Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 7 Bagian Kedua

Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 7 Bagian Kedua

Gambar Sinopsis

[Baca Juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 7 Bagian Pertama]

Namun ketika Do Gab kembali melihat ke arah Pangeran Sadong, yang ada malah kursinya kosong, dan Sung Yeol berdiri di dekatnya. Dia kemudian membawanya pergi, dan Yoon segera mengetahui bahwa Do Gap telah menghilang.

Do Gap dibawa ke perpustakaan Sung Yeol yang luas, membuka matanya yang tertutup, Do Gap berusaha lari yang ada malah dengan secepat kilat, Sung Yeol berada di depannya. Melihat kekuatan super yang dimiliki Sung yeol, Do Gap lantas bertanya padanya, “Kamu siapa”. Tak menghiraukan pertanyaannya, Sung Yeol bertanya tentang diari rahasia Putra Mahkota Junghyun.

Do Gap tak menjawab pertanyaan Sung Yeol, dan mengatakan bahwa dia tidak akan mengemis untuk nyawanya kepada seorang vampir.

Tapi Sung Yeol menjelaskan bahwa dia dulunya melayani Pangeran Junghyun, yang memberitahunya sebelum meninggal bahwa namanya tertulis di diari itu.

Do Gap tidak mengetahui dimana buku itu sekarang, tapi sempat melihatnya sekali dan mengingat ada lima nama yang tertulis di dalamnya. Salah satu dari lima nama tersebut adalah Sung Yeol, dan ada pesan untuknya yang berisikan wasiat terakhir sang pangeran.

Saat dia diantar ke kamarnya, Do Gap waspada terhadap Ho Jin dan bertanya apakah dia juga seorang vampir. Ho Jin mengatakan bahwa dia manusia, dan tuannya juga tidak ada bedanya dari manusia lainnya, dan mengatakan dengan bangganya bahwa Sung Yeol sama sekali berbeda dari Gwi. Dia juga merawat orang-orang yang dilukai oleh Gwi.

Sung Yeol mencoba menghubungkan lima nama tersebut, bertanya-tanya apakah nama-nama tersebut adalah petunjuk. Apakah mereka berhubungan dengan wasiat terakhir Sadong bahwa untuk mengalahkan Gwi adalah manusia?

Gambar Sinopsis2

Dam  memiliki sebuah cara agar Yang Sun dapat menemui Sung Yeol tanpa mengekspos dirinya, dan memberinya gaun wanita. Yang Sun merasa tak nyaman dengan pakaiannya, bepikir bahwa dia pasti terlihat seperti laki-laki dalam pakaian wanita, tapi adiknya meyakinkannya bahwa dia cantik.

Yang Sun menambahkan bahwa pendapat Dam tentang dirinya yang jatuh cinta dengan Sung Yeol sama sekali salah, dan hanya rasa ucapan trima kasih yang ia rasakan. Dam membantahnya, dan menyebut itu adalah cinta.

Yang Sun keluar, dan terkejut ketika dia sama sekali tidak dikenali oleh orang yang sangat akrab dengannya.

Di alun-alun kota, dia melihat sebuah pengumuman yang ditempel di sebuah papan, yang menawarkan hadiah bagi mereka yang berhasil menangkap Pelajar Bernafsu.

Bebebera warga bertanya-tanya apakah semua upaya untuk menangkap pria itu sebenarnya menunjukkan bahwa dia mengatakan yang sebenarnya, karna ada kecenderungan untuk membungkamnya. Yang Sun ikut memberikan pendapatnya dengan mengatakan bahwa itu benar, dan Sung Yeol, yang melihat dari kejauhan melebarkan matanya melihat Yang Sun.

Sung Yeol lanjut was-was ketika pria itu berkomentar tentang pelajar bernafsu yang memberikan perak dan Yang Sun menyanggahnya dengan mengatakan bahwa itu terdengar seperti perbuatan Pelajar Di Malam Hari.

Yang Sun melihat Sung Yeol yang berjalan pergi dan bergegas untuk menyusulnya, namun ia tiba-tiba saja berhenti di tengah jalan ketika melihat Hye Ryung. Melihat Sung Yeol ada di depannya, Hye Ryung memikirkan perjanjian yang telah ia buat bersama Gwi—untuk membawakannya Sung Yeol dan sebagai gantinya Gwi akan menjadikannya wanita raja. Hye Ryung lalu memberi Sung Yeol sebuah senyuman misterius.

Sung Yeol teringat akan Myung Hee, dan mulai mengejarnya. Yang Sun memanggilnya untuk memberikannya obat, namun Sung Yeol menyuruhnya dengan dingin untuk pulang tanpa mendengar penjelasannya sedikitpun tentang obat yang ia bawakan. Ditinggal pergi oleh Sung Yeol, Yang Sun hanya bisa menahan kekecewaannya.

Gambar Sinopsis3

Pangeran Yoon melihat pengumuman dan kembali bertanya-tanya dengan aksi yang baru-baru ini dilakukan oleh Pelajar Bernafsu palsu—dia percaya bahwa si palsu ini sedang membantunya, tapi tak tahu mengapa. Ketika Pangeran Yoon melihat Yang Sun yang sedang berjalan mengenakan pakaian wanita, dia lalu mengikuti dan memanggilnya. Yang Sun tidak merespon ketika dipanggil nona, tapi ketika dipanggil pria muda membuatnya berhenti dan Yang Sun memanggilnya, “Hyungnim!”

Di depan Yoon, Yang Sun tetap berakting sebagai penjual buku pria yang berpakaian wanita. Yoon tidak membantahnya, dan hanya menggodanya bahwa seandainya ia wanita, ia akan menjadikannya kekasih.

Pangeran Yoon kaget melihatnya masih ada di kota berkeliaran karna seharusnya dia sudah ada di Tamna kemarin, dan Yang Sun menjelaskan bahwa keberangkatannya hanya diundur beberapa hari. Yang Sun melihat jika Yoon lagi punya beban yang berat, dan dia mengakui bahwa dia harus membuat keputusan yang besar, dan dia agak sedikit gugup. Yang Sun bercanda membaca wajahnya dan memastikan padanya bahwa semuanya akan berjalan lancar—dan selama dia terus mencoba, dia tidak akan gagal.

Perhatian mereka terusik oleh sekelompok kaum terpelajar yang ditangkap oleh para petugas, dan Yang Sun mengeluh seandainya Sadong masih hidup, tidak, jika seseorang yang seperti Pelajar Bergairah yang memerintah negara ini—rakyat tidak akan menderita. Mendengar perkataan Yang Sun, Yoon lalu berkata padanya: “Karna dirinya, masyarakat menerima penderitaan. Apakah kamu tidak membencinya?”

Yang Sun lantas menjawab: “Ya, sedikit. Tapi bahkan sebelum Pelajar Bernafsu muncul, masyarakat telah cukup menderita. Karna kemunculan Pelajar Bernafsu, setidaknya, kami memiliki harapan.”

Yoon lalu mengatakan pada Yang Sun bahwa Pelajar Bernafsu pasti akan sangat tersemangati mendengar perkataannya.

Gambar Sinopsis4

Sung Yeol terus membuntuti Hye Rung dan maju di depan menghadang jalannya. Melihat Hye Rung berdiri di depannya, Sung Yeol berkata pada dirinya sendri bahwa dia bukan Myung Hee, dan bertanya mengapa tadi dia melihatnya dan tersenyum.

Dengan dinginnya, Hye Rung mengatakan bahwa tatapan yang ia berikan padanya sangat menggelikan, berpikir jika nantinya ia akan memanggil dirinya Myung Hee dan mulai menangis.

Hye Rung memperjelas pada Sung Yeol: “Saya bukan wanita yang kau pikirkan. Jadi jangan melihatku seperti itu ataupun mengikutiku.” Dan segera masuk ke rumahnya, namun setelah melihat rumah Hye Rung, dia segera mengenali sesuatu.

Yoon marah karna Yang Sun batal pergi ke Pulau Tamna, dan menyuruh orang suruhannya untuk mengawal Yang Sun sampai ia pergi ke Tamna (Pulau Jeju).

Yang Sun pergi ke rumah bordir, yang masih kesal dengan sikap Sung Yeol mengejar wanita lain. ketika akan ke ruangan sung Yeol, dia mendengar suara Soo Hyang dari dalam dan saat pintu terbuka Yang Sun mengenali paman yang telah berbicara dengan Soo Hyang.

Soo Hyang kemudian menjelaskan jika dia mengirimnya ke Tamna karna dia tidak mempercayainya, dan kemungkinan dirinya yang bisa saja tertangkap oleh petugas karna  statusnya sebagai penjual buku Pelajar Bernafsu. Dan yang paling ditakutkan Soo Hyang jika dia sampai tertangkap, bisa saja dia buka mulut jika Tuannya (Sung Yeol) sedang mencari diari Putra Mahkota Junghyun.

Yang Sun marah dan memberitahunya untuk tidak mengkritik perasaannya kepada sung Yeol. Soo Hyang memperjelas bagaimana Sung Yeol yang hampir mati karna dirinya, dan menyarankan untuk pergi ke Pulau Tamna dengan diam-diam.

Gambar Sinopsis5

Yoon mengumpulkan para pendukungnya dan berkata di depan mereka bahwa ia akan mengungkapkan identitasnya sebagai Pelajar Bernafsu. Keputusannya ini ditentang oleh para pendukungnya yang menginginkan agar mereka menjalankan seperti yang sebelumnya telah direncanakan yaitu membuka identitas Gwi, dan orang-orang yang melayani Gwi mulai dari Raja dan partai Noron yang mendukungnya.

Tapi Yoon membantahnya dengan mengatakan bahwa keadaan akan semakin memburuk, akan banyak nyawa lagi yang melayang karna Gwi keluar untuk menangkap Pelajar Bernafsu. Jika dia tidak melakukan sesuatu sekarang, lebih banyak lagi orang-orang yang tak berdosa yang akan mati. Sebagai pewaris dan putra Sadong, dia harus mengambil tindakan, dan meyakinkan rakyat untuk mempercayai dan mengikuti mereka. Dan kemudian mungkin orang yang menyimpan diari Putra Mahkota Junghyun akan memberikan pada mereka.

Yoon sadar betul akan bahaya yang mengintainya, namun ia telah bertekad jika ia berhasil menghancurkan Gwi, maka tak ada lagi yang ia inginkan, bahkan jika sekalipun ia harus mati.

Sung Yeol mengetahui pertemuan yang dilaksanakan oleh Pangeran Yoon dan bersumpah akan melindungi Yoon. Dia akan membuktikan bahwa apa yang ditulis oleh Pelajar Bernafsu itu benar bahwa vampir benar-benar ada dengan mengungkapkan identitasnya yang sesungguhnya. Sung Yeol mengatakan bahwa dia tak bisa berdiam diri dan membiarkan Pangeran Yoon mati sama seperti yang terjadi dengan Junghyun dan Sadong. Dia bahkan rela menjalani kehidupan yang menyedihkan ini untuk menyingkirkan Gwi—jadi jika Pelajar Bernafsu bisa mewujudkannya, dia rela mengorbankan nyawanya.

Dalam gua bawah tanahnya, Gwi menyuruh raja sekali lagi untuk membawa padanya Pelajar Bernafsu, karna pria misterius yang membuat kehebohan bekangan ini sangat mengesankan, dan pria yang mencoba membantu Pelajar Bernafsu membuat Gwi tidak nyaman. Dia memperingatkannya untuk segera membawa Pelajar Bernafsu, itulah satu-satunya alasan mengapa ia masih duduk di singgasana raja.

Di ruangannya, raja memberitahu orang kepercayaannya bahwa ia harus mendapatkan Pelajar Bernafsu sebelum Gwi.

Gambar Sinopsis6

Yang Sun yang akan pergi meninggalkan rumah bordir sambil mengingat perkataan Soo Hyang padanya yang menyarankannya untuk pergi diam-diam ke Pulau Tamna. Namun dia  berubah pikiran, dan kembali masuk ke rumah bordir untuk bertemu dengan Sung Yeol.

Di rumahnya, karna Yang Sun belum juga tiba, ayahnya yang khawatir memutuskan untuk keluar mencarinya.

Sung Yeol menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tahu tentang keluarga Perdana Menteri Choi Cheol dan tentang putrinya. Dan tiba-tiba Yang Sun muncul di hadapannya. Melihat Yang Sun, Soo  Hyang lantas berkata bahwa dia yang akan mengurusnya, namun Sung Yeol menyuruhnya masuk dan mengurus perintah yang baru saja ia berikan.

Yang Sun yang berdiri tidak jauh dari Sung Yeol, tiba-tiba seorang pria mabuk datang menghampirinya, dan mengira dia seorang wanita penghibur dan memegang tangannya untuk segera dilayani. Melihat Yang Sun diganggu, Sung Yeol maju dan menghajarnya.

Dibela oleh pria pujaannya, Yang Sun lantas berkata bahwa dia baik-baik saja, dan Sung Yeol menarik tangannya sambil berkata: “Jangan katakan sepatah katapun,” yang dari kejauhan dilihat oleh ayah Yang Sun dan ketika melihat wajah Sung Yeol dia seakan mengenalinya.

Yang Sun melepaskan tangan Yang Sun ketika ia mengeluh kesakitan, dan kemudian Sung Yeol bertanya bertanya dengan goresan di wajahnya. Yang Sun menjawab bahwa dia terjatuh kemarin, dan lukanya tidak terlalu sakit.

Yang Sun kemudian meminta penjelasan mengenai alasan yang sesungguhnya mengapa ia ingin mengirimnya ke Pulau Tamna, dia lantas ingin mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya, namun malah di potong oleh Sung Yeol bahwa dia tak punya waktu untuk mendengarkan perasaannya.

Saat ia akan berjalan pergi, Yang Sun lantas bertanya, “Apakah itu satu-satunya alasan? Jika saya tertangkap oleh petugas, apa kau takut jika saya bisa mungkin melibatkanmu ke dalam masalah? Jadi kau ingin mengirimku ke Pulau Tamna. Saya ingin tahu bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya.”

5 comments

  1. Hwaiting,,uptodate bgt sinopsisnya,,, gumawo !

  2. Aaduh mana ini ep 6 nya mimin?? #penasaransekali ?

  3. min episode 6 nye mana? gk enak banget bacanya loncat ke episode 7,,but tetsp keren kok,,ditunggu min episode selanjutnya 😀

    • iya maaf atas ketidaknyamanannya, mimin terpaksa lanjut karna sudah jalan, Takutnya ketinggalan. Mimin janji kedepannya tidak akan melangkahi lagi klo udah bikin sinop drama.

  4. sinopsisnya makin seru aja dan makin membuat penasaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*