Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Reply 1988” Episode 4 Bagian Kedua

Sinopsis “Reply 1988” Episode 4 Bagian Kedua

Sinopsis Reply 1988 5Sinopsis Reply 1988 6

[Baca Juga: Sinopsis “Reply 1988” Episode 4 Bagian Pertama]  

Dalam les Bora, dia akhirnya menyerah mengajar matematika dan bertanya pada Dong Ryong dan Duk Seon apa mereka tahu Bahasa Inggris. Keduanya mengucapkan kata-kata bahasa Inggris yang mereka ketahui, dan bernyanyi menggunakan kata-kata asing melalui lirik-lirik lagu. Mereka menyanyikannya dengan mahir di depan Sun Woo dan Jung Hwan, dan Sun Woo tepuk tangan sambil tersenyum melihat antusias Duk Seon membawakan lagunya.

Sinopsis Reply 1988 7

Orang tua Duk Seon bertemu dengan Taek di jalan saat akan berjalan pulang ke rumahnya dan ibu Duk Seon memastikan suaminya untuk menutup mulutnya dengan tidak menyinggung masalah baduk. Mereka mengundangnya bersama ayahnya untuk makan malam bersama, tapi Taek menolak. Dia juga bertemu dengan ibu Jung Hwan, yang menawarkan untuk makan malam bersama, dan memberi semacam kata-kata penyemangat, “Tetap kuat.”

Ayah Jung Hwan masih ngambek dan menolak untuk makan malam bersama, dan Jung Hwan bergegas pergi ke tempat Taek. Ibunya mengingatkannya untuk berhati-hati dengan perasaan Taek

.Keluarga Duk Seon menonton Kim Hye Soo di TV dan  ayah Duk Seon kagum dengan kecantikannya. Ibunya mengatakan dia juga cantik saat masih berusia 19 tahun, dan suaminya mengingatkannya bahwa mereka bertemu ketika dia masih bermur 18 tahun dan berkata tidak ada sedikitpun bagian dari dirinya yang secantik itu – dan pertengkaran suami istri ini kembali terjadi.

Sinopsis Reply 1988 9Sinopsis Reply 1988 8

Duk Seon ingin pergi ke rumah Taek tapi orang tuanya berteriak untuk tidak mengganggu Taek saat ini. Dan Sun Woo juga diperingatkan oleh ibunya untuk tidak mengatakan apapun pada Taek.

Ayah Taek membersihkan kamar Taek dan sedih melihat bungkusan obat yang kosong di dekat papan baduknya. Ayahnya membersihkan toko saat keempat sahabatnya datang satu persatu, dia mencoba memberitahu mereka bahwa saat ini Taek tidak dalam kondisi yang baik, tapi mereka berempat mengabaikannya dan berjalan masuk ke kamarnya.

Taek duduk di depan papan baduknya sendiri dan menangis, dan Jung Hwan membuka pintu kamarnya. Meskipun sejenak dia tampak kasihan melihat Taek, tapi tanpa memperdulikan perasaannya, Jung Hwan berkata pada Taek, “Saya mendengar kamu kalah total. Bagus, bajingan. Kamu sudah memalukan kota kita.”

Sinopsis Reply 1988 10Sinopsis Reply 1988 11

Mereka semua masuk dengan mengatakan hal yang sama, tanpa segan-segan menyinggung tentang kekalahannya. Taek membela dirinya, “Itu sebuah kesalahan.” Dong Ryong mengatakan pemain Baduk jenius tidak diperbolehkan untuk membuat kesalahan dan Daek menjawab, “Apa saya harus menang setiap hari.”

Dong Ryong mengatakan, “Dong Ryong harus menang setiap hari. Kamu tidak boleh kalah, mengalami nasib malang, jatuh merosot, atau buang air besar. Tidak, kamu bisa buang air besar. Tapi tidak boleh bau.” Mereka semua tertawa dan Taek juga melakukan hal yang sama.

Jung Hwan kemudian memberitahunya bahwa saat ini dia tidak seharusnya tertawa, dan menyarankan untuk mengutuk. Dia menunjukkan caranya dan Duk Seon mendengarnya merasa aneh. Tapi ketika Sun Woo yang melakukannya, Duk Seon melihatnya keren.

Sinopsis Reply 1988 12

Mereka menyuruh Taek melakukannya, dan dia melakukan seperti yang dicontohkan Sun Woo dan Jung Hwan dan mereka semua tertawa mendengarnya. Mereka bahkan berlucu-lucuan dengan sumpah serapah yang diucapkan Taek, dan menyuruhnya kembali untuk mengulanginya lebih baik lagi.

Duk Seon menyalakan TVnya dan dimulailah pesta menari. Mereka berempat menari dan menyanyi dan menarik Taek untuk ikut menari bersama mereka – dan mereka berlima akhirnya senang-senang dan tak ada lagi kesedihan bagi Taek karna memiliki empat sahabat yang ada di waktu tersulitnya.

Orang tua Duk Seon datang ke sekolahnya, dimana gurunya memuji kepribadiannya yang mudah bergaul. Tapi ketika gurunya memperlihatkan nilai-nilai Duk Seon, ayahnya tampak kecewa.

Sinopsis Reply 1988 13

Saat mereka singgah untuk makan malam, ibu Duk Seon mengeluhkan seandainya mereka punya lebih banyak uang, Duk Seon bisa ikut les, tapi suaminya berkata bahwa ibu-ibu lain mengajar anak mereka. Tapi istrinya tak mau kalah mengatakan, “Memangnya gampang membesarkan anak?” Istrinya melihat tingkah suaminya yang menyebalkan mulai dari dia tidak bertanya dulu apa yang ingin ia pesan sampai membersihka giginya dengan sumpit di restoran. Dia merasa iri melihat pasangan yang duduk di sebelahnya dimana sang suami memberikan makanannya dengan penuh cinta dan membandingkannya dengan suaminya yang terkesan cuek dan tidak menunjukkan kasih sayang.

Saat mereka akan pulang dimana masih turun hujan, suaminya mengambil payungnya dan berjalan keluar dari restoran itu lebih dulu, dan ibu Duk Seon mendapati seseorang telah mengambil payungnya. Dia bertanya-tanya pada dirinya, “Bahkan jika saya tidak bisa menukar suamiku, apa saya bisa mencoba menukar payungku?” Dia mengambil sebuah payung bunga-bunga dan bertanya dengan suara pelan siapa pemilik payung ini. Karna tidak ada yang menjawab, dia keluar membawa payung itu.

Tapi ketika dia membuka payungnya, dia mendapati sebuah lubang besar dan  meyakinkan dirinya: “Anggap saja ini keberuntunganku.” Tapi suaminya datang dan mendorong payungnya yang rusak sehingga mereka bisa berada di satu payung bersama. Dia menyuruh istrinya memegang lengannya dan berkata, “Tak perduli seberapa baikpun orang lain terlihat, mereka tetap mempunyai kekurangan.” Ibu Duk Deon berpegangan di lengan suaminya dan tersenyum tipis.

Sinopsis Reply 1988 14Sinopsis Reply 1988 15

Ibu Jung Hwan memanggil semua orang untuk makan kimchi pancake, tapi ketika kedua anaknya datang, suaminya masuk ke dalam kamarnya dan mengabaikan ketika Jung Hwan bertanya pada ayahnya. Jung Hwan ngumpul di rumah Taek dan kemudian duduk di sebelah Dong Ryong dan bertanya bagaimana membuat ayahnya berhenti marah. Dong Ryong menjawab hal termudah di dunia untuk membuat ayahnya berhenti marah adalah menerimanya.

Ayah Jung Hwan makan ramyun sendirian dan mengacuhkan lauk yang ditaruh oleh istrinya di meja. Saat istrinya mengira yang datang Duk Seon, ayah Jung Hwan bangkit dari tempat duduknya dan seperti biasa melakukan gerakan salam yang aneh hanya untuk mendapati ternyata Jung Hwan yang datang.

Ayahnya sejenak terdiam dengan posisi tangannya diatas, karna sadar Jung Hwan pasti hanya akan mengacuhkannya. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, dia mengikuti saran Dong Ryong- mengangkat tangannya ke atas, dan menirukan setiap gerakan ayahnya.

Sinopsis Reply 1988 16

Keduanya sejenak merasa aneh — Ayahnya yang kaget karna untuk pertama kalinya Jung Hwan akhirnya mau menirukan setiap gerakan anehnya, dan Jung Hwan sendiri yang untuk pertama kalinya melakukan hal aneh itu.

Saat Jung Hwan kembali ke kamarnya, ayahnya tersenyum karna bahagia dan dia kembali bersemangat. Istrinya melihatnya telah memakan lauknya dan tersenyum karna merasa lega akhirnya suaminya tidak murung lagi.

Orang tua Duk Seon sekarang sudah baikan, dan ayah Duk Seon bahagia melihat makanan kesukaannya dibuat oleh istrinya tercinta. Ayah Jung Hwan tidak sengaja kukunya yang ia gunting ternyata melayang masuk ke dalam mulut istrinya yang terbuka, dan menyangka akan dipukul. Tapi malah sebaliknya, istrinya mengeluarkan kuku itu dari mulutnya dan mengajaknya minum soju bersama. Saat mereka berjalan keluar, kita bisa melihat foto yang diambil saat ulang tahun ibu Jung Hwan. Semua orang tersenyum dengan lebarnya.

Sinopsis Reply 1988 17Sinopsis Reply 1988 18

 

Dan kita juga bisa mendengar pesan dari DJ radio, “Orang-orang yang hanya membuatku nyaman sungguh bisa memahamiku, memelukku, dan menghiburku. Kadang-kadang kau muak  akan sesuatu dan itu tampak norak sehingga kau bahkan tidak ingin melihatnya tapi satu-satunya orang di dunia ini yang bisa melindungiku adalah ‘orang-orang yang ada di dekatku sekian lama.’”

Duk Seon berpikir kemampuan bahasa Inggis Jung Hwan menjengkelkan, dan berbalik kepada Sun Woo mengatakan, “I am raining”. Tapi Sun Woo membetulkannya tanpa mengatainya bodoh.

Mereka makan ramyun dan Sun Woo bertanya pada Dong Ryong dan Duk Seon apa belajar mereka berjalan lancar, tapi Jung Hwan berpikir tidak akan berjalan lancar dengan menunjukkan bahwa Duk Seon belajar untuk pertama kalinya dalam 18 tahun. Dia dan Dong Ryong memutuskan akan berhenti belajar matematika, tapi mereka lebih tertarik dengan Bahasa Inggris dan menunjukkan kemampuan bahasa Inggris mereka mengucapkan ‘I can not help laughing!’

.Sinopsis Reply 1988 19Sinopsis Reply 1988 20

Dong Ryong mengatakan bahkan Taek tidak tahu itu. Taek menyerahkan Kubus Rubik yang sudah ia selesaikan kepada Jung Hwan dimana kakaknya sendiri menemui kesulitan bagaimana menyelesaikannya, dan Jung Hwan mengatakan bahkan jika Taek mulai belajar untuk pertama kalinya hari ini, dia masih jauh akan lebih baik dari Dong Ryong dan Duk Seon.

Ayah Taek memanggil mereka (para cowok-cowok) untuk membantunya mengangkat sesuatu, dan Jung Hwan yang kebagian tugas membersihkan meja. Ketika Jung Hwan mengangkat mejanya, kakinya kram dan dia berteriak, “Kram!”

Jung Hwan menyuruhnya melakukan sesuatu dengan kakinya yang kram, dan Duk Seon kemudian berkata, “Meow!”, dan seketika itu Jung Hwan dibuat bingung. Duk Seon berulang-ulang menyebut ‘Meow’ sampai membuat Jung Hwan tertawa.

Sinopsis Reply 1988

Duk Seon berangkat ke sekolah saat turun hujan dan mendapati Jung Hwan sedang menunggunya di depan pintu pagar mereka. Duk Seon bertanya apa dia sedang menunggunya, mekipun nampak jelas dia sedang menungguinya tapi Jung Hwan membantahnya. Dia berkata padanya sedang menunggu Sun Woo dan dia mencuri-curi pandang kepada Duk Seon. Tapi ibu Sun Woo kemudian memberitahu mereka bahwa dia sudah berangkat, sehingga Duk Seon juga segera pergi.

Seperti biasa penumpang bus penuh sesak sehingga ketika busnya jalan para penumpang akan terlempar ke depan, kebelakang kesamping kanan dan kiri. Dan kali ini Jung Hwan memutuskan melakukan sesuatu. Dia bergerak menuju tempat Duk Seon dan berdiri tepat di belakangnya untuk mencegah dia terlempar ke belakang atau ke depan.

Sinopsis Reply 1988 21

Sinopsis Reply 1988 3

Jung Hwan memegang pegangan besi di bus itu dengan sekuat tenaga sehingga mereka berdua tidak terlempar. Duk Seon menyadari dirinya tidak terlempar dan dia  kemudian berbalik melihat Jung Hwan ternyata ada dibelakangnya, dan Jung Hwan berpura-pura tidak melihat Duk Seon saat dia menatapnya.

Duk Seon kemudian melihat urat muncul di tangannya karna menahan tubuh mereka agar tidak terlempar dengan sekuat tenaga, dan Duk Seon tersenyum tipis.

Sinopsis Reply 1988 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*