Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Second Time Twenty Years Old” Episode 1 Bagian Kedua

Sinopsis “Second Time Twenty Years Old” Episode 1 Bagian Kedua

Gambar1

[Baca juga: Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 1 Bagian Pertama]

Sayangnya No Ra sama sekali tak tahu akan hal ini, jadi sambil duduk di pemberhentian bus dia terus saja menangis karn hidupnya hanya tersisa enam bulan lagi. Dia duduk disana merenungi nasibnya yang malang sampai malam, dan sampai tidak menyadari saat seorang pria yang duduk disebelahnya mengambil ponselnya.

Gambar2

Ketika tiba di rumah, No Ra datang ke kamar Min Soo, tapi tak bisa mengatakan jika dia sekarat. Dia kemudian datang ruang kerja Woo Chul dan secara tidak langsung bertanya padanya – apa yang akan ia lakukan jika dia sekarat. Woo Chul tak menganggap serius pertanyaan No Ra dan malah berkata bahwa semua orang akan mati, habiskan lebih banyak waktu untuk dirimu sendiri. Ujarnya lagi, semua orang akan mati, pada dasarnya manusia itu makhluk individual

No Ra berbisik, “Sepertinya kau benar.” Dia menghabiskan malam dengan merenungi kemalangan yang menimpanya.

Sementara itu, sutradara Hyun Suk membaca reaksi untuk pengumuman produksi teater terbarunya “You and Now Project.”

Gambar3

Di rumah, No Ra menerima telpon dari universitas yang mengingatkannya bahwa hari ini adalah hari terakhir pendaftaran. Pria di telpon berkata bahwa biasanya mereka tidak menghubungi, tapi karna usianya yang sudah tua.

Mendengar hal itu, No Ra langsung emosi, bertanya kenapa 38 dianggap tua, apa diusianya ini sudah tidak boleh kuliah, jadi tidak apa-apa kalau dia mati sekarang. Dia bahkan berkata bahwa dia tak butuh kuliah dan meminta uangnya dikembalikan, dan akan datang hari ini untuk mengambil uangnya.

No Ra dibakar emosi dalam perjalanan ke kampus, tapi amarahnya sirna saat melihat atraksi dari jurusan teater yang merayakan kululusan mereka. No Ra menyaksikan atraksinya, dan kembali terkenang, melihat dirinya berlari berpakaian seragam sekolahan, membuat dirinya kembali flashback di masa SManya dulu.

Gambar4

No Ra dan teman-temannya menampilkan atraksi tarian ballerina, dan seorang pelajar berkacamata memegang sebuah papan bertuliskan: Sekolah seni bukan taktik untuk masuk ke perguruan tinggi.

Dan No Ra yang sekarang membaca tulisan di bagian belakang kaos siswa teater — membuatnya tersentuh sampai mengubah keputusannya. No Ra membaca: “Kami kuliah bukan cuma untuk cari kerja. Kuliah Cuma satu kali. Dan hidup Cuma satu kali” – dan berkomentar “Kalian pikir saya tidak tahu itu.” Tapi kemudian pesan terakhir muncul: “Pilihan ada di tangan kita.”

Gambar5

No Ra kemudian berlari dengen tergesa-gesa dan tak jauh Hyun Suk melihatnya dan memikirkan No Ra SMA yang sedang berlari.

No Ra memberitahu petugas administrasinya bahwa dia tidak membatalkan pendaftarannya, tapi sekarang harus melunasi sisa pembayarannya kurang dari dua jam. Dia kemudian teringat neneknya yang terbiasa menyimpan uang di bantalnya untuk uang kuliahnya nanti. Dia kembali ke rumah dan mengeluarkan uang dari bantalnya.

Dia berterima kasih pada neneknya dan mulai menangis memberitahu neneknya jika ia akan kuliah dengan uangnya sehingga ia pasti merasa bangga.

Gambar6

Min Soo ikutan pelatihan mahasiswa untuk jurusannya Politik dan Ekonomi. Karna kalah dalam permainan, maka dia terus kebagian hukuman untuk minum. Permainan terus berlanjut dan Min Soo tetap saja kalah, para seniornya kembali menyuguhi dia lebih dari satu gelas minuman, membuatnya mau muntah.

Tapi tiba-tiba seorang gadis muncul, dan menawarkan diri untuk menggantikannya. Dia berhasil menghabiskan gelas minumannya tanpa tersisa, membuat yang lainnya terkagum-kagum termasuk Min Soo.

Senior Min Soo bertanya namanya tapi dia mendengar bahwa ini jurusan yang salah dan dengan terburu-buru keluar sekaligus mengingatkan seniornya untuk tidak lagi menghukum Min Soo. Para senior Min Soo hanya mengangguk karna terpesona dengan kecantikannya.

Min Soo melihatnya muntah diluar dan memberinya sapu tangan. Hye Mi kesal karna telah menunggunya diluar selama tiga menit dan dengan percaya dirinya berkata: “Bukankah kau keluar karna aku. Tapi saya menyelamatkanmu.”. Min Soo terkejut, namun mengakui jika ia keluar karna khawatir melihat Hye Mi banyak minum.

Hye Mi kemudian meminta ponsel Min Soo dan berkata: “Ketika kamu memberikan ini padaku, maka kita akan pacaran.”

Gambar7

Yoon Young mengetahui tentang kondisi kesehatan No Ra dan marah karna dia tidak memberitahu keluarganya. Tapi No Ra menjawab  bagaimana dia bisa melakukan hal itu, Min Soo sangat giat belajar waktu SMA dan baru saja menjadi mahasiswa. Dia akan memberinya waktu tiga bulan – untuk menikmati masa kuliahnya, dan akan memberikan semua uang yang ia punya: “Dia masih muda. Dia masih 20 dan kehidupan Min Soo baru akan dimulai.”

Yoon Young kemudian bertanya: “Apa kau tahu apa itu masa muda?” No Ra memberitahunya itulah mengapa ia ingin kuliah: “Aku juga sekarat. Aku ingin melakukan sesuatu yang tidak pernah kulakukan sebelumnya. Aku mendaftar tanpa sepengetahuan Min Soo.”

Gambar8

Selanjutnya: memilih mata kuliah. Semua mahasiswa baru saling berlomba memilih kelas pilihan mereka sebelum terisi penuh.  No Ra memilih kelas psikologi (yang seperttinya diajar oleh suaminya Woo Chul), pernikahan dan keluarga, dan kelas teater (yang diajar oleh Hyun Suk).

Hyun Suk melihat roster mengajarnya dan nama No Ra menarik perhatiannya

Kuliah perdana dimulai, dan No Ra cemas karna Min Soo harus berangkat sepagi ini, dan menginginkan Min Soo untuk istirahat dulu selama sebulan. Tapi ayah Min Soo memberinya nasihat bahwa 4 tahun ini akan menentukan 80 tahun setelahnya, dan Min Soo setuju.

Gambar10

Di hari pertama ngampus, No Ra berpakaian rapi sehingga saat ia masuk ke kelas sejenak mahasiswa terdiam mengira ia adalah dosen mereka, tapi mereka mulai berkasak-kusuk ketika menyadari jika dia bukan dosen.

Para mahasiswa mendapat tugas kelompok, dan teman satu timnya sangat ingin mengerjakan tugas kelompok tanpa dirinya, hanya menyuruhnya untuk ikut saja dengan mereka ketika persentasi. Dibelakangnya, mereka saling tukaran sms mengatai No Ra: menakutkan sekali, dia kelihatan lebih tua daripada dosen, dan dia bahkan tidak punya ponsel.

No Ra keluar dari kelas dan bertanya-tanya tentang sikap teman sekelompoknya: “Begitukah caranya kerja kelompok. Tidak ada yang seperti itu di silabus.”

Gambar11

Dia kemudian masuk ke kelas berikutnya, dan mendengar percakapan mahasiswi, dia agak kebingungan karna banyak skali kata-kata yang tidak dia mengerti.

Lalu Hyun Suk masuk ke kelas, membuatnya terkejut, dan dia menundukkan kepalanya sambil mengingat pertemuan terakhir mereka yang kurang menyenangkan dan masih berpikir jika dia tak mengenalnya dan akan terkejut ketika melihatnya lagi.

Hyun Suk kemudian bertanya apa para siswanya tidak mengetahui jika sulit untuk mendapat nilai yang bagus di kelasnya, dan mayoritas siswa di kelasnya mengkonfirmasi jika mereka mengetahui hal tersebut.

Dia kemudian menjelaskan bahwa di kelasnya akan ada tiga macam tugas kelompok yang harus mereka selesaikan, dan Hyun Suk bertanya pada No Ra apa dia juga sudah tahu dan mengapa dia mengambil kelasnya.

Gambar12

Dia mengulangi menyebut namanya Ha No Ra, agar Hyun Suk bisa mengingat namanya, tapi sayangnya dia malah bersikap dingin dan lantas menyuruh No Ra untuk meleepas topinya. Hyun Suk berpura-pura terkejut dan bertanya apa dia orang tua murid.

Hyun Suk berulang-ulang memanggilnya ahjummonim, awalnya No Ra berpikir Hyun Suk tidak mengenalnya, tapi kemudian membuatnya tersadar jika dia mengenalnya.

Hyun Suk kemudian menyuruh No Ra keluar kalo dia tidak mau menjawab pertanyaannya, dan berteriak: “Keluar sekarang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*