Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Reply 1988” Episode 1 Bagian Pertama

Sinopsis “Reply 1988” Episode 1 Bagian Pertama

Sinopsis Reply 1988

Suara seorang wanita bercerita memperkenalkan tahun 1988, saat dimana situasinya dingin tapi hati mereka berapi-api. Mereka tidak punya banyak tapi hati orang-orang hangat. Itu sebuah ‘analog umur’, bahkan mereka hidup di usia 18 tahun mereka dengan memakai slip on sneakers dan tentu saja denim. Mereka mendengarkan lagu-lagu baru dengan walkman mereka, ujar si wanita.

Para lelaki sukanya dengan Jaime Sommers Joey Wong, dan bagi para wanita mereka tergila-gila dengan Pierce Brosnan, Tom Cruise, Richard Gere dan New Kids on the Block. Tapi katanya ada satu film yang sangat disukai oleh anak-anak muda di generasi mereka, dan film itu adalah: A Better Tomorrow 2. Filmnya dimainkan dalam sebuah TV hitam putih kecil disaksikan oleh lima orang remaja dengan sangat serius. Tepatnya September 1988.

Sinopsis Reply 1988 2Sinopsis Reply 1988 3

Saat klimaks dalam film itu, seseorang mengambil camilan dan meledakkan bungkusannya sampai isinya berhamburan mengenai mereka semua. Dia adalah Yoo Dong-Ryong. Suara wanita ini memberitahu kita bahwa meskipun dia terlihat tidak menarik dan aneh, dia adalah Konselor di lingkungan tempat tinggal mereka.

Disampingnya seorang pemuda marah kepada Yoo Dong Ryong — yang menyuruhnya untuk nanti saja makannya. Dia adalah Kim Jung Hwan (Ryu Joon Yeol); dan suara itu menjelaskan bahwa dia tinggal dibelakang rumah mereka dan dia memanggilnya “Anjing.” Dan suara itu menambahkan sebenarnya dia bukan manusia.

Sinopsis Reply 1988 4Sinopsis Reply 1988 5

Dan disampingnya lagi adalah Taek (Park Bo Gum). Ini adalah tempatnya dimana mereka sekarang sedang berkumpul menonton bersama – sangat pandai dalam bermain Baduk. Suara itu berkata, “Apa yang akan ia lakukan dengan itu karna dia hanya seorang yang idiot ketika mengerjakan  hal yang lain?”

Jung Hwan menyuruh Taek untuk mengambilkannya kain sedangkan Yoo Dong Ryong menyuruhnya untuk diambilkan minuman – Taek melakukan apa yang mereka suruh. Satu-satunya orang yang membela Taek adalah Sun Woo (Go Kyung Pyo) yang menyuruh Yoo Dong Ryong untuk pergi mengambilnya sendiri apalagi Taek adalah pemilik rumah ini. Suara itu mengatakan bahwa dia adalah anak yang paling normal dalam lingkungan tempat tinggal mereka.

Sinopsis Reply 1988 6

Dan yang terakhir, seorang gadis memukul Jung Hwan karna dia tidak bisa mendengar film yang sedang ia tonton. Si narrator awalnya ragu-ragu mengakui bahwa: “Um…ini saya, 27 tahun yang lalu.” Dia adalah  Sung Duk Seon (Hyeri).

Taek kembali dengan membawa makanan ringannya dan disaat yang sama jam di ruangannya berbunyi menunjukkan pukul enam. Dan seorang wanita di lorong kecil itu memanggil Jung Hwan untuk pulang makan malam. Dan kemudian ibu Sun Woo dan yang terakhir ibu Duk Seon.

Sinopsis Reply 1988 7Sinopsis Reply 1988 8

Mereka semua bergegas pulang dan masing-masing mengambil camilan yang dibawa Taek dan rumah mereka tidak jauh letaknya satu sama lain. Semua temannya telah pergi, tinggallah Taek sendiri di ruangan itu dan kemudian Ayahnya juga memangginya untuk makan malam. Kamera juga menunjukkan bagaimana situasi tempat tinggal mereka di Ssangmundong, dan Duk Seon yang sekarang bercerita bahwa dia lahir dan dibesarkan di kompleks ini. Dia bercerita dulu tidak ada internet apalgi smartphone. Jika memikirkannya sekarang, dia tak habis pikir bagaimana mereka menghabiskan waktu-waktu mereka.

Duk Seon membantu ibunya membereskan meja untuk makan malam bersama, dan dapur mereka terlihat sederhana dan tampak Ibu (Lee Il Hwa) memasak nasi di kompor dan memberikan semangkuk nasi milik ayah pada Duk Seon, dan dia menaruhnya di bawah selimut

   Sinopsis Reply 1988 25

Dan kita bisa melihat kakaknya yang pemarah, Sung Bo Ra seorang mahasiswa tingkat kedua di Seoul University mengambil jurusan Pendidikan Matematika. Duk Seon bercerita bahwa kakaknya memiliki pengaruh paling besar dalam keluarga dan anjing betina paling gila dalam kompleks mereka. Ada juga adiknya yang terlihat seperti pria tua, tapi sebenarnya dia berumur 17 tahun.

Berbeda lagi dengan rumah Jung Hwan yang perabotan rumahnya tampak mewah – mereka memiliki kompor gas, penanak nasi dan bahkan telpon. Jung Hwan dan kakaknya duduk dengan tenangnya dimana ibunya menaruh makanan di atas meja makan dan mengambilnya kembali karna Ayah akan datang untuk makan malam bersama.

Ibu Jung Hwan menyuruhnya untuk pergi ke bawah di rumah Duk Seon dengan membawa salad untuk mengambil semangkuk nasi untuk Ayahnya, dan saat dia datang dia menghadiahi Duk Seon sebuah tendangan dari belakangnya. Ibu Duk Seon memberinya nasi dan kimchi yang ia buat, dan dia menerimanya dengan muka cemberut karna tahu apa yang akan terjadi.

Sinopsis Reply 1988 10

Dia membawa pulang kimchi dan ibunya memberinya lagi masakan yang harus dibawa ke bawah dan saat dia akan membawanya Sun Woo datang ke rumahnya dengan membawa masakan dari ibunya. Jung Hwan hanya diam melewatinya memasang muka cemberut, karna tau mereka hanya akan saling tukar menukar menu masakan.

Saat yang lainnya masuk dari rumah satu ke rumah lain untuk saling menukar makanan, Taek dan ayanya sejenak duduk bersedih di meja makan karna hanya ada nasi dan satu lauk; tapi tidak lama kemudian meja makan mereka dipenuhi dengan banyaknya lauk dari ibu-ibu itu.

Sinopsis Reply 1988 11

Mereka terus saja saling menukar menu, sampai mereka semua bertemu di jalan sambil memegang masakan. Jung Hwan mengomel seharusnya mereka semua makan bersama saja, jika mereka akan terus seperti ini. Mereka semua kembali ke rumah masing-masing, dan Duk Seon menyapa ayahnya (Sung Dong Il) di lorong rumah mereka.

 Keluarga Duk Seon berkumpul bersama di meja kecil mereka di depan TV hitam putih ukuran 14 inchi, dan mereka menyanyikan lagu di iklan TV itu. Ayah heran melihat kenaikan harga es krim yang naik, dan menanggapi bahwa dengan uang 300 won, kamu bisa membeli sebungkus rokok. Tapi Adiknya keceplosan mengatakan bahwa harga rokok sekarang 600 won, dan akhrnya dia dihadiahi pukulan oleh ayahnya karna ketahuan merokok. Kemudian dia juga dipukuli oleh kakaknya setelah mengatakan bahwa rokok itu untuknya.

Sinopsis Reply 1988 13Sinopsis Reply 1988 12

Ibu Duk Seon dengan senangnya meminta gaji Ayah, dan dia kemudian menghindar ketika istrinya mulai menghitung uangnya, karna menyadari bahwa gaji kali ini sangat sedikit. Ayah berkata bahwa dia telah membantu temannya yang terlilit utang setelah meminjam uang, tapi istrinya menjelaskan bahwa mereka juga jatuh bangkrut karna hutang-hutangnya. Istrinya menggerutu karna tidak bisa membayar biaya sekolah No Eul dan Duk Seon ditambah lagi biaya kuliah Bo Ra.

Suaminya sangat optimis, dengan mengatakan bahwa mereka sehat dan memiliki tiga anak-anak mereka yang cerdas, tapi ibu Duk Seon menunjukkan padanya bahwa Duk Seon menduduki tempat ke 999 di sekolah dan No Eul tempat ke 1000. Bo Ra sama sekal tak perduli dengan menipisnya gaji Ayah bulan ini dan malah menuntut kacamata baru untuk ulang tahunnya, dan Duk Seon menginginkan untuk merayakan ulang tahunnya secara terpisah tahun ini dengan kakaknya meskipun tanggal ulang tahun mereka hanya selisih tiga hari.

Kakak beradik ini berkelahi, dan ayah menangis sambil berteriak karna dia tak bisa hidup dengan tenang meskipun hanya sehari di rumahnya.

Sinopsis Reply 1988 14Sinopsis Reply 1988 15

Kembali ke rumah keluarga Jung Hwan, dimana mereka hanya duduk diam di meja makan sambil menunggu Ayah pulang. Ketika dia datang, Ayah menyapa keluarganya dengan nyanyian dan tarian, sayangnya tak satupun anggota keluarga mereka yang humoris.

Kakak Jung Hwan berusia 24 tahun dan sedang berusaha agar bisa masuk universitas untuk yang keenam kalinya. Dia tertarik terhadap segalanya kecuali belajar, seperti yang tertulis dalam caption.

Sinopsis Reply 1988 16

Sun Woo makan malam bersama Ibu dan adik kecilnya, dan saat Sun Woo menemukan sesuatu yang mengganggu di masakan ibunya; dia menyebutkan bahwa Ayah tidak suka ini – meskipun dia tidak ada di rumah ikut makan bersama mereka. Baik ibu Sun Woo dan Jung Hwan, keduanya bertanya tentang Duk Seon yang terpilih sebagai gadis pembawa papan tanda nama negara. Dan kemudian kita bisa melihat Duk Seon di kamarnya latihan berjalan sambil memegang sebuah papan tanda untuk negara Madagascar, untuk membawa para atlit dari negara itu dalam upacara pembukaan Olimpiade nantinya. Dia menari sambil memegang papan tandanya, dan ketika papan tandanya itu mengenai kepala kakaknya, dia dihadiahi pukulan.

8 hari sebelum hari H-nya (Olimpiade Seoul 1988), Sun Woo meminta 1000 won saat akan berangkat untuk sekolah buat membelikan hadiah pernikahan guru mereka. Jung Hwan juga melakukan yang sama, tapi dia memintanya jauh lebih besar 30,000 won.

Sinopsis Reply 1988 17Sinopsis Reply 1988 18

Di rumah Duk Seon, kakak dan adiknya ingin dibuatkan telur goreng untuk sarapan pagi mereka. Dan ibunya melihat ke arah Duk Seon dan hanya dua telur yang tersisa di kulkas. Duk Seon memberitahu ibunya bahwa dia tidak ingin telur, dan di meja makan kecil Ibu memberikan kacang merah hitam sebagai pengganti telur.

Sambil sarapan pagi, perang kakak beradik kembali di mulai. Kakaknya mendapati Duk Seon memakai lip glossnya dan marah besar. Ayah dan Ibu hanya bisa dibuat khawatir ketika mendengar amarah anak pertamanya yang memuncak keluar.

Tapi Duk Seon menunggu sampai kakaknya keluar dari rumah sampai akhirnya dia masuk ke kamar dan mulai menggunakan peralatan make up kakaknya mulai dari eyeshadow biru, lipstik merah terang, menaruh selotip kecil di kelopak matanya, dan bulu mata lentik dari batang korek api panas. Menjadi gadis pembawa papan tanda, ternyata tidak semudah itu. Dia tampak kecapaian berjalan sepanjang stadium sambil membawa papan tanda besar itu.

Sinopsis Reply 1988 19

Di sekolah khusus pria, dimana Sun Woo, Jung Hwan dan Dong Ryong sekolah di tempat yang sama. Sun Woo adalah ketua kelas, dan hanya bisa menghela nafasnya mengetahui uang yang mereka kumpulkan untuk hadiah pernikahan guru mereka telah dicuri.

Dia berbalik ke arah Jung Hwan karna ingin tahu berapa banyak uang yang tadi ia minta di ibunya, setengah dari uang yang mereka butuhkan ada di dompetnya. Tapi, Jung Hwan hanya perduli untuk pergi keluar bermain sepak bola dengan para senior, dan ketika kedua temannya menolak, dia memberikan uangnya untuk membuat mereka ikut pergi dengannya.

Ketiga ibu-ibu itu duduk sambil potong sayur di lorong kecil mereka sambil mulia bergosip yang tidak-tidak. Saat ayah Duk Seon pulang dari kerja, tepat di saat mereka bertiga lagi semangatnya membicarakan tentang makanan-makanan yang cocok untuk menambah vitalitas suami mereka. Mereka menggodai Ayah dan ibu Duk Seon untuk menghabiskan malam mereka berdua apalagi anak-anak mereka belum pulang; dan ayah mengomel karna dia paling tidak suka pulang ke rumah dan harus berjalan melewati mereka.

Sinopsis Reply 1988 21Sinopsis Reply 1988 20

Ternyata ayah Taek adalah pemilik dari toko perhiasan, dan ayah Jung Hwan berdiri di depan tokonya sambil memperlihatkan lelucon konyolnya, tapi malah diabaikan. Dan hal yang sama juga dilakukan oleh istrinya.

Keesokan harinya wajah Sun Woo memakai plester — sepertinya karna bermain sepak bola wajahnya jadi sedikit lecet. Tapi untunglah mereka bisa punya cukup uang membelikan hadiah untuk guru mereka, dan semua siswa memberinya ucapan selamat – semua berkat Jung Hwan. Jung Hwan dan Dong Ryong kecewa kepada Sun Woo karna dia tidak ikut dengan mereka untuk ngumpul bareng karna harus bermain dengan adik kecilnya. Maka hanya mereka berdua yang pergi dengan uang yang tersisa di dompet mereka.

Jung Hwan meradang ketika melihah Dong Ryong di jalan, diapit oleh dua orang si tukang bully di jalan yang sama dimana teman mereka sempat kecurian dengan uang kelas yang ia bawa. Dengan diam-diam Jung Hwan mengikuti mereka, mengukur kemampuan lawan untuk berkelahi. Dia bisa menghadapi mereka selama Dong Ryong menghadapi yang satunya. Dia mengangkat kepalanya dan berdebat pada dirinya yang mana yang harus ia pukul duluan yang kanan atau yang kiri—hanya saja sebelum dia berani mendaratkan pukulan itu dia sudah terlebih dulu ketahuan dan dipanggil untuk ikut dengan temannya.

Sinopsis Reply 1988 26

Untungnya mereka masih punya sedikit uang untuk diserahkan kepada dua orang tukang bully ini. Saat keduanya dibiarkan pergi, salah satu dari mereka meminta sepatu sneaker Jung Hwan dan Dong Ryong. Keduanya melepaskan sepatu mereka, tapi hanya Dong Ryong yang disuruh untuk kembali mengenakan sepatunya.

Di tempat ngumpul ibu-ibu, ibu Jung Hwan mengeluhkan suaminya bahwa belut sama sekali sia-sia karna suaminya tidak menunjukkan cinta. Sun Woo pulang untuk bermain dengan adik kecilnya, dan ibunya bertanya apa dia sudah mendapatkan hasil dari nilai ujiannya, dan apakah kali ini dia tidak menempati tempat pertama. Dia khawatir melihat plester di wajahnya, bertanya-tanya apa itu terjadi karna dia berkelahi dengan seseoran, tapi Sun Woo memberitahunya bahwa dia tidak akan melakukan itu.

Sinopsis Reply 1988 22Sinopsis Reply 1988 24

Ibu Jung Hwan kaget mendengar bahwa mereka bahkan telah mengikuti ujian, karna putranya sama sekali tidak memberitahunya. Tidak lama kemudian Dong Ryong dan Jung Hwan pulang, dan saat dia disambut oleh ibunya, Jung Hwan malah mengabaikannya. Ibu Duk Seon mengatakan bahwa meskipun menempati posisi ke 999, anak perempuan jauh lebih baik.

***BERSAMBUNG***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*