Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 16 Bagian Pertama

Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 16 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 16 Bagian Kedua]

Sung Yeol berkata pada Ho Jin bahwa Yang Sun dibawa ke istana atas kemauannya sendiri karna telah mengetahui jika dia adalah rencana rahasia. Tapi Ho Jin menjelaskan apa yang telah ditemukan Baek In Ho jika ibu kandung Yang Sun juga digigit oleh Gwi dan tewas.

Sementara itu Baek In Ho diikuti oleh mantan rentenir Yang Sun yang terus saja memanggilnya Hyungnim dan ingin diangkat jadi muridnya. Mereka mengira jika Baek In Ho adalah pria dibalik jubah hitam, tapi Baek In Ho malah kebingungan.

Gambar2

Yoon diberitahu oleh Perdana Menderi dan Penasihat Raja bahwa seseorang dengan jubah hitam muncul dan menyelamatkan para gadis-gadis yang akan dikorbankan, dan Yoon berkata jika dia memakai jubah hitam dan muncul disana dan disini, kemungkinan dia adalah Kim Sung Yeol, dan memerintahkan untuk segera menangkapnya. (meskipun demikian dia tahu betul jika dia adalah orang yang memakai jubah hitam).

Hye Ryung membantu Yoon membuka baju kebesarannya dan ternyata dia memakai jubah hitam Sung Yeol di dalam pakaiannya, dan berkata pada dirinya sendiri—jubah ini tidak boleh jatuh ke tangan Gwi, dan bertanya-tanya dimana Kim Sung Yeol sekarang.

Gambar3

Ho Jin melarang Sung Yeol untuk pergi mencari Yang Sun karna matahari akan segera terbit ditambah lagi terpasang poster dimana-mana untuk menangkapnya; tapi dia tak mengindahkannya dan tetap pergi, dan seseorang dengan berjubah hitam melihatnya pergi.

Perdana menteri datang melapor pada Gwi bahwa seseorang yang nampak seperti Kim Sung Yeol telah membebaskan para gadis yang akan dibawa ke istana, dan mencurigai gelagat Yoon dan Penasihat Raja. Gwi memerintahkan untuk terus mengawasi mereka berdua, dan Gwi sendiri sedang menyiapkan kejutan untuk penasihat raja (kakek Hak Yong)

Gambar4

Hye Ryung bertanya pada Yoon apa dia tak takut pada Gwi. Yoon menjawab jika dia juga takut, dan dia bahkan sampai rela mengorbankan teman lamanya Yang Sun sebagai alat untuk menyingkirkan Gwi, tapi melihat Hak Yong berubah menjadi vampir membuatnya tersadar. Menyebut nama Hak Yong membuatnya bergetar, dan Hye Rung datang mendekat dan memegang tangannya.

Yoon berkata bahwa dia tidak akan mengorbankan siapapun untuk membunuh Gwi, dan tidak lagi  membutuhkan rencana rahasia yang membuat orang harus mati. Dia meminta Hye Ryung untuk tidak membuat dirinya dalam bahaya, karna ia juga tak dapat kehilangan dirinya.

Gambar5

Untuk pertama kalinya penasihat raja datang ke istana bawah tanah menemui Gwi. Dia akhirnya memprovokasi penasihat raja — mempertemukannya dengan cucu tersayang Hak Yong.

Penasihat raja sangat terkejut melihat Hak Yong yang telah berubah wujud menjadi vampir, dan memohon pada Gwi untuk membunuh cucunya  agar ia bisa mati dengan tenang. Tapi Gwi memberinya syarat untuk menjadi kaki tangannya melaporkan gerak-gerik Yoon.

Kedua rentenir menceritakan bagimana seseorang dengan jubah hitam muncul dan menyelamatkan gadis-gadis yang akan dibawa ke istana — menyebutnya pencuri adil memakai jubah hitam – sayang Baek In Ho sama sekali tak tahu identitas orang itu tapi yang paling penting mereka harus menghentikan rakyat lemah dikorbankan pada Gwi. Mereka juga mencium ada sesuatu yang mencurigakan di Hwayang Gak.

Gambar6

Soo Hyang melihat Yang Sun datang di rombongan yang baru tiba di Hwayang Gak. Dia kemudian mendandani Yang Sun dan menjelaskan bagaimana Gwi bisa memiliki seorang anak dari manusia. Soo Hyang menatapnya dengan sedih dan meratapi nasibnya yang  harus terlahir dari garis keturunan Gwi.

Tapi Yang Sun berkata jika terlahir seperti itu bukan pilihannya, “Tapi mati seperti ini adalah sesuatu yang telah kupilih.” Dia berkata pada dirinya sendiri: “Scholar, Tolong tetap kuat.”

Dari kejauhan Sung Yeol mengamati gerbang istana dengan penjagaan ketat, dan memutuskan untuk bersembunyi sebelum matahari terbit, tapi dia justru dikejar oleh prajurti istana yang melihatnya.

Gambar7

Sung Yeol berhasil lolos dari kepungan ketika tiba-tiba seseorang berjubah hitam muncul dan mengecoh para prajurit istana. Dia kemudian menyampaikan pesan pada Sung Yeol bahwa ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.

Sung Yeol dibawa ke sebuah rumah dimana para pengawal memakai jubah dan cadar hitam; dan pemimpin mereka ditutupi sebuah tirai juga dengan jubah dan cadar hitam.

Sung Yeol bertanya dia ada di pihak siapa, dan si pria bercadar ini menjawab bahwa dia ada di pihak rakyat. Dia kemudian bertanya pada Sung Yeol mengapa ia menjadi orang paling dicari di negara ini, apa dia telah melakukan pengkhianatan terhadap Raja.

Sung Yeol menjawab bahwa dia juga ada di pihak rakyat, dan kesalahannya adalah menguji keinginan raja dan melanggar kepercayaannya.

Pria bercadar ini kemudian bertanya apa dia masih mempunyai harapan pada Raja, dan Sung Yeol menjawab bahwa dia hanya seorang vampir sama seperti Gwi, dan masih ada harapan yang tertinggal untuknya.

Sung Yeol kemudian menarik tirainya, dan para pengawal melayangkan pedang ke lehernya, tapi pria bercadar ini menyuruh pengawalnya pergi. Pria ini kemudian menunjukkan wajahnya, dan dia adalah Yoon.

Gambar8

Yoon bertanya apa dia akan menyerah melawan Gwi hanya karna satu wanita, tapi Sung Yeol menjawab: “Meskipun saya memiliki tubuh dan keinginan seorang vampir, tapi  masih memiliki hati manusia. Meskipun saya bisa menjadi binatang buas, salah satu alasan saya tidak kehilangan hati nuraniku dan menahannya adalah karna saya tidak lupa impian Putra Mahkota Junghyun untuk masa depan negara dan menyingkirkan Gwi,” dan menambahkan: “juga karna saya mencintai seorang wanita lebih dari hidupku sendiri.”

Sung Yeol kemudian balik bertanya pada Yoon – jika dia harus mengorbankan nyawa rakyat untuk menyingkirkan Gwi, apa dia akan membiarkannya dan apakah dia rela melepaskan tahtanya demi rakyatnya.

Yoon menjawab – jangankan tahtanya, nyawanya pun siap ia korbankan. Dia kemudian mengembalikan jubah pelindung Sung Yeol dan meminta maaf atas kelancangan Hye Ryung.

Sung Yeol berkata pada Yoon bahwa Gwi telah berulang kali menghisap darah dari garis keturunannya termasuk ibu kandung Yang Sun yang tewas ditangan Gwi dan dengan kata lain mereka tak akan bisa membunuh Gwi hanya dengan mengorbankannya, dan Yang Sun yang tak tahu apa-apa, saat ini ada di istana.

Gambar9

Tapi Yoon memberitahunya jika anak perempuan dikumpulkan di Hwayang Gak, dan mengingatkan Sung Yeol jika itu bisa saja sebuah perangkap. Tapi Sung Yeol tak khawatir, dia pergi mengenakan mengenakan jubah hitam pelindungnya dan cadar seperti pengawal Yoon lainnya.

Di Hwayang Gak, Yang Sun memberikan sebuah surat pada Soo Hyang — memintanya untuk nanti diberikan pada Sung Yeol.

Dia menenangkan seorang anak perempuan yang menangis setelah seorang prajurti mengatakan jika malam ini mereka akan dibawa ke istana.

Baek In Ho dan dua rentenir mengamati dari luar Hwayang Gak, dan menyadari sulit bagi mereka untuk masuk dengan banyaknya jumlah penjaga. Dan di saat yang sama, Sung Yeol memerintahkan pengawal bercadar untuk menyerang para penjaga di pintu masuk depan, sedangkan dia akan masuk melalui jalan lain.

Gambar10

Yang Sun menceritakan kisah tentang Sarjana Malam Hari, dan berjanji bahwa dia akan datang dan menyelamatkan mereka. Perdana Menteri datang untuk memeriksa para gadis, dan penasaran ketika melihat wajah Yang Sun — merasa sebelumnya pernah melihatnya tapi tak tahu dimana. Perdana Menteri kemudian menyuruh Yang Sun untuk mengikutinya ke ruangan terpisah.

Orang-orang Sung Yeol menyerang di pintu masuk depan, memberikan kesempatan bagi Sung Yeol untuk melompati dinding. Baek In Ho tak segan untuk membantu, dan menugaskan dua rentenir membawa para gadis remaja ke tempat yang aman ketika mereka berhasil diselamatkan.

Baek In Ho ikut bergabung dengan orang-orang Sung Yeol melawan para penjaga, dan Sung Yeol menumbangkan seorang penjaga dan menyeretnya.

Perdana Menteri menatap Yang Sun dengan penuh tanda tanya – merasa yakin jika ia pernah melihatnya, tapi Yang Sun bersikeras jika dia tidak mengenalnya. Perdana Menteri kemudian mengangkat dagu Yang Sun menghadap ke wajahnya, tapi dia terhenti ketika pekelahian terjadi di depan pintu dan perdana menteri mencoba melarikan diri.

Gambar12

Sayang dia akhirnya tertangkap oleh Sung Yeol, yang kini berpakaian penjaga. Sung Yeol memaksa perdana menteri untuk mengetahui keberadaan Yang Sun, tapi dia tidak mengenal nama itu. Sung Yeol mendengar teriakan anak perempuan yang berasal dari ruangan lain, dan lari kearah suara itu berasal.

Baek In Ho menemukan Yang Sun dan menyuruhnya lari untuk menyelamatkan diri (meskipun Baek In Ho tak sadar jika gadis yang ia selamatkan adalah Yang Sun), sementara ia melawan para penjaga. Saat perdana menteri akan melarikan diri Baek In Ho menangkapnya, dan dengan amarah dia mengarahkan pedang ke lehernya memikirkan bagaimana 10 tahun lalu putra mahkota sadong dan pengikutnya harus mati karna pengkhianatannya.

Yang Sun dan Soo Hyang bertemu diluar. Soo Hyang menjelaskan  bahwa kelompok yang disebut jubah hitam datang untuk menyelamatkan para gadis, namun Yan Sung berkata jika dia dia tidak boleh diselamatkan karna harus pergi ke istana. Mereka kemudian pergi dari Hwayang Gak dengan diam-diam.

Gambar11

Sung Yeol masuk dan melihat Yang Sun tak ada bersama mereka dan menjatuhkan dua orang penjaga yang sedang mengawasi anak-anak kecil. Ketika salah satu anak perempuan bertanya apa mungkin dia adalah Sarjana Malam Hari yang akan datang menyelamatkannya, dia kemudian menyadari bahwa Yang Sun baru saja ada disini beberapa saat lalu.

Baek In Ho menjadikan perdana menteri sebagai sandera — memaksa para penjaga untuk mundur, dan memerintahkan untuk melepaskan para gadis muda yang menjadi tawanan jika tidak nyawa perdana menteri melayang.

Sung Yeol melanjutkan mencari ruangan tempat Yang Sun ditawan, dan menemukan sebuah surat yang ia tinggalkan.

***Bersambung ke bagian kedua***

One comment

  1. Yah baek in ho masa gak tau sih sama yang sun emangnya gak inget dulu pernah bertemu, mungkin karena dulu yang sun penampilannya seperi laki-laki ya hmmmm….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*