Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 8 Bagian Pertama

Sinopsis “Scholar Who Walks the Night” Episode 8 Bagian Pertama

Gambar Scholar Who Walks the Night

[Baca Juga: Sinopsis Scholar Who Walks the Night Episode 8 Bagian Kedua]

Yang Sun meminta penjelasan mengenai alasan yang sesungguhnya mengapa ia ingin mengirimnya ke Pulau Tamna, dia lantas ingin mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya, namun malah di potong oleh Sung Yeol bahwa dia tak punya waktu untuk mendengarkan perasaannya.

Saat ia akan berjalan pergi, Yang Sun lantas bertanya, “Apakah itu satu-satunya alasan? Jika saya tertangkap oleh petugas, apa kau takut jika saya bisa mungkin melibatkanmu ke dalam masalah? Jadi kau ingin mengirimku ke Pulau Tamna. Saya ingin tahu bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya.”

Sung Yeol datang mendekat kepada Yang Sun dan berkata padanya bahwa dia tidak keberatan bersenang-senang untuk semalam, dan ingin mencium Yang Sun, namun yang terjadi Yang Sun menolak ciuman yang akan diberikan Sung Yeol.

Dengan kasarnya Sung Yeol berkata kepada Yang Sun: “Apa yang kau harapkan dariku? Kau pikir aku menyukaimu?.” Meskipun mendapat penolakan dari Sung Yeol, Yang Sun tetap mengungkapkan isi hatinya dengan berkata bahwa untuk yang pertama kalinya, dia bergitu gelisah karna tak bisa membantu Sung Yeol, dan memberikan obat-obatan.

Sung Yeol memalingkan mukanya pertanda penolakan menerima obat-obatannya, Yang Sun berjalan pergi sambil berkata pada dirinya sendiri untukt tidak menangis. Meskipun mencoba untuk tidak menangis, tetap saja air mata Yang Sun jatuh membasahi pipinya.

Gambar Sinopsis

Ayah berjalan dengan rasa khawatir sambil menanti Yang Sun pulang ke rumah, setelah melihatnya bersama Sung Yeol. Dia kemudian kembali mengingat di malam ketika Gwi membunuh Sadong dan penasihat kepercayaannya: Jin kecil keluar dari tempat persembunyiannya dan menangis di depan tubuh ayahnya, dan tiba-tiba mata ayahnya terbuka dan gigi taringnya keluar. Kepala Jin terbentur karna didorong oleh ayahnya, dan digigit diatas bahunya.

Seseorang datang menyelamatkan Jin dan dia adalah Sung Yeol. Sung Yeol mendorongnya ketika sedang menggigit Jin. Dia berhasil mengalahkannya dengan satu pukulan dan menjatuhkannya ke tanah. Sung Yeol meminta pada ayah Jin untuk sadar dan memberitahunya dimana diari Putra Mahkota Junghyun. Namun, dia sudah tak sadar dan Sung Yeol terpaksa harus menusuk dadanya dengan sebuah belati. Dan dari kejauhan ayah (Yang Sun yang sekarang) menyaksikan semuanya sambil memegang diari tersebut di dadanya dengan ketakutan.

Ayah sudah menunggui kepulangan Yang Sun, dan mengkonfirmasi padanya bahwa Sung Yeol adalah pelajar yang selama ini memberinya pekerjaan dan menyuruhnya mencari catatan peninggalan Putra mahkota Junghyun. Dia menyuruh keluarganya untuk segera berkemas dan pergi sekarang juga. Istrinya hanya bengong berdiri, sepenuhnya sadar jika tidak ada tempat yang akan mereka bisa datangi di tengah malam, sedangkan Yang Sun memohon maaf pada ayahnya.

Do Gap meminta Sung Yeol untuk dikembalikan (apa maksudnya pada penjara Yoon) sedangkan Yoon menyuruh orang mencari Do Gap, namun tetap tak ditemukan.

Gambar Sinopsis2

Hye Ryung melapor pada Gwi bahwa Sung Yeol telah melihatnya dan sekarang dia tahu jika dia adalah putri perdana menteri. Gwi mengatakan bahwa meskipun dia tahu semuanya itu, hatinya pasti sulit mengelak jika dia adalah kekasihnya Myung Hee.

Gwi membelai wajah Hye Ryung dan mengatakan jika dia benar-benar mirip Myung Hee, dan mengetahui jika Sung Yeol tidak akan melupakan dengan mudah wanita yang telah mengorbankan dirinya untuknya.

Saat Gwi mendekat ke bibir Hye Ryung, dia lantas mengingatkan Gwi untuk memegang janjinya. Gwi berjanji pada Hye Ryung jika ia akan menjadikannya Permaisuri Putra Mahkota, dan Hye Ryung berjanji akan meluluhkan hati Sung Yeol.

Do Gap datang ke Yoon atas keinginannya sendiri dan mengatakan jika dia tak tahu dimana diari Putra Mahkota Junghyun, tapi dia akhirnya buka mulut untuk perannya dalam konspirasi Sadong, dan menyebutkan nama Noh Chang Sun, kepala kantor kerajaan penasihat khusus, sebagai orang dibalik tuduhan palsu bahwa Sadong adalah pengkhianat.

Dia memberikan Yoon dokumen tulisan tangan Noh Chang Sun sebagai bukti perkataannya, dan Yoon  bersiap untuk melakukan pemberontakan. Do Gap kembali mengingat saat dia berlutut di depan Sung Yeol untuk diizinkan memulihkan nama Sadong sebelum dia meninggal. Sung Yeol tergerak oleh air matanya dan membiarkannya pergi, asalkan Do Gap berjanji satu hal tidak akan mengungkapkan identitas asli Sung Yeol.

Gambar Sinopsis3

Gerobak lain yang berisi mayat dibawa naik dari sarang Gwi untuk dibakar, tapi ketika dibuka oleh prajurit, yang ada mayatnya berubah menjadi seragam tentara diisi dengan jerami. Dan di perpustakaannya, Sung Yeol berdiri di depan tumpukan mayatnya yang telah ia ambil dari istana, sebagai bukti keberadaan Gwi.

Keesokan paginya, masyarakat menemukan tumpukan mayat diatas sebuah gerobak, dengn luka gigitan di leher. Para warga berteriak bahwa itu adalah vampir, dan ayah Yang Sun melihat sekilas mayat-mayat tersebut dengan ketakutan, sebelum para prajurit istana tiba dan membawanya.

Pengikut Yoon  meninggalkan tempat persembunyian dengan selebaran baru yang akan dibagikan, dan Sung Yeol menyelinap ke rumah persembunyian mereka untuk mencari tahu apa yang akan dikatakan Pelajar Bernafsu. Dalam selebaran barunya, Yoon mengungkap jati dirinya sebagai pangeran dan Pelajar Bernafsu, dan menyatakan akan melawan vampir yang ada dalam istana.

Ho Jin bertanya mengapa Sung Yeol menyisakan satu mayat—permaisuri raja—dan tidak memperlihatkannya saja bersama tumpukan mayat yang telah diperlihatkan kepada warga kota. Sung Yeol mengungkapkan rencananya untuk menjadikannya vampir dan membebaskannya ke jalan.

Sung Yeol ingin membantu ketika Yoon mengungkapkan jati dirinya, semua warga akan percaya padanya. Setelah itu, Sung Yeol akan memberitahu Yoon jika dia ada di pihak yang sama.

Perdana menteri memperingatkan Gwi bahwa orang-orang telah mulai membicarakan tentang semua mayat-mayat, tapi gwi tidak khawatir dengan hal tersebut, dan mengatakan siapa saja yang macam-macam dengannnya akan dia bunuh, termasuk Raja dan Putra Mahkota yang dibenci oleh Perdana Menteri.

Gwi memperlihatkan sketsa wajah Sung Yeol dan menyuruh Perdana Menteri untuk menangkapnya. Jika dia berhasil, Gwi akan menyerahkan padanya kursi tahta untuk raja berikutnya.

Raja melihat tumpukan mayat yang dibawa dari kota dan merenungkan perkataan Gwi jika siapapun yang melakukan hal ini pasti mempunyai kekuatan yang luar biasa—dan raja berpendapat bahwa karna perbuatan orang misterius ini rakyat akan percaya dengan berita yang disebarkan oleh Pelajar Bernafsu.

Penasihatnya (Noh Chang Sun) khawatir jika korban akan bertambah kecuali Pelajar Bernafsu berhasil ditemukan.

Gambar Sinopsis4

Yoon mengunjungi ibunya yang tinggal di sebuah kuil, dan telah mengambil keputusan untuk tidak lagi kembali ke istana dan lebih memilih untuk tinggal berdoa di kuil untuk kedamaian almarhum suami dan era kemakmuran putranya. Ibu Yoon ingin menghabiskan waktu yang tersisa untuk tinggal di kuil, dan meminta putranya untuk berjanji satu hal yaitu untuk tidak membuat ibunya berkabung setelah apa yang terjadi pada ayahnya.

Ibu Yoon memanggil seseorang untuk ikut bergabung, dan yang masuk ternyata adalah Hye Ryung.  Dia memperkenalkan Yoon sebagai putranya kepada Hye Ryung. Di depan Yoon, ibunya memperkenalkan Hye Ryung sebagai seorang wanita muda yang baik hati yang slalu mengunjunginya dan mendengarkannya, dan sangat menyukai seandainya jika dia bisa menjadi putrinya. Yoon mengenalinya ketika mereka bertemu di jalan, dan berterima kasih padanya karna telah merawat ibunya.

Dam melihat Yang Sun sedang membuka dengan sedih karya novel Night Scholarnya, dan meminta maaf karna mereka harus pergi ke Pulau Tamna karna dirinya sehingga dia tak bisa lagi bertemu dengan Sung Yeol. Yang Sun tersenyum dan mengatakan bahwa dia sedang memikirkan untuk melanjutkan cerita novelnya, tentang kehidupan rahasia Pelajar di Malam Hari (Night Scholar).

Dia menceritakan kisahnya dalam kisah yang romantis yang sebenarnya tidak jauh dari kisah yang sesungguhnya. Pertama kali Night Scholar bertemu dengan si wanita karna dia membutuhkan beberapa buku. Dari pertemuan pertama mereka, dia terpesona dengan aroma si wanita. Semuanya bermula dari sana. Tanpa henti dia mengejar si wanita secara diam-diam dan penuh gairah, dan akhinya si Pelajar di Malam Hari mengaku jika dia cantik.

Dam penasaran dengan ceritanya dan bertanya, “Cantik dimana? Cantik dimana, mata, hidung, bibir?” Yang Sun mengingat jawaban Sung Yeol—bahwa hatinyalah yang cantik, dan memotong ceritanya, dan berpikir dia harus menulisnya lebih baik lagi.

Mata Yang Sun berkaca-kaca sementara Dam bersikeras jika ceritanya bagus dan meminta untuk diceritakan lebih banyak lagi. Yang Sun berkata itu membosankan: “Itu adalah sebuah mimpi. Jika kau bangun, kau melupakan semuanya.”

Ditengah malam, ayah Yang Sun pergi ke kuil dengan membawa buku catatan Pangeran Junghyun dan setengah dari pasangan kotak milik Jin, yang diberikan padanya oleh Sadong, dan memberikan hormatnya pada orang tua Jin. Dia menaruh kedua barang itu dan bertanya apa yang seharusnya ia lakukan dengan kedua benda tersebut, tidak yakin apakah dia bisa memikul beban tersebut.

Sung Yeol membaca selebaran Pria Bernafsu dan bersiap-siap untuk bergerak, ketika tiba-tiba lilin yang diberikan oleh Yang Sun mulai retak, memberinya sedikit rasa khawatir.

Gambar6

Orang-orang Yoon bersembunyi dipasar telah siap dengan tumpukan selebaran, dan menunggu perintah. Orang kepercayaan Sung Yeol berjualan di dekat pasar, dimana Ho Jin menyamar sebagai penjual sepatu dan duduk diatas sebuah peti mati sebagai kursi. Dia bertanya dengan gugup apakah vampir yang ada di bawahnya akan bangkit, namun Sung Yeol meyakinkannya bahwa dia adalah mayat tanpa darahnya.

Di menit-menit terakhir, Yang Sun menyadari jika dia lupa membawa sepatu yang diberikan oleh Sung Yeol, dan memohon unutk kembali ke rumah untuk mencarinya. Ibunya menolak, tapi ayahnya menyuruh untuk memandu jalannya dan pergi bersamanya.

Teman yang dipercayai Yoon, Hak Young, memohon padanya untuk terakhir kali agar membiarkannya menjadi Pelajar Bernafsu di depan banyak orang. Yoon berkata padanya jika dia juga takut akan kematian, tapi seperti Pangeran Junghyun dan ayahnya, tak seorangpun bisa menggantikan tempatnya.

Dia meminta Hak Young untuk memastikan bahwa Do Gap dibawa dengan selamat agar dijadikan sebagai saksi untuk mendukung pernyataan mereka. Namun segera setelah dia mengatakan kata-kata tersebut, orang-orang yang mengawal Do Gap dikepung oleh pria bersenjata.

Hembusan angin bertiup dalam istana, dan Yoon bisa merasakan kehadiran seseorang. Suara Sung Yeol keluar dari balik kursi tahta di dalam ruangannya, menginformasikan kepada Yoon akan rencananya untuk membangkitkan selir istana dari kematian sebagai seorang vampir di depan orang banyak sehingga mereka akan percaya kata-kata Yoon.

Yoon mendekati kursi tahtanya dengan perlahan, dan bertanya apa dia yang menyembunyikan selebaran dan membebaskan para kaum terpelajar Sungkyunkwan, dan bertanya mengapa dia menolongnya. Sung Yeol mengatakan bahwa dia  juga mencari catatan Putra Mahkota Junghyun untuk membinasakan Gwi, dan mengatakan bahwa dia akan mengungkapkan jati dirinya ketika Yoon percaya bahwa dia ada di pihak yang sama.

Yoon menolaknya dan memintanya untuk mengungkapkan identitasnya terlebih dahulu, kepercayaan akan mengikut setelahnya, dan melangkah setapak demi setapak mendekati kursi tahtanya dan semakin dekat. Dia tepat berada di depan kursi tahtanya, ketika tiba-tiba raja datang.

***Bersambung ke bagian kedua***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*