Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 15 Bagian Pertama

Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 15 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 15 Bagian Kedua]

Sung Yeol merentangkan tangannya di depan Yang Sun ketika Yoon datang mendekat, dan menyuruh Sung Yeol untuk minggir jika tidak dia akan membunuhnya. Sung Yeol malah menggertaknya: “Kau harus membunuhku. Jika tidak kau akan menyesali ini sampai seumur hidupmu.”

Yoon memegang pedangnya dan mengangkat pedangnya hingga di atas kepalanya bersiap untuk menyerangnya. Yang Sun berteriak, “Tidak!” dan Sung Yeol tak gentar sedikitpun. Tapi di detik-detik terakhir, Baek In Ho muncul melemparkan tombaknya di depan Yoon – menghentikan langkahnya menyerang Sung Yeol.

Baek In Ho maju melawan prajurit istana dengan tombaknya, menyuruh mereka pergi. Yang Sun dan Ho Jin kemudian membopong Sung Yeol, namun tiba-tiba seorang prajurit melayangkan pedang ke lehernya, tapi Ho Jin maju mendorong prajurit itu sehingga Sung yeol lari membawa Yang Sun.

Sung Yeol menggendong Yang Sun dan lari membawanya pergi dengan kekuatan super kencang bak Superman, dan di saat yang sama Soo Hyang melihatnya dari kejauhan dan mengikutinya. Yoon kehilangan jejaknya, tapi mengerahkan para prajurit untuk tetap mencari mereka berdua.

Gambar2

Dengan tertatih-tatih Sung Yeol menggendong Yang Sun masuk ke dalam gubuk, dan Yang Sun menolongnya terhindar dari sinar matahari. Sung Yeol kemudian jatuh pingsan, dan untunglah Soo Hyang datang tepat pada waktunya.

Soo Hyang menyuruh Yang Sun untuk berjalan menyusuri kaki gunung Gobong dimana disana dia akan menemukan sebuah rumah , dan menyuruhnya untuk tinggal disana dan menjaga Sung Yeol.

Gambar12

Matahari telah terbenam, tapi Yoon dan para prajuritnya tidak menemukan jejak keberadaan Yang Sun dan Sung Yeol di hutan, dan beranggapan jika mereka telah menghilang.

Di tengah malam, Soo Hyang berpapasan dengan Ho Jin yang sedang duduk sambil menangis. Ho Jin bersyukur melihat Soo Hyang masih hidup, apalagi mendengar kabar bahwa Sung Yeol juga masih hidup.

Ho Jin berpikir pasti sangat menyakitkan bagi Sung Yeol tanpa jubah pelindungnya, dan bertanya-tanya siapa yang telah mencurinya. Soo Hyang kemudian mengingat ketika Gwi memerintahkan Hye Ryung untuk mengambil jubah milik Sung Yeol, dan menebak jika ratu negara ini (alias Hye Ryung) yang telah mengambilnya, dan memberitahu Ho Jin bahwa dia adalah budak Gwi.

Gambar3

Di istana, Hye Ryung menanti dengan cemas kedatangan Yoon, dan Yoon memberinya kabar jika Sung Yeol berhasil lolos dan membawa pergi Yang Sun. Dia kemudian meminta penjelasan dari Hye Ryung bagaimana ia bisa mengetahui tentang Kim Sung Yeol dan tentang jubah hitam itu.

Hye Ryung mengaku bahwa Sung Yeol telah salah paham tentang dirinya mengira dia adalah kekasih masa lampaunya yang telah lama mati, dan ketika ayahnya mengetahui kebenaran itu dan dia kemudian membawanya ke istana bawah tanah beberapa hari yang lalu. Hye Ryung menjelaskan bahwa dia diancam oleh Gwi akan dirubah menjadi vampir jika tidak mengambil jubah Sung Yeol—dan memperlihatkan bekas gigitan Gwi di lehernya.

Hye Ryung memberitahu Yoon bahwa dia berhasil mencuri jubah itu, tapi takut memberikannya pada Gwi karna tak bisa membayangkan apa yang akan ia lakukan jika jubah itu jatuh ke tangannya.

Yoon khawatir apabila Gwi mengetahui hal ini dia tidak akan tinggal diam, tapi Hye Ryung menjelaskan bahwa dia akan berbohong — dia telah gagal mendapat jubah itu. Dan jika suatu saat nanti, Gwi mengetahui kebenarannya, Hye Ryung bahkan rela mengorbankan nyawanya mati ditangan Gwi, tapi Yoon melarangnya untuk melakukan itu.

Perdana Menteri kemudian datang melapor jika Raja telah pulang dengan tangan kosong, tapi Gwi malah bertanya padanya dimana Ratu dan apa yang sedang ia lakukan- – perdana menteri menjawab bahwa sejak Hye Ryung menjadi Ratu, dia bahkan sekalipun tidak pernah menemuinya. Gwi dibuat jengkel karna baik Yoon dan Hye Ryung, mereka berdua jarang datang memberinya kabar.

Gambar4

Hye Ryung kembali mengingat bagaimana ayahnya yang tak punya perasaan tega menyerahkan dirinya pada Gwi ketika dia masih kecil sangat jauh berbeda dengan Yoon. Cahaya lilin di kamarnya tiba-tiba goyang, dan dia kemudian menyadari kedatangan Gwi.

Saat Gwi masuk, dia langsung menanyakan jubah hitam Sung yeol; tapi Hye Ryung berbohong dan berkata bahwa dia bertemu Sung Yeol tapi gagal memperdayanya karna Sung Yeol tak percaya jika dia adalah Myung Hee.

Gwi tak percaya omongan Hye Ryung, karna marah dia lantas mencengkeram tangannya dengan kuat; tapi Hye Ryung mencoba meyakinkannya dengan berkata bahwa Sung Yeol telah melupakan cinta masa lalunya dan kini memiliki wanita lain di hatinya putri Pelajar Bernafsu.

Hye Ryung berkata jika dia tak bisa lagi menggoyahkan hatinya, dan menyarankan Gwi untuk menghentikan upayanya untuk mengaitkannya dengan cinta masa lalu Sung yeol.

Gambar Scholar Who Walks the Night

Gwi kemudian memperingatkan Hye Ryung jika dia bisa menyingkirkannya dari posisisnya kapanpun ia mau dan mencengkeram lehernya. Tapi Yoon datang dan berteriak dengan kemarahan bertanya: “Apa yang sedang kau lakukan,” sejenak Gwi menoleh ke arah Yoon dan kemudian memeluk Hye Ryung dengan mesra.

Yoon mengingatkan Gwi jika dia telah setuju untuk mengikuti semua perintahnya sehingga ia tak perlu masuk ke kamar ratu dan mencoba melakukan sesuatu yang tidak senonoh. Yoon menjelaskan pada Gwi bahwa meskipun mereka menyerang segera setelah mengetahui lokasinya, Sung Yeol berhasil mengalahkan prajurit dan lari bahkan di siang hari, dan berjanji akan menaruh  poster orang paling dicari di seluruh negara dan mengerahkan prajurit untuk menangkap Sung Yeol.

Gambar5

Gwi kemudian bersiul dan datanglah vampir Hak Yong dihadapan Yoon. Dia hampir saja menggigit teman lamanya, tapi dicegah oleh Gwi, dan mengancam Yoon bahwa dia bisa saja membuat Hye Ryung berakhir seperti sahabatnya dan mengingatkan Yoon untuk tidak menentangnya.

Yoon bersumpah tidak hanya akan membunuh Gwi, tapi akan membuatnya merasakan rasa sakit yang sama yang ia rasakan, dan Hye Ryung kemudian memeluk Yoon untuk menenangkannya.

Gambar6

Yang Sun akhirnya tiba di tempat yang diperintahkan oleh Soo Hyang bersama Sung Yeol yang masih tak sadarkan diri, dan disaat yang sama seorang pria melihat mereka dan menawarkan bantuan. Pria ini mengenal Sung Yeol sebagai orang yang pernah menolongnya dan bersedia memberi tumpangan.

Kondisi Sung Yeol memburuk sehingga membuat Yang Sun menggigit jarinya dan meneteskan darahnya ke mulut Sung Yeol. Perlahan Sung Yeol meminum tetesan darah dari jarinya sehingga membuatnya terbangun. Tapi dia kemudian menyuruh Yang Sun untuk berhenti memberikan darahnya: “Jika saya meminum lagi darahmu, saya tidak akan bisa menahannya, dan saya tak tahu apa yang bisa kulakukan padamu,” tapi Yang Sun tak bisa berdiam diri saja dia kemudian pergi keluar mencari darah.

Yang Sun sedang mengamati ayam, dan ketika mencoba menangkapnya tiba-tiba pria yang memberi mereka tumpangan bertanya padanya: “Apa yang sedang kau lakukan?” Si pria ini mengira yang Sun belum makan, dia lantas memotongkan daging ayam, dan memberinya pada Yang Sun. Tapi ketika Yang Sun berkata bahwa yang ia inginkan bukan daging, mereka mengetahui apa yang ia maksud dan memberinya semangkuk darah. Si pria ini dan putrinya memanggil Sung Yeol “Sarjana Malam Hari”, dan mengetahui siapa dirinya.

Darah yang ia minum membuat Sung Yeol pulih, dan mengingat pertemuannya bersama Hye Ryung di malam sebelumnya, dan khawatir jika jubah hitam itu jatuh ke tangan Gwi.

Gambar7

Sung Yeol kemudian bertanya pada Yang Sun mengapa dia bisa datang di tempat ini, dan lega mengetahui Soo Hyang selamat dan dia yang menyuruhnya datang ke tempat ini. Dia kemudian memberitahu Yang Sun bahwa ini adalah tempat dimana bahkan prajurit tidak akan datang, dan memintanya untuk sementara bersembunyi disini, sementara ia akan melihat situasi yang ada dan kembali menjemputnya.

Tapi saat akan keluar dari kamar, Sung Yeol bahkan hampir terjatuh, dan Yang Sun bersikeras melarang Sung Yeol untuk keluar dari rumah sebelum kondisinya pulih, dan dia bahkan sampai tidur di depan pintu.

Saat Yang Sun sedang tertidur, Sung Yeol melihat bekas gigitan di jarinya dan bertanya-tanya mengapa dia bisa sadar secepat itu hanya dengan beberapa tetesan dari darahnya—apa itu ada hubungannya dengan garis keturunan Yang Sun?

Gambar8

Yoon melihat perintah dari Gwi yang memerintahkan untuk melaksanakan pertemuan para pejabat istana dengan Raja diubah ke malam hari, meskipun penasihat Raja (kakek Hak Yong) marah dengan hal tersebut tapi Yoon menyetujuinya tanpa membantah sedikitpun.

Gwi mencoba membakar jubah Sung Yeol, tapi heran melihat jubahnya bahkan tak terbakar sedikitpun. Perdana Menteri datang melapor bahwa dia telah menyampaikan pesannya pada Yoon, dan Gwi kemudian bertanya tentang kabar Soo Hyang.

Perdana menteri kemudian menemui Soo Hyang dan memberinya sejumlah uang dan menyuruhnya untuk pergi kemanapun ia suka dan hidup dengan mewah. Tapi Soo Hyang malah memberinya ide untuk kembali membuka Hwayang Gak, membuat perdana menteri meradang.

Soo Hyang kemudian menyinggung tindakan Perdana Menteri yang rela mengorbankan putrinya sendiri pada Gwi, dan menyarankan untuk menggunakan dirinya sebagai alat melayani Gwi ketimbang putrinya yang sulit diatur.

Gambar9

Para pejabat istana berkumpul untuk pertama kalinya di malam hari dan mendengar Yoon membaca perintah Gwi. Yoon memaksakan dirinya membaca  perintah Gwi yang bunyinya akan memberikan hukuman yang mengerikan bagi orang-orang yang mencoba melawan istana, seperti yang dilakukan Pelajar Bernafsu.

Ketika Yoon sedang membaca, tiba-tiba Gwi muncul dan membuat para pejabat kebingungan. Dia kemudian duduk di sebuah meja menutupi Yoon yang sedang duduk di kursi singgasananya—Ketika seorang politisi menyuarakan keprihatinannya tentang keputusan tersebut yang bisa menghasut kehebohan dari masyarakat, Gwi mengatakan bahwa mereka hanya akan menangkap semua orang atau memberlakukan darurat militer, mengeluarkan perintah untuk menangkap siapapun yang memakai jubah hitam

 

Gambar10

Yang Sun merawat Sung Yeol dengan baik di rumah itu, dan memberanikan diri bertanya pada Sung Yeol apakah betul jika dia adalah rencana rahasia untuk menyingkirkan Gwi sehingga dirinya harus dikorbankan. Sung Yeol membantahnya dan memberitahu Yang Sun jika Raja telah salah paham dan menyuruhnya untuk tidak terganggu dengan hal seperti itu.

Yang Sun kemudian bertanya apa Sung Yeol akan terus melawan Gwi, dan tak bisakah ia tinggal bersamanya seperti ini untuk sementara.

Sung Yeol kemudian balik bertanya “jika untuk sementara” berapa lama yang ia inginkan, Yang Sun kemudian menjawab 10 tahun, 20 tahun, atau bahkan 50 tahun, menurutnya bagi Sung Yeol itu hanya waktu yang singkat.

Sung Yeol kemudian tersenyum menatap Yang Sun dan berkata bahwa tubuhnya terasa berat dan mengalami masa yang sulit, tapi untuk sementara hatinya terasa ringan setelah sekian lama.

Sung Yeol kemudian menyentuh pipi Yang Sun dan perlahan ingin menciumnya, tapi di detik terakhir dia mengurungkan niatnya. Dia berkata pada Yang Sun: “Jika saya memelukmu sekarang, saya mungkin akan melukaimu.”

***Bersambung ke bagian kedua***

2 comments

  1. Annyeong…..critanya mkin seru bkin gak sbar nggu episode slnjutnya dtggu sinopsis bag keduany…gomapta

  2. Iya sih lihat hye ryung kasihan karena waktu dia kecil sudah di serahkan pada GWI sama ayahnya………(-_-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*