Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Reply 1988” Episode 3 Bagian Kedua

Sinopsis “Reply 1988” Episode 3 Bagian Kedua

Sinopsis Reply 1988

[Baca Juga: Sinopsis “Reply 1988” Episode 3 Bagian Pertama]

Kembali ke rumah Duk Seon, hari ibunya semakin diperparah ketika dia mendapat telpon dari Guru putra bungsunya untuk memberitahunya bahwa anaknya  kedapatan menjual minuman keras kepada teman –teman sekelasnya, dimana berdasarkan gurunya mungkin karna dia ingin mengajak jalan kekasihnya . Ternyata itu sumber segepok uang yang dilihat Duk Seon.

Duk Seon lagi semangat-semangatnya untuk kembali lagi berlatih sebelum  acara kompetisi bakat, tapi teman-temannya lebih tertarik untuk menyelinap ke penginapan siswa laki-laki untuk melihat pertunjukan bakat mereka. Duk Seon mencoba menghentikan kedua temannya, tapi mereka sudah manjat di atas dinding. Tapi ketika dia menengok kedua temannya, ternyata mereka  tergeletak di tanah, jatuh dari sebuah ketinggian.

Ketika Ayah pulang, istrinya memberitahunya untuk pergi ke sekolah putra mereka besok, dan marah dengan sikap suaminya yang terkesan cuek dengan masalah ini. Sepertinya dia satu-satunya orang yang sedih karna putranya terpaksa harus menjual minuman untuk dapat mempunyai uang yang bisa dibelanjakan.

Sinopsis Reply 1988 2

Sedangkan, ayah Jung Hwan datang ke rumah dan menunjukkan istrinya  jaket baru mahal yang baru ia beli. Istrinya bahagia karna dia akhirnya mendengarkannya dan membeli sesuatu yang bagus, tapi semuanya tidak berjalan mulus karna dia hanya mendapati ritsletingnya rusak dan kuda Polo yang dijahit di bagian depan jaketnya memiliki enam kaki.

Mimpi buruk Duk Seon akhirnya terjadi – kedua temannya mendapat gips pada lengan dan kaki, dan guru mereka mengaatakan bahwa Mi Ok dan Ja Hyun tidak akan bisa keluar dari kamar mereka selama sisa waktu akhir pekan. Duk Seon bertanya tentang pertunjukan bakat itu, dan  Gurunya mengatakan bahwa dia harus pergi sendiri. Duk Seon bertanya apa yang harus dia lakukan hanya mengisi panggungnya, dan mengatakan bahwa dia akan melakukan apapun untuk tetap tampil di atas panggung.

Sinopsis Reply 1988 3

Dia menghabiskan seharian waktunya dengan  menjulurkan lehernya mencari tiga sahabatnya, dan akhirnya menemukan bus mereka saat akan menepi. Dia tidak bisa memanggil Sun Woo, tapi kemudian mencoba memanggil Jung Hwan, yang menaruh tangannya di pundaknya dan  menyerahkannya botol minuman keras.

Dia memintanya untuk menjaga botol  itu sampai malam ini karna tas mereka akan  diperiksa, dan memberitahu Duk Seon bahwa dia akan datang untuk mengambilnya tengah malam ini. Jung Hwan memperingatkannya bahwa dia akan mati jika dia tidak keluar atau sampai menyentuh barangnya, atau jika sampai dia menghilangkannya.

Setelah itu Jung Hwan berjalan pergi, dan Duk Seon merasa lega ketika Dong Ryung ada berdiri di belakangnya, dan langsung memelukanya dengan sangat senang. Tapi, Dong Ryong menolak untuk membantunya dengan pertunjukan bakat itu, beralasan alergi kepada perempuan. Duk Seon tahu bagaimana memancingnya dan mengatakan bahwa ada seorang gadis di dekolahnya dijuluki Joey Wong dan gadis lainnya dijuluki Maggie Cheung, karna mereka cantik.

Sinopsis Reply 1988 4Sinopsis Reply 1988 5

Perkataannya sama sekali sebuah kebohongan – dia merujuk kepada kedua temannya, yang mendapat julukan itu karna nama mereka mirip dengan kedua aktris yang ia sebutkan. Sepertinya Duk Seon berhasil menggait Dong Ryong, dan dia bertanya-tanya bagaimana mendapatkan Sun Woo dan Jung Hwan untuk ikut.

Duk Seon memberitahunya untuk tidak perlu khawatir, merasa yakin bahwa Sun Woo akan datang karna dia naksir dengannya. Dia memberitahunya bahwa Jung Hwan akan datang ketika dia mengucapkan kata-kata “Sesuatu yang Spesial,” alias botol minuman keras yang ia pegang sebagai sandera.

Sinopsis Reply 1988 6Sinopsis Reply 1988 7

Malam itu kompetisi bakatnya dimulai, dan kedua teman Duk Seon khawatir para cowok-cowok itu tidak akan datang. Tapi Duk Seon merasa yakin teman-temannya akan datang, dan tersenyum ketika ketiganya datang ke arahnya. Sun Woo mengeluh dan Jung Hwan mencoba lari, tapi Dong Ryong menyeretnya.

Ayah pergi ke sekolah No Eul untuk bertemu dengan gurunya, dan dia meminta maaf di depan gurunya, meskipun demikian Pak Guru memastikan bahwa No Eul adalah anak yang baik nilai pelajarannya juga bagus sehingga dia hanya perlu mengarahkannya.  No Eul merasa lega karna Ayah tidak marah besar atas kesalahannya, dan Ayahnya bertanya tentang temannya yang kedapatan melakukan hal itu dengannya. Dia menjawab bahwa dia telah berteman dengan mereka sejak di SMP, dan Ayahnya juga mengenal mereka.

Teman-temannya melihatnya berdiri disana bersama ayahnya dan memanggilnya , “Hei, Kamar Basement!”. No Eul tidak ambil pusing dengan julukan itu dan berlari menuju temannya, tapi ayahnya tiba-tiba tersadar bahwa tinggal di rumah semi basement bukan sesuatu yang harus dibanggakan.

Sinopsis Reply 1988 8Sinopsis Reply 1988 9

Kali ini giliran Duk Seon di ajang kompetisi bakat, ketika gilirannya yang dipanggil naik ke atas panggung, tiga sekawan yang maju tanpa dirinya.

Ketiga sekawan ini akhirnya naik ke panggung, dan ketika mereka mulai menarikan gerakan Sobangcha, para gadis-gadis yang menonton mulai menyoraki dan mereka bertiga berhasil menghipnotis para gadis-gadis itu dengan tarian mereka.

Duk Seon berhasil memenangkan Walkman yang ia incar, berkat sahabatnya. Sun Woo bertanya mengapa dia bisa sebahagia itu padahal Walkmannya bisa saja diambil oleh kakaknya; tapi Duk Seon berniat untuk merahasiakannya.

Sinopsis Reply 1988 10Sinopsis Reply 1988 11

Dong Ryong meminta untuk bertemu dengan gadis cantik yang ia janjikan, dan Duk Seon memperkenalkan pada mereka kedua temannya. Ketika dia memanggil mereka dengan nama kedua aktris Manggie Cheung dan Joey Wang, Sun Woo bertanya apa nama julukannya, dan  Duk Seon menjawab Lee Mi Yeon (yang memerankan Duk Seon dewasa), tapi Jung Hwan marah untuk tidak mencemarkan nama Lee Mi Yeon.

Dong Ryong segera menyeret kedua temannya sebelum mereka lebih lagi berkenalan dengan teman-teman Duk Seon yang jauh dari harapannya, dan Jung Hwan memanggil Duk Seon untuk ikut bersama mereka. Dia memberitahunya untuk memberikan minuman keras yang ia simpan, dan dia menyadari telah menghilangkannya. Dia masih memegangnya ketika berbicara dengan Dong Ryong tadi sore.

Dan sebuah flashback dimana Duk Seon pergi dengan tergesa-gesa untuk segera naik ke bus mereka begitu pula dengan Dong Ryong, dan meninggalkan minuman keras itu di sebuah toko kecil. Seorang pria datang dan mengambilnya.

Sinopsis Reply 1988 12

Jung Hwan tidak punya waktu untuk marah, karna guru mereka ayah Dong Ryong datang mengejar mereka karna telah menyelinap. Duk Seon melambai pada ayah Dong Ryong, dan Jung Hwan harus membawa Duk Seon lari bersamanya sehingga mereka tida tertangkap.

Mereka berpisah, dimana Sun Woo dan Dong Ryong  memilih berlari sekencang-kencangnya, sedangkan Jung Hwan memilih untuk sembunyi karna Dun Seok tak kuat lari. Dong Ryong jatuh, dan dia meminta Sun Woo untuk memukulnya dengan benda yang tumpul agar membuatnya tak sadarkan diri sebelum ayahnya datang. Sayangnya, mereka berdua tertangkap duluan.

Jung Hwan dan Duk Seon bersembunyi diantara dua bangunan dengan lorong yang sangat kecil, dimana badan mereka berdua saling menekan satu sama lain. Awalnya keduanya bernapas begitu keras karna habis lari sehingga mereka tidak menyadari betapa dekatnya mereka seekarang, dan seperti biasa marahan satu sama lain. Tapi kemudian Duk Seon membenamkan kepalanya di dadanya karna kelelahan, dan sepertinya Jung Hwan akhirnya tersadar betapa dekatnya mereka sekarang ini.

Sinopsis Reply 1988 14Sinopsis Reply 1988 13

Sinopsis Reply 1988 23

Dong Ryong dan Sun Woo digiring kembali ke tempat penginapan, sedangkan Duk Seon dan Jung Hwan tetap bersembunyi di ruangan sempit itu. Dan kedunya sepertinya tampak kikuk satu sama lain, dan mereka hanya memalingkan muka untuk menghilangkan kecangggungan yang mereka rasakan.

Hanya saja keadaan bertambah buruk ketika Jung Hwan melihat ke bagian bawah menyadari bagimana tubuh mereka saling menekan satu sama lain apalagi Duk Seon yang kembali membenamkan kepalanya di dadanya – dia sangat kikuk.

Duk Seon juga akhirnya menyadari hal itu,  Jung Hwan berusaha untuk mendorong badannya kebelakang dengan menaruh tangannya di dinding, tapi bagaimana bisa lorongnya kekecilan.

Sinopsis Reply 1988 16

Kemudian malamnya, Duk Seon tidur dengan nyenyaknya sambil mendengarkan lagu dari Walkmannya, sedangkan Jung Hwan terbangun dan tidak bisa tidur.

Aduk Duk Seon mendatangi ayahnya — yang lagi duduk sendiri minum di warung kaki lima, menyampaikan pesan dari ibunya untuk segera pulang, dan saat No Eul berjalan pergi ayah berbisik, “Maaf.”

Orang tua Jung Hwan masih bertengkar tentang jaket Polo rusak yang ia beli, da istrinya menutut agar dia menukar jaket itu pada temannya yang menjualnya.

Sinopsis Reply 1988 15Sinopsis Reply 1988 17

Dia menyuruhnya untuk hanya berteman dengan orang yang memberi mereka bantuan ketika mereka masih miskin seperti yang dilakukan oleh seorang temannya. Meskipun dia sendiri kesusahan, temannya ini mau menolong mereja dan memberinya sejumlah uang. Suaminya akhirnya memberitahu yang sebenarnya – dia adalah teman yang sama yang pernah membantu mereka.

Ayah Duk Seon mabuk di warung kaki lima itu, dan seorang wanita tua datang menjual sesuatu dan menyodorkannya di semua meja. Ayah Duk Seon awalanya menolak, tapi memangginya kembali dan mengatakan ini yang terakhir kali. Ayah Jung Hwan juga minum, dan sepertinya mereka ada di tenda yang berdekatan.

Di televisi, berita melaporkan bahwa narapidana yang melarikan diri akhirnya tertangkap setelah  menyandera sebuah rumah; sayangnya penyanderaan ini akhirnya berakhir dengan pertumpahan darah. Orang pelarian itu akhirnya mempunyai kata-kata terakhir untuk diucapkan “Orang yang kaya tidak bersalah dan orang yang miskn bersalah” – jika seseorang mempunyai uang, dia tidak bersalah dan jika seseorang tidak punya uang, dia bersalah.

Sinopsis Reply 1988 18Sinopsis Reply 1988 19

Ayah mengangap kemiskinan adalah sebuah kejahatan, yang sekarang ia pahami. Duk Seon pulang ke rumah dari retreat sekolahnya dan dengan senangnya memperlihatkan penggaruk punggung sebagai hadiah, tapi kedatangannya hanya untuk menghadapi kemarahan ibunya karna dia sudah menghilangkan kamera dan penggaruk punggung itu menjadi senjatanya utuk memukul Duk Seon.

Duk Seon lari menghindar dari ibunya ke halaman, dimana dia menggunakan Jung Hwan sebagai perisainya. Dia menaruh kedua lengannnya di pinggangnya, terlihat seperti dia memeluknya dari belakang, dan Jung Hwan tampak dibuat kikuk dengan skinship ini.

Dia dan ibunya berdebat dan lari berkeliling di halamana itu, dan Jung Hwan hanya mencoba untuk menghindar agar dia tidak terkena amukan ibunya.Akhirnya ibunya mengayunkan penggaruk belakang  itu dan tidak sengaja memukul Jung Hwan.

Sinopsis Reply 1988 20Sinopsis Reply 1988 21

Ibunya kembali ke rumah dalam keadaan masih marah, dan ayahnya mengatakan mereka bisa membeli kamera yang baru, sehingga dia tidak perlu memukul anaknya. Tapi istrianya berkata bahwa itu semua adalah kesalahannya – seandainya dia menghasilkan uang yang lebih banyak dia tidak harus memukulnya seperti itu.

Suaminya bangun dan mengatakan bahwa dia akan pergi untuk menghasilkan uang sehingga dia bisa menjadi kaya mendadak seperti orang tua Jyung Hwan. Dan istrinya berteriak untuk tidak lagi membuang-buang uang, dan tidak semua orang bisa seberuntung itu.

Flashback tiga tahun lalu di tahun 1986, keluraga Jung Hwan miskin dan tinggal di ruangan basement di sebelah tempat tinggal Duk Seon. Ibunya marah kepada kakak Jung Hwan karna terobsesi dengan tiket loteri dan menyingkirkannya sehingga mereka bisa makan.

Sinopsis Reply 1988 22

TVnya menyala dan nomor tiket loteri pemenang pertama diumumkan, dan ibunya yang pertama menyadari beberapa angka pertama cocok. Mereka semua harap-harap cemas saat nomor terakhir diundi. Angka terakir cocok dan mereka menang, sejenak keluarga ini hanya diam dan tak berkata apa-apa.

Dong Ryong kemudian datang dengan membawa sepiring topokki di tangannya, dan akhirnya Jung Hwa mengatakan, “Dong Ryong, kami akan pindah.” Ayah Jung Hwan menangis, dan istrinya memeluk kedua anaknya saat Dong Ryong hanya berdiri disana dengan kebingungan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*