Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 12 Bagian Kedua

Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 12 Bagian Kedua

Gambar1

[Baca Juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 12 Bagian Pertama]

Di tengah malam, Yoon dan Sung Yeol akhirnya bertemu. Ketika Sung Yeol melangkahkan kakinya semakin dekat ke arah Yoon, Hok Yang berteriak: “Berhenti,” dan para pengawal termasuk dirinya mengarahkan pedang kepada Sung Yeol. Langkah kaki Sung Yeol terhenti, dan lantas memberi hormatnya kepada Yoon dengan menundukkan kepalanya.

Yoon memerintahkan untuk menurunkan pedang mereka, namun menyinggung sikap Sung Yeol terakhir kali yang nyaris membunuhnya. Sung Yeol mengangkat kepalanya dan berkata: “Saya minta maaf, tapi image itu dan image ini sekarang, keduanya adalah diriku. Namun, image asliku adalah asisten Raja. Mengabdi untuk keselamatan negara sebagai teman Putra Mahkota. Saya hidup seperti itu. Ketika tiba waktunya, saya akan mati.”

Yoon lantas bertanya kepada Sung Yeol mengapa ia bisa menjadi vampir, dan dia menjawab jika menjadi seorang vampir bukanlah keinginannya, tetapi karna itu satu-satunya cara untuk bertarung melawan Gwi.

Yoon kembali bertanya tentang kematian Seo Jung Do dan tentang Seo Jin, sebelum menjawab pertanyaannya Sung Yeol membawa Yoon ke bekas rumah  Seo Jung Do dan mengaku jika ia memang membunuhnya namun itu terjadi setelah Gwi menggigitnya dan mengubahnya menjadi vampir.

Sung Yeol lanjut menjelaskan jika setelah Seo Jung Do berubah menjadi vampir, ia tak punya pilihan lain selain membunuhnya ketika Seo Jung Do hampir membunuh anaknya sendiri.

Setelah mengklarifikasi kesalahpahaman yang ada, Sung Yeol lantas bertanya pada Yoon apa dia masih tak mempercayainya, dan apakah masih menganggapnya sama dengan Gwi, dan kemudian mengeluarkan sebuah pisau belati dari kantung bajunya dan berkata: “Jika kau tak percaya padaku, kamu bisa menusukku dengan pisau belati ini disini, sekarang. Kau butuh buku catatan itu untuk membunuh Gwi tapi kau bisa membunuhku dengan menusukku di jantung dengan pisau belati Hawthorn ini.”

Yoon tak mengambil pisau belatinya, pertanda ia telah percaya, dan menjelaskan jika istana baru dimana pernikahannya akan dilaksanakan akan menjadi medan pertempuran melawan Gwi.

Mendengarnya, Sung Yeol kaget dan berkata jika mereka tidak boleh melakukannya karna tanpa rencana rahasia itu, melawan Gwi sekarang sama saja dengan bunuh diri.

Hak Yong berkata pada Sung Yel bahwa sebenarnya mereka juga tahu rencana itu berbahaya, dan menjelaskan jika Putra Mahkota Yoon juga sempat berpikir untuk melawan Gwi ketika berhasil mendapatkan rencana rahasia itu, namun keputusan raja sudah bulat. Sung Yeol lantas meminta ijin untuk bertemu dengan raja.

Gambar2

Keesokan paginya, sambil melihat dan menyentuh baju pegawai istananya untuk yang pertama kali setelah 120 tahun, Sung Yeol mengingat kata-katanya kepada Putra Mahkota Junghyun: jika ia ingin membantu keinginan Putra mahkota membuat sebuah dunia yang diisi dengan harapan manusia.”

Ketika Soo Hyang membantu memakaikan pakaiannya, ia bertanya pada Sung Yeol: “Ada situasi apa sehingga anda memakai seragam pegawai istana ini?”

Sung Yeol menjelaskan jika ia akan masuk ke istana dan bertemu dengan Raja. Soo Hyang menyarankan padanya jika ia tak perlu repot menemui raja seresmi ini, dan berkata jika ia bisa dengan mudah menemuinya dengan menggunakan kekuatan yang ia miliki sebagai seorang vampir. Namun Sung Yeol berpendapat jika ia ingin mendapat kepercayaan Raja, dia harus menemuinya sebagai seorang manusia.

Sambil berlutut di hadapan Raja, Sung Yeol memperkenalkan dirinya sebagai pengawal Putra Mahkota Junghyun 120 tahun lalu, dan menjelaskan jika ia berubah menjadi vampir ketika membantu Putra Mahkota Junghyun melawan Gwi, dan telah lama mencari buku catatan Junghyun untuk mengetahui rencana rahasia menyingkirkan Gwi.

Gambar3

Ketika Raja membaca dengan seksama isi buku catatan Junghyun, Sung Yeol mengatakan padanya ada tiga rencana rahasia di dalamnya, dan menjabarkannya di hadapan Raja. Yang pertama adalah keinginan raja dan menjelaskan jika  Raja yang dulunya rakus akan kekuasaan adalah yang memanggil Gwi keluar, dan sebaliknya untuk membinasakannya tak bisa dilakukan tanpa keinginan Raja. Yang kedua adalah malaikat pelindung, dan menjelaskan jika dirinyalah yang dimaksudkan yang berperan untuk melindungi rencana rahasia. Yang ketiga adalah garis keturunan pihak ibu, namun sampai sekarang Sung Yeol mengaku belum bisa menemukan petunjuk apapun untuk menemukan wanita yang dimaksud, dan meminta bantuan Raja untuk menggunakan kekuasaannya agar menemukannya secepatnya.

Raja lantas bertanya apa yang bisa dilakukan wanita tersebut untuk melawan Gwi. Namun sayang Sung Yeol masih belum tahu apa perannya dalam membinasakan Gwi, tapi dia mengingatkan Raja bahwa tidak mungkin menyingkirkan Gwi tanpa rencana rahasia itu, dan meminta Raja untuk membatalkan rencananya.

Setelah mendengar semuanya dari Sung Yeol, tak disangka Raja lantas merobek secarik kertas dari buku catatan tersebut yang menulis tiga rencana rahasia dan kemudian membakarnya. Raja berpendapat jika itu hanya secarik kertas dan baik Putra Mahkota Junghyun dan Sadong telah mengalami kematian yang menyedihkan karna percaya terhadap buku catatan tersebut, dan tak menginginkan Yoon juga mengalami hal yang serupa untuk mencari jawabannya, selain itu raja juga tak tega melihat rakyat yang menderita karna ulah Gwi dan bertekad untuk melawannya dengan caranya sendiri.

Meskipun telah diperingati oleh Sung Yeol, jika tindakannya ini akan membuatnya kehilangan banyak hal, sedikitpun Raja tak bergeming dan tetap maju dengan rencananya. Tak punya pilihan lain, Sung Yeol akhirnya memutuskan mengikuti rencana Raja sesuai permintaannya.

Gambar4

Sung Yeol menghadap Yoon di istananya dan memberinya kabar jika ia telah mengetahui semua detil rencana Raja membasmi Gwi. Di depan Sung Yeol, Yoon bertanya apa dia mencintai Yang Sun. Sung Yeol menjawab jika suatu saat nanti ingatan Yang Sun kembali dan mengetahui yang sesungguhnya jika ia telah membunuh ayah kandungnya, menurutnya semuanya akan berbeda.

Akan tetapi Yoon berpendapat jika hal itu ia lakukan untuk menyelamatkannya, dan menurutnya jika ingatan Yang Sun telah kembali, kebenciannya terhadap Sung Yeol tidak akan sebesar kebencian Yang Sun terhadap dirinya.

Yoon juga mengatakan jika perkataan Sung Yeol sehari yang lalu bahwa ketika ia berhasil menyingkirkan Gwi, dia akan mengakhiri kehidupannya yang seperti binatang buas, sangat mengganggunya. Dia meminta Sung Yeol untuk tidak melakukannya dan memintanya untuk membuat Yang Sun bahagia: “Jika kita berhasil dan kau selamat, tolong buat anak itu bahagia.”

Di sarang bawah tanahnya, duduk sambil menguap karna merasa bosan, Gwi berkata pada Perdana Menteri: “Betapa prustasinya hidup di tempat seperti ini, kamu tak akan tahu.” Dia juga berkata bahwa ia akan menghadiri pernikahan Putra Mahkota.

Gambar5

Sung Yeol menyuruh Ho Jin untuk terus mencari garis keturunan dari pihak ibu seperti yang tertulis dalam buku catatan Junghyun, sedangkan Soo Hyang meminta Sung Yeol membatalkan niatnya bergabung untuk melawan Gwi. Meskipun demikian Sung Yeol telah memantapkan hatinya untuk pergi sebagai wujud dari kesetiaannya, dan meminta maaf kepada Soo Hyang.

Sambil matanya berkaca-kaca, Soo Hyang memohon agar ia bisa ikut bersamanya meskipun harus mati. Meskipun ia tak bisa mendapat hati Song Yeol, keinginannya adalah mati disampingnya. Sayang keputusan nekadnya tak mendapat persetujuan dari Sung Yeol. Sung Yeol menitip pesan kepada Soo Hyang agar menjaga Yang Sun dengan baik jika terjadi sesuatu padanya. Soo Hyang kemudian meninggalkan ruangan Sung Yeol dengan linangan air mata.

Sadar akan menghadapi maut, untuk yang terakhir sebelum pergi ke medan pertempuran Sung Yeol menemui sang pujaan hati Yang Sun yang sedang sibuk merapikan buku-buku lama di perpustakaannya. Di depan Sung Yeol, Yang Sun berkata jika ia akan membaca semua buku yang ada di perpusatakaan yang telah di baca olehnya, tanpa melewatkan satu bukupun.

Sung Yeol lantas menjawab: “Lalu maksudmu kamu akan tetap disini sampai kamu membaca habis semua bukunya?,” Yang Sun yang tak tahu apa-apa hanya tersenyum mendengar perkataannya. Sambil menatap Yang Sun yang sedang duduk sibuk merapikan buku-buku, Sung Yeol berkata: “Yang Sun,” menatap Sung Yeol yang diam tanpa berkata apa-apa, Yang Sun lantas bertanya: “Mungkin ada sesutau yang ingin kau katakan padaku?”

Sung Yeol kemudian menyentuh pipi Yang Sun, dan mencium bibirnya. Ketika dicium, Yang Sun menutup mata sehingga ia tak melihat air mata Sung Yeol jatuh membasahi pipinya.

Gambar6

Saat akan pergi ke medan pertempuran, Sung Yeol sejenak menengok kamar Yang Sun. Melihatnya Ho Jin lantas bertanya: “Dia sepertinya sedang tidur. Haruskah saya membangunkannya?”, Sung Yeol menjawab: “Biarkan saja.”

Dengan muka sedih, Ho Jin berkata padanya jika Soo Hyang tak akan mengantarnya. Sebelum pergi, Sung Yeol menitip pesan bahwa jika dia tak kembali sebelum matahari terbit, dia harus menceritakan segalanya kepada Yang Sun, dan membantunya dengan apapun yang ia inginkan untuk bisa bertahan hidup. Memegang pundak Ho Jin, Sung Yeol mengucapkan terima kasih kepadanya karna selama ini telah berada disampingnya, mendengarnya Ho Jin tak sanggup menahan air matanya.

Akhirnya pernikahan antara Yoon dan Hye Ryung dilaksanakan. Rona bahagia tampak di wajah Raja dan ibu Yoon, berbanding terbalik dengan Perdana Menteri yang tampak cemberut.

Gambar7

Usai pernikahan Yoon dan Hye Ryung, Raja bertemu dengan Baek In Ho dan memberitahunya jika ia telah menemukan jawaban dari garis keturunan pihak ibu yang selama ini dicari oleh Sung Yeol setelah diam-diam memerintahkan seseorang ke Kantor Investigasi dan memeriksa semua identitas catatan keluarga, dan meminta pendapatnya tentang langkah mereka selanjutnya; apakah menunda perlawanan mereka sambil menunggu waktu tepat atau tetap maju melakukan seperti yang sudah direncanakan sebelumnya.

Baek In Ho berkata pada Raja jika mereka harus tetap menjalankan sesuai rencana dengan mempertimbangkan jika mereka tak punya banyak kesempatan untuk menarik Gwi ke medan pertempuran  tanpa ia merasa curiga, ditambah lagi dengan persiapan mereka yang telah selesai.

Di kamarnya, dengan menyalakan lampu Yang Sun membaca buku  satu persatu seperti yang ia janjikan pada Sung Yeol.

Gambar8

Jamuan makan di istana baru digelar dengan sangat meriah dihadiri oleh para pejabat istana,  dan dihibur oleh para penari dan pemain musik yang salah satu diantaranya adalah Soo Hyang. Di tempat lain Sung Yeol sedang bersembunyi sambil mengamati situasi yang terjadi di istana, sedangkan Raja, Yoon, Hok Yang dan Noh Chang So menunggu dengan cemas.

Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba, Gwi datang ke pesta pernikahan Yoon dan Hye Ryung. Ketika Gwi memasuki tempat acara, Yoon segera memerintahkan semua pegawai istana untuk pergi. Di depan Yoon dan Raja, Gwi protes karna tak seorang pun yang datang untuk menuangkannya minuman, dan meminta Hye Ryung untuk melakukannya.

Saat Hye Ryung berdiri dari tempat duduknya dan hendak pergi menuangkan anggur, Yoon menyuruhnya untuk tetap diam ditempatnya. Dan Soo Hyang memberanikan diri menawarkan diri untuk menuangkan anggur kepada Gwi.

Saat Soo Hyang sedang menuangkan minuman di gelas Gwi, (Yoon dan Raja mengingat rencana mereka bahwa perburuannya akan dimulai ketika Gwi meminum minuman yang telah dicampur oleh gisaeng). Sayang, Gwi malah membuang cangkirnya, namun Raja kemudian berteriak “tembak”, dan para pemburu yang telah bersiap-siap menembakkan dengan membabi buta peluru mereka ke arah Gwi, namun berhasil ditangkis olehnya. Saat peluru melesat kearahnya, Gwi mendorong Soo Hyang yang berada disampingnya.

Gambar9

Baek In Ho kemudian memerintahkan Raja dan keluarganya untuk pergi. Ketika Gwi sibuk melawan para pengawal istana, para pemburu terus menembakkan peluru mereka ke arah Gwi, namun masih bisa ditangkis olehnya dengan menggunakan tubuh pengawal istana sebagai perisai. Tapi sebuah tembakan dari Baek In Ho berhasil mengenai Gwi.

Baek In Ho kemudian mengeluarkan pisau belatinya, sedangkan Gwi yang sempat terjatuh karna tembakannya berkata: “Sudah sangat lama, ini akan menjadi malam yang menyenangkan,” dan maju melawan mereka semua.

Saat Perdana Menteri mengerahkan prajuritnya untuk menangkap Raja, Yoon dan Hye Ryung yang meninggalkan tempat jamuan makan, tiba-tiba Sung Yeol datang dan menghabisi mereka semua. Sedangkan di tempat jamuan makan, Gwi berhasil menghabisi semua para pemburu yang ditugaskan untuk membunuhnya, dan Baek In Ho harus terluka parah.

Berhasil melumpuhkan prajurit Perdana Menteri, Sung Yeol memasuki tempat acara jamuan makan dan mendapati semuanya telah tewas kecuali Baek In Ho yang terluka parah, Gwi lantas berkata padanya: “Mengapa kau sangat terlambat Kim Sung Yeol?”

Gambar10

Gwi dan Kim Sung Yeol akhirnya saling berhadapan dan bertarung. Gwi berkata padanya: “Meskipun mengetahui jika kita bertemu kembali, kau akan mati. Kau muncul dengan berani.” Sung Yeol maju menyerang Gwi, dan pergi membawa lari Baek In Ho. Saat Gwi akan mengejar Sung Yeol, tubuhnya melemah karna luka atas tembakan Baek In Ho yang berhasil bersarang di tubuhnya, dan dari kejauhan Soo Hyang yang sembunyi menyaksikan semua kejadian tersebut. Sung Yeol kemudian lari keluar istana menyelamatkan Baek In Ho.

Yang Sun yang sedang tertidur pulas di kamarnya, lampu yang ia nyalakan tiba-tiba redup.

Di istana Raja, terdiam sejenak sambil memandang Yoon dengan penuh kesedihan, Raja minta maaf dan mengatakan jika ia harus pergi dan meninggalkannya sendiri. Raja memerintahkan Yoon untuk berkata pada Gwi jika dia sendiri yang merencanakan ini semua. Raja berpesan pada Yoon agar tetap bertahan hidup untuk menyingkirkan Gwi, dan menjelaskan jika masih ada tersisa satu cara.

Raja berkata pada  Yoon jika rencana rahasia yang tertulis di buku catatan Junghyun adalah Seo Jin, satu-satunya yang selamat dari garis keturunan pihak ibu. Yoon bingung bagaimana anak lemah seperti Seo Jin bisa membunuh Gwi, dan raja mengatakan padanya jika ia harus mengorbankan dirinya. Raja berpendapat ketika Gwi mengisap darah Seo Jin, dia akan mati, dan memerintahkan Yoon untuk menggunakan segala cara mendapatkan Seo Jin dan menghidangkannya pada Gwi.

Gambar11

Ketika Yang Sun bangun di pagi hari, dia bingung melihat muka Ho Jin yang menangis. Yang Sun lantas bertanya padanya apa dia sedang menunggu Sung Yeol. Namun dengan sedihnya, Ho Jin menjawab jika Sung Yeol tak akan datang.

Yang Sun kaget dan bertanya: “Dimana, dia pasti telah pergi ke suatu tempat yang jauh.” Sambil menangis, Ho Jin berkata pada Yang Sun jika Sung Yeol telah pergi ke tempat yang sangat jauh dan tidak akan kembali. Mendengarnya, Yang Sun sangat khawatir bertanya: “Itu, apa yang sedang kau bicarakan? Cepat katakan padaku.”

Sung Yeol lari dari incaran Gwi dengan membopong Baek In Ho yang terluka parah sampai ke sebuah hutan. Baek In Ho yang terluka parah berkata: “Rahasia.,” namuan Sung Yeol menyuruhnya untuk tidak bicara melihat kondisinya. Dengan mengumpulkan tenaganya, Baek In Ho berkata pada Sung Yeol: “Rencana rahasia adalah Seo Jin, anak itu,” mendengarnya, Sung Yeol sangat terkejut.

2 comments

  1. sung yeol kenapa datangnya terlambat sih hingga membuat banyak orang yg meninggal, semoga saja sung yeol dapat membunuh gwi dan akhirnya happy ending dengan yang sun.
    aku tunggu ya kelanjutanya…..>^_^<…..

  2. Dheanggara Resty

    DI tunggu episode selanjutnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*