya meminta uang.

Ibu Sun Woo bertanya apa rokok itu milik Jung Hwan, karna dia berpikir bahwa rokok itu pasti milik Jung Hwan, karna bukan punya Sun Woo. Sun Woo menjawab bahwa Jung Hwan tidak merokok dan dia juga bertanya-tanya siapa sebenarnya pemilik rokok itu. Sebuah flashback menunjukkan bahwa rokok itu milik ibu Jung Hwan. Adiknya membawa pulang bajunya dan saat dia bermain di kamar Sun Woo, rokok itu jatuh dari kantong baju ibu Jung Hwan.

Paman Sun Woo muncul dan tiba-tiba ingin mengajaknya ke kamar mandi umum bersama-sama, yang membuatnya kebingungan. Itu ide ibunya – dia menyuruh adiknya untuk mengajari Sun Woo bercukur dan menyuruh mereka pergi dengan kedipan dan anggukan.

Sinopsis Reply 1988 15Sinopsis Reply 1988 16

Ketika Duk Seon pulang setelah mengikuti salah satu hari paling bersejarah dalam hidupnya, ayahnya sudah ada menungguinya di luar rumah. Dia membawanya di sebuah toko kecil tak jauh dari rumah mereka, dimana Duk Seon menunjukkan pada ayahnya souvenir-souvenir yang ia dapat dari atlet-atlet Olimpiade, dan sepasang burung mati yang akan ia kubur. Ayahnya mengatakan bahwa dia juga mempunyai sesuatu yang ingin ia berikan buatnya, dan dia membawa sebuah kue ulang tahun hanya untuknya.

Ayah berkata bahwa dia dan ibunya minta maaf, dan lanjut mengatakan ketika kakaknya lahir, dia dan istrinya khawatir tentang bagaimana mengajarnya. Ketika Duk Seon lahir, mereka khawatir bagaimana membesarkannya. Dan ketika adiknya lahir, mereka khawatir bagaimana membentuknya menjadi orang yang baik: “Ayah tidak langsung menjadi sosok ayah ketika kau lahir. Ini pertama kalinya saya menjadi seorang ayah.” Dia meminta pengertiannya, dan mengatakan dengan bangganya bahwa putrinya sudah tumbuh dengan sangat cantik.

Sinopsis Reply 1988 17

Dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri bagaimana dia akan menjalani hidupnya ketika nanti dia menikah dan meninggalkannya, tapi Duk Seon mengatakan bahwa dia tidak akan menikah, dan dia menegurnya untuk tidak mengatakan hal itu. Mereka menyalakan lilinnya dan dia mengucapkan selamat ukang tahun pada Duk Seon, dan dia meniup lilinnya dan memakan semua kue itu.

Dan kita bisa mendengar suara Duk Seon yang sekarang berkata bahwa keluarga mungkin tak tahu, tapi apanya yang penting dengan mengetahui. Pada akhirnya yang membantu mengatasi tantangan bukan otak tapi seseorang yang akan memegang tanganmu dan tidak akan membiarkanmu pergi – dan kita bisa melihat Duk Seon dan ayahnya saling bergandengan tangan pulang ke rumah bersama.

Dia menambahkan: “Pada akhirnya itulah keluaga – yang menutupi luka dari dunia diluar rumah, dan goresan yang menimpamu dalam kehidupan dan bahkan rasa sakit yang diberikan oleh keluarga kita sendiri. Orang yang akan memegangmu dan berdiri disampingmu sampai akhir adalah keluarga.”

Sinopsis Reply 1988 18Sinopsis Reply 1988 19

Dan dia kembali berkata, sejarah kembali terulang. Sebulan  kemudian, Ayah bangun di tengah malam karna asap dari batubara yang mereka gunakan untuk menghangatkan rumah mereka, dan dia dan istrinya masing-masing membopong anak mereka keluar untuk menyelamatkan mereka.

Sampai mereka ada diluar, mereka akhirnya menyadari bahwa mereka lupa membawa Duk Seon, yang harus menyelamatkan dirinya sendiri.

Sinopsis Reply 1988 20

Di masa sekarang, Duk Seon yang diperankan oleh Lee Mi Yeon. Dia diwawancarai tentang – kapan dia dan suaminya pertama kali bertemu. Dia berkata sudah bertahun-tahun sejak mereka bertemu. Mereka besar di kompleks yang sama: “Saya tidak pernah membayangkan akhirnya menikahinya. Saya pikir sesaat saya menjadi gila atau sesuatu,” dan dia menghubungkannya dengan semua karbon monoksida yang ia hirup saat dia tumbuh besar. Dia berpikir suaminya beruntung mendapatkan istri secantik dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*