Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 11 Bagian Pertama

Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 11 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca Juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 11 Bagian Kedua]

Saat Yang San akan bunuh diri, Sung Yeol tiba-tiba datang dan mencegahnya dengan menarik tangannya. Dengan amarah Sung Yeol bertanya padanya: “Apa yang sedang kau lakukan disini? Apa kamu mau mati?” Dengan penuh putus asa, Yang Sun menjawab: “Aku tahu tahu bagaimana aku akan hidup. Mengapa aku harus hidup. Aku tak ingin hidup.”

Menatap Yang Sun dengan tajam, Sung Yeol berkata: “Baiklah. Kalau begitu kau pasti sangat ingin mati. Saya mengerti. Saya akan membawamu ke sebuah tempat untuk mati,” dan membawanya pergi bersamanya.

Yoon merenungkan perkataan Sung Yeol yang memintanya datang ke Hwayang Gak jika ia benar-benar ingin membunuh Gwi dan akan memberinya buku catatan Putra Mahkota Junghyun, dan perkataan raja yang membangun istana baru sebagai alat untuk menyingkirkan Gwi.

Di sarang bawah tanahnya, Gwi memerintahkan raja agar secara perlahan mempersiapkan untuk menyerahkan tahtanya kepada Putra Mahkota karna ia ingin segera melihat apakah Yoon memenuhi persyaratan sebagai seorang raja yaitu menyerahkan dirinya sebagai  pelayannya. Tak lupa Gwi juga  menyarankan raja agar Yoon menikah dengan wanita pilihannya, yaitu putri Perdana Menteri.

Gambar2

Sung Yeol membawa Yang Sun di sebuah danau dengan hamparan bukit di sekelilingnya, dan di tempat itu, Sung Yeol menasehatinya untuk tetap hidup mengingat pengorbanan yang telah diberikan ayahnya. Dia berkata pada Yang Sun: “Kenyataannya jika untuk menyelamatkanmu, ayahmu mengorbankan nyawanya, akan menghantui di setiap nafasmu. Pasti akan terasa sakit sama dengan kematian. Hidup di dunia sendiri, mengapa saya harus hidup dan untuk apa saya harus hidup, hidup akan semakin menderita. Kamu tetap harus hidup. Bahkan jika itu sebuah kehidupan yang tanpa arti, tanpa alasan, itu tetap kehidupan yang dikorbankan oleh ayahmu. Setiap hari dan seterusnya, kau harus hidup. Itu yang harus dilakukan bagi orang yang hidup,” dan mengaku di depan Yang Sun jika dia juga menjalani kehidupan seperti itu.

Dia juga menasehati Yang Sun untuk mengiklaskan ayahnya pergi, jika tidak rohnya akan mengembara. Oleh karna itu, di danau tersebut, dengan linangan air mata dan membayangkan senyuman ayahnya, Yang Sun mengucapkan kata perpisahan: “Ayah, selamat tinggal. Saya berharap kau akan beristirahat di sebuah tempat yang baik.”

Sung Yeol yang berdiri tepat disamping Yang Sun menatapnya dan berkata dalam hatinya jika ia telah mencintai wanita lain dan meminta maaf pada Myung Hee kekasihnya: “Saya minta maaf, saya pikir saya hanya akan menyimpanmu dalam hatiku selamanya. Mati dan pergi di sampingmu adalah satu-satunya alasanku untuk hidup. Saya memiliki wanita lain dalam hatiku. Akhir dari ini akan datang suatu hari nanti. Tapi aku tak bisa mengabaikan gadis ini. Saya minta maaf Myung Hee.”

Gambar3

Berjalan sampai larut malam, melihat kondisi Yang Sun yang masih lemah, Sung Yeol menggendong Yang Sun sampai  ke rumahnya. Ketika di gendong, Yang Sun bertanya pada Sung Yeol apa tidak berat menggendongnya, Sung Yeol lantas menjawab: “Tak perduli terasa betapa beratnya tubuhmu, tidak akan seberat hatimu.” Yang Sun memegang erat Sung Yeol dalam gendongannya, dan tertidur.

Tiba di rumah Sung Yeol, dia menyuruh Yang Sun untuk mengikutinya. Soo Hyang melihat Yang Sun datang bersama Sung Yeol dan juga ingin mengikuti mereka namun dicegah oleh Ho Jin. Sekali lagi melihat kebersamaan Yang Sun dan Sung Yeol, So Hyang  melihat dengan rasa cemburu.

Sung Yeol membawa Yang Sun ke sebuah kamar dan berkata: “Ini adalah tempat dimana kamu akan tinggal mulai dari sekarang.” Kembali ditolong olehnya, Yang Sun merasa telah merepotkan Sung Yeol, dan berkata jika ia akan pergi dan mencari tempat tinggal.

Menunjukkan rasa sayangnya meskipun agak sedikit kasar karna tak ingin ketahuan oleh Yang Sun, Sung Yeol berkata: “Segera setelah kau sehat, kau harus bekerja.” Dan mengingatkan statusnya sebagai seorang budak. Sung Yeol berkata padanya jika dokumen budaknya telah ada ditangannya, dan sekarang tuannya adalah dia.

Mendengarnya, Yang Sun terkejut, dan Sung Yeol berkata padanya jika mulai dari sekarang dia adalah miliknya: “Mulai dari sekarang, kamu tak boleh pergi tanpa seizinku. Tanpa seizinku, kamu tak boleh terluka atau menangis. Karna kamu milikku sekarang, kamu tidak boleh menganggap enteng tubuhmu dan kamu tidak boleh melakukan apapun untuk menyakitinya.”

Dengan senyuman di wajahnya, Yang Sun menjawab: “Ya. Saya mengerti,” namun saat Sung Yeol akan meninggalkan kamarnya, Yang Sun meminta izin untuk melihat barang peninggalan terakhir ayahnya.

Gambar4

Di ruang bacanya, Sung Yeol menunjukkan buku catatan Putra Mahkota Junghyun dan mengatakan pada Yang Sun jika karna buku ini ayahnya mengorbankan hidupnya. Sung Yeol menjelaskan pada Yang Sun jika buku tersebut memiliki rencana rahasia untuk menyingkirkan Gwi, seorang vampir, yang hidup dalam istana, dan mengaku jika ia mencari buku tersebut agar bisa mengalahkan Gwi.

Mengetahui rencana yang akan dijalankan oleh Sung Yeol berbahaya, Yang Sun berharap jika ia akan berhasil. Dan mengungkapkan keinginannya agar Sung Yeol bisa membalaskan dendam orang-orang yang telah dibunuh oleh Gwi, termasuk ayahnya.

Yang Sun ingin menyimpan buku catatan Pangeran Junghyun karna itu adalah barang peninggalan terakhir ayahnya, namun menyadari jika buku tersebut sangat penting untuk menyelamatkan negara, dia menyerahkannya kepada Sung Yeol. Namun, dia memberikan sebuah kotak kuas kepada Yang Sun, dan menjelaskan jika kotak tersebut ditemukan bersama dengan buku catatannya.

Berbaring dalam kamarnya, Yang Sun terus memandang kotak kuasnya, dan mengingat ketika Yoon memperlihatkannya sebuah kotak yang sama persis dengan miliknya. Waktu itu Yoon mengatakan jika barang tersebut sangat berharga, dan hanya ada dua di dunia.

Melihat dengan seksama kotaknya, Yang Sun menyadari jika kotak itu sama persis dengan milik Yoon, dan bertanya-tanya bagaimana bisa sampai ayahnya memiliki benda tersebut.

Gambar5

Sung Yeol mengatakan pada Soo Hyang jika Yang Sun akan tinggal bersama mereka dan Ho Jin setuju dengan idenya mengingat bagaimana kondisinya yang sedang dalam bahaya karna Gwi pasti akan mencarinya. So Hyang penasaran satu hal dan bertanya padanya mengapa ayah kandung Yang Sun membesarkannaya sebagai anak laki-laki.

Ho Jin lantas menjawab Soo Hyang: “Keluarga yang menunggu anak laki-laki, bukankah mereka membesarkan anak perempuan mereka sebagai anak laki-laki sampai mereka mendapatkan seorang putra.” Sung Yeol agak setuju dengan Ho Jin, namun ingin mencari tahu apa ada alasan lain dibaliknya.

Sung Yeol kembali membuka buku catatan Putra mahkota Junghyun, dan melihat kata kunci di dalamnya [Garis keturunan dari pihak ibu, kehendak raja, pembasmi gwi]. So Hyang berpesan pada Sung Yeol meskipun Yoon datang menemuinya atau tidak, dia harus menemukan hubungan dari garis keturunan pihak ibu.

Keluar dari kamar Sung Yeol, Ho Jin tak menyangka jika dia bisa seperhatian itu pada Yang Sun, dan berpikir jika Sung Yeol sedikit telah berubah. Mendengarnya, mata So Hyang berkaca-kaca, mungkin karna menyadari cintanya telah bertepuk sebelah tangan.

Gambar6

Tak bisa tidur, Yang Sun lantas mendatangi perpustakaan Sung Yeol yang dibanjiri oleh tumpukan buku-buku, yang tanpa ia sadari Sung Yeol berdiri di belakangnya. Yang Sun beralasan jika ia datang untuk membaca buku sejarah agar membuatnya tertidur.

Sung Yeol menemani Yang Sun membaca buku, dan memandang dengan senyuman ketika melihat Yang Sun telah tertidur pulas diatas tumpukan buku dibarengi dengan wajahnya yang tersenyum.

Membawa Yang Sun ke kamarnya, Sung Yeol sedikit khawatir ketika wajah Yang Sun yang lagi tertidur sangat gelisah. Saat ia tiba-tiba terbangun dari mimpi buruknya, sambil memegang bahunya, Yang Sun menjelaskan jika dia terus saja bermimpi buruk  telah digigit, entah itu manusia atau hewan.

Merenung di beranda rumahnya, So Hyang datang menghampirinya dan mengingatkan Sung Yeol agar tidak memberi hatinya pada Yang Sun karna suatu hari nanti dia pasti akan meninggalkannya apalagi setelah ingatannya kembali sebagai Seo Jin, dan mengetahui jika dia telah membunuh ayah kandungnya meskipun kejadian 10 tahun lalu itu adalah untuk menyelamatkan nyawanya dari ayahnya yang telah berubah menjadi vampir, dan apalagi mengetahui jika dia bukan seorang manusia namun vampir.

Sung Yeol lantas menjawab So Hyang: “Entah itu mimpi indah atau mimpi buruk, kau akan selalu terbangun dari mimpi,” namun seperti kata pepatah lain di mulut lain di hati. Dalam hatinya, Sung Yeol berkata: “Namun sampai mimpi ini hilang, hanya sampai saat itu, saya ingin melindungi dan menjaga gadis itu.”

Gambar7

Keesokan paginya Yang Sun sibuk menyapu halaman, dan di depan Sung Yeol Ho Jin protes dengan Yang Sun yang mengambil alih semua pekerjaan rumah. Melihat senyuman Yang Sun dan semangat hidup yang dimilikinya, Sung Yeol hanya berpesan kepada Ho Jin jika mulai dari sekarang, dia harus mengawasinya.

Yang Sun dengan penuh semangat melakukan pekerjaan rumah mulai dari mengepel, merapikan kamar Sung Yeol, dan mencuci bajunya. Tak sampai disitu, ketika di kamarnya, Yang Sun  sempat curi-curi kesempatan dengan mencium aroma baju Sung Yeol dan memeluknya sambil tersenyum.

Dengan bangganya, Ho Jin memperlihatkan kemampuannya membelah kayu menggunakan kapak yang membuat Yang Sun terkagum-kagum. Namun ketika Yang Sun juga ingin mencoba membelah kayu dengan kapak, yang ada kapaknya malah melayang dan sekikit saja hampir mengenai kepala Ho Jin sampai membuatnya jatuh pingsan karna terkaget.

Ho Jin masuk ke kamar Sung Yeol dan sambil merengek berkata jika seisi rumah jadi kacau karna Yang Sun, mulai dari nasi yang sampai hangus, sampai rasa supnya yang tidak enak. Namun Ho Jin mengaku pada Sung Yeol jika ia tak bisa marah apalagi melihat tatapan mata Yang Sun yang penuh kebahagiaan.

Yang Sun masuk membawakan Sung Yeol hidangan yang ia masak sendiri, dan menyuruhnya untuk segera makan. Saat Sung Yeol mencicipi satu persatu, Yang Sun bertanya rasa dari makanannya, Ho Jin langsung menyahut jika Sung Yeol adalah ahli pencicip makanan, belum menyelesaikan kalimatnya ketika mengatakan “makan sangat sedikit……”, langsung dipotong oleh Sung Yeol mengatakan jika makanannya terasa enak, membuat Ho Jin melongo.

Sung Yeol mengingatkan Yang Sun untuk tidak bekerja terlalu keras dan berpesan padanya jika ia akan menemukan alasan untuk hidup selama ia hidup.

Gambar8

Di sarang bawah tanah Gwi, ayah Myung Hee kaget dan menentang rencana Gwi yang ingin menikahkan purtinya Hye Ryung dengan Yoon. Perdana Menteri mencurigai jika Yoon hanya berpura-pura menaatinya, namun dia sedang merencanakan sesuatu di masa yang akan datang, dan bertanya apa dia percaya jika Putra Mahkota tidak ada hubungannya dengan Pelajar Bernafsu.

Perdana Menteri yang mencoba meyakinkan Gwi jika Yoon adalah Pelajar Bernafsu, Hye Ryung malah membantah alibi ayahnya dengan mengatakan jika Pelajar Bernafsu adalah Jo Saeng yang telah meninggal (ayah Yang Sun), dan untuk menyelamatkannya, Kim Sung Yeol bahkan menggunakan mayat selir istana, dan memperkirakan jika buku catatan Pangeran Jung Hyun telah jatuh ketangan Sung Yeol. Dan menyarankan Gwi untuk lebih mengawasi Sung Yeol dan bukannya Yoon.

Perdana Menteri kaget ketika Gwi menyuruhnya pergi dan menatap dengan jengkel putrinya Hye Ryung yang tetap tinggal berbicara dengannya. Saat ayahnya telah pergi, Gwi mengatakan: “Seorang putri yang membenci ayahnya dan ingin berada di posisi lebih tinggi darinya? Ini menyenangkan.”

Gambar9

Gwi datang mendekat pada Hye Ryung dan sambil menyentuh pundaknya Gwi memberinya tawaran ketimbang jadi wanita raja, lebih baik menjadi wanitanya. Namun Hye Ryung menolak tawarannya dengan berkata jika ia ingin menjadi manusia dengan kekuasaan.

Di ruang bacanya, Sung Yeol mempelajari dengan seksama petunjuk yang ada di buku catatan Junghyun. Saat Sung Yeol menulis ulang nama-nama yang ada dalam buku catatan Junghyun di secarik kertas, dia terus saja bertanya-tanya hubungan antara tiga rahasia untuk menyingkirkan Gwi dan nama-nama tersebut. Di saat yang sama, diam-diam Yang Sun datang mendekat disampingnya sambil bertanya: “Apa yang sedang kau lihat begitu serius?.”

Gambar10

Saat Yang Sun melihat tulisan Sung Yeol, dia menyadari sesuatu jika huruf tersebut mempunyai hubungan satu sama lain seperti yang biasa ia lakukan ketika menulis cerita. Berdasarkan petunjuk yang diberikan Yang Sun, Sung Yeol menarik kesimpulan jika putri dari Lee Bang Ho dan Seo Yang Hee adalah Lee Ho Yeon. Dan Lee Ho Yeon menikahi Jung Choon Soo dan memiliki seorang putri bernama Jung Geum Ok, dan menyadari sebuah petunjuk baru jika ini adalah hubungan garis keturunan dari pihak ibu yang dimaksud.

Melihat ekspresi Sung Yeol yang seakan mendapat petunjuk, Yang Sun lantas bertanya padanya: “Apa saya memberikan bantuan?” Sambil mengelus rambutnya, Sung Yeol berkata: “Ya, tidak sia-sia kamu menulis cerita.”

Perdana Menteri marah besar kepada seorang pria yang telah menjual hak budak Yang Sun. Segera setelah mengetahui jika yang membeli hak budak Yang Sun adalah Sung Yeol, dia menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Putra Mahkota dan menaruh orangnya di Hwayang Gak, dan sekaligus mencari tahu tentang Kim Sung Yeol dengan diam-diam. Diluar, orang kepercayaan Hye Rung sedang menguping Perdana Menteri.

 

***Bersambung ke Bagian Kedua***

5 comments

  1. jd ga sabar nunggu lnjutannya….

  2. wahhhh di tunggu bgt nih lanjutannya! fighting chingu!!!

  3. akhir.a mncul jg snopsis.a , lnjut part 2.a unniie
    ga sbar lah nnggu crta slnjut.a :))

  4. Part 2 dong..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*