Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 13 Bagian Kedua

Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 13 Bagian Kedua

Gambar1

[Baca juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 13 Bagian Pertama]

Melihat sikap Yang Sun yang kaget mendengar apa yang ia katakan, Hye Ryung menertawainya karna sama sekali tak tahu apa-apa tentang Sung Yeol tapi malah berkata cinta. Tak sampai disitu, Hye Ryung kemudian menyinggung bagaimana Sung Yeol yang bahkan menghabiskan waktu selama lebih dari 100 tahun merasa terluka karna merindukan kekasihnya yang telah meninggal.

Hye Ryung kemudian berkata pada Yang Sun bahwa kali ini dia akan melepaskannya mengingat kondisinya yang menyedihkan meskipun dia melanggar hukum istana karna telah menyelinap, dan menyuruhnya untuk tetap diam disini dan akan pergi mencari tahu tentang kondisi Sung Yeol.

Di luar, Hye Ryung memerintahkan pengawal setianya untuk menjaga Yang Sun sehingga ia tak bisa kemana-mana, dan akan pergi ke istana bawah tanah: “Saya baru saja menjadi Putri, sekarang aku tak bisa kehilangan itu.”

Yoon menawarkan hadiah yang besar bagi mereka yang mengetahui keberadaan Yang Sun, sebaliknya bagi mereka yang mengetahui Yang Sun ada di mana namun menyembunyikannya, mereka akan dihukum. Mereka mencari di seluruh kota, namun sedikitpun tak menemukan adanya tanda-tanda tentang dirinya.

Gambar2

Yang Sun duduk termenung sambil menangis mengingat bagaimana reaksi Sung Yeol ketika melihat Hye Ryung mengira dia adalah nama Myung Hee kekasihnya yang lantas memeluknya dengan erat dan menangis, dan pengakuan Sung Yeol di ruang baca tentang kekasih masa lampaunya yang telah meninggal; tanpa ia sadari Sung Yeol dari tadi telah mengawasinya.

Ketika Yang Sun menyeka air matanya, dia melihat Sung Yeol sedang berdiri disana. Sung Yeol kemudian menggunakan kekuatan supernya dengan secepat kilat muncul dihadapannya. Sebelum dia mengatakan siapa dirinya yang sebenarnya, Yang Sun memeluknya dan lega karna dia masih hidup.

Sung Yeol menarik Yang Sun dari pelukannya dan bertanya apa dia tak takut padanya setelah tahu siapa dirinya yang sebenarnya, dan Yang Sun menjawab jika bukan itu yang ia takutkan: “Kamu menghabiskan waktu yang sangat lama hanya mencintai satu orang. Dibandingkan dengannya, saya mungkin hanya sebuah angin yang lewat. Ketika saya merasa bahwa saya tak punya alasan lagi untuk hidup, kau menyelamatkan hidupku. Kau juga satu-satunya orang yang memberiku alasan untuk hidup. Ketika saya masih hidup, saya akan tetap berada disampingmu. Hanya ketika saya telah meninggal, sama seperti kau mengingat kekasihmu di masa lampau, jika kau mengingatku sebanyak kau mengingatnya. Tak ada lagi yang kupinta.”

Luluh mendengar kata-katanya, Sung Yeol kemudian memeluk dengan erat yang Sun dan air mata mereka berdua pun menetes.

Gambar3

Melihat kedatangan Hye Ryung, Gwi malah meledeknya dengan memberinya hormat: “Mengapa anda datang ke tempat kotor ini?.”

Hye Ryung menjelaskan pada Gwi jika dia sama sekali tak tahu apapun tentang insiden itu; “Seandainya saya tahu, akankah saya masih datang ke tempat ini dengan kemauanku?” Amarah Gwi akhirnya surut ketika Hye Ryung berkata bahwa dia telah menangkap putri Pelajar Bernafsu.

Sung Yeol berhasil mengalahkan pengawal Hye Ryung dan membawa pergi Yang Sun.

Gambar4

Matahari telah terbenam namun Yoon pulang dengan tangan kosong. Ketika Yoon masuk ke ruangan raja, dia tak ada diruangannya, yang tertinggal hanya secarik kertas yang ditulis dengan darahnya. Pesan terakhir Raja adalah ia mengingatkan Yoon bahwa menjadi seorang raja bukan karna keturunan semata, tapi bertangung jawab pada keselamatan rakyat dan masa depan negara ini. Raja menulis: “Tolong ingat darah yang telah tertumpah.”

Penasihat raja telah bersiap untuk ikut mati bersama raja, dan menyerahkan tugasnya pada Hak Yong untuk mendukung Yoon ketika ia dinobatkan sebagai Raja. Hak Yong mengungkapkan penyesalannya karna selama ini telah salah paham terhadap kakeknya karna tidak mengetahui rencana yang ia dan raja buat, dan kakeknya menyesal karna tidak pernah memperlakukan cucu dan putranya dengan baik.

Hak Yong berkata bahwa dulu ia adalah cucu yang suka memberontak pada kakeknya, dan mengungkapkan keinginannya untuk kali ini tidak menuruti permintaannya. Dia telah bersiap untuk berkorban karna menurutnya Gwi tak akan percaya jika Yoon tak ada kaitannya dengan kejadian tersebut kecuali ada seseorang yang mengambil alih tanggung jawab itu.

Gambar5

Hak Yong berpesan padanya bahwa sebagai seorang raja yang masih muda, dia membutuhkan seorang penasihat yang lebih berpengalaman dan meminta kakeknya untuk menjaga Yoon. Penasihat raja tak bisa menerima keputusan sepihak darinya, tapi Hak Yong mengatakan jika dibandingkan dengan pengorbanan yang telah dilakukan oleh Sung Yeol untuk melawan Gwi, maka menyerahkan nyawanya bukanlah hal yang sulit.

Sung Yeol dan Yang Sun bertemu dengan Ho Jin, dan melapor padanya jika Putra Mahkota sampai datang ke rumahnya. Ho Jin menarik Sung Yoel untuk berbicara sebentar dan memberitahunya jika Yoon akan menyerahkan Yang Sun pada Gwi. Mendengarnya, Sung Yeol berpikir bahwa rumah itu berbahaya bagi Yang Sun, dan memerintahkan Ho Jin untuk membawanya ke Hwayang Gak, dan tetap bersembunyi.

Sementara itu, Sung Yeol akan kembali pergi karna akan ada masalah besar malam ini di istana, dan mengira Soo Hyang juga masih ada disana. Sayangnya, Soo Hyang sekarang ada di tempat Gwi.

Gambar6

Raja melepas pakaian kebesarannya dan berjalan sambil membawa sebuah pedang menuju sarang Gwi. Saat Raja melihat ke bawah sumur tempat meninggalnya Sadong, dengan wajah penyesalan raja berkata: “Anakku, saya minta maaf.”

Raja membayangkan Sadong sedang duduk di dasar sumur dan sambil menatapnya: “Jangan, ayah. Trima kasih karna telah menjaga Yoon.”

Gwi tiba-tiba muncul dari belakangnya dan berkata jika dia menikmati jamuan makan dan hiburan yang ia berikan. Tapi Raja malah memakinya dan menyesal karna tidak membuat istana baru untuk pemakamannya. Tak sampai disiru, Raja bahkan berani menyebutnya seorang monster yang hidup di bawah tanah karna takut matahari, manusia tidak selemah yang ia pikir.

Perkataan raja membuatnya teringat dengan perkataan Hae Seo kala itu: “Manusia tidak selemah yang kau pikir. Kau akan mati dari kemauan keras manusia,” yang membuat amarahnya tersulut.

Ketika Gwi datang mendekatinya, Raja memegang pedangnya, dan mengayunkannya. Darah terpercik di wajah Gwi, tapi ia malah menusuk dirinya sendiri berkata: “Jika kau lapar, lalu makan itu!,” dan membuang dirinya ke dalam sumur, membuat Gwi terkejut dan tak berkata apa-apa.

Gambar7

Gwi kemudian masuk ke ruangan Raja dan duduk di tahtanya, Yoon memaksa dirinya berlutut di hadapannya dan meminta dia dibebaskan. Gwi menertawai sikap pengecut Yoon dibanding kakeknya yang berdiri tegak hingga akhir, dan menghapus darah Raja di wajahnya dan mengolesnya pada Yoon dan bingung melihat sikapnya yang melunak.

Di depan Gwi, Yoon berkata jika dia tak mau mati seperti kakek dan ayahnya dan mengaku tidak terlibat atas kejadian di pesta pernikahannya. Ketika Gwi bertanya padanya siapa orang yang telah membantu Raja, pengawal datang membawa Hak Yong.

Hak Yong telah mengaku jika ia adalah orang yang telah membantu Raja menyusun rencana penyerangannya. Di depan Yoon, Hak Yong berpura-pura memakinya: “Dan kamu masih ingin hidup. Apa kamu tak malu terhadap langit?”

Ketika Gwi datang mendekat padanya, Hak Yong tak gentar sedikitpun bahkan berani meludahinya: “Betul bunuh saya, Bahkan di sorga sekalipun, saya akan mengutukmu,” mata Gwi kemudian berubah menjadi merah dan menggigit Hak Yong tepat di depan mata Yoon. Saat Perdana Menteri akan membakar mayat Hak Yong, Gwi menolaknya dan berkata jika ia akan menggunakannya untuk bersenang-senang.

Saat Yoon kembali ke istananya, disaat yang sama Hye Ryung diberitahu jika Yang Sun telah menghilang karna dibawa pergi oleh Sung Yeol, dan membuat Yoon menyebut nama Sung Yeol dengan amarah.

Gambar8

Di dalam kamar Hwayang Gak, Yang Sun menuduh Ho Jin telah berbohong padanya karna tidak memberitahunya jika Sung Yeol adalah Sarjana Malam Hari. Dia berkata bahwa itu tidak akan menjadi alasan untuk tidak mencintainya. Ho Jin menjelaskan bahwa menjadi seorang vampir sedikit berbeda dengan Sarjana Malam Hari, tapi Yang Sun menjawab tidak apa-apa, itu tidak akan mengubah hatinya.

Kim Sung Yeol berpapasan dengan tiga orang pria di jalan yang membawa seebuah peti mayat, dan mereka membawanya ke Hwayang Gak dengan perintah untuk memberinya pada Sung Yeol. Orang-orang kemudian datang berkerumun karna penasaran dengan bunyi ketukan dari peti mati tersebut.

Gambar9

Di sarang bawah tanah, Gwi bertanya pada Soo Hyang apa dia tak takut padanya, dia menjawab bahwa dia takut tapi juga penasaran. Soo Hyang menyebut dirinya sebagai makhluk paling kuat diantara makhluk hidup yang ada, dan yang paling penting adalah ia bisa hidup selamanya. Gwi kemudian bertanya padanya: “Kamu ingin menjadi vampir?”

Gwi lantas menjelaskan apa yang terjadi ketika seseorang menjadi vampir-ketika kau digigit pertama kali dan terbangun, kehausan yang teramat sangat—jika kau lapar, kau akan menginginkan darah, dan sekali kau merasakan darah, kau tak bisa melupakannya.

Gambar10

Di Hwayang Gak, penutup peti terbuka, dan ketika seorang gisaeng melihat petinya karna penasaran, dia lantas menjadi santapan pertama Hak Yong. Vampir Hak Yong bangun dari tidurnya dan bersiap memangsa orang-orang disana.

Hak Yong datang ke kamar Yang Sun, Ho Jin berusaha menyelamatkannya dari incaran vampir Hak Yong dan membawanya lari keluar kamar. Tapi si vampir secepat kilat muncul dihadapan mereka yang mengangkat tubuh Ho Jin dan ia menyuruh Yang Sun untuk lari.

Saat akan lari, Yang Sun melihat telah banyak mayat bergelimpangan, dan Hak Yong melemparkan tubuh Ho Jin hingga membuatnya jatuh pingsan, dan tiba giliran Yang Sun menjadi sasarannya. Melihat Hak Yong si vampir berdiri tepat didepanya, membuat Yang Sun teringat kejadia 10 tahun lalu ketika ayahnya berubah menjadi vampir dan mengigitnya.

Gambar11

Ketika Hak Yong akan menggigit Yang Sun, Sung Yeol datang dan melemparkan tubuh Hak Yong. Akhirnya pertarungan dua vampir dimulai, saat Sung Yeol menjatuhkan tubuh Hak Yong ke tanah dan bersiap menusuknya dengan pisau belati, tiba-tiba Yang Sun berteriak: “Jangan bunuh dia,” membuatnya terhenti dan terkejut menatap Yang Sun.

One comment

  1. Yah yang sun kenapa berteriak “jangan bunuh dia” sih entar dri pada jahat lagi gimana mending dibunuhkan (*_*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*