Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Reply 1988” Episode 3 Bagian Pertama

Sinopsis “Reply 1988” Episode 3 Bagian Pertama

Sinopsis Reply 1988

[Baca juga: Sinopsis “Reply 1988” Episode 3 Bagian Kedua] 

Sedikit mundur di Agustus 1988, dimana Duk Seon sedang belajar gerakan tarian terbaru di toko topokki. Di toko itu dia ada bersama dua sahabatnya: Mi-ok, murid perempuan pertama di sekolahnya yang memakai kawat gigi, dan Ja Hyun, temannya  si pemasok novel romansa yang duduk bersebelahan dengan Duk Seon.

Kedua temannya berharap Duk Seon bisa memahami tariannya dengn benar karna waktu mereka hanya terisa satu bulan. Mereka menunjukkan padanya gerakan yang benar sampai  akhirnya keduanya berhenti  menari ketika tiga sekawan datang — Sun Woo, Jung Hwan dan Dong Ryong. Kedua temannya ini hanya diam menganga mendengar Duk Seon berbincang dengan ketiga sahabat prianya.

Sinopsis Reply 1988 3Sinopsis Reply 1988 2

Sun Woo memegang bahu Duk Seon  dan bertanya apa dia juga ingin ramyun, meskipun demikian dia menolak karna komplain dari Jung Hwan. Tapi ketika tiga sekawan itu pergi, ramyun yang ia tolak sudah ada di depannya dan Jung Hwan sudah membayar semuanya.

Ketiga sekawan itu pergi dan hanya Sun Woo seorang yang pamit pada Duk Seon, dan Duk Seon melambaikan tangannya sambil tersenyum. Kedua temannya hanya menatapnya dengan ternganga dan menunggu sampai ketiga cowok itu pergi. Mereka kemudian memberitahu Duk Seon bahwa Sun Woo menyukainya.  Mereka merasa yakin, menunjukkan bukti bahwa Sun Woo tidak harus memintanya untuk diambilkan air atau sampai memegang bahunya untuk menawarkannya ramyun. Mereka memberinya selamat karna telah mendapatkan pacar.

Kata-kata temannya tadi benar-benar tertancap dalam pikirannya, dan Duk Seon menjadi kegirangan ketika Sun Woo datang ke rumahnya untuk meminjam sesuatu. Dia tiba-tiba berubah menjadi girly dan malu-malu di depannya.

Sinopsis Reply 1988 4Sinopsis Reply 1988 5

Sun Woo kembali lagi saat makan malam, dan ketika Ayah dan Ibu mengajaknya untuk makan bersama, Duk Seon menghilang dari meja makan. Dia lari masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti piyamanya, dan memakai rok dan blouse putih dan terlalu bersemangat memakai bedak di wajahnya.

Dan ketika dia keluar dari kamarnya, semuanya kaget melihat penampilannya dengan bedak yang super tebal di wajahnya. Ayahnya bertanya menurutnya kemana dia akan pergi dengan penampilannya seperti itu, tapi Duk Seon dengan malu-malu menjawab mereka akan pergi makan ramyun.

Duk Seon berjalan keluar dari pintu bersama Sun Woo, dan kita bisa mendengar suaranya berkata, “Di musim panas 1988, kehidupan cinta pertama Duk Seon – cinta pertamaku—dimulai.”

Sinopsis Reply 1988 6

Sekarang kita beralih ke waktu yang sesungguhnya di bulan Oktober 1988, ketika berita terbaru muncul di TV tentang seorang tahanan lolos. Ketiga ibu-ibu seperti biasa duduk di tempat nongkrong, dan ibu Sun Woo khawatir jika seorang pencuri  juga muncul di lingkungan mereka. Sedangkan  ibu Jung Hwan menyebut suaminya seorang pencuri karna tidak memenuhi tugas-tugasnya sebagai seorang suami, dan mengambil sebuah ubi jalar besar dan menghela nafsnya, ha.

Ayah Duk Son pulang dalam keadaan mabuk, membawa kantungan yang berisi sayuran yang tidak mereka butuhkan. Dia kembali mengulang kebiasaannya – membeli sesuatu karna dia merasa kasihan kepada orang lain padahal mereka hanya orang miskin. Karna jengkel melihat sikap suaminya ini, ibu Duk Seon akhirnya  menangis, dan dia bertanya bagaimana dia bisa begitu angkuh membantu orang lain padahal  mereka sendiri tidak bisa membelikan sesuatu pada ketiga anak mereka dan kaus kakinya yang berlubang.

Ayah Duk Seon membela diri bahwa orang-orang yang tidak mampu harus saling membantu satu sama lain, dan uang hanyalah sesuatu yang datang dan pergi. Istrinya mengejek bahwa dia sendiri tidak pernah melihat uang datang untuk mengetahui tentang hal itu.

Sinopsis Reply 1988 7Sinopsis Reply 1988 8

Sedangkan di rumah Jung Hwan, orang tuanya juga berdebat masalah uang, tapi kebalikannya. Suaminya membawa pulang lima buah jeruk, dan istrinya memohon padanya untuk menghabiskan uang seperti orang pada umumnya. Dia membela diri mengatakan bahwa hanya tiga tahun lalu ketika mereka sangat miskin, tapi istrinya tidak ingin mendengar alasan itu lagi.

Dia khawatir jika kedua anaknya akan sama seperti ayah mereka. Ayah Jung Hwan mengatakan dia akan berubah setelah kuliah, tapi istrinya bertanya apa dia mau taruhan apa sekarang Kakak Jung Hwan sedang belajar di kamarnya.

Ternyata kakak Jung Hwan sedang asyik di mejanya dengan koleksi perangkonya. Ibunya  membuka pintu kamarnya dan mendapatinyta seperti perkiraannya. Yang terjadi ibunya kemudian melepaskan amarahnya dalam serangkaian kata-kata kasar, tapi ternyata amarah yang menggebu-gebu itu hanya hayalannya semata. Dia hanya memberitahu kakak Jung Hwan untuk melanjutkannya.

Sinopsis Reply 1988 9Sinopsis Reply 1988 10

Duk Seoan meminta ayahnya untuk dibelikan Walkman, tapi seperti biasa dia memberitahunya untuk berbagi dengan kakaknya. Kedua teman Duk Seon marah karna dia belum bisa menguasai dengan sempurna gerakan untuk tarian mereka, karna mereka harus menampilkannya dalam retreat sekolah besok.

Duk Seon mengatakan dia akan mekakukan apapun untuk menguasainya, memastikan akan mendapat tempat pertama dalam pertunjukan bakat nantinya. Alasan mengapa dia sangat ngotot adalah karna hadiah untuk juara pertama: Walkman yang sudah lama ia minta. Senjata rahasianya adalah Dong Ryong yang mengetahui tarian untuk setiap lagu populer.

Malam itu juga, dia mendapat kursus kilat dari Dong Ryong, yang sebagian besar menyinggungnya karna tidak tahu gerakan Sobangcha. Dia kemudian berbalik kepada Sun Woo dan Jung Hwan yang hanya sibuk duduk di pojok ruangan, dan bertanya apa mereka tahu. Sun Woo: “Kami?’

Sinopsis Reply 1988 12Sinopsis Reply 1988 11

Sinopsis Reply 1988 25

Yang kita bisa lihat hanya wajah terkejut Duk Seon saat melihat ketiga temannya menirukan gerakan Sobangcha di depannya. Kita hanya melihat reaksinya, dan bukan tarian ketiganya, dan Sun Woo memberitahunya bahwa mereka memenangkan tempat pertama membawakan tarian ini tahun lalu.

Dong Ryong memintanya untuk menunjukkan pada mereka apa yang telah ia tangkap sejauh ini, dan Duk Seon menunjuk Jung Hwan dan berkata bahwa dia akan menari jika mereka menutup mulutnya. Sun Woo menyuruhnya untuk diam. Jung Hwan: “Saya bahkan tidak bisa tertawa?” Sun Woo: “Tidak, pergi saja tidur. Oke? Menari.”

Tentu saja, segera setelah dia mulai menari, Sun Woo dan Jung Hwan tidak bisa menahan tawa mereka. Mereka berusaha tetap tenang dan diam melihat gaya tarian Duk Seon.

Sinopsis Reply 1988 13Sinopsis Reply 1988 14

Taek pulang ke rumah dan pelan-pelan menutup pintu kamarnya – tak ingin menggangu Duk Seon. Duk Seon selesai latihan menari dan bertanya apa dia sudah mendekati, dan Jung Hwan tidak bisa lagi menahan tawanya dan berkata tariannya bahkan tidak mendekati sama sekali.

Sun Woo berkata mungkin menari bukan bakatnya, dan dia seharusnya mencoba yang lain. Dong Ryong menyarankan agar mereka semua saling mengumpulkan uang untuk membelikannya Walkman, dibanding harus melalui ini lagi.

Mereka membuka pintunya dan mendapati Taek sedang duduk di lorong kamarnya sendiri, dan sedang bermain baduk. Mereka bahagia melihatnya dan meminta ramyun, dan Sun Woo berdiri untuk memasak karna Taek tidak tahu bagaimana cara membuatnya.

Sinopsis Reply 1988 16Sinopsis Reply 1988 15

Ibu Duk Seon mencoba mengeluarkan bagian terakhir dari botol lotion wajahnya ketika suaminya pulang dengan kembali membawa barang yang tidak berguna. Kali ini sama sekali barang yang tidak berguna – musik untuk bayi. Seperti biasa dia membelinya karna kisah seseorang yang menyedihkan.

Ayah Duk Seon membela diri mengatakan bahwa tinggal di rumah semi basement tidak apa-apa baginya, tapi istrinya menangis saat dia memberitahunya bahwa mereka bahkan tidak punya cukup uang untuk memberikan uang belanja pada Duk Seon di retreat sekolahnya. Dan di atas rumah mereka, ibu Jung Hwan mengenakan krim mahal di wajahnya dan berteriak pada suaminya karna masih memakai baju dalam tipis.

Mereka duduk untuk makan ramyun dan ketika Sun Woo berusaha  untuk mengambil daun wijen, Duk Seon membantunya dengan senyum malu-malu di wajahnya. Taek juga berusaha untuk mengambil kimchi karna dia tidak semahir itu memegang sumpit, dan Dong Ryong menaruh kimchi itu dalam mangkuknya.

Sinopsis Reply 1988 18Sinopsis Reply 1988 17

Taek bertanya tentang retreat, dan Jung Hwan menebak bahwa dia sedikit iri karna tidak bisa pergi dengan mereka. Jung Hwan menunjukkan bahwa inilah mengapa dia memberitahu Taek untuk tidak berhenti sekolah, tapi Dong Ryong menutup mulutnya: “Tahun lalu Taek mendapat seratus juta.”

Duk Seon masih mengira dia ingin datang karna dia tidak pernah pergi ke Gyeongju, tapi Sun Woo bertanya dimana turnamen berikutnya, dan dia menjawab Tokyo.

Ayah Duk Seon pergi ke rumah Jung Hwan dan berdiri dengan ragu-ragu di depan pintu mereka. Istrinya sudah tahu ini akan terjadi dan mendorongnya dan dia masuk sendiri, sedangkan suaminya tersenyum kecil karna lega.

Sinopsis Reply 1988 19Sinopsis Reply 1988 20

Dia minum bersama ibu Jung Hwan dan memberitahunya tentang pertengkaran terakhir dengan suaminya, dan kedua ibu-ibu ini saling berbagi kesengsaraan terhadap suami mereka tentang suami yang satu menghabiskan apa yang tidak ia punyai dan satunya lagi yang masih hidup seperti orang paling miskin di kompleks mereka meskipun sekarang dia yang paling kaya.

Ibu Duk Seon ragu-ragu untuk meminta uang, dan Ibu Jung Hwan bertanya apakah ini tentang uang yang ia pinjam terakhir kali, meyakinkannya bahwa dia tidak harus segera membayarnya. Ibu Duk Seon tidak bisa mengatakan apa-apa setelah itu, dan pergi tanpa sempat menyinggung untuk meminjam uangnya. Dia duduk di rumahnya, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Sinopsis Reply 1988 21

Duk Seon pulang dan melihat adiknya menghitung segepok uang di halaman rumah mereka, dan dia terlihat mencurigakan ketika menyembunyikannya dan mengatakan bahwa itu adalah uang kelasnya yang ia kumpulkan. Dia tampak lega  Duk Seon percaya dengan kata-katanya.

Kedua kakak beradik ini kembali bertengkar saat Duk Seon berkemas untuk retreatnya, ibunya hanya bisa menutup telinganya sambil tetap berbaring di tempat tidurnya. Dia terkejut ketika ibu Jung Hwan datang tengah malam, membawakan sekeranjang jagung. Setelah dia pergi, ibu Duk Seon melihat ada amplop yang disisipkan yang berisi sejumlah uang.

Dan juga ada sebuah catatan, menjelaskan bahwa dia juga dulu pernah hidup miskin — memberitahunya untuk memberikan Duk Seon uang saku untuk retreat sekolahnya.

Sinopsis Reply 1988 23Sinopsis Reply 1988 22

Di pagi hari, Ayahnya mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Duk Seon untuk memintanya berjanji menjaga kamera keluarga mereka dengan hidupnya, dan bersumpah akan tidak mengakuinya jika dia menghilangkannya.

Para cowok-cowok juga berkemas: Jung Hwan mengeluarkan dari lacinya botol whiskey yang ia simpan dan membawanya dalam retreat ini, Sun Woo membawa dua porsi kimbap buatan ibunya dan mencium adik kecilnya, dan Dong Ryong dengan hati-hati menggunakan mousse pada rambutnya.

Di rumah Taek, ayahnya berjuang unutk memasak nasi dengan benar, tapi dia merasa bingung mengapa masih saja salah. Ketika dia memanggil Taek untuk ke meja makan, dia melihatnya sedang menatap secarik kertas dan melihat ternyata kertas yang dilihat Taek adalah tentang retreat sekolah teman-temannya.

Sinopsis Reply 1988 24

Mereka terlebih dulu naik kereta ke Gyeongju, dalam perjalanan mereka anak-anak perempuan menyanyi bersama “Nothing’s Gonna Change My Life For You,” sedangkan di kereta lain Sun Woo dan Jung Hwan sibuk menggambar bikini di badan Dong Ryung saat dia tertidur. Ketika mereka sampai, teman-teman Duk Seon ingin berfoto bersama sebelum naik bus, jadi Duk Seon mencari kamera di tasnya tapi tak ia temukan – kameranya tertinggal di kereta.

Saking sedihnya karna dia menghilangkan benda berharga keluarganya di sampai menangis dan bertanya apa dia bisa pulang, karna berpikir dia tidak bisa menahan rasa takut akan murka ibunya nanti. Ibu gurunya bersedia menelpon dan memberitahu  berita itu kepada ibunya, dan  meskipun demikian kita tidak mendengar sama sekali amarah ibunya saat dia menerima telponnya, Ibunya hanyaa memberitahu Duk Seon untuk tidak khawatir dan bersenang-senang.

Merasa lega tidak kena semprot oleh ibunya, Duk Seon kembali ceria dan menari ketika ada di bus, dia meyakinkan teman-temannya bahwa mereka akan memenangkan tempat pertama di pertunjukan bakat nanti selama tangan mereka tidak patah.

***BERSAMBUNG***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*