Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 15 Bagian Kedua

Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 15 Bagian Kedua

[Baca Juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 15 Bagian Pertama] 

Sung Yeol kemudian menyentuh pipi Yang Sun dan perlahan ingin menciumnya, tapi di detik terakhir dia mengurungkan niatnya. Dia berkata pada Yang Sun: “Jika saya memelukmu sekarang, saya mungkin akan melukaimu.”

Tapi Yang Sun kemudian memeluk Sung Yeol, dan kali ini Sung Yeol tak melepaskannya—dan memeluknya dengan erat.

Gambar1

Di Hwayang Gak, Soo Hyang menghibur Gwi dan perdana menteri yang membicarakan aksi terbaru mereka. Selain itu, Gwi mempunyai rencana untuk memanggil keluar Sung Yeol: Membuat hidup rakyat lebih menderita—karna Gwi tahu jika Kim Sung Yeol tidak akan duduk diam melihat semua itu.

Peraturan baru ditempel, dan reaksi masyarakat tidak puas. Seorang mahasisiwa yang berpakaian hitam diperiksa, dan ketika protes — dia malah dibawa paksa oleh prajurit istana.

Gambar2

Soo Hyang datang ke istana untuk bertemu dengan Hye Ryung, dan bertanya apa jubah pelindung Sung Yeol sekarang ada di tangannya. Hye Ryung berbohong jika dia tak tahu apa-apa tentang hal itu, dan Soo Hyang kemudian mengancamnya akan memberitahu Yoon bahwa dia telah lama datang ke istana bawah tanah.

Soo Hyang meminta agar jubah itu dikembalikan, tapi Hye Ryung menggertaknya: “Coba saja lakukan apa yang kau mau. Jika kau ikut campur antara hubunganku dengan Raja, saya akan memberi jubah itu pada Gwi.”

Hye Ryung bertanya apa maksud Soo Hyang dekat dengan Gwi. Soo Hyang menjawab bahwa dia telah melayani Sung Yeol sangat lama, dan akan melakukan lebih banyak lagi untuk membantunya. Hye Ryung juga menjawab bahwa dia adalah ratu negara ini, dan akan melakukan apapun untuk membuat Yoon sebagai raja yang sesungguhnya.

Tapi Soo Hyang bingung mengapa dia tidak menggunakan kekuasaannya untuk menyingkirkan Gwi, Hye Ryung mengklarifikasi bahwa seandainya Sung Yeol tidak menentang raja dan menyembunyikan Yang Sun maka Gwi pasti sudah mati.

Hye Ryung memberitahu Soo Hyang apa yang ia dengar tentang keturunan Gwi yang bisa membunuhnya—Jo Yang Sun adalah keturunan Gwi, dan menyebutkan bahwa Yang Sun adalah rencana rahasia untuk membunuh Gwi. Hye Ryung kemudian menasihati Soo Hyang untuk memikirkan apa yang terbaik bagi Sung Yeol.

Gambar3

Yang Sun membantu wanita di daerah itu membuat sepatu, dan seorang penjual memberikan mereka informasi tentang permintaan terbaru dari raja, dimana gadis-gadis muda akan dikirim ke istana dari masing-masing daerah. Tapi rumor yang beredar adalah gadis-gadis itu akan diserahkan kepada vampir.

Yang Sun bergegas pulang, khawatir dengan putri dari keluarga yang memberinya tumpangan, dan keduanya sembunyi dari pandangan petugas yang datang mencarinya. Untuk sementara petugas pergi, tapi pasti mereka akan datang kembali.

Gambar4

Soo Hyang mengunjungi Sung Yeol dan memberinya kabar terbaru tentang perbuatan Gwi, dan menyarankan Sung Yeol untuk tidak muncul karna itu hanya sebuah jebakan. Dia kemudian menyarankan Sung Yeol untuk memberikan Yang Sun pada Gwi, karna telah mendengar bahwa Yang Sun adalah rencana rahasia untuk menyingkirkan Gwi.

Sung Yeol menolaknya dan berkata jika dia juga bagian dari rencana rahasia. Hidupnya terasa bak di neraka, memikirkan wajah kekasihnya yang telah meninggal, memikirkan balas dendam itu tiap hari. Sehingga untuk balas dendam itu jika harus mengorbankan kehidupan kekasihnya lagi untuk membunuh Gwi—tidak akan pernah terjadi. Dan untuk membunuh Gwi, jika harus menjadi binatang buas sama seperti Gwi sampai akhir, “Saya akan melawannya dan mati.”

Gambar5

Yang Sun mendengar semuanya dari luar, tampak sangat terkejut. Soo Hyang melihat Yang Sun telah mendengar semuanya dan sampai mengkonfirmasinya — inilah mengapa Yoon dan Sung Yeol berkelahi karna dirinya. Yang Sun berkata karna Gwi—dia telah kehilangan ayahnya dua kali, dan juga hampir kehilangan Sung Yeol: “Aku harus kehilangan apa lagi?” Yang Sun bertanya dengan sedih  apakah dia tak bisa melayani Sung Yeol dan hidup dengan tenang seperti ini?

Soo Hyang berkata padanya jika dia melakukan hal itu, jika dia melahirkan anak dan mendapat cucu, maka salah satu dari mereka akan mengalami nasib yang serupa akan dikorbankan pada Gwi karna garis keturunan dari pihak ibunya, dan menjelaskan penderitaan yang akan dialami rakyat oleh ulah Gwi, jika dia tak mau berkorban.

Tanpa berpikir panjang, Soo Hyang akhirnya membeberkan rahasia jika dia adalah keturunan Gwi.

Yang Sun sudah mengetahui kebenarannya, dan dia kembali terkenang bagaimana ayahnya sampai mengenakannya pakaian laki-laki untuk menjaganya tetap selamat. Ayah Yang Sun berpesan untuk tidak membiarkan siapapun mengetahui jika dia adalah anak perempuan karna suatu hari nanti orang-orang akan mencoba menyakitinya, dan Putra Mahkota Sadong akan mencari jalan lain.

Gambar6

Yang Sun tiba di rumah pada malam hari membuat Sung Yeol khawatir—dan Yang Sun tersenyum padanya. Dia setuju untuk jalan bersama, tapi sebelum pergi dia mengganti sepatu Sung Yeol yang sudah lama dan memakaikannya dengan  sepatu baru yang ia buat sendiri—membuatnya tersentuh.

Saat mereka berjalan bersama, Sung Yeol bertanya apa yang ingin ia lakukan, dan Yang Sun berpikir jika dia tak bisa lagi menjadi penjual buku, dan dia merasa tidak mempunyai bakat untuk menulis cerita, dan ingin melupakan semuanya dan tinggal disini untuk waktu yang sangat lama bersama-sama – tapi Sung Yeol malah berkata jika dia sebenarnya menunggu cerita “Sarjana Malam Hari.”

Yang Sun berkata bahwa Sarjana Malam Hari yang ia khayalkan hanya misterius, hanya membuat hati para gadis bahagia, dan berpikir itu tidak realistis. Tapi semakin ia mengenalnya, dia tak bisa membayangkan beban yang telah ia pikul, dan merasa jika novel yang ia tulis buruk, dan merasa malu. Yang Sun berkata: “Imajinasiku berbeda dari realita. Dan juga juga sepertinya saya tidak bisa merubah realitaku.”

Sung Yeol menjawab: “Tapi imajinasi yang tak dapat kau bayangkan mungkin dingin dan gelap. Meskipun kau tak bisa mengubah imajinasimu menjadi kenyataan, kau bisa mengubah seseorang. Dan orang itu akan mengubah dunia. Kadang-kadang, ketika dunia damai, saat itu, orang yang mereka butuh bukan Sarjana Malam Hari. Mereka akan membutuhkan seseorang yang akan membuat mereka bermimpi di dunia yang mereka ingin tinggali—seseorang seperti dirimu.” Yang Sun kemudian menatap Sung Yeol dan berkata: “Kau cantik. Kata-kata yang kau ucapkan padaku, hatimu.”

Gambar7

Sung Yeol berlutut di depan Yang Sun karna ingin menggendongnya, tapi Yang Sun menolak takut kesehatannya belum pulih, tapi Sung Yeol berkata bahwa itu hanya untuk mengetahui apa kesehatannya sudah pulih.

Yang Sun mengijinkan Sung Yeol mengendongnya, tapi khawatir jika dia berat untuknya. Tapi Sung Yeol menjawabnya dengan tersenyum: “Melihat betapa ringannya ini, hatimu juga pasti telah ringan.”

Pada malam itu, saat Sung Yeol tertidur,Yang Sun memberikan penghormatan perpisahan.

Gambar8

Beak In Ho dan Ho Jin datang ke bekas rumah orang tua Yang Sun, dan ketika Ho Jin bertanya apa ayah kandung Yang Sun juga langsung meninggal saat itu, segera ia menyadari sesuatu dan lari ke ruangan dimana 10 tahun lalu ia menemukan ibu kandung Yang Sun telah meninggal dengan luka dua gigitan di lehernya. Dia lantas berkata: “Bagaimana bisa saya melewatkan ini.”

Baek In Ho memutuskan untuk memberitahu hal itu pada Raja dan bergegas ke istana. Dalam perjalanannya, dia melihat para gadis muda yang dibawa paksa oleh petugas kerajaan. Dua orang mantan rentenir Yang Sun protes dan menghasut rakyat apa mereka akan duduk dan diam saja melihatnya, tapi para Petugas kerajaan malah menyerang mereka — Baek In Ho datang menolong meraka dan menghajar satu persatu para prajurit istana.

Gambar11

Baek In Ho kemudian menasihati mereka: “Saya tahu bagaimana perasaan kalian, tapi bertindak terburu-buru akan membuat kalian terlibat masalah besar”. Karna telah diselamatkan, mereka kemudian menunjukkan rasa hormat dengan memanggilnya “Hyungnim”, dan membungkukkan diri didepannya.

Sung Yeol bangun di pagi hari, dan menunggu kedatangan Yang Sun seharian tapi dia tak kunjung pulang. Sung Yeol keluar mencarinya, dan tanpa sengaja mendengar pria yang memberinya tumpangan bertengkar dengan putrinya, yang merasa bersalah telah mengirim Yang Sun ke istana menggantikan tempatnya.

Gambar9

Sung Yeol datang dan bertanya tentang Yang Sun, si pria ini dengan terbatah-batah mengatakan bahwa dia pantas mati karna Yang Sun telah mengambil posisi putrinya. Sung Yeol kemudian bergegas pergi.

Di istana, Hye Ryung membantu Yoon membuka baju kebesarannya dan ternyata dia memakai jubah hitam di dalam pakaiannya, dan berkata pada dirinya sendiri—jubah ini tidak boleh jatuh ke tangan Gwi, dan bertanya-tanya dimana Kim Sung Yeol sekarang.

Sung Yeol bergegas pulang ke rumahnya, dan menjelaskan pada Ho Jin bahwa Yang Sun dibawa ke istana atas kemauannya sendiri karna telah mengetahui jika dia adalah rencana rahasia. Tapi Ho Jin menjelaskan apa yang telah ditemukan Baek In Ho jika ibu kandung Yang Sun juga digigit oleh Gwi dan tewas.

Gambar10

Sebelum para gadis muda diserahkan pada Gwi, mereka terlebih dahulu di bawa ke Hwayang Gak di bawah pengawasan Soo Hyang.

Dia melihat Yang Sun datang di rombongan baru yang tiba di Hwayang Gak dan mendandaninya dengan sangat cantik. Soo Hyang menjelaskan bagaimana Gwi bisa memiliki seorang anak dari manusia dan menatapnya dengan sedih — meratapi nasibnya yang  harus terlahir dari garis keturunan Gwi.

Tapi Yang Sun berkata jika terlahir seperti itu bukan keputusannya, “Tapi mati seperti ini adalah sesuatu yang telah kupilih.” Dia berkata dalam hatinya: “Scholar, Tolong tetap kuat.”

3 comments

  1. Next plissss..?

  2. Hwaaa…pnsaran episode slnjutnya

  3. Yang sun cantik banget di dandani, tapi masa mau menyerahkan diri sama GWI,…..
    Sedih banget(-_-)……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*