Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 12 Bagian Pertama

Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 12 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 12 Bagian Kedua]

Ketika Sung Yeol melemparkan tubuh Yoon, kotak kuas milik Jin terjatuh dari bajunya. Sedangkan Sung Yeol menutupi matanya yang berubah merah agar tak dilihat oleh Yang Sun

Yoon kaget  melihat Yang Sun ada di hutan, sementara Yang Sun bingung dan bertanya: “Apa yang sedang terjadi?”,  Yang Sun segera memungut kotak kuas yang jatuh dan kembali lagi kebingungan mengapa kotak itu sampai ada di tangan Yoon.

Belum sempat bertanya kepada Yoon, Baek In Ho datang dan menembakkan panahnya ke arah Sung Yeol, namun ditangkis olehnya, dan membawa pergi Yang Sun.

Yoon menahan Baek In Ho yang akan mengejar mereka berdua. Sesampainya di rumah, Sung Yeol marah kepada Yang Sun karna begitu cerobohnya sampai harus berkeliaran seperti itu.

Gambar2

Sejenak Yang Sun terdiam, dan lantas bertanya kepada Sung Yeol mengapa ia bisa ada bersama Yoon di hutan itu. Dengan jujur, Sung Yeol mengungkapkan jika sebenarnya mereka akan menggabungkan kekuatan untuk melawan Gwi, dan meminta Yoon datang ke Hwayang Gak jika dia memiliki keinginan untuk melawan Gwi, namun sampai akhir ia tak kunjung datang. Yang ada ia malah mendengar kabar jika bahkan Raja dan Putra Mahkota telah tunduk pada Gwi,.

Mendengar tuduhan Sung Yeol, Yang Sun masih tak percaya dan menganggap jika Yoon bukan orang seperti itu. Yang Sun menjelaskan jika ia sempat melihat Yoon datang ke Hwayang Gak sedang mencari seseorang.

Yang Sun juga memberitahu Sung Yeol jika kotak kuas yang ia miliki sama persis dengan milik Yoon, dan mengaku jika Yoon juga sempat memberitahunya bahwa kotak tersebut hanya ada dua di dunia dan dia sedang mencari teman kecilnya yang telah menghilang.

Karna khawatir akan keselamatan Yang Sun, Sung Yeol menyuruhnya untuk sementara tidak keluar karna dia sendiri belum yakin apa maksud kedatangan Yoon.

Gambar3

Di hutan, Baek In Ho protes dengan Yoon karna tidak menyelamatkan Seo Jin dan malah membiarkannya di bawa oleh vampir. Baek In Ho menjelaskan padanya jika gadis yang dibawa oleh vampir adalah Seo Jin.

Yoon hampir tak percaya jika Yang Sun adalah Seo Jin karna setahunya Jin adalah anak laki-laki. Baek In Ho lantas menjelaskan padanya jika Seo Jung Do membesarkan putrinya sebagai anak laki-laki, dan dia tak tahu alasannya mengapa.

Hak Yong datang melapor kepada Yoon jika ia sama sekali tak dapat menemukan sedikitpun jejak Sung Yeol dan Yang Sun di hutan, karna penasaran dia bertanya: “Siapa orang itu?”

Yoon menjawab jika ia adalah vampir yang menolong Pelajar Bernafsu. Baek In Ho kaget mengetahui jika Yoon telah mengenalnya, Yoon kemudian menjelaskan ketika ia sebagai Pelajar Bernafsu yang mencoba untuk melawan Gwi, Sung Yeol telah banyak membantunya. Yoon juga mengungkapkan keinginan Sung Yeol untuk bekerja sama membasmi Gwi dengan mengggunakan rencana rahasia yang ada di buku catatan Putra Mahkota Junghyun.

Namun Baek In Ho hampir tak percaya jika Sung Yeol berbeda dari Gwi, lain halnya dengan Hak Yong yang malah memiliki pendapat berbeda darinya. Menurut Hak Yong selama ini Sung Yeol telah banyak memberinya bantuan.

Gambar4

Di kamar, sambil memegang kotak kuas miliknya, Yang Sun merenungkan perkataan Yoon padanya: “Ketika saya melihatmu, saya terus saja memikirkan temanku yang hilang 10 tahun lalu. Saya memberinya sesuatu yang penting dari milikku.“ dan yang kedua ketika Yoon kembali menatapnya dan yang Sun bertanya apa dia mirip dengan orang yang ia kenal, namun Yoon membantahnya berkata: “Tidak sekarang ketika saya melihatmu lagi dan lagi. Kamu tidak mirip.” Yang Sun mengetahui jika teman kecil Yoon adalah anak laki-laki, dan menduga itulah mengapa selama ini Yoon jadi bingung ketika melihatnya, karna dia sendiri adalah anak perempuan yang menyamar jadi anak laki-laki, dan bertanya-tanya apakah teman kecil Yoon adalah seorang wanita.

Gambar6

Dari kejauhan Yoon melihat Hye Ryung sedang berjalan sendiri dan segera datang menyusulnya. Di depan Hye Ryung, dia minta maaf atas sikap kasarnya sewaktu di kuil. Hye Ryung mengaku jika ia sama sekali tidak mengetahui kejahatan yang telah dilakukan oleh Pelajar bernafsu, dan tidak menyadari konsekuensi dari perbuatannya.

Tiba-tiba sebuah panah melesat ke arahnya dan dengan cepatnya Yoon menarik Hye Ryung untuk menyelamatkan dirinya. Telah ditolong oleh Yoon, Hye Ryung melihat sebuah panah yang melesat ke arah Yoon dan memberikan badannya sebagai perisai dan melindunginya. Dia harus terluka karna terkena panah di bagian belakang.

Para pengawal datang dan melindungi pangeran. Yoon menyuruh mereka untuk mengejar karna mengira mereka adalah pembunuh yang mengincarnya.

Namun ketika para pengawal mengejar orang yang berusaha membunuh Yoon, ternyata orang yang menembakkan panah tersebut adalah pengawal Hye Ryung. (akal-akalan Hye Ryung, namun pastinya berhasil meluluhkan hati Yoon).

Hye Ryung masih belum sadar, namun terus mengigau dan mengeluarkan air mata sambil berkata: “Tolong saya ayah. Seperti yang kau perintahkan, saya akan melakukan segalanya yang kau perintahkan padaku. Tolong selamatkan ibuku,” dan terbangun dari ngigaunya.

Ketika Hye Ryung telah sadar, Yoon berterima kasih karna telah menyelamatkannya. Di depan Yoon, Hye Ryung tak ingin berlama-lama dengannya karna takut rumor akan berkembang sedanfkan ia akan segera menikah. Dengan mata berkaca-kaca, dia juga mengaku jika pernikahannya hanya sebuah politik, mengumpamakan situasinya seperti seorang putri yang dijual karna ketamakan ayahnya untuk kekuasaan karna akan menikahi Putra Mahkota.

Gambar7

Yoon dan Raja akhirnya datang menemui Gwi di sarang bawah tanahnya. Raja memberitahu Gwi jika mereka harus memilih hari yang baik dan dengan segera melaksanakan pernikahan. Yoon juga mengutarakan rencananya yang akan mengadakan perjamuan makan di malam pernikahannya nanti dan ingin mengundang Gwi. Gwi lantas menjawab jika ia akan mempertimbangkannya.

Ketika Raja dan Yoon meninggalkan sarang bawah tanah, Perdana Menteri mengutarakan kecurigaannya dengan sikap mereka yang dengan begitu mudahnya menyetujui pernikahan dengan putrinya. Namun Gwi malah menyinggung sikap perdana menteri mengatakan: “Berapa banyak Raja yang telah kubuat tunduk padaku ketika duduk dalam posisi ini. Kamu pasti tidak tahu, kan?”. Dan mengenai undangan Yoon tentang perjamuan makan, Gwi tertarik untuk datang.

Di istana, raja mengutarakan rencananya tentang istana baru yang telah ia buat sebagai alat untuk menghadapi Gwi, dan mempercayakan sepenuhnya kepada Baek In Ho. Di depan raja, ia berjanji akan mempertaruhkan hidupnya untuk menangkap Gwi.

Pejabat yang telah membebaskan (menteri pertahanan) Yang Sun karna menerima sejumlah uang, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan Gwi. Dengan berlutut dan ketakutan, pria ini mengatakan padanya jika dia sama sekali tak tahu menahu jika pria yang menyamar sebagai saudagar dan yang membebaskan Yang Sun adalah Kim Sung Yeol, orang yang selama ini ia cari.

Perdana Menteri juga melapor pada Gwi jika Sung Yeol sering mendatangi Hwayang Gak, dan mendapat informasi tambahan jika tempat itu juga sering didatangi Yoon ketika dia ada diluar istana, namun orang suruhannya yang ditugasi membuntuti Yoon untuk memeriksa apakah dia ada disana untuk bertemu Sung Yeol, malah tewas.

Tak sampai disitu, Perdana Menteri juga mengutarakan kekhawatirannya dengan perkataan Jo Saeng sebelum meninggal, jika dia telah memberikan buku catatannya kepada seseorang. Di tambah lagi, sikap raja dan Yoon yang telah melunak di hadapan Gwi, dan mencurigai jika mereka sedang menyusun rencana untuk membunuhnya dengan buku catatan Junghyun di tangan mereka. Dan bertanya pada Gwi: “Apa anda akan diam saja?.” Di depan Perdana Menteri, Gwi lalu membunuh menteri pertahanan.

Gambar7

Di istana, ibu Yoon akhirnya datang menghadap raja untuk pernikahan Yoon yang akan segera dilaksanakan. Raja meminta ibu Yoon untuk kembali ke istana karna putranya akan segera menikah, namun dia masih menolaknya karna merasa waktunya belum tepat. Raja juga menyuruh ibu Yoon untuk mengajar istri Putra Mahkota tentang aturan-aturan di istana.

Ketika Perdana Menteri masuk menghadap Raja membawa Hye Ryung bersamanya, ibu Yoon terkejut melihat Hye Ryung dan hal yang sama dengan Hye Ryung (klo Hye Ryung sih cuman akting).

Usai bertemu dengan Hye Ryung, raja bertanya pada Yoon: apa dia pernah melihatnya dan mencurigai sesuatu mengingat dia adalah putri Perdana Menteri. Yoon mengaku jika ia sempat bertemu beberapa kali di kuil ketika mengunjungi ibunya, dan berpendapat jika Hye Ryung  berbeda dari ayahnnya, apalagi setelah ia ditolong olehnya. Raja tetap mengingatkan Yoon untuk tetap waspada apalagi dengan rencana besar yang akan mereka hadapi.

Ho Jin menegur Yang Sun yang sedang berdiri di depan kamar Sung Yeol yang ingin menguping pembicaraan antara Sung Yeol dan Soo Hyang.

Gambar8

Sung Yeol berkata pada Soo Hyang jika Yoon telah mengetahui bahwa Yang Sun adalah Seo Jin, namun Baek In Ho salah paham terhadapnya dengan mengira jika dia adalah Gwi yang telah membunuh Seo Jung Do sehingga membuat Yoon salah sangka.

Untuk menghilangkan kesalahpahaman, Soo Hyang menyarankan Sung Yeol untuk mengatakan yang sejujurnya jika waktu itu Seo Jung Do telah digigit oleh Gwi sehingga nantinya Seo Jin (Yang Sun) juga tidak akan salah paham. Namun Sung Yeol ragu untuk melakukannya sehingga membuat Soo Hyang menduga jika ia takut Yang Sun mengetahui identitasnya.

Ho Jin menasehati Yang Sun jika ia tak perlu berpikir yang tidak-tidak melihat Soo Hyang ada di dalam kamar Sung Yeol di tengah larut malam, dan mengungkapkan jika Sung Yeol telah menyelamatkan nyawa Soo Hyang, dan hubungan mereka tidak seperti yang ia kira.

Yang Sun kembali bertanya pada Ho Jin jika Sung Yeol cukup aneh, berpendapat jika ia sangat cepat dan kuat. Yang Sun menceritakan bagaimana Sung Yeol dengan tangan kosong menangkap panah yang melesat, dan juga matanya yang tiba-tiba berubah, dan merasakan ada banyak keanehan dari dirinya. Ho Jin lantas berusaha meyakinkan Yang Sun jika menurutnya Sung Yeol sama sekali tidak aneh.

Yang Sun lantas mengira-ngira: “Tidak, saya hanya berpikir mungkin dia adalah Sarjana Malam Hari,” sambil tersenyum dia lantas berkata pada ho Jin: “Tidak, kan.” Meskipun agak tegang, Ho Jin lantas menjawab jika ia terlalu banyak baca novel.

Gambar9

Yang Sun diam-diam mengintip Sung Yeol yang lagi asyik membaca di perpustakaannya. Ketika dia menoleh kearahnya, Yang Sun malah sembunyi, namun kehadirannya telah diketahui oleh Sung Yeol.

Ketika akan kembali mengintip Sung Yeol, dia tiba-tiba menghilang dan tanpa ia sadari Sung Yeol telah berdiri dibelakangnya dan bertanya: “Apa yang sedang kau lakukan disini?”

Ketika Sung Yeol berjalan maju mendekatinya sambil bertanya apa kau sedang memata-mataiku, Yang Sun berjalan mundur sambil berkata tidak. Dia nyaris jatuh, namun Sung Yeol memegangnya dan bertanya: “Apa? Apa ada sesuatu yang ingin kau ceritakan padaku?”

Meskipun awalnya agak ragu, Yang Sun memberanikan diri bertanya tentang keluarganya. Sung Yeol berkata pada Yang Sun jika semua keluarganya telah meninggal, dan termasuk seorang kekasih yang meninggal karna dirinya dan itu terjadi sudah sangat lama.

Mendengar kekasihnya telah tiada, Yang Sun lantas berkata: “Pasti sangat sakit,” namun Sung Yeol menjawab: “Sampai akhir hidupku saya pikir hatiku akan sakit seperti itu selamanya. Namun hati seseorang dapat berubah seiring waktu. Sekarang aku tahu.”

Sambil menatap Sung Yeol, Yang Sun berkata: “Saya tidak akan seperti itu. Hatiku tidak akan pernah berubah,” dari kejauhan mata Soo Hyang berkaca-kaca melihat mereka berdua.

Gambar10

Di sarang bawah tanahnya, Gwi mengingatkan Hye Ryung agar tidak lupa dengan janjinya untuk membawa padanya Kim Sung Yeol apalagi dengan impiannya yang akan segera termujud yaitu menjadi wanita raja. Gwi memperingati Hye Ryung: “Kamu akan segera menjadi ratu. Saya tidak bisa memilikimu untuk melakukan sesuatu yang membosankan.”

Di Hwayang Gak, saat Soo Hyang merenung dalam hatinya tentang Sung Yeol: “Bagimu saya ini apa, tuan? Saya….,” tiba-tiba seorang pelanggan memanggilnya dari luar kamarnya. Saat ia membuka pintu, betapa terkejutnya ia melihat perdana menteri yang datang bersama Gwi sampai membuatnya nyaris terjatuh, namun dengan refleks Gwi memegangnya dan bertanya padanya: “Apa anda baik-baik saja?”. Soo Hyang tak bisa menutupi tatapan keterjutannya melihat Gwi ada didepannya, sehingga membuatnya bertanya: “Apa kau mengenalku?”

Untuk mengecohnya, Soo Hyang lantas menjawab: “Saya minta maaf, tuan. Anda terlalu cantik. Tanpa saya sadari saya jatuh hati akan kecantikan anda.”

Gambar11

Meskipun demikian Gwi masih merasa curiga jika  Soo Hyang telah mengenalnya, sambil tersenyum Soo Hyang tetap membantah berkata: “Tidak mungkin. Ini pertama kalinya saya bertemu anda.” Namun tetap saja Gwi masih tak percaya dengan alasannya: “Tidak tatapan di matamu baru saja, kamu jelas mengenalku.”

Soo Hyang selamat dari cengkeraman Gwi, saat perdana menteri menegurnya karna hanya diam berdiri tanpa melakukan apapun, dan menyuruh Soo Hyang untuk menemaninya masuk ke dalam. Di depan Gwi, perdana menteri berkata padanya jika ia bisa mempercayai Soo Hyang karna ia adalah anak dari orang yang telah ia anggap sebagai tangan dan kakinya.

Gwi lantas memperlihatkan gambar Sung Yeol, dan ketika melihat gambarnya Soo Hyang berpura-pura mengaku jika ia telah melihatnya berkali-kali di Hwayang Gak. Soo Hyang  berjanji pada Gwi jika nanti ia melihat Sung Yeol, ia akan mengabarinya pada perdana menteri. Sebaliknya, Perdana Menteri juga berjanji pada Gwi jika ia akan membawa Sung Yeol di hadapannya, dan meminta Soo Hyang memerintahkan kepada bawahannya ketika melihat Sung Yeol untuk menahannya.

Ho Jin datang dengan terburu-buru memberitahu Sung Yeol jika Gwi datang ke Hwayang Gak, dan mencarinya. Sung Yeol merasa jika Gwi semakin dekat, dan ingin segera bertemu Yoon.

***Bersambung ke bagian kedua***

 

2 comments

  1. Ditunggu sinopsis bagian keduanya.. ?

  2. uhhhmmm untung saja soo hyang itu baik walaupun kadang ia selalu cemburu pada yang sun tidak seperti hye ryung yg selalu saja berlagak akting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*