Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Reply 1988” Episode 4 Bagian Pertama

Sinopsis “Reply 1988” Episode 4 Bagian Pertama

Sinopsis Reply 1988Sinopsis Reply 1988 2

[Baca juga:Sinopsis “Reply 1988” Episode 4 Bagian Kedua] 

November 1988, empat sekawan bersiap berangkat ke sekolah. Duk Seon memakai celana leggingnya, Sun Woo makan telur sarapan pagi buatan ibunya yang terasa tidak enak, dan Dong Ryong pamit kepada rumahnya yang kosong — karna tidak ada siapapun di rumahnya.

Jung Hwan menolak tawaran ayahnya untuk diantar ke sekolah dengan mobil, mengatakan dia juga punya mobil – maksudnya sepatu berharganya Air Jordans.

Busnya dipadati oleh para siawa sehingga yang telat datang Dong Ryong harus masuk melalui jendela. Karna busnya sudah penuh sesak, Duk Seon memutuskan naik dan berpegangan di  pintu keluar masuk saat busnya berangkat, dan yang terjadi tidak lama setelah busnya berjalan – Duk Seon terjatuh dari bus.

Sinopsis Reply 1988 3Sinopsis Reply 1988 4

Saat makan bersama keluarganya, Duk Seon mengumumkan kepada keluarganya bahwa dia ingin kuliah. Mereka semua melihat ke arahnya seakan saat ini dia sudah gila, dan saat dia meminta guru les, ayahnya memberitahu Duk Seon untuk belajar dari kakaknya. Duk Seon melihat ke arah Bo Ra dengan tatapan yang menakutkan, dan flashback kejadian tiga tahun lalu ketika Bo Ra mengajarnya matematika dan karna dia tak tahu apa-apa ujung-ujungnya dia hanya mengatainya sangat bodoh.

Duk Seon mengatakan  dia lebih baik mati jika harus diajar oleh kakaknya, karna menurut kakaknya dia kurang konsentrasi ayahnya kemudian mengatakan bahwa ada sesuatu yang bisa mendorong konsentrasinya yaitu dengan menganggap dirinya beruntung  karna memiliki ayah sepertinya dan berkat yang besar karna mereka bisa tinggal di kompleks ini. Dan kemudian kita melihat Duk Seon duduk di depan papan baduk berhadapan dengan Taek.

Sinopsis Reply 1988 5

Taek bertanya apa dia tahu bagaimana bermain baduk, dan Duk Seon mengangguk. Taek menyuruhnya untuk bergerak lebih dulu dan dia menaruh batunya di bagian tengah papan itu. Taek tidak meneruskan permainan dan  malah mengajak Duk Seon untuk makan ramyun  bersama.

Orang tua Duk Seon diundang makan di rumah orang tua Jung Hwan, membagikan ikan yang mereka beli. Ibu Duk Seon kagum melihat ikan yang dihidangkan di atas meja, tapi dia lebih iri dengan cara ayah Jung Hwan yang memberi perhatian pada istrinya saat memberikan daging ikan di mangkuknya. Berbanding terbalik dengan suaminya yang mengambil ikan itu, memakannya sendiri tanpa membiarkannya mencicipi ikan yang ia ambil, dan mencuri nasinya sehingga dia bisa makan lebih banyak.

Ayah Jung Hwan bertanya bagaimana pelajaran baduk akan bisa bertahan pada Duk Seon, dan Ayahnya mengatakan dia sudah berhenti bahkan tidak cukup sehari. Tapi dia juga mendengar ada yang bagus untuk konsentrasi, dan kemudian kita melihat Dun Seon sedang berusaha keras menyamakan warna Kubus Rubiknya.

Sinopsis Reply 1988 7Sinopsis Reply 1988 6

Dia berusaha dan berusaha tapi tetap saja gagal, dan memandangi Taek yang berusaha keras membuka es krimnya. Dia membuat penawaran – Taek bisa menyelesaikannya hanya dalam hitungan detik begitu halnya dengan Duk Seon yang tak perlu menunggu lama membuka penutup es krimnya dan memakannya.

Duk Seon kembali membongkar Kubus Rubiknya dan menyuruh untuk mencocokkannya dan kembali lagi dia secepat kilat menyelesaikan permainan itu. Di rumah Jung Hwan, kakaknya juga mencoba melakukan hal yang sama, dan Jung Hwan menggunakan stopwatch untuk mengukur waktunya.

Ibu Duk Seon bangun pagi mempersiapkan sarapan untuk keluarganya, dan menyapa ayah Jung Hwan yang ada di halaman. Dia membawa lembar ganggang yang besar yang akan ia masak untuk ulang tahun istrinya dan bahkan memeriksa apa pakaiannya kering dan mengambil sepatu ketika akan masuk ke rumah.

Sinopsis Reply 1988 9Sinopsis Reply 1988 8'

Dia melihat semua sikap ayah Jung Hwan yang membuatnya iri dan mulai membandingkan dengan suaminya. Dia masuk ke dalam rumahnya, dan mencubit perut suaminya yang sedang tidur karna jengkel, dan ayah Duk Seon memukul No Eul mengira dia yang melakukannya.

Saat akan berangkat ke sekolah, kali ini Ayah mengingatkannya tentang rencana makam malam mereka. Jung Hwan berbohong bahwa dia ada kelas malam, tapi Ayahnya dengan mudahnya mendapati kebohongannya karna ini hari Sabtu.

Jung Hwan dan Duk Seon keduanya berhenti ketika mereka bertemu di halaman rumah, dan seperti biasa mereka akan saling mengatai. Duk Seon menyebutnya bodoh karna dia akan kedapatan oleh seniornya memakai sepatu andalannya ke sekolah, dan Jung Hwan menyebutnya bodoh dan menunjuk nasi yang menyangkut di pipinya. Duk Seon mengambil nasi itu dari wajahnya dan memakannya, sedangkan Jung Hwan berjalan pergi dengan senyuman tipisnya.

Sinopsis Reply 1988 11Sinopsis Reply 1988 10

Kali ini Duk Seon tidak telat naik busnya, tapi tetap saja penuh seperti biasa, dan tiap kali penumpang yang berdiri dorong mendorong, kebanyakan dari mereka marah, tapi ada juga sejumlah siswa laki-laki yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka berteriak tiap kali mereka mengenai gadis-gadis. Jung Hwan melirik ke arah Jung Hwan yang dikelilingi oleh beberapa siswa laki-laki didekatnya.

Dia semakin khawatir melihat Duk Seon tapi si supir tiba-tiba mengerem busnya sehingga banyak orang yang terjatuh. Dan Duk Seon yang mencoba untuk tidak terjatuh memegang baju Jung Hwan, tapi tidak cukup kuat untuk menopang tubuhnya sehingga kancing bajunya terlepas dan bajunya terbuka. Duk Seon menganga karna kaget melihat ulahnya dan  Jung Hwan hanya menatapnya diam tanpa sanggup berkata sepatah katapun.

Sinopsis Reply 1988 12Sinopsis Reply 1988 13

Malam itu keluarga Jung Hwan bersiap makan malam di luar untuk ulang tahun ibunya, dan hanya ayahnya seorang yang semangat untuk acara spesial istri tercintanya. Seperti biasa Jung Hwan hanya cuek sedangkan kakaknya sampai harus dipancing dengan masakan lezat kesukaannya sehingga dia beranjak dari tempatnya.

Ketika ibu Jung Hwan keluar dengan dandanan terbaiknya, mereka semua melihatnya dengan ekspresi terkejut bukan karna kagum tapi aneh saja melihat dandanannya yang agak berlebihan, dan Jung Hwan bertanya apa dia bisa tinggal di rumah. Ayahnya menolak dan menjawab keluarga harus tetap bersama dan Ayah mengantar mereka dengan mobil kesayangannya ke restoran untuk makan malam bersama.

Sinopsis Reply 1988 14

Di rumah Duk Seon, saat istrinya menghidangkan sejumlah lauk di meja, ayah Duk Seon protes karna makanan favoritnya tidak ada sehingga memancing pertengkaran diantara keduanya. Istrinya menyebut dirinya tidak punya tata krama dan pesona dan suaminya menyebutnya bodoh karna tidak tamat SMA.

Sementara itu, keluarga Jung Hwan tiba di restoran dan baik Jung Hwan dan kakaknya tidak mendengar saran ayahnya, mereka ngotot memesan menu yang berbeda. Ketika si pelayan datang untuk memotret mereka menggunakan kamera polaroid, hanya ayah Jung Hwan yang bahagia.

Dan si pelayan merasa aneh melihat bagaimana ayah Jung Hwan membujuk keluarganya untuk berfoto bersama. Ayah Jung Hwan menyuruh mereka untuk tersenyum, dan foto keluarga mereka ditinggal di atas meja. Saat gambarnya mulai muncul, kita bisa melihat Ayahnya tersenyum lebar.

Sinopsis Reply 1988 15Sinopsis Reply 1988 16

Sun Woo pergi ke perpustakaan untuk belajar dan menemukan kaset radio dengan sebuah gulu-gula di lockernya. Dan catatan kecil tertulis ‘Yang hanya bisa kuberikan padamu adalah gula-gula ini’. Sun Woo bingung siapa yang sudah memasukkan itu ke dalam lokernya, tapi kita bisa melihat Duk Seon dalam perjalanan pulang ke rumahnya dengan bungkus gula-gula di kantongnya ditambah senyuman manis di wajahnya.

Ayah Jung Hwan pulang dengan membawa es krim untuk keluarganya, dan ketika dia memanggil Jung Hwan di kamarnya, dia tidak menjawab  sedikitpun karna sedang memakai earphone dan anak pertamanya hanya melambaikan tangannya tanda penolakan karna fokus dengan Kubus Rubiknya, dan ayah mereka sepertinya kecewa dengan penolakan ini.

Ternyata Jung Hwan sedang mendengarkan kabar tentang kompetisi terbaru Taek dimana dia dikalahkan oleh seorang pendatang baru. Dia menunjukkan kelemahannya dan banyak orang yang berspekulasi dia mengalami kemerosotan.

Sinopsis Reply 1988 17Sinopsis Reply 1988 18

Sun Woo juga mendengar siaran yang sama di perpustakaan, dan berbalik untuk memberitahu Dong Ryong berita terbaru tentang Taek tapi dia menemukannya jatuh pingsan di lantai.

Ayahnya berjingkrak karna bahagia melihat Jung Hwan akhirnya keluar dari kamarnya, tapi tentu saja salam ayah yang aneh tidak mendapat balasan oleh anaknya sendiri, dan kembali lagi ayahnya kecewa.

Jung Hwan diluar untuk memberi makan anjingnya saat Duk Seon pulang, dan ketika Duk Son menjelaskan dia dari perpustakaan untuk belajar, Jung Hwan tidak percaya. Dia menegur mulutnya yang belepotan dengan es krim yang ia makan, dan ketika Sun Woo datang untuk meminta pensil, Duk Seon segera menyembunyikan bibirnya. Dan sepertinya melihat Sun Woo dan Duk Seon turun ke rumahnya bersama-sama membuat Jung Hwan sedikit terganggu.

Sinopsis Reply 1988 19

Hari ini rumah Taek semakin sepi dibanding biasanya, dan Taek duduk di depan papan baduknya terlihat putus asa.

Sun Woo datang membawa Kimchi pancake dan berbisik pada ayahnya untuk bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun, dan dia setuju, meskipun dia khawatir karna menurutnya Taek terlihat lebih sulit menerima kekalahan ini. Ayahnya kasihan melihat Taek meminum obat, mungkin untuk obat sakit kepala.

Ayah Jung Hwan pergi ke dapur untuk minum air di tengah malam, dan melihat bungkusan es krim yang ia bawa tadi masih ada di meja. Dan es itu sekarang meleleh karna tidak seorang pun yang keluar untuk mencicipinya.

Sinopsis Reply 1988 20

Ketika Ayah Taek bangun di pagi hari, dia mendapati Taek ternyata masih duduk berlatih baduk. Orang tua Duk Seon menyuruhnya untuk diajar oleh kakaknya, yang sudah dibayar untuk mengajar Jung Hwan. Duk Seon akan diajar gratis, tapi dia bersikeras tidak ingin diajar sampai akhirnya dia berubah pikiran setelah mendengar Sun Woo juga akan ikut.

Mempersiapkan untuk les, Duk Seon berusaha keras memakai jeans ketatnya dan mencabut alisnya, Jung Hwan menggosok giginya dan mencuci wajahnya sampai hidungnya berdarah. Sedangkan Sun Woo meskipun kemejanya masih basah, dia tetap mengambilnya dari jemuran dan memakainya.

Sinopsis Reply 1988 21

Jung Hwan di dapur mengambil juice, dan kaget melihat respon ayahnya yang terkesan tidak bersemangat. Ayahnya juga menolak meninggalkan rumah bersama istrinya, agar dia tidak mengganggu les anak-anak nanti. Tiga ibu-ibu sekawan seperti biasa nongkrong di tempat biasa, dan membicarakan tentang keluhan terhadap suami mereka.

Ketika ayah Taek keluar untuk mengembalikan piring kepada ibu Sun Woo, keduanya berbisik padanya agar dia menjalin hubungan dengan ayah Taek. Ibu Sun Woo mengatakan bahwa dia bahkan tidak lebih hanya mengatakan dua kata dan menjelaskan jika dia tidak bisa menikah dengan pria pendiam.

Les privat Bora dimulai, dan mereka jadi penasaran mengapa Dong Ryong juga datang. Mereka bertanya apa ayahnya akan melaporkan mereka jika dia tahu (karna les privat dilarang). Ternyata ayah Dong Ryong juga memberi les pada anak-anak lain di hari Minggu.

Sinopsis Reply 1988 22

Bora mengecek sampai sejauh mana kemampuan mereka, dan mendapati bahwa Jung Hwan dan Sun Woo anak yang cerdas sedangkan Dong Ryong dan Duk Seon tidak terlalu suka belajar. Kakak Jung Hwan datang membawakan Bora juice dan cookies, dan ingin pergi ke rumah Taek untuk bertanya bagaimana menyelesaikan Kubus Rubiknya.

Duk Seon memberitahunya bahwa Taek pergi ke club bahkan mereka saja sulit bertemu dengannya akhir-akhir ini. Taek bermain di Club Baduk dan seorang seniornya datang untuk menghiburnya. Tapi sepertinya kata-kata yang diucapkan membebani Taek ketika mereka mengatakan ‘kau tak bisa selamanya menang.’

***BERSAMBUNG***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*