Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Reply 1988” Episode 2 Bagian Pertama

Sinopsis “Reply 1988” Episode 2 Bagian Pertama

sinopsis reply 1988sinopsis reply 1988 2

[Baca juga:Sinopsis Reply 1988 Episode 2 Bagian Kedua]

September 1988, ayah Jung Hwan merekam  sebuah video untuk memperkenalkan anggota keluarganya yang penuh kerukunan dan cinta. Dia masuk ke kamar putra pertamanya, dan mendapatinya sedang tidak ada di kamarnya (ternyata dia lagi asyik bermain game diluar), dan putra keduanya Jung Hwan menutup pintu kamarnya tepat dimukanya, dan istri tersayangnya juga melakukan hal yang sama – muak dengan hal gila yang dilakukan suaminya.

Untungnya Duk Seon datang dan dia satu-satunya orang yang menghargai sifat ayah Jung Hwan yang humoris. Dia datang untuk memberikan sebuah botol minyak yang dibawa oleh neneknya. Mereka berdua menyanyi dan menari bersama, dan Jung Hwan hanya menggeleng kepalanya kepada mereka berdua, dan ibunya memberitahu Duk Seon untuk tidak mengikuti sikapnya. Duk Seon sangat bahagia karna dia menyayangi neneknya, tapi besok dia akan segera pulang. Dia tanpa sadar mengambil makanan yang ada di atas meja dengan tangannya, dan Jung Hwan memarahinya. Dan dia balik membalas “memangnya apa masalahnya denganmu?”.

sinopsis reply 1988 3sinopsis reply 1988 4

Di rumah, Duk Seon tidur merapat sambil bermanja-manja kepada neneknya. Duk Seon sangat mengagumi neneknya, sampai kakaknya merusak suasana hatinya. Dia memberitahu neneknya tentang nama panggilannya ‘IWESS’ – Orang bodoh yang sangat buruk dalam pelajaran. Tapi Duk Seon juga menyinggung kakaknya yang juga tidak fokus belajar dan hanya sibuk melakukan demonstrasi. Keduanya kembali terlibat pertengkaran, dan ayahnya keluar dari tempat tidurnya dan berteriak kepada keduanya.

Duk Seon kembali tidur merapat dengan neneknya dan bertanya siapa diantara kedua putranya yang terbaik, dan Nenek mengatakan keduanya baik karna keduanya tidak pernah bertengkar satu sama lain. Duk Seon mengatakan bahwa kakaknya yang mulai duluan, sehingga kakaknya bangun dan menarik rambutnya. Sepertinya telinga ayah mereka sangat tajam karna dia langsung muncul begitu keributan itu dimulai degan membawa kayu.

sinopsis reply 1988 5sinopsis reply 1988 6

Keesokan paginya, keluarga Duk Seon melihat nenek pergi, dan menyesalkan karna dia tidak bisa tinggal lebih lama lagi. Nenek melihat ibu Duk Seon membuang sebuah vas lama, dan memutuskan akan membawanya  pulang karna dia tidak bisa melihat vasnya dibuang begitu saja. Nenek dan ayah bercekcok satu sama lain di jalan.

Berangkat ke sekolah, hari ini Duk Seon dandan semenarik mungkin. Dia memakai hairspray untuk poninya bahkan sampai memakai jaket denim kakaknya. Duk Seon bersiap akan berangkat sampai ibunya melihatnya memakai pakaian kakaknya, membuatnya khawatir jika sampai Bo Ra melihatnya.

Duk Seon berpose di depan teman-teman prianya berharap dapat pujian, dan Jung Hwan tanpa menatapnya sedikitpun hanya berjalan pergi dari hadapannya. Sun Woo mengenali bahwa itu jaket milik kakaknya dan memperingatkannya bahwa mereka akan terlambat ke sekolah.

sinopsis reply 1988 7

Duk Seon berhenti untuk menyapa Taek yang berkata bahwa kemarin dia pulang. Dia hanya meminum susu paginya dimana teman-temannya yang lain bergegas ke sekolah. Duk Seon menepuk bokongnya seperti anak kecil dan menyuruhnya untuk meminum banyak susunya agar cepat besar sehingga dia bisa menikahinya.

Taek tidak berkata apa-apa, dan dari arah belakangnya Dong Ryong menarik rambutnya sebelum mereka terlambat ke sekolah. Duk Seon tak perduli apa dia akan terlambat atau tidak, karna dia hanya asyik bermain dengan teman-temannya tentang permainan menentukan seberapa besar selebriti menyukai mereka sebagai kekasihnya.

Ibu Jung Hwan dan ibu Duk Seon mempersiapkan untuk pesta perayaan kemenangan Taek dalam pertandingan baduknya, dan mempersiapkan memasak ‘mie Amerika’ alias spaghetti. Ibu Duk Seon segera merasa sangat ketakutan ketika ternyata Bo Ra pulang lebih awal dari yang diperkirakan dan dia mulai berkemas untuk sebuah perjalanan yang tiba-tiba.

sinopsis reply 1988 8

Ibunya hanya bisa berdiri dengan gugupnya — jangan-jangan ulah Duk Seon ketahuan oleh Bo Ra. Bo Ra sibuk menyiapkan pakaiannya, sampai dia menyadari bahwa jaket kesayangannya tidak ada di lemari. Ibunya segera berlari ke rumah Jung Hwan dan meminta telponnya dan kemudian menelpon kepala sekolah dan memintanya agar No Eul bisa bicara dengannya di telpon. Dia bicara dengan putranya dan ekpresi No Eul sama seperti ibunya yang ketakutan setengah mati. Dia berlari dengan sekencang-kencangnya pergi ke sekolah Dun Seok.

Sesampainya dia di ruang kelas Dun Seok, dia berteriak: “Duk Seon jaket!” dan Duk Seon lari secepat kilat untuk bisa sampai di rumah agar terhindari dari bencana besar. Sedangkan dirumahnya, ibunya hanya bisa mondar-mandir di depan rumah menungguinya dan di dalam rumah kakaknya terus saja berteriak mencari Duk Seon – menuduhnya yang telah mengambil jaketnya.

Dia akhirnya tiba di kompleks mereka dan dia melemparkan jaket itu dan ibu dengan sigapnya menangkap dan memasukkannya ke dalam mesin cuci. Untungnya, Ibunya berhasil memasukkan jaket itu ke  dalam mesin cuci sebelum kakaknya menuduh Duk Seon yang telah mengambilnya.

sinopsis reply 1988 9

Tapi kakaknya sekarang marah pada ibunya karna mencuci jaketnya, dan kali ini Duk Seon yang marah dan menyuruhnya untuk dewasa. Yang pada akhirnya mereka terlibat dalam pertengkaran tarik-tarikan rambut. Adik dan ibunya hanya bisa diam di luar rumah, tak ingin terlibat dengan peperangan ini.

Para orang tua satu persatu datang untuk ikut dalam pesta Taek, dan ibu Jung Hwan menghidangkan spaghetti, dimana dia mencampur sausnya  dan menghidangkannya dengan tangan. Ayah Taek datang dengan membawa ayam untuk anak-anak, dan ayah Jung Hwan merekam acara ngumpul-ngumpul ini dengan kamera recorder barunya. Istrinya marah sehingga dia menaruhnya di lantai tapi kameranya masih menyala.

sinopsis reply 1988 10

Anak-anak akhirnya tiba, dan masing-masing orang tua memiliki anak kesayangan mereka. Ibu Duk Seon menyukai Sun Woo dan ayah Jung Hwan menyukai Duk Seon, dan para orang tua ini memperebutkan Taek ketika dia datang. Ayah Duk Seon menyebutnya menantu, dan orang tua Jung Hwan bersiap untuk mengadopsinya.

Para orang tua kagum melihat Taek sekarang sudah tumbuh dewasa, tapi ayahnya menyebutnya masih anak-anak. Semua yang ia tahu hanya bermain baduk, dan tidak tahu apa-apa tentang dunia.

sinopsis reply 1988 12    sinopsis reply 1988 11

Mereka mengadakan pesta untuk Taek karna dia baru saja memenangkan kompetisi terbesar baduk di Korea, dan para orang tua ini bertanya berapa hadiah uang ia dapat. Ayahnya menjawab 50,000,000 dan semuanya menganga. Taek juga menjawab pertanyaan yang sama dari teman-temannya, yang berteriak, “50 juta won?” dan mereka kemudian mulai menyanyi minta dibelikan topokki, topokki, topokki.

Sun Woo bertanya apa Taek akan kembali ke China sebelum ulang tahunnya, karna mereka ingin dibawakan botol minuman keras. Duk Seon berniat ingin mengadukan mereka tapi Sun Woo memasukkan jarinya di mulutnya dan memperingatkannya untuk jangan bilang-bilang. Mereka tahu bahwa Taek slalu mendapatkan botol minuman keras di China, dan Jung Hwan memberitahunya untuk kali ini tidak memberikannya pada ayahnya, tapi pada mereka.

sinopsis reply 1988 14sinopsis reply 1988 13

Para orag tua asyik berbincang satu sama lain dengan ditemani minuman ditambah lagi alunan musik – semuanya ayik berpesta dan anak-anak hanya bisa mengeluhkan sikap orang tua mereka. Tanpa melihat mereka bisa tahu bahwa ibu Sun Woo dan ayah Jung Hwan yang menyanyi.

Duk Seon bertanya pada Taek apa yang ia inginkan untuk ulang tahunnya, dan bertanya apa dia mendengarkan musik. Sun Woo mengingat bahwa Taek hanya mendengarkan Deulgukhwa, dan bertanya apa dia ingin solo album Jeon In Kwon. Taek tidak mengatakan apapun, dan hanya mengangguk dengan senyuman. Mereka semua diam-diam keluar untuk pergi makan topokki bersama, dan memastikan mereka tidak mengganggu tarian dan nyanyian orang tua mereka di ruang tamu.

Beberapa minggu kemudian, bulan Oktober dan Olimpiade telah ditutup. Duk Seon yang bertugas untuk menyiapkan makanan untuk saudara-saudaranya, karna ayah dan ibunya harus pergi ke desa untuk menjaga neneknya karna kesehatannya terganggu. Sarapan pagi kali ini adiknya yang bertugas sebagai penyambung pesan antara Duk Seon dan kakaknya – dimana kakaknya harus bangun dan sarapan pagi, Duk Seon harus  menyumbat wajahnya. Dan saat menyampaikan pesan kakak beradik ini, dia memberi selingan pukulan untuk mereka. Dan pada akhirnya kakak beradik ini bertengkar tapi kali ini saling melempar air dengan timba.

sinopsis reply 1988 16sinopsis reply 1988 15

Di sekolah, Dong Ryong mengingatkan Sun Woo bahwa malam ini mereka akan pergi ke bioskop. Jung Hwan mengatakan mereka akan bermain sepak bola kembali di jam makan siang, dan Sun Woo menolak untuk ikut bergabung dalam permainan keras ini. Jung Hwan membela seniornya yang tidak disukai oleh Sun Woo, dan mengatakan dia bukan anak yang nakal.

Dong Ryong mencoba untuk melembekkan hatinya dengan melakukan gerakan lucu di depannya, “Sun Woo, Sun Woo! Tolong? Siapa yang akan mencetak goal untuk kita?,” dan Jung Hwan juga melakukan hal yang sama. Dan Sun Woo hanya menatap Jung Hwan dan berkata, “Saya akan membunuhmu.”

Di sekolah khusus putri, Duk Seon dan temannya membaca novel romantis kesukaan mereka. Teman mereka membaca dengan keras  tulisan dari novel itu tentang luapan hasrat yang yang berapi-api dan mengejek keduanya bahwa tidak ada pria seperti yang ada dalam novel ‘dada telanjang yang berbentuk’ itu di dunia nyata.

sinopsis reply 1988 18sinopsis reply 1988 17

Sibuk membahas ‘dada telanjang yang berbentuk’ dalam novel itu bersama teman-temannya, kita beralih ke lapangan dimana para siswa pria melepaskan baju mereka untuk bermain sepak bola. Sun Woo sangat jago bermain sepak bola, dan tampaknya teman satu timnya jengkel melihat kelihaiannya menggiring bola, yakni seniornya yang sangat ingin mendapat pujian meskipun dia sangat buruk dalam bermain.

Duk Seon menyelesaikan novelnya dan mengeluh karna novel yang ia baca terlalu lemah – hanya ada ciuman. Dia mengambil novel yang lain dan memohon agar kali ini tidak mengecewakannya. Duk Seon ketakutan setengah mati ketika dia dipanggil ke kantor guru, mengira dirinya ketahuan telah menyelundupkan novel ke sekolah.

Temannya menyembunyikan kumpulan novelnya di dalam tas dan melapisinya dengan pembalut dan menyuruh Duk Seon untuk mengatakan bahwa dia hanya mengantarkannya. Tapi ketika dia masuk ke kantor, gurunya memberinya telpon itu dan mengatakan dia mendapat telpon dari rumah.

sinopsis reply 1988 19sinopsis reply 1988 20

Setelah bermain sepak bola, ketiga cowok ini cuci muka, dan si senior tuang bully datang untuk mengajak Sun Woo berkelahi, memanas-manasinya hanya karna dia sangat hebat dalam sepak bola dan Sun Woo menatap seniornya yang hanya memperburuk situasi.

Si senior ini melihat kalung yang dipakai oleh Sun Woo dan menyuruhnya untuk melepaskan kalung itu. Tapi dia hanya diam saja sementara seniornya ini mendorong-dorong kepalanya berulang kali, untungnya mereka terselamatkan oleh bel sekolah yang berbunyi untuk  masuk ke kelas.

Jung Hwan dan Dong Ryung juga dipukuli, dan Jung Hwan bertanya apa dia tidak bisa melepaskannya sebentar saja lalu kembali memakainya. Sun Woo bertanya bagaimana bisa karna kalung itu adalah pemberian ayahnya, tapi Jung Hwan sama sekali tidak mengerti.

 

***BERSAMBUNG***

3 comments

  1. Suka sama drama ini ditunggu lanjutannya ya chingu semangat

  2. daebakkk !! Drama favorit . Reply series 😀

  3. Huaa keren dramanya..
    Ak bru ntn ep 1
    Pngen download lgi smpe ep 16
    Tapi kuota limit 🙁
    Nggu wifi kmps wkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*