Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks The Night” Episode 7 Bagian Pertama

Sinopsis “Scholar Who Walks The Night” Episode 7 Bagian Pertama

Gambar Sinopsis

[Baca Juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 7 Bagian kedua]

Setelah perkelahiannya dengan Gwi, Sung Yeol yang terluka ditolong oleh Yang Sun yang membawanya ke sebuah pondok. Sung Yeol tidak membiarkan Yang Sun memanggilkannya dokter, dengan mengatakan bahwa orang-orangnya akan datang, lalu jatuh pingsan.

Orang kepercayaannya tak mengetahui keberadaan Sung Yeol, namun yang paling dikhawatirkan oleh mereka karna kekuatannya akan melemah pada bulan purnama–apakah dia menghadapi Gwi tadi malam….memikirkannya saja membuat mereka ngeri. Yang lebih buruk lagi, Sung Yeol harus minum darah sebelum bulan terbit malam ini.

Soo Hyang mencoba untuk tetap berharap, dengan mengatakan bahwa dia telah mengenalnya dalam beberapa dekade jika Sung Yeol tidak pernah melupakan untuk mencari makan.

Yang Sun mencoba yang terbaik untuk membalut luka Sung Yeol, mencoba menghentikan pendarahan di bagian sisi perutnya. Yang Sun pergi mencari tanaman obat-obatan untuk mengobatinya, usahanya untuk mendapatkan sebuah tanaman obat membuatnya jatuh terguling-guling dari sebuah bukit yang membuat wajahnya sedikit tergores.

Gambar Sinopsis1

Berhasil mendapatkan tanaman obatnya, dia lalu menumbuknya sampai halus dan meletakkannya di atas luka Sung Yeol.

Yang Sun yang kehabisan kain untuk membalut luka, dia lantas melepaskan ikatan kain di dadanya, untuk ia gunakan sebagai perban baru. Melihat sebuah bekas luka yang telah lama yang ada di bahu Sung Yeol, Yang Sun lantas bertanya-tanya, “Siapa kamu?, Apa yang telah kau alami?”

Hari telah berganti malam, dan bulan purnama pun muncul. Sementara Yang Sun sedang keluar, Sung Yeol mulai kejang-kejang saat keinginannya yang haus akan darah mulai bereaksi, dan dia pun jatuh lemas.

Di suatu tempat di sebuah hutan, seorang pria yang lagi berkabung memberikan hormat kepada makam ayahnya. Tapi dia melihat ada sesuatu yang janggal dan memeriksa peti ayahnya, dan ketika dia menarik penutupnya, yang ia temukan malah bukan mayat ayahnya tapi Gwi yang sedang berbaring. Pria yang lagi berkabung ini menjai santapan makan malam Gwi.

Soo Hyang dan Ho Jin mulai khawatir karna bulan purnama telah muncul dan Sung Yeol masih menghilang. Soo Hyang sampai nangis takut sesuatu yang buruk akan terjadi.

Gambar Sinopsis2

Yang Sun merasakan sesuatu yang buruk, dengan merasakan tubuh Sung Yeol yang semakin dingin. Dengan tangan gemetar dia mengecek nafas dan detak jantung yang melemah. Sung Yeol lantas sangat takut jika terjadi sesuatu yang tak ia inginkan, sampai memohon dengan sangat agar Sung Yeol bangun, dan air matanya yang bercampur dengan darah goresan luka di wajahnya jatuh di mulut Sung Yeol.

Air mata yang bercampur darah yang jatuh ke mulut Sung Yeol, dan itu membangkitkan nalurinya untuk menghisap darah. Melihatnya sadar, Yang Sun yang lega lantas memeluknya, memamerkan lehernya tepat di depan mata Sung Yeol. Matanya berubah menjadi mera dan gigi taringnya muncul, dan mulai bergerak maju mendekati leher Yang Sun.

Sung Yeol berhasil meredakan rasa hausnya akan darah di detik-detik terakhir, dan mendorongnya ke samping. Sung Yeol memerintahkan Yang Sun untuk mengikutinya keluar, dan berjalan bersama menyusuri jalan pegunungan. Jalan sambil tertatih-tatih, keadaannya yang belum kuat, Yang Sun yang menawarkan bantuan, Sung Yeol malah menyuruh Yang Sun untuk tidak mendekatinya.

Orang kepercayaannya datang tepat ketika mereka berdua berjalan, sangat lega karna mengetahui bahwa dia masih hidup, dan Soo Hyang mengatakan padanya bahwa dia telah mempersiapkan segalanya. Sung Yeol memerintahkan Ho Jin untuk mengawal Yang Sun pulang ke rumahnya, meskipun sempat protes, Yang Sun akhirnya ikut Ho Jin pergi.

Sung Yeol kemudian memasuki sebuah ruangan dimana seorang pria telah diikat dan mulutnya disumbat. Sung Yeol kemudian menghisap darah pria itu, dan suara jeritannya bergema di hutan, dan Yang Sun mendengarnya. Meskipun dalam keadaan gugup, Ho Jin menjelaskan bahwa itu adalah suara binatang buas.

Gwi menemukan bahwa Sung Yeol telah menggunakan dan meminum darah segar di sebuah ruangan, dan menyadari bahwa Sung Yeol masih hidup.

Gambar Sinopsis3

Sekarang akhirnya ketahuan bahwa ayah Yang Sun telah sekian lama menyimpan diari rahasia pangeran Junghyun yang selama ini dicari Sung Yeol, kita bisa melihat bagimana hal itu bisa terjadi: sebuah flashback 10 tahun lalu, di sebuah rumah yang sedang digerebek.

Jin kecil disembunyikan di sebuah sudut rumah itu oleh ayahnya, yang sepertinya sadar jika dia tidak akan selamat dalam keributan malam itu. Pria itu menyuruh ayah Yang Sun (yang sekarang) untuk merawat anaknya dan menyuruhnya untuk melaksanakan sesuai rencana Putra Mahkota Sadong. Pria itu menyerahkan padanya sebuah bungkusan.

Sekarang ayah Yang Sun bersiap untuk membakar bungkusan yang telah ia simpan—berisi diari dan setengah dari pasangan kotak milik Jin, yang diberikan padanya oleh Pangeran Yoon—dengan mengatakan bahwa Yang Sun lebih penting. Tapi tiba-tiba istrinya masuk ke dalam, dan dengan segera ia menyembunyikan bungkusannya, meneriaki istrinya dan menyuruhnya keluar.

Sung Yeol akhirnya pulih setelah mendapat santapan darah, dan luka tusuk yang dalam di perutnya telah sembuh, yang tersisa hanya goresan kecil. Tapi meskipun kesehatannya telah pulih, amarahnya tersulut yang ditujukan pada dirinya sendiri.

Dalam tempat persembunyian bawah tanah vampir, Hye Ryung merawat luka Gwi dan memberitahunya bahwa dengan selebaran yang telah beredar, orang-orang lebih banyak lagi membicarakan tentang Gwi. Gwi tidak terlalu khawatir, mengatakan bahwa mengetahui keberadaannya tidak berarti mereka bisa menyingkirkannya, dan ketika Hye Ryung mengatakan bahwa dukungan meningkat untuk Eumlan Seosaeng diantara para kaum terpelajar di Universitas Sungkyunkwan, dan berencana untuk membunuh mereka semua. Itu akan menunjukkan pada Eumlan Seosaeng (Pelajar Bernafsu) apa yang akan terjadi pada orang-orang yang mengikutinya.

Gambar Sinopsis4

Di pagi hari, Sung Yeol mendengar bahwa tentara kerajaan menangkap para kaum terpelajar yang terkait dengan Eumlan Seosaeng (Pelajar Bernafsu). Dia lalu menghalau para petugas yang membawa para tahanan, dan mengaku sebagai Eumlan Seosaeng (Pelajar Bernafsu). Para petugas kemudian menyerangnya, dan Sung Yeol berhasil mengalahkah mereka semua tanpa tersisa.

Setelah berhasil mengalahkan para prajurit, para kaum terpelajar tersebut kemudian dibawa oleh Ho Jin untuk naik kapal yang akan membawa mereka ke tempat yang aman.

Sung Yeol kemudian pergi membagi-bagikan tumpukan perak kepada para keluarga yang kelaparan dari para penjual buku yang telah dibunuh, ditandai dengan sebuah catatan kecil yang bertuliskan nama Eumlan Seosaeng (Pelajar Bernafsu).

Pangeran Yoon juga telah mengirim orang suruhannya kepada keluarga-keluarga dari para penjual buku yang telah meninggal, namun mendengar bahwa ternyata Eumlan Seosaeng (Pelajar Bernafsu) telah keduluan olehnya. Pangeran Yoon juga mendengar bahwa para kaum terpelajar menghilang dalam perjalanan ke istana, yang sekali lagi dilakukan oleh Eumlan Seosaeng palsu.

Untuk sekarang, keadaan berjalan sesuai dengan keinginan Sung Yeol, dengan perbuatan terbaru yang dilakukan oleh Eumlan Seosaeng (Pelajar bernafsu) telah merubah opini publik yang positif—meskipun demikian Sung Yeol berspekulasi bahwa Gwi tidak akan tinggal diam. Ho-jin berkomentar pada kain asing yang ia temukan dicucian, yang terlihat seperti kain yang digunakan oleh wanita. Ho Jin tak habis pikir darimana datangnya kain kepunyaan wanita tersebut, sementara Ho Jin yang kebingungan, Soo Hyang  segera mengerti dari mana asalnya benda itu, dan membuatnya memperlihatkan muka yang masam.

Ho Jin juga meminta Soo Hyang untuk sekali lagi memukul kepalanya karna dia menyadari sesuatu bahwa ada sesuatu yang aneh di mata Sung Yeol setiap kali Yang Sun disebut, seperti seorang pria yang mengkhawatirkan wanita yang ia cintai. Soo Hyang lantas membentak, “Saya pikir satu pukulan saja tidak cukup.”

Sementara itu, di ruangannya Sung Yeol merenung dengan kain Yang Sun dan sebuah kantung kecil, pikirannya kembali di kejadian bagaimana khawatirnya Yang Sun tentang kesehatannya dan bagaimana ia menangis dengan leganya ketika dia tidak meninggal.

Gambar Sinopsis5

Yang Sun ingin pergi keluar untuk mengetahui kabar kesehatan Sung Yeol, tapi dia dihalangi oleh adiknya Dam, yang menolak untuk membiarkannya pergi ketika ada perintah penangkapan untuk para penjual buku. Dam berkata pada Yang Sun: “apakah dia lebih penting dibanding hidupmu? Dibanding keluargamu?” Yang Sun memberitahu Dam bahwa julukannya adalah Tupai Terbang, dan bahwa dia melegenda karna tidak pernah tertangkap. Semua yang ingin ia lakukan adalah memberi Sung Yeol obat dan melihatnya untuk memastikan jika dia baik-baik saja. Melihat kenekatan kakaknya, Dam lalu bertanya apa dia mencintainya

Mantan penjual buku Choi Do Gab yang menjual Pangeran Sadong, tetap bersembunyi di sebuah pondok yang diawasi oleh penjaga. Dia terus saja dirundung rasa bersalah atas perbuatan masa lalunya, dan dia berhalusinasi jika Sadong duduk dekatnya, yang melihatnya dengan senyuman ramah.

Sadong lantas berkata dengan lembut padanya bahwa itu sama sekali bukan kesalahanya, dia tidak meninggal karna perbuatan Choi. Tapi Choi Do Gab malah berlinang air mata, mengatakan bahwa ia akan mengaku apa yang ia ketahui kepada Pangeran Yoon dan lalu bergabung dengan Sadong di akhirat.

***Bersambung ke bagian kedua***

One comment

  1. ahhhh sempat hawatir kirain sung yeol akan menggigit yang sun, tpi akhirnya sung yeol bisa menahan hausnya terhadap darah >°_°<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*