Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Reply 1988” Episode 5 Bagian Pertama

Sinopsis “Reply 1988” Episode 5 Bagian Pertama

Sinopsis Reply 1988

Deok Sun dan adiknya membersihkan tauge di ruang tengah. Adiknya melihat berita di TV dan memberitahu Deok Sun sepertinya hari ini Ayah akan telat. Di TV kita bisa melihat terjadi sebuah demonstrasi yang berujung terjadi bentrok antara pihak kepolisian dan para demonstran.

Ayah Deok Sun ada di jalan tempat berlangsungnya demonstrasi dan kita bisa mendengar para demonstran berteriak “Hapuskan pemerintah! Hapuskan!” (presiden yang menjabat pada tahun itu adalah Presiden Chun Doo Hwan). Karna saking kacaunya, Ayah Deok Sun sampai harus berjalan dengan membungkuk dan menutup mulutnya dengan sapu tangan karna bau gas air mata yang menyengat.

Sinopsis Reply 1988 2

Saat dia berjalan, tiba-tiba ada seorang pemuda datang menghampirinya, dan tampa dua orang polisi berjalan di belakang mereka. Dengan melihat tatapan dan gelagat pemuda  ini, Ayah Deok Sun tahu jika dia adalah salah satu dari demonstran.

Maka untuk mengelabui pihak keamanan, dia merangkul dan menasihatinya untuk tidak ikut-ikutan melakukan demonstrasi seperti itu. Pihak keamanan berhasil terkecoh. Seperti biasa ayah Duk Seon yang baik hati memberinya uang untuk ia belikan makanan.

Di rumah, saat akan membawa lauk ke meja hidangan, tanpa sengaja kaki ibu Deok Sun tertumbuk sampai berdarah. Dia juga menasihati suaminya untuk tidak turun di stasion Jonggak karna pasti dia akan terlambat pulang, karna mahasiswa slalu berdemo disana.

Sinopsis Reply 1988 3

Tapi Ayah Deok Sun berkata padanya di tempat-tempat lain jauh lebih parah, dimana-mana ada banyak pendemo. Dia mencari Bo Ra karna tak ikut bersama mereka makan malam, dan Deok Sun menjawab jika belakangan ini Bo Ra selalu sibuk. Ayahnya mengira saat ini Bo Ra sibuk belajar.

Tapi saat ia tiba di rumah, bau gas ar mata yang menempel di bajunya sangat menyengat. Mereka semua tersadar jika Bo Ra ternyata juga ikut demo. “Kau sudah tidak waras. Kau mau lihat mulutku berbusa dan mati? hah?,” ucap ayah Deok Sun yang lagi marah pada Bo Ra.

Sinopsis Reply 1988 4

Ayah Bo Ra marah besar karna tak menyangka putrinya akan berani melalukan demo ditambah lagi dengan sikap Bo Ra yang berani membantahnya. Menurut Bo Ra tidak ada yang salah dengan melakukan demo. Saat Ibunya menyuruh Bo Ra untuk minta maaf kepada ayahnya, dia malah menutup pintu kamarnya.

Di dalam kamarnya, dia mengangkat lengan bajunya, dan melap luka di lengannya dengan tisu. Dia kemudian mengambil buku dari tasnya. Di salah satu buku itu, dia mengambil secarik kertas kecil yang ada didalammnya. Dia membaca tulisan di kertas kecil itu: “Pukul 14.00, Garak-dong Kantor Pusat partai Demokrat” (sepertinya itu lokasi tempat demonstrasi berikutnya).

Sinopsis Reply 1988 6

Sinopsis Reply 1988 5

Lagi ngumpul bersama, ibu Sun Woo kaget mendengar dari ibunya jika Bo Ra juga ikut berdemo. Dia takut jangan-jangan nanti Bo Ra bisa ditahan.  Ibu Deok Sun tak menyangka jika putrinya akan bisa senekat itu, tapi ibu Jung Hwan berkata tak apa, jaman sekarang semua mahasiswa ikut berdemo. Menurutnya selama bukan Bo Ra yang berdiri di garis depan, tidak masalah.

Ibu Deok Sun mengaku Bo Ra adalah tipe anak yang membuatnya khawatir. “Meskipun ayahnya sudah mengamuk, dia tetap tidak minta maaf. Dia malah balas melotot dan membantah ayahnya,” ungkap ibu Deok Sun.

Sinopsis Reply 1988 8

Ibu Sun Woo mengatakan Bo Ra bukan anak yang halus atau manis. Dia lebih suka Deok Sun meskipun dia rangking terakhir. “Bo Ra, gadis itu… dia menyeramkan!,” ucap ibu Sun Woo.

Berbeda dengan ibun Jung Hwan, dia percaya suatu saat nanti Bo Ra akan jadi orang sukses, dia bukan anak biasa. Meskipun  demikian, ibu Deok Sun tidak ingin yang macam-macam. Dia cukup puas jika Bo Ra tidak diberhentikan dari kampusnya.

Asyik berbincang, perhatian ibu Jung Hwan tertuju pada seorang pria tampan di TV bertubuh atletis yang melakukan atraksi naik di atas sebuah kursi. Ibu Deok Sun percaya akan ada banyak anak-anak yang menirunya dan menebak ada yang kena patah tulang.

Sinopsis Reply 1988 7

Tak menunggu lama, di sekolah Sun Woo menirukan sama persis dengan apa yang dilihat oleh ketiga ibu-ibu itu. Dia naik ke atas kursi, membaliknya dan mendarat dengan sempurna. Jung Hwan juga ingin mencoba, tapi tiba-tiba dia ragu. Dia menyuruh Sun Woo untuk mengulangi gerakannya. Kali ini, tidak berjalan mulus seperti diawal, karna dia terjatuh dari kursi itu.

Jung Hwan segera membopongnya dan bergegas membawanya pergi. Dan akhirnya kita melihat Sun Woo berbaring di kamarnya dengan kondisi kakinya yang satu harus di gips.

Sinopsis Reply 1988 9

Sinopsis Reply 1988 10

Deok Sun menemani Sun Woo di kamarnya ditemani Jung Hwan, dan meminumkannya susu pisang. Dia menyuruh Deok Sun untuk segera pulang karna sudah telat, dan Jung Hwan ikut angkat bicara menyuruhnya untuk segera pulang agar Sun Woo bisa tidur.

Tapi Deok Sun malah balik bertanya pada Jung Hwan, “Apa kau tidak pulang,” Jung Hwan segera menoleh ke arah Deok Sun: “Kalian mau ngapain kalau aku pulang?”. Keduanya bertengkar sampai Sun Woo menyuruh mereka berdua segera pulang.

Sinopsis Reply 1988 12

Sinopsis Reply 1988 11

Berbeda dengan ibu Sun Woo yang berharap di dalam gudangnya tersimpan 1000 briket, pesanan 1000 briket ibu Jung Hwan akhirnya tiba di rumah mereka. Ibu Sun Woo dibuat takjub melihat banyaknya briket yang ia pesan. “Astaga! Kau sungguh mirip wanita kaya sekarang!” Dia juga berharap bisa punya banyak briket menumpuk sebanyak ini. Tapi ibu Jung Hwan berkata padanya, “Kau bicara apa? Sampai 3 tahun lalu, aku masih pakai kayu bakar.”

Ibu Jung Hwan membuatkan  bubur abalon untuk Sun Woo yang lagi sakit, dan ibunya meminta untuk diberikan sedikit lebih banyak, karna malam ini mertuanya akan datang.

Sinopsis Reply 1988 13

Ibu Jung Hwan jadi ketus mendengar mertuanya akan datang, apalagi dia tahu betul bagaimana perkataannya yang kasar sering kali ia ucapkan kepada ibu Sun Woo setelah anaknya meninggal. Apalagi jika ibu Jung Hwan mengingat kata-kata kasar ibu mertuanya dulu yang menuduh ibu Sun Woo telah melahap hidup putranya. Ibu Sun Woo mengaku  dia sudah kebal mendengar kata-kata kasar mertuanya, dan mertuanya juga hanya datang untuk menjenguk cucunya.

Ibu Jung Hwan berkata padanya bahwa dia masih marah mengingat hari itu. “Bukan hanya dia yang kehilangan putranya. Tidak punya perasaan pada menantunya yang jadi janda di usia muda. Dia duluan yang memutuskan hubungan dan menyebutmu perempuan pembawa sial. Lalu kenapa sekarang dia mencarimu? Bikin aku kesal,” ucap ibu Jung Hwan dengan nada yang meluap-luap.

Sinopsis Reply 1988 14

Nenek Sun Woo datang, dan dia memeriksa isi dapurnya dan mendapati berasnya sudah habis. Tidak sampai disitu, dia mengkritik ibu Sun Woo. Mulai dari dia dianggap tidak bisa merawat anaknya sendiri karna melihat Sun Woo yang kurus, dan mengkritik bajunya yang itu-itu saja, kucel dan menyedihkan. Ibu mertuanya berkata dia tidak becus mengurus anak, padahal dia telah menerima semua uang pensiun anaknya.

Ibu Sun Woo membela diri bahwa dia bisa membesarkan anak-anaknya dengan baik. Tapi ibu mertuanya malah mengucapkan kata-kata kasar, yang membuat hatinya teriris. Karna tak tahan lagi mendengar hinaan darinya, akhirnya ibu Sun Woo berani melawan ibu mertuanya.

Sinopsis Reply 1988 15

Dia menyuruh ibu mertuanya untuk tidak pernah datang lagi ke rumahnya. “Meskipun aku harus menggunduli kepalaku, aku akan lakukan apapun demi membesarkan anakku. Meskipun aku tidak bisa membelikan mereka sepatu mahal, mereka tidak akan kelaparan dan akan memakai baju bagus dan aku tidak akan hidup memalukan,” ucap ibu Sun Woo. Dan di depan ibu mertuanya dia berteriak memintanya untuk tidak pernah lagi datang ke rumahnya.

Sebelum pergi, ibu mertuanya memberikan sebuah amplop yang berisi uang, tapi dia menolak dan mengembalikannya. Habis meluapkan amarahnya, ibu Sun Woo minum soju dan berpikir semua beban di dadanya telah lenyap.

Sinopsis Reply 1988 16

Sinopsis Reply 1988 17

Keesokan paginya, saat ibu Jung Hwan keluar untuk membuang briketnya yang tak terpakai lagi, dia melihat Taek dan menyuruhnya datang ke rumahnya untuk mengambil bubur abalon.

Jung Hwan keluar bersama Taek untuk membeli tahu pesanan ibunya, dan keduanya bertemu dengan Deok Sun di halaman rumahnya yang baru saja bangun tidur. Tapi ketika dia mendengar Sun Woo datang dan memanggil namanya, dia segera merapikan rambut dan wajahnya agar terlihat rapi di depan sang pujaan hati.

Sinopsis Reply 1988 19

Sinopsis Reply 1988 18

Jung Hwan heran melihat Sun Woo datang padahal kakinya masih di gips. Dia memberitahu mereka dia datang untuk meminjam kamus Korea-Inggris Deok Sun. Deok Sun tampak terharu mendengar Sun Woo datang meminjam kamusnya dengan kaki seperti itu; sedangkan Jung Hwan sejenak merasa bingung mendengar Sun Woo mengaku tidak punya kamus.

Meskipun kakinya masih di gips, Sun Woo ngotot mengambil kamusnya  di rumah Deok Sun. Tampaknya, Taek dan Jung Hwan merasa terganggu melihat bagaimana Deok Sun dengan perhatiannya menuntun Sun Woo.

Sinopsis Reply 1988 20

Di rumahnya, ibu Jung Hwan sebagai ibu rumah tangga tidak hanya disibukkan dengan urusan dapur tapi juga mengurusi hal-hal sepeleh yang ada di rumahnya — mulai dari mengurus toilet yang mampet, mengobati luka anak pertamanya sampai harus mengambilkan koran baru untuk Jung Hwan.

Sedangkan di rumah Deok Sun, Ayahnya dibuat bingung karna untuk pertama kalinya dia melihat Deok Sun bangun untuk sarapan di hari Minggu. Dia memberitahu ayah dan ibunya bahwa dia akan pergi ke ruang belajar setelah sarapan. Ayahnya dibuat takjub dengan sikapnya yang sudah mulai senang dengan belajar, tapi adiknya memberitahu mereka bahwa ini adalah hari pertama, sebelumnya dia belum pernah pergi.

Sinopsis Reply 1988 21

“Memulai adalah setengah dari pertarungan,” ucap Deok Sun. Setelah dia pergi, adiknya memberitahu ayahnya bahwa Deok Sun mempunyai penyakit parah yaitu “Tertidur setelah perut kenyang.”

Deok Sun sampai di ruang bejalar, dan mulai mengatur satu persatu buku-bukunya di meja. Dia melap mejanya, mengatur jadwal hariannya di buku catatannya, dan bahkan sampai mengepel di bagian tempat duduknya. Tapi, apa yang terjadi setelah itu, Deok Sun tertidur di lantai ruang belajarnya.

Ayah mencari Bo Ra karna tidak ikut sarapan, takut jangan-jangan dia pergi berdemo. Tapi ibunya berkata padanya bahwa dia pergi kuliah, dia yakin karna melihat Bo Ra membawa banyak buku.

Sinopsis Reply 1988 22

Sinopsis Reply 1988 23

Adik Deok Sun kagum melihat kecantikan Lee Mi Yeon, dan membandingkannya dengan Deok Sun. Baginya Lee Mi Yeon yang seumuran dengan kakaknya, kecantikannya tidak bisa dibandingkan dengan Deok Sun. Tapi pendapatnya dibantah keras oleh orang tuanya, dimata mereka Deok Sun lebih cantik.

Bukannya belajar, Deok Sun tertidur dengan pulasnya di lantai ruang belajar bahkan sampai ngileran. Saat tertidur, dia memimpikan Sun Woo.

Sinopsis Reply 1988 24

Sinopsis Reply 1988 25

Hal yang sama terjadi dengan Jung Hwan.  Saat dia tertidur di pangkuan kakaknya, ternyata dia memimpikan Deok Sun. Dia bermimpi mereka berdua ada diantara hamparan bunga-bunga dan Deok Sun tersenyum manis padanya.

Ibu Jung Hwan dikabari lewat telpon bahwa ibunya terkilir. Dia harus meninggalkan rumah selama 2-3 hari.

Sinopsis Reply 1988 26

Sinopsis Reply 1988 27

Dia menunjukkan pada suami dan kedua anaknya satu persatu apa yang harus mereka lakukan jika dia tak ada di rumah — mulai dari menunjukkan makanan yang ada di kulkas, menunjukan bagaimana menggunakan briket dan tempat pakaian dalam, kaos dalam dan kaos kaki yang ada di lemari.

Karna merasa berat meninggalkan suami dan kedua anaknya — saat berada di depan pintu gerbang rumah mereka, ibu Jung Hwan kembali mengingatkan apa-apa saja yang harus mereka lakukan ketika ia tak ada di rumah. Suaminya menyuruhnya untuk lekas pergi karna mereka akan baik-baik saja. Tapi segera setelah ia pergi, ketiganya bebas melakukan apa pun yang mereka sukai tanpa takut kena marah.

Sinopsis Reply 1988 28

Sementara itu, kedua temannya membangunkan Deok Sun yang tertidur di  lantai ruang belajar. Saat mendengar dari kedua temannya bahwa jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, dia segera bergegas membereskan barang-barangnya untuk pulang ke rumahnya. Temannya penasaran apa yang terjadi di rumahnya karna dia begitu tergesa-gesa, dan Deok Sun dengan polosnya menjawab ‘makan malam.’

Di rumah, saat menyaksikan demonstrasi para mahasiswa di TV, “Aigoo. Apa mereka tidak tahu ini menyakiti hati orang tua mereka?,” ucap ayah Deok Sun. Tak lama kemudian Ibunya melihat pemberitaan di TV bahwa telah dikeluarkan surat penangkapan untuk 25 mahasiswa pelaku demonstran, dan salah satu diantara mereka adalah Bo Ra.

Sinopsis Reply 1988 29

 

Ibunya kaget dan begitu pula dengan ayahnya. Untunglah Bo Ra pulang ke rumah tepat saat mereka hendak pergi mencarinya. Ibunya lega melihatnya baik-baik saja. Tapi ayahnya marah besar bahkan sampai mengumpatnya.

“Gadis gila. Kau sengaja merusak hidupmu? hah?!. Kau, kalau kau tertangkap karna berdemo, namamu akan  rusak selamanya. Kalau namamu masuk daftar hitam, seluruh keluarga ini akan ikut jatuh denganmu. Kau mengerti?,” ucap Ayah Doek Sun dengan penuh kemarahan.

Ibu Deok Sun hanya bisa nangis, dan dia meminta Bo Ra minta maaf pada ayahnya. Tapi apa yang ia lakukan, dia malah berteriak dan membantah ayahnya.

Sinopsis Reply 1988 31

“Buat apa? Apa salahku?!,” teriak Bo Ra. Karna emosi melihat sikapnya yang kurang ajar, Ayah hampir saja mau memukulnya. Tapi, dia dihentikan oleh istrinya. Sambil menangis, dia berkata padanya bahwa Bo Ra tidak akan berdemo lagi.

Bo Ra bersikeras tidak mau minta maaf dan masuk ke kamarnya. Ayah mengingatkan semuanya untuk tidak memberikan Bo Ra segelas air atau apapun sampai dia meminta maaf. Jika ada yang memberinya air, dia akan mengobrak abrik rumah ini.

Sinopsis Reply 1988 32

Di kamar Taek, Deok Sun mengungkapkan ketakutannya jangan-jangan kakaknya juga akan ikut ditangkap seperti senior-seniornya. Dong Ryong memintanya untuk tidak khawatir. Menurutnya, Bo Ra paling hanya akan disuruh menulis surat refleksi diri agar bisa bebas. Sebuah surat permintan maaf secara resmi. Bo Ra cukup menulis itu, dan akan langsung bebas. Tapi, itulah yang ditakutkan Deok Sun, karna kakaknya tidak akan semudah itu mengaku salah.

Tak lama kemudian, Jung Hwan datang ke kamar Taek dan bertanya karna cemburu — apa yang sedang kalian lakukan berduaan.

Sinopsis Reply 1988 33

Dong Ryong merangkul Deok Sun, dan berkata pada Jung Hwan: “Apa maksudmu? Kami cuma ngobrol.” Melihat tangan Dong Ryong merangkul Deok Sun, seketika itu mata Jung Hwan melotot.

Jung Hwan dan Dong Ryong khawatir karna Deok Sun ingin pergi ke ruang belajar apalagi matahari sudah terbenam. Deok Sun berkata pada mereka dia adalah orang yang berpendirian kukuh, dan akan kembali pukul 12 malam. Dong Ryong berkata pada Deok Sun meskipun wajahnya sama dengan senjata berbahaya, berjalan disaat tengah malam itu bahaya.”Tidak usah kuliah saja. Seperti aku,” ucap Dong Ryong. Deok Sun tak ambil pusing dengan perkataannya dan pamit pergi.

***BERSAMBUNG***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*