Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 1 Bagian Pertama

Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 1 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca Juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 1 Bagian Kedua]

Kisah ini dimulai 120 tahun lalu di dinasti Joseon, seorang vampir yang meminum darah wanita yang telah dipilih untuk tidur dengan raja. Wanita ini mengira dirinya akan tidur dengan sang Raja, namun yang datang bukannya raja namun seorang vampir yang menghisap darahnya. Melihat kejadiannya, Sang Raja hanya bisa diam dan tak melakukan apapun untuk menyelamatkan wanita tersebut.

Gambar2

Di sebuah perpustakaan putra mahkota membacakan novel ketiganya kepada Sung Yeol, “Saya berbicara tentang kisah legenda yang menakutkan yang diwariskan dari generasi ke generasi diantara istana wanita. Tiap malam ketika bulan penuh muncul. Ketika jadwal tidur Yang mulia telah ditetapkan. Pria itu akan muncul.  Seorang pria yang mendambakan wanita raja. Memastikan ada rasa sakit ketika mereka meninggal. Seseorang yang meminum darah manusia. Vampir. Vampir yang Mendambakan Wanita Sang Raja.”

Setelah membacakan novelnya pada Sung Yeol, Putra mahkota kemudian meminta pendapatnya tentang isi novelnya.

Dimintai pendapat tentang tulisan putra mahkota, Sung Yeol yang akrab dengan putra mahkota berani berkata, “Kisahnya akan menjadi sebuah kisah yang belum pernah terjadi sebelumnya antara seorang Raja dan Vampir. Seperti yang diharapkan, novel ini lagi tidak menyia-nyiakan untuk nama penamu Lustful Student, dan dibuang.”

Akan keluar dari sebuah toko buku, Sung Yeol menyadari seakan ada yang memata-matainya.

Putra mahkota kemudian membuat taruhan pada Sung Yeol untuk balapan kuda, siapa yang sampai duluan di istana maka permohonannya akan dikabulkan.

Balapan bersama Putra mahkota, ternyata mereka berdua dibuntuti oleh sekelompok orang. Menyadari bahaya yang mengintai Putra Mahkota, Sung Yeol menghadapi kawanan orang bersenjata.

Berkelahi dengan sekelompok orang yang membawa senjata, Putra mahkota memerintahkan Sung Yeol untuk berhenti,  “Letakkan pedangmu. Mereka adalah pegawai istana.” Ternyata Raja memanggil Putra Mahkota untuk cepat kembali ke istana saat dia berada diluar dalam penyamaran selama tiga hari.

Dan balapan berkuda dimenangkan oleh Sung Yeol dan dia berkata akan menyimpan dulu permintaannya kepada Putra Mahkota

Putra mahkota terus membujuk Sung Yeol untuk mereview  novelnya, dan sampai menyinggung jalinan asmaranya dengan Myung Hee, berkata, “saya sedang memikirkan tentang novel keempatku menjadi sebuah novel romansa. Novelnya erotis. Sarjana Hong-Moon-Gwan (Institusi Pendidikan selama Dinasti Joseon). Menghabiskan malam pertama mereka bersama sebelum pernikahan, sangat erotis. Hari itu adalah hari terakhir kedatangan Buddha, ada seorang wanita dan seorang pria yang turun dari gunung. Menurutmu bagaiamana pertemuan mereka setelah berpisah selama 6 tahun dan akhirnya mendapat ijin untuk menikah?”

Membela dirinya agar Putra mahkota jangan berpikir yang tidak-tidak, berkata, “Kami hanya menghindar dari hujan lebat. Sungguh tak ada yang terjadi.”

Putra mahkota terus saja menyudutkan Sung Yeol berkata, “Pria yang belum pernah memegang tangan kekasihnya sejak ia berumur 9 sampai 24 tahun, tidak dapat menahan nafsunya.”

Disudutkan seperti itu, Sung Yeol akhirnya menyerah dan mau menulis review novelnya. Mendengar Sung Yeol yang setuju, Putra Mahkota pun bahagia.

Sung Yeol yang penasaran mengapa Raja memaggil Putra Mahkota, bertanya, “Apa anda tahu alasan mengapa Raja memanggil anda?”  Seperti ada sesuatu yang dirahasiakan, Putra Mahkota hanya menjawab, “Mungkin dia marah karna ulang tahun putraku. Saya memberitahunya bahwa saya tak ingin lagi ada pesta jadi saya membuatnya sedih.” Putra Mahkota kemudian menyuruh sung Yeol untuk cepat pergi menemui Myung Hee, berkata, “Cepat dan pergi temui Myung Hee. Empat hari pasti terasa seperti empat tahun.”

Gambar3

Di rumah Sung Yeol, ibunya menyesalkan hubungan antara putranya bersama Myung hee, berkata, “Bagaimana saya menghadapi leluhur? Bagaimana seorang gadis yang kubesarkan yang kuanggap sebagai putriku menjadi menantuku? Saya menolakmu sebagai menantuku, tapi kamu masih putriku.”

Mendengar ibu Sung Yeol yang belum ikhlas, Myung Hee berkata, “Saya salah, ibu.”

Ayah Myung Hee telah menetapkan pernikahannya bersama Sung Yeol yang berlangsung 15 hari lagi.

Sung Yeol sampai di rumahnya, melihat Myung Hee keluar dari ruangan ayahnya, Sung Yeol dan Myung Hee saling bertatapan dan tersenyum kecil.

Sesampainya di rumah, Sung Yeol yang rindu bertemu sang pujaan hati, memberikan sesuatu yang sangat romantis dengan menabur bunga di sepanjang jalanan yang dilalui Myung hee. Sung Yeol kemudian memberikan seikat bunga dan langsung memeluk Myung Hee. Sung Yeol juga meneriakkan kata “Aku cinta padamu Myung Hee.” Mendengar kata Sung Yeol, Myung Hee hanya bisa tersenyum manis.

Di dalam istana, Raja berkata pada Putra Mahkota, “Saya sudah tak punya kekuatan untuk menahannya lagi. Semua pilihan ada ditanganmu, kamu adalah Raja berikutnya.”

Di rumahnya, Sung Yeol menyetujui untuk membuat review dari novel Putra Mahkota berjudul Vampir yang Mendambakan Wanita Sang Raja. Ketika membacanya, Sung Yeol seolah merasa ada yang janggal dengan isi ceritanya.

Gambar4

Di dalam istana, putra mahkota Junghyun yang akan membakar mayat wanita yang telah dikorbankan untuk vampir Gwi, tiba-tiba Sung Yeol datang menghadap. Melihat kehadirannya, Putra Mahkota marah dan menyuruhnya pergi.

Sung Yeol yang penasaran, bertanya pada Putra Mahkota Junghyun, “Mengapa anda mencari buku-buku tentang Vampir selama tiga hari belakangan ini. dan bagaimana bisa semua gundik istana terbunuh di waktu yang sama? Dan mengapa anda bahkan tidak mengumumkan kematian mereka dan cepat-cepat membakar tubuh mereka?.”

Putra mahkota yang mencoba menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi di istana berkata, “Buku-buku itu bahan untuk menulis novelku dan kematian para gundik istana karna penyakit epidemik.”

Sung Yeol yang tak mempercayai alasan Putra Makhkota, berkata, “Ada bekas gigitan di leher mereka. Tak ada noda darah. Mengapa anda menulis buku ini. Apakah benar-benar ada vampir yang hidup di istana ini?”

Mencari bantuan, Putra mahkota dan Sung Yeol lalu pergi menemui Hae Sun.

Raja menemui Gwi di markasnya, dan melihat ketiga pengawalnya telah mati dibunuh, dan darah mereka menjadi santapan vampire Gwi. Vampire gwi berkata, “kebodohan mereka mirip dengan Raja yang mereka layani. Saya pikir santapanku berikutnya adalah Putra mahkota. Saya membiarkannya mengetahui identitasku lebih dari tiga bulan lalu. Namun dia belum juga datang menemuiku. Yang berarti dia tidak berencana untuk melayaniku. Jadi saya tak punya pilihan.”

Tak ingin putranya menjadi santapan vampir, Raja berkata pada Gwi, “Putra Mahkota hanya membutuhkan waktu untuk menerimamu. Tolong jangan marah.”

Melihat Putra Mahkota tak taat padanya, Gwi lantas mengingatkan perjanjian yang telah dilakukan leluhur Raja padanya, “Dua ratus tahun lalu, ketika sebuah negara bernama Goryeo akan tumbang, leluhurmu datang menemuiku. Jika dia memiliki kekuatanku, dia bisa mendirikan sebuah negara dan menjadi raja. Lalu jika saya membantunya, generasi berikutnya, dan generasi selanjutnya, dia akan memastikan bahwa mereka akan melayaniku selamanya. Jadi saya membunuh semua orang yang menentang leluhurmu. Dan mendirikan negara ini. itulah apa yang kulakukan.”

Gambar4

Putra Mahkota lalu mengatakan semuanya pada Hae Sun bahwa seseorang yang hidup di dalam istana dan memerintah atas raja adalah sesorang yang meminum darah orang yang hidup. Vampir.

Hae Sun lalu berkata, “Dilakukan oleh Gwi. Sebelum seorang raja baru diputuskan, dia mengambil wanita raja untuk mendapatkan janji.”

Sung Yeol yang agak curiga dengan Hae Sun bertanya, “Apa identitasmu?”

Sambil tertawa, Hae Sun mengakui di depan Sung Yeol bahwa dia juga adalah seorang vampir. Penjaga Gwi dan dia ada untuk menghukum vampir yang melanggar aturan.

Sung Yeol yang marah kepada Hae Sun karna hanya duduk diam melihat sepak terjang Gwi, Hae Sun membela diri berkata, “Karna manusia sendiri yang memanggil Gwi, Mengejar Gwi juga membutuhkan niat manusia. Raja yang telah dibutakan oleh tahta dan memutuskan untuk menjadi pelayan Gwi, tak ada yang bisa kubantu.”

Sung Yeol yang marah dengan perkataan Hae Sun, Putra Mahkota malah membela dengan mengatakan bahwa untuk membantunya Hae Sun menjaga rencana rahasianya untuk menyingkirkan Gwi selama 200 tahun.

Hae Sun merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Gwi berkata, “Setelah dua hari, akan ada gerhana bulan ketika matahari memotong kekuatan bulan. Di hari itu, kekuatan vampir akan melemah. Saya akan mempersiapkan rencana rahasianya jadi datang temui saya pada hari itu.”

Usai menemui Hae Sun, Putra Mahkota bertanya pada Sung Yeol apa dia tak menyesal mengetahui segalanya.

Putra mahkota memutuskan untuk tidak mau menjadi pelayan vampir Gwi, “Untuk menjadi raja, saya harus mematuhi vampir. Jadi saya tidak bisa menjadi raja. Bagaimana bisa raja yang melayani Vampir bisa membuat dunia untuk manusia. Saya tidak bisa menghadapimu. Saya tidak ingin membagikan kuburanku sebelum pernikahanmu?”

Sung Yeol tak takut mati demi mengabdi pada Putra Mahkota berkata, “Sung Yeol. Saya ingin membuat dunia yang dikuasai oleh kekuatan manusia. Jika kamu tak ingin melakukannya denganku. Itu adalah apa yang anda katakan padaku ketika saya berumur Sembilan tahun. Bukan untuk gelar, bukan untuk kekayaan ataupun untuk ketenaran. Saya bahagia membaca dan mendapatkan pengetahuan. Itu adalah saat yang menjadi alasan bagiku untuk mengembangkan pandanganku dan menambah lebih banyak pengetahun untuk mengerti dunia ini.”

Putra mahkota juga berpesan pada Sung Yeol bahwa dia telah menulis rencana rahasia di buku catatannya dengan terperinci, dan jika terjadi sesuatu padanya maka buku catatannya akan diberikan pada Sung Yeol.

Sung Yeol yang telah rela mati, berkata, “Saya akan mempertaruhkan hidupku. Saya akan melindungi anda.”

Tanpa mereka sadari, semua pembicaraan mereka berdua telah didengar oleh vampir Gwi.

Melenyapkan musuhnya satu persatu, Gwi kemudian mendatangi kediaman Hae Sun, dan membunuhnya.

gambar6

Sung Yeol masuk ke kamar Myung Hee yang sedang tertidur. Sung Yeol berkata pada Myung Hee, “saya sama sekali tidak bisa tidur sebelum melihat wajahmu. Saya mencintaimu Myung Hee. Mencintaimu.”

Myung Hee yang melihat wajah Sung Yeol yang seperti ada beban bertanya, “tidak terjadi apa-apa, kan?”

Sung Yeol lalu menjawab Myung Hee, “Saya harus membantu sesuatu pada Putra Mahkota. Saya khawatir apa saya bisa melakukannya dengan baik.”

Ingin menenangkan hati kekasihnya, Myung Hee berkata, “Kakak, kamu harus percaya pada dirimu sendiri. Saya tidak melihat sesuatu yang tak bisa kau lakukan. Bahkan menikahiku.”

Mendengar perkataan Myung Hee, Sung Yeol seolah mendapat ketenangan, berkata, ‘Sekarang karna saya telah mendengar kata-katamu, itu pasti benar.”

***Bersambung ke Bagian 2***

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*